Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 3081

Partisipasi PSU DPD RI di Sumbar Turun, Komposisi Peraih Suara 4 Tertinggi Berpotensi Berubah

0

ILUSTRASI: Surat suara saat dilipat petugas di Gudang KPU Kota Depok, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/1/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

batamposPartisipasi pemilih pada pemungutan suara ulang (PSU) untuk calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat (Sumbar) sangat rendah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat akan mengkaji pemicunya.

“Untuk mengetahui penyebab turunnya partisipasi masyarakat, kita harus melakukan kajian dulu,” kata Komisioner KPU Sumbar Ory Sativa Syakban sebagaimana dilansir Antara, Minggu (14/7).

Ory menduga rendahnya partisipasi publik mengikuti pemungutan suara pada PSU DPD RI karena tidak adanya kampanye oleh masing-masing calon anggota DPD RI. Tidak adanya kampanye itu merupakan bagian dari isi putusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara Nomor 03-03/PHPU.DPD-XXII/2024.

“Hipotesa kami mungkin karena PSU DPD ini berangkat dari tidak adanya kampanye, padahal kampanye itu salah satu hal yang mendorong masyarakat ke TPS karena faktor visi dan misi calon,” ujar dia.

Di sisi lain Ory mengklaim KPU sudah melakukan sosialisasi pelaksanaan PSU calon anggota DPD secara masif sebelum hari pencoblosan. Bahkan, saat penyerahan formulir pemberitahuan kepada pemilih, petugas KPPS juga menyertakan selebaran yang berisi foto-foto calon.

Tidak hanya itu, ada juga KPU yang memberdayakan mobil keliling untuk menyampaikan informasi terkait pelaksanaan PSU. Kemudian, untuk menyemarakkannya, sejumlah TPS juga menyiapkan berbagai macam hadiah bagi konstituen.

Sementara itu, anggota DPD RI Emma Yohanna mengatakan turunnya partisipasi publik ke TPS hampir merata terjadi di seluruh daerah. Tidak hanya di Kota Padang semata.

Emma menilai rendahnya partisipasi konstituen ke TPS karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPU. Secara pribadi, ia hanya mendapatkan formulir pemberitahuan dan selebaran foto dan nama-nama calon. “Sampai tadi malam masih ada yang mempertanyakan kepada saya kenapa ada PSU? Artinya sosialisasi PSU ini tidak mencapai sasaran,” ujar dia.

Di tempat lain, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago mengatakan, minimnya partisipasi pemilih di PSU DPD Sumbar adalah sebuah kewajaran. Sebab, sosialisasi PSU berbeda dengan jadwal pemilu legislatif sebelumnya. Dengan rendahnya partisipasi tersebut bakal berpengaruh terhadap peraih suara empat tertinggi. “Potensi perubahan pemenang bisa saja terjadi dan ini tentu menarik,” ungkap Arifki Chaniago kepada JawaPos.com, Minggu (14/7).

Menurut dia, berubahnya para pemenang atau empat suara terbanyak menjadi uji kekuatan dan solidnya tim sukses masing-masing calon. Calon senator yang diprekdiksi memiliki peluang suara terbanyak yakni mereka yang terafiliasi dengan ormas keagamaan atau parpol tertentu. “Mereka punya basis yang jelas,” ujar alumnus Univerasitas Andalas (Unand) Padang itu.

Arifki mensinyalir dari hitungan suara yang didapatkan dari tim sukses sejumlah kandidat, ada potensi satu calon anggota DPD batal terpilih. Sebelumnya kandidat itu merupakan salah satu dari empat peraih suara tertinggi. “Kabarnya hanya pergantian satua pemain. Posisi lain masih dipegang DPD yang terpilih pada Februari lalu,” tandasnya. (*)

Reporter: JP Group

7 Nama Masuk Daftar Rekomendasi PDIP untuk Pilwako Batam

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi. Foto: INT

batampos – Sejumlah partai sudah menentukan arah politik untuk Pilwako Batam. Kini hanya tersisa dua partai yang belum bersikap, yakni PDIP dan PKS. DPD PDIP Batam telah melakukan dan melaksanakan penjaringan bakal calon kepala daerah Batam, baik itu wali kota maupun wakil wali kota.

Dari 12 nama yang terjaring, tersisa tujuh orang yang masuk rekomendasi. Ketua DPD PDIP Batam, Nuryanto menyebut, dari ketujuh nama itu beberapa diantaranya datang dari internal partai dan eksternal. Beberapa nama direkomendasikan ke pusat untuk bakal calon Wali Kota Batam yakni, Marlin Agustina, Amsakar Achmad, dan Li Claudia Chandra.

Lalu, untuk bakal calon Wakil Wali Kota Batam, ada tiga nama dari internal PDIP sendiri, diantaranya Putra Yustisi Respaty, Budi Mardianto, serta Udin P Sihaloho. Kemudian dari eksternal ada Jefridin Hamid.

”Secara resmi telah kami laporkan di rapat koordinasi daerah yang dihadiri langsung dari perwakilan DPP PDIP. Laporan itu sudah diterima oleh DPP. Siapa yang akan diusung nantinya, semua itu menjadi kewenangan DPP,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu, Jumat (12/7).

Nuryanto sendiri bahkan tak masuk dalam nama-nama bakal calon. Dia mengaku tak mendaftar. Sementara untuk Pilgub Kepri, ada empat nama: Muhammad Rudi, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Ansar Ahmad, dan Aunur Rafiq.

Penetapan merupakan kewenangan dari DPP PDIP. Kemungkinan rekom partai bakal keluar minggu depan. Pihaknya hanya memberikan profil bakal calon, peta politik, hingga survei.

”Intinya kami masih menunggu. Tapi yang jelas bahwa PDIP adalah partai petarung, bukan partai pengikut,” ujar Cak Nur.

Beberapa hari yang lalu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bertandang ke DPP PDIP. Itu dibenarkan oleh Nuryanto. Sementara Amsakar, belum ada menjajaki komunikasi.

”Kedatangan Pak Rudi ke DPP terkait dengan Pilkada, baik itu tingkat kabupaten/kota, maupun provinsi. Pak Amsakar, dari informasi, belum sampai ke DPP. Hanya Pak Wali (Rudi) saja yang sudah ke DPP,” kata dia.

Selain itu, parpol yang tersisa dan belum menentukan sikap ialah PKS. Dia mengaku, bahwa komunikasi antar partai berjalan baik. Bahkan tak menutup kemungkinan bakalan berkoalisi. (*)

 

Reporter: Arjuna

BP Batam Lakukan Perbaikan Manajemen dan Tata Kelola Rumah Sakit BP Batam

0

rsbp 1batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) saat ini terus berbenah di semua lini dan aspek pembangunan, guna mengembangkan Kota Batam yang semakin modern dan maju. Kepala BP Batam Muhammad Rudi bahkan terus menggesa pembangunan infrastruktur dan meningkatkan efisiensi seluruh pelayanan yang ada di lingkungan BP Batam.

Setelah bandara dan pelabuhan, kini BP Batam berupaya meningkatkan tata kelola manajemen Rumah Sakit BP Batam sebagai salah satu Badan Usaha di lingkungan BP Batam.

RSBP Batam merupakan rumah sakit pionir di Kota Batam, yang telah dibangun sejak tahun 1971. Diawali sebagai Poliklinik Pertamina yang kemudian resmi menjadi RS Tipe C pada 11 Agustus 1983 dan Tipe B pada 2 Mei 2002.

Pada bulan Desember 2018, berubah dari Rumah Sakit perusahaan menjadi Rumah Sakit pemerintah di bawah kementerian lainnya.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, kemudian pada bulan Mei 2019, RSBP Batam sebagai Badan Usaha resmi mengoperasikan gedung baru yang megah dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan bahwa seiring dengan fasilitas yang modern, maka harus dilakukan Upaya meningkatkan mutu pelayanan, meningkatkan tata kelola manajemen, penertiban administrasi dan etos budaya kerja serta kompetensi SDM profesional di bidangnya.

“BP Batam tidak menjual atau melepas Rumah Sakit BP Batam sebagaimana pemberitaan yang digulirkan oleh pihak tertentu. Kami justru melakukan Upaya perbaikan manajemen dan tata kelola administrasi, sehingga dapat mengefisienkan keberadaan Rumah Sakit BP Batam tanpa mengurangi fasilitas pelayanan bagi masyarakat,” kata Tuty.

Lebih lanjut Tuty menegaskan bahwa fasilitas BPJS akan tetap ada guna melayani kebutuhan masyarakat Kepri.

Kerjasama RSBP Batam dengan Swasta dan Rumah Sakit Internasional merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan seluruh aspek mutu, pelayanan, dan SDM tenaga Kesehatan yang mumpuni seiring dengan peralatan dan fasilitas yang mumpuni.

Hal tersebut, justru tidak akan mengurangi layanan RSBP Batam kepada masyarakat menengah ke bawah.

“RSBP Batam akan tetap memberikan layanan BPJS kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan murah dengan fasilitas dan tenaga kesehatan terbaik,” imbuh Tuty.

Sementara, konkret kerja sama dengan pihak swasta dan Rumah Sakit Internasional saat ini masih terus di godok di level lebih tinggi.

Agar skema yang dibuat dapat mengakomodir SDM yang ada saat ini, namun dengan mutu dan etos kerja yang lebih baik

“sama halnya dengan Bandara dan Pelabuhan, kerja sama yang kami lakukan adalah didasari dengan komitmen agar dengan manajemen baru maka pelayanan untuk masyarakat akan jauh semakin baik, dari sisi budaya dan etos kerja, termasuk tata tertib administrasi hingga manajemen Rumah Sakit yang profesional,” pungkas Tuty. (*)

Sempena Pilkada Kepri 2024, Progres Coklit Capai 97,35 Persen

0
coklit
Anggota KPU Provinsi Kepri menyampaikan mengenai proses Pilkada di Kepri, Sabtu (13/7). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semakin mendekati kesuksesan dengan mencatatkan progres pencocokan dan penelitian (coklit) mencapai 97,35 persen. Dari total 1.551.939 pemilih, sebanyak 1.536.529 data pemilih telah terverifikasi.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, Jernih Millyati Siregar, mengatakan, coklit di Kepri menunjukkan peningkatan yang signifikan.

”Kami sangat optimis mencapai target 100 persen sebelum 24 Juli 2024,” ujarnya, Sabtu, (13/7).

Wilayah-wilayah seperti Anambas, Tanjung Pinang, dan Kota Batam telah mencapai angka hampir 100 persen dalam proses coklit. Kota Batam sendiri mencatatkan progres 97 persen dari total 890 ribu data pemilih yang harus divalidasi.

Kendati masih ada tantangan seperti penduduk yang sulit dijangkau pada waktu yang tepat, Pantarlih (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) tetap semangat dan siap menyelesaikan tugasnya.

”Kami terus berupaya agar tidak ada pemilih yang terlewatkan dalam basis data kami,” ucap Jernih.

Dengan jumlah Total Pusat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.304 titik dan lebih dari 5.906 Pantarlih yang dikerahkan, KPU Kota Batam memastikan bahwa proses coklit berjalan lancar.

”Kami memohon dukunganmasyarakat untuk berpartisipasi, demi terwujudnya Pemilu yang transparan dan akuntabel,” tutupnya. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Jangan Hilangkan TKDN, Beri Insentif dan Kemudahan Perizinan

0
ilustrasi bp batam kawasan industri
Ilustrasi kawasan industri di Kota Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kalangan pengusaha termasuk pengusaha di sektor industri shipyard Kota Batam dan Kepri dibuat risau dengan adanya wacana penghapusan kebijakan terkait Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) oleh pemerintah. Hal ini bakal berdampak pada iklim dunia usaha di Batam.

Ketua Harian Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) Novi Hasni mengatakan, beberapa bulan lalu saat menggelar FGD, masih membahas meningkatkan TKDN terutama di sektor galangan kapal.

“Memang kenyataan saat ini persentasenya lebih ke impor dari pada local content, namun di Batam dengan industri galangan kapal diiringi banyaknya proyek harusnya industri komponen kapal itu mestinya lebih banyak dan tumbuh,” ujarnya, Jumat (11/7).

Ia menyebutkan dalam hal ini diperlukan memberdayakan produk dalam negeri. Contohnya mesin kapal masih impor. Menurutnya, itu masih dimaklumi karena teknologi lokal belum sampai ke sana. Namun untuk material dan tenaga kerjanya harusnya SDM lokal. Hal yang dimaksud ialah desain kapal dibuat oleh putra bangsa.

“Jadi kalau ada isu bakal dihilangkan itu sayang sekali. Karena kami membuat kapal itu ada yang untuk di-ekspor dan ada untuk dalam negeri. Dalam negeri itu ada swasta dan pemerintahan, justru kalau di pemerintahan kewajiban TKDN itu 60 persen namun kenyataannya belum sampai,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong industri komponen kapal terus tumbuh. Jika galangan kapal tumbuh, mestinya industri komponen juga turut maju.

“Untuk soal TKDN ini balik lagi khususnya galangan kapal saya rasa membutuhkan modal dan kapital yang sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah bisa membantu kebijakannya jika memang harus pengajuan modal baik itu perbankan swasta ataupun nasional. ”Menurut saya yang harus diturunkan ialah suku bunga-nya. Jangan sampai dua digit. Lalu perizinannya juga diper-mudah,” katanya.
Ia menambahkan, di industri galangan kapal, terutama industri komponen kapal hasil produksinya harus tersertifikasi seluruhnya. Sertifikasi itu minimal sama ketentuan dengan International Maritime Organization (IMO).

“Karena kapal itu concern langsung ke IMO. Baik itu armada kapal nasional maupun jenis ocean going atau kapal-kapal yang mempunyai kemampuan menjelajahi laut dengan spesifikasi tertentu,” terangnya.

Biaya sertifikasi, lanjutnya, tidaklah murah. Misalnya untuk dalam negeri untuk komponen kapal ada sertifikasinya Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). ”Dan hal inilah yang mungkin bisa dibantu oleh pemerintah,” pintanya.

“Jadi hal ini mungkin bisa jadi perhatian dan dibantu oleh pemerintah dari sertifikasi peralatan itu dibutuhkan dan biayanya lumayan mahal.”

Sebelumnya, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, me-ngatakan, penerapan TKDN akan melindungi pengusaha dan industri yang ada di dalam negeri. Tetapi pemerintah juga harus bisa mendorong bagaimana perusahaan yang ada di Batam bisa mendapatkan harga bahan baku dengan harga murah dan kualitas standar internasional.

”Batam itu adalah daerah border, bagaimana perusahaan-perusahaan yang ada di Batam ini banyak membutuh-kan material dari luar negeri dengan standar asing. Tetapi di sisi lain, akan banyak perusahaan yang terdampak kalau TKDN dihapus. Nah sekarang bagaimana pemerintah menyiapkan material dengan local content tetapi pastinya berkualitas dan bisa diterima di perusahaan asing yang ada di Batam,” katanya.

Dan yang paling utama saat ini adalah bagaimana pemerintah bisa memberikan kemudahan bagi para indus-tri dan pengusaha yang ada di Batam seperti insentif pajak. Termasuk kemudahan perizinan.

”Kenapa kalau di Tiongkok sana produknya diterima di seluruh dunia, karena memang pemerintah memberikan insentif kepada UMKM dan pengusahanya mulai dari hulu ke hilir. Pelaku usaha dibina masalah teknologi dan segala sesuatunya. Makanya, produk Tiongkok saat ini ada di mana-mana karena harga murah dan kualitas terjamin,” katanya. (*)

25 Warga Binaan Lapas Belajar Jadi Montir Sepeda Motor

0
mekanik motor
Instruktur pelatihan memberikan materi kepada warga binaan Lapas yang mengikuti pelatihan menjadi montir, Kamis (11/7). F. Dokumentasi Lapas untuk Batam Pos

batampos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam optimalkan program pembinaan kemandirian kepada warga binaan. Setelah sukses dengan pelatihan penge-lasan, pembuatan tahu dan tempe serta budidaya ikan, warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang memiliki bakat dan minat di bidang mesin kendaraan bermotor, mendapat pelatihan menjadi montir.

Total, ada 25 warga binaan yang mengikuti pelatihan ini selama sepuluh hari yang dibuka, Kamis (11/7) lalu. Instruktur pelatihan didatangkan dari LPK Sumber Ilmu dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

“Alhamdulillah, pelatihan dari Disnaker dan LPK kembali dilan-jutkan untuk kendaraan sepeda motor. WBP diajarkan untuk menjadi montir kendaraan sepeda motor, ” kata Kalapas Batam, Heri Kusrita.

Sekretaris Disnaker Kota Batam, Nurul Iswahyuni yang membuka pelatihan tersebut, menegaskan, pelatihan yang menjadi bekal bagi warga binaan ini nantinya akan diuji dan jika lolos akan dibekali dengan sertifikat.

“Makanya kami berharap mereka benar-benar serius dengan pelatihan ini, sebab di akhir nanti akan ada uji sertifikasi. Ini bagus untuk bekal mereka saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Nurul.

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kepri, Dannie Firmansyah, sebelumnya menegaskan, semua program pelatihan kemandirian di UPT Pemasyarakatan, tujuannya untuk menyiapkan bekal dan kemampuan warga binaan. Saat kembali ke masya-rakat, mereka bisa bersaing melanjutkan hidup.

“Hampir semua pelatihan kemandirian ini ada sertifikasinya, makanya ini harus diiku-ti dengan baik sebagai bekal saat bebas nanti,” kata Dannie.

Di Lapas Batam, pelatihan kemandirian WBP Lapas Batam saat ini cukup banyak. Bebera-pa di antaranya bidang kuliner; mebel; las; laundry atau binatu; produksi tempe; produksi roti; potong rambut atau barbershop, dan bengkel motor. Kegiatan kemandirian ini saat semakin bagus karena mendapat dukungan dari LPK Sumber Ilmu dan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam.
“Itulah wujud orientasi dari UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Pembinaan Kemandirian yang dijalankan seksi Kegiatan Lapas. UU ini menuntut agar warga binaan diberi bimbingan untuk siap bekerja. Mempersiapkan sarana kerja dan mengolah hasil kerja serta berfungsi memberikan bimbingan latihan kerja bagi WBP,” jelas Kalapas. (*)

Integrasikan Identifikasi Rekening Terindikasi Judol

0
Ilustrasi Judi online (Freepik )

batampos – Pelaku industri sektor jasa keuangan mengintegrasikan identifikasi rekening terindikasi dalam aktivitas judi online (judol). Identifikasi ini meliputi web crawling, analisis anomali transaksi, dan analisis algoritma tingkat lanjut, serta berkolaborasi dengan otoritas maupun kementerian/lembaga untuk melakukan pemblokiran.

Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman menyatakan telah mengintegrasikan tiga langkah utama dalam mengidentifikasi rekening-rekening yang diduga digunakan untuk judol. Secara sistem, bank berlogo pita emas itu aktif melakukan pencarian situs judi online yang menggunakan rekening (web crawling). ”Mendeteksi situs yang terindikasi menyalahgunakan rekening Bank Mandiri sebagai penampungan dana hasil judi online,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/7).

Analisis anomali transaksi juga dilakukan untuk mengetahui lonjakan transaksi yang tidak wajar pada rekening tertentu. Dengan begitu, Bank Mandiri dapat segera mengidentifikasi aktivitas transaksi yang mencurigakan sehingga tindak penanganan dapat segera diambil.
Pihaknya juga memanfaatkan teknologi external cyber threat intelligence alias analisis algoritma tingkat lanjut pada data keamanan siber dari berbagai sumber. Tujuannya, mengidentifikasi website judi online yang secara ilegal menyalahgunakan identitas Bank Mandiri.

Kerja sama juga dilakukan bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Lewat kolaborasi tersebut, tindakan memblokir rekening-rekening yang terbukti untuk kegiatan ilegal tepat sasaran. Setelah itu, diterapkan enhanced due diligence (EDD) terhadap pemilik rekening yang terblokir untuk proses verifikasi dan pengkinian data nasabah.

”Data pemilik rekening tersebut juga dimasukkan ke daftar hitam agar tidak bisa membuka rekening baru di Bank Mandiri pada masa datang. Bank Mandiri juga menerapkan prinsip know your customer (KYC) secara ketat saat pembukaan rekening baru,” papar Ali.

Platform dompet digital DANA turut mengambil upaya represif untuk mencegah judol. Secara internal, CEO and Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara menyatakan telah menciptakan satuan kerja anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Satuan kerja lintas sektor itu menjalankan fungsi kepatuhan terkait dengan proses identifikasi dan pelaporan transaksi keuangan mencurigakan yang terindikasi judol. Juga berkonsultasi dengan otoritas terkait dalam melihat tren terbaru dari praktik ilegal.

”Informasi-informasi penting lainnya senantiasa diberikan kepada otoritas terkait guna memudahkan analisis keuangan terkait judi online,” terangnya.

Secara operasional dan pengembangan inovasi, DANA menerapkan prosedur proses KYC dalam pembukaan akun untuk pengguna dan mitra merchant. Tujuannya, memastikan keabsahan identitas serta profil pengguna teridentifikasi dan terverifikasi secara benar. DANA tentu bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait yang menatausahakan data dan informasi kependudukan.

”Dengan mendorong keabsahan identitas kepada seluruh pengguna maupun mitra, DANA dapat mengantisipasi akun-akun fiktif yang diduga digunakan untuk aktivitas judi online. Dalam fitur inovasi selanjutnya, DANA akan terus memberikan edukasi dan panduan kepada penggunanya agar terhindar dari praktik judi online,” beber Vince. (han/c14/fal)

3.500 Nelayan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

0
nelayan 2
Pegawai Dinas Perikanan Kota Batam menyerahkan kartu BPJS Ketenegakerjaan bagi nelayan kecil di Dataran Engku Putri, Batam Center, beberapa waktu lalu. Sejauh ini, 3.500 nelayan tercatat mendapat jaminan sosial tersebut. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meluncurkan program yang berfokus pada pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi para nelayan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan keselamatan kerja yang sangat dibutuhkan.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, menga-takan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah melakukan pendataan nelayan untuk mendapatkan jaminan ini. Program ini akan berlangsung secara berkelanjutan dan didukung oleh alokasi anggaran yang disediakan tiap tahun bersumber dari APBD Kota Batam.

“Keselamatan nelayan menjadi hal penting. Pekerjaan mereka memiliki risiko tinggi. Pemerintah menggelontorkan anggaran untuk memberikan jaminan kesehatan, kecelakaan dan lainnya kepada nelayan,” ujarnya, kemarin.

Adapun, asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan diberikan bagi mereka yang telah tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan Kota Batam. Besaran asuransi tersebut Rp930 juta per tahun bagi 3.500 nelayan di Batam. Jaminan ini bisa menjadi bantuan, jika terjadi hal yang tidak diinginkan ketika menjalankan tugas sebagai nelayan.

“Inilah bentuk perhatian Pemko Batam untuk membantu kesejahteraan nelayan. Ke depan kami bersama nelayan akan terus memetakan kebutuhan nelayan, agar bisa meningkatkan pendapatan hasil tangkapan ikan mereka,” ucap Yudi.

Selain bantuan asuransi, Pemko juga menganggarkan Rp1,1 miliar untuk bantuan sarana dan prasarana seperti boat dan pancung. Bantuan mesin dan alat tangkap ikan Rp2,5 miliar.
Bantuan yang digelontorkan kepada nelayan ini, kata Yudi, harus kepada setiap kelompok usaha. Dalam artian, nelayan tersebut harus bergabung ke dalam KUB nelayan. Ia mencatat, hingga Maret 2024 kemarin, sudah ada 568 KUB. Namun, yang aktif hanya ada sekitar 520 KUB saja.

“Pemberian bantuan ini didasari oleh Perwako (Peraturan Wali Kota). Jadi bantuan yang diberikan harus dalam bentuk kelompok,” ucapnya.

Yudi berharap, melalui bantuan dari pemerintah ini bisa membuat nelayan di Batam lebih sejahtera, sehingga bantuan yang diberikan pemerintah bisa dikelola dengan baik dan tidak habis begitu saja. Mereka juga dilatih mengelola keuangan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sebelumnya menyampaikan, pemberian asuransi sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap nelayan.

Menurutnya, hasil tangkapan akan lebih optimal jika didukung sarana dan prasarana, serta jaminan keselamatan nelayan. “Kalau mereka mela-ut di cuaca yang kurang bagus dan terjadi kecelakaan yang memang tidak bisa terhindarkan, kepemilikan asuransi ini bisa membantu biaya pengobatan,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

SPAM Batam Gesa Perbaikan dan Peremajaan IPA di Kota Batam

0
bos spam
Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano. Foto BP Batam untuk Batam Pos.

batampos – Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam, Denny Tondano menanggapi keluhan yang diutarakan oleh masyarakat terkait gangguan air di beberapa lokasi perumahan di Kota Batam, salah satunya adalah Perumahan Happy Garden, Nagoya.

Dalam kesempatan pertama, Denny menjelaskan gangguan tersebut terjadi diakibatkan oleh kerusakan pipa. Perbaikannya sendiri membutuhkan waktu dan cukup rumit karena lokasi kerusakan terletak di median jalan yang sudah dicor dan digunakan sebagai lalu lintas utama.

“Sebagai langkah perbaikan, kami telah menemukan jalur pipa alternatif untuk memindahkan suplai ke kawasan Happy Garden, yaitu dengan jalan mengebor 1,5 meter di bawah jalan untuk menuju pipa utama yang lain,”

“Saat ini kami tengah bekerja keras untuk melakukan perbaikan. Untuk itu, kami mewakili seluruh jajaran pimpinan dan staf BP Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan dan kerugian yang timbul karena gangguan suplai air,” ujarnya pada Jumat (12/7/2024).

Selain itu, Denny juga menjelaskan secara singkat perkembangan pemasangan pipa SPAM sejak dua tahun terakhir.

“BP Batam telah membangun pipa berkapasitas 370 lps di Waduk Muka Kuning untuk mengakomodir kebutuhan air bersih pelanggan yang sebelumnya 280 ribu pelanggan pada tahun 2021, sampai tumbuh hingga 317 ribu pelanggan per bulan Juni 2024,” jelas Denny.

Akan tetapi, kenaikan jumlah pelanggan tersebut mengakibatkan defisit jumlah air bersih di Kota Batam sekitar 300 lps. Sehingga gangguan minor pun akan berdampak langsung pada suplai air ke pelanggan.

Berita baiknya, BP Batam telah memulai pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 500 lps di Waduk Duriangkang dan 230 lps di Waduk Tembesi.

Perkerjaan ini diproyeksikan selesai pada Desember 2024 dan Kota Batam diharapkan akan surplus air sebesar 230 lps setidaknya sampai akhir tahun 2025.

Denny melanjutkan, selama tahun 2024 dan 2025 BP Batam akan fokus memperbaiki fasilitas Instalasi Pengeolahan Air Minum (IPAM) eksisting berupa pompa, filter, dan sistem perpipaan yang uzur agar gangguan terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

“Kami juga memastikan tambahan air yang siap pada akhir tahun 2024 bisa tersalurkan ke daerah-daerah kritis air, seperti area perumahan Buana Vista, Bukit Raya, Marina, Geysa Eterna Marina, Tanjung Riau, Tiban, Taman Sari Hijau, Cipta Land, Lavender, Bengkong, Baloi, Kampung Utama, Jodoh Permai, dan lainnya,” ujar Denny.

Terakhir, ia menegaskan SPAM Batam bersama PT. Air Batam Hilir akan terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap, guna mendukung penuh keberlangsungan usaha sektor pariwisata dan mengakomodir kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Kota Batam.

(rud)

SPAM Batam Gesa Perbaikan dan Peremajaan IPA di Kota Batam

0
bos spam
Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano. Foto BP Batam untuk Batam Pos.

batampos – Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam, Denny Tondano menanggapi keluhan yang diutarakan oleh masyarakat terkait gangguan air di beberapa lokasi perumahan di Kota Batam, salah satunya adalah Perumahan Happy Garden, Nagoya.

Dalam kesempatan pertama, Denny menjelaskan gangguan tersebut terjadi diakibatkan oleh kerusakan pipa. Perbaikannya sendiri membutuhkan waktu dan cukup rumit karena lokasi kerusakan terletak di median jalan yang sudah dicor dan digunakan sebagai lalu lintas utama.

“Sebagai langkah perbaikan, kami telah menemukan jalur pipa alternatif untuk memindahkan suplai ke kawasan Happy Garden, yaitu dengan jalan mengebor 1,5 meter di bawah jalan untuk menuju pipa utama yang lain,”

“Saat ini kami tengah bekerja keras untuk melakukan perbaikan. Untuk itu, kami mewakili seluruh jajaran pimpinan dan staf BP Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan dan kerugian yang timbul karena gangguan suplai air,” ujarnya pada Jumat (12/7/2024).

Selain itu, Denny juga menjelaskan secara singkat perkembangan pemasangan pipa SPAM sejak dua tahun terakhir.

“BP Batam telah membangun pipa berkapasitas 370 lps di Waduk Muka Kuning untuk mengakomodir kebutuhan air bersih pelanggan yang sebelumnya 280 ribu pelanggan pada tahun 2021, sampai tumbuh hingga 317 ribu pelanggan per bulan Juni 2024,” jelas Denny.

Akan tetapi, kenaikan jumlah pelanggan tersebut mengakibatkan defisit jumlah air bersih di Kota Batam sekitar 300 lps. Sehingga gangguan minor pun akan berdampak langsung pada suplai air ke pelanggan.

Berita baiknya, BP Batam telah memulai pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 500 lps di Waduk Duriangkang dan 230 lps di Waduk Tembesi.

Perkerjaan ini diproyeksikan selesai pada Desember 2024 dan Kota Batam diharapkan akan surplus air sebesar 230 lps setidaknya sampai akhir tahun 2025.

Denny melanjutkan, selama tahun 2024 dan 2025 BP Batam akan fokus memperbaiki fasilitas Instalasi Pengeolahan Air Minum (IPAM) eksisting berupa pompa, filter, dan sistem perpipaan yang uzur agar gangguan terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

“Kami juga memastikan tambahan air yang siap pada akhir tahun 2024 bisa tersalurkan ke daerah-daerah kritis air, seperti area perumahan Buana Vista, Bukit Raya, Marina, Geysa Eterna Marina, Tanjung Riau, Tiban, Taman Sari Hijau, Cipta Land, Lavender, Bengkong, Baloi, Kampung Utama, Jodoh Permai, dan lainnya,” ujar Denny.

Terakhir, ia menegaskan SPAM Batam bersama PT. Air Batam Hilir akan terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap, guna mendukung penuh keberlangsungan usaha sektor pariwisata dan mengakomodir kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Kota Batam.

(rud)