Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 3114

Gubernur Ansar Realisasikan Program SPP Gratis, Menyasar SMA/SMK dan SLB Negeri

0

batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad merealisasikan program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis bagi pelajar SMA/SMK dan SLB Negeri di Provinsi Kepri. Rencana strategis ini mulai jalankan Pemprov Kepri mulai Tahun Ajaran (TA) Baru 2024/2025.

Dalam setiap kesempatan, Gubernur Ansar mengatakan, bahwa kebijakan pemberian SPP gratis yang dilakukan pemerintah Provinsi Kepri untuk siswa di tingkat SMA/SMK dan SLB Negri se Provinsi Kepri ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan yang ada di Provinsi Kepri.

“Kita berharap dengan SPP Gratis ini dapat mengurangi beban orang tua siswa dan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk seluruh elemen masyarakat, ” ujar Gubernur Ansar, Minggu (21/7) di Tanjungpinang.

Mantan Legislator DPR RI ini menegaskan, program SPP Gratis ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri meningkatkan kualitas pembangunan di sektor pendidikan di Provinsi Kepri.

“Pondasi dari upaya membangun daerah ini adalah terwujudnya SDM yang unggul. Makanya berbagai upaya untuk mewujudkan itu kita lakukan, salah satunya dengan pemberian SPP gratis ini,” kata Ansar, Minggu (21/7).

Terkait pemberian SPP gratis ini, secara teknis Kepala Dinas Pendidikan (Disidik) Provinsi Kepri, Andi Agung menjelaskan jika hal ini sudah dimulai per Juli 2024 ini untuk tahun ajaran 2024-2025.

“Alhamdulillah, untuk program SPP Gratis bagi siswa SMA/SMK dan SLB Negeri di Provinsi Kepri sudah kita mulai tahun ajaran baru 2024-2025 di Juli 2024 ini, ” kata Andi Agung.

BACA JUGA: Dilema Penggratisan SPP bagi Sekolah Swasta

Dikatakan Andi Agung, program SPP gratis ini merupakan salah satu komitmen Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dalam upaya meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Provinsi Kepri.

“Program ini diberikan melalui dana BOSDA yakni Bantuan Operasional Sekolah Daerah yang berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan dari Pergub yang telah disetujui Gubernur Kepri,” jelas Andi.

Dilanjutkan Andi, biaya SPP yang sebelumnya dikelola sekolah itu pada dasarnya di gunakan untuk pembayaran biaya-biaya operasi sekolah dan juga penggajian beberapa petugas dan honorer komite sekolah.

“Dengan program SPP gratis yang diberikan melalui dana BOSDA ini. Nantinya, biaya-biaya operasional yang sebelumnya di keluarkan bersumber dari biaya SPP sekolah tersebut akan menjadi tanggungjawab dan kewenangan pemerintah daerah dalam hal ini Provinsi Kepri, ” jelas Andi Agung.

Disampaikan Andi Agung sebagai awal untuk tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kepri mengeluarkan anggaran lebih kurang sebesar Rp 40 miliar untuk program SPP Gratis untuk periode Juli hingga Desember 2024.

“Ini akan dilanjutkan kembali dengan anggaran pada APBD 2025 mendatang dengan beberapa penambahan dana BOSDA” Kata Agung.

Menurut Agung, pihaknya hingga saat ini masih menghitung total berapa anggaran pastinya untuk dana BOSDA tahu 2025 ini. Pasalnya, pihaknya masih terus menghitung penambahan jumlah honorer komite sekolah dan PTK Non ASN yang juga masuk kedalam dana BOSDA ini.

“Saat ini di Provinsi Kepri terdapat 952 orang honor komite sekolah dan 2437 orang PTK Non ASN di tingkat SMA/SMK dan SLB dari 7 kabupaten kota di Provinsi Kepri, ” jelas Agung.

Meskipun begitu, lanjut Andi Agung pihaknya memastikan bahwa pemerintah Provinsi Kepri akan terus berupaya untuk memastikan angka yang pasti dan tepat sasaran dalam menganggarkan dana BOSDA yang menjadi sumber SPP gratis ini.

“Kami harapkan dengan adanya program dan kebijakan pemerintah Provinsi Kepri untuk SPP gratis ini dapat meningkatkan partisipasi dan semangat belajar siswa khususnya di tingkat SMA/SMK dan SLB di lingkungan Provinsi Kepri untuk tetap sekolah, ” tegas Andi Agung.

Andi Agung juga menambahkan selain pemberian SPP gratis ini, Pemerintah Provinsi Kepri juga memberikan bantuan seragam sekolah gratis kepada seluruh siswa baru SMA/SMK dan SLB Negeri di Provinsi Kepri.

“Untuk bantuan seragam sekolah gratis kita sudah anggarkan dari APBD tahun 2024 lalu, yang mana nantinya seluruh siswa baru akan mendapatkan dua pasang seragam sekolah gratis yakni seragam OSIS (putih abu-abu) dan seragam Pramuka, ” jelas Andi Agung

Andi Agung juga mengatakan bahwa secara langsung Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad telah memberikan atau menyalurkan program SPP gratis ini pada kunjungan kerja nya ke Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.

“Untuk simbolis, sudah pak Gubernur salurkan bantuan program SPP gratis ini secara langsung pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lingga kemarin, namun di setiap satuan pendidikan lainnya di Provinsi Kepri akan kita luncurkan pada rakor yang akan dilaksanakan Dinas Pendidikan mendatang, ” jelas Andi Agung kembali.(*)

Terpeleset dan Jatuh ke Laut dan Tak Bisa Berenang, Seorang Pria Tewas di Periaran Coastal Area

0
Polisi bersama warga mengevakuasi korban yang jatuh ke laut saat sedang mancing dan menjala di Coastal Area

batampos- Seorang pria yang sedang melaksanakan aktivitas menjala dan memancing di pondok menjala jembatan 2 Coastal Area, Kecamatan Tebing pada Senin (22/7) pukul 00.40 ditemukan meninggal dunia. Hal ini disebabkan pemancing tersebut jatuh ke laut.

Kapolsek Tebing, AKP M Jaiz yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, korban yang jatuh ke laut dan ditemukan meninggal dunia berinisial De, 37 warga Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun.

”Dari keterangan saksi kepada kita menyebutkan bahwa De pergi ke pondok menjala jembatan 2 Coastal Area bersama rekannya Su pada pukul 17.40 WIB menggunakan sepeda motor ke lokasi pemancingan. Pukul 18.00 WIB korban dan saksi tiba di lokasi,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Kapolsek, setelah sampai di lokasi melakukan aktivitas memancing dan menjala udang. Namun, pada pukul 23.00 WIB ketika sedang menjala korban terpeleset sampai jatuh ke laut. Saat itu air laut sedang pasang dan arus kuat.

BACA JUGA: Mancing, Nelayan Bintan Dilaporkan Hilang Kontak

”Saksi Su melihat De jatuh ke laut langsung terjun ke laut untuk membantu menyelamatkan. Namun, pada saat diselamatkan, korban yang tidak bisa berenang merangkul dengan kuat. Sehingga, sempat menyebabkan saksi lemas dan melepaskan korban. Kemudian saksi berenang ke tepi untuk meminta bantuan warga,” paparnya.

Dikatakan Kapolsek Tebing, warga yang ada di lokasi mengetahui kejadian ini turut memberikan pertolongan. Korban sempat terseret arus. Namun, pukul 00.40 WIB berhasil ditemukan dan dievakuasi ke darat untuk diberikan pertolongan. Saat itu kondisi De sudah tidak bergerak lagi.

”Diperkirakan korban De sudah meninggal dunia saat dievakuasi ke darat. Untuk memastikan, korban dibawa ke RSUD M Sani untuk pemeriksaan. Dan benar sudah meninggal dunia. Pukul 03.45 WIB korban dibawa ke rumahnya di Kelurahan Sei Lakam Barat,” terang Jaiz. (*)

Reporter: Sandi

Angka Kebekerjaan Lulusan SMK tahun 2023, Naik

0
Ilustrasi kompetensi siswa SMKN mengikuti kebutuhan industri. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

batampos – Data itu diperoleh dari penelitian Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang dipaparkan dalam Rembuk Pen­didikan Vokasi dengan tema Skills Indonesia 2045 mengungkap data angka kebekerjaan lulusan SMK tahun 2023 ternyata cukup tinggi. Lu­lusan SMK yang tidak menganggur berdasar kategori bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi itu sebesar 96,49 persen.

Angka tersebut naik sekitar 4,08 persen dari tahun 2022, yaitu sebesar 92,41 persen. Sisanya, sebanyak 3,51 persen, masih mencari pekerjaan.

”Ini berdasar hasil pengukuran lulusan tahun lalu,” ujar Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) Uuf Brajawidagda, Sabtu (20/7).

Kenaikan itu, kata Uuf, uta-manya disumbang dari lulusan yang tengah mempersiapkan studi lanjut hingga kursus untuk mendapat pekerjaan. Sementara untuk angka yang berwirausaha naik tipis sekitar 1,12 persen menjadi­ 21,34 persen dari tahun sebelumnya.

Dari penelitian yang sama, terungkap pula mobilitas lulusan SMK. Diketahui, lebih dari 90 persen lulusan SMK di Indonesia bekerja di provinsi asal. Sedangkan sisanya bekerja di luar daerah.

Uuf mencontohkan wilayah Bali. Menurut dia, 96,42 persen lulusan SMK di Bali bekerja di wilayah Bali itu sendiri. Hanya 0,94 persen yang memilih keluar dari Bali. ”Namun, yang mengesankan adalah 2,64 persen lulusan dari SMK di Bali itu bermigrasi ke luar negeri,” ungkapnya.

Kompetensi yang berhasil mengantarkan lulusan untuk bekerja di luar negeri mencakup kesehatan, pekerjaan sosial, dan pariwisata.

Berbeda halnya dengan Morowali. Meski sekitar 94,79 persen lulusan SMK di Morowali  bekerja di daerah tersebut, tingkat migrasi lulusan SMK dari daerah lain ke Morowali cukup tinggi. Yakni, sekitar 25 sampai 50 persen pasar kerja di Morowali diisi lulusan dari daerah lain, utamanya dari SMK di Sulawesi Selatan.

Hal itu pun selaras dengan hasil penelitian soal kategori keselarasan di tingkat satuan pendidikan vokasi dengan mitra DUDI-nya. Dari 14 kabupaten/kota di tujuh kawasan ekonomi khusus, me­nunjukkan dua wilayah atau 28 persen yang keselarasan SMK dengan di mitranya tergolong tinggi.

Dua wilayah tersebut adalah Bali dan Kendal. Kemudian, lima wilayah lainnya itu keselarasannya cukup atau sedang, yakni Batang, Kepulauan Riau, Morotai, Morowali, dan penyangga IKN.

”Secara umum, hasil kajian menunjukkan tren yang konsisten. Justru untuk kelemahan keselarasan terjadi pada tiga komponen sistem, yakni pendidik dan tenaga kependidikan, sarana-prasarana, serta kemitraan,” tuturnya.

Hal itu yang kemudian diminta untuk menjadi perhatian. Terutama dalam memotret keselarasan program studi dan terobosan lainnya di SMK dengan potensi ekonomi yang ada di provinsi ter­sebut. Sebab, itu akan sa­ngat berkaitan erat.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kiki Yuliati meminta hal tersebut menjadi perhatian semua pihak, baik satuan pendidikan, pemerintah daerah, maupun DUDI. Dia berharap ada perubahan-perubahan terkait pola ajar maupun mata pelajaran yang dinilai perlu diubah atau diganti dengan pembaruan. Sehingga selaras de­ngan kebutuhan masa kini dan potensi ekonomi daerah. (*)

PKB Siapkan Lis dan Endri untuk Pilwako Tanjungpinang 2024

0
Ketua DPC PKB Kota Tanjungpinang, Yandi Andrian. F. Dok Pribadi

batampos– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menyiapkan dua nama kandidat, yang bakal bertarung dalam pemilihan Walikota (Pilwako) Tanjungpinang, Kepri, pada Pilkada 2024.

Dua nama tersebut ialah Lis Darmansyah dan Endri Sanopaka. PKB sendiri, dipastikan akan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketua DPC PKB Kota Tanjungpinang, Yandi Andrian mengatakan bahwa PKB sudah berkomunikasi politik dengan PDIP, menuju Pilwako Tanjungpinang yang diselenggarakan pada 27 November mendatang.

“Komunikasi yang intens sampai saat ini baru dibangun dengan PDIP Saja. Tapi kita belum bangun komitmen soal Pilwako ini,” kata Yandri Andrian, Minggu (21/7).

Saat ini, kata Yandi PKB Tanjungpinang belum melakukan silahturahmi dengan partai politik lain, selain PDIP. Untuk Parpol lain, menurutnya hanya berkomunikasi bisa-biasa saja.

BACA JUGA: PKS Usung Rahma dan Rizha pada Pilwako Tanjungpinang

Hingga hari ini, PKB memang belum ada mengusung pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2024-2029.

“Tapi kita sudah mengirimkan dua nama bakal calon Walikota ke DPP PKB. Yaitu Lis Darmansyah dan Endri Sanopaka,” tambahnya.

Sehingga, Yandi menegaskan PKB Tanjungpinang masih menunggu surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, terkait surat rekomendasi pasangan calon walikota dan wakil walikota Tanjungpinang periode 2024-2029.

“Intinya kita masih menunggu rekomendasi dari DPP PKB. Yang jelas dua nama sudah daftar ke DPC PKB sebagai bakal calon Walikota Tanjungpinang,” sebutnya.

Ia menambahkan, para bakal calon yang akan dipilih ini dapat bisa menjalankan program-program visi misi PKB. “Semoga, dalam waktu dekat (surat rekomendasi dari DPP PKB),” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Waspada Aktivitas Gunung Semeru dan Merapi

0
Gunung Merapi terlihat
memuntahkan lava ke lerengnya dilihat dari Wonokerto, Yogyakarta, Jumat (19/7). Pemerintah meminta masyarakat sekitar Gunung Merapi dan Semeru untuk waspada.

batampos – Menyusul aktivitas terbaru Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Merapi di Jawa Tengah, masyarakat sekitar diminta waspada. Minggu (21/7) Gunung Semeru erupsi. Pos Penga-matan gunung tertinggi di Jawa itu mencatat letusan setinggi 600 meter di atas puncak. Sementara pa­da Sab-tu (20/7) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan awan panas guguran.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyampaikan bahwa erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 08.30.

”Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut,” kata Sigit dikutip dari Antara.

Berdasar pengamatan yang dilakukan oleh petugas, kolom abu vulkanik dari letusan tersebut tampak berwarna putih hingga kelabu. Intensitas tebalnya mengarah ke barat.
Berdasar angka yang ditunjukkan oleh seismograf, erupsi Gunung Semeru terekam dengan amplitudo maksimum 21mm dan berdurasi 83 detik.

Senin pekan lalu (15/7) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status aktivitas Gunung Semeru.

Dari Siaga atau Level III menjadi Waspada atau Level II. ”Sehingga petugas memberikan imbauan sesuai dengan rekomendasi PVMBG,” terang Sigit.

Selain diminta waspada, masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, persisnya di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. Di luar area itu, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas apa pun pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan itu dikeluarkan karena masih ada potensi perluasan awan panas dan aliran lahar sampai jarak 13 kilometer dari puncak.

Masih berdasar rekomendasi PVMBG, lanjut Sigit, masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Semeru. Sebabnya tidak lain karena area tersebut rawan lontaran batu pijar.

Lebih lanjut, dia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Khususnya sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sigit menambahkan, potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai.

Terpisah, BPPTKG menyam-paikan bahwa awan panas guguran Gunung Merapi teramati pada 20 Juli 2024. Tepatnya pukul 19.46.

”Dengan amplitudo maksimum 35mm, durasi 119 detik, jarak luncur 1.200 meter ke arah Kali Bebeng dengan arah angin ke Barat Daya,” demikian bunyi keterangan BPPTKG melalui akun media sosial mereka.

Selain itu, di hari yang sama BPPTKG mendeteksi 27 kali guguran dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter mengarah ke Barat Daya atau Kali Bebeng. Atas kondisi tersebut, mereka mengeluarkan rekomendasi yang menunjukan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor Selatan-Barat Daya.

”Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer,” papar BPPTKG.

Sementara potensi bahaya pada sektor Tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

”Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” tulis BPPTKG.

Saat ini status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut sudah bertahan cukup lama. Yakni sejak 5 November 2020. (*)

POM Lantamal IV akan Usut Tuntas Penggelapan Mobil Rental di Batam

0
asuransi mobil
Ilustrasi

batampos – POM Lantamal IV Batam hingga saat ini masih menyelidiki kasus penggelapan mobil rental keluar Batam. Penyelidikan tersebut untuk mengusut seluruh pelaku yang diduga dilakukan berkomplotan.

“Kasus tersebut masih ditangani POM Lantamal,” ujar Kadispen Lantamal IV Batam, Mayor I Wayan Rusdiana, Minggu (21/7).

Ia mengaku belum bisa menyampaikan secara detail orang maupun pihak yang terlibat dalam kasus ini. Namun, selain anggota TNI AL, penggelapan ini juga melibatkan warga sipil.

“Nanti langsung ke Danpomal,” tegasnya.

Baca Juga: Polisi akan Segera Limpahkan Kasus Pembunuhan Rekan Kerja di Seibeduk

Sejauh ini, POM Lantamal IV Batam menetapkan 2 orang tersangka dengan barang bukti 5 unit mobil. Kedua anggota tersebut berasal dari Koarmada 1 dan Kogabwilhan.

“Barang bukti sudah diamankan untuk penyelidikan. Apakah ada mobil lain, masih dilakukan pengembangan,” katanya.

Rusdiana memambahkan kasus ini akan diusut tuntas sesuai instruksi dari Danlantamal IV Batam. Untuk anggota yang terlibat, akan diberikan sanksi tegas.

“Siapapun yang terlibat akan ditindak,” tutupnya.

Baca Juga: Guntur Sakti Pesimis Target Wisman Tercapai, Berharap Harga Tiket Bisa Kembali Normal

Diketahui, mobil-mobil yang digelapkan tersebut melalui Pelabuhan Telaga Punggur Nongsa. Pelaku mengincar mobil rental yang menunggak cicilannya.

Pelaku menyebarkan atau menjual mobil tersebiu ke beberapa wilayah. Seperti Medan, Aceh, hingga Pulau Jawa. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Pengacara Terpidana Pembunuhan Vina Cirebon Ungkap Akan Ada Gelar Perkara Ulang

0
Beredar foto sahabat Vina Cirebon, Linda sedang merangkul Egi. (Istimewa)

batampos – Jutek Bongso selaku Pengacara 6 terpidana kasus pembunuhan Revina Dewi Arsita alias Vina dan kekasihnya Muhamad Rizky alias Eki menyebut, Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara ulang. Oleh karena itu, perwakilan dari 6 terpidana pun turut diundang.

“Minggu depan ada gelar di Mabes Polri,” kata Jutek Bongso kepada wartawan, Senin (22/7).

Meski begitu, Bongso belum merinci ihwal rencana gelar perkara ini.
”(Undangan) dari Bareskrim. Belum tau unit mana. Nanti dikabari ya,” jelasnya.

Sejauh ini sendiri, pihak 6 terpidana kasus pembunuhan Vina sudah membuat 3 laporan polisi. Laporan ini ditujukan untuk Ketua RT Pasren, dua saksi atas nama Aep dan Dede. Dan Satu pelaporan lain dibuat terhadap Iptu Rudiana, ayah korban Eky.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Bandung memutuskan mengabulkan praperadilan yang diajukan oleh Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan. Hakim Tunggal Eman Sulaiman menilai penetapan tersangka Pegi tidak sah secara hukum.

“Mengadili satu mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” kata Eman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (8/7).

“Dua menyatakan proses penetapan tersangka kepada pemohon berdasarkan surat ketetapan nomer SK/90/V/RES124/2024/DITRESKRIMUM tanggal 21 Mei 2024 Atas nama Pegi Setiawan beserta surat yang berkaitan lainnya dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” lanjutnya.

Atas dasar itu, Hakim memerintahkan Polda Jawa Barat menghentikan penyidikan kepada Pegi. Sebab, proses penyidikan dianggap tidak sah.

“Memerintahkan kepada termohon Untuk menghentikan penyidikan terhadap berita penyidikan kepada pemohon,” jelas Eman. (*)

 

18 Pesepakbola Muda Diturunkan di Popda Kepri di Batam

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat laga persahabatan membuka event turnamen sepakbola Bupati Cup 2024 di lapangan bola Demang Lebar Daun, Kijang, belum lama ini. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Ke-IX Tingkat Provinsi Kepri akan digelar pada 23-27 Juli 2024 di Batam.

Dalam event ini, PSSI Bintan menurunkan 18 pesepakbola muda untuk bertanding di cabang olahraga (cabor) sepakbola kategori usia 19 tahun (u19).

Ketua PSSI Bintan, Arwan mengatakan, 18 pesepakbola muda yang diturunkan berusia 17 hingga 19 tahun.

18 pesepakbola itu telah dipersiapkan fisik dan mental untuk bertanding di cabor sepakbola kategori U19.

BACA JUGA: Tim Busung FC Juara Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2024 usai Tumbangkan Tim Kelong FC Lewat Adu Penalti

Kepada pesepakbola, dia berpesan untuk menampilkan permainan yang terbaik dengan bermain sportif dan profesional.

Dia menargetkan, tim sepakbola Bintan dapat mengharumkan nama Bintan dengan meraih medali emas dalam ajang ini.

Kadispora Bintan, Alfeni Harmi menuturkan, 161 atlet yang diturunkan terdiri dari 93 atlet putra dan 68 atlet putri.

Sementara untuk pelatih, official dan pendamping cabor berjumlah 43 orang, sehingga total kontingen yang turun berjumlah sekitar 204 orang.

“Keseluruhan kontingen itu belum termasuk tenaga medis serta pendamping dari Dispora Bintan,” ujarnya.

Dalam ajang ini, kontingen Bintan akan mengikuti sepuluh cabang olahraga diantaranya, cabang olahraga sepak bola, takraw, pencak silat, renang, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, bola basket, dan atletik. (*)

Reporter: Slamet N

Polisi akan Segera Limpahkan Kasus Pembunuhan Rekan Kerja di Seibeduk

0
IMG 20240703 WA0014 scaled
Bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Penyidik Reskrim Polsek Seibeduk akan melimpahkan barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan ke Kejaksaan negeri Batam. Pembunuhan tersebut dilakukan Yopi Yusnandi terhadap rekan kerjanya di proyek pembangunan ruko depan Perumahan Nusa Indah.

“Masih dalam proses semuanya,” ujar Kapolsek Seibeduk, Iptu Fikri Rahmadi, Minggu (21/7).

Ia menjelaskan selain melimpahkan barang bukti dan tersangka, pihaknya juga akan melakukan rekontruksi atau reka ulang pembunuhan tersebut.

“Nanti akan dilakukan rekon. Untuk jadwalnya segera diinfokan,” katanya.

Baca Juga: Barang Bukti Rampasan Negara, Kejari Batam Tepis Isu Kapal MT Arman Dibawa Kabur

Kanit Reskrim Polsek Seibeduk Ipda Alex mengatakan pembunuhan yang dilakukan pelaku sudah direncanakan. Sebelum membakar korban, pelaku menganiayanya.

““Pembunuhan ini memang spontan tapi terencana. Awal dia menyerang korban sudah ada niatnya menghabisi korban,” kata Alex.

Diketahui, Yopi Yusnandi, buruh bangunan yang secara sadis menganiaya dan membakar Suryadi alias Yadi, rekan kerjanya hingga tewas. Ia mengaku kesal dengan perkataan korban.

“Saya kesal, dan muak dengan tingkah laku dia. Omongan dia sangat bikin sakit hati, seperti perempuan ngomelnya,” katanya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Semua Motor dan Mobil Wajib Punya Asuransi TPL, Ini Penjelasan Jasa Raharja

0
Kendaraan melintas di tol dalam kota Jalan Letjen MT Haryono, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Asuransi Third Party Liability (TPL) akan diwajibkan untuk setiap kendaraan bermotor. Kebijakan ini akan diterapkan pada 2025 mendatang. Kewajiban asuransi tersebut diatur dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Sifat asuransi TPL saat ini masih sukarela.

Asuransi wajib TPL ini merupakan asuransi yang menjamin atas kerugian pihak ketiga. Dengan kata lain, bila seseorang menabrak kendaraan dan membuat kendaraan korbannya rusak, maka korban bisa mendapatkan ganti rugi dari klaim asuransi TPL tersebut.

PT Jasaraharja Putera (JRP) Insurance pun mulai bersiap menghadapi regulasi ini. Perusahaan pelat merah ini akan ikut serta menyediakan layanan bagi pengendara.

“Kami terus berupaya meningkatkan saluran distribusi kami melalui kemitraan dan kolaborasi, bertujuan untuk dapat memberikan perlindungan yang lebih luas dan menyediakan layanan tambahan yang bernilai melalui platform digital” ucap Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, Senin (22/7).

Jasaraharja Putera memiliki program JRP-TPL Pro. Program ini telah sepenuhnya disetujui oleh OJK dengan Nomor Lisensi S-1051/PD.021/2024, dan dirancang untuk memberikan perlindungan komprehensif bagi pemilik kendaraan bermotor dengan menawarkan jaminan tanggung jawab pihak ketiga.

JRP-TPL Pro memiliki pertanggungan atas risiko tanggung jawab pengemudi atau pemilik kendaraan dalam hal kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan harta benda, dan cidera badan esuai dengan standar industri dan regulasi.

JRP Insurance mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan tarif premi, termasuk penggunaan kendaraan, usia, riwayat asuransi, dan klaim sebelumnya. Baik untuk kendaraan beroda empat maupun dua, JRP-TPL Pro menawarkan tarif yang disesuaikan untuk berbagai jenis kendaraan, memastikan tertanggung atau pelanggan menerima perlindungan yang sesuai.

Progran ini melayani pemilik kendaraan pribadi maupun komersial. Cakupan perlindungan meliputi perlindungan bagi pengemudi dalam hal kecelakaan yang menghasilkan klaim pihak ketiga.

Jasaraharja Putra pun membuat prosedur klaim bagi masyarakat lebih mudah. Sehingga proses pelayanan publik bisa lebih cepat dan efisien. (*)