
batampos – Plt Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan upaya pemerintah untuk penguatan moderasi beragama tidak main-nain. Bahkan landasan hukumnya sudah diteken langsung oleh Presiden Joko Widodo lewat peraturan presiden (Perpres) nomor 58 tahun 2023.
Untuk itu, Abu mengatakan bahwa urusan penguatan moderasi beragama bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemenag. “Sejak lahirnya Perpres Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama, amanat tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemenag,” kata Abu dalam keterangannya Jumat (19/7).
Abu yang juga sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenag itu menyatakan, semangat dan komitmennya untuk terus melanjutkan program prioritas Kemenag dalam penguatan moderasi beragama.
Lebih dari itu, urusan penguatan moderasi beragama juga menjadi tanggung jawab semua kementerian dan lembaga yang disebut di dalam Perpres itu. “Ini menjadi bagian kunci, bagian penting dari penguatan moderasi beragama,” ujar Abu.
Sebelumnya, pesan mengenai tanggung jawab penguatan moderasi beragama juga sampaikan pada acara Seminar dan Lokakarya Penguatan Moderasi Beragama Bersama Perguruan Tinggi oleh Balitbang-Diklat Kemenag.
Lewat kegiatan itu, Kemenag berupaya membangun ekosistem penguatan moderasi beragama tidak hanya di kampus agama. Tetapi juga di kampus umum, di bawah naungan Kemendikbudristek. Dengan mengusung tema penting membangun ekosistem moderasi beragama di perguruan tinggi, Abu mengatakan upaya itu sangat tepat.
“Karena kampus sebagaimana kita ketahui adalah kumpulan orang-orang terdidik, calon sarjana, sarjana, dan para guru besar,” kata dia. Menurut Abu, para intelektual itu merupakan key opinion leader di wilayah dan bidangnya masing-masing.
Abu menyatakan bahwa di kampus-kampus umum tersebut jauh lebih multikultur dan jauh lebih menantang untuk meneruskan program penguatan moderasi beragama itu. Kampus umum, juga memiliki mahasiswa yang karakternya spesifik. Oleh karena itu, moderasi beragama bisa ditinjau dari berbagai sisi. “Bisa dilihat sebagai intellectual discourse, melihat wacana intelektual, pemahaman penafsiran, kajian filosofi, perspektif, teori, dan sejenisnya,” pungkasnya.
Editor: PARNA
Sumber: JP Group



batampos – PT NETA Auto Indonesia resmi meluncurkan NETA X, sebuah SUV medium listrik dengan fitur premium, di ajang bergengsi GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. Mengusung tema ‘Xperience Tech With EV’, NETA X menawarkan teknologi canggih dan fitur-fitur unggulan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kaum urban yang dinamis dan modern.




