Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 3138

7 Terpidana Kasus Vina Polisikan Aep dan Dede atas Dugaan Kesaksian Palsu

0
Aep saksi kasus Vina Cirebon siap disumpah dengan Alquran melihat Pegi Setiawan saat kejadian (Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi)

batampos – Tim Kuasa Hukum tujuh terpidana kasus pembunuhan Revina Dewi Arsita alias Vina dan kekasihnya di Cirebon mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Didampingi Politikus Gerindra Dedi Mulyadi, mereka melaporkan Aep dan Dede karena dianggap memberikan keterangan palsu selama persidangan digelar.

Dedi mengatakan, kesaksian Aep dan Dede dianggap pemicu 7 terpidana divonis seumur hidup. Dia menyakini 7 orang tersebut bukanlah pelaku sesungguhnya.

“Kita berangkat dari keyakinan bahwa tujuh terpidana yang hari ini masih mendekam di penjara dengan vonis penjara seumur hidup, bahwa mereka tidak melakukan perbuatan pidana dengan tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan dan mereka masuk ke penjara itu karena salah satunya ada kesaksian yang disampaikan oleh Aep dan Dede,” kata Dedi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/7).

Laporan ini dibuat agar Polri menguji kesaksian Aep dan Dede. Sehingga bisa didapati fakta hukum kebeneran akan kesaksian tersebut.

“Ini adalah bagian dari cara kita membebaskan tujuh terpidana yang hari ini masih mendekam di penjara, setelah Pegi Setiawan terbebas melalui putusan praperadilan di Pengadilan Neger Bandung,” imbuhnya.

Dedi mengaku sudah bertemu langsung dengan 7 terpidana yang tengah menjalani penahanan di Cirebon. Dia menyoroti salah satu terpidana bernama Rifaldi dihukum karena kasus kepemilikan senjata tajam bukan pembunuhan.

“Para terpidana kemarin menyampaikan pada kami, mereka ditangkap di depan SMP 11 oleh unit narkoba dipimpin oleh Iptu Rudiana, kemudian dimasukkan ke unit narkoba dan mengalami berbagai penyiksaan, setelah itu mereja disodorkan berita acara yang harus ditandatangani,” kata Dedi.

Sementara, Kuasa hukum tujuh terpidana dari Peradi, Jutek Bongso menambahkan, pihaknya membawa enam barang bukti dalam pelaporan ini. Barang bukti ini antara lain, surat putusan berisi petikan pengadilan Nomor 4 dan Nomor 3 di Pengadilan Negeri Cirebon, surat kuasa dari para terpidana dan juga keluarga terpidana, surat pernyataan dari para saksi maupun terpidana, dan keterangan Aep dan Dede dalam surat pernyataan di pengadilan.

“Ada bukti elektronik berupa pengakuan testimoni yang dipodcast dari Kang Dedi Mulyadi pengakuan Aep dan Dede. Itu visual dan kami cocokan dan ternyata sama pengakuan tertulis sama dengan pengakuan elektroniknya itu sama apa yang mereka bicarakan pengakuan di depan podcastnya Kang Dedi dengan apa yang tertulis yang patut kita duga tidak benar,” pungkas Jutek.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Bandung memutuskan mengabulkan praperadilan yang diajukan oleh Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan. Hakim Tunggal Eman Sulaiman menilai penetapan tersangka Pegi tidak sah secara hukum.

“Mengadili satu mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” kata Eman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (8/7).

“Dua menyatakan proses penetapan tersangka kepada pemohon berdasarkan surat ketetapan nomer SK/90/V/RES124/2024/DITRESKRIMUM tanggal 21 Mei 2024 Atas nama Pegi Setiawan beserta surat yang berkaitan lainnya dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” lanjutnya.

Atas dasar itu, Hakim memerintahkan Polda Jawa Barat menghentikan penyidikan kepada Pegi. Sebab, proses penyidikan dianggap tidak sah.

“Memerintahkan kepada termohon Untuk menghentikan penyidikan terhadap berita penyidikan kepada pemohon,” jelas Eman. (*)

Sumber: JP Group

Kondisi Remaja Putri di Bintan yang Dikabarkan Hilang Belum Stabil, DP3KB Masih Gali Penyebab Perginya dari Rumah

0
Anggota polisi saat menemukan remaja putri yang dikabarkan hilang di warung kosong depan Mangrove TRC Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Senin (8/7/2024) siang. F.Polres Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Kondisi Maulin alias Olin, remaja putri berusia 14 tahun yang dikabarkan hilang dari rumahnya di Simpang Lagoi, Bintan sejak Minggu (7/7/2024) malam, masih belum stabil.

Kasi Humas Polres Bintan, Iptu Missyamsu Alson mengatakan, pihaknya bersama DP3KB Bintan masih memantau kondisi Olin.

Tidak hanya itu, DP3KB Bintan masih menggali penyebab perginya Olin dari rumahnya.

“Kita masih menunggu dari DP3KB yang menggali penyebabnya si anak pergi dari rumah tanpa memberitahukan orangtuanya,” katanya.

Setelah kondisinya stabil dan diketahui penyebabnya, dia mengatakan, pihaknya bersama dengan DP3KB Bintan akan mencari jalan terbaik agar kejadian ini tidak terjadi lagi.

Dia mengatakan, Olin dikabarkan hilang setelah pergi dari rumahnya tanpa pamit, Minggu (7/7/2024) malam.

BACA JUGA: Sempat Dikabarkan Hilang, Remaja Putri di Simpang Lagoi, Bintan Akhirnya Ditemukan

Kabar hilangnya Olin menyebar cepat di media sosial. Polisi bersama perangkat kelurahan dibantu warga mulai melakukan pencarian terhadap Olin sejak Minggu (7/7/2024) malam.

Dari hasil pencarian, remaja putri itu ditemukan di warung kosong di depan Mangrove TRC Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, Senin (8/7/2024) siang.

Selanjutnya, polisi membawa Olin ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Atas kejadian ini, dia mengimbau orangtua untuk selalu memperharikan dan peduli terhadap anak-anaknya agar tidak terjadi lagi adanya anak yang pergi dari rumah tanpa pamit ke orang tua.

“Peran orangtua menjadi kunci utama, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sriputri, orangtua dari Olin menyampaikan terima kasih atas bantuan polisi dalam hal ini Bhabinkamtibmas Brigadir Edo Firmansyah dan perangkat kelurahan Kota Baru dan warga yang sudah ikut membantu mencari anaknya. (*)

 

Reporter: Slamet

Pemko Siapkan Dana Rp 80 Miliar untuk Pelaku UMKM di Kota Batam

0
umkm ukm
Konsultan Bidang SDM UPTD PLUT Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Marlina menunjukan produk UMKM binaan Dinas Kopearsi dan Usaha Mikro di Gedung Pelayanan Layanan Umum Terpadu di Bengkong, Jumat (13/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Batam menargetkan mampu menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 7 miliar sampai Rp 8 miliar pada tahun 2024 ini. Dana bergulir ini diperuntukkan untuk membantu pelaku UMKM di Kota Batam.

“Sesuai dengan kondisi sekarang, kayaknya Rp 7 miliar sampai Rp 8 miliar bisa tersalur sampai akhir tahun. Mudah-mudahan ada peningkatan semester 2 ini, ” ujar Kepala UPT Pengelolaan Dana Bergulir, Dinas KUKM Kota Batam, Zulfahri, Rabu (10/7).

Ia menyebutkan di tahun 2024 ini Pemko Batam anggarkan Rp 10,5 miliar. Dana bergulir yang dikelola tersebut memberikan bunga flat pinjaman sebesar 4 persen. Adapun besaran pinjaman yang yang diberikan kepada pemohon maksimal Rp 150 juta untuk usaha mikro serta Rp 300 juta untuk koperasi.

Sementara itu soal capaian penyaluran dana hingga semester I 2024 diakuinya baru mencapai Rp 3,1 miliar. Pihaknya juga menyiapkan inovasi untuk mendukung UMKM dan koperasi di agar kian berkembang, salah satunya melalui pendampingan dan pelatihan dari sisi manajerial akuntansi serta operasional.

Baca Juga: PT Timah Kucurkan Rp1,2 M Bantu 43 UMKM di Babel dan Kepri

“Posisi penyaluran masih Rp 3,1 miliar. Tapi sudah ada 2 calon nasabah yang diverifikasi usaha dan jaminannya, lagi nunggu disposisi. Mudah-mudahnya terus ada peningkatan,” ujarnya.

Zul menyebutkan, pengajuan dana bergulir ini tergantung permintaan dari nasabah atau pelaku UMKM. Rata-rata pengajuan pinjaman mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 150 juta, namun ada juga yang mengajukan di bawah angka tersebut.

“Tergantung kebutuhan nasabah, karena batas maksimal pinjaman pelaku usaha mikro sebesar Rp 150 juta,” sebutnya

Ia berharap dengan program dana bergulir ini mampu mengembangkan operasional, pengembangan produk, serta peningkatan layanan usaha mikro dan koperasi di Kota Batam.

Syawal 47, salah satu warga Batam penerima manfaat dana bergulir merasakan manfaat pinjaman lunak dari pemerintah ini. Pelaku usaha jahit di Sekupang itu mengaku lewat program ini bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar lagi.

“Alhamdulillah, sangat membantu bisa di putar lagi uangnya untuk modal usaha, ” ujar Syawal saat ditemui di Sekupang.

Baca Juga: Bizhub Polibatam Perkuat UMKM Kuliner Batam

Ia menyebutkan, program dana bergulir dengan bunga flat dan rendah tidak membuatnya keberatan untuk membayar tagihan setiap bulannya. Apalagi bunga yang diberikan jauh lebih rendah dari suku bunga bank yang berkisar di angka 7 persen.

“Cicilan pun juga jadi ringan. Pokoknya sangat terbantu sekali lah untuk mengembangkan usaha, ” tambah Syawal.

Kepala UPTD PLUT Arfie menambahkan, UPTD PLUD lebih ke pendampingan dan konsultasi usaha, layanan fasilitas legalitas seperti sertifikat halal, nomor induk berusaha dan sebagainya.

Selain itu kita juga memberikan pelatihan umum, pelatihan digital, manajemen pencatatan keuangan hingga dipemasaran produk. Selanjutnya di awal tahu lalu kami juga bekerjasama dengan kementerian Perdagangan dalam hal pelatihan pada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ini, ” ujarnya.

Baca Juga: Menilik Sentuhan Kreatif UMKM Batam yang Bernilai Tinggi

Arfie menambahkan, saat ini sektor kuliner UMKM masih jadi yang paling terbanyak di Batam. Disusul ada fashion, jasa dan pertanian yang memang jumlahnya tidak terlalu banyak.

“Terkait pelatihan kalau sifatnya dari APBD itu gratis ada juga yang dari kementerian gratis. Tapi kalau sifatnya kemitraan itu kadang ada juga yang berbayar tapi bukan ke kita, ” bebernya.

Kepala DKUM Kota Batam, Hendri Arulan, berharap pelaku usaha mikro dan koperasdapat kota Batam dapat memanfaatkan kesempatan pinjaman lunak ini dengan sebaik mungkin, sehingga ke depan usaha tersebut mampu berkembang serta naik kelas. “Mari gunakan kesempatan ini dengan baik, jujur dan bertanggung jawab. Gunakan sebaik mungkin bantuan pinjaman bunga ringan ini dalam membangun dan mengembangkan modal usaha, ” ujarnya.

Hendri menyebutkan, hadirnya pinjaman dana bergulir ini semata-mata untuk membantu pelaku usaha mikro dalam hal permodalan. Memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan bunga sangat rendah serta tempo waktu cukup lama. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

Unjuk Rasa di Depan Kantor Kominfo, Desak Budi Arie Mundur dari Jabatannya

0
Aliansi Keamanan Siber untuk Rakyat (Akamsi) melangsungkan demonstrasi di depan Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). (Royyan)

batampos – Sejumlah massa yang mengatasnamakan dari Aliansi Keamanan Siber untuk Rakyat (Akamsi) melangsungkan demonstrasi di depan Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Aksi demonstrasi itu menutut Budi Ari Setiadi agar mundur dari jabatannya sebagai Menkominfo.

Hal itu sehubungan dengan kegagalan Kominfo dalam menjaga data pribadi warga setelah hacker membobol Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

“Dan wujud kritik terhadap kebijakan-kebijakan Kominfo lainnya yang merugikan dan melanggar hak-hak digital warga,” tulis undangan demonstrasi tersebut, Rabu (10/7).

Pantauan di depan kantor Kemenkominfo, puluhan massa yang mengaku mewakili puluhan ribu orang yang mengisi petisi agar Budi Ari mundur itu membawa berbagai alat peraga.

Mereka mengangkat spanduk bertuliskan “BUDI ARIE OUT!!!” hingga spanduk lainnya yang bertuliskan “Kartu Merahkan Budi Arie”.

Massa aksi lain juga membawa spanduk bergambar sosok Budi Arie dengan tulisan “This is Menteri Give Away”.

Tampak juga salah seorang massa aksi mengenakan topeng berwajah Budi Arie sambil duduk di kloset.

Dipimpin orator, mereka terus meneriakkan agar pentolan relawan Jokowi itu mundur dari jabatannya.

Sambil membawa spanduk-spanduk itu, massa aksi berdiri di samping jalan menunjukkannya ke publik yang melewati jalan tersebut. (*)

Sumber: JP Group

 

Waspadalah, DBD di Tanjungpinang Meningkat

0
Petugas Dinkes Tanjungpinang saat melakukan fogging di Kelurangan Bukit Cermin untuk mencegah DBD. F. Mohamad Ismail

batampos– Kasus Demam Berdarah Danguage (DBD) mengalami peningkatan. Hingga Juli 2024 ini, terdapat 99 kasus DBD yang terjadi di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tanjungpinang, Sri Handono mengatakan bahwa 97 kasus DBD terjadi sejak Januari hingga Juni 2024.

“Lalu ditambah 3 kasus di bulan Juli minggu pertama, jadi jumlah total sekitar 99 kasus DBD,” kata Handono, Selasa (9/7).

Menurutnya, angka DBD tahun 2024 bakal mengalami peningkatan yang drastis. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tercatat ada 114 kasus DBD yang terjadi.

Kendati demikian, kata Handono Juli 2024 kasus DBD di Tanjungpinang bisa dikendalikan dan dikontrol. “Tapi tetap kita pantau terus agar tidak terjadi kenaikan kembali,” tambahnya.

BACA JUGA: Kasus DBD di Karimun Terus Menurun

Handono menerangkan, 99 kasus DBD tersebut rata-rata terjadi di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur. Terutama di Kelurahan Batu 9 dan Pinang Kencana.

Sehingga, ia meminta kepada masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup sehat serta menjaga lingkungan agar tetap bersih.

Seperti menerapkan hidup 3 M. Yakni harus menguras, menutup dan mengubur sampah. Sebab, hal tersebut merupakan upaya untuk mencegah DBD.

“Lalu bak mandi harus dikuras jangan dibiarkan airnya tergenang. Kemudian apabila ada barang barang bekas yang terbengkalai juga harus dibuang,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: M Ismail

Bupati Rafiq Ketemuan dengan Pemuda Karimun di Batam

0
rafiq
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat bertemu dengan sejumlah pemuda asal Karimun di Batam. (Istimewa)

batampos – Bupati Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq, menjadi sorotan publik dalam beberapa bulan terakhir, setalah memastikan diri untuk ikut maju dalam kontestasi Pilkada Kepri sebagai bakal calon wakil gubernur.

Hal ini menjadi perbincangan serius bagi kawula muda di Kepri. Dalam kesempatan ini, Eddy selaku Ketua Umum Persatuan Pemuda Karimun (Pendekar) Batam, menilai Bupati Rafiq merupakan salah satu sosok yang mempuni untuk ikut memimpin Kepri.

Pendekar sendiri terdiri dari muda-mudi asal Karimun yang kini menetap di Batam. Mereka tergabung dengan latar belakang profesi beragam, mulai dari pengusaha, praktisi hukum, dosen, guru, mahasiswa, serta pekerja.

Keanggotaan Pendekar sempat bertemu dan berdiskusi dengan Aunur Rafiq. Bupati Karimun dua periode itu menyambut baik diskusi yang ditaja oleh para pemuda.

“Sangat banyak sekali masukan dan saran dari pemuda yang saya terima. Ide-ide dan gagasan segar seperti inilah yang dibutuhkan untuk memajukan Kepri ke depan,” kata Rafiq, usai pertemuan yang berlangsung pada Selasa (9/7) di Batam.

Kambali soal Rafiq, dari kacamata Eddy bahwa Bupati Karimun itu memiliki landasan mendasar. 10 tahun menjadi wakil bupati dan 10 tahun menjadi bupati, bukan waktu yang cepat dan mudah bagi seorang kepala daerah.

“Karimun merupakan daerah yang banyak melahirkan pemimpin-pemimpin besar di Kepri. Tidak hanya di pemerintahan, di swasta pun perusahan-perusahaan besar di Kepri banyak dimiliki dan dipimpin oleh tokoh asal Karimun,” kata Eddy, Rabu (10/7).

Mantan aktivis mahasiswa Karimun itu menambahkan, jika berbicara tentang perkembangan di Kabupaten Karimun, Eddy menilai hari ini Karimun memiliki kemajuan. Dan itu harus diakui, walaupun belum begitu signifikan.

“Namun jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepri, Karimun termasuk Daerah yang terus berbenah untuk maju,” katanya.

Jangan bandingkan pembangunan Karimun dengan Batam, tapi ia ingin masyarakat belajar bagaimana memajukan Karimun seperti Batam. “Karimun yang terdiri dari 245 pulau harus kita fikirkan dan ikut andil bersama bagaimana ke depan bisa maju seperti Kota Batam, ini bukan hanya saja tugas pemerintah daerah tapi ini juga catatan teman-teman dibangku legislatif DPRD kabupaten dan DPRD provinsi untuk memikirkan ini,” ujarnya.

Selain itu, Eddy menilai dari jumlah penduduk Karimun merupakan peringkat kedua setelah Batam. Berkembang pesat sektor UMKM, membuat ekonomi Karimun saat ini sedang tumbuh, maka pantaslah pertumbuhan ekonomi Karimun naik 5,5 persen.

Di sisi lain, saat ditanya soal siapa sosok yang tepat untuk jadi tandem Aunur di Pilkada Kepri 2024, ia optimis. Dengan siapapun dipasangkan, punya kans untuk menang.

“Dengan siapapun Pak Aunur Rafiq berpasangan, insyaallah menang. Beliau (Rafiq) adalah sosok yang lengkap, secara IQ beliau merupakan lulusan terbaik IPDN yang kini juga bergelar doktor, dan beliau sangat peduli akan pendidikan generasi muda, terutama yang menjalani pendidikan dan kuliah diperantauan,” ujar dia.

Selain itu, secara spritual Rafiq dipandang sebagai sosok yang religius dan dekat dengan ummat. Namun jika ada pihak-pihak yang tidak sependapat, itu hal yang lumrah.

“Itulah sebabnya kita perlu menghidupkan budaya diskusi dikalangan pemuda dan masyarakat agar terciptanya intelektulitas berfikir dalam memberikan pemahaman kepada masyakarat kita yang tabu akan kondisi perkembangan di daerah,” kata Eddy. (*)

 

Reporter: Arjuna

Hiatus dari Musik, Ed Sheeran Fokus untuk Dunia Pendidikan

0
Ed Sheeran. (NME)

batampos – Ed Sheeran memutuskan untuk hiatus atau berhenti sejenak di dunia musik. Musisi Inggris itu ingin fokus di dunia pendidikan.

Ed Sheeran akan membantu lembaga pendidikan untuk mendapatkan akses pendanaan dan memberikan beasiswa pada mereka yang tidak mampu.

Kiprah pelantun lagu Shape of You ini seperti dilansir Daily Mail bukan hanya sekali ini dilakukan.

Baca juga: Tompi Dipanggil Petugas Pajak Gara-gara Konten Atta Halilintar

Awal tahun ini, sebuah laporan dari badan amal Ed Sheeran, The Framlingham Foundation, mengungkapkan bahwa ia telah menyumbangkan dana sebesarn £1 juta kepada departemen seni di sekolah lamanya.

Lembaga amal Ed Sheeran menyediakan beasiswa penuh kepada keluarga yang tidak mampu membayar biaya sekolah, dengan laporan terakhir menunjukkan lembaga itu menghabiskan dana £91.000 untuk sumbangan pada tahun 2022, dan memiliki dana tambahan sebesar £338.000.

“Saya sekarang mengunjungi lebih banyak sekolah menengah yang benar-benar membutuhkan dana musik,” ujar Ed Sheeran.

Ed Sheeran mengatakan, dirinya memulai langkah mulia ini membantu dunia pendidikan untuk mendapatkan akses finansial dari daerah asalnya terlebih dahulu. Dan kemudian dikembangkannya dalam skala lebih luas lagi.

Baca juga: Tips Sehat dan Bahagia di Usia Senja

Menurut Ed Sheeran, dirinya sangat ingin membantu generasi penerus supaya banyak orang mendapatkan kesuksesan melalui pendidikan

“Saya bukan orang yang pintar di akademis, di dunia ini saya akan dianggap bodoh. Tapi saya unggul dalam musik dan karena itulah orang-orang berpikir saya pandai dalam sesuatu. Saya merasa sangat terbantu berada di sekolah yang didanai negara dan saya benar-benar mendorong hal itu,” paparnya.

Ed sebelumnya juga menawarkan bantuan keuangan untuk fotografi dan studi komputer di sekolah lamanya, serta memberikan peralatan musik ke sekolah dasar dan mendanai beasiswa bagi keluarga yang tidak mampu membayar biaya sekolah. (*)

Sumber: Jpgroup

Disdik Batam Alihkan Peserta Didik Tak Tertampung ke Sekolah yang Tersedia Rombel

0
PPDB SMP 1 F Cecep Mulyana scaled
Ilustrasi. Panitia PPDB SMPN 42 Batam membatu orangtua calon siswa yang terkendala pendaftaran PPDB secara online, Senin (24/6). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam saat ini telah menyelesaikan pemetaan bagi siswa SD dan SMP yang tidak tertampung dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023/2024.

Kepala Dinas Pendidikan Bagam Tri Wahyu menyebutkan, siswa yang sebelumnya tidak mendapatkan tempat kini dialihkan ke sekolah-sekolah yang masih memiliki ruang belajar (rombel) yang masih tersedia.

“Untuk sekolah yang sudah selesai kita petakan akan segera diproses pemberitahuan siswanya,” ujarnya, Rabu (10/7)

Menurut Tri, pemetaan ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas di beberapa sekolah yang dianggap favorit yang sering kali menjadi pilihan utama para orang tua dan siswa.

“Namun untuk sekolah-sekolah yang bermasalah sedang dibahas lebih detail. Insyaallah yang terbaik kita berikan untuk anak-anak di Batam,” ungkap Tri.

Ia menyebutkan, sekolah bermasalah yang dimaksud disdik adalah sekolah yang sudah menampung peserta didik melebihi kapasitas sekolah. Namun peserta didik tidak ingin pindah.

Tri menjelaskan, masih ada beberapa peserta didik atau calon orang tua yang diterima di sekolah pilihan kedua namun tetap ngotot anaknya bisa ditampung di pilihan sekolah pertama. Kondisi tentu saja menyulitkan disdik dalam mengatur rombel.

“Beberapa sekolah pilihan orang tua yang anaknya tidak diterima sudah terlalu penuh. Dari data kami ada tiga sekolah. Sebab kalau tambah rombel pun jumlah guru di sekolah tersebut juga terbatas dan tidak memungkinkan,” ungkap Tri.

Selain itu Disdik Batam bekerja sama dengan sekolah-sekolah negeri dan swasta untuk menemukan solusi terbaik bagi para siswa yang belum tertampung. Proses ini melibatkan analisis data yang cermat dan konsultasi dengan kepala sekolah untuk memastikan penempatan siswa dilakukan secara optimal.

“Ini sedang kita atur bagaimana tidak menjadi masalah lanjutan,” kata dia.

Pihaknya juga menjamin penambahan rombel di beberapa sekolah juga dilakukan dengan mempertimbangkan fasilitas dan kapasitas yang tersedia. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menambah jumlah siswa dalam satu rombel di sekolah yang memiliki fasilitas dan kapasitas ruang belajar.

“Namun juga harus diikuti dengan kebutuhan lainnya yaitu meja kursi siswa. Namun tak semua sekolah bisa diperlakukan seperti ini. Penambahan rombel ini hanya berlaku pada sekolah tinggal dan jauh dari penyanggahnya,” pungkas Tri.

Anggota DPRD Batam Udin P. Sihaloho mengimbau bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, dia berharap orang tua tetap menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta.

“Solusinya masuk sekolah swasta. Kapan lagi sekolah swasta kita ada siswanya” tegas Udin.

Ia mengatakan demikian bukan tanpa alasan. Pasalnya di tengah keterbatasan guru saat ini sangat tidak memungkinkan untuk menambah jumlah rombel di kelas ataupun sif belajar.

“Jangan dipaksakan ke sekolah negeri. Kadang banyak orang tua ketika ada sekolah gratis mereka memaksakan anaknya masuk di sekolah negeri, ” ujarnya.

Jika ini tetap dibiarkan dan ditampung sambung Udin, tentu akan menjadi penyakit musiman setiap tahun setiap kali PPDB.

“Kepada Pemko Batam kita berharap tetap bersinergi dengan sekolah swasta seperti subsidi silang sehingga biaya yang ditanggung orang tua menjadi tak terlalu berat, ” ujarnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Pembunuh Nelwina Ditangkap di Sumut, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

0
IMG 20240707 114756 scaled
TKP kematian Nelwina Tanjung, kasir toko sayur di komplek pasar Sagulung. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Tim Gabungan dari Polda Kepri, Polresta Barelang dan Polsek Sagulung berhasil menangkap pembunuh Nelwina Tanjung, kasir kios sayur di Pasar Sagulung. Pelaku berinisial ZB.

“Pelaku sudah kita amankan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha, Selasa (9/7).

Ia menjelaskan pelaku berhasil ditangkap di Dolok, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara. “Sekarang pelaku sedang perjalanan dari Medan ke Batam,” katanya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Sagulung Kehilangan Sosok Wina yang Ramah dan Suka Menolong

Disinggung motif pembunuhan tersebut, Giadi mengaku belum bisa menyimpulkannya. Begitu juga dengan hubungan pelaku dan korban.

“Masih kita dalami,” ungkapnya

Giadi menambahkan pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi jasad korban. Hal ini untuk memastikan luka di tubuh dan adanya kekerasan seksual yang dialami korban.

“Masih menunggu hasil autopsi, kita belum menerima secara resmi,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Apes, Terlanjur Bayar Wanita Penghibur, Tak Mau Melayani malah jadi Korban Pengeroyokan

0
Empat tersangka pelaku pengeroyokan di depan Hotel Golden Tanjungbalai Karimun

batampos– Sempat viral video pengeroyokan yang dilakukan 3 orang pria dan 1 orang wanita yang dialami seorang pria berinisial Gb pada Minggu (30/6) pukul 06.WIB. Peristiwa ini terjadi di pinggir Jalan A Yani depan Hotel Golden, Tanjungbalai Karimun. Diduga penyebabnya, korban bersama rekannya berinisial A telah memesan seorang wanita penghibur melalui aplikasi dan membayar Rp250 ribu. Namun, wanita penghibur tersebut tidak jadi melayani dan uang tidak dikembalikan.

”Korban tidak terima telah menjadi korban pengeroyokan. Sehingga, pada Sabtu (6/7) membuat lapoiran resmi ke Polres Karimun. Yakni, laporan polisi Nomor : LP/B/28/VII/2024/SPKT/ Polres Karimun/Polda Kepri. Berdasarkan laporan tersebut dilakukan penyelidikan. Dan, diketahui para pelaku telah melarikan diri ke Batam,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli agus melalui Kasat Reskrim AKP M Debby Tri Andrestian kepada Batam Pos, Selasa (9/7).

BACA JUGA: Diduga Terlibat Pengeroyokan Sekuriti Kantor Dispora Kepri, Tiga Orang Diamankan Polisi

Dikatakannya, kronologis pengeroyokan yang dialami Gb berawal ketika korban dan temannya berinisial A memesan wanita penghibur melalui aplikasi dengan bayaran Rp 250 ribu. Wanita penghibur yang dipesan memang datang ke kamar dan langsung minta bayaran yang sudah disepekati.

”Setelah korban menyerahkan uang, wanita penghibur  tersebut tidak jadi melayani korban. Sehingga, korban meminta kembali uangnya. Namun, yang diterima adalah pengeroyokan oleh orang yang tidak dikenal. Beberapa bagian tubuh korban menjadi sasaran penganiayaan. Yakni, kening, wajah, punggung belakang dan lutut,” ungkap Debby.

Polisi, lanjutnya, melakukan penyelidikan dan diketahui para pelaku telah melarikan diri ke Batam. Selanjutnya, jajaran anggota Satreskrim berangkat ke Batam dan akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap empat pelaku pengeroyokan pada Jumat (5/7) di Jalan Pertiwi Kelurahan Bukit Tempayan Kecamatan Batu Aji, Kota Batam.

”Empat tersangka pelaku pengeroyokan masing-masing berinisial GA 21, JP 22, Z 29 dan D 20. Modus  pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban disebabkan para pelaku tidak menerima bahwa uang yang sudah diberikan kepada salah satu pelaku lainya diambil kembali oleh korban. Atas kejadian ini keempat tersangka dijerat dengan pasal yaitu Pasal 170 ayat 1 Kitab KUH-Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan ,” tutup Debby baru beberapa hari menjabat Kasat Reskrim Polres Karimun. (*)

 

Reporter: Sandi