LUSTRASI: Kondom dari Komisi Penanggulangan AIDS dengan bungkus silver sudah digantikan dengan bungkus merah yang punya masa kedaluwarsa lebih lama. (Istimewa)
batampos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (UU Kesehatan). PP 28/2024 itu mengatur penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja.
Aturan itu diteken Presiden Jokowi pada Jumat, 26 Juli 2024. Dalam Pasal 103 ayat (1) berbunyi upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja paling sedikit berupa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta pelayanan kesehatan reproduksi.
Sementara, pada ayat (2) tertulis bahwa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi setidaknya berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi; menjaga kesehatan alat reproduksi; perilaku seksual berisiko dan akibatnya; keluarga berencana (KB); melindungi diri dan mampu menolak hubungan seksual; serta pemilihan media hiburan sesuai usia anak.
“Pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (kesehatan sistem reproduksi) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan melalui bahan ajar atau kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan serta kegiatan lain di luar sekolah,” bunyi Pasal 103 ayat (3), dikutip Kamis (1/8).
Dalam Pasal 103 ayat (4) tertuang, pelayanan kesehatan reproduksi bagi siswa dan remaja paling sedikit terdiri dari deteksi dini penyakit atau skrining, pengobatan, rehabilitasi, konseling, dan penyediaan alat kontrasepsi.
“Konseling sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf d dilaksanakan dengan memperhatikan privasi dan kerahasiaan, serta dilakukan oleh tenaga medis, tenaga kesehatan, konselor, dan/atau konselor sebaya yang mempunyai kompetensi sesuai dengan kewenangannya,” tulis Pasal 103 ayat (5).
Kemudian, Pasal 107 menyebutkan bahwa upaya kesehatan sistem reproduksi diselenggarakan melalui penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan kesehatan reproduksi sesuai dengan standar, aman, berkualitas, terjangkau, tidak diskriminatif, menjaga privasi, dan kesetaraan gender.
“Setiap orang berhak memperoleh akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan kesehatan reproduksi,” bunyi Pasal 107 ayat (2). (*)
Maarten Paes masih bisa berpeluang bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 jika sudah resmi diperbolehkan FIFA. (Instagram/@maartenpaes)
batampos – Kabar terbaru mengenai nasib Maarten Paes membela Timnas Indonesia akhirnya mendapatkan titik terang. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan FIFA akan mengumumkan keputusan final mengenai status kiper FC Dallas ini pada 18 Agustus 2024.
Pengumuman ini akan menjadi momen krusial bagi Paes dan Timnas Indonesia, yang sedang bersiap menghadapi fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Maarten Paes resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 April 2024. Meskipun sudah mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia, perjalanan Paes untuk membela Timnas Garuda belum sepenuhnya mulus.
Kendala utama yang dihadapinya adalah masalah perpindahan asosiasi dari Belanda (KNVB) ke Indonesia (PSSI), yang ditolak oleh FIFA. Penolakan ini terjadi karena Paes pernah memperkuat tim nasional Belanda U-21 pada usia 22 tahun, sebuah situasi yang dianggap melanggar aturan perpindahan asosiasi pemain menurut regulasi FIFA.
Ketidakpuasan PSSI terhadap keputusan FIFA membuat mereka mengajukan banding. Pengajuan ini telah diproses dan akan disidangkan pada 15 Agustus mendatang.
Yunus Nusi berharap keputusan FIFA akan berpihak kepada Paes, sehingga sang kiper bisa memperkuat Timnas Indonesia. “Tanggal 15 (Agustus) sidang. Tanggal 18 pengumuman. Insya Allah kita akan berusaha memenangkan itu,” kata Yunus di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (31/7) malam.
Harapan besar ini tentunya menjadi angin segar bagi para pendukung Timnas Indonesia yang sudah lama menantikan kehadiran Paes di bawah mistar gawang.
Maarten Paes adalah sosok penting yang diharapkan bisa memperkuat barisan pertahanan Timnas Indonesia. Dengan pengalaman bermain di Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas, Paes memiliki kualitas dan kemampuan yang dapat memberikan kontribusi besar bagi skuad Garuda.
Namun, jika FIFA tetap menolak perpindahan asosiasi Paes, PSSI masih memiliki satu jalan lagi, yaitu mengajukan kasus ini ke pengadilan olahraga internasional (CAS). Meski sebelumnya beredar kabar bahwa PSSI sudah menggugat keputusan FIFA di CAS, namun hingga kini belum ada agenda resmi terkait sengketa tersebut di laman resmi CAS.
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, juga menegaskan pihaknya optimistis FIFA akan memberikan restu kepada Paes untuk membela Timnas Indonesia. Amali menjelaskan bahwa ada proses yang sedang dijalani di FIFA dan berharap keputusan akhir akan memihak kepada PSSI. Keputusan ini sangat penting, mengingat Timnas Indonesia akan menghadapi lawan-lawan berat di fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia tergabung dalam grup neraka bersama tim-tim kuat seperti Arab Saudi, Australia, Jepang, Tiongkok, dan Bahrain. Pada laga pertama, skuad Garuda akan menghadapi Arab Saudi pada 6 September, dan kemudian bertandang melawan Australia pada 10 September. Kedua laga ini sangat krusial bagi perjalanan Indonesia dalam kualifikasi, dan kehadiran Maarten Paes bisa menjadi faktor penentu di tengah ketatnya persaingan.
Perjalanan Paes untuk bisa bermain bagi Timnas Indonesia adalah cerita penuh liku yang menggambarkan betapa kompleksnya aturan perpindahan asosiasi dalam sepak bola internasional. Sebagai pemain kelahiran Belanda yang memiliki darah Indonesia, Paes sebenarnya memiliki keinginan besar untuk membela Garuda di kancah internasional.
Namun, regulasi FIFA yang ketat terkait pemain yang pernah bermain untuk tim nasional negara lain menjadi kendala utama. Peraturan FIFA jelas menyebutkan bahwa pemain yang telah tampil di pertandingan resmi untuk tim senior atau tim U-21 sebuah negara tidak bisa begitu saja berpindah asosiasi ke negara lain.
Dalam kasus Paes, keputusannya untuk membela tim nasional Belanda U-21 di usia 22 tahun menjadi penghalang besar. Meskipun dia tidak pernah bermain untuk tim senior Belanda, peraturan FIFA tetap menganggap penampilannya di tim U-21 sebagai representasi negara, sehingga perpindahan asosiasi menjadi tidak sah. Inilah yang membuat kasus Paes menjadi sangat rumit dan memerlukan penanganan khusus dari pihak-pihak terkait, termasuk PSSI dan FIFA.
Jika pada akhirnya FIFA memberikan lampu hijau kepada Paes, hal ini akan menjadi kemenangan besar bagi PSSI dan tentunya bagi Timnas Indonesia. Kehadiran Paes akan memberikan dorongan moral yang besar bagi seluruh skuad, serta menambah kekuatan tim dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di kualifikasi.
Namun, jika FIFA tetap menolak, maka jalan satu-satunya adalah membawa kasus ini ke CAS, yang tentunya akan memakan waktu dan proses yang tidak sebentar.
Sementara itu, persiapan Timnas Indonesia terus berjalan. Pelatih Shin Tae-yong dan jajaran staf pelatihnya terus mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk menghadapi laga-laga berat di depan. Meski tanpa kehadiran Paes, skuad Garuda harus tetap fokus dan berjuang maksimal. Dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia tentunya sangat diharapkan untuk memberikan semangat dan motivasi bagi para pemain.
Kisah Maarten Paes ini menjadi cerminan selalu ada dinamika dalam proses naturalisasi dan perpindahan asosiasi dalam sepak bola internasional. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat, segala rintangan pasti bisa dilalui.
Keputusan FIFA pada 18 Agustus nanti akan menjadi momen penentuan bagi masa depan Paes bersama Timnas Indonesia. Harapan besar tertuju pada hari tersebut, semoga hasilnya bisa membawa kabar baik bagi sepak bola Indonesia dan seluruh penggemarnya. (*)
Para anggota Pansel Kompolnas mengumumkan tahap seleksi anggota Kompolnas di Kantor Kompolnas, Jakarta, Kamis (1/8/2024). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
batampos – Panitia Seleksi (Pansel) Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengumumkan 50 orang lolos tes tertulis yang menjadi tahapan pertama seleksi tersebut.
Ketua Pansel Anggota Kompolnas Prof. Hermawan Sulistyo mengatakan bahwa tes tertulis pada tanggal 30 Juli 2024 di Jakarta. Sebanyak 50 orang itu lolos dari total 101 orang yang mengikuti tes tertulis setelah lolos tahapan verifikasi administrasi dalam pendaftaran.
“Tes dengan instrumen-instrumen yang minimum kecurangan, plagiat, kebocoran, misalnya tidak boleh bahwa ponsel, lalu tidak boleh bawa tulisan, jadi laptop kami sediakan dalam keadaan kosong, diawasi 20 pengawas,” kata Hermawan saat konferensi pers di Kantor Kompolnas, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, topik pada tes tertulis itu disiapkan satu jam sebelum tes dimulai oleh anggota pansel. Hal itu untuk meminimalisasi kecurangan sehingga tidak ada soal tes yang bocor kepada peserta sebelum pelaksanaan tes.
Setelah selesai, panitia seleksi melakukan penilaian terhadap hasil tes dari 101 calon anggota itu selama 24 jam. Penilaian hasil tes itu pun dilakukan dengan metode blind review (penilaian secara buta).
Dengan menggunakan metode tersebut, panitia seleksi tidak mengetahui nama-nama peserta ketika menilai hasil tes. Dengan demikian, penilaian itu seobjektif mungkin.
“Jadi, yang menilai tidak tahu siapa yang dinilai, dan yang dinilai tidak tahu siapa yang menilai. Ini bung Alvito (anggota pansel) banyak temannya sebagai wartawan, teman saya banyak, murid saya banyak,” katanya.
Sebelumnya, ada 107 orang yang lolos tahapan verifikasi administrasi dan bisa mengikuti tes tertulis. Namun, enam orang yang tidak hadir sehingga tes tertulis hanya diikuti oleh 101 orang.
“Ada beberapa yang terpaksa dicoret karena terbukti cheating, ya kami coret. Sisanya itu kami periksa,” kata dia.
Sebanyak 50 peserta yang dinyatakan lolos seleksi tes tertulis itu terdiri atas 39 laki-laki dan 11 perempuan. Peserta yang lolos berasal dari beragam profesi, di antaranya, advokat, dosen, jurnalis, wiraswasta, PNS, hingga purnawirawan TNI/Polri.
Berikut nama-nama calon anggota Kompolnas yang lolos seleksi tahap pertama:
1. Achmad Djazuli,
2. Albertus Wahyurudhanto,
3. Alpi Sahari,
4. Andi Syafrani,
5. Andry Haryanto,
6. Antonius Cahyadi,
7. Apong Herlina,
8. Appe Hutauruk,
9. Arief Wicaksono Sudiutomo,
10. Dede Farhan Aulawi,
11. Deni S.B. Yuherawan,
12. Dian Ekawaty Ismail,
13. Djuni Thamrin,
14. Eko Hadi Sutedjo,
15. Erlinda,
16. Faisal Nurdin Idris,
17. Farid Bambang Siswantoro,
18. Fernando Ersento Maraden Sitorus,
19. Fitriana Sidikah Rachman,
20. Golda Eksa Radjaguguk,
21. Gufron,
22. H.M. Ilham Wahyudi,
23. Ida Oetari Poernamasari,
24. Ijang Faisal,
25. Lince Eppang,
26. Martinus Sitompul,
27. Michael Marcus Iskandar Pohan,
28. Mohammad Dawam,
29. Muhamad Ikhsan,
30. Muhammad Abdul Roni,
31. Muhammad Choirul Anam,
32. Muhammad Raja Alam II,
33. Mustholih,
34. Nasrulloh Afandi,
35. Nico Lieke,
36. Nuhadi Arief Yusran Tumanggor,
37. Nursamran Subandi,
38. Nursetia Alam Prawiranegara,
39. Otong Rosadi,
40. Raden Indah Pangestu Amantasari,
41. Ranthy Pancasasti,
42. Roni Febrianto,
43. Sulistiaandriatmoko,
44. Sunarsih,
45. Supardi Hamid,
46. Syaefurrochman Achmad,
47. Teguh Hari Prihatono,
48. Y.A. Triana Ohoiwutun,
49. Yudi Hidayat, dan
50. Yusuf.
Tunggal putra Jonatan Christie gagal tampil di babak 16 besar olimpiade 2024. (Foto : Antara/Wahyu Putro A)
batampos – Kegagalan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting untuk mencapai babak 16 besar mengakibatkan Indonesia tidak memiliki wakil tunggal putra di babak tersebut untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade.
Meskipun Indonesia tidak selalu meraih medali di nomor tunggal putra, mereka selalu berhasil menempatkan wakilnya di babak akhir atau setidaknya lolos ke fase gugur sejak pengenalan fase grup pada Olimpiade London 2012.
Catatan terburuk sebelumnya terjadi di Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, ketika wakil Indonesia hanya mampu bertahan hingga babak 16 besar.
Namun, pada Olimpiade Paris 2024, catatan buruk tersebut terpecahkan dengan hasil yang lebih mengecewakan.
Seperti dilansir dari bwfbadminton, Kamis (1/8) Jonatan Christie kalah dari Lakshya Sen dalam pertandingan grup L dengan skor 18-21, 12-21, dan gagal menjadi juara grup.
Kekalahan Jonatan kemudian diikuti oleh Ginting, yang juga kalah dalam duel perebutan juara grup H melawan Toma Junior Popov dengan skor 19-21, 21-17, 15-21.
Dengan kekalahan berturut-turut dari Jonatan dan Ginting, Indonesia dipastikan tidak memiliki wakil di babak 16 besar tunggal putra Olimpiade, menutup harapan untuk meraih medali dari nomor ini.
Dua harapan Indonesia yang paling cemerlang untuk meraih medali gagal melaju kebabak selanjutnya dan membuat Indonesia gagal tampil di babak 16 besar tunggal putra untuk pertama kalinya dalam sejarah.
“Saya memulai pertandingan dengan baik namun setelah beberapa poin saya menjadi tidak sabar dan kemudian Sen berhasil menyamakan kedudukan,” kata Jonatan, pemain peringkat 4 dunia itu.
“Saat poin ketat, kesalahan saya di akhir game pertama sangat krusial. Saya berusaha berani menekan lebih keras namun beberapa kali tembakan saya melebar. Perasaanku campur aduk saat ini, dan aku tidak bisa mengungkapkannya.” tambahnya.
Bagi Sen, ini adalah grup tersulit di tunggal putra, kemenangan tersebut merupakan pembenaran atas level yang ia temukan. “Ini adalah pertandingan yang sangat sulit hari ini,” kata Sen.
“Saya senang dengan cara saya bermain, terutama di game pertama, ini sangat penting. Saya memimpin lebih awal dan menemukan ritme permainan saya dengan cepat, dan kemudian hanya tinggal beberapa poin di akhir dan saya terjebak di sana.” pungkasnya.
Selain itu, Anthony Sinisuka Ginting menjadi favorit melawan harapan tuan rumah Toma Junior Popov, namun pemain Prancis yang didukung oleh penonton yang hadir, melonjak energinya.
Hebatnya, dia tetap fokus pada momen-momen terpenting, menggunakan variasi cerdas untuk mencegah Ginting menguasai pertandingan. Hasil 21-19 17-21 21-15 menandai tonggak sejarah bagi Prancis, meski akan menimbulkan rasa kecewa mendalam untuk Indonesia.
Popov menjadi orang Prancis pertama di babak 16 besar tunggal putra setelah Erwin Kehlhoffner pada tahun 2008. Kini Indonesia hanya tinggal bergantung pada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Gregoria Mariska Tunjung untuk menyelamatkan Indonesia di nomor tunggal putri dan ganda putra yang akan dipertandingan sore nanti. (*)
Jadwal Pertandingan
Kamis, 1 Agustus 2024
Ganda Putra
18.00 WIB – Liang/Wang (China) vs Fajar/Rian (Indonesia)
Jumat, 2 Agustus 2024
Tunggal Putri
00.30 WIB – Gregoria Tunjung (Indonesia) vs Ga-Eun (Korsel).
Tim Geypens (dua dari kiri) jadi salah satu pemain yang dipertimbangkan masuk daftar skuad Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. (Instagram/@timgeypens_)
batampos – Isu terbaru yang menghiasi dunia sepak bola Indonesia kini datang dari Timnas U-20. Skuad Garuda Nusantara yang baru saja meraih kemenangan gemilang di Piala AFF U-19 2024, kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.
Di tengah euforia kemenangan, muncul kabar bahwa pelatih Indra Sjafri tengah mempertimbangkan beberapa perubahan besar dalam komposisi pemainnya. Salah satu isu terhangat adalah bocornya daftar pemain keturunan yang diusulkan untuk dinaturalisasi dan memperkuat Timnas U-20.
Indra Sjafri, pelatih yang dikenal dengan kecermatannya dalam memanfaatkan potensi pemain muda, kabarnya tidak sepenuhnya puas dengan performa beberapa pemain selama Piala AFF U-19 2024. Meski berhasil membawa timnya meraih gelar juara, ada beberapa nama yang dinilai tampil kurang optimal.
Nama-nama seperti Arkhan Kaka, Muhammad Ragil, dan Mufdi Iskandar menjadi sorotan karena kontribusi yang minim. Arkhan Kaka, misalnya, hanya mampu mencetak satu gol sepanjang turnamen, yang membuatnya menerima kritik tajam dari publik.
Sementara itu, Muhammad Ragil jarang mendapatkan menit bermain, dan Mufdi Iskandar kesulitan menembus persaingan di lini depan.
Menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 yang akan berlangsung dari 25 hingga 29 September 2024, Indra Sjafri dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melakukan perubahan signifikan dalam timnya. Salah satu opsi yang muncul adalah dengan memasukkan pemain keturunan yang dinaturalisasi.
Nama-nama seperti Mauresmo Hinoke, Dion Markx, dan Tim Geypens disebut-sebut sebagai pemain yang direkomendasikan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20. Ketiga pemain ini sebelumnya sudah menjalani trial ketika turnamen Toulon 2024 dan menunjukkan performa yang menjanjikan.
Mauresmo Hinoke, Mengenai posisi bermain Mauresmo Hinoke, penyerang berusia 19 tahun ini dapat bermain di winger kiri atau kanan. Dari gaya bermainnya, Mauresmo Hinoke memiliki kelebihan dalam kecepatan, keberanian duel, skill individu di atas rata-rata, dan punya ketajaman.
Dion Markx, bek tengah dan bisa menjadi fullback membuatnya jadi pemain serba bisa dengan kemampuan visi permainan yang luar biasa, menawarkan kreativitas yang dibutuhkan Garuda Nusantara.
Tim Geypens, bek tengah dan fullback kiri muda berbakat kelahiran Belanda, dikenal dengan determinasinya ketika membantu serangan. Ketiga pemain ini, jika proses naturalisasinya berjalan lancar, bisa menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia U-20.
Proses naturalisasi memang menjadi salah satu strategi yang diambil PSSI untuk meningkatkan kualitas skuad Timnas Indonesia. Dengan waktu yang terus berjalan, PSSI diharapkan dapat menyelesaikan semua persyaratan administrasi tepat waktu agar ketiga pemain tersebut bisa bergabung dengan tim.
Indra Sjafri sendiri telah menunjukkan komitmennya untuk memperkuat tim dengan pemain berkualitas, dan langkah ini adalah bagian dari strategi besar untuk menghadapi persaingan ketat di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.
Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup F bersama tim-tim yang tidak bisa dianggap remeh seperti Yaman, Timor Leste, dan Maladewa. Meski secara historis Indonesia lebih unggul, persiapan matang tetap diperlukan mengingat setiap tim memiliki potensi untuk membuat kejutan.
Kehadiran pemain keturunan dengan pengalaman bermain di level Eropa diharapkan bisa menjadi pembeda dan memberikan dimensi baru dalam permainan Garuda Nusantara.
Selain itu, rencana Training Camp (TC) di Korea Selatan juga menjadi bagian penting dari persiapan Timnas U-20. Dalam TC ini, selain latihan intensif, Garuda Nusantara dijadwalkan menjalani serangkaian laga uji coba melawan tim-tim kuat seperti Argentina, Korea Selatan, dan Thailand.
Laga-laga ini bukan hanya menjadi ajang pemanasan, tetapi juga kesempatan untuk menguji kekompakan tim dan menilai performa individu pemain. Uji coba melawan tim-tim berkelas dunia seperti Argentina dan Korea Selatan akan menjadi tantangan besar, sekaligus peluang bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Meski demikian, keputusan untuk mencoret beberapa pemain yang underperformed tidak diambil dengan mudah. Arkhan Kaka, Muhammad Ragil, dan Mufdi Iskandar tetap memiliki potensi yang besar.
Namun, dalam upaya meraih hasil terbaik, Indra Sjafri harus mempertimbangkan semua opsi yang ada. Persaingan di Timnas U-20 memang ketat, dan hanya yang terbaik yang akan mendapatkan tempat di skuad final.
Proses seleksi ini tentu tidak lepas dari pengamatan para pencinta sepak bola Indonesia. Harapan besar disematkan pada Timnas U-20 untuk bisa tampil gemilang di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 dan membawa harum nama bangsa.
Kualitas dan kedalaman skuad menjadi faktor penting yang bisa menentukan sejauh mana tim ini bisa melangkah. Dengan strategi yang matang dan komposisi pemain yang tepat, Timnas U-20 diharapkan bisa melewati semua rintangan dan meraih tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2025.
Kehadiran pemain keturunan, jika berhasil dinaturalisasi, tidak hanya akan menambah kekuatan tim secara teknis, tetapi juga memberikan warna baru dalam permainan. Dengan pengalaman bermain di liga-liga Eropa, mereka diharapkan bisa membawa gaya permainan yang lebih modern dan dinamis. Hal ini tentu akan sangat berguna dalam menghadapi tim-tim dari kawasan Asia yang semakin hari semakin berkembang.
Dalam beberapa minggu ke depan, semua mata akan tertuju pada perkembangan proses naturalisasi ketiga pemain keturunan tersebut. Keputusan akhir ada di tangan PSSI dan pemerintah, namun yang jelas, harapan besar telah digantungkan pada mereka.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka Timnas Indonesia U-20 akan memiliki skuad yang lebih solid dan kompetitif, siap untuk menghadapi tantangan besar di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.
Dengan segala persiapan dan potensi yang dimiliki, perjalanan Timnas U-20 dalam kualifikasi ini diharapkan bisa menjadi kisah sukses yang menginspirasi. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia tentunya akan menjadi energi positif bagi para pemain untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Kita semua berharap, langkah Garuda Nusantara di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 akan membawa mereka ke puncak kejayaan dan mengukir sejarah baru dalam sepak bola Indonesia. (*)
batampos– Video syur mirip anak penyanyi David Bayu alias David Naif, Audrey Davis dijadikan bahan komersil untuk mencari keuntungan oleh MRS, 22. Tersangka yang masih berstatus sebagai mahasiswa tersebut menjual video tersebut di akun Telegramnya.
“Tersangka sudah beroperasi sejak bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Juli 2024 dengan omzet bulanan sekitar Rp 1-2 juta per bulan,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (1/8).
Ade menjelaskan, kepada pembeli yang ingin mengakses video syur ini, pelaku mamatok tarif berlangganan VIP Rp 35 ribu, sedangkan VVIP Rp 100 ribu per bulan. Video akan dikirim setelah pembayaran diterima oleh MRS.
“Untuk member pengguna yang telah mengikuti channel Telegram milik tersangka dengan judul AUDREY DAVIS VIRAL sebanyak 212.843 subscriber per 25 Jul 2024,” jelasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap dua orang terkait kasus penyebaran video syur mirip anak David Bayu alias David Naif, Audrey Davis. Keduanya adalah MRS, 22, yang berstatus mahasiswa, dan JE, 35, pengangguran.
“Penyidik melakukan gelar perkara untuk menaikan status dari saksi menjadi tersangka terhadap dua orang dimaksud,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (31/7) malam.
Tersangka MRS berperan memasarkan video syur mirip Audrey melalui media sosial Telegram dengan nama grup “AUDREY DAVIS VIRAL”. Sedangkan tersangka JE berperan sebagai pengunggah konten pornografi tersebut di akun X @HwanDongZhou.
Dari tangan tersangka MRS penyidik menyita beberapa barang bukti. Di antaranya 3 ponsel, 3 video syur mirip Audrey, 1 email, dan 4 akun dompet elektronik. Sedangkan dari tersangka JE disita 1 unit ponsel, 1 akun X, dan 1 video syur mirip Audrey.
“Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut dalam penanganan perkara a quo, kedua orang tersangka tersebut selanjutnya dilakukan penangkapan dan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya,” jelas Ade.
Kedua tersangka dijerat Pasal 27 Ayat (1) juncto Pasal 45 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 4 Ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 7 juncto Pasal 33 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. (*)
Kepala MTs Teluk Sasah, Hartati bersama pelajar peraih prestasi dalam lomba kompetisi sains madrasah tingkat Kabupaten Bintan. F.MTs Teluk Sasah untuk Batam Pos.
batampos– MTs Teluk Sasah keluar sebagai juara 1 kategori beregu dalam lomba Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten.
Selanjutnya, MTs Teluk Sasah akan mewakili Kabupaten Bintan pada lomba serupa di tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Menurut rencana, lomba KSM tingkat Provinsi Kepri digelar di Tanjungpinang.
Kepala MTs Teluk Sasah, Hartati menuturkan, kompetisi sains madrasah merupakan agenda tahunan Kementerian Agama (Kemenag). Lomba ini diadakan tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Dari lomba tingkat kabupaten, dia mengucap syukur atas prestasi yang ditorehkan pelajar MTs Teluk Sasah sebagai juara I beregu dan akan mewakili Bintan di tingkat Provinsi Kepri.
Prestasi tersebut, menurut dia, menjadi kebanggaan tersendiri karena telah mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Bintan.
Dia mengharapkan, prestasi ini menjadi penyemangat pelajar lainnya dalam belajar maupun mengejar prestasi di luar akademik dengan mengikuti ajang-ajang bakat serta prestasi lainnya.
“Mudah-mudahan MTs Teluk Sasah terus melahirkan generasi iman dan taqwa serta berilmu pengetahuan dan teknologi,” harap Hartati. (*)
Maarten Paes terpilih masuk dalam 30 pemain yang bakal tampil dalam skuad MLS All-Stars 2024. (Instagram/Maarten Paes)
batampos – Polemik mengenai kiper Maarten Paes yang belum bisa memperkuat Timnas Indonesia meski telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) terus bergulir. Penjaga gawang berusia 26 tahun ini masih terganjal regulasi FIFA 2022 yang menghalangi dirinya untuk langsung berkostum skuad Garuda.
Menurut Statuta FIFA, pemain yang pernah membela timnas kelompok umur suatu negara tidak bisa membela timnas negara lainnya. Maarten Paes, yang pernah membela Timnas U-21 Belanda di usia 22 tahun pada 2021, kini terhambat oleh aturan ini.
Hasani Abdulgani, mantan anggota eksekutif (Exco) PSSI, menjelaskan bahwa kasus Maarten Paes seharusnya melewati FIFA terlebih dahulu sebelum bisa dibawa ke Court of Arbitration for Sport (CAS) untuk disidangkan.
Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga, atau yang dikenal dengan nama Court of Arbitration for Sport (CAS), adalah institusi independen yang didirikan untuk menyelesaikan sengketa terkait olahraga melalui arbitrase.
Sejak pendiriannya, CAS telah menangani berbagai kasus yang melibatkan atlet, klub, dan federasi olahraga dari seluruh dunia.
Artikel ini akan mengulas sejarah CAS, proses sidang yang dijalankan, dan memberikan contoh kasus terkenal yang pernah ditangani oleh CAS.
CAS didirikan untuk memberikan platform yang adil dan netral dalam menyelesaikan sengketa olahraga.
Sebagai badan arbitrase independen, CAS bertujuan untuk memastikan integritas dan keadilan dalam dunia olahraga, sehingga berbagai sengketa dapat diselesaikan tanpa campur tangan dari pihak eksternal yang tidak berkepentingan.
Sejarah CAS
Dilansir dari WFW, CAS didirikan pada tahun 1984 oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengatasi meningkatnya jumlah sengketa dalam dunia olahraga.
Markas besar CAS berada di Lausanne, Swiss, dan memiliki beberapa kantor satelit di New York, Sydney, dan Abu Dhabi.
Pada awalnya, CAS dioperasikan di bawah pengawasan IOC, namun setelah kasus yang dikenal sebagai “Kasus Gundel” pada tahun 1994, CAS diubah menjadi entitas independen untuk memastikan netralitas dan keadilan.
Kasus Gundel melibatkan seorang pelatih berkuda yang menantang keputusan CAS di pengadilan Swiss, yang kemudian memutuskan bahwa CAS harus lebih independen dari IOC. Hal ini mendorong restrukturisasi CAS di bawah Pengadilan Internasional untuk Arbitrase dalam Olahraga (ICAS).
Proses Sidang di CAS
Proses sidang di CAS dimulai ketika salah satu pihak yang terlibat dalam sengketa olahraga mengajukan permohonan arbitrase. Proses ini melibatkan beberapa tahap, antara lain:
Pengajuan Permohonan: Pihak yang merasa dirugikan mengajukan permohonan arbitrase ke CAS dengan menyertakan semua bukti dan argumen yang relevan.
Penunjukan Arbitrator: CAS menunjuk satu atau lebih arbitrator untuk menangani kasus tersebut. Arbitrator biasanya adalah ahli hukum olahraga atau profesional berpengalaman dalam bidang yang terkait.
Sidang Arbitrase: Sidang dilakukan dengan mendengarkan argumen dari kedua belah pihak, memeriksa bukti, dan mengajukan pertanyaan kepada saksi-saksi yang relevan.
Keputusan Arbitrase: Setelah sidang selesai, arbitrator akan mempertimbangkan semua bukti dan argumen sebelum mengeluarkan keputusan. Keputusan ini bersifat final dan mengikat bagi semua pihak yang terlibat.
Contoh Kasus Terkenal di CAS
1. Kasus Maria Sharapova (2016)
Maria Sharapova, pemain tenis terkenal asal Rusia, dijatuhi sanksi oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) setelah terbukti menggunakan meldonium, zat yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Sharapova mengajukan banding ke CAS, yang akhirnya mengurangi masa larangannya dari 24 bulan menjadi 15 bulan. CAS memutuskan bahwa Sharapova tidak sengaja melanggar aturan anti-doping.
2. Kasus Manchester City vs. UEFA (2020)
Manchester City dijatuhi larangan bermain di kompetisi Eropa selama dua musim oleh UEFA karena pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Klub ini mengajukan banding ke CAS, yang kemudian membatalkan larangan tersebut dan hanya memberikan denda. CAS menemukan bahwa beberapa tuduhan tidak cukup kuat atau telah kadaluarsa.
3. Kasus Caster Semenya (2019)
Pelari asal Afrika Selatan, Caster Semenya, mengajukan banding ke CAS terhadap aturan IAAF yang mengharuskan atlet wanita dengan kadar testosteron tinggi untuk mengurangi level hormon mereka agar dapat berkompetisi dalam lomba lari jarak menengah. CAS memutuskan untuk mendukung aturan IAAF meskipun mengakui bahwa aturan tersebut diskriminatif, namun dianggap diperlukan untuk menjaga keadilan kompetisi. (*)
batampos – PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar kegiatan Bank Goes To School dengan tema Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di SMK Negeri 1 Bengkalis. Program yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kian populer di dunia pendidikan se Kabupaten Bengkalis. Bahkan di SMK Negeri 1 Bengkalis, seluruh anak didiknya ditargetkan memiliki rekening Tabungan Simpel di BRK Syariah.
Kepala SMKN 1 Bengkalis, Joko Sarwoto dalam kegiatan itu menyampaikan tabungan Simpel ini mendapat respon positif dari peserta didik. Sejak Mei 2023 SMK Negeri 1 Bengkalis sudah bekerjasama untuk membuka rekening tabungan simpanan pelajar dengan BRK Syariah.
“Sehingga ketika ada tawaran pembukaan rekening Tabungan Simpel dari bank lain, tidak kami terima lagi. Karena anak – anak belum memiliki dana yang banyak untuk menabung di banyak rekening. Kita fokuskan di BRK Syariah karena ini merupakan bank daerah yang harus kita support agar dapat terus berkembang di masyarakat,” kata Joko Sarwoto, Kamis (1/8/2024).
Diakui Kepsek yang genap berusia 60 tahun itu, sekolah yang dipimpinnya selama belasan tahun ini cukup populer di berbagai kalangan. Banyak mitra yang datang melakukan kunjungan ke sekolah kejuruan ini untuk melakukan sosialisasi seperti dari Satpol PP Bengkalis, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau dan mitra lainnya.
“Tentunya kedatangan mitra ini menambah wawasan anak didik kami, sesuai dengan lembaganya. Jika dari perbankan yang datang, tentunya yang disampaikan terkait produk perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh anak didik kami. Edukasi inklusi dan literasi keuangan ini, memang sangat tepat disampaikan langsung dari pihak perbankan atau pun dari OJK, agar penyampaian benar dan mudah dipahami peserta didik,” kata Kepsek yang mendapat kejutan kue ultah dan souvernir dari BRK Syariah.
Pemimpin Divisi Dana dan Digital Banking, Imran dalam kesempatan yang sama menyebutkan kegiatan BRK Syariah Goes To School ini diselenggarakan dalam rangka hari Indonesia menabung (HIM).
“Kami hadir SMK N 1 Bengkalis ini disambut dengan luar biasa oleh pihak sekolah dan juga peserta didik. Melalui kegiatan ini kita perkuat, tingkatkan, intens kan secara masif literasi dan inklusi keuangan di mana literasi dan inklusi keuangan merupakan hak ya hak dasar dari setiap warga negara Indonesia untuk lebih mengenal dan lebih dapat mengakses tentang keuangan terutama di bidang perbankan,” kata Imran.
Imran menegaskan kepada pelajar, agar tabungan Simpel ini dapat terus berkembang dan aktif hingga dewasa kelak. Banyak manfaat dari menabung di usia dini.
“Mengenal tabungan sejak di masa sekolah lalu anak-anak akan mengenal akses keuangan lainnya seperti suku ritel, pasar modal maksudnya,” ujar Imran dan menutup sambutannya dengan pantun.
Pemaparan materi tentang inklusi dan literasi yang disampaikan oleh BRK Syariah dan Pengenalan OJK serta pengelolaan keuangan, program satu rekening satu pelajar (KEJAR) diikuti dengan sangat antusias oleh peserta didik. Sehingga mereka dengan cepat menjawab kuis yang diberikan pemateri.
Peserta didik yang aktif dan tercepat dalam menjawab pertanyaan kuis mendapatkan hadiah berupa e-money dan souvenir cantik dari BRK Syariah. Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh BM BRKS Bengkalis Badraini.
Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Elvira Azwan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BRK Syariah di Kabupaten Bengkalis ini. Kegiatan serupa juga sudah berlangsung di beberapa Kabupaten lainnya di wilayah Riau dengan target Program KEJAR tersosialisasikan dengan baik kepada pelajar.
“Kegiatan ini sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok pelajar. Diperlukan dorongan kebijakan pemerintah untuk mengenalkan produk dan layanan Jasa keuangan kepada pelajaran sejak dini untuk itu pemerintah bersama kami otoritas Jasa keuangan menginisiasi program satu rekening satu pelajar,” kata Elvira.
Dijelaskan juga inklusi keuangan itu dianggap tercapai apabila setiap satu pelajar di Indonesia ini sudah memiliki satu rekening di lembaga jasa keuangan.
“Dan pada hari ini tentunya yang sedang diinisiasi oleh Bank Riau Kepri Syariah dengan tujuan masing-masing pelajar di SMK Negeri 1 Bengkalis ini memiliki satu rekening tabungan simpanan pelajar di BRK Syariah. Begitulah pentingnya inklusi keuangan,” katanya.
Elvira juga menyampaikan, berdasarkan hasil survei nasional literasi keuangan tahun 2022, indeks inklusi keuangan nasional itu baru mencapai 85,1% per tahun 2022 sementara targetnya adalah 90% tahun 2024. Kemudian indeks literasi keuangan nasional itu baru diangka 49,68% sehingga terlihat ada selisih angka yang jauh. Di Riau inklusi keuangan sama dengan nasional yaitu 85,1% sementara literasi keuangannya baru 67,3% atau di atas nasional.
“Artinya orang-orang di usia produktif yang memang bisa membuka rekening di lembaga jasa keuangan itu baru 85% dari yang ditargetkan sementara dari yang sudah memiliki rekening di lembaga jasa keuangan apakah itu perbankan atau lembaga Jasa keuangan lainnya itu baru 49,68% yang paham produk. Dengan kegiatan inilah kita kita kejar angka yang rendah ini, kami yakin untuk usia pelajar SMK, materi ini akan sangat mudah dipahami,” tutur Elvira.
Masih kata Elvira, untuk mendongkrak naiknya angka inklusi keuangan dan literasi keuangan pada perbankan syariah, generasi muda khususnya pelajar dapat mendukung program ini dengan cara meningkatkan rasa keinginan untuk menabung.
“Banyak manfaat dari menabung yang kita lakukan sejak ini. Adik-adik akan mendengarkan langsung pemaparan materinya dari tim OJK Riau. Kalian sudah punya bekal ilmu bagaimana mengelola keuangan sejak dini,” tutup Elvira. (*)
TAMPAK ruko Pilar 12 tahap satu yang sudah terjual habis. Foto: Cipi Ckandina/Batam Pos
batampos – Pilar Development, pengembang properti kompleks pertokoan Pilar 12 memberikan promo kemerdekaan sepanjang Agustus ini.
“Menyambut HUT kemerdekaan RI ke-79, kami memberikan penambahan masa cicilan DP serta cashback hingga Rp 50 juta,” ujar General Manajer Pilar Development, Bachtiar ketika ditemui di Sagulung, Kamis (1/8/2024) siang.
Pilar 12 merupakan kawasan bisnis berkembang. Kompleks ini menghadirkan 79 unit ruko secara total, dimana rukonya terdiri dari bangunan dua dan tiga lantai.
“Saat ini tersisa 25 unit. Promo kemerdekaan ini berlaku untuk unit yang belum dijual,” jelas Bachtiar.
“Selain promo awal seperti free AJB, BPHTB dan SHGB, kita juga tambah sejumlah promo spesial lagi untuk bulan Agustus ini. Ada penambahan masa cicilan DP 55 kali plus 8 kali, ” kata Bachtiar, menambahkan.
Kawasan bisnis baru persembahan Pillar Development ini berdiri di atas lahan sekitar satu hektare. Kawasan ini berada di tempat yang strategis sebab berada di persimpangan jalan utama Dapur 12 yang diapit dengan sejumlah fasilitas umum seperti kantor pemerintah dan sekolah.
Kawasan ini menjanjikan sebab berada di lokasi padat penduduk.
“Banyak keunggulan yang kita tawarkan. Bisa dilihat sendiri bagaimana strategisnya kawasan ini. Sejak awal dipasarkan, peminat cukup bagus karena sudah banyak yang terjual. Dari 79 unit ruko yang belum terjual sisa 25 unit. Nah ini yang kita tawarkan promo spesial bagi konsumen yang mengambilnya sepanjang Agustus ini, ” kata Bahtiar.
Untuk unit yang sudah terjual saat ini juga sudah berjalan dengan berbagai usaha jasa, kuliner dan juga supermarket. Ini menunjukan kawasan pertokoan ini disambut baik masyarakat Batam. Masyarakat sekitar pun sangat mendukung untuk kemajuan ekonomi mereka.
“Kita dukung, sebab, kawasan ini jadi hidup. Ada pusat bisnis. Ini bagus untuk kemajuan ekonomi masyarakat di sini. Semoga pengelola melengkapi dengan fasilitas penunjang yang lengkap, ” ujar Herman, warga Dapur 12. (*)