Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 3154

Korlantas Polri Segera Terapkan SIM Format Baru

0
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi ./JawaPos.com

batampos – Korlantas Polri segera menerapkan Surat Izin Mengemudi (SIM) format baru, yaitu terdapat gambar kendaraan seperti mobil dan motor pada kartu atau bentuk fisiknya.

Dikutip dari laman Indonesia Baik yang dikelola oleh Kemenkominfo, penerapan SIM format baru tersebut akan berlaku pada Juli ini. Hal itu juga sejalan dengan berlakunya SIM Indonesia di sejumlah negara Asia Tenggara mulai 1 Juni 2025.

Nantinya, bagi masyarakat yang mengurus SIM baru atau memperpanjang masa berlaku SIM pada Juli ini dan seterusnya, akan mendapat SIM format baru tersebut.

Tujuan dari pemberlakuan SIM format baru tersebut agar SIM Indonesia bisa berlaku di luar negeri, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir melanggar aturan lalu lintas dalam hal kewajiban memiliki surat izin mengemudi saat berada di sana.

Namun perlu diingat, SIM Indonesia format baru tersebut hanya berlaku di sejumlah negara Asia Tenggara, antara lain Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei Darussalam, Thailand, dan Filipina.

Hal ini juga sejalan dengan agreement of the Recognition of Domestic Driving Licence Issued yang diterbitkan oleh negara ASEAN pada tahun 1985.

Perlu diketahui juga bahwa SIM format baru ini berlaku untuk seluruh kendaraan, yaitu mobil, sepeda motor, hingga bus dan truk.

Meskipun SIM format baru diberlakukan, namun masih ada sejumlah persamaan dengan SIM format lama, antara lain format angka pada SIM baru tidak berubah.

Selain itu, persyaratan hingga biaya pembuatannya juga masih sama, baik itu perpanjangan SIM maupun pembuatan SIM baru.

Berikut adalah syarat lengkap dan besaran biaya pembuatan dan perpanjangan SIM dikutip dari laman resmi Satlantas Polrestabes Surabaya.

Syarat Usia

1. Berusia 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, dan SIM D.

2. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM B I.

3. Berusia 21 (dua puluh satu) tahun untuk SIM B II.

4. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM A Umum.

5. Berusia 22 (dua puluh dua) tahun untuk SIM B I Umum.

6. Berusia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk SIM B II Umum.

Syarat Administrasi

1. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing.

2. Surat Keterangan Kesehatan Jasmani dari Dokter.

3. Surat Keterangan Kesehatan Rohani dari Biro Psikologi.

4. SIM lama untuk permohonan perpanjangan SIM.

5. Untuk pengalihan golongan SIM, harus disertai dengan Surat Lulus Uji Keterampilan Simulator.

SIM Baru

Sesuai PP Nomor 60 Tahun 2016, tentang biaya penerbitan SIM Baru dan Perpanjangan :

• SIM C Rp.100.000

• SIM A Rp.120.000

• SIM A Umum Rp.120.000

•SIM BI/Umum Rp.120.000

• SIM BII/Umum Rp.120.000

• SIM D Rp.50.000

SIM Perpanjangan

Sesuai PP Nomor 60 Tahun 2016, tentang biaya penerbitan SIM Baru dan Perpanjangan :

• SIM C Rp.75.000

• SIM A Rp.80.000

• SIM A Umum Rp.80.000

• SIM BI/Umum Rp.80.000

• SIM BII/Umum Rp.80.000

• SIM D Rp.30.000

Pengalihan Gol SIM

Sesuai PP Nomor 60 Tahun 2016, tentang biaya penerbitan SIM Baru dan Perpanjangan, dikenakan tambahan Rp.50.000 untuk biaya SKUKP (Surat Keterangan Uji Keterampilan Pengemudi)

Perlu diketahui bahwa biaya pembuatan SIM di atas belum termasuk biaya lainnya seperti biaya tes kesehatan, biaya administrasi, biaya pengemasan, serta biaya pengiriman dan SATPAS ke rumah pemohon. (*)

Sumber: JP Group

Jelang Pilkada, Partai Politik Usung Sejumlah Nama

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi. Foto: INT

batampos – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan 27 November 2024 mendatang, baik masyarakat maupun partai politik bersiap untuk menentukan pilihannya.

Sudah selayaknya calon kepala daerah yang diusung partai politik menyelaraskan antara kebutuhan dan kepentingan masyarakat, agar pemimpin yang terpilih mampu menampung serta mengeksekusi aspirasi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan bisa dapat berjalan secara efektif dan merata.

Partai Gerindra Kota Batam misalnya, telah memastikan akan mengusung Li Claudia Chandra sebagai calon Wali Kota Batam di Pemilihan Umum Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Batam, Nyanyang Haris Pratamura menyebutkan, penunjukan Li Claudia Chandra sebagai calon Wali Kota Batam merupakan intruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

“Ini sudah menjadi intruksi partai untuk menjadikan Li Claudia Chandra sebagai calon Walikota Batam,” ujarnya Nyanyang.

Terpisah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Batam menyiapkan target tinggi dengan menawarkan tiga nama sebagai kandidat calon wali kota atau calon wakil wali kota (Pilwako) Batam 2024 mendatang. Sekum DPD PKS Batam Warya Burhanuddin mengaku, tiga nama itu ialah Sekertaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kepri, Suryani, Wakil Ketua DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono dan Ketua DPD PKS Batam Yusuf.

“Jadi yang kami sorong untuk maju Pilkada Batam ya tiga nama itu,” kata Warya.

 

Senada dengan parpol lain, Partai Amanat Nasional menyiapkan sejumlah nama untuk diusulkan sebagai kandidat calon wali kota Batam 2024. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Batam Safari Ramadan menjelaskan, nama -nama yang sudah diserahkan ke DPW dan DPP PAN ialah Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina, Jefriddin dan juga Wakil Walikota Batam saat ini, yakni Amsakar Achmad.

“Selain itu ada juga nama dari internal kita seperti Safari Ramadhan dan Edward Brando. Nama -nama ini sudah dikirim ke DPP pusat. Nanti DPP yang akan memutuskan, kemungkinan pertengahan bulan ini sudah ada, ” tuturnya.

Sama dengan PAN, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menawarakan enam nama sebagai kandidat calon wali kota dan calon wakil wali kota Batam dalam membangun koalisi pada Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Kota Batam 2024 nanti.

“Saya pikir kami sudah melalui tahapan yang panjang. Mulai dari penjaringan, pendaftaran hingga didapat tiga nama yang direkomendasikan ke DPP sebagai calon wali kota Batam dan tiga nama untuk calon wakil walikota Batam, ” ujarnya Ketua DPC PKB Batam Surya Makmur Nasution.

Adapun ketiga nama calon walikota yang diberikan ke DPP pusat ini kata Surya adalah Marlin Agustina, Amsakar Ahmad dan Li Claudia. Sedangkan tiga nama calon wakil walikota adalah Jefridin Hamid, Hendrik dan Heri Mukrizal. Nama-nama ini telah melalui pertimbangan suara masyarakat siapa yang layak dan terbaik membawa Batam lebih maju.

“Calon yang akan diusung, menunggu keputusan DPP. Juli ini saya kira sudah keluar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Batam Yunus Muda mengaku, Golkar tahun ini disebut memprioritaskan dukungan pada kader internal partai. “Tak ada buka penjaringan, partai Golkar prioritaskan dukung kader dari internal pada Pilkada nanti,” ujarnya, sebelum meninggalkan gedung DPRD Kota Batam.

Wakil Ketua DPRD Batam itu juga tak ingin berandai-andai terkait arah dukungan partai kepada calon yang diusung pada Pilwako Batam. Diakui Yunus, saat ini DPP Golkar sedang melakukan survei terhadap 4 nama yang masuk rekomendasi.

Adapun empat nama itu, termasuk dirinya. Yunus Muda yang saat ini menjabat sebagai ketua DPD Golkar Batam. Kemudian ada nama ketua DPD Golkar Kepri, Akhmad Ma’ruf dan Asmin Patros serta Tabah Iskandar. “Empat nama tersebut sedang tahap survei. Karena hasil survei akan menentukan rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh Partai Golkar terkait bakal calon (Bacalon) yang akan diusung,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Y

Hasya Danirmala Putri Arthadira, Wakili Kepri sebagai sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat

0
hasya
Hasya Danirmala Putri Arthadira (kiri). (F. dokumen pribadi)

batampos – Hasya Danirmala Putri Arthadira, terpilih sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat mewakili Kepulauan Riau.

Siswa SMA Mondial Batam ini memang kaya prestasi. Hasya, demikian ia akrab disapa menjadi delegasi dalam ajang AYIMUN (Asia Youth International Model United Nation) ke-13 yang akan digelar di Kuala Lumpur pada bulan Januari 2024.

Hasya, yang lahir pada 20 Desember, telah menunjukkan prestasi luar biasa sejak dini. Aktif dalam kegiatan OSIS, ia sering memenangkan berbagai lomba akademik. Salah satu prestasi gemilangnya adalah menjuarai Olimpiade Sains yang diadakan Universitas Airlangga, Surabaya.

Dalam ajang Olimpiade Sains tersebut, Hasya meraih predikat juara di seluruh bidang yang dilombakan. Prestasi di bidang Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi menunjukkan kecerdasannya yang luar biasa. Hasya membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras berbuah manis.

Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, Hasya juga menguasai public speaking dalam bahasa Mandarin. Kemampuan ini membawanya meraih juara lomba pidato bahasa Mandarin yang diadakan Universitas Sebelas Maret, Solo. Prestasi ini semakin memperkuat reputasinya sebagai remaja berprestasi.

Dengan berbagai prestasi yang diraih, Hasya menjadi inspirasi bagi remaja lainnya di Indonesia. Dedikasi dan semangatnya menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika diiringi dengan kerja keras dan tekad yang kuat.

Perjalanan Hasya dalam menorehkan prestasi tidak berhenti di sini. Sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat, ia siap mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Hasya berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.

Kesuksesan Hasya juga tidak lepas dari dukungan keluarga dan guru-gurunya. Mereka selalu memberikan semangat dan motivasi agar Hasya terus berprestasi dan mengembangkan potensinya. Dukungan ini sangat berarti bagi perkembangan Hasya.

Dalam kesempatan ini, Hasya mengungkapkan rasa syukurnya atas semua pencapaian yang diraih. Ia berharap dapat terus memberikan yang terbaik dan menginspirasi remaja lainnya untuk berprestasi dan membawa nama baik Indonesia.(*)

Satu Visi pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Perusahaan di Batam Berkontribusi Hadapi Krisis Iklim Bumi.

0

bakau mangrovebatampos – Sebanyak 11 Perusahaan di Kota Batam melakukan aksi penanaman Mangrove (Rhizophora Mucronata), 1.300 batang menambah koleksi flora di Hutan Lindung Sei Beduk, Batam.

Adapun perusahaan tersebut adalah PT Ecogreen Oleochemicals, PT Jasa Raharja Batam, PT Citra Turbindo, PT TJK Power, PT Musim Mas, PT Energi Listrik Batam, PT Panasonic, PT Nusatama Properta Panbil, PT Pertamina Pulau Sambu, dan PT Mitra Energi Batam serta PT Asia Cocoa.

Mengusung tema penyelesaian krisis iklim dengan inovasi dan prinsip keadilan, acara berlangsung meriah. Ratusan peserta hadir memeriahkan puncak perayaan Hari Lingkungan Sedunia. Event ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

Berlokasi di Shelter NGO Akar Bhumi Indonesia di Hutan Lindung Sei Beduk nampak hadir Gakkum KLHK Pos Kepri, KPHL Unit II Batam, BKSDA Wilayah II Batam, Kodim 0316, Bakamla, Lantamal Batam, Polairud Polda Kepri, DAOPS Manggala Agni, Lurah Tanjung Piayu dan 23 Kelompok Peduli Lingkungan (Proklim) Batam binaan Dinas Lingkungan Hidup.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk kali pertama dirayakan pada tahun 1973 dan tradisi ini terus berlanjut dengan gelombang aktivitas lingkungan yang semakin besar di seluruh belahan dunia. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa asbabul nuzul Hari Lingkungan Hidup Sedunia dipicu oleh lahirnya Hari Bumi yang diperingati pada setiap tanggal 22 April.

Asisten Pemerintah Kesra Pemko Batam mewakili Walikota Batam Yusfa Hendri memaparkan bagaimana pemerintah Kota Batam dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan penanaman banyak pohon diantaranya Ketapang Kencana dan Jati Emas. Hal ini membuktikan bagaimana dukungan Pemerintah Kota Batam terhadap aktivitas menghadapi perubahan iklim dan demi mendukung lingkungan yang sehat dan baik untuk masyarakat serta kalangan dunia usaha.

Kabid Pengawasan dan Penindakan DLH Kota Batam IP, menyampaikan bahwa upaya penanama Mangrove di Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah guna menambah kuantitas dan kualitas Ekosistem Mangrove di Kota Batam khususnya Hutan Lindung Sei Beduk. DLH Kota Batam sebagai pengagas kegiatan ini juga menerapkan pola penanaman sebagaimana metode rehabilitasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yakni pemeliharaan selama 3 tahun.

“Hal ini dilakukan demi keberlanjutan program rehabilitasi dan Lingkungan,” ujar IP.

SHE Manager PT Ecogreen Oleochemicals, Moh. Andimora Parulian selaku perwakilan pihak sponsor mengatakan, pIhak Industri termasuk PT Ecogreen menyadari sepenuhnya bahwa sebagai bentuk dari tanggung jawab moral Perusahaan, senantiasa aktif ikut andil dalam berbagai kegiatan restorasi lingkungan, salah satu dengan penanaman kembali mangrove.

“Pepatah mengatakan “Bersatu kita Teguh”, kami meyakini bahwa dengan adanya kehadiran dan kepedulian dari rekan-rekan industry lainnya, maka upaya kita dalam melakukan restorasi dan menjaga kelestarian alam di Kota Batam ini akan membuahkan hasil yang baik, ” katanya.

Bukan kali pertama perusahaannya bekerjasama dengan NGO Akar Bhumi Indonesia. Dalam 3 tahun ini kami juga menanam pohon di Hutan Lindung Sei Beduk yang mana Akar Bhumi sebagai pelaksananya. Harapannya bibit pohon yang ditanam ini bisa jadi pohon dan mampu berkontribusi pada lingkungan.

Ketua Akar Bhumi Indonesia Soni Riyanto menghimbau dan mengingatkan bahwa aktivitas lingkungan bukan saja menanam pohon, masalah sampah plastik yang mencemari pantai dan laut juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk mengantasipasi hal tersebut maka telah dipasang pagar tanaman di area penanaman Mangrove.

Akar Bhumi Indonesia akan memberikan reporting bulanan tentang kondisi tanaman antara lain, jumlah pohon yang mati, penyisipan pohon penganti, diameter dan tinggi pohon, jumlah daun serta kendala-kendala yang ditemukan. Dalam proses rehabilitasi di Hutan Lindung Sei Beduk.

Founder Akar Bhumi Indonesia Hendrik Hermawan, mengajak semua ppiha untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulangan perubahan iklim yang bukan saja telah merugikan banyak pihak namun juga telah secara lansung dan tidak langsung telah merenggut korban jiwa serta mengancam keanekaragaman hayati. “There’s no straight solution to climate change, tidak ada cara singkat untuk menghadapi perubahan iklim perlu mitigasi dan adaptasi serta inovasi, ” ujarnya.

Terselip sederet kalimat terakhir dalam pembacaan puisinya berjudul “ketika teriakan bakau semakin parau”; salah satu kejahatan terhadap lingkungan adalah ketika kita merusaknya, kejahatan lain saat kita tidak mempedulikannya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Satu Visi pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Perusahaan di Batam Berkontribusi Hadapi Krisis Iklim Bumi.

0

bakau mangrovebatampos – Sebanyak 11 Perusahaan di Kota Batam melakukan aksi penanaman Mangrove (Rhizophora Mucronata), 1.300 batang menambah koleksi flora di Hutan Lindung Sei Beduk, Batam.

Adapun perusahaan tersebut adalah PT Ecogreen Oleochemicals, PT Jasa Raharja Batam, PT Citra Turbindo, PT TJK Power, PT Musim Mas, PT Energi Listrik Batam, PT Panasonic, PT Nusatama Properta Panbil, PT Pertamina Pulau Sambu, dan PT Mitra Energi Batam serta PT Asia Cocoa.

Mengusung tema penyelesaian krisis iklim dengan inovasi dan prinsip keadilan, acara berlangsung meriah. Ratusan peserta hadir memeriahkan puncak perayaan Hari Lingkungan Sedunia. Event ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

Berlokasi di Shelter NGO Akar Bhumi Indonesia di Hutan Lindung Sei Beduk nampak hadir Gakkum KLHK Pos Kepri, KPHL Unit II Batam, BKSDA Wilayah II Batam, Kodim 0316, Bakamla, Lantamal Batam, Polairud Polda Kepri, DAOPS Manggala Agni, Lurah Tanjung Piayu dan 23 Kelompok Peduli Lingkungan (Proklim) Batam binaan Dinas Lingkungan Hidup.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk kali pertama dirayakan pada tahun 1973 dan tradisi ini terus berlanjut dengan gelombang aktivitas lingkungan yang semakin besar di seluruh belahan dunia. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa asbabul nuzul Hari Lingkungan Hidup Sedunia dipicu oleh lahirnya Hari Bumi yang diperingati pada setiap tanggal 22 April.

Asisten Pemerintah Kesra Pemko Batam mewakili Walikota Batam Yusfa Hendri memaparkan bagaimana pemerintah Kota Batam dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan penanaman banyak pohon diantaranya Ketapang Kencana dan Jati Emas. Hal ini membuktikan bagaimana dukungan Pemerintah Kota Batam terhadap aktivitas menghadapi perubahan iklim dan demi mendukung lingkungan yang sehat dan baik untuk masyarakat serta kalangan dunia usaha.

Kabid Pengawasan dan Penindakan DLH Kota Batam IP, menyampaikan bahwa upaya penanama Mangrove di Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah guna menambah kuantitas dan kualitas Ekosistem Mangrove di Kota Batam khususnya Hutan Lindung Sei Beduk. DLH Kota Batam sebagai pengagas kegiatan ini juga menerapkan pola penanaman sebagaimana metode rehabilitasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yakni pemeliharaan selama 3 tahun.

“Hal ini dilakukan demi keberlanjutan program rehabilitasi dan Lingkungan,” ujar IP.

SHE Manager PT Ecogreen Oleochemicals, Moh. Andimora Parulian selaku perwakilan pihak sponsor mengatakan, pIhak Industri termasuk PT Ecogreen menyadari sepenuhnya bahwa sebagai bentuk dari tanggung jawab moral Perusahaan, senantiasa aktif ikut andil dalam berbagai kegiatan restorasi lingkungan, salah satu dengan penanaman kembali mangrove.

“Pepatah mengatakan “Bersatu kita Teguh”, kami meyakini bahwa dengan adanya kehadiran dan kepedulian dari rekan-rekan industry lainnya, maka upaya kita dalam melakukan restorasi dan menjaga kelestarian alam di Kota Batam ini akan membuahkan hasil yang baik, ” katanya.

Bukan kali pertama perusahaannya bekerjasama dengan NGO Akar Bhumi Indonesia. Dalam 3 tahun ini kami juga menanam pohon di Hutan Lindung Sei Beduk yang mana Akar Bhumi sebagai pelaksananya. Harapannya bibit pohon yang ditanam ini bisa jadi pohon dan mampu berkontribusi pada lingkungan.

Ketua Akar Bhumi Indonesia Soni Riyanto menghimbau dan mengingatkan bahwa aktivitas lingkungan bukan saja menanam pohon, masalah sampah plastik yang mencemari pantai dan laut juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk mengantasipasi hal tersebut maka telah dipasang pagar tanaman di area penanaman Mangrove.

Akar Bhumi Indonesia akan memberikan reporting bulanan tentang kondisi tanaman antara lain, jumlah pohon yang mati, penyisipan pohon penganti, diameter dan tinggi pohon, jumlah daun serta kendala-kendala yang ditemukan. Dalam proses rehabilitasi di Hutan Lindung Sei Beduk.

Founder Akar Bhumi Indonesia Hendrik Hermawan, mengajak semua ppiha untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulangan perubahan iklim yang bukan saja telah merugikan banyak pihak namun juga telah secara lansung dan tidak langsung telah merenggut korban jiwa serta mengancam keanekaragaman hayati. “There’s no straight solution to climate change, tidak ada cara singkat untuk menghadapi perubahan iklim perlu mitigasi dan adaptasi serta inovasi, ” ujarnya.

Terselip sederet kalimat terakhir dalam pembacaan puisinya berjudul “ketika teriakan bakau semakin parau”; salah satu kejahatan terhadap lingkungan adalah ketika kita merusaknya, kejahatan lain saat kita tidak mempedulikannya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

MCC Amaerika Serikat Hibah 40 Juta Dolar untuk Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Tanjungpinang 

0
Foto : Peri Irawan/Batam Pos.
Sejumlah mobil milik warga terparkir dekat aktivitas bongkar barang di Palabuhan Kuala Riau, Kamis (2/11/2023)

batampos– Rencana transformasi Pelabuhan Kuala Riau, di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah mencapai 80 persen.

Hal ini berdasarkan hasil pertemuan antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan CEO Millennium Challenge Corporation (MCC) Amerika Serikat, sebagai pemberi hibah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Adi Prihantara mengatakan proses rencana pengembangan Pelabuhan Kuala Riau tersebut sudah tinggal peninjauan lapangan saja.

“Tinggal 80 persen kalai di persentase, jadi tinggal peninjauan lapangan saja,” kata Sekda, Senin (1/7).

Ia menerangkan, proses peninjauan ini dilakukan untuk mengecek lokasi mana saja yang bisa diberikan dampak lebih.

BACA JUGA: Membahayakan Penumpang, Dermaga Sektor 1 Pelabuhan Sri Siantan Ditutup

Dari hasil pertemuan dengan CEO MCC Amerika Serikat tersebut, kata Adi kemungkinan besar transformasi Pelabuhan Kuala Riau Tanjungpinang itu jadi dilakukan.

“Insyaallah, jadi tinggal satu tahap saja. Untuk nilainya sekitar 40 juta dolar amerika serikat,” pungkasnya.

Diketahui, hibah dari MCC itu bakal digunakan untuk membangun infrastruktur menyeluruh dari sisi pelabuhan internasional Sri Bintan Pura, Gurindam 12, hingga area Gudang Minyak.

Selain membangun fasilitas tambahan, Pemprov Kepri juga merencanakan pembangunan ruang dingin penyimpanan (cold storage) di kawasan ini.

Pembenahan akan dilakukan di Pelabuhan Kuala Riau dan menjadikannya sebagai pusat penjualan hasil laut, serta menyediakan tempat untuk UMKM untuk mendorong produk lokal. (*)

 

Reporter: M Ismail

BPS Catat Belanja Rokok Sumbang Kemiskinan di Kepri

0
Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus. F. Mohamad Ismail

batampos– Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data profil kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (1/7).

BPS mencatat, persentase penduduk miskin Maret 2024 di perkotaan yang ada di Kepri mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pada Maret 2023 sebesar 5,05 persen, turun menjadi 4,85 persen pada Maret 2024,” kata Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus.

Ia menerangkan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 tercatat sebanyak 138,30 ribu orang. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 4,2 ribu orang, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jika dirincikan, selama periode Maret 2023 ke 2024, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan di Kepri naik dari 111,90 ribu orang menjadi 112,28 ribu orang.

BACA JUGA: Pemko Tanjungpinang Telusuri Laporan BPSK Terkait Persoalan Rumah

“Sebaliknya di daerah perdesaan turun dari 30,60 ribu orang pada Maret 2023 menjadi 26,03 ribu orang pada Maret 2024,” tambahnya.

Darwis menyampaikan, masih tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi Kepri ini disebabkan ketimpangan pengeluaran penduduk di Provinsi Kepri.

Gini ratio di perkotaan pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,351, naik menjadi 0,012 poin dibandingkan gini ratio pada Maret 2023 yang sebesar 0,339.

“Sementara gini ratio daerah perdesaan pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,0240, turun 0,008 poin dibandingkan gini ratio Maret 2023 yang sebesar 0,248,” ujar Darwis.

Dari hasil survei, BPS mencatat pengeluaran paling tinggi yang dialami oleh penduduk desa di Kepri, selain beras ialah pembelian rokok.

“Ternyata pengeluaran makanan di desa nomor dya selain beras, itu rokok. Padahal rokok itu kalau dihitung dari garis kemiskinan tidak menambah kalori, melainkan menurunkan kalori,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Lahan Kosong di Seilekop Dijadikan TPS Induk

0
sampah
Area yang bakal dijadikan TPS di kawasan Seilekop, Sagulung, Senin (1/7).
F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Pihak Kecamatan Sagulung berencana membuka tempat penampungan sampah sementara (TPS) baru di pinggir jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop, Sagulung. TPS baru ini nantinya akan lebih besar dan luas, sebab berada di lokasi lahan kosong dan jauh dari permukiman warga.

Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, menuturkan, rencana pembukaan TPS baru ini juga sebagai solusi untuk mengatasi persoalan sampah yang berserakan dan menumpuk di pinggir jalan protokol di wilayah Sagulung. TPS ini nantinya akan lebih banyak menampung sampah dari permukiman sebelum dibawa ke TPA Telaga Punggur.

”Yang ada saat ini di Seibinti lahannya kurang luas dan dekat dengan permukiman (Kaveling Seilekop). Kami akan buka yang baru di Seilekop sana yang lahannya lebih luas dan jauh dari permukiman. Kami lagi berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Hafiz.

Di lokasi TPS yang direncanakan ini, sampah dari permukiman bisa ditampung sementara waktu dalam jumlah yang banyak jika memang armada pengangkut ke TPA agak kewalahan. Selama ini, kendalanya juga karena lokasi TPS yang kurang luas sehingga tidak ada tempat untuk menampung sampah sementara waktu dalam jumlah yang banyak sebelum diangkut ke TPA. ”Harapannya mudah-mudahan secepatnya disiapkan,” kata Hafiz.

Baca Juga: Pengamat Lingkungan: Penanganan Sampah di Batam Tak Ideal

Terpisah, Lurah Seibinti, Jamil, sependapat dengan rencana pengadaan TPS baru di Seilekop ini. TPS yang ada di Seibinti saat ini memang kurang maksimal menampung sampah sementara sebab lahannya tidak begitu luas dan dekat dengan permukiman warga. Jikapun harus menumpuk sampah di sana, tentunya akan mengganggu kenyamanan masyarakat yang berdiam di sekitarnya.

”Kalau yang di Seilekop itu memang luas dan cocok untuk dijadikan TPS karena jauh dari permukiman,” kata Jamil.

Pantauan Batam Pos di lapangan, lokasi yang direncanakan dijadikan TPS baru ini, memang berada di lokasi lahan kosong yang cukup luas. Lokasinya persis pinggir jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop. Lokasi ini jauh dari permukiman warga dan selama ini memang sudah berserakan dengan tumpukan sampah rumah tangga ataupun bekas material bangunan. Meskipun terlihat kumuh dan kotor namun tidak begitu berdampak karena jauh dari permukiman warga.

Usman, warga Kaveling Seilekop berharap agar TPS baru ini segera difungsikan, sebab lokasi TPS yang ada saat ini sudah cukup merepotkan mereka karena aroma tak sedap dari lokasi TPS.

”Bagus itu karena di sana tak ada permukiman. Yang ini (TPS Seibinti) memang bermasalah karena terlalu dekat dengan permukiman kami ini,” ujar Usman.

Sementara untuk pantauan secara menyeluruh, penumpukan sampah di lokasi pinggir jalan masih terjadi di sejumlah ruas jalan di Sagulung. Jalan masuk Kaveling Baru, Jalan sepanjang Kaveling Bukit Melati, jalan menuju Kampung Tua Dapur 12 dan jalan menuju Pelabuhan Sagulung, masih banyak penampakan sampah di pinggir jalan. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Kapolres Riky: Jangan Ciderai Kepercayaan Masyarakat

0
Kapolres Bintan, AKBP Riky Iswoyo mengecek kesiapan pasukan saat upacara peringatan HUT Ke-78 Bhayangkara di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Senin (1/7/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Kapolres Bintan, AKBP Riky Iswoyo mengingatkan anggota Polres Bintan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bintan.

“Jangan ciderai kepercayaan masyarakat kepada kita,” ungkap Riky usai memimpin upacara peringatan HUT Ke-78 Bhayangkara di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Senin (1/7/2024).

Menurutnya, usia Ke-78 tahun Polri merupakan usia yang sudah sangat matang.

Karena itu, dia meminta anggota Polres Bintan untuk bekerja lebih profesional, responsif dan jauh lebih bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bintan.

BACA JUGA: Bupati Karimun Aunur Rafiq Potong Tumpeng di HUT Bhayangkara ke 78

Dia juga meminta anggota Polres Bintan melaksanakan tugas pokok dengan baik, menjaga kamtibmas, melindungi dan mengayomi masyarakat, serta melakukan penegakkan hukum yang berkeadilan.

Menjelang Pilkada 2024 di Bintan, dia meminta anggota Polres Bintan untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam menjaga situasi Bintan tetap kondusif.

“Kita ingin Pilkada 2024 di Bintan berjalan aman, damai dan tertib seperti Pemilu yang lalu,” harapnya. (*)

Reporter: Slamet

DPRD Batam Usulkan Yayasan Kelola Permakaman di Hinterland

0
Pemakaman Cina Dalil Harahap
Makam di Pulau Batam

batampos – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam tengah mempertimbangkan pembentukan yayasan untuk mengelola permakaman di wilayah hinterland. Hal ini mengemuka dalam rapat lanjutan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemakaman.

Ketua Pansus Ranperda Pemakaman, Udin P Sihaloho, menjelaskan bahwa pembahasan Ranperda ini fokus pada Permakaman Khusus, Tempat Permakaman Umum (TPU), dan Tempat Permakaman Bukan Umum (TPBU).

Ia menekankan pentingnya mengatur pengelolaan permakaman bukan umum, yang umumnya berada di hinterland atau pulau-pulau kecil di sekitar Kota Batam.

”Kita perlu atur siapa penge-lola permakaman bukan umum ini agar tidak memberatkan masyarakat di hinterland,” jelas Udin, Senin (1/7).

Pihaknya mempertimbangkan melibatkan masyarakat dalam pembentukan yayasan, namun dengan pertimbangan agar tidak menjadi beban bagi mereka.

Udin menambahkan bahwa pembahasan juga mencakup daerah-daerah di mainland yang memiliki kondisi serupa dengan hinterland, seperti Nongsa atau daerah pesisir lainnya.

”Tujuan utama Ranperda ini adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat dalam mengelola permakaman,” ujarnya.

Ia juga menyinggung progres permohonan pengalokasian lahan untuk permakaman, dengan harapan Ranperda ini dapat menjadi solusi atas lahan yang semakin sempit.
Diketahui, permohonan untuk alokasi lahan seluas 144 hektare telah diajukan, namun prosesnya masih terhambat berbagai aturan.

Mengenai ukuran permakaman khusus agama Buddha dan Konghucu, Udin menyatakan akan dibahas dalam finalisasi.

”Kami ingin Ranperda ini tidak mandul, bisa diterapkan, dijalankan, dan dipatuhi, serta tidak memberatkan masyarakat yang mempertahankan adat istiadat mereka,” pungkasnya. (*)