
batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun, Selasa (2/7) resmi membuka pelatihan peningkatan keterampilan untuk 30 orang tenaga kerja (Naker) lokal. Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Karimun di Hotel Alisan, Tanjungbalai Karimun.
”Selamat kepada para peserta yang akan mengikuti pelatihan rigger atau juru ikat. Ikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Karena, cukup banyak yang ingin mengikuti pelatihan agar memiliki kemampuan dan keterampilan dibidamg juru ikat. Namun, berdasarkan hasil seleksi oleh panitia, maka 30 orang yang hari ini (Selasa) mengikuti pelatihan dianggap layak,” ujar Sekda Karimun, Muh Firmansyah.
Pelatihan untuk peningkatan keterampilan dan kemampuan Naker lokal, katanya, bukan hal baru bagi Pemerintah Kabupaten Karimun. Melainkan, rutin dilakukan setiap tahunnya. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah kabupaten serius dalam meningkatkan kemampuan SDM lokal agar mempunyai daya saing.
BACA JUGA: Bupati Karimun akan Tambah Peralatan Las di BLK, 1.800 Orang Sudah Ikut Pelatihan
”Kepada perusahaan-perusahaan konstruksi yang beroperasi di Karimun dan kebetulan hadir dalam acara pembukaan pelatihan diharapkan komitmennya untuk mendahulukan Naker lokal dalam merekrut Naker baru di perusahaan. Sehingga, hal ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Karimun,” jelasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Ruffindy Alamsjah secara terpisah menyebutkan, pelatihan peningkatan keterampilan Naker lokal ini merupakan yang pertama untuk tahun 2024.
”Seperti yang pernah saya sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten ada melaksanakan beberapa jenis pelatihan. Yakni, welder atau juru las dengan kategori 3/4G FCAW, juru las kategori 6G FCAW dan juru ikat. Untuk saat ini pelaksanaan juru las resmi dibuka hari ini (Selasa, red). Sementara untuk pelatihan welder akan dilaksanakan di Batam,” paparnya.
Menyinggung tentang permohonan kartu kuning dalam satu sementara 2024, Ruffindy menyebutkan, sesuai data permohonan yang masuk dan jumlah kartu kuning yang dikeluarkan jumlahnya sebanyak 588 orang.
”Dari Januari sampai Juni 2024 jumlah kartu kuning yang dikeluarkan 588 permohonan. Terdiri dari 446 pemohon pria dan 142 pemohon wanita. Jika dilihat dari permohonan paling banyak pemohon untuk menjadi Helper atau tenaga pembantu untuk perusahaan konstruksi. Kemudian, disusul dengan jenis pekerjaan safety, paiping, welder, rigger dan tenaga administrasi. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah pemohon kartu kuning semester pertama tahun ini lebih banyak,” terangnya. (*)
Reporter: Sandi P










