Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 318

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Kecelakaan Kembali Terjadi di Seibeduk

0
Rusak dan berlubang, Jalan S Parman di kawasan Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, kembali memakan korban. Terjadi kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan mobil. F. Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Kondisi Jalan S Parman di kawasan Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi akibat pengemudi mobil mengerem mendadak untuk menghindari lubang besar di badan jalan, Senin (10/2).

Insiden itu terjadi ketika sebuah mobil yang melaju dari arah Piayu tiba-tiba mengurangi kecepatan secara drastis karena lubang menganga di tengah jalan. Pengendara sepeda motor yang berada tepat di belakangnya tidak sempat menghindar hingga akhirnya terjadi tabrakan.

Saksi mata, Ardiono, menuturkan kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak berwenang.

baca Juga: Awasi THR Pekerja, Pemko Batam Buka Posko Pengaduan

“Jalan Piayu ini kondisinya sudah lama rusak parah. Hampir tiap minggu ada saja pengendara yang jatuh, apalagi malam hari,” ujarnya.

Menurut Ardiono, lubang-lubang di sepanjang jalan sulit terlihat saat kondisi gelap. Risiko kecelakaan semakin besar ketika pengendara kelelahan sepulang bekerja.

“Kalau sudah capek pulang kerja, fokus berkurang. Ketemu lubang besar, ya pasti rawan jatuh,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sumardi, warga setempat. Ia menyebut laporan kerusakan jalan sudah berulang kali disampaikan ke instansi terkait, namun belum mendapat respons konkret.

Sebagai bentuk peringatan darurat, warga bahkan menanam pohon pisang di tengah lubang jalan agar mudah terlihat pengendara.

Baca Juga: Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar

“Daripada ada korban lagi, kami tanam pohon pisang supaya pengendara tahu itu lubang,” ujarnya.

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Batam segera memperbaiki Jalan S Parman. Selain menjadi jalur utama menuju kawasan industri dan permukiman, jalan tersebut setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

“Jangan tunggu korban bertambah. Jalan ini akses penting warga,” tutup Sumardi. (*)

Artikel Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Kecelakaan Kembali Terjadi di Seibeduk pertama kali tampil pada Metropolis.

Teh Prendjak Hengkang dari Tanjungpinang, Aroma yang Dirindukan Terancam Pergi

0
Yolana, warga Tarempa, Anambas, mengaku khawatir harga Teh Prendjak naik setelah relokasi pabrik dari Tanjungpinang ke Jawa Tengah. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Rencana relokasi pabrik Teh Prendjak dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ke Kendal, Jawa Tengah, menuai beragam respons dari masyarakat. Produk yang telah puluhan tahun diproduksi di Jalan DI Panjaitan, Tanjungpinang, itu dinilai bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari identitas daerah.

PT Panca Rasa Pratama selaku produsen menyatakan relokasi dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat distribusi dan efisiensi produksi. Namun, di sisi lain, kabar tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait harga dan identitas produk.

Sri (55), warga Tanjungpinang, mengaku menyayangkan rencana kepindahan pabrik tersebut. Menurutnya, Teh Prendjak sudah melekat dalam keseharian masyarakat.

“Sayang juga kalau jadi pindah. Pabrik teh ini sudah lama di Tanjungpinang, bahkan puluhan tahun,” ujarnya, Rabu (11/2).

Bagi Sri, Teh Prendjak bukan hanya minuman, melainkan bagian dari tradisi—dari obrolan pagi di warung kopi hingga suguhan untuk tamu di rumah. Ia berharap kepindahan pabrik tidak berdampak pada kenaikan harga.

Regional Manager PT Panca Rasa Pratama, Mustardi, mengatakan relokasi bukan keputusan mudah. Namun langkah itu dinilai perlu untuk mendekatkan produksi dengan sumber bahan baku utama yang sebagian besar berasal dari Jawa.

“Relokasi ini bertujuan menekan biaya produksi dan memperkuat distribusi ke pasar Jawa, Kalimantan hingga Indonesia Timur. Bahan baku utama kami sebagian besar juga dari Jawa,” kata Mustardi.

Ia menambahkan, efisiensi rantai pasok seperti pengadaan daun teh dan kemasan akan lebih optimal jika produksi berada di Pulau Jawa. Meski demikian, perusahaan memastikan identitas merek Teh Prendjak tetap dipertahankan.

“Kami tetap menjaga identitas merek yang sudah dikenal luas, termasuk di Tanjungpinang,” tegasnya.

Kabar relokasi ini juga dirasakan hingga ke wilayah perbatasan. Di Kabupaten Kepulauan Anambas, Teh Prendjak mudah ditemukan di supermarket, toko kelontong, hingga warung kecil di pelosok pulau.

Yolana (27), warga Tarempa, mengaku telah mengonsumsi Teh Prendjak sejak kecil. Ia menyebut aroma dan rasanya sudah sangat familiar.

“Saya sudah minum Teh Prendjak dari kecil. Wanginya khas dan rasanya pas,” ujarnya.

Menurutnya, varian teh serbuk menjadi favorit keluarga karena warnanya pekat dan cocok dinikmati saat pagi hari bersama roti atau kue. Selain itu, ia juga kerap membeli varian lain seperti Matcha, Teh Tarik, Teh Hijau, hingga Lemon Tea.

Di Anambas, harga Teh Prendjak masih tergolong terjangkau. Kemasan kecil berisi 25 kantong teh celup dijual sekitar Rp7 ribu, sedangkan kemasan 50 kantong sekitar Rp13 ribu. Varian seperti Lemon Tea dan Matcha dibanderol hingga Rp20 ribu.

Yolana berharap relokasi pabrik tidak memicu kenaikan harga, terutama untuk daerah terluar seperti Anambas yang bergantung pada distribusi antarpulau.

“Takutnya ongkos kirim makin mahal dan harga ikut naik. Semoga rasanya tetap sama dan harganya tetap terjangkau,” katanya.

Relokasi ini sekaligus menjadi catatan bagi iklim investasi di Tanjungpinang. Mustardi berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong pertumbuhan usaha dan memberikan perhatian lebih kepada pengusaha lokal agar iklim investasi tetap kompetitif.

Meski pabrik berpindah lokasi, Teh Prendjak tetap berkomitmen menjaga kualitas dan cita rasa yang selama ini dirindukan masyarakat. (*)

Artikel Teh Prendjak Hengkang dari Tanjungpinang, Aroma yang Dirindukan Terancam Pergi pertama kali tampil pada Kepri.

Kebakaran Hutan Lindung Piayu Padam, Polisi Selidiki Penyebab Api

0
Kebakaran kembali melanda kawasan Hutan Lindung Piayu, Kecamatan Seibeduk. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Kebakaran kembali melanda kawasan Hutan Lindung Piayu, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam. Api yang membakar area perbukitan di sekitar Pancur Tower Dua, Selasa (10/2) sore, berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, mengatakan proses pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran dibantu warga sekitar. Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

“Api sudah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa, dan saat ini dilakukan pendinginan agar tidak muncul api susulan,” ujar Alex.

Baca Juga: Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar

Ia menyebut pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Sejumlah warga yang biasa berkebun di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan.

“Penyebab kebakaran masih kami selidiki. Kami sudah meminta keterangan dari warga yang berkebun di sekitar kawasan tersebut,” katanya.

Menurut Alex, kawasan hutan lindung Piayu memang kerap dilintasi masyarakat karena di sekitar perbukitan terdapat lahan perkebunan dan jalur pendakian. Namun, hingga kini polisi belum dapat memastikan apakah kebakaran tersebut dipicu oleh unsur kesengajaan.

“Apakah ada unsur pembakaran lahan atau tidak, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tidak membakar sampah di area terbuka, terutama saat kondisi cuaca kering.

Baca Juga: Jam Sekolah Selama Ramadan Diubah, Disdik Batam Tetapkan Masuk Pukul 08.00 WIB

“Saat ini kita masuk musim kemarau. Risiko kebakaran jauh lebih besar, jadi masyarakat harus lebih waspada dan berhati-hati,” tegas Alex.

Sementara itu, Septian, warga sekitar, menduga kebakaran terjadi akibat pembukaan lahan. Ia menyebut peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi di kawasan tersebut.

“Di sini sudah sering terjadi kebakaran. Dugaan kami ada yang sengaja membakar untuk membuka lahan,” ujarnya.

Diketahui, kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir cukup marak terjadi di wilayah Sei Beduk. Dalam sepekan terakhir, tercatat sedikitnya tiga kejadian kebakaran lahan, masing-masing di kawasan Duriangkang, Bukit Daeng, dan sekitar Perumahan Piayu Residence. (*)

Artikel Kebakaran Hutan Lindung Piayu Padam, Polisi Selidiki Penyebab Api pertama kali tampil pada Metropolis.

Chappell Roan Tinggalkan Wasserman Music Usai Kontroversi Dokumen Epstein

0
Chappell Roan. F. x.com/Variety

batampos – Penyanyi pemenang Grammy, Chappell Roan, resmi menghentikan kerja samanya dengan Wasserman Music setelah nama CEO agensi tersebut, Casey Wasserman, muncul dalam rilis terbaru dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.

Keputusan itu diumumkan Roan melalui unggahan di Instagram Story akun pribadinya, @chappellroan, pada Senin (9/2).

“Tidak lagi direpresentasikan oleh Wasserman,” tulis Roan singkat, seperti dikutip dari Los Angeles Times, Rabu (11/2).

Roan menegaskan bahwa dirinya memiliki standar tinggi terhadap tim profesional yang bekerja bersamanya. Ia menyatakan tidak ada artis maupun staf yang seharusnya berada dalam posisi membela atau mengabaikan tindakan yang bertentangan dengan nilai moral mereka.

Langkah Roan diambil di tengah meningkatnya tekanan dari komunitas musik terhadap Wasserman Music. Nama Casey Wasserman tercantum dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell.

Dalam dokumen tersebut, terdapat sejumlah email dari awal 2000-an yang menunjukkan pertukaran pesan antara Wasserman dan Maxwell. Maxwell sendiri telah divonis bersalah atas kasus perdagangan seks anak yang melibatkan Epstein.

Casey Wasserman saat ini menjabat sebagai ketua Los Angeles 2028 Olympics Organizing Committee dan memimpin salah satu agensi bakat terbesar di industri musik dan olahraga global.

Menanggapi kontroversi tersebut, Wasserman menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia menegaskan tidak memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein.

Namun, kemunculan namanya dalam dokumen resmi itu memicu gelombang kritik serta seruan agar ia mundur dari berbagai jabatan publik yang diembannya.

Keputusan Chappell Roan disebut mengikuti langkah sejumlah artis lain yang juga dikabarkan mengakhiri kerja sama dengan Wasserman Music setelah kontroversi tersebut mencuat.

Kasus ini kembali menyoroti tekanan yang semakin kuat dari komunitas hiburan terhadap para pemimpin industri yang namanya terseret dalam dokumen sensitif terkait Jeffrey Epstein. (*)

Artikel Chappell Roan Tinggalkan Wasserman Music Usai Kontroversi Dokumen Epstein pertama kali tampil pada Lifestyle.

Awasi THR Pekerja, Pemko Batam Buka Posko Pengaduan

0
Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto. F. Dok. Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam bersiap mengawasi pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja menjelang Idul Fitri. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Pemko Batam akan membuka posko pengaduan bagi pekerja yang tidak menerima atau mengalami keterlambatan pembayaran THR dari perusahaan.

Posko pengaduan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pembentukan posko dilakukan bekerja sama dengan Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan posko pengaduan akan dibuka di tiga titik lokasi. Salah satunya dipastikan berada di Kantor Disnaker Batam, sementara dua lokasi lainnya masih dalam tahap koordinasi dengan pengelola kawasan industri.

Baca Juga: Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar

“Posko pengaduan akan kami buka tujuh hari sebelum Idul Fitri. Untuk titiknya ada tiga lokasi, salah satunya di Kantor Disnaker Batam,” ujar Yudi, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, selain layanan pengaduan langsung, Disnaker Batam juga akan memasang spanduk sosialisasi serta mencantumkan nomor telepon kantor dan nomor petugas yang berjaga agar pekerja dapat dengan mudah menyampaikan laporan.

“Nomor kontak petugas akan kami pasang di posko, supaya pekerja bisa langsung menghubungi jika ada masalah terkait THR,” katanya.

Yudi menambahkan, pelaksanaan posko THR ini juga menunggu terbitnya surat edaran resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait teknis pembayaran THR tahun ini. Namun secara umum, ketentuan pembayaran THR sudah diatur jelas dalam peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Batam Bersiap Terapkan Program Gentengisasi, Seng Dinilai Tak Layak Hunian

“Prinsipnya sama, perusahaan wajib membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” ujarnya.

Ia mengakui, pada tahun-tahun sebelumnya masih ditemukan perusahaan yang belum patuh. Tahun lalu, Disnaker Batam menerima 22 laporan pekerja terkait THR yang tidak dibayarkan atau terlambat dibayarkan.

“Mudah-mudahan tahun ini tidak ada lagi laporan seperti itu,” kata Yudi.

Jika ditemukan pelanggaran, Disnaker Batam akan berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi Kepri untuk melakukan penindakan sesuai kewenangan pengawas ketenagakerjaan.

Sesuai ketentuan, pekerja atau buruh dengan masa kerja 12 bulan atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan upah yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap. Sementara pekerja dengan masa kerja satu bulan hingga kurang dari 12 bulan berhak menerima THR secara proporsional.

Baca Juga: Pemko Batam Siaga Karhutla, Warga Diingatkan Tak Bakar Lahan dan Sampah

Pekerja dengan status perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) yang mengalami pemutusan hubungan kerja dalam jangka waktu 30 hari sebelum hari raya keagamaan tetap berhak atas THR. Namun ketentuan ini tidak berlaku bagi pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang masa kontraknya berakhir sebelum hari raya.

Yudi mengimbau seluruh perusahaan di Batam agar mematuhi aturan dan membayarkan THR tepat waktu.

“Kami mengingatkan perusahaan agar memenuhi kewajiban pembayaran THR sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan perjanjian kerja,” pungkasnya. (*)

Artikel Awasi THR Pekerja, Pemko Batam Buka Posko Pengaduan pertama kali tampil pada Metropolis.

PPLP Tanjunguban Rayakan HUT dengan Sunat Massal dan Bantuan Sosial

0
Warga Tanjungpinang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka HUT KPLP ke-53 dan HUT PPLP ke-38 yang digelar PPLP Tanjunguban di Dompak. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban, Kabupaten Bintan, menggelar bakti sosial berupa sunat massal gratis bagi puluhan anak di Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan HUT ke-38 PPLP.

Sebanyak 29 anak mengikuti sunat massal yang dipusatkan di Dompak, Tanjungpinang, Rabu (11/2). Selain itu, PPLP Tanjunguban juga menyalurkan 200 paket sembako, tiga unit kursi roda, serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 200 warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PPLP Tanjunguban, Alfaizul, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian KPLP dan PPLP terhadap masyarakat.

“Kemudian ada bantuan tiga unit kursi roda hingga pemeriksaan kesehatan gratis untuk 200 orang,” ujar Alfaizul.

Ia menjelaskan, bakti sosial ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban masyarakat.

“Semoga kehadiran kami bisa merajut silaturahmi dan juga sinergi dengan semua pihak,” tambahnya.

Salah seorang warga penerima manfaat, Salam (79), mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Ia mengatakan biasanya harus datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan menggunakan BPJS.

“Biasanya ngecek ke Puskesmas pakai BPJS. Merasa terbantu juga, karena saya juga mendapatkan bantuan sembako,” ujarnya.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan PPLP Tanjunguban. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan pada momen peringatan hari besar, tetapi dapat terus berlanjut.

“Kita berharap lembaga lainnya bisa mencontoh rasa kepedulian dan kebersamaan untuk mengurangi beban masyarakat,” pungkasnya. (*)

Artikel PPLP Tanjunguban Rayakan HUT dengan Sunat Massal dan Bantuan Sosial pertama kali tampil pada Kepri.

Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Forkopinda meninjau pembersihan eceng gondok di Duriangkang pada acara pencanangan Gerakan Masyarakat Batam Asri, Rabu (11/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengerahkan lebih dari 5.600 personel untuk melakukan gotong royong (goro) serentak melalui Gerakan Masyarakat Batam ASRI. Aksi bersih-bersih ini menyasar 12 kecamatan, kawasan pantai, drainase, hingga pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang.

Pencanangan Gerakan Batam ASRI diawali dengan apel di Dataran K-Square, Batam Center, Rabu (11/2). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar daerah melakukan pembenahan lingkungan secara menyeluruh.

“Pak Presiden menekankan agar daerah-daerah ini bersih, baik provinsi, kabupaten, maupun kota,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Batam Bersiap Terapkan Program Gentengisasi, Seng Dinilai Tak Layak Hunian

Ia menjelaskan, instruksi tersebut mencakup penataan kota secara total, mulai dari persoalan sampah, bangunan liar, hingga infrastruktur yang mengganggu estetika dan kenyamanan masyarakat.

“Tidak boleh lagi ada sampah. Tidak boleh lagi ada bangunan yang mengganggu keindahan. Tidak boleh lagi ada kabel-kabel listrik yang semrawut,” katanya.

Gerakan Batam ASRI dilaksanakan serentak di 12 kecamatan se-Kota Batam. Salah satu fokus utama adalah pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang, yang merupakan sumber air baku utama bagi masyarakat Batam.

“Kami masuk dari Pandan Wangi untuk membersihkan eceng gondoknya,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Jam Sekolah Selama Ramadan Diubah, Disdik Batam Tetapkan Masuk Pukul 08.00 WIB

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar turun langsung ke lapangan memantau pembersihan drainase dan eceng gondok di sekitar waduk. Ia terlihat berada di lokasi bersama petugas yang mengoperasikan alat berat.

Selain waduk, gerakan ini juga menyasar kawasan pantai yang terdampak tumpahan minyak serta kiriman sampah akibat angin utara.

“Sekarang musim utara, sampah mulai masuk ke arah kita dan itu harus dibersihkan,” katanya.

Tidak hanya kawasan alam, Gerakan Batam ASRI juga menyasar fasilitas publik dan pusat aktivitas masyarakat, seperti kantor pemerintahan, sekolah, rumah ibadah, ruko, kawasan usaha, hotel, hingga kantor kecamatan dan kelurahan.

Drainase yang berpotensi memicu banjir turut menjadi perhatian, termasuk dam dan sumber air yang dinilai memengaruhi debit air di Batam.

“Objek kita juga menyasar drainase yang menyebabkan Batam banjir, serta dam-dam yang membuat debit air makin berkurang,” ujarnya.

Ke depan, Pemko Batam berencana menerbitkan edaran wali kota untuk mengatur pelaksanaan Batam ASRI secara berkala, baik mingguan maupun bulanan. Program ini akan melibatkan instansi pemerintah, swasta, sekolah, rumah ibadah, hotel, serta berbagai lokasi strategis lainnya.

Baca Juga: Universitas Batam Jadi Tuan Rumah Launching PPDS Empat Kampus di Sumatra

Gerakan ini melibatkan ASN, perangkat daerah, BP Batam, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha. Amsakar menegaskan, Batam ASRI harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Yang diperlukan di Batam ini adalah membangun semangat kolektif. Semua orang harus membangun energi positif agar Batam semakin baik ke depan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar tidak ada narasi kontraproduktif yang dapat memecah kebersamaan. “Kalau kita bersama dan bersatu padu, insya Allah Batam akan menjadi lebih hebat dan lebih besar lagi,” pungkasnya. (*)

Artikel Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar pertama kali tampil pada Metropolis.

Limbah Minyak Hitam Cemari Laut Bintan, Nelayan Rugi Besar

0
Perkampungan nelayan di Kampung Kawal Pantai, Bintan, terdampak pencemaran limbah minyak hitam yang merugikan hasil tangkapan dan alat tangkap nelayan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pencemaran limbah minyak hitam kembali mengancam perairan Bintan. Karung-karung berisi limbah minyak ditemukan mengapung di laut hingga pecah dan mencemari pesisir, merugikan nelayan di Kampung Kawal Pantai, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Salah seorang tekong kapal ikan, Imin, mengatakan empat hari lalu ia masih melihat karung-karung berwarna putih berisi limbah minyak hitam mengapung di laut. Sebagian karung dilaporkan pecah akibat tertabrak kapal sehingga cairan minyak menyebar ke perairan.

“Ada yang sudah pecah karungnya karena tertabrak kapal di laut,” ujar Imin, Rabu (11/2).

Menurutnya, pencemaran kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya limbah hanya berupa cairan yang mengapung, kini ditemukan dalam kemasan karung.

“Kalau dulu hanya cairan di laut, sekarang kami masih jumpa dalam karung-karung putih,” katanya.

Dampak pencemaran tersebut dirasakan langsung nelayan. Jaring yang digunakan untuk menangkap ikan ikut tercemar minyak sehingga rusak dan harus diganti. Harga satu potong (piece) jaring mencapai sekitar Rp700 ribu.

“Kalau yang rusak bisa puluhan sampai ratusan piece. Biayanya bisa puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Selain merusak alat tangkap, limbah minyak juga menimbulkan bau menyengat dan membuat jaring menjadi licin sehingga tidak layak pakai. Hasil tangkapan ikan pun menurun drastis.

“Biasanya bisa dapat 100 kilogram, sekarang hanya sekitar 20 sampai 30 kilogram. Ikan juga tidak mau mendekat,” keluh Imin.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan pencemaran yang terus berulang setiap musim utara.

Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Kelurahan Kawal, David Andriyadi, menyebut pencemaran limbah minyak hitam telah menjadi persoalan tahunan yang meresahkan nelayan.

“Kalau dulu hanya di Malang Rapat dan Teluk Bakau, sekarang sudah sampai Kawal hingga Berakit,” ujarnya.

David menilai kondisi tahun ini lebih parah karena limbah ditemukan dalam karung, yang diduga sengaja dibuang ke laut lalu hanyut ke pesisir Bintan.

“Ini sepertinya disengaja, limbah dibuang lalu hanyut ke pantai,” katanya.

Ia mendesak pemerintah daerah hingga pusat segera mengambil solusi tegas agar pencemaran tidak terus berulang.

“Kita berharap 2026 menjadi tahun terakhir Bintan mendapat ‘kado’ yang tidak bermanfaat ini. Pemerintah harus memikirkan solusi terbaik,” tegasnya. (*)

Artikel Limbah Minyak Hitam Cemari Laut Bintan, Nelayan Rugi Besar pertama kali tampil pada Kepri.

Bukan Gameplay, Ini Isi Trailer Spesial Imlek Black Myth Zhong Kui

0
Cuplikan trailer spesial Imlek Black Myth Zhong Kui menampilkan adegan memasak dengan visual fantasi dan grafis in-engine yang realistis. F. x.com/wario64

batampos – Studio pengembang Game Science merilis video spesial bertema Tahun Baru Imlek 2026 untuk gim terbarunya, Black Myth Zhong Kui. Trailer berdurasi sekitar enam menit itu menampilkan konsep unik berupa adegan memasak dengan sentuhan visual fantasi yang memukau.

Video tersebut dirilis melalui kanal YouTube PlayStation pada Rabu (11/2) dan langsung menarik perhatian komunitas gim global. Dalam cuplikannya, terlihat seorang karakter wanita tengah menyiapkan hidangan menggunakan bahan-bahan fantastis di dapur imajinatif.

Meski tampak seperti bagian dari alur permainan, pengembang menegaskan bahwa trailer ini bukan bagian dari cerita utama maupun gameplay resmi Black Myth Zhong Kui. Konten tersebut dibuat khusus sebagai perayaan Imlek sekaligus unjuk kemampuan teknis engine gim yang digunakan.

Sepanjang video, kualitas grafis in-engine terlihat sangat detail dan realistis. Efek pencahayaan, animasi pergerakan objek, hingga simulasi fisika bahan makanan ditampilkan dengan presisi tinggi.

Bahkan, sosok monster tampak membantu proses memasak, menambah nuansa fantasi khas gim tersebut.

Adegan ditutup dengan momen ketika hidangan siap disajikan kepada sosok misterius berkerudung, yang memicu spekulasi dan rasa penasaran di kalangan penggemar.

Trailer spesial ini dengan cepat meraih jutaan penayangan di berbagai platform, termasuk Bilibili dan Weibo. Antusiasme tinggi dari komunitas menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap proyek terbaru Game Science tersebut.

Pihak pengembang kembali menegaskan bahwa video ini murni konten perayaan dan tidak mencerminkan konten final gim secara keseluruhan. (*)

Artikel Bukan Gameplay, Ini Isi Trailer Spesial Imlek Black Myth Zhong Kui pertama kali tampil pada Lifestyle.

Sambut Imlek, Warga Tionghoa Siantan Rayakan Tanpa Tradisi Ikan Dingkis

0
Ketua Vihara Gunung Dewa Siantan, Elly, bersama pengurus menerima kunjungan Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, menjelang perayaan Imlek 2577 di Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api yang jatuh pada Selasa (17/2) disambut khidmat oleh umat Tionghoa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Sejumlah persiapan dilakukan di Vihara Gunung Dewa Siantan, Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan.

Pantauan di lokasi, suasana vihara mulai dihiasi lampion merah, lilin-lilin besar dibersihkan, serta altar dan ornamen khas Imlek ditata rapi.

Warga bergotong royong menyapu halaman, mengecat pagar, hingga memasang simbol keberuntungan sebagai bentuk penghormatan menyambut tahun baru.

Ketua Vihara Gunung Dewa Siantan, Elly, mengatakan ada sejumlah tradisi yang akan dijalani umat saat Imlek, salah satunya mengenakan pakaian serba merah sebagai simbol keberanian, keberuntungan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

“Selain mengenakan pakaian merah, umat juga akan berdoa bersama di vihara untuk memohon kesehatan, rezeki, dan keselamatan di tahun yang baru,” ujar Elly saat menerima kunjungan Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, doa bersama menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memanjatkan harapan agar keluarga tetap harmonis dan usaha berjalan lancar.

Namun, terdapat perbedaan tradisi dibandingkan perayaan Imlek di kota-kota besar seperti Batam atau Tanjungpinang. Di Anambas, umat Tionghoa tidak memiliki tradisi menyajikan ikan dingkis bertelur saat perayaan Imlek.

Di sejumlah daerah, ikan dingkis bertelur dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan keberlimpahan karena telurnya melambangkan rezeki berlipat ganda. Hidangan tersebut kerap menjadi sajian khas keluarga Tionghoa di perkotaan.

“Di sini tidak ada tradisi makan ikan dingkis, itu biasanya di kota. Kami lebih menyiapkan kue-kue khas Tionghoa,” jelas Elly.

Menurutnya, kondisi perairan Anambas yang jernih, berpasir, dan berbatu karang membuat ikan dingkis yang biasa hidup di wilayah berlumpur sulit ditemukan di daerah tersebut.

Meski tanpa sajian ikan dingkis, makna Imlek tetap dijaga. Kue keranjang, kue lapis, dan berbagai penganan manis tetap disiapkan sebagai simbol harapan hidup yang manis dan penuh keberkahan.

Elly berharap perayaan Imlek tahun ini berjalan lancar dan aman. Ia juga meminta dukungan aparat keamanan agar umat dapat beribadah dengan tenang.

“Semoga perayaan Imlek di Siantan berjalan lancar dan aman. Kami berharap dukungan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, menegaskan pihaknya siap melakukan pengamanan selama rangkaian ibadah Imlek berlangsung. Personel akan disiagakan di sekitar vihara guna memastikan situasi tetap kondusif.

“Kami akan menurunkan personel untuk pengamanan selama perayaan Imlek agar umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” tegas Dodi.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Imlek sebagai momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan lintas suku dan agama di Anambas. (*)

Artikel Sambut Imlek, Warga Tionghoa Siantan Rayakan Tanpa Tradisi Ikan Dingkis pertama kali tampil pada Kepri.