Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 3180

Kapolresta Barelang Berganti, Dari Kombes Nugroho Tri Nuryanto kepada Kombes Heribertus Ompusunggu

0
Kombes Nugroho Dalil Harahap 1 scaled e1705467927677
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Jabatan Kapolresta Barelang berganti. Kapolresta yang sebelumnya dijabat Kombes Nugroho Tri Nuryanto digantikan Kombes Heribertus Ompusunggu, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Tanjung Pinang.

Pergantian jabatan ini sesuai Telegram Rahasia (TR) Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan tertuang dalam surat nomor: Kep/003/VI/2024 tanggal 25 Juni 2024.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad yang dikonfirmasi membenarkan adanya mutasi pejabat di lingkungan Polda Kepri ini.

“Nanti disiapkan rilisnya,” ujarnya, Rabu (26/6) malam.

Dalam TR tersebut, Kombes Nugroho Tri Nuryanto dipromosikan menjabat sebagai Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sedangkan jabatan Kapolresta Tanjung Pinang diisi Kombes Budi Santosa yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Palangkaraya.

Kombes Nugroho sudah menjabat selama 2 tahun menjadi Kapolresta Barelang. Selama menjabat ia mendapatkan banyak penghargaan. Ia dilantik pada awal Juni 2022.

Salah satunya dari Kedutaan Besar Jepang atas keberhasilannya menangkap WN Jepang atau DPO Interpol Blue Notice, Yusuke Yamazaki yang melakukan kejahatan penipuan di Jepang dan berhasil ditangkap di Perairan Batam. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Penjual 400 Lembar Dolar Singapura Palsu Divonis 4 Tahun

0
IMG 20240626 WA0058
Terdakwa Abdul Kadir alias Ciong menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (26/6). F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Abdul Kadir alias Ciong hanya bisa pasrah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Rabu (26/6). Atas perbuatannya, majelis hakim memvonis pria 65 tahunan ini dengan 4 tahun penjara.

Majelis hakim yang dipimpin hakim Tiwik menyatakan sependapat dengan Jaksa penuntut umum. Yakni perbuatan Abdul Kadir terbukti dalam Pasal 245 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, tentang peredaran mata uang palsu. Namun majelis hakim punya pertimbangan hukum lain untuk Terdakwa.

“Terdakwa sah dan meyakinkan bersalah, sehingga harus dihukum sesuai dengan perbuataanya,” ujar Tiwik.

Menurut Tiwik, sebelum menjatuhkan pidana, pihaknya telah mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan perbuataan Terdakwa. Hal memberatkan Terdakwa meresahkan masyarakat. Hal meringankan Terdakwa bersikap sopan dan berjanji tak akan mengulangi.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, maka menjatuhkan pidana terhadap Abdul Kadir dengan 4 tahun penjara, dikurangi selama Terdakwa,” ujar Tiwik.

Hakim Tiwik juga memerintahkan untuk merampas barang bukti berupa 400 lembar mata uang dolar Singapura, yang perlembarnya bernilai 10 ribu dolar.

Atas vonis hakim itu, Abdul Kadir tampak pasrah. Kepada majelis hakim, ia pun memutuskan untuk Terima vonis tersebut.

“Saya Terima yang mulia,” ujar Abdul Kadir. Hal yang sama disampaikan JPU yang juga menerima vonis tersebut.

Berita sebelumnya, Abdul Kadir dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (20/6) sore. Pria berusia 60 tahun ini dinilai terbukti memperjualbelikan dolar Singapura Palsu sebanyak 400 lembar.

Tuntutan terhadap Abdul Kadir dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang dipimpin hakim Tiwik. Dalam amar tuntutan, dijelaskan perbuatan Abdul Kadir telah memperjual belikan dolar palsu, pecahan 10 ribu dolar Singapore ( bergambar kapal tangker) sebanyak 400 lembar. Perbuatan terdakwa sebagaimana terbukti dalam Pasal 245 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Diketahui, Abdul Kadir membeli uang palsu berupa dolar Singapura sebanyak 400 lembar pecahan 10 ribu dolar kepada Devi Chandra secara online Rp 13 juta. Uang itu kemudian dijual kembali oleh Abdul seharga Rp 17 juta. Dalam pengangkuannya, Abdul sadar bahwa uang itu adalah palsu. Maksud menjual, karena uang itu untuk koleksi. Namun ternyata akan disalahgunakan oleh pembelinya. Yang saat ini sudah divonis 3 tahun penjara. (*)

Reporter: Yashinta

Alami Gangguan Penyesuain Diri, Penikam Ibu Dipulangkan dan Direhabilitasi

0
aRRR 1
Arya Satya saat diamankan polisi.

batampos – Arya Satya, penikam ibu kandung dan percobaan bunuh diri selesai menjalani tes psikologi di RS Bhayangkara. Hasilnya, remaja 17 tahun ini mengalami gangguan penyesuaian diri.

“Marena situasi atau fakta yang tidak sesuai keinginannya menyebabkan kesulitan mengontrol emosi,” ujar Wakasatreskrim Polresta Barelang, AKP Thetio Nardiyanto, Rabu (26/6) siang.

Ia menjelaskan akibat gangguan penyesuaian diri tersebut, Arya harus direhabilitasi dan dikembalikan ke orangtuanya.

“Sudah dikembalikan ke orangtuanya. Dia butuh terapi psikologi dan rehabilitasi, kalau enggak dia akan lebih parah lagi,” katanya.

Thetio menambahkan penikaman tersebut disebabkan pelaku yang memendam kekesalannya. Sebab, ibunya memutuskan hubungannya dengan sang kekasih.

“Ibu yang ia sayangi ternyata mengambil apa yang menjadi kesukaan dia. Nah, dari yang dia sayangi ini dia bingung memutuskannya untuk memilih yang mana,” ungkapnya.

Thetio menambahkan pihaknya untuk saat ini belum memberikan proses hukum terhadap Arya. Sebab, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari psikolog.

“Kalau anaknya itu direkomendasiin dari psikolog semisalnya untuk dimajukkan (proses hukum) ya dimajukkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Petugas Avsec Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan Arya Satya, warga Bunga Raya, Batam Kota, Minggu (23/6) pagi, sekitar pukul 06.10 WIB. Saat itu, celana pria 17 tahun ini berlumuran darah dan memegang sebilah pisau dapur.

Arya diamankan petugas di loby terminal keberangkatan bandara. Akibat penikaman tersebut, ibu kandungnya mengalami luka di bagian kepala dan dagu. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Menkeu, Sri Mulyani, Memberi Semangat Nasabah PNM untuk Terus Berdaya

0
Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani

batampos – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani memberikan semangat dan dukungan kepada pelaku UMKM Indonesia. Salah satunya adalah Ibu Yuliana Rosita Dewi nasabah PNM yang tergabung dalam program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Pada kegiatan Talkshow Edukasi Keuangan “Bundaku” Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan, Ia berpesan kepada para perempuan untuk terus berdaya salah satunya melalui literasi dan inklusi keuangan yang mumpuni.

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran di suatu bangsa tidak mungkin dilakukan tanpa pembangunan di bidang ekonomi dimana peran perempuan sangat besar di dalamnya. Perempuan diyakini melahirkan peradaban karena ia merupakan guru pertama bagi anak-anaknya. Sehingga jika ibu bisa mendidik anak-anaknya dengan baik maka peradaban juga akan jadi lebih baik.

“Kami mendorong kemajuan perempuan (karena) perempuan itu memberikan dampak untuk generasi yang akan datang,” ungkap Menteri Keuangan RI pada Selasa (25/6) di Gedung Dhanapala, Jakarta

Ibu Yuliana Rosita Dewi adalah salah satu perempuan, nasabah PNM Mekaar, yang mendapatkan semangat langsung dari Sri Mulyani saat mengunjungi booth pameran UMKM di acara tersebut. Sebagai perempuan yang menggeluti usaha jamu untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, Yuliana juga percaya bahwa peran ibu sangat besar terhadap keamanan keuangan keluarga.

Baginya, perempuan harus bisa mandiri dan terus meningkatkan kualitas diri baik untuk peningkatan usaha maupun kemakmuran keluarga. Terbukti saat ini, usaha jamu “Dewi Poetri” sudah memiliki 10 varian produk dan sukses dikirim ke pasar luar negeri.

“Semangat untuk bunda-bunda di luar sana. Kunci kehidupan yang lebih baik ada di tangan kita para ibu jadi jangan mudah menyerah,” pesan Yuliana sambil tersenyum hangat.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menungkapkan komitmen PNM dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan perempuan pelaku usaha ultra mikro telah menjadi prioritas perseroan sejak beberapa tahun silam. Hal ini sejalan dengan modal intelektual yang diberikan kepada nasabah Mekaar melalui program pelatihan pengelolaan keuangan usaha, pembukaan rekening bank, dan masih banyak lagi.

“Nasabah ultra mikro memang perlu ada intervensi agar bisa melek keuangan. Oleh karena itu sejak Holding UMi kami juga fasilitasi pembukaan rekening BRI secara otomatis untuk pencairan dana nasabah,” jelas Arief.

Arief percaya dengan adanya intervensi dari PNM, literasi dan inklusi keuangan akan lebih cepat tercapai untuk memberi multiplier effect bagi pembangunan ekonomi skala rumah tangga. (*)

Polemik Pariwisata Kepri: VoA, Harga Tiket, dan Target Ambisius

0
Kadispar Kepri Guntur Sakti

batampos– Persoalan Visa on Arrival (VoA), dan juga mahalnya harga tiket ke luar negeri, merupakan dua masalah yang seakan menjadi momok buat keberlagsungan iklim pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri). Belum lagi mengenai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari kementerian yang dinilai ambisius.

Kepri, menjadi salah satu provinsi di Indonesia sebagai boarder tourism. Namun banyak polemik yang dihadapi sehingga dirasa memberatkan lini pariwisata.

Soal VoA, sudah ada beberapa ajuan yang dilayangkan oleh pemerintah setempat, diantaranya short term visa. Sejak tahun lalu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, telah mengusulkan visa pendek tujuh hari dengan tarif Rp150 ribu.

Usulan tersebut mendapat angin segar dari pusat. Akan tetapi, ada beberapa konsekuensi jika proposal tersebut disetujui. Perubahan jenis dan tarif visa harus merubah dua produk regulasi sekaligus, yakni Peraturan Presiden (Perpres) tentang Visa dan Izin Tinggal, dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tarif Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP).

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti, pada Rabu (26/6), di Batam. Dia memberi bocoran, bahwa akan ada empat skema visa untuk Kepri nantinya.

BACA JUGA: Gubkepri Ansar Apresiasi Upaya Akselerasi Permohonan Usulan Tarif PNBP VoA untuk Kepri

Pertama, skema bebas visa, itu berlaku untuk 10 negara yang sudah resume profile dengan Indonesia. Kedua, skema visa kunjungan 30 hari, eksisting Rp500 ribu, yang berlaku sekarang untuk 97 negara. Ketiga, kemungkinan akan berlaku visa pendek 14 hari dengan tarif sekitar Rp350 ribu. Dan keempat, visa pendek tujuh hari dengan tarif yang mungkin jauh lebih kompetitif.

Wisatawan asing asal Perancis mencicipi kuliner yang ada di Pengudang Seafood Festival di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (19/11/2023). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

“Untul visa pendek tujuh hari, saya belum berani menyebut angkanya karena ini belum final. Tapi akan ada empat skema visa kunjungan, hasil bocorannya. Mudah-mudahan ini akan membuat iklim pariwisata Kepri lebih kompetitif, affordable, dan memudahkan kita dalam pencapaian target kunjungan wisman tahun ini,” ujar Guntur.

Melahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ini sedang terjadi, merupakan suatu momen buat pemerintah turun tangan dan mengeluarkan insentif regulasi. Pasalnya, dari sisi pariwisata, penguatan dolar ke rupiah bisa memciptakan permintaan atau istilahnya create of demand.

“Peran pemerintah di sini bisa curi start dalam memberi insentif regulasi untuk menarik turis sebanyak-banyaknya, agar kita mendapatkan devisa sebanyak-banyaknya,” katanya.

Terkait harga tiket yang acap kali jadi polemil, pihaknya tak dapat bertindak banyak, sebab itu merupakan sektornya Komisi Pengawas Persiapan Usaha (KPPU). Hanya saja, pemerintah dan stakeholders memberikan dukungan agar masalah itu terpecahkan.

“Saya hanya ingin menyampaikan satu pesan, mudah-mudahan momentum melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini bisa dimanfaatkan oleh semua pihak, termasuk KPPU dalam menggesa penurunan variabel cost terhadap tiket ini, sehingga harga tiket Batam ke Singapura bisa jauh lebih wajar dan berkeadilan untuk semua,” kata Guntur.

Ia menegaskan, bahwa problem yang dihadapi saat ini ada pada aksesibilitas. Di situ, ada dua hal, yaitu soal relaksasi kebijakan visa, serta tarif tiket. Andai dua masalah tersebut teratasi, maka akan berdampak besar bagi kebangkitan pariwisata Kepri.

Iklim pariwisata di Kepri dinilai tidak kompetitif, sebab dihadapkan dengan VoA yang mahal, juga polemik harga tiket yang tak berkesudahan. Yang jelas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, berharap ada titik balik yang baik atas itu semua.

“Mudah-mudahan ada gambaran, ada hilalnya. Kemudian, berharaplah, paralel dengan perjuangan kita pada penurunan harga tiket. Kalau itu terjadi dalam waktu bersamaan atau tidak begitu lama, saya yakin tidak begitu susah bagi kita untuk mengejar target kunjungan wisman, walaupun targetnya cukup ambisius,” kata Guntur.

Sebaliknya, kalau umpamanya itu tak terealisasi dalam bulan ini, maka pihaknya sepakat meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menarekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, untuk merevisi target kunjungan wisman ke Kepri.

Sebagai informasi, Menteri Sandiaga Uno memberikan target tinggi terhadap kunjungan turis ke Kepri, sebesar 3 juta lawatan. Sementara, sampai April 2024 ini, tercatat baru ada 480.225 kunjungan wisman. (*)

Reporter: Arjuna

PPATK Ungkap Banyaknya Praktik Jual Beli Rekening untuk Judi Online

0
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2024). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/am.

batampos – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan banyaknya praktik jual beli rekening di berbagai bank yang dipergunakan untuk judi online atau daring.

“Memang terkait dengan judol (judi online) banyak sekali jual beli rekening,” kata Ivan saat rapat kerja Komisi III DPR RI bersama PPATK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan rekening bank yang diperjualbelikan untuk judi daring itu dilakukan oleh oknum pengepul yang datang ke kampung-kampung dengan modus membukakan rekening bagi para warga desa.

“Kalau judol ini adalah rekening yang dicreate oleh para pengepul, jadi mereka datang ke kampung-kampung meminta bapak/ibu para petani untuk buka rekening pakai online dan segala macam,” ujarnya.

Dia menyebut satu orang pengepul bahkan dapat mengumpulkan hingga ribuan rekening untuk diperjualbelikan. Rekening yang sudah terkumpul itu lantas dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi untuk meraup keuntungan.

“Ribuan rekening ini kemudian dijual oleh para pengepul untuk kemudian dia cuma ngasih Rp100.000 kepada para para pemilik nama tadi, dia bisa jual itu kepada pihak lain dengan angka yang lebih besar, dia dapat margin,” tuturnya.

Selain modus di atas, Ivan mengatakan PPATK juga menemukan praktik jual beli rekening bank yang sudah tidak aktif (dormant) yang diperjualbelikan untuk judi daring.

“Ada juga memang praktik rekening yang dormant, rekening in-aktif tadi, diperjualbelikan oleh oknum-oknum tertentu untuk kemudian diaktifkan lagi,” ucapnya.

Dia mengatakan bahwa rekening in-aktif di banyak bank itu diduga merupakan rekening dari pemiliknya yang lupa hingga meninggal dunia.

“Pemilik rekening yang mungkin saja lupa bahwa dia sudah ada rekening atau karena dia terlalu kaya dia lupa bahwa dia punya rekening, atau kemudian karena satu dan lain hal, mohon maaf, misalnya, ada kasus satu keluarga kecelakaan, rekening-nya mengendap luar biasa banyak, dan itu temuan kami sampai ratusan triliun, itu rekening yang mengendap ya tidak ada tuannya,” paparnya.

Dia menyebut rekening tak aktif itu tidak hanya diperjualbelikan untuk judi daring, melainkan juga dipergunakan untuk pendanaan politik pada Pemilu 2024.

“Itu juga kami temukan dalam proses kemarin CAT (collaborative analysis team) pada saat pendanaan politik, itu juga ada, artinya itu masif terhadap beberapa tindak pidana yang lain,” imbuh dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta agar PPATK mengungkap terkait adanya informasi bahwa banyak rekening-rekening tak bertuan yang diduga sempat digunakan oleh operator judi daring.

Konon, katanya, jumlah dana di rekening-rekening tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kalau memang itu tindak pidana hasil kejahatan ya disampaikan ke penegak hukum yang terkait kan lumayan kalau itu bisa masuk ke kas negara mungkin pada akhirnya,” kata Habiburokhman dalam rapat.

Disdik Tambah RKB Agar Tak Ada Pembelajaran Double Shift

0
Tri Wahyu Purbianto Kadisdik Batam Dalil Harahap 78
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Tri Wahyu Rubianto. F.Dalil Harahap

batampos – Kepala Dinas Pendidikan kota Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan, penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di sejumlah sekolah untuk mengatasi masalah kekurangan ruang belajar dan menghilangkan sistem pembelajaran double shift.

“Karena bagaimana pun sistem belajar double shift dianggap tidak efektif dan mengganggu proses belajar mengajar. Penambahan RKB inilah kita mengurai shift belajar dan tidak menambah daya tampung ditiap kelas,” ujarnya, Rabu (26/6).

Lanjut, Tri menjelaskan, jika RKB sudah terbangun di sejumlah sekolah maka jumlah guru bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan murid. “Jadi RKB yang dibangun saat ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.Misalnya dari 2 shift menjadi 1 shift,” kata Tri.

Begitu juga dengan jumlah guru yang ada saat ini disesuaikan dengan rasio jumlah siswa murid. “Sehingga kualitas belajar mengajar di setiap kelas bisa semakin meningkat,” tambah dia.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam terus mengebut pengerjaan ruang kelas baru (RKB) jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB), Juni mendatang. Sedikitnya ada sebanyak 38 unit RKB yang akan dibangun Disdik Kota Batam tahun ini.

“Saat ini sedang lelang tender saja,” kata dia.

Sementara paling cepat RKB selesai di bulan September 2024 mendatang secara bertahap. “Insya allah paling cepat sudah bergerak pembangunan RKB nya. Jadi kami usahakan selesai setelah PPDB dan RKB sudah selesai prosesnya,” sebut Tri.

Total ada 14 RKB SD yang akan dibangun, terdiri dan 9 RKB di sekolah negeri dan 5 RKB sekolah swasta. Salah satu proyek strategisnya adalah RKB di SDN 009 Batuaji. Sebagaimana diketahui, sekolah yang baru memiliki dua tingkatkan kelas itu yakni kelas 1 dan 2, baru memiliki sebanyak lima ruang kelas.

“Kalau untuk RKB secara keseluruhan sampai hari ini, nanti saya coba carikan datanya dulu,” ucap Tri.

Selain RKB SD, Disdik Batam juga akan membangun 24 RKB SMP. Rinciannya terdiri dari 23 RKB di sekolah negeri dan satu RKB di sekolah swasta. Selanjutnya, pihak Disdik Batam juga akan merehab 26 ruangan SD dan rehap satu ruang SMP.

“Total anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan RKB dan rehab ruang kelas, ruang guru, toilet, dan fasilitas lainnya ini sebesar Rp 56 miliar. Anggarannya bersumber dari PAD Kota Batam dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” ucap Tri.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Sudirman Dianto mengatakan, pendidikan disamping tanggung jawab orang tua dari sisi kenegaraan juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Oleh sebab itu ia berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa mengakomodir semua aspirasi masyarakat Batam yang menginginkan agar anaknya bisa bersekolah di sekolah negeri.

“Kita berharap apa yang menjadi aspirasi para orang tua ini bisa diakomodir Disdik. Terkait bagaimana nanti penerimaan dan sebagainya itu kan bisa diatur dinas terkait,” ujarnya.

Apakah itu dengan menambah shift belajar bagi siswa SD dan SMP atau sebaganya kata Sudirman, tentu tak menjadi masalah asalkan solusi sementara tersebut dicarikan jalan dan alternatif lainnya seperti penambahan ruang kelas baru (RKB).

“Memang dari sisi kualitas itu tentu mengurangi kualitas (double shift). Namun kan ini solusi sementara sambari dinas membangun RKB di tiap sekolah yang menerapkan double shift ini. Saya pikir hal tersebut sah-sah sah,” ujarnya.

Sudirman juga melihat di Batam sampai saat ini belum ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran di sekolah lain atau menumpang di sekolah lain. Selain itu sejauh ini untuk SD dan SMP juga belum ada yang melaksanakan pembelajaran online.

“Artinya masih memungkinkan untuk double shift ini sehingga disisi lain kita bisa mengakomodir keinginan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri,” tambahnya.

“Yang paling penting itu tidak ada anak Batam yang tidak bersekolah karena tak diterima di sekolah negeri,” tegasnya. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

Kafe Sunset Beach di Tanjunguban, Bintan Diminta Tutup Kegiatan Usaha Hiburan Malam dan Stop Penjualan Miras

0
Tim gabungan melakukan sidak ke lokasi kafe Sunset Beach di RT 005 RW 003 di Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (20/6/2024) lalu. F.Satpol PP Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Satpol PP Kabupaten Bintan memberi peringatan kafe Sunset Beach di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara untuk menutup kegiatan usaha hiburan malam dan menghentikan penjualan minuman keras (miras).

“Kita minta tutup,” ungkap Kasatpol PP Bintan, Suwarsono saat dihubungi, Selasa (25/6/2024).

Dia menjelaskan, penutupan usaha hiburan malam tersebut dilakukan karena usaha kafe tersebut tidak memiliki dokumen perizinan.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan usaha hiburan malam tersebut telah mengganggu ketentraman dan ketertiban umum masyarakat.

BACA JUGA: Warga Minta Kafe Sunset Beach di Tanjunguban Ditutup, Sidak Tim Gabungan Temukan Botol Miras dan Diduga Wanita “Panggilan”

Hal ini berdasarkan Perda Kabupaten Bintan Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol

Jika masih dibuka, mantan Camat Teluk Sebong ini mengatakan, pihaknya akan menyegel tempat usaha hiburan malam tersebut.

“Kalau masih bandel, kita akan segel tempat usahanya. Kalau disegel, kita minta barangnya dikeluarkan agar mereka tidak bisa lagi usaha,” katanya.

Namun demikian, pihaknya memberikan kesempatan kepada pemilik usaha untuk berusaha lain secara legal dengan mengurus perizinan.

“Mereka bisa buka kafe tapi urus izin. Kafe yang dibuka tidak boleh menjual miras, hanya jual minuman seperti kafe-kafe biasanya, jual kopi,” katanya.

Sebelumnya, dikatakannya, tiga orang pemilik dari kafe Sunset Beach yang ada di Tanjunguban telah dimintai keterangan.

“Kemarin Senin (24/6) sudah kita panggil. Mereka mengaku mereka salah,” katanya.

Terkait rumah kos yang diduga dijadikan tempat mesum oleh wanita “panggilan”, dia mengatakan, tempat tersebut telah ditutup.

“Kita tutup (tempatnya), jangan sampai mereka berbuat itu lagi di sana,” katanya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut mengawasi aktivitas di sana.

Terpisah Lurah Tanjunguban Selatan, Jamal Nasser mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari Satpol PP Bintan.

Surat peringatan tersebut ditujukan ke pemilik kafe Sunset Beach atau Sunset New Garden agar menutup atau menghentikan kegiatan usaha hiburan malam dan penjualan miras.

Terkait penutupan kafe ini, dia menyambut positif karena sudah lama dikeluhkan warga.

“Alhamdulillah laporan warga langsung ditindaklanjuti Pak Bupati. Tentu akan membawa dampak yang positif,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Gabungan dari Pemkab Bintan melakukan sidak ke kafe Sunset Beach di RT 005 RW 003 di Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (20/6/2024) pagi.

Dalam sidak tersebut, tim menemukan beberapa botol miras dan empat orang diduga wanita “panggilan” dari beberapa rumah kos yang diduga dijadikan tempat mesum. (*)

 

Reporter: Slamet N

Promosikan Judi Online, Seorang Selebgram di Bogor Ditangkap Polisi

0
Selebgram berinisial CN (19) ditangkap Polresta Bogor Kota karena mempromosikan situs judi daring di akun Instagramnya. (ANTARA/Shabrina Zakaria)

batampos – Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota, Jawa Barat, menangkap seorang selebgram perempuan berinisial CN (19 tahun) karena mempromosikan judi dalam jaringan (judi online) di akun Instagramnya @clayssss.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso di Kota Bogor, Rabu, mengatakan CN telah mempromosikan judi daring di akun Instagramnya selama sekitar sebulan dan menerima bayaran sebesar Rp3 juta.

“Baru satu bulan. (Uangnya) dipakai untuk biaya hidup, sewa kos. Tersangka berstatus mahasiswi di Bogor,” kata Bismo saat merilis kasus tersebut.

Kapolresta menjelaskan CN mulanya ditawari seseorang bernama Natali untuk mempromosikan situs judi daring di akun Instagramnya dengan bayaran Rp5,5 juta setiap bulan.

Setelah mencapai kesepakatan, CN yang dijadikan brand ambassador (duta jenama) mengunggah situs judi daring tersebut sebanyak dua kali sehari kepada 17.900 pengikutnya.

“Namun, tersangka CN baru menerima Rp3 juta karena sudah keburu ditangkap jajaran Polresta Bogor Kota. Kita amankan tersangka beserta barang bukti chat (percakapan) dan transaksi uang yang dikirim ke CN,” jelasnya.

Bismo menambahkan penangkapan CN ini merupakan hasil patroli siber yang dilakukan jajaran Polresta Bogor Kota.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk melapor ke polisi apabila melihat akun-akun di media sosial yang mempromosikan judi daring.

Dalam kasus ini, tersangka CN dijerat pasal perjudian pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 1 Tahun 2024 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

“Barangsiapa mentransmisikan muatan transaksi elektronik bermuatan perjudian diancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” ujar Bismo. (*)

Sumber: Antara

Bakti Kesehatan Polda Kepri, Berikan Layanan KB hingga Operasi Bibir Sumbing

0
image0 10
Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah menyaksikan anak yang dikhitan di RS Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (26/6).

batampos – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Polda Kepulauan Riau (Kepri) bersama Biddokkes dan RS Bhayangkara Batam menggelar serangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, mengatakan bakti kesehatan ini dalam rangkaian hari jadi Bhayangkara ke-78.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan bakti kesehatan operasi bibir sumbing dan sunatan massal. Aktifitas ini sudah berjalan sejak kemarin di pantai Bale- Bale, Nongsa dengan pemeriksaan kesehatan bagi warga,” kata Yan Fitri, Rabu (26/6).

Yan menyebut kegiatan ini menjangkau dan memberikan berbagai layanan kesehatan bagi ribuan masyarakat, menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebanyak 750 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan donor darah, menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap sesama.

“Layanan pengobatan umum pun diikuti oleh 650 orang, dan 102 orang lainnya mendapatkan pelayanan kesehatan gigi. Bagi anak-anak, kegiatan khitanan massal dan penanganan stunting pun disediakan,“ terangnya.

Upaya ini dalam meningkatkan kesehatan masyarakat tak berhenti di situ. Baktikes juga menyediakan layanan keluarga berencana (KB) kepada 30 orang dan melaksanakan operasi bibir sumbing untuk 6 anak. Selain itu, 350 orang mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada korban gawat darurat.

Tak lupa, pemeriksaan kesehatan pun diberikan kepada 436 penyandang disabilitas dari SLB Kartini dan SLB Negeri Batam.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kepri,” tutupnya. (*)

Reporter: AZIS MAULANA