Penumpang terlihat memadati Pelabuhan Internasional Batam center, Senin (17/6). Kepadatan penumpang terlihat di pintu keberangkatan yang didominasi warga negara Singapura dan Malaysia yang akan pulang usai berlibur dari Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pengelolaan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter yang saat ini dipegang PT Synergy Tharada akan habis pada 31 Juli mendatang. Namun hingga kini, pemenang lelang untuk pengelolaan pelabuhan internasional paling ramai itu belum diputuskan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Alasannya, karena masih proses lelang, sehingga belum ada pemenang untuk pengelolaan pelabuhan internasional tersebut.
Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait membenarkan kontrak PT Synergy Tharada sebagai pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter akan habis dalam waktu dekat. Yakni pada 31 Juli 2024 mendatang.
“Ya benar ( kontrak PT Synergy Tharada selesai 31 Juli),” kata Tuti yahg dihubungi, Senin (24/6).
Disinggung apakah sudah ada perusahaan baru yang akan mengelola Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter. Menurut Tuti belum ada, karena masih proses lelang.
“Masih belum, prosesnya masih berjalan,” ujar Tuti lagi.
Begitu juga dengan perushaan yang mengikuti lelang, Tuti tak merinci. Hanya menyebutkan jumlah perusahaan yang ikut lelang, ada dua perusahaan.
“Ada dua perusahaan,” ungkap Tuti tanpa mendetail nama-nama perusasahaan dan domisili perusahaan tersebut.
Sementara, Kasi Operasional PT Sygergy Tharada sebagai pengelola pelabuhan, Sobri belum bisa dikonfirmasi terkait kapan waktu selesai kontrak perusahaan dengan pelabuhan.
Diketahui, PT Synergy Tharada telah mengelola Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter sejak 2002 lalu. Kontrak kerjasama pun berakhir pada 1 Agustus 2024 mendatang, tepatnya lebih dari satu bulan kedepan.
BP Batam juga telah membuka pendaftaran lelang pengelolaan pelabuhan sejak akhir April 2024 lalu. Namun hingga kini ternyata belum ditetapkan pemenang lelang pengelolaan pelabuhan Internasional tersebut. (*)
Ilustrasi polusi udara di Jakarta (Dok/JawaPos.com)
batampos – Kualitas udara di Jakarta pada Selasa pagi menduduki peringkat nomor satu sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, Selasa (25/6).
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di urutan pertama dengan angka 179 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Angka itu memiliki penjelasan kategori tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Sedangkan kualitas udara kategori sedang, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Kemudian, kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Kemudian, kota dengan kualitas udara terburuk kedua Kinshasa (Kongo) di angka 174 dan urutan ketiga Lahore (Pakistan) di angka 167. Urutan keempat Manama (Bahrain) di angka 163, urutan kelima Delhi (India) di angka 137 dan urutan keenam Dubai (Uni Emirat Arab) di angka 114.
Urutan ketujuh Accra (Ghana) di angka 103, urutan kedelapan Baghdad (Irak) di angka 102, urutan kesembilan Busan (Korea Selatan) di angka 99 dan urutan kesepuluh Ulaanbaatar (Mongolia) di angka 98.
Disarankan kepada masyarakat agar memakai masker saat keluar rumah, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara. (*)
Seorang warga tengah melihat pemandangan kawasan Batamcenter dan Nongsa yang mendung, Minggu. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Batam dan beberapa wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) mulai merasakan panasnya cuaca setelah dilanda hujan badai beberapa hari terakhir.
Namun demikian, BMKG Hang Nadim Batam memprediksi potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai petir dan angin kencang, masih berpotensi terjadi di Batam, Bintan, Lingga, dan Karimun hingga beberapa hari kedepan.
“Walaupun hujannya bersifat lokal dan sebentar, intensitasnya bisa ringan hingga sedang dan masih berpotensi petir dan angin kencang,” ujar Aprilia, Forcaster BMKG Hang Nadim Batam, Senin (24/6).
Potensi hujan di wilayah Kepri, termasuk Batam, Bintan, Tanjung Pinang, Karimun, dan Lingga, diprediksi akan semakin meningkat mulai Kamis (27/6) hingga Minggu (30/6).
Aprilia menjelaskan, kondisi cuaca panas saat ini disebabkan oleh pemanasan di laut yang meningkatkan uap air, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Lapisan udara lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya saat hujan. Hal ini disebabkan karena pemanasan di lautnya lumayan dan uap airnya banyak. Mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” tutur Aprilia.
batampos – Erwin, mahasiswa di Batam dituntut 11 tahun dan 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam, Senin (24/6). Pria berusia 22 tahun itu juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta, yang apabila tak dibayar ganti subsider 6 bulan kurungan.
Tuntutan hukuman terhadap Erwin karena dinilai jaksa terbukti menyetubuhi anak di bawah umur yang masih berusia sekolah. Sebagaimana dakwaan jaksa yakni melanggar pasal 81 ayat 2 jo pasal 76 D UU RI no 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Yang berbunyi “dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya dan orang lain”.
“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, maka menuntut terdakwa Erwin dengan 11 tahun penjara dan 6 bulan. Juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan,” ujar jaksa dalam sidang yang berlangsung tertutup.
Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Lisman dari LBH Suara Keadilan meminta waktu untuk pembelaan. Sidang yang dipimpin Douglas Napitupulu itu pun ditunda hingga minggu depan dengan agenda pembelaan.
“Atas tuntutan itu kami akan menyampaikan pledoi atau pembelaan,” ujar Lisman usai sidang.
Menurut Lisman, tuntutan terhadap kliennya sangat tinggi. Sebab antara terdakwa dan korban berpacaran, dan melakukan hubungan layaknya suami istri itu atas dasar suka sama suka.
“Mereka berpacaran. Persetubuhan itu terjadi karena suka sama suka, tanpa adanya paksaan dan rayuan terhadap korban,” sebut Lisman.
Diketahui, perkara persetubuhan anak antara korban dan terdakwa terjadi dalam rentan waktu Desember 2023 dan Januari 2024 di sebuah hotel di Bengkong dan Batuampar.
Berawal dari perkenalan keduanya melalui media sosial. Korban yang masih berseragam biru putih pun mulai dekat dengan terdakwa yang duduk dibangku kuliah. Setelah berpacaran sekian bulan, keduanya pun memutuskan untuk menginap di salah satu hotel kawasan di Bengkong hingga terjadi persetubuhan atas dasar suka sama suka.
Kejadian serupa kembali terulang di hotel kawasan Batuampar, hingga akhirnya perbuataan terdakwa terhadap korban yang masih 15 tahun diketahui orang tua korban. Terdakwa pun dilaporkan ke polisi, setelah tak ada kesepakatan damai antar keluarga korban dan terdakwa. (*)
Suasana PPDB di Kota Batam. (F. Cecep Mulyana/Batam Pos)
batampos – Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) mengindikasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya serta minim terjadinya maladministrasi.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari menyampaikan terkait kuota pada jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua, ditemukan hampir semua sekolah tidak terpenuhi.
Contohnya, di SMAN Batam 3 diperkirakan akan membeludak. Tapi tidak demikian. Seperti pada jalur afirmasi kuotanya 65, sedangkan yang mendaftar hanya 28 orang.
“Memang pada jalur prestasi, kuotanya 65, yang mendaftar 106. Namun ini hanya satu-satunya SMA yang pendaftarnya pada jalur tersebut melebihi kuota,” ujar Lagat.
Selain itu, Ombudsman RI Perwakilan Kepri pun masih menemukan sekolah yang menggunakan sistem shifting dan belajar online akibat kurangnya ruang kelas.
“Kami temukan sekolah yang masih gunakan sistem shifting dan online. Ini terjadi bukan hanya 6 bulan, tapi tahunan. Ini tentu akan mengganggu kualitas belajar mengajar,” tuturnya.
Ia berharap, temuan Ombudsman dijadikan evaluasi oleh Disdik untuk pelaksanaan PPDB selanjutnya. (*)
Pengendara melintas di Jalan DI Panjaitan Batu 7 Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar
batampos– Lubang di Jalan DI Panjaitan Batu 7 Tanjungpinang sangat berbahaya sehingga dapat mengancam nyawa pengendara yang melintas di jalan tersebut.
Terkait adanya lubang tersebut, Kasubag Umum PDAM Tirta Kepri Hindrayati mengatakan lubang yang ada di Jalan DI Panjaitan, bukan bekas pekerjaan galian pipa PDAM Tirta Kepri.
Pihaknya telah melakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan, lubang yang ada di aspal tepat di samping bekas galian pipa bocor, murni turun karena tekstur tanah di jalan tersebut.
Menurutnya, PDAM Tirta Kepri memang melakukan perbaikan pipa bocor di Jalan DI Panjaitan Batu 7 Tanjungpinang, Selasa (18/6) lalu dan pekerjaan langsung selesai.
Setelah digali, lanjut Hindrayati, pihaknya langsung menutup lubang bekas galian menggunakan semen. Kemudian memberi plat besi di atas penambalan lubang dari semen.
Pihak juga memberikan rambu-rambu dan lampu penerangan pada malam hari agar pengendara mengetahui dan mengurangi kecepatan saat melintas di jalan tersebut.
“Ternyata, rambu-rambu dan lampu tersebut hilang. Kalau ditabrak, pasti ada bekas pecahannya di sekitar situ. Ini tidak ada sama sekali. Kami kasih rambu-rambu dan lampu lagi. Tapi, hilang lagi,” sebutnya, Senin (24/6).
Sebelumnya, seorang pengendara perempuan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. Korban diketahui menabrak lubang di Jalan DI Panjaitan Batu 7 Tanjungpinang, Kamis (20/6).
Selanjutnya, beberapa hari kemudian, sejumlah pengendara lain juga mengalami kecelakaan karena tidak melihat lubang tersebut dan terjatuh ke aspal hingga mengalami luka-luka. (*)
ILUSTRASI: MAYAT KORBAN PEMBUNUHAN (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
batampos – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) meminta pihak kepolisian bekerja transparan dalam menyelesaikan kasus tewasnya remaja Afif Maulana, 14, di Jembatan Kuranji, Kota Padang. Hal ini menyusul adanya dugaan telah terjadi kekerasan oleh aparat kepada korban.
“Kami juga mendesak agar proses perkembangan kasus harus terus diberikan kepada publik sebagai sebuah upaya dalam menghadirkan keadilan dan kebenaran bagi keluarga korban,” kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya dalam keterangan tertulis, Senin (24/6).
KontraS juga meminta kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bertindak proaktif melakukan pengawasan, termasuk memanggil dan memeriksa Kapolda Sumatera Barat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki berdasarkan Perpres Nomor 17 tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional.
Selain itu, Komnas HAM juga harus turun tangan mendalami dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepada anak di bawah umur. Guna memperlancar penyidikan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga harus segera memberikan perlindungan terhadap keluarga korban serta saksi-saksi yang mampu membantu pengungkapan kasus ini.
“KPAI untuk berperan aktif dalam pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan terhadap hak anak termasuk memberikan perlindungan dari penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya, serta melakukan pencegahan keberulangan peristiwa di masa yang akan datang,” imbuh Dimas.
Sebelumnya, warga yang berada di kawasan Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad remaja laki-laki, yang diperkirakan berusia 14 tahun, dalam kondisi mengambang di aliran sungai bawah jembatan Jalan Bypass Kilomenter 9, Minggu (9/6). Korban pun teridentifikasi sebagai Afif Maulana.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono pada jumpa pers di Mapolresta Padang, Minggu (23/6) mengatakan, sudah ada 40 orang saksi diperiksa dan dimintai keterangannya. Dari 40 orang itu, terdapat 30 orang personel Sabhara Polda Sumbar.
“30 orang personel itu saat kejadian sedang mengamankan 18 orang pelajar yang diduga melakukan aksi tawuran di kawasan Kecamatan Kuranji tersebut,” katanya.
“Saya bertanggung jawab penuh akan kasus penemuan jasad Afif Maulana. Sampai saat sekarang kita masih mendalami kasus ini. Di hari yang sama itu, kita mengamankan 18 orang remaja yang diduga pelaku tawuran. Tidak ada yang namanya Afif Maulana,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, saat pengamanan 18 orang itu, memang ada diamankan satu sepeda motor milik Afif Maulana, tapi yang mengendarai sepeda motor itu adalah temannya. Saat kejadian, ada salah satu personel mendengar bahwa temannya itu diajak Afif Maulana untuk terjun dari jembatan.
“Ketika kita amankan ada puluhan senjata tajam milik para pelaku tawuran. Semuanya kita bawa. 18 orang remaja yang kita amankan, 17 diantaranya diserahkan ke pihak orangtua, satu orang masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya. (*)
batampos – Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau dikenal ISPA mulai menyerang masyarakat Kota Batam. Dalam beberapa pekan terakhir, tingkat kunjungan ke Puskesmas di Batam ini didominasi warga yang mengeluhkan pernapasan mereka terganggu seperti batuk, bersin, hidung tersumbat disertai pusing, demam dan badan terasa lemas serta meriang.
Salah seorang penderita Siti mengaku, awalnya ia pilek sekitar dua minggu lalu. Gejalanya demam dan pusing, lalu seperti bersin-bersin dan disambung batuk-batuk sekitar seminggu.
“Badan juga terasa lemas. Sudah berobat di Puskesmas, cuma belum pulih sepenuhnya karena sisa lemas di badan dan batuk kadang masih terasa meski sudah jauh membaik dibandingkanseminggu sebelumnya,” ujar Siti, Senin (24/6).
Hal senda disampaikan Mutia, warga Batuaji. Ia mengaku sudah lima hari demam yang disertai flu dan batuk. Kepala pusing dan tenggorokan juga sakit. Meski ia sudah minum obat batuk dan demam tapi tetap tidak ada perubahan. Demamnya turun hanya sebentar saja dan tenggorokan saya masih saja sakit.
“Demamnya ini naik turun. Sekarang ditambah batuk dan flu lagi. Takutnya ini termasuk Covid-19 varian terbaru,” ujarnya.
Mutia berharap Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan pengecekan (skrining) lagi terhadap suspek varian Covid-19. “Kalau benar hanya batuk dan pilek biasa kita gak khawatir. Makanya berharap ada skrining lagi, biar pasti,” ucap Mutia.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menjawab, saat ini tidak ada lagi pengecekan bagi pasien suspek Covid-19. Selain itu secara nasional juga sudah tidak ada lagi kebijakan mengenai skrining suspek Covid-19.
“Sepertinya sudah dianggap biasa aja covid ini. Kayak flu biasa saja,” kata Didi.
Ditambahnya, banyak pasien yang memiliki keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seperti influenza dan batuk ini juga disebabkan oleh faktor cuaca. Perubahan cuaca yang tidak menentu, kebersihan lingkungan, serta pola makan yang kurang baik. Hal tersebut berdampak pada kondisi tubuh. Ditambah lagi jika ada orang terdekat yang menulari penyakit.
“Misalnya influenza, kalau daya tahan tubuh sedang kurang baik mudah tertular karena penyebarannya droplet,” paparnya.
Didi menyebutkan, ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendirinya tanpa pengobatan khusus.
ISPA disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang dapat terserang infeksi bisa saluran pernapasan atas atau bawah. Meski demikian, penyakit ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi pada saluran pernapasan bagian atas.
Ditambahnya, selain ISPA, jika komplikasinya pada anak biasanya radang paru-paru. Dan ini infeksinya sudah bukan di saluran pernapasan atas lagi. Biasanya jika sudah masuk di radang paru-paru atau pneumonia memerlukan perawatan medis serta bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya, mencuci tangan, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan lingkungan serta memakai masker di luar ruangan dianjurkan.
“Kondisi cuaca atau peralihan cuaca juga bisa memicu ISPA. Untuk itu dianjurkan pakai masker saat di luar rumah,” katanya
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat ada lebih dari 2.076 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Batam, pada periode Januari hingga Mei 2024. Sebagian besar penderita ISPA ini berobat di puskesmas menjalani rawan jalan
“Ini data keseluruhan ya, itu jumlahnya ada 2.076 kasus. Termasuk tiga besar penyakit terbanyak yang diderita warga Kota Batam di sepanjang tahun 2024 ini,” pungkas Kadinkes. (*)
Bupati Karimun didampingi Gubernur Kepri saat menyalami jemaah haji. f,TRI
batampos– Senin, (24/6), 130 jemaah haji asal kabupaten Karimun tiba di kampung halaman, setelah menginap semalam di asrama haji batam. Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan, ucapan selamat kepada jemaah haji Karimun baik itu yang ada di pulau Moro, Kundur dan pulau Karimun besar.
” Alhamdulillah, selamat dikampung halaman bu haji dan pak haji. Semoga menjadi haji mabrur,” kata Rafiq, di masjid Baitul Karimun.
Ia menyampaikan, bahwa jemaah haji yang usianya paling tua berusia (79) atas nama Muhammad Nubi Ibrahim dari kecamatan Karimun dan Azimar Karim Abdullah (78) dari kecamatan Meral. Kemudian, untuk usia paling muda yaitu Arasyintia Riska Kurniawirawan (21) dan Wafiq Safarasih Kurniawirawan berasal dari kecamatan Kundur.
Sedangkan, JCH per kecamatan yang dimulai dari kecamatan Karimun ada 36 orang, Meral 29 orang, Tebing 21 orang, Meral Barat 5 orang, Kundur 18 orang. Kundur Utara 5 orang, Kundur Barat 1 orang, Moro 8 orang, Durai 2 orang, Belat 1 orang, Ungar 2 orang, PHD kabupaten 1 orang dan PHD Provinsi 1 orang dengan total 130 orang.
” Syukurlah, semuanya tiba dengan sehat walafiat. Sekali lagi saya ucapkan selamat menjadi haji yang mabrur. Tetap jaga kesehatan,” pesannya.
Sementara itu pantauan dilapangan, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim juga menyambut kedatangan para jemaah haji Karimun dipelabuhan international Tanjung Balai Karimun. Dan, tidak lupa secara mendadak tiba Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang tiba di Karimun.
” Selamat ya bapak dan ibu semoga menjadi haji mabrur,” ucapnya.
Ditempat yang sama Petugas Haji Daerah (PHD) H Nurbit Siman menuturkan, kisah selama memunaikan ibadah haji bahwasanya para jemaah haji Karimun selalu saling mengingatkan dan saling memberikan dukungan dengan sesama jemaah haji.
” Saya laporkan pak Gubernur Kepri dan pak Bupati Karimun, selama disana jemaah haji kita tetap semangat. Walaupun, cuaca cukup terik dan tetap menjaga kesehatan,” tuturnya.(*)
Orangtua dan calon peserta didik saat mendaftar di hari terakhir pelaksanaan PPDB SMK di SMKN I Batam, Kamis (13/6). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMA dan SMK Negeri di Kepri telah usai. Ada sekitar 26 ribu peserta yang sudah mendaftar.
Berdasarkan data PPDB Disdik Kepri yang telah keluar, secara umum total peserta pendaftaran ini masih seimbang dengan kuota daya tampung sekolah. Namun untuk Batam tetap tidak seimbang, sebab lebih banyak peserta pendaftaran yang ada di Batam dibandingkan dengan kota atau kabupaten lainnya. Pendaftar di Batam jauh lebih banyak dari kuota daya tampung.
Peserta pendaftaran di Batam mendekati angka 18 ribu orang dan sesuai dengan data dari Disdik Batam, siswa tamatan SMP di Batam tahun ini diangka 19 ribu siswa. Sementara daya tampung SMA dan SMK di Batam secara seluruh sekitar 15 ribuan siswa. Ada sekitar empat ribu calon peserta didik baru di Batam yang akan tereliminasi dalam seleksi PPDB SMK dan SMA Negeri tahun ini.
Ini akan menimbulkan polemik sebab hampir semua orangtua atau masyarakat yang akan menyekolahkan anaknya memilih sekolah negeri sebagai sekolah lanjutan untuk anak mereka. Alasannya cuman satu yakni faktor ekonomi. Sekolah negeri biaya pendidikan lebih murah dibandingkan sekolah swasta. Sebagian besar orangtua mengaku tidak mampu atau keberatan untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta.
“Ya itu tadi, masalahnya di biaya pendidikan. Kalau sekolah swasta juga gratis SPP tentu tidak keberatan kami daftarkan anak ke sekolah swasta,” kata Hendro, warga Batuaji.
Keinginan orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke SMA dan SMK Negeri semakin kuat lagi dengan keluarnya kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk menggratiskan SPP siswa SMA dan SMK tahun ini. Orangtua lebih ngotot lagi untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah negeri.
“Kalaupun tak lolos nanti di jalur PPDB resmi ini, saya akan coba lagi melalui jalur belakang, ” kata Purnomo, warga Sagulung.
Beberapa hari belakangan ini, mulai ramai perbincangan orangtua yang mencari jalur alternatif lain agar anak mereka tetap masuk ke sekolah negeri. Beberapa orangtua bahkan mengaku siap bayar atau beli kursi tambahan agar anak mereka bisa masuk sekolah negeri.
“Tak apalah bayar, asalkan anak saya bisa masuk. Kemarin daftar ke SMAN 19 di Humas Regency. Itulah harapan terakhir saya untuk kelanjutan sekolah anak saya ini,” kata Firdaus, warga Tanjunguncang.
Kekhawatiran dan kemauan keras para orangtua ini belum ditanggapi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung belum menanggapi permintaan kuota tambahan tersebut.
“Sejauh ini belum ada arahan dari Kadisdik atau pak Gubernur. Kuota masih tetap sesuai dalam juknis itu” ujar kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi di Batam, Kasdianto.
Sementara dari sekolah swasta mengaku sangat siap menampung peserta didik yang tidak terakomodir di PPDB sekolah negeri ini. Sejumlah sekolah swasta di Batam bahkan masih kekurangan siswa.
“Masih banyak yang kurang siswa dan kita siap menampung kalau memang datang mendaftar nantinya,” ujar ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam Muhammad Raihan. (*)