Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 3197

Terdakwa Banding, Perkara Pembobolan Rekening Nasabah BRI Akan Bergulir di Pengadilan Tinggi

0
image0 1 1 scaled
Ketiga terdakwa mantan Pegawai BRI Batam saat mendengarkan pembacaan vonis dari majelis hakin PN Batam. F.Yashinta/Batam Pos

batampos – Perkara dugaan pembobolan rekening nasabah BRI yang menjerat 3 mantan pegawai BRI akan bergulir di Pengadilan Tinggi (PT) Batam. Hal itu setelah ketiga mantan pegawai BRI yang berstatus terdakwa mengajukan banding.

Ketiganya yakni Harry, Furqon dan Khairul tidak terima dengan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Yang mana majelis hakim, menjatuhkan hukuman 8 tahun dan 6 bulan terhadap Harry, 7 tahun terhadap Furqon dan Khairul.

Penasehat hukum terdakwa, Lisman dari LBH Suara Keadilan mengatakan ketiga kliennya mengajukan banding.. Alasan banding karena tidak terima dengan putusan majelis hakim.

“Mereka banding, karena usai sidang putusan ketiganya keberatan atas vonis hakim,” ujar Lisman.

Baca Juga: Kelabui BC Batam: Invoice Tertulis Ponsel, Ternyata Berisi Tanah

Namun upaya banding yang dilakukan ketiga terdakwa tak mendapat pendampingan lagi. Ketiganya mengajukan banding tanpa penasehat hukum.

“Untuk banding tidak kami dampingi, mereka maju sendiri,” sebut Lisman.

Juru Bicara PN Batam, Welly Irdianto membenarkan ketiga terdakwa menyatakan banding ke PT. Upaya banding ketiga terdakwa akan ditindaklanjuti oleh PN Batam.

“Ya mereka banding,” ujar Welly.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam memvonis bersalah tiga mantan pegawai BRI yakni Harry Setyawan, Khairul dan Furqon di Pengadilan Negeri Batam, Senin (10/6).

Ketiganya dinilai terbukti menyebabkan kerugian uang nasabah yang disimpan di BRI sebesar Rp 12,5 miliar.

Baca Juga: Gangguan PDN Buat Layanan Paspor di Batam Tertunda

Vonis bersalah terhadap ketiganya dibacakan hakim Yuanne Magaretha sebagai pimpinan sidang yang didampingi hakim Douglas dan Andi Bayu. Dalam amar putusan, dijelaskan perbuatan ketiga terdakwa yang telah mengubah data nasabah, membuat kerugian nasabah yang menyimpan uang di BRI.

Vonis hukuman terhadap Harry Setiawan dengan 8 tahun dan 6 bulan. Sedangkan untuk terdakwa Furqon dan Khairul masing-masing 7 tahun penjara.

Untuk Harry vonis lebih berat 6 bulan, namun untuk Khairul dan Furqon lebih ringan 1 tahun.

Sebelum itu, tiga mantan pegawai BRI Cabang Batam dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam, Senin (3/6). Tak hanya itu, ketiganya yakni Harry, Furqon dan Khairul diwajibkan membayar denda Rp 10 miliar, yang apabila tak diganti maka subsider 6 bulan kurungan.

Pada agenda pembuktiaan keterangan terdakwa, terungkap mudahnya membobol rekening nasabah BRI. Cukup bermodal nekat dan tanpa verifikasi, data nasabah BRI bisa dirubah begitu saja. Sehingga proses pemindahan uang nasabah berjumlah belasan miliar bisa dilakukan dalam waktu sesaat.

Hal itu terungkap dalam proses persidangan keterangan terdakwa kasus pembobolan rekening nasabah BRI di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (2/5). Dalam keterangan para terdakwa yang merupakan mantan pegawai BRI, Harry, Furqon dan Khairul, terungkap mudahnya cara membobol rekening nasabah BRI.

Terdakwa Harry mengatakan pembobolan rekening nasabah itu berawal saat ia dihubungi Sepra (DPO) yang merupakan teman ngopi yang baru dikenal kurang 1 tahun. Dikatakan Harry, Sepra kemudian mengajak bertemu untuk ngopi dan menyampaikan maksudnya agar rekening orang tuanya bisa disinkronkan karena sedang sakit.

Mirisnya, proses sinkronisasi data ternyata tak perlu untuk menghubungi orang yang memiliki rekening. Akibatnya, uang nasabah belasan miliar raib dalam waktu sekejap setelah proses sinkronisasi.

Tak hanya itu, pada proses keterangan saksi, juga diterungkap fakta jika ketiga terdakwa hanya mendapat uang Rp 2,9 miliar dari Rp 12,5 miliar uang nasabah yang dibobol.

Diketahui, ketiganya dijerat dengan pasal undang-undang IT karena telah membobol rekening nasabah BRI senilai Rp 12,5 miliar. Uang belasan miliar itu merupakan milik dari 2 nasabah BRI yang tinggal di Makasar dan Palu. (*)

 

Reporter: Yashinta

Kaesang Beri Sinyal Ogah Berduet dengan Anies Baswedan

0
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

batampos – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan sinyal tidak mau berduet dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024. Kaesang menyatakan bahwa dirinya berbeda dengan Anies Baswedan.

“Sekedar info aja ya buat teman-teman semua dan saya kira sudah tahu, Pak Anies sama saya kan beda,” kata Kaesang di Masjid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

Meski demikian, Kaesang tidak menjelaskan lagi maksud pernyataannya berbeda dengan Anies. Dia juga mengakui belum pernah berkomunikasi dengan Anies soal Pilgub Jakarta.

“Selama ini belum ada komunikasi,” ucap Kaesang.

Lebih lanjut, Kaesang mengatakan dirinya sebenarnya tidak masalah mendapatkan dukungan dari sejumlah partai politik sebagai cawagub. Terpenting, punya etos kerja untuk masyarakat Jakarta.

“Ya, selama memang didukung oleh partai-partai, ya nggak masalah juga. Kan yang sebenarnya itu kita nggak hanya punya popularitas, nggak hanya punya elektabilitas, tapi yang penting etos kerja untuk masyarakat Jakarta yang lebih penting,” pungkas Kaesang. (*)

Pemkab Anambas Tak Mampu Capai Target PAD Tahun 2023, Sektor Pendapatan Pajak Yang Jadi Masalahnya

0
Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas belum mampu memenuhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan pada tahun 2023.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris menyebutkan pada tahun 2023 lalu, Pemkab Kepulauan Anambas memproyeksikan PAD sebesar Rp 41.9 Miliar.

“Sampai dengan akhir tahun 2023, yang terealisasi hanya Rp 29,3 Miliar atau 69 persen,” ujar Abdul Haris di kantor DPRD Kepulauan Anambas, Kamis, (20/6) kemarin.

Adapun sektor PAD yang terserap terdiri dari pendapatan pajak daerah Rp 16 Miliar dari yang diproyeksikan Rp 22 Miliar.

BACA JUGA: 63 Stand Padati Pasar Mahasiswa di Kampus STT Indonesia Tanjungpinang

Kemudian, pendapatan retribusi daerah Rp 7 Miliar dari yang ditargetkan Rp 4.6 Miliar.

Kemudian, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang terserap Rp 1.5 Miliar yang ditargetkan Rp 1,3 Miliar.

Selanjutnya, lain-lain PAD yang terserap Rp 13.4 Miliar dari yang ditargetkan Rp 4.3 Miliar.

“Sektor pendapatan pajak daerah kita masih lemah, belum mencapai target,” kata Haris.

Lemahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak membuat PAD disektor pendapatan pajak belum terpenuhi.

“Ini menjadi pekerjaan buat kita untuk memberikan edukasi pajak kepada masyarakat kalau pajak itu sangat penting untuk pembangunan ditempat kita,” pungkas politisi Partai Persatuan Pembangunan itu. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Gangguan PDN Buat Layanan Paspor di Batam Tertunda

0
Pembuatan Paspor 1 F Cecep Mulyana scaled e1718989347287
Dua orang warga sedang melakukan pembuatan paspor di kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Batam, Selasa (14/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Gangguan sistem pada Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Kominfo berimbas pada layanan keimigrasian di seluruh Indonesia. Sejak Kamis (20/6), sistem keimigrasian mengalami kendala, sehingga berakibat pada lambatnya proses pelayanan di kantor imigrasi, unit layanan paspor, unit kerja keimigrasian, dan tempat pemeriksaan imigrasi di bandara dan pelabuhan.

Pihak Imigrasi Kelas 1 Batam, Kasi intaltuskim imigrasi Batam, Gandha lawrentcius Nadeak, membernarkan gangguan sistem tersebut berimbas pada layanan keimigrasian. Namun pihaknya dapat mengantisipasi pada pelayanan paspor bisa teratasi.

“Karena pada saat pengambilan sidik jari itu masih bisa kita lakukan namun pada saat cetak paspor dan langkah berikutnya itu terkendala, karena kami menetapkan empat hari kerja sehingga persoalan gangguan tersebut dapat teratasi,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Pertama Pendaftar Jalur Afirmasi dan Prestasi SMP di Batam Tembus 4.692 Orang

Sementara itu, dari Bandara Hang Nadim melalui Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) menyebut pelayanan imigrasi di bandara masih aman terkendali.

“Iya untuk pelayanan masih aman terkendali untuk penumpang penerbangan Internasional di Bandara Hang Nadim Batam,” singkatnya, Jumat (21/6).

Sebelumya dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk memulihkan sistem dengan memanfaatkan data backup PDN di Batam.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar Silmy dalam keterangan resmi.

Baca Juga: Sampai Hari Ini, Caleg Terpilih di Batam Belum Ada yang Serahkan Laporan Harta Kekayaan

Bagi masyarakat yang hendak melakukan penerbangan internasional, Silmy mengimbau agar datang lebih awal ke bandara untuk mengantisipasi proses pemeriksaan imigrasi yang mungkin lebih lama.

Meskipun sistem terkendala, petugas imigrasi tetap akan melayani penumpang seoptimal mungkin agar mereka dapat berangkat sesuai jadwal.

Sementara itu, untuk layanan di kantor imigrasi, Silmy menyampaikan bahwa masyarakat yang sudah terjadwal untuk wawancara dan pengambilan data biometrik paspor hari ini tetap akan dilayani seperti biasa.

Baca Juga: Ada Dana Bergulir Rp 10,5 Miliar untuk Pelaku UMKM di Batam

Namun, permohonan percepatan paspor satu hari jadi untuk sementara tidak dapat dilayani dan akan kembali beroperasi setelah sistem normal.

Ditjen Imigrasi akan terus memantau perkembangan situasi dan akan segera menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila sistem PDN Kementerian Kominfo sudah kembali normal dan layanan keimigrasian sudah bisa beroperasi sepenuhnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Banyak Pohon yang Tumbang Akibat Hujan dan Angin Kencang

0
pohon tumbang
Pohon tumbang di depan SMPN 26 Batuaji.

batampos – Hujan deras disertai angin kencang, Jumat (21/6) pagi banyak menumbangkan banyak pepohonan di pemukiman dan jalan di Kota Batam. Di wilayah Kecamatan Sagulung cukup banyak pepohonan yang tumbang.

Salah satunya di jalan pemukiman kaveling Sagulung Baru (Saguba), yang mana pohon tumbang menghalangi akses jalan pemukiman di RT02/RW05, Kelurahan Seibinti.

Camat Sagulung M Hafiz Rosie bersama tim pembersih dari Dinas Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam harus turun ke lokasi membereskan pohon tersebut.

“Alhamdulillah, siang hari sudah beres dibersihkan dan akses jalan sudah bisa dilalui,” kata Hafiz.

Baca Juga: Tegakkan Perda Sampah, Satgas Kecamatan Maksimalkan Patroli Pengawasan Hingga ke Pemukiman

Tumbangnya pohon besar tersebut, disebutkan Hafiz, terjadi pada dini hari saat hujan dan angin kencang. Meskipun berdempetan dengan pemukiman warga, namun pohon tidak menimpah rumah ataupun warga.

“Memang berbahaya dengan pepohonan penghijauan seperti ini. Kami akan terus koordinasi dengan Perkimtan untuk lakukan pemotongan,” ujar Hafiz.

Pantauan di lapangan, wilayah Kecamatan Sagulung dan Batuaji memang rawan dengan tumbangnya pepohonan penghijauan di pinggir jalan dan pemukiman. Banyak pepohonan yang sudah terlampau rimbun dan termakan usia. Butuh penanganan yang rutin agar pepohonan ini tidak membahayakan pengendara ataupun masyarakat.

Beberapa waktu lalu kejadian tragis menimpah seorang pengandara di jalan depan kawasan Mitra Mall, Batuaji. Pengendara motor seorang wanita muda tewas tertimpa ranting pohon yang patah.

Baca Juga: Hujan Deras Sejak Dini Hari, Kantor Camat Nongsa Ikut Terendam

Pekerja dari Perkimtan langsung menanggapi dengan melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon yang sudah berumur tersebut. Namun demikian pemotongan dan pemangkasan ini belum berjalan merata sebab masih banyak pepohonan yang sudah termakan usia yang berdiri di pinggir jalan.

“Bagus kayak yang di median jalan simpang TMP Bilang Gebang itu. Yang tua dipotong dan ditanam yang baru. Sudah mulai besar pohon yang baru ditanam itu. Maunya semua pohon yang sudah tua di potong terus ganti tanam dengan yang baru. Bahaya memang pohon yang sudah tua ini. Banyak sekali di pinggir jalan di Batuaji dan Sagulung ini, ” ujar Hendro, warga Batuaji. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Sistem Imigrasi Alami Gangguan, Penumpang Diimbau Datang Lebih Awal ke Bandara

0
Sejumlah penumpang memadati counter ceck-in Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

batampos – Layanan keimigrasian di bandara mengalami kendala karena terganggunya Pusat Data Nasional (PDN), pada Kamis (20/6). Akibatnya, layanan pemeriksaan di bandara dalam dua hari terakhir dilakukan secara manual.

Untuk diketahui, PDN adalah sistem yang digunakan bersama kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah yang merupakan Pusat Data Nasional Sementara berbasis cloud.

Atas gangguan yang terjadi, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airport mengimbau kepada maskapai penerbangan yang melayani rute Internasional untuk datang lebih awal ke bandara.

“Kami juga menyampaikan imbauan kepada maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan internasional untuk dapat menyampaikan kepada calon penumpang agar datang lebih awal dari jadwal keberangkatan untuk meminimalkan antrean di proses keimigrasian,” kata Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Rahadian D. Yogisworo kepada JawaPos.com, Jumat (21/6).

Lebih lanjut, Rahadian berharap layanan sistem keimigrasian dapat segera kembali normal. Sehingga ke depan pelayanan keimigrasian di bandara bisa berjalan secara normal.

“Kami berharap layanan sistem keimigrasian dapat segera kembali normal, sehingga pelayanan terhadap pengguna jasa bandara, utamanya penumpang rute internasional, dapat segera kembali berjalan secara optimal,” lanjutnya.

Adapun kini, guna meminimalisir penumpukan penumpang di bandara, Angkasa Pura telah menambah personel guna melakukan pemeriksaan pelayanan keimigrasian secara manual.

“Petugas tambahan dikerahkan untuk dapat membantu petugas Imigrasi dalam mengatur antrean demi kelancaran pemeriksaan dokumen keimigrasian,” jelas Rahadian.

Sebelumnya, Menkominfo Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara yang dikelola Kementerian Kominfo mengakibatkan terganggunya beberapa aplikasi layanan nasional yang terintegrasi.

“Gangguan ini berdampak pada beberapa layanan publik, termasuk layanan keimigrasian di bandar udara,” ungkap Budi Arie, Kamis (20/6).

Menkominfo memastikan tim teknis bekerja keras untuk mengatasi masalah ini dan mempercepat proses pemulihan agar layanan publik normal bertahap.

“Saya pastikan saat ini tim sedang bekerja secara optimal untuk mempercepat pemulihan,” tandas Budi Arie.

Meski begitu, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab gangguan tersebut. Beberapa hal yang dapat menyebabkan gangguan total seperti ini antara lain terjadi gangguan pasokan listrik, kerusakan server, gangguan koneksi internet, serta serangan siber seperti DDoS atau Ransomware. (*)

BMPS Berharap Ada Pemerataan Siswa Baru ke Sekolah Swasta

0
8025ed87 109c 4344 b094 cfd6c95e9b52
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Yos Sudarso III Batuaji di Kelurahan Tanjunguncang. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Sekolah swasta di Kota Batam umumnya masih kekurangan siswa baru. Perlu dukungan dari pemerintah agar sekolah-sekolah yang dikelolah oleh Yayasan ini juga memenuhi kuota daya tampung ideal mereka.

Ini disampaikan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam Muhammad Raihan yang menyikapi polemik kuota daya tampung sekolah negeri yang ada di kota Batam.

Seperti diketahui dalam beberapa tahapan PPDB yang sudah dilalui, peserta didik yang mendaftar ke sekolah negeri jauh melebihi kuota daya tampung. Hingga saat ini orangtua ataupun calon peserta didik tetap bersikeras untuk bisa masuk ke sekolah negeri.

“Ini persoalan tiap tahun. Kalau musim PPDB pasti begini. Padahal ada ribuan loh sekolah swasta di Batam ini. Jalan keluar dari pemerintah belum ada agar ada keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta ini,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Pertama Pendaftar Jalur Afirmasi dan Prestasi SMP di Batam Tembus 4.692 Orang

Persoalan kekurangan siswa bagi sekolah swasta ini sebut Raihan, sudah lazim terjadi setiap tahunnya. Berulang kali melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait namun hasilnya tetap sama. PPDB sekolah swasta saat ini umumnya masih dibawa angka 80 persen. Artinya angka kuota ideal jauh belum terpenuhi.

“Rata-rata masih kekurangan siswa kami. Mau diapain lagi? Ini suda takdir kami yang swasta. Tiap tahun kita bahas tapi tetap seperti ini. Kami hanya bisa membangun fasilitas yang lengkap dan tingkatkan mutu, biar dilirik oleh orangtua dan calon peserta didik. Bersaing dengan negeri ya paling dengan cara itu,” ujarnya.

Keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta terjadi, kata Raihan, sulit terjadi jika tidak ada dukungan kebijakan dari pemerintah. Program sekolah gratis yang dilakukan di sekolah negeri belum menyentuh ke sekolah swasta sehingga pandangan sekolah swasta mahal masih melekat dalam benak masyarakat.

“Kalau kami (sekolah swasta) terus menerus melawan takdir tidak bakal ada ujungnya, terkecuali pemerintah punya insiatif mencari solusi untuk sekolah swasta,” katanya.

Baca Juga: Ada Dana Bergulir Rp 10,5 Miliar untuk Pelaku UMKM di Batam

Seperti yang diutarakan sebelumnya, sekolah swasta di Batam, kata Raihan, sangat mampu untuk menampung semua siswa atau calon peserta didik baru baik dari tingkat SD hingga SMA dan SMK. Ada seribuan lebih sekolah swasta dan semuanya memiliki keunggulan dan karakter tersendiri.

Sebagaimana yang disampaikan diatas, sekolah swasta di Batam umumnya menerapkan hukum konsumen yang mana kualitas dan mutu jadi nilai jualnya. Mereka tidak bisa mengabaikan itu demi keberlangsungan sekolah.

“Saya kira semua sekolah swasta menonjolkan mutunya. Itulah nilai jualnya. Orang lihat bagus mutunya maka masuk ke sekolah swasta,” katanya.

Sejumlah Kepala sekolah swasta lainnya di Batuaji dan Sagulung juga menyampaikan pandangan yang sama. Dukungan pemerintah untuk pemerataan siswa sekolah negeri dan swasta sangat dibutuhkan.

Sekolah swasta yang meskipun selalu mengedepankan mutu tatap tidak akan bisa bersaing dengan sekolah swasta karena alasan biaya pendidikan.

Baca Juga: Tegakkan Perda Sampah, Satgas Kecamatan Maksimalkan Patroli Pengawasan Hingga ke Pemukiman

“Nah ini yang perlu diperhatikan agar ada solusi yang tepat. Swasta memang berbayar tapi, dengan situasi yang ada di Batam saat ini, SPP dan biaya Pendidikan di sekolah swasta umumnya terjangkau kok. Di tempat kami ini saja banyak kok dari kalangan kalangan menengah kebawa yang anaknya sekolah di sini,” ujar Kepala Sekolah Yos Sudarso III Batuaji Marianus Sihotang.

Senada disampaikan oleh Kepala Sekolah Prima School Batuaji Priston Silalahi yang mengaku biaya SPP sekolah swasta saat ini cukup bersaing. Dalam arti hampir sama di setiap sekolah dan bisa dijangkau oleh semua kalangan.

“Persoalannya ada pada kebijakan pemerintah. Pemerataan siswa ke sekolah swasta ini juga harus dibuat melalui program-program yang mendukung sekolah swasta yang selama ini disebut sebagai mitra pemerintah. Itu yang perlu diperhatikan agar polemik daya tampung sekolah negeri dan swasta bisa seimbang,” ujar Priston. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Bikin Uang Palsu Rp 22 Miliar, Modalnya Rp 300 Juta

0
Barang bukti uang palsu Rp 22 Miliar

batampos – Sindikat pembuat uang palsu di Jakarta Barat mengeluarkan modal hingga Rp 300 juta untuk menjalankan aksinya. Nilai tersebut digunakan pelaku untuk membeli mesin cetak uang, alat penghitung uang, alat ultra violet dan lain sebagainya.

“Biaya modal kurang lebih Rp 300 juta yang mana peralatan tersebut untuk memproduksi uang palsu,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (21/6).

Awalnya produksi uang palsu ini dilakukan oleh pelaku di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Baru setengah jalan mereka pindah ke Sukabumi.

“Di daerah Gunung Putri produksi dilakukan M baru selesai 50 persen sewa gudang habis, maka para tersangka pindah ke vila Sukaraja, Sukabumi untuk dijadikan lokasi melanjutkan produksi tersebut sampai 100 persen,” jelas Wira.

Setelah selesai produksi, uang tersebut dibawa ke sebuah rumah di Jalan Raya Srengseng, Jakarta Barat. Namun, belum sampai diberikan kepada pemesan berinisial P, sindikat ini sudah tertangkap.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran uang palsu. Tak tanggung-tanggung, uang palsu yang disita senilai Rp 22 miliar.

“Barang bukti ada Rp 22 M uang palsu siap edar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (18/6).

Selain uang palsu miliran rupiah, polisi menyita satu mesin penghitung, satu mesin pemotong uang, satu mesin GTO atau mesin percetakan, dan beberapa tinta warna.

Ade mengatakan, ada tiga orang dicokok dalam kasus ini ini. Ketiganya adalah M, YA, dan FF. Mereka memiliki peran berda-beda. Setelah dikembangkan, tersangka bertambah seorang menjadi 4 orang.

Penangkapan kepada para pelaku dilakukan di Jalan Srengseng Raya Nomor 3 RT1 RW8, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Adapun uang palsu ini rencananya akan disebar untuk Idul Adha.

Para pelaku dikenakan Pasal 244 dan 245 KUHP. Mereka terancam pidana maksimal maksimal 12 tahun penjara. (*)

Harga Emas Perhiasan Terus Naik

0
Harga Emas Turun Dalil Harahap3666
Salah satu toko emas di Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Harga emas perhiasan terus merangkak naik hingga tembus diangka Rp 1.315.000 per gramnya untuk emas 24 karat. Harga ini naik Rp 5 ribu dibanding hari sebelumnya, yang masih Rp 1.310.000 per gram.

Rosa, salah satu pembeli di toko emas Batamcenter membeli emas karena harga emas terus naik. Menurutnya, saat ini emas merupakan investasi terbaik karena harganya yang terus naik. Bahkan jika dibandingkan bulan bulan lalu, harga emas 24 karat naik hampir Rp 300 ribu per gramnya.

“Tiga bulan terakhir harga emas naik drastis. Bulan maret lalu, per gram emas perhiasan masih Rp 1 jutaan lebih, sekarang sudah Rp 1,3 juta lebih,” ujar Rosa.

Baca Juga: Ada Dana Bergulir Rp 10,5 Miliar untuk Pelaku UMKM di Batam

Menurut Rosa, untuk investigasi masyarakat bisa membeli emas atam atau logam mulia. Sedangkan untuk investasi sembari berhiasa, bisa membeli emas perhiasan 24 karat.

“Kalau beli emas 23 dan 22, untuk jual jauh dibanding harga beli. Karena itu, lebih bagus beli emas murni, jual pun tak rugi jika butuh uang cepat,” ungkap Rosa.

Sementara, Abdul pegawai Toko Emas Banda Baru Megamall mengatakan daya jual masyarakat cukup tinggi saat harga emas naik. Namun juga banyak yang membeli emas, tapi dengan ukuran lebih kecil.

Baca Juga: Galangan Kapal Batam Membutuhkan Tenaga Kerja Terampil

“Yang jual banyak, yang beli juga banyak. Biasanya mereka jual yang ukuran besar, kemudian beli yang ukuran kecil. Jadi tetap untung,” sebut Abdul.

Menurut dia, harga emas hari kemarin bisa dikatakan cukup tinggi. Namun biasanya setiap hari harga emas mengalami perubahaan. Kadang naik dan kadang turun.

“Namun untuk sebulan terakhir, memang harga emas sedang tinggi,” pungkas Abdul. (*)

 

Reporter: Yashinta

Saluran Air Kurang Memadai, Sejak 2020 Sudah Tiga Kali Ruang Kelas SDN 004 Desa Ekang Anculai Terendam Banjir

0
Kadisdik Bintan, Nafriyon bersama Kepala SDN 004, Syahrial meninjau langsung saluran air di SDN 004 Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (20/6/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Setidaknya sudah tiga kali ruang kelas SDN 004 di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong terendam air akibat hujan deras.

Penyebabnya, saluran air yang ada baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah kurang memadai.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 004, Syahrial mengungkapkan, sejak 2020 sudah tiga kali air masuk ke ruang kelas.

Dia mengatakan, pihak sekolah telah berupaya mengantisipasi banjir di sekolah dengan melaksanakan gotong-royong.

“Kalau saluran air yang di dalam sekolah sudah digotong-royongkan,” katanya.

Hanya, katanya, saluran yang ada di luar sekolah masih belum memadai.

BACA JUGA: Kecewa Menunggu Lama, Peserta Pawai yang Digelar Pemko Tanjungpinang Bubar karena Hujan 

“Cuma yang di luar gorong-gorongnya kecil, daya tampungnya kurang,” katanya.

Dia berharap, saluran air baik di dalam dan luar lingkungan sekolah dapat ditangani dengan baik untuk mengantisipasi banjir di kemudian hari.

Kepala Dinas Pendidikan Bintan, Nafriyon langsung meninjau saluran air di SDN 004 usai menghadiri acara temu wicara bersama Bupati Bintan, Roby Kurniawan di kantor Desa Ekang Anculai Kamis (20/6/2024).

Dia menyampaikan, untuk penanganan banjir di lingkungan dekat sekolah akan ditangani melalui dana desa.

“Tadi sudah disampaikan Pak Bupati langsung (dalam acara temu wicara), penanganannya melalui dana desa dalam bentuk padat karya gotong-royong masyarakat,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Slamet N