
batampos – Puskesmas Dabo Lama bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel makanan di sejumlah lokasi penjualan takjil di Dabo Singkep, Jumat (27/2).
Pemeriksaan dilakukan di tiga titik wilayah kerja Puskesmas Dabo Lama. Kegiatan ini melibatkan Bidang Kesehatan Lingkungan Dinkes Lingga yang berkoordinasi dengan petugas puskesmas guna memastikan keamanan pangan selama Ramadan.
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum, mengatakan tim mengambil beberapa sampel makanan yang dijual pedagang untuk diuji di laboratorium.
“Hari ini kami mengambil beberapa sampel makanan di titik penjualan takjil. Sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium Puskesmas Dabo Lama untuk dilakukan pengecekan, guna memastikan tidak mengandung bahan berbahaya,” ujar Hesty.
Ia menjelaskan, pengujian difokuskan untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya seperti boraks, formalin, maupun bahan tambahan lain yang tidak layak dikonsumsi dan berisiko bagi kesehatan.
“Nanti akan kami cek apakah ada kandungan bahan berbahaya seperti boraks dan formalin. Jika ada, tentu akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Hesty menambahkan, hasil uji laboratorium ditargetkan keluar pada hari yang sama. Hasil tersebut akan disampaikan kepada pedagang maupun pembuat makanan sebagai bentuk pembinaan sekaligus pengawasan.
Apabila ditemukan kandungan zat berbahaya, pihaknya akan mengambil langkah tegas agar produk tersebut tidak lagi beredar di pasaran.
Menurutnya, pengawasan terhadap penjualan takjil akan terus dilakukan selama Ramadan guna memastikan masyarakat Dabo Singkep dapat mengonsumsi makanan yang aman dan sehat saat berbuka puasa. (*)
Artikel Puskesmas Dabo Lama Cek dan Uji Sampel Takjil di Dabo Singkep, Antisipasi Boraks-Formalin pertama kali tampil pada Kepri.









