Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 3216

Warga Minta Kafe Sunset Beach di Tanjunguban Ditutup, Sidak Tim Gabungan Temukan Botol Miras dan Diduga Wanita “Panggilan”

0
Tim gabungan saat melakukan sidak ke lokasi kafe Sunset Beach di RT 005 RW 003 di Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (20/6/2024). F.Satpol PP Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melakukan sidak ke kafe Sunset Beach di RT 005 RW 003 di Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (20/6/2024) pagi.

Dalam sidak, tim menemukan beberapa botol minuman keras (miras) dan empat orang diduga wanita “panggilan” dari beberapa rumah kos di sana.

Informasi yang diperoleh dari salah satu sumber, petugas menemukan botol miras yang berserakan di sana.

Tidak hanya itu, petugas juga menemukan kamar-kamar kos sebanyak 8 pintu yang diduga dijadikan tempat mesum dan dihuni sejumlah wanita pekerja lepas diduga sebagai wanita “panggilan”.

Lurah Tanjunguban Selatan, Jamal Nasser mengakui, tim gabungan dari Satpol PP, DLH dan DPMPTSP Bintan bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan serta Polsek Bintan Timur turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Warga terganggu suara dari tempat hiburan di sana,” ujar Jamal saat dihubungi, Kamis (20/6/2024).

Tidak hanya itu, tim gabungan juga menerima laporan dari warga soal penjualan miras tidak berizin dan bekas botol miras yang dibuang ke laut.

“Nanti tim akan mengkaji izin dan mengecek dugaan pencemaran,” kata dia.

Terpisah Kasatpol PP Bintan, Suwarsono mengatakan, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut dari keluhan warga terkait aktivitas kafe yang buka hingga pagi dini hari.

“Kita turun setelah ada laporan dari warga langsung ke Pak Bupati,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (20/6/2024).

BACA JUGA:  Ditimpa Alat Berat, 700 Kotak Miras Ilegal Dikubur

Dari sidak tersebut, tim menemukan beberapa botol miras dan beberapa kamar kos yang diduga dijadikan tempat asusila.

“Tim juga menemukan 4 pekerja freelance di sana,” ujarnya.

Dia mengatakan, warga meminta kafe tersebut ditutup karena sudah menimbulkan gangguan ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.

“Tapi kita tidak bisa langsung menyegel, karena ada mekanismenya,” katanya.

Dia mengatakan, akan memanggil pemilik kafe untuk dimintai keterangan terkait laporan dari warga.

“Besok, kita panggil pemilik kafe untuk dimintai keterangan,” tukasnya. (*)

Reporter: Slamet N

Berikan Kemudahan Berusaha, BP Batam Gelar Sosialisasi Terkait Kepelabuhanan di KPBPBB

0

kbppbatampos – Direktorat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam menggelar sosialisasi Forum konsultasi publik yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Kamis (20/6/2024).

Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, kegiatan ini digelar untuk membahas sektor kepelabuhanan, khususnya pengerukan dan reklamasi.

Sebanyak lebih dari 100 peserta dengan khidmat mengikuti jalannya sosialisasi di meeting room Santika Hotel Batam.

“Peserta yang kami undang tidak hanya dari internal BP Batam, namun juga pihak akademisi dan tentunya penggiat usaha kepelabuhanan di Kota Batam,” ujar Direktur PTSP BP Batam, Harlas Buana.

Ia menyampaikan, kegiatan ini penting dihelat guna memastikan keberlangsungan norma, standard, dan prosedur dalam penyelenggaraan proses perizinan yang tertera pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB).

“Jadi pelaku usaha tidak perlu lagi mengurus ke pemerintah pusat karena BP Batam sudah diberikan mandat langsung untuk menerbitkan seluruh perizinan yang ada di KPBPBB,” lanjut Harlas.

Selain itu, untuk mendorong Kota Batam menjadi hub logistik nasional, pengelolaan pada sektor kepelabuhanan harus disempurnakan, khususnya pada Terminal Khusus (Tersus) yang dijalankan lebih kurang dari 130 shipyard di Kota Batam.

“Pada perjalanannya, shipyard akan melakukan reklamasi dalam rangka ekspansi bisnis. Ini tidak bisa kita pungkiri dan wajib menjadi atensi karena ketersediaan lahan di Kota Batam sudah sangat terbatas,” kata Harlas.

Selain itu, kegiatan pengerukan di lokasi-lokasi shipyard juga dibutuhkan untuk meminimalisir sedimentasi dan memperlancar manuver kapal.

“Nah, ini juga sudah diatur perizinannya di BP Batam. Ada kaidah-kaidah yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha sebelum dan sesudah melakukan proses pengerukan,” jelas Harlas.

Ia menegaskan, seluruh proses perizinan beserta dokumen yang dibutuhkan telah tertera di Indonesia Batam Online Single Submission (IBOSS) yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission Nasional (OSS).

“Jadi prinsipnya kami mendorong para pelaku usaha kepelabuhanan untuk memaksimalkan pemanfaatan aplikasi OSS Risk Based Approach (RBA) dan IBOSS ini dalam setiap kegiatan pengerukan dan reklamasi. Karena prosesnya sudah sangat mudah sekali dan dokumennya bisa diunggah di mana saja. Sesuai dengan arahan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi salah satu upaya meningkatkan realisasi investasi adalah dengan mempercepat perijinan berusaha,” ujar Harlas.

Selain itu, Harlas juga menyilahkan para pelaku usaha untuk berkonsultasi dengan BP Batam di Mal Pelayanan Publik (MPP) jika menemukan kendala dalam penginputan berkas.

“Semoga upaya BP Batam dalam mendorong pemanfaatan OSS RBA dan IBOSS dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pelaku usaha kepelabuhanan di Kota Batam, sehingga perekonomian Kota Batam meningkat dengan signifikan di tahun 2024 ini,” pungkasnya.

Adapun kegiatan ini mengundang Koordinator Kelompok Bimbingan Usaha Pengerukan dan Reklamasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Hadi Sholekhan Arif dan Analis Pelabuhan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Alexander Volta Matondang sebagai narasumber

Berikan Kemudahan Berusaha, BP Batam Gelar Sosialisasi Terkait Kepelabuhanan di KPBPBB

0

kbppbatampos – Direktorat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam menggelar sosialisasi Forum konsultasi publik yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Kamis (20/6/2024).

Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, kegiatan ini digelar untuk membahas sektor kepelabuhanan, khususnya pengerukan dan reklamasi.

Sebanyak lebih dari 100 peserta dengan khidmat mengikuti jalannya sosialisasi di meeting room Santika Hotel Batam.

“Peserta yang kami undang tidak hanya dari internal BP Batam, namun juga pihak akademisi dan tentunya penggiat usaha kepelabuhanan di Kota Batam,” ujar Direktur PTSP BP Batam, Harlas Buana.

Ia menyampaikan, kegiatan ini penting dihelat guna memastikan keberlangsungan norma, standard, dan prosedur dalam penyelenggaraan proses perizinan yang tertera pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB).

“Jadi pelaku usaha tidak perlu lagi mengurus ke pemerintah pusat karena BP Batam sudah diberikan mandat langsung untuk menerbitkan seluruh perizinan yang ada di KPBPBB,” lanjut Harlas.

Selain itu, untuk mendorong Kota Batam menjadi hub logistik nasional, pengelolaan pada sektor kepelabuhanan harus disempurnakan, khususnya pada Terminal Khusus (Tersus) yang dijalankan lebih kurang dari 130 shipyard di Kota Batam.

“Pada perjalanannya, shipyard akan melakukan reklamasi dalam rangka ekspansi bisnis. Ini tidak bisa kita pungkiri dan wajib menjadi atensi karena ketersediaan lahan di Kota Batam sudah sangat terbatas,” kata Harlas.

Selain itu, kegiatan pengerukan di lokasi-lokasi shipyard juga dibutuhkan untuk meminimalisir sedimentasi dan memperlancar manuver kapal.

“Nah, ini juga sudah diatur perizinannya di BP Batam. Ada kaidah-kaidah yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha sebelum dan sesudah melakukan proses pengerukan,” jelas Harlas.

Ia menegaskan, seluruh proses perizinan beserta dokumen yang dibutuhkan telah tertera di Indonesia Batam Online Single Submission (IBOSS) yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission Nasional (OSS).

“Jadi prinsipnya kami mendorong para pelaku usaha kepelabuhanan untuk memaksimalkan pemanfaatan aplikasi OSS Risk Based Approach (RBA) dan IBOSS ini dalam setiap kegiatan pengerukan dan reklamasi. Karena prosesnya sudah sangat mudah sekali dan dokumennya bisa diunggah di mana saja. Sesuai dengan arahan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi salah satu upaya meningkatkan realisasi investasi adalah dengan mempercepat perijinan berusaha,” ujar Harlas.

Selain itu, Harlas juga menyilahkan para pelaku usaha untuk berkonsultasi dengan BP Batam di Mal Pelayanan Publik (MPP) jika menemukan kendala dalam penginputan berkas.

“Semoga upaya BP Batam dalam mendorong pemanfaatan OSS RBA dan IBOSS dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pelaku usaha kepelabuhanan di Kota Batam, sehingga perekonomian Kota Batam meningkat dengan signifikan di tahun 2024 ini,” pungkasnya.

Adapun kegiatan ini mengundang Koordinator Kelompok Bimbingan Usaha Pengerukan dan Reklamasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Hadi Sholekhan Arif dan Analis Pelabuhan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Alexander Volta Matondang sebagai narasumber

BPTD Kepri Gelar Sosialisasi Penataan Sistem Zonasi di Kawasan Pelabuhan Penyeberangan

0
WhatsApp Image 2024 06 21 at 08.31.38 e1718940431681
BPTD Kelas II Kepulauan Riau menggelar sosialisasi penataan sistem di pelabuhan di Aula Nagoya Mansion Batam pada Kamis(20/6).

batampos – BPTD Kelas II Kepulauan Riau menggelar sosialisasi penataan sistem di pelabuhan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya keselamatan, keamanan, kelancaran, hingga kenyamanan di terminal serta fasilitas pelabuhan penyeberangan.

Kegiatan yang digelar di Aula Nagoya Mansion Batam pada Kamis(20/6) ini, dihadiri sejumlah narasumber berkualitas dengan pembahasan Peraturan Menteri (Permen) No.91 Tahun 2021 tentang zonasi di kawasan pelabuhan. Sosialisasi ini dibuka Kepala BPTD Kepri, dan dihadiri Kadis se-Provinsi Kepri, serta Satuan Pelabuhan Wilayah kerja BPTD Kepri.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Pengusaha di Batam Untung

Luthfiyah Mardiana, selaku ketua tim substansi pelabuhan penyeberangan TSDP pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa, kegiatan tersebut sengaja digelar guna memberikan pemahaman untuk melayani angkutan penyeberangan, guna meningkatkan pemahaman, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan, keamanan, kelancaran kenyamanan, serta ketertiban di terminal dan fasilitas area pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan.

“Ini merupakan kegiatan sosialisasi untuk operator dan pengawas pelabuhan penyeberangan mengenai sistem zonasi di kawasan pelabuhan penyeberangan di BPTD Kelas II Kepulauan Riau, yang meliputi penerapan sistem zonasi sampai alur penetapan zonasi pelabuhan,” tegasnya.

Dimana target output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah, para operator pelabuhan dapat menyusun dan menerapkan layout zonasi berdasarkan Permen 91 Tahun 2021 pada pelabuhan penyeberangan di BPTD Kelas II Kepulauan Riau.

Baca Juga: Gangguan Suplai Air Bersih di Batam Terjadi Bertubi-tubi

“Untuk saat ini di wilayah Provinsi Kepri, BPTD Kelas II Kepri sudah melakukan zonasi di dua pelabuhan. Diantaranya Pelabuhan Telagapunggur dan Pelabuhan Tanjunguban, serta tiga pelabuhan sedang dalam proses penyusunan diantaranya Pelabuhan Dompak, Selat belia, dan Parit Rampak,” terangnya. (*)

PLN Batam Sukses Jaga Keandalan Pasokan Listrik Selama Hari Raya Idul Adha 1445 H

0

PLNbatampos – PT PLN Batam sukses menjaga keandalan listrik selama perayaan Idul Adha 1445 Hijriah selama periode siaga 16 s/d 18 Juni 2024. Keberhasilan menjaga pasokan listrik tetap andal selama Siaga Idul Adha dilakukan PLN Batam dengan menyiagakan sejumlah petugas yang tersebar di 26 Posko pada berbagai lokasi.

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi menyatakan, berdasarkan realisasi konsumsi daya di Batam selama periode Idul Adha, pasokan daya yang dimiliki PLN Batam sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“PLN Batam menyiapkan total personil Siaga sebanyak 668 orang, selain itu juga kami telah mempersiapkan peralatan pendukung yaitu 16 unit Genset, 3 UPS (Uninterruptible Power Supply) dan 1 Gardu TM Portable. Kondisi pasokan listrik Batam selama siaga juga aman, dengan realisasi beban puncak 467,6 Mega Watt (MW), daya mampu 745 MW dan cadangan 277 MW atau masih 37% dari daya mampu,” jelas Zulhamdi.

Zulhamdi menambahkan bahwa PLN Batam juga meningkatkan keandalan sistem dengan melakukan asesmen dan pemeliharaan secara menyeluruh pada instalasi pembangkitan, transmisi dan distribusi sebelumnya, sehingga tidak ada pekerjaan pemeliharaan pada periode siaga Idul Adha Tahun 2024.

“Perayaan Idul Adha adalah agenda tahunan, tentunya PLN Batam telah melakukan beberapa persiapan dan pengecekan ke lokasi-lokasi masjid atau lapangan yang digunakan untuk Sholat Ied dan tempat penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang tersebar di wilayah Batam. Alhamdulillah pada momen spesial ini, kami pastikan listrik aman, sehingga masyarakat Batam merasa nyaman dan tenteram dalam menjalankan ibadah dan berkumpul dengan keluarga,” tutup Zulhamdi. (*)

Polisi Tangkap Suami Istri, Diduga Menjual 12 Perempuan ke Lelaki Hidung Belang

0
kantor satreskrim Polresta Tanjungpinang

batampos– Unit Jatanras Polresta Tanjungpinang menangkap dua terduga muncikari di kawasan Batu 15 Tanjungpinang, Rabu (19/6) malam. Selain dua pelaku, Unit Jatanras juga turut mengamankan 12 perempuan yang diduga menjadi korban praktek prostitusi.

Dua muncikari yang merupakan pasangan suami istri itu diduga telah menawarkan 12 perempuan yang berasal dari luar daerah kepada lelaki hidung belang di kawasan lokalisasi.

Kanit Jatanras Polresta Tanjungpinang Ipda Freddy Simanjuntak membenarkan penangkapan dua muncikari inisial J dan T tersebut. Dua pelaku diduga mempekerjakan sejumlah perempuan di bawah umur menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Penangkapan itu berdasarkan laporan masyarakat,” katanya di di Mapolresta Tanjungpinang, Kamis (20/6).

BACA JUGA: Usai Digagahi Pacar, Pelajar SMP hendak Dijual ke Pria Hidung Belang di Batam

Saat melakukan penangkapan di kawasan Batu 15 Tanjungpinang, selain dua pelaku, polisi juga turut mengamankan 12 orang perempuan yang diduga menjadi korban praktek prostitusi.

“Ada 12 perempuan jadi korban. Empat korban diantaranya masih di bawah umur. Kemudian dua pelaku (muncikari) kami amankan juga,” ungkap Freddy.

Terkait telah berapa lama dua pelaku menjalankan bisnis haram ini, Freddy mengatakan penyidik Satreskrim Polresta Tanjungpinang masih melakukan penyelidikan.

Saat ini penyidik Satreskrim Polresta Tanjungpinang masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua pelaku yang merupakan pasangan suami istri tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelas Freddy. (*)

Reporter: Yusnadi N

Sejak Awal 2024, 34 Anak di Bintan Jadi Korban Kekerasan

0
ilustrasi | freepik

batampos – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Bintan mencatat ada 31 kasus kekerasan perempuan dan anak dengan korban sekira 36 orang terhitung sejak awal 2024.

Kasi Perlindungan, Pencegahan, dan Penanganan Kekerasan pada Perempuan dan Anak pada DP3KB Bintan, Wuri Handayani mengatakan, sampai awal Juni 2024, sudah ada 31 kasus kekerasan pada perempuan dan anak, dengan jumlah korban sekira 36 orang.

Tahun lalu, sampai Desember 2023, ada 59 kasus dengan 77 korban.

Dari 36 orang korban, dia menyebut, 34 orang anak menjadi korban terdiri dari 16 orang korban perundungan (bullying), sisanya 18 orang korban kekerasan seksual. Para korban tidak hanya berusia remaja namun ada juga yang masih balita.

Dari sekain banyak korban, dia mengakui, ada juga anak sebagai pelaku. Ini terjadi karena diawali si anak pernah menjadi korban.

Namun, dia menegaskan bahwa dalam Undang-undang (UU) perlindungan anak, baik anak sebagai korban ataupun pelaku memiliki kedudukan yang sama yakni sebagai korban.

Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak terjadi karena beberapa penyebab, antara lain perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup dan sosial budaya yang mempengaruhi serta masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kekerasan seksual.

“Pergeseran normal dan perilaku masyarakat juga berperan besar dalam hal ini,” katanya, saat dihubungi Jumat (14/6/2024).

Oleh karena itu, dia memberi saran agar pendidikan seksual diajarkan sejak dini, karena pendidikan seksual tidak hanya pengenalan reproduksi tapi pengenalan siapa saja yang bisa dikenal si anak.

“Misalkan ada anak usia 3 tahun yang sudah mengenal dan berinteraksi dengan orang dewasa. Di sini, kita kenalkan siapa saja yang bisa si anak kenal,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, tidak semua korban kekerasan seksual terutama perempuan bisa langsung melapor. Karenannya diperlukan dukungan orang terdekat.

Dia berharap dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk saling bersinergi dan terintegrasi dalam proses perlindungan, pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Tidak Ada Bantuan untuk Sekolah Swasta Karena Keterbatasan Anggaran

0
Tri Wahyu Purbianto Kadisdik Batam Dalil Harahap 78 scaled e1697799331527
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Tri Wahyu Rubianto. F.Dalil Harahap

batampos – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rudianto menyebutkan, sejauh ini bantuan yang diberikan pemerintah yang bersumber dari APBD Batam diperuntukkan bagi guru swasta. Sementara bantuan sekolah swasta belum ada. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran daerah saat ini.

“Untuk sekolah swasta saat ini Pemerintah Kota Batam membantu dalam bentuk insentif pada guru swasta yang ada di Kota Batam. Bantuannya langsung diterima oleh guru yang bersangkutan. Tapi kalau subsidi dari APBD untuk sekolah swasta sampai saat ini belum ada,” ujarnya, Kamis (20/6).

Menurut Tri, keterbatasan anggaran daerah saat ini menjadi alasan tidak adanya bantuan bagi sekolah swasta. Selain itu ia melihat sekolah-sekolah di Batam juga telah mendapat bantuan operasional sekolah swasta yang dicover melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pemerintah pusat.

Baca Juga: Anggota DPRD Batam Minta Disdik Tidak Menganaktirikan Sekolah Swasta

“Belum ada rencana untuk itu. Apalagi keterbatasan anggaran APBD kita, tentu hal ini belum memungkinkan,” tuturnya.

Disinggung mengenai adanya 628 calon siswa SD di Batam tak dapat bersekolah di sekolah negeri karena persoalan daya tampung dalam suatu zonasi, Tri meminta masyarakat yang anaknya tidak lolos PPDB di SD Negeri untuk mencari sekolah alternatif. Sebab kuota SD negeri terbatas. Sementara jika dilakukan penambahan kuota juga terkendala jumlah guru.

“Sementara kami meminta kepada orang tua dan wali murid untuk mendaftar anaknya di sekolah swasta,” ucap Tri.

Baca Juga: Pelatihan Kerja Dimulai, Kadisnaker Batam Optimis Terserap di Dunia Kerja

Namun begitu Dinas Pendidikan Kota Batam kini sedang menunggu arahan dari Walikota Batam, Muhammad Rudi. Solusi yang paling mendekati untuk persoalan daya tampung ini seperti mengarahkan siswa tertolak ke sekolah-sekolah terdekat yang memiliki daya tampungnya belum terpenuhi.

“Jadi memang kalau dilihat dari secara global, RDT kita masih ada sisa tapi di luar dari zonasi sekolah calon siswa. Misal di Bengkong dan Batam Kota, daya tampungnya sudah tidak ada, tapikan di kecamatan lainnya masih ada,” jelas Tri Wahyu. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Anggota DPRD Batam Minta Disdik Tidak Menganaktirikan Sekolah Swasta

0
udin sihaloho
Udin P Sihaloho

batampos – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam Udin P Sihaloho meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam untuk tidak menganaktirikan sekolah swasta dalam upaya penanganan masalah pendidikan di kota ini.

Desakan ini muncul setelah ratusan calon siswa SD dilaporkan tidak diterima di sekolah negeri dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2024/2025. “Kalau bisa pemerintah kota Batam memeberikanmu insentif juga kepada sekolah swasta jangan jadikan sekolah swasta ini sebagai anak tiri,” kata Udin.

Dewan juga meminta agar Dinas Pendidikan mematuhi betul aturan penerimaan peserta didik baru. Jangan sampai ada praktek-praktek titip menitip seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kalau bisa aturan itu ditegakkan betul-betul. Jangan nanti ada pula siswa yang diterima dan tidak diterima,” kata dia.

Baca Juga: PPDB di Galang: 328 Pendaftar SD, yang Tidak Diterima Hanya 5 Orang

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto menyebutkan, usai pengumuman pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) terdapat ratusan calon peserta didik baru yang tidak lolos atau ditolak dan belum mendapatkan sekolah hingga saat ini.

“Totalnya ada 628 siswa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Batam,” ujarnya, Rabu (19/6).

Tri menjelaskan, jumlah rencana daya tampung (RDT) pada dasarnya mencukupi jumlah pendaftar yang ada. Sehingganya PPDB tingkat SD negeri yang telah selesai digelar tidak terdapat kendala. Namun, dalam perjalanannya proses PPDB tingkat SD tersebut berjalan tidak merata dan menyebabkan beberapa sekolah di Batam mengalami kelebihan pendaftar.

Baca Juga: Terjerat Pinjol Sulit Dapat Kerja, Apindo Batam: Belum Ada Persyaratan BI Checking

“Perlu diketahui RDT kita di tahun ini sebanyak 12.528 siswa. Sementara yang mendaftar melalui aplikasi ppdbbatam.id itu sebanyak 12.349 siswa dan yang melengkapi berkas pendaftaran itu sebanyak 11.755 orang siswa,” ungkap Tri.

Peserta yang sudah melengkapi persyaratan dalam PPDB itu sudah dinyatakan lulus sebanyak 11.755 siswa. Namun kemudian setelah dilakukan seleksi yang dapat diterima hanya 11.127 siswa dan yang ditolak 628 siswa. “Sehingga kita masih ada sisa RDT Sebanyak 1.041 orang siswa lagi,” terang Tri. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Gerindra Buka Opsi Usung Ridwan Kamil-Kaesang di Pilgub Jakarta

0
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

batampos – Kontestasi Pilkada Jakarta 2024 terus menunjukkan dinamikanya. Kali ini Partai Gerindra membuka opsi mengusung non kader dan tokoh dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Pilkada Kota Metropolitan tersebut. Yaitu, mengusung politikus Partai Golkar Ridwan Kamil dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep sebagai cagub-cawagub.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, nama-nama tokoh yang potensial maju di Pilgub Jakarta bakal dipertimbangkan Partai Gerindra, termasuk Kaesang untuk maju mendampingi Ridwan Kamil.

“Apa pun, kalau Kaesang kan memenuhi syarat untuk maju, jadi saya sendiri nggak akan terkejut misalnya suatu saat Mas Kaesang maju. Tidak ada masalah menurut saya, tapi keputusannya nanti disampaikan,” kata Habiburokhman di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6).

Habiburokhman mengutarakan, Partai Gerindra menyiapkan banyak opsi untuk mengusung bakal calon di Pilkada Serentak 2024. Utamanya mengusung kader sendiri, lalu mengusung tokoh dari partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), dan dari tokoh-tokoh potensial di luar Gerindra dan KIM.

“Banyak opsi. Bagi kami Partai Gerinda di 34 provinsi, sekian ratus kabupaten kota, ya kalau bisa kader Gerindra maju dan menang bagus. Kalau bisa kader partai Koalisi Indonesia Maju dan menang bagus. Tapi kalau memang nggak bisa maju atau maju dan kalah, ya bukan kiamat juga kok, nggak ada masalah gitu,” ucap Habiburokhman.

Karena itu, pihaknya selalu menyiapkan berbagai macam opsi dengan pertimbangannya masing-masing. “Jadi segala macam opsi sudah ada, kalau ngga bisa A, ya B, kalau nggak bisa B, ya C,” pungkas Habiburokhman.

Sebelumnya, Kaesang Pangarep mengaku dirinya siap maju di Pilkada Jakarta. Bahkan, Kaesang sendiri mengatakan tak masalah jika harus dipasangkan dengan Anies Baswedan maupun Ridwan Kamil.

“Siap juga, saya balik lagi namanya politik kita ya nggak masalah kok dengan siapapun,” ucap Kaesang di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (13/6).

Menurut dia, PSI memiliki 8 kursi di DPRD DKI Jakarta. Sehingga mempunyai perahu untuk berkontestasi di Pilkada Jakarta, meskipun tetap harus berkoalisi dengan partai lain. “Tapi kalau saya ditanya siap atau engga, ya harus siap,” pungkas Kaesang. (*)