Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 3218

Pertamina Bersedia Ganti Tabung Gas Rusak

0
Pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg menunjukkan tabung gas yang rusak tanpa ada besi pemegangnya

batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengupayakan beberapa solusi untuk menambah pasokan gas elpiji 3 kg di Tanjungbalai Karimun. Baik kepada pihak Pertamina dan kepada para agen yang mengangklut dan mendistribusikannya.

”Minggu lalu Pak Bupati sudah menyampaikan beberapa kondisi terkait gas elpiji 3 kg. Diantaranya, adanya 28 ruibu tabung gas yang rusak. Salah satu kerusakan tabung gas tersebut gundul atau tidak ada gagang besi pemegangnya. Hal ini disampaiklan langsung ke Pertamina,” ujar Kepela Dinas Koperasi,. Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Basori, Minggu (23/6).

Alhamdulillah, lanjutnya, respon dari Pertamina positif. Yakni, bersedia untuk mengganti tabung gas yang rusak. Hanya saja, belum bisa seluruhtabung yang rusak diganti. Melainkan, hanya 13 ribu tabung saja dulu dalam waktu dekat akan direalisasikan. Sisanya 15 ribu tabung rusak lagi akan diupayakan lagi.

BACA JUGA: Rumah Ditinggal Mudik Lebaran, Pencuri Sikat Mas Batangan hingga Tabung Gas Elpiji

”Kemudian, solusi lain yang disampaikan Pak Bupati ke para agen adalah pengambilan atau penebusan gas elpiji. Jika biasanya dalam satu bulan hanya melakukan tiga kali penebusan atau pengangkutan dari Pertamina Tanjunguban, maka ke depan dalam satu bulan akan dilakukan 4 kali pengambilan gas elpiji. Dan, hal ini juga sudah disetujui,” ungkap Basori.

Selanjutnya, tambah Basori, kepada para agen agar menambah truk yang digunakan untuk mendistribusikan gas elpiji 3 kg dari pelabuhan ke pangkalan. Penambahan truk angkutan untuk distribusi gas epliji 3 kg ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan masyarakat dalam mendapatkan gas pada satu pangkalan. .

”Penambahan truk milik agen untuk mendistribusikan gas elpiji 3 kg dari pelabuhan ke pangkalan juga sudah disanggupi. Hal ini untuk menghidnari kesan negatif bahwa gas langka. Padahal, gas ada hanya saja belum terdistribusi menyeluruh karena truk angkutan yang digunakan terbatas. Kita juga sudah berkoordinasi dengan agen untuk mengupayakan di lokasi pelabuhan tempat pembongkaran gas agar bisa menggunakan alat kren. Sehingga, hal ini bisa mengurangi kerusakan pada tabung gas,” jelasnya.

Menyinggung tentang pasokan gas elpiji 3 kg, Basori menyebutkan, untuk hari ini (Minggu) ada 16 LO atau 8.640 tabung dari agen PT PJA. ”Seharusnya kapal masuk pada Sabtu (22/6). Namun, disebabkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, maka kedatangan kapal baru bisa hari berikutnya. Jika air laut pasang, maka kapal bisa langsung sandar ke pelabuhan dan melakukan pembongkaran. Dan, PT PJA yang sebelumnya hanya menggunakan 2 unit truk untuk mendistribusikan saat ini sudha menambah 3 unit. Sehingga, gas bisa cepat sampai ke pangkalan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi P

Disdukcapil Data 26.443 Warga Baru di Batam

0
kerja
Pencaker antre memasukkan lamaran kerja di SP Plaza, Sagulung, beberapa waktu lalu. Pendatang yang masuk ke Batam sepanjang tahun ini didominasi pencaker maupun pindah tugas. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Mencari kerja, pindah tugas, hingga melanjutkan pendidikan, masih jadi alasan yang paling banyak bagi warga yang mengurus surat pindah dari luar daerah ke Kota Batam.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, sepanjang tahun 2024 ini sebanyak 26.443 pendatang disetujui menjadi warga Kota Batam. Data tersebut terakumulasi pada 12 kecamatan se-Kota Batam.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Heryanto, mengatakan, para pendatang tersebut mengurus pengajuan pindah datang ke Dispendukcapil Batam karena sejumlah alasan. Paling banyak karena cari kerja, pindah kerja dan melanjutkan pendidikan.

”Yang mengajukan surat datang itu ada 15.413 surat dengan jumlah warga yang datang 26.443 orang,” ujar Heryanto.

Pengajuan berkas pindah datang terbanyak ada di Kecamatan Sagulung yakni sebanyak 4.736 orang. Lalu, Batam Kota 4.706 warga yang datang dan Kecamatan Sekupang dengan 4.436.

”Paling banyak karena nyari kerja ke Batam,” tuturnya.

Selain warga yang pindah datang, Disdukcapil Batam juga menerima berkas pindah keluar dari warga Kota Batam. Jumlah warga Batam yang pindah keluar Batam ini jauh lebih sedikit dibandingkan warga pendatang yang masuk ke Batam.

Dimana, ada 10.119 permohonan dengan jumlah yang pindah sebanyak 19.522 orang. Adapun, alasan mereka pindah ke luar Batam karena rumah dan juga karena pindah pekerjaan. Untuk pindah keluar Batam ini juga paling banyak ke luar provinsi.

Heryanto menegaskan, dalam mengeluarkan izin pindah datang maupun pindah keluar, pihaknya tidak sembarangan. Berkas yang diserahkan akan diverifikasi terlebih dahulu. Mulai dari catatan administrasi pendukung hingga pencocokan data.

Ercep, salah seorang warga luar Batam yang mengurus surat pindah ke Batam mengaku supaya cepat mendapat pekerjaan apabila memiliki KTP Batam. Pria asal Sumatra Barat itu mengaku sudah 3 bulan di Batam dan memiliki e-KTP Batam.

”Kalau sudah urus surat pindah ke Batam ini mau mengurus surat-surat lain jadi lebih mudah. Selain itu, mau cari kerja juga lebih yakin kalau sudah punya KTP Batam,” tuturnya. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

Jemaah Haji Kloter BTH 02 Mendarat, Ungkap Syukur Banyak Kemudahan Proses Ibadah Haji di Tanah Suci

0
Senyum Jemaah Haji Kloter BTH 02 setelah mendarat dan tiba di tanah air. f. humas kemenag

batampos– Jemaah Haji kelompok terbang (kloter) 2 Debarkasi Batam (BTH) tiba di Tanah Air sekitar pukul 18:00 WIB, Ahad (23/06/2024). Jemaah berjumlah sebanyak 446 orang termasuk di dalamnya 5 petugas kloter (terdiri dari 3 orang tenaga kesehatan, 1 Ketua Kloter, 1 Pembimbing Ibadah), dan 4 (Petugas Haji Daerah) masing-masing dari Anambas, Karimun, Lingga dan, 1 orang dari Provinsi Kepri.

“Awalnya saat berangkat jemaah berjumlah 446 orang, namun 1 orang tunda berangkat karena sakit dan menyusul di pemberangkatan kloter 7. Sekarang yang kembali ke Tanah Air sebanyak 446 orang, 1 orangnya mutasi masuk tanazul (pulang cepat) dari kloter 20, sehingga jumlah jemaah kembali menjadi 446 orang,” kata Ketua Kloter BTH 02, Dela Pulda, saat penyambutan dan penjemputan jemaah oleh daerah masing-masing di Ruang Arafah 1 Asrama Haji Batam.

Dela Pulda melaporkan, selama di Tanah Suci, jemaah selalu mendapat kemudahan dalam melaksanakan proses ibadah. Ini tidak lepas dari penerapan kebijakan isti’thaah kesehatan dan pelayanan yang mengutamakan ramah lansia. Kondisi jemaah selama 40 hari di Tanah Suci pun dalam keadaan yang masih dapat ditangani oleh petugas kloter.

“Kami selalu mendapatkan kemudahan. Tidak ada satupun dari jemaah yang sampai dirawat baik di KKHI (Kantor Kesehatan Haji Indonesia) maupun di RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi). Sakit ada tapi bisa diselesaikan di kloter. Ada yang dirujuk tapi hanya rawat jalan tak sampai rawat inap. Sakit yang selalu menemani jemaah ya yang seperti bapak ibu dengar saat ini, batuk,” terang Dela Pulda.

BACA JUGA: Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji BTH 01 Akui Inovasi Layanan Ramah Lansia Mudahkan Proses Ibadah

Ia pun menceritakan kemudahan-kemudahan yang dirasakan oleh jemaah saat melaksanakan puncak haji. “Pergerakan ke Arafah cepat, juga dari Muzdalifah ke Mina. Jam 5 subuh sudah sampai di Mina semua. Jam 7:30 sudah selesai pendorongan kembali ke hotel (dari Mina),” ungkapnya.

Dela mengakui kemudahan ini tidak lepas dari campur tangan PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) baik di Arab Saudi, maupun PPIH di embarkasi saat keberangkatan dan debarkasi saat pemulangan

“Alhamdulillah kemudahan ini tidak lepas dari PPIH, kami mendapat pelayanan yang baik, komunikasi selalu berjalan lancar sehingga kendala di lapangan bisa terselesaikan dengan cepat. Sesama petugas kloter pun bisa berkomunikasi baik mulai dari petugas kloter, PHD, dan jemaah,” ujarnya.

Ketua PPIH Mahbub Daryanto berpesan singkat saat itu kepada jemaah untuk beristirahat yang cukup dan mendatangi klinik kesehatan tempat sebelumnya melakukan istitha’ah kesehatan jika merasa sakit setibanya di daerah asal.

Mahbub juga meminta doa agar diberi kelancaran selama proses pemulangan jemaah haji di Debarkasi Batam. “Mohon doa, masih ada 26 kloter lagi yang masih harus dilayani,” ungkapnya.

Hadir saat itu perwakilan pimpinan kepala daerah dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota dari asal daerah jemaah. Jemaah haji BTH 02 berasal dari Kota Batam, Kabupaten Anambas, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Karimun. (*)

 

Reporter: Jailani

Ada Kendala Teknis, Pemeliharaan Sistem Kelistrikan di WTP Sei Ladi Ditunda

0

batampos – Pengerjaan pemeliharaan sistem kelistrikan dan pompa di instalasi pengelolaan air minum di WTP Sei Ladi, Kota Batam, Kepulauan Riau, ditunda. Penundaan dilakukan lantaran ada ada kendala teknisnya.

Gangguan pelayanan air mati atau aliran air kecil telah berlangsung sejak 20 Juni lalu. Beberapa wilayah terdampak meliputi, Tiban, Kota Mas, Bukit Permata, Tanjunguma, dan sekitarnya.

Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah mengatakan, kendala yang dialami dalam proses pemeliharaan sistem kelistrikan yakni ketersediaan material. Hal ini akan digesa secepat mungkin.

Menurut dia, perencanaan pekerjaan dan pemeliharaan sistem kelistrikan itu harus dilakukan melewati pengkajian secara matang guna meminimalisir lama wakti dan mengefektifkan pekerjaan. Untuk informasi selanjutnya akan disampaikan oleh perusahaan.

“Belum dapat dipastikan (kapan pengerjaan) saat ini, namun yang pasti akan segera kami beritahukan segera untuk jadwal pastinya,” kata dia, Senin (24/6).

Meski demikian, beberapa wilayah yang terdampak sampai hari ini masih teraliri air normal seperti biasanya. Misalnya di Tiban, di sana air masih tersuplai dengan baik.

“Karena beberapa peralatan di WTP seperti pompa menggunakan tenaga listrik, aliran suplai dapat mengecil, akibat apabila ada perbaikan,” kata dia.

Pemeriksaan dan pemeliharaan semua infrastruktur dilakukan secara rutin dan berkala, mulai dari pengecekan maupun maintenance. Ini bentuk upaya pencegahan terjadinya kerusakan yang mengakibatkan infrastruktur tidak dapat beroperasi.

“Hal ini penting karena pelayanan akan suplai air harus terus berjalan kontinu,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Ada Kendala Teknis, Pemeliharaan Sistem Kelistrikan di WTP Sei Ladi Ditunda

0

batampos – Pengerjaan pemeliharaan sistem kelistrikan dan pompa di instalasi pengelolaan air minum di WTP Sei Ladi, Kota Batam, Kepulauan Riau, ditunda. Penundaan dilakukan lantaran ada ada kendala teknisnya.

Gangguan pelayanan air mati atau aliran air kecil telah berlangsung sejak 20 Juni lalu. Beberapa wilayah terdampak meliputi, Tiban, Kota Mas, Bukit Permata, Tanjunguma, dan sekitarnya.

Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah mengatakan, kendala yang dialami dalam proses pemeliharaan sistem kelistrikan yakni ketersediaan material. Hal ini akan digesa secepat mungkin.

Menurut dia, perencanaan pekerjaan dan pemeliharaan sistem kelistrikan itu harus dilakukan melewati pengkajian secara matang guna meminimalisir lama wakti dan mengefektifkan pekerjaan. Untuk informasi selanjutnya akan disampaikan oleh perusahaan.

“Belum dapat dipastikan (kapan pengerjaan) saat ini, namun yang pasti akan segera kami beritahukan segera untuk jadwal pastinya,” kata dia, Senin (24/6).

Meski demikian, beberapa wilayah yang terdampak sampai hari ini masih teraliri air normal seperti biasanya. Misalnya di Tiban, di sana air masih tersuplai dengan baik.

“Karena beberapa peralatan di WTP seperti pompa menggunakan tenaga listrik, aliran suplai dapat mengecil, akibat apabila ada perbaikan,” kata dia.

Pemeriksaan dan pemeliharaan semua infrastruktur dilakukan secara rutin dan berkala, mulai dari pengecekan maupun maintenance. Ini bentuk upaya pencegahan terjadinya kerusakan yang mengakibatkan infrastruktur tidak dapat beroperasi.

“Hal ini penting karena pelayanan akan suplai air harus terus berjalan kontinu,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Buaya Kembali Muncul di Sagulung, Warga Diminta Jauhi Bantaran Sungai

0
Buaya Berbahaya Dalil Harahap 4
Lokasi buaya liar di sungai Seilangkai, Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Warga yang bermukim di bantaran sungai Seilangkai Sagulung kembali menemukan buaya berukuran besar berkeliaran di sepanjang alur sungai. Terakhir dilihat pada, Minggu (24/6) malam oleh sekelompok bapak-bapak yang sedang nongkrong di perumahan Mukakuning Pratama.

Munculnya buaya ini sempat terekam kamera ponsel warga. Dari rekaman itu disebutkan warga yang sedang duduk di salah satu bale bale tongkrongan yang berada di pinggir sungai kaget mendapati seekor buaya yang memperhatikan mereka dari dalam sungai.

Perekam video sebut itu terjadi di lingkungan RW 24 perumahan Mukakuning Pratama, Sagulung. Terlihat dengan jelas ada buaya yang berada di dalam sungai tersebut. “Saya ketua RW 24 himbau kepada segenap masyarakat untuk tidak mendekati lokasi sungai. Ada buaya, ” ujar pria yang merekam video tersebut.

Kepala resort BKSDA Mukakuning Rempang Batam Yon Romby Sihotang saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima aduan muncul buaya tersebut dari masyarakat. “Siang ini tim kita turun ke sana untuk mengecek. Itu semalam katanya. Kita coba telusuri dan tindakan yang diambil disesuaikan dengan hasil penelusuran tim di lapangan nanti, ” kata Yon.

Kapolsek Sagulung Iptu Donald Tambunan juga menyampaikan hal yang sama. Ada laporan warga terkait kemunculan buaya yang mengkhawatirkan keselamatan warga tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan lebih lanjut.

“Untuk sementara kita imbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati alur sungai itu. Tim patroli dan Bhabinkamtibmas sudah ke lapangan sekalian pasang plang peringatan, ” ujar Donald.

Seperti diketahui, alur sungai Seilangkai yang membentangkan hingga ke wilayah perairan Seipelenggut Sagulung sering muncul buaya berukuran besar.

Pihak BKSD bersama TNI dan Polri sebelumnya sudah berupaya menyisir dan mengangkat sebagian buaya yang ada di sepanjang alur sungai ini demi keamanan masyarakat. Namun karena itu habitat asli buaya sehingga kembali muncul.

“Itu habitat buaya memang jadi tidak bisa kita musnahkan dengan bersihkan semua buaya dari sana, ” kata Yon. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Kolaborasi Sistem Data Regsosek Diluncurkan, Gubernur Ansar: Sarana Mengurai Akar Kemiskinan

0

batampos– Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menghadiri Acara Peluncuran Kolaborasi Pemanfaatan Sistem Data Registrasi Sosial Ekonomi, dalam rangka Mewujudkan satu data menuju Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, (20/06).

Sistem Data Registrasi Sosial Ekonomi atau di singkat Regsosek merupakan basis data mengenai berbagai kondisi sosial, ekonomi, kemasyarakatan hingga kemiskinan di Indonesia ke dalam satu sistem data. Dalam rangka penyebarluasan dan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi oleh Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga yang telah berlangsung pascapenetapan Surat Edaran Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 8 Tahun 2023 tentang Prosedur Penyebarluasan Data Registrasi Sosial Ekonomi, Kementerian PPN/Bappenas.

Acara peluncuran tersebut bertujuan untuk memperkenalkan sistem satu data sosial ekonomi yang inovatif dalam mendukung upaya perencanaan dan penganggaran berbasis bukti untuk mengatasi berbagai isu yang terjadi di tingkat masyarakat.

BACA JUGA: Tuntaskan Monumen Bahasa Melayu Penyengat, Gubkepri Minta Dukungan Menteri PPN/Bappenas

Acara tersebut langsung dibuka oleh menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa selain dimanfaatkan oleh instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, akses data Regsosek juga akan diberikan kepada akademisi dan organisasi masyarakat untuk mendukung proses-proses kajian ataupun kegiatan lainnya yang dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan program Pemerintah. Suharso menjamin, proses ini dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi.

“Pembangunan sistem Regsosek merupakan amanat langsung dari Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi menginginkan adanya reformasi dalam sistem perlindungan sosial dengan perbaikan basis data penerimaan manfaat” ujarnya.

Menurut Suharso dengan perbaikan data tersebut, maka bantuan sosial akan lebih tepat sasaran dan mampu mengentaskan kemiskinan dengan lebih cepat. “Dengan data Regsosek ini mudah-mudahan kita segera bisa mengatasi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem,” kata Suharso.

Gubernur kepri Ansar Ahmad menyambut dengan optimis sistem data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Ia yakin hal tersebut dapat menjadi salah satu solusi cepat untuk mengurangi angka kemiskinan di tanah air.

“Regsosek merupakan langkah penting untuk menciptakan basis data yang komprehensif terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Regsosek inilah cara untuk bisa mewujudkan perlindungan sosial yang konkret.” katanya.

Menurut Gubernur Ansar, Regsosek memiliki peran penting karena mengumpulkan data seluruh penduduk, termasuk profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Data ini akan digunakan untuk program perlindungan sosial dan perencanaan pembangunan.

“Saya harap Regsosek dapat mengurai akar permasalahan kemiskinan di Provinsi Kepri. Dengan data yang lebih baik, bantuan sosial diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan mengentaskan kemiskinan lebih cepat” pungkasnya. (*)

Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam, Charis dan Cahaya Masa Depan (CMD) Singapura Bakti Sosial di Asrama Santo Fransiskus Xaverius, Karimun

0
Petugas kesehatan dari Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam, Charis dan Cahaya Masa Depan (CMD) Singapura
foto bersama par apelajar di Asrama Santo Fransiskus Xaverius, Karimun usai bakti sosial

batampos- Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam, Charis dan Cahaya Masa Depan (CMD) Singapura menggelar bakti sosial di Asrama Santo Fransiskus Xaverius di Tanjung Balai Karimun, Sabtu (22/6/2024).

Acara ini dihadiri oleh 180 peserta dari TK, SD, dan SMP Immanuel serta beberapa petugas dan guru sekolah, yang menerima pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Dalam acar aini, Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam berperan penting dengan menurunkan 40 petugas kesehatan terdiri dari Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum, Dokter Gigi dan tenaga medis lainnya.

BACA JUGA: HUT ke 5 MIND ID, Anak Yatim dan Piatu di Yayasan Al Muhajirin Kundur Antusias Ikuti Bakti Sosial PT Timah Tbk

Tim Charis dan Cahaya Masa Depan (CMD) Singapura yang turut hadir sebanyak 16 orang. Ada 6 jenis pelayanan pemeriksaan yakni Pemeriksaan Umum, Pemeriksaan Gizi, Pemeriksaan Mata, Pemeriksaan Darah, Pemeriksaan Gigi, Serta Pemberian Vitamin dan Obat-obatan.

dr. Hendro, M.A.R.S, mengungkapkan bahwa anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dengan mayoritas mengeluhkan masalah kesehatan gigi dan gizi. ”Selain pemeriksaan, penyuluhan tentang gizi dan perawatan gigi juga disampaikan kepada peserta,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMP, Stanislaus Due, S.Pd, menyambut kegiatan ini sebagai bentuk perhatian yang sangat berarti bagi Asrama Santo Fransiskus Xaverius dan Sekolah Immanuel Karimun.

“Kami merasa bersyukur atas kehadiran Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam dan Charis dan Cahaya Masa Depan (CMD) Singapura yang telah memerhatikan kesehatan anak-anak kami. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat diagendakan secara rutin,” ujar Stanislaus Due dalam sambutannya.

Acara ini juga dihadiri oleh Sr. Verona, KKS, sebagai perwakilan biarawati Immanuel, dan kepala sekolah dari berbagai tingkatan pendidikan, seperti Sr. Eligia, KKS (TK), Ibu Adet, S.Pd (SD), dan Bapak Stanislaus Due, S.Pd (SMP), Hadir Juga Pengurus Yayasan Fransiskanes Santa Elisabeth Sr. M. Reinildis Sembiring, FSE dan Sr. M. Laurentia Nainggolan, FSE dan Direksi RS Santa Elisabeth Batam yaitu dr Octavianus Maranggi, Sr. M. Irene Sitanggang, FSE dan Sr M. Innocentia Situmorang, FSE, Charis dan CMD Singapura yaitu Ibu Angelika Sundari, semua pihak menyambut kegiatan bakti sosial ini dengan harapan bahwa kesehatan anak-anak dapat terus diperhatikan dan ditingkatkan di masa mendatang. (*)

Sampah Rumah Tangga dan Perabotan Bekas Berserakan hingga Aspal Jalan

0
sampah
Petugas kebersihan saat memasang spanduk imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Tumpukan sampah di sepanjang pinggir jalan menuju Kaveling Baru, Sagululung kian bertambah banyak. Sampah rumah tangga hingga perabotan bekas mulai meluber hingga ke bahu jalan.

Akses jalan masuk pemukiman padat penduduk ini benar-benar tidak nyaman. Selama musim hujan ini situasinya kian memburuk. Bukan saja aroma tak sedap yang didapatkan pengandara, tapi genangan air yang terkontaminasi dengan pembusukan sampah rumah tangga ini, juga menebarkan penyakit. Pengendara yang terkena percikan genangan air di lokasi penumpukan sampah ini akan merasakan gatak-gatal.

“Sudah tiga hari ini kondisinya semakin memburuk. Air yang naik (banjir) bawa sampah itu hingga ke ruas jalan. Genangan air nya itu yang berbahaya. Gatal-gatal kalau kena kaki atau badan, ” ujar Ningsih, pemotor warga Kaveling Baru, Sagulung, Minggu (23/6).

Susanto, warga perumahan Parisa Indah yang tak jauh dari lokasi penumpukan sampah menjelaskan, hingga Minggu pagi kemarin masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke lokasi tumpukan sampah itu. Pembuang sampah ini umumnya orang yang bermukim jauh dari lokasi penumpukan sampah. Mereka melintas dengan sepeda motor atau mobil sambil melemparkan begitu saja sampah ke lokasi tersebut.

“Subuh tadi saya pulang Sholat, masih nampak tiga motor yang nenteng kantong plastik sampah lempar ke pinggir jalan itu. Saya tegur memang tapi mereka langsung kabur begitu saja. Inilah kenapa sampah ini terus menumpuk. Orang lewat ini yang banyakan nenteng sampah dari rumahnya buang ke sini, ” kata Susanto.

Armando, tukang ojek di simpang Kaveling Baru juga menyampaikan hal yang sama. Pembuang sampah di lokasi tersebut bukan saja pemotor, tapi juga mereka yang menggunakan mobil.

“Tengah malam itu sering kali mobil pick up bongkar sampah ke situ. Makanya ada sampah pasar kaget, ada material bangunan bahkan sampah bekas perabotan rumah tangga yang rusak. Susah memang Orang-orang seperti itu. Pernah saya tegur, tapi galakan mereka, ” ujar nya.

Kemarin pagi, Batam Pos yang melintasi lokasi penumpukan sampah itu mendapati truk dan petugas pengangkut sampah sedang membereskan serahkan sampah yang meluber hingga ke bahu jalan. Namun saat bak muatan truk sampah penuh, sampah sama sekali tak berkurang. Butuh puluhan truk serupa untuk menyelesaikan penumpukan tersebut.

Aldi, petugas pengangkut sampah menuturkan, hampir setiap pagi mereka mengangkut sampah di lokasi TPS liar tersebut, namun sampah tetap saja menumpuk. Belum sempat mengangkut untuk trip berikutnya, di lokasi yang sudah diangkut tadi sudah kembali menumpuk dengan sampah serupa.

“Seperti inilah kondisinya. Satu truk tak ada artinya. Hanya sedikit yang kita kurangi. Nanti siang sudah kembali lagi seperti ini baikan lebih banyak lagi. Tengok sendiri, ada sofa bekas, kasur bahkan piring dan perabotan rumah tangga yang rusak juga di buang ke sini, ” ujarnya.

Satgas pengawasan pembuang sampah yang tengah mengawasi aktifitas pembuangan sampah sembarangan, sepertinya tidak efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dengan sampah rumah tangganya masing-masing.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie menuturkan, pihaknya akan terus berjuang baik untuk mengurai persoalan penumpukan sampah ini ataupun memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat untuk tertib membuang sampah.

“Pengawasan sudah kita lakukan. Pengangkut juga demikian sudah semaksimal mungkin. Ini tetap jadi prioritas kami baik dalam hal menyelesaikan persoalan sampah ini ataupun memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tertib membuang sampah, ” ujar Hafiz. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Polri Temukan Problem Pupuk Subsidi di NTT

0
TIM Satgasus Pencegahan Korupsi Mabes Polri memantau distribusi pupuk bersubsidi di Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5) F. DIVISI HUMAS POLRI

batampos – Satgasus Pencegahan Korupsi Polri menemukan sejumlah masalah dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim Satgasus menemukan enam masalah penyaluran pupuk bersubsidi di dua kabupaten, yakni Manggarai dan Manggarai Barat.

Anggota Satgasus Pencegahan Korupsi Polri Yudi Purnomo Harahap menuturkan, pemantauan Polres Manggarai dan Manggarai Barat bertujuan untuk menekan penya-lahgunaan dan penyelewe-ngan pupuk subsidi. “Yang berpotensi menyebabkan kerugian negara,” terang mantan penyidik KPK itu.

Petugas juga berupaya untuk memastikan petani mendapatkan pupuk bersubsidi tepat waktu. Hal itu penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan pupuk. “Untuk dua kabupaten ini alokasi pupuk bersubsidi ditambah dari kuota 4,7 ton menjadi 9,5 ton,” ujarnya.

Ketua Tim Satgasus Pencegahan Korupsi Polri Hotman Tambunan menerangkan, sejumlah masalah yang muncul diantaranya, masih banyak petani yang seharusnya berhak mendapatkan pupuk bersubsidi justru tidak mendapatkan haknya. Jumlahnya mencapai ribuan.

“Lalu, bank belum menya-lurkan kartu tani hingga membuat petani tidak bisa menebus pupuk bersubsidi,” jelasnya. Termasuk, keberadaan kios tani yang belum merata. Ada petani yang harus mengambil pupuk yang jaraknya mencapai 80 kilometer.

Dengan beragam masalah tersebut, satgasus merekomendasikan agar Kementerian Pertanian memberikan waktu memasukkan data peta-ni untuk kabupaten. Lalu, penebusan pupuk cukup satu KTP, BUMDes agar menjadi kios tani, sosialisasi aturan teknis dan stok, serta memperbaiki administrasi sesuai standar. (*)