Sejumlah siswa yang lulus seleksi PPDB saat melakukan pengumpulan berkas dan surat keterangan bukti cek fisik diantaranya surat bebas buta warna di SMKN 1 Bintan Utara di Tanjunguban, Senin (24/6/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) dikeluhkan sejumlah orangtua (Ortu) calon siswa di Bintan.
Pasalnya, banyak calon siswa yang semula mendaftar di SMKN di Tanjunguban, namun terlempar ke SMKN yang ada di Kijang atau Gunung Kijang.
Seorang warga Tanjunguban, Hendri mengatakan, semula anaknya mendaftar di SMKN 1 Bintan Utara di Tanjunguban namun setelah pengumuman anaknya diterima di SMKN di Kijang.
“Tidak mungkin anak kita di Tanjunguban, pergi sekolahnya di Kijang sana,” katanya.
Akhirnya, dia mengatakan, anaknya mencabut berkas di SMKN 1 Bintan Utara untuk mencari sekolah lainnya yang ada di Tanjunguban.
“Lagi mencoba daftar ke SMA negeri di Tanjunguban,” kata dia.
Seorang warga Lobam, Apit juga mengeluhkan sistem PPDB, karena anaknya yang mendaftar di SMK Negeri di Tanjunguban, malah terlempar jauh ke SMK Negeri di Kijang.
“Tidak mungkin juga saya melepaskan anak dari sini bawa motor sendiri ke Kijang,” katanya.
Selain dirinya, dikatakannya, ada salah seorang pekerja bersih-bersih di kantor desa yang dibuat pusing dengan sistem PPDB.
“Kasihan melihatnya, sudah bolak balik bapak itu ngurus masuk anaknya sekolah,” kata dia.
Dia mengatakan, bapak itu sudah mencabut berkas di SMK untuk mendaftarkan anaknya ke SMA negeri di Tanjunguban.
‘Kemarin, katanya kalau anaknya tidak diterima di negeri, anaknya tidak sekolah dulu karena bapak itu tidak sanggup sekolahkan anaknya di swasta,” katanya.
Ketua PPDB SMKN 1 Bintan Utara, Dian Iskandar mengakui hal ini.
Dia mengatakan, dari 515 orang yang mendaftar, hanya sekitar 445 orang yang dinyatakan lulus berdasarkan sistem PPDB.
“Ada sekitar 70 orang dinyatakan tidak lulus,” katanya.
Petugas kebersihan saat memasang spanduk imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Ratusan ton sampah di Kota Batam diangkut ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) sampah Punggur setiap hari. Ratusan ton sampah ini masih didominasi oleh sampah rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozi melalui Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Batam Eka Suryanto mengatakan, rata-rata tiap harinya 850 ton sampah. “Rata-rata pengangkutan sampah itu sekitar 850 hingga 900 ton sampah setiap hari di sembilan kecamatan ini,” ujar Eka.
Ia menjelaskan, proses pengangkutan sampah dari wilayah ini dilakukan rutin setiap pagi hari. Khususnya di titik-titik Tempat Penampungan Sampah (TPS) yang sudah disediakan oleh DLH. Selain itu petugas kebersihan juga mengangkut sampah ke perumahan-perumahan, pasar dan tempat umum lainnya.
Sementara itu untuk armada pengangkutan sampah, saat ini ada sekitar 140 truk sampah. Dimana 137 armada diantaranya diperuntukkan untuk pelayanan dan pengangkutan sampah dan tiga armada disiapkan tempat pembuangan akhir Punggur.
Disinggung mengenai kondisi armada sampah tersebut, Eka menyebutkan, sebanyak 52 unit dari 140 unit truk sampah di Batam berusia di atas 10 tahun. Selain itu, ada juga lima unit truk rusak parah dan tidak layak jalan. Sementara itu ada juga armada yang masa pemeliharaan atau service rutin bulanan.
“Ya Insyallah di tahun 2025 nanti kita sudah usulkan untuk peremajaan dan penambahan armada truk baru. Untuk anggarannya belum kita ajukan ke DPRD Batam,” ucap Eka.
Ia menilai peremajaan dan penambahan armada baru ini sudah sangat diperlukan di dalam mengakomodir armada truk yang telah berumur maupun yang tidak layak jalan. Disebunya di tahun 2025 mendatang pihaknya mengusulkan peremajaan dan sekaligus penambahan 25 armada truk amrol sampah.
“Kita usulkan 25 unit. Mudah-mudahan diakomodir,” tuturnya.
Kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuang sampah sembarangan masih menjadi kendala sampah menumpuk saat ini. Terlebih lagi dinas terkait sudah memasang sejumlah spanduk di 60 titik sampah liar di Batam. Namun nyatanya, sampah-sampah rumah tangga tersebut masih saja dibuang di lokasi tersebut sehingga menyebabkan sampah menumpuk.
“Kita angkut, nanti kita bersihkan dibuang lagi di sana, begitu terus. Kita pasang spanduk bahkan kita juga sudah melakukan razia bagi yang buang sampah sembarangan,” sesal Eka.
Eka menambahkan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui DLH Kota Batam juga telah melaksanakan pengangkutan sampah malam hari guna memaksimalkan pelayanan normal di siang hari. Pengangkutan sampah di malam hari ini lebih diprioritaskan kepada sampah-sampah liar dan beberapa lokasi yang memungkinkan untuk pengangkutan malam hari.
“Jadi selain di siang, pada malam hari petugas juga melakukan pengangkutan sampah,” tambahnya.
Pengangkutan sampah di malam ini pihaknya menurunkan 14 armada, terdiri dari 8 unit amrol, 6 dunia truk dan 18 orang ABK. Untuk jam operasional pengakutan malam ini dimulai dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB. “Kita adakan malam agar zero complain, termasuk memback up pelayanan normal yang belum tuntas dan menata Batam bebas sampah,” ujarnya
Selain itu saat ini DLH telah melakukan patroli sampah minimal satu kali sehari guna menyisir jalan-jalan protokol dan sampah liar yang ada di seluruh Kota Batam. Semisalnya sampah yang terjatuh di jalan protokol akan dibersihkan oleh petugas patroli ini sehingga ke depan tak ada lagi sampah berserakan di jalan.
“Untuk saat ini ada lima unit pick up yang kami siapakan di seluruh Kota Batam guna membersihkan sampah di jalan-jalan di jalan protokol atapun sampah liar lainnya,” ungkap Eka.
Eka menyebutkan TPA Punggur memiliki 2 zona pembuangan sampah yakni zona lama yang berkapasitas 10 hektare dan zona baru yang dibangun Kementrian PUPR seluas 1 hektare.
Pada zona lama ini, kata Eka, sudah hampir penuh dengan ketinggian sampah mencapai puluhan meter. Setiap harinya ada sekitar 300-an lori sampah yang masuk ke TPA dengan tonasi rata-rata mencapai 850 hingga 900 ton per harinya.
“Makanya dibagi dua zona. Hanya saja zona baru dari KLHK ini belum maksimal karena hanya sekitar satu hektare,” kata Eka.
Ia menyebutkan, ratusan ton sampah yang masuk ke TPA ini tentu saja akan memperpendek usia TPA. Diprediksi 6 tahun ke depan, TPA tidak akan mampu lagi menampung sampah di Batam. Untuk itu pemerintah kota Batam terus mengaungkan pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah menjadi salah satu fokus utama DLH Batam untuk mengurangi sampah yang diangkut ke TPA Pembuangan Akhir (TPA) Punggur.
“Pengelolaan sampah dari sumbernya, ini solusi kita. Sebab, untuk TPA belum ada rencana penambahan dan malahan sekarang informasinya 2030 nanti tak ada lagi pembangunan TPA. Jadi kita dituntut di 2025 melakukan pemilahan sampah sampai 30 persen dan penanganan 70 persen,” ucap Eka.
Sampah yang dipilah adalah sampah anorganik semisal limbah botol plastik, kardus, plastik pembungkus makanan, dan sebagainya. Pemilahan sampah penting dilakukan agar dapat meningkatkan jumlah sampah yang didaur ulang. Sehingga, mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA Punggur dan sekaligus memperpanjang usia dari TPA tersebut.
“Jadi tidak mesti harus ada bank sampah dulu. Yang penting masyarakat mau memilah sampah dari rumah dan kita sudah siapkan call center. Masyarakat bisa menghubungi ke nomor ini dan kami akan menjemput ke rumah-rumah,” ungkap Eka.
Ditambahnya, solusi pemilahan bank sampah sudah berjalan dengan baik. Pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bahkan respon dari masyarakat saat ini sudah sangat baik, banyak dari masyarakat yang ingin membentuk bank sampah. Ini tentu saja sebagai bukti masyarakat semakin cerdas, terbuka dan sadar akan masalah dari sampah ini.
“Hari kita ada sosialisasi dengan masyarakat dan Minggu di di Legenda Malaka, artinya sosialisasi pemilahan sampah ini akan kita sampaikan kepada seluruh masyarakat Batam agar sampah anorganik ini dipilah dan tak masuk TPA,” tuturnya.
Disinggung rencana incenerator yang digadang akan menjadi solusi permasalahan sampah, Eka menjawab, selain biaya yang besar, Incenerator saat ini juga sudah tak dianjurkan lagi. Sebab, membakar sampah akan memperburuk kualitas udara.
Begitu juga dengan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) yang sebelumnya digaungkan menjadi solusi permasalahan sampah di Batam saat ini masih terkendala dari investor. Sebab dari pemerintah daerah sendiri mengarahkan pengelolaan tanpa tipping fee adalah bea gerbang yang dikeluarkan pemerintah ke pihak pengolah sampah. Nilainya dihitung berdasarkan tonase sampah yang akan diolah.
“Ya kalau ada investor yang bisa mengelola TPA tanpa tipping fee kenapa tidak, ini tentu bisa menjadi solusi jangka panjang,” pungkasnya. (*)
batampos – Sebagai salah satu pelopor kendaraan LCGC, Astra Daihatsu Sigra sebagai Best Value Family Car in Indonesia menjadi mobil LCGC MPV berkapasitas 7 penumpang yang cocok bagi keluarga muda Indonesia. Sigra menjadi kontributor utama penjualan Daihatsu secara nasional, dan telah terjual lebih dari 370 ribu unit sejak peluncuran perdananya pada 2016.
Selama tahun 2023, Sigra menjadi pilihan utama keluarga Indonesia di segmen pasar LCGC MPV yang berkontribusi sebesar 58%, dengan total penjualan sebanyak 63.285 unit. Pada periode hingga Mei 2024, Sigra tetap menjadi pilihan utama keluarga Indonesia, dan mengalami kenaikan dengan kontribusi sebesar 61% di segmen pasar LCGC MPV, atau sebanyak 25.674 unit.
Secara spesifikasi, Sigra memiliki 2 pilihan mesin, yakni 1.0L berteknologi 1KR-VE DOHC VVT-i dan 1.2L (3NR-VE DOHC Dual VVT-i) dengan performa yang bertenaga dan efisiensi bahan bakar tetap optimal.
Eksterior Sigra tampil sporty dengan sentuhan kombinasi grill serta smoked LED berwarna gelap, ditambah dengan shark fin Antenna yang modern. Dengan radius putar 4,5 meter, serta sistem kemudi bertipe EPS (Electric Power Steering) membuat manuver Sigra semakin nyaman dan mudah dikendarai melewati area perkotaan.
Sigra juga tampil dinamis berkat desain baru velg berdiameter 14’ inch, serta electric retractable mirror yang dapat memudahkan pengendara ketika harus melipat kaca spion saat sedang parkir atau berpapasan dengan mobil lain di jalan sempit yang tersedia mulai pada varian R.
Pada bagian interior, suasana kabin Sigra memiliki nuansa sporty dan elegan dengan sentuhan warna gelap pada area dashboard, headlining, sunvisor, assist grip, rear air circulator, dan frame lampu interior. Sigra juga dilengkapi dengan 2DIN Touchscreen audio yang modern dengan fitur yang dapat memanjakan penumpang selama perjalanan dan dapat dipilih mulai pada varian R.
Sebagai kendaraan LCGC yang hemat bahan bakar, ramah lingkungan, serta harga yang kompetitif di kelasnya, Sigra juga telah dibekali dengan sederet fitur keselamatan dan keamanan yang lengkap sejak awal diluncurkan, seperti rear parking sensor dan immobilizer pada varian M, Dual SRS Airbag dan Front Seat Belt with Pretensioner Force Limiter mulai dari varian X.
Sigra juga dilengkapi fitur keselamatan canggih seperti ABS (Antilock Brake System) & EBD (Electronic Brakeforce Distribution) untuk memaksimalkan performa pengereman agar lebih aman dan optimal yang tersedia pada varian AT (Automatic Transmission). Ditambah, fitur Rear Parking Camera dan Front Corner Sensor yang tersedia pada pada varian R dan R Deluxe.
Sigra tersedia dalam beberapa varian mulai dari D, M, X, dan R, serta 7 pilihan warna yang dapat dipilih sesuai dengan selera keluarga Indonesia. Pelanggan juga dapat memiliki Sigra dengan harga mulai dari Rp 138.200.000 – Rp 183.600.000 (OTR DKI Jakarta). Harga dapat berbeda tergantung varian, lokasi, dan wilayah. Informasi dan spesifikasi lebih lengkap dapat dilihat melalui website resmi https://astra-daihatsu.id atau bisa juga melalui mobile apps DaihatsuKu. (*)
Maskapai Garuda Indonesia terbangkan 12 kloter atau lebih dari 4.700 jamaah haji embarkasi Aceh pada 2024. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
batampos – Garuda Indonesia mengubah rute penerbangan 46 kelompok terbang (kloter) jamaah haji Indonesia gelombang I. Jamaah yang seharusnya pulang dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, berubah menjadi pulang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Pergerakan jamaah haji Indonesia terbagi dalam dua gelombang. Pertama, jamaah haji dari Tanah Air mendarat di Bandara AMAA Madinah, lalu ke Madinah, Makkah, baru pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.
Kedua, jamaah haji dari Tanah Air mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, lalu ke Makkah, Madinah, baru pulang melalui Bandara AMAA Madinah.
“Garuda Indonesia gagal menyediakan slot time di Bandara Jeddah. Akibatnya ada perubahan slot time kepulangan untuk 46 kloter gelombang pertama yang seharusnya melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, menjadi melalui bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Rabu (26/6).
“Perubahan slot time tersebut, dampaknya sangat merepotkan,” sambungnya.
Subhan menyampaikan, perubahan rute penerbangan bukan hal yang sederhana. Ada dampak sistemik yang ditimbulkan. Pertama, jamaah kelelahan karena kembali harus menempuh perjalanan panjang dari Makkah ke Madinah.
“Jarak Makkah ke Jeddah kurang lebih 1,5 jam waktu tempuh. Sementara Makkah ke Madinah bisa lebih 8 jam. Ini tentu merepotkan dan melelahkan jamaah,” ujar Subhan.
Kedua, memecah konsentrasi petugas. Dalam kondisi normal, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara, semestinya terkonsentrasi pemulangan jamaah haji gelombang I di Jeddah. Akibat perubahan rute, petugas harus membagi pelayanan di Madinah.
“Ini jelas berdampak pada kekuatan petugas untuk melayani jemaah secara lebih optimal,” jelas Subhan.
Ketiga, perubahan rute pemulangan mengharuskan penyiapan layanan di Madinah di luar jadwal yang telah direncanakan. Layanan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
Selain itu, perubahan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan ta’limatul hajj yang mengharuskan perjalanan haji satu rute. Jika kedatangan melalui Madinah, maka kembali melalui Jeddah, dan sebaliknya. Ini semua diatur secara sistem di e-hajj.
“Maka, pada hari pertama kepulangan, ada 6 kloter yang semuanya terjadi keterlambatan karena tim e-hajj dari Kementerian Haji dan Umrah harus mengubah sistem khusus untuk 46 kloter tersebut. Waktu keberangkatan juga harus dimajukan 24 jam lebih cepat agar jemaah memiliki waktu untuk beristirahat,” tegasnya.
Berikut 46 kloter yang disesuaikan jadwal kepulangannya oleh Garuda Indonesia dari seharusnya terbang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, menjadi melalui Bandara AMAA Madinah:
Ilustrasi. Warga Batam saat membuat paspor di kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pelayanan Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam akhirnya kembali normal setelah beberapa hari bermasalah. Saat ini, pihak Imigrasi Batam berfokus pada pencetakan paspor yang sempat tertunda karena adanya gangguang sistem pada Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Kominfo.
Humas Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana mengatakan saat ini semua pelayanan di Imigrasi Kantor Batam sudah kembali normal. Mulai dari cetak paspor, autogate, dan lainnya.
“Untuk pelayanan saat ini sudah kembali normal,” ujar Kharisma, Selasa (25/6).
Menurut dia, dari segala pelayanan yang terganggu saat sistem PDN error, pihaknya hanya menyelesaikan proses cetak paspor yang tertunda. Sedangkan untuk pelayanan lainnya sudah aman.
“Yang tertunda hanya penyelesaian cetak paspor, karena kemarin tidak bisa proses cetak,” sebutnya.
Dikatakannya, saat ini paspor yang kemarin sempat tertunda untuk dicetak, tengah dikerjakan oleh petugas. Hal itu demi memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat.
“Untuk jumlah paspor tertunda untuk dicetak, saya cari datanya dulu,” pungkas Kharisma.
Sebelumnya, gangguan sistem pada Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Kominfo berimbas pada layanan keimigrasian di seluruh Indonesia. Sejak Kamis (20/6), sistem keimigrasian mengalami kendala, sehingga berakibat pada lambatnya proses pelayanan di kantor imigrasi, unit layanan paspor, unit kerja keimigrasian, dan tempat pemeriksaan imigrasi di bandara dan pelabuhan. (*)
Pertandingan grup C piala eropa 2024 Inggris vs Slovenia. (ANTARA/Dasri/Nurul)
batampos – Timnas Inggris memuncaki klasemen akhir Grup C Euro 2024 meski ditahan imbang Timnas Slovenia pada pertandingan terakhir fase grup di Stadion RheinEnergie, Cologne, Rabu (26/6) dini hari WIB.
Dikutip dari Antara, hasil ini membuat Inggris bercokol di peringkat pertama klasemen akhir Grup C dengan lima poin dari tiga pertandingan, sedangkan Slovenia berada di posisi ketiga dengan torehan dua poin.
Pada pertandingan ini sebenarnya Inggris mendominasi jalannya pertandingan, namun kurang klinisnya penyelesaian akhir dan solidnya lini pertahanan Slovenia membuat laga akhirnya berakhir tanpa gol.
Selanjutnya Inggris akan menghadapi peringkat ketiga terbaik dari Grup D/E/F, sedangkan Slovenia berharap dapat menjadi satu dari empat negara yang mendapatkan predikat peringkat ketiga terbaik.
Pada babak pertama, Slovenia mendapatkan peluang terlebih dahulu melalui sundulan Benjamin Sesko memanfaatkan umpan Stojanovic, namun bola dapat diamankan kiper Inggris Jordan Pickford.
Selanjutnya Inggris sempat membobol gawang dari Slovenia lewat gol, akan tetapi tidak disahkan oleh wasit karena penyerang sayap Phil Foden lebih dulu berada dalam posisi offside.
Meski tampil dominan, Inggris baru bisa menciptakan peluang setelah laga berjalan sekitar 30 menit lewat tendangan Harry Kane yang masih dapat diamankan kiper Slovenia Jan Oblak.
Setelah Kane, giliran Foden yang menciptakan peluang lewat tendangan bebasnya, namun Jan Oblak kembali melakukan penyelamatan.
Kane mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan silang Kieran Trippier, namun sundulannya masih menyamping tipis dari gawang Slovenia. Skor sama kuat 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Inggris mencoba mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan berupaya menciptakan peluang lewat tendangan Foden yang masih belum menemui sasaran.
Inggris terus berupaya membongkar lini pertahanan dari Slovenia, namun upaya yang dilakukan oleh anak-anak asuhan Gareth Southgate kerap menemui jalan buntu.
Ketika laga memasuki waktu tambahan babak kedua, Inggris mampu menciptakan peluang lewat tendangan Cole Palmer yang masih dapat diamankan Jan Oblak.
Pada akhir-akhir pertandingan, Inggris menciptakan peluang terakhir lewat tendangan Trent Alexander-Arnold dari luar kotak penalti, namun tak menemui sasaran, sehingga skor imbang tanpa gol bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. (*)
batampos – Informasi gerombolan anak-anak yang membawa senjata tajam (tajam) beredar di media sosial (medsos). Geng motor ini melintas dari arah Kepri Mall menuju Legenda Malaka pada tengah malam.
“Hati-hati buat para pengendara, anak-anak bawa parang dan segala macam,” ujar Yubi, salah seorang pengendara.
Yubi mengaku ia hampir ditodong oleh segerombolan anak tersebut. Beruntung, ia diselamatkan oleh beberapa pengendara mobil yang menghalau gerombolan tersebur.
“Saya sama teman hampir ditodong saat nyalip mereka,” katanya.
Diketahui, kawasan Legenda Malaka kerap dijadikan lokasi balap liar. Aksi mereka sudah sangat meresahkan masyarakat setempat, sebab balapan tersebut dilakukan hampir setiap malam.
“Hampir setiap malam balap liar ini. Sudah sangat meresahkan,” kata Rizal, warga Legenda.
Kapolsek Batam Kota, AKP Sudirman yang dikonfirmasi terkait gerombolan anak yang membawa sajam ini belum memberikan jawaban.
Sebelumnya, Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengatakan pihaknya akan memberantas seluruh kejahatan di Batam dan para pelakunya.
FOTO Udara keindahan Pantai Padang Melang Saujana Eksotis di Pulau Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas
batampos-Pulau Jemaja, Anambas adalah bagian dari Kabupaten Kepulauan Anambas. Wilayah ini adalah tempat lahirnya kesenian tradsional Gubang yang dilestarikan oleh masyarakatnya sampai saat ini. Diluar itu, pulau ini juga menyuguhkan keindahan alam yang tersembunyi untuk dinikmati. Satu diantaranya adalah Padang Melang yang merupakan pesona eksotis di Pulau Jemaja.
Meskipun wilayah Anambas bukan sebagai entri pointnya wistawan mencanegara (wisman). Namun daerah ini secara rutin mengelar Padang Melang International Folklore Festival Tahun 2024 yang baru saja dilaksanakan pada 11 Juni 2024 lalu. Secara geografis, Padang Melang berada di Desa Berapit, Kecamatan Jemaja.
Pantai yang landai, dipadu dengan hamparan pasir putih menjadikan Padang Melang sebagai saujana eksositis di Pulau Jemaja. Gugusan pulau-pulau disekitarnya menyajikan panorama tersendiri. Tak ayal, pesona tersebut menjadikan Padang Melang sebagai destinasi wisata bagi para yachter untuk datang mengunjunginya.
Untuk mencapai pantai ini, wisatawan bisa menggunakan moda transportasi laut dan darat. Transportasi laut bisa melalui Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam dengan operator kapal MV Seven Star Island atau MV VOC Batavia dengan jadwal keberangkatan pukul 08.30 WIB setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Dengan lama perjalanan 7 jam menuju Letung. Dari Letung menggunakan sepeda motor atau mobil selama 30 menit.
Sedangkan transportasi udara bisa diakses melalui Bandara Hang Nadim, Kota Batam menuju Bandara Letung, Pulau Jemaja. Pantai Padang Melang memiliki panjang 7,2 kilometer menghadap barat daya. Dengan hamparan pasir putih yang menawan, wisatawan dapat menikmati udara dan deburan ombak membuat pikiran tenang.
Di bibir pantai berjejer pohon cemara dan kelapa yang membuat udara disana menjadi segar dan sejuk. Keindahan pantai ini ditambah lagi dengan air laut yang begitu jernih, yang hingga 25 meter ke arah laut hanya kedalaman sepinggang orang dewasa.
Pantai ini berupa teluk atau lautan yang menjorok ke daratan. Bentuknya yang hampir membentuk huruf U menjadikan ombaknya cukup bersahabat. Konturnya yang landai memberi keleluasaan bagi pengunjung bermain air.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan Pantai Padang Melang telah menjadi destinasi wisata prioritas Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan SK Gubernur. Pihaknya, akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Anambas
untuk pembenahan fasilitas yang ada di Padang Melang.
Dikatakannya, Padang Melang merupakan pantai terpanjang yang ada di Indonesia. Setiap tahun, pihaknya selalu mengadakan event untuk mempromosikan pantai itu.
Gubkepri Ansar Ahmad
Gubkepri Ansar Dukung Pariwisata Anambas Tumbuh
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyadari Pantai Padang Melang yang berada di Pulau Jemaja, Anambas adalah aset wisata. Dalam lawatan ke Anmbas belum lama ini, Gubernur Ansar di tahun 2024 ini juga akan dibangun dan bahkan sudah dilelang untuk pembangunan pelabuhan Letung dengan anggaran Rp15 miliar. Serta di Februari 2025 mulai dikerjakan.
Tidak hanya itu Pemerintah pusat juga akan membantu anggaran untuk pembangunan pelabuhan Roro di Letung dengan nilai Rp36 miliar. Pelabuhan, jalan dan bangunan dirawat dan difungsikan sebagaimana mestinya. Kedepan akan terus ditingkatkan lagi pembangunan.
Kepri sebagai Provinsi lautan, keberadaan pelabuhan jadi sangat penting dan urgent untuk menjamin aksesibilitas ekonomi. Termasuk pembangunan jalan inpress senilai Rp64 miliar di Jemaja ini, kedepan akan dilanjutkan lagi agar keterisoliran bisa dibuka secara perlahan dan bertahap.
Baginya, dengan semakin bagusnya infrastruktur, ditopang dengan konektivitas akan sangat mendukung terbukanya kunjungan wisman ataupun wisatawan nusantara. Maka dari itu, sangat optimis Provinsi Kepri menjadi destinasi wisata bahari yang menjanjikan. (*)
Beredar foto sahabat Vina Cirebon, Linda sedang merangkul Egi. (Istimewa)
batampos – Keluarga para terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky pada 2016 membuat laporan polisi ke Bareskrim Polri. Laporan ini dtujukan untuk Abdul Pasren selaku Ketua RT 2 RW 10, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
“Atas nama keluarga terpidana yang diwakili Ibu Aminah. LP terkait dengan kesaksian palsu yang dilakukan Pak Pasren selaku RT di wilayah Ibu Aminah beserta anaknya yang kita duga memberikan keterangan palsu yang dibuat dibawah sumpah,” ujar pengacara keluarga para terpidana, Rully Panggabean, Selasa (25/6).
Laporannya teregister dengan nomor LP/B/208/VI/2024/SPKT/BARESKRIM, tetanggal 25 Juni 2024, dengan pelapor Aminah, perwakilan dari keluarga terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky. Laporan dibuat karena keluarga para terpidana merasa kesaksian Pasren selama persidangan merugikan.
“Kita memang sudah membawa bukti semuanya baik berupa putusan pengadilan, saksi-saksi, keterangan yang kita dapat dari tetangganya. Bahwa pada malam 27 Agustus 2016 mereka itu memang ada di rumah Pak Pasren Tapi dalam kesaksian Pak Pasren bilang tidak ada katanya,” jelasnya.
Dalam amar putusan, Pasren menyebut lima terdakwa yakni Eko Ramdhani, Hadi, Jaya, Supriyanto dan Eka Sandy tidak tidur di rumah miliknya. Bahkan Pasren mengaku didatangi keluarga terpidana dan diminta untuk membebaskan para terpidana.
Sedangkan saksi lain dan keterangan keluarga terpidana menyatakan pada malam kejadian para terpidana tidur di rumah kontrakan Pasren bersama anaknya, Kahfi.
Sementara itu, Aminah mewakili keluarga terpidana kembali membantah kalau mereka sempat meminta agar Pasren berbohong dengan iming-iming uang.
“Bilangnya disuruh berkata bohong alias mengarang cerita. Padahal kami datang ke situ untuk meminta bapak RT Abdul Pasren suruh jujur kalau memang anak-anak itu tidur di rumah anak Pak Pasren tolong jujur,” pungkas Aminah. (*)
KPK menahan mantan Sekretaris Utama (Sestama) Badan SAR Nasional (Basarnas), Max Ruland Boseke yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan. (foto Ridwan)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Sekretaris Utama (Sestama) Badan SAR Nasional (Basarnas), Max Ruland Boseke yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan.
Selain Max Ruland Boseke, KPK juga menahan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Anjar Sulistyono dan Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta.
Ketiganya ditahan dalam kasus pengadaan truk angkut personel 4WD dan Rescue Carrier Vehicle Basarnas RI pada periode 2018-2018.
Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan bahwa Max Ruland turut membelanjakan uang hasil korupsi senilai Rp 2,5 miliar untuk membeli ikan hias dan kebutuhan pribadi. Uang itu diterimanya dari Direktur CV Delima Mandiri, William Widarta yang juga merupakan tersangka dalam kasus ini.
“Saudara MRB menggunakan uang dari saudara WLW sebesar Rp 2,5 miliar untuk membeli ikan hias dan belanja kebutuhan pribadi lainnya,” kata Asep Guntur dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (25/6).
Asep menjelaskan, kasus yang menjerat Max Ruland dan dua tersangka itu bermula pada November 2013 saat Basarnas mengajukan usul Rencana Kerja Anggaran dan Kementerian untuk pnegadaan truk angkut personel 4WD senilai Rp 47,6 miliar dan rescue carrier vehicle Rp 48,7 miliar.
Max Ruland kemudian menyerahkan daftar calon pemenang pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Anjar Sulistiyono dan Tim Pokja Pengadaan Basarnas. Dalam daftar itu, pengadaan truk angkut dan rescue carrier vehicle akan dimenangkan PT Trikarya Abadi Prima (PT TAP).
“Perusahaan yang dikuasai dan dikendalikan saudara WLW selaku Direktur CV Delima Mandiri,” ujar Asep.
Anjar kemudian menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) pada Januari 2014 dengan menggunakan data yang disusun Riki Hansyah, pegawai William Widarta. Padahal itu melanggar ketentuan Perpres 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.
William kemudian mengikuti lelang proyek pengadan tersebut. Tim Pokja Basarnas pada Maret 2014 mengumumkan PT TAP yang dikendalikan William sebagai pemenangnya.
“Diketahui telah terdapat persekongkolan dalam pengadaan tersebut dan terdapat kesamaan IP Address peserta, surat dukungan, serta dokumen teknis penawaran dari PT TAP dan perusahaan pendampingnya yaitu PT ORM (Omega Raya Mandiri) dan PT GIM (Gapura Intan Mandiri),” ungkap Asep.
Asep menyebut, PT TAP menerima pembayaran uang muka pada Mei 2014. Lantas, dua bulan kemudian William menyerahkan uang senilai Rp 2,5 miliar ke Max Ruland.
Berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 20,4 Miliar.
Atas perbuatannya, Para Tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*)