Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 3267

Disdukcapil Anambas Sayangkan Banyak Warga Malas Urus Akta Kematian

0
Sekretaris Disdukcapil Kepulauan Anambas, Firmansyah

batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Anambas menyayangkan warga yang tidak mengurus akta kematian keluarganya yang telah meninggal dunia.

Sekretaris Disdukcapil Kepulauan Anambas, Firmansyah mengatakan terhitung dari Januari hingga Juni 2024 pihaknya baru menerbitkan 541 akta kematian dari 550 laporan kematian. Artinya saat ini ada 9 warga yang ahli warisnya belum mengurus akta kematian.

“Semua ini hasil jemput bola kita. Kalau kita tidak jemput bola, warga tak akan mengurus akta kematian ini,” ujar Firmansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (12/6).

Disdukcapil dalam hal penerbitan akta kematian tidak pernah mempersulit warga. Malah, membuat program jemput bola untuk mempermudah warga.

BACA JUGA: Fakta Baru, Pelaku Pembuang Bayi

“Siap (lakukan) jemput bola. Misalnya ada laporan. Warga telah meninggal tapi datanya masih aktif, kita jemput bola jumpai pihak keluarganya,” tutur Firmansyah.

Adapun persyaratan mengurus akta kematian yaitu surat keterangan dari rumah sakit atau puskesmas.

“Jika meninggal dunia di rumah pihak kelurahan atau desa yang mengeluarkan surat kematian,” ujar Firmansyah.

Lalu, data Kartu Tanda Pendudukan (KTP) saksi sebanyak dua orang. Setelah itu surat tersebut dibawa ke Disdukcapil untuk diproses penerbitan akta kematian.

“Harus ada saksi dua orang untuk menyatakan benar telah meninggal dunia. Terus kita lakukan penerbitan akta kematian,” terang Firmansyah.

Sampai saat ini tingkat kesadaran warga mengenai pentingnya akta kematian di Kabupaten Kepulauan Anambas sangat rendah.

Akta kematian memiliki banyak manfaat diantaranya menghindari penyalahgunaan data penduduk, memastikan keakuratan data penduduk, syarat mengurus penetapan ahli waris, syarat mengklaim asuransi dan Taspen, hingga persyaratan untuk melakukan perkawinan kembali.

“Kesadaran ahli waris urus akta kematian masih rendah. Padahal akta kematian itu penting. Bisa menekan penyalahgunaan data. Orang menganggap kalau keluarganya meninggal sudah tak ada kepentingan lagi,” pungkas Firmansyah. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin

Ada Kerusakan Mangrove Imbas Pembangunan Tambak Udang di Desa Pengujan, Polisi Koordinasi BKSDA Batam

0
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bintan, Ipda Adi Satrio. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Penyidik Satreskrim Polres Bintan akan berkoordinasi dengan BKSDA Batam terkait kerusakan mangrove akibat dampak pembangunan tambak udang di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bintan, Ipda Adi Satrio mengatakan, ada beberapa pohon mangrove yang rusak sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan BKSDA Batam.

“Kita koordinasi dulu dengan BKSDA Batam, karena ada mangrove yang ditebang. Jumlahnya mungkin puluhan mangrove yang dirusak,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejauh ini sudah memeriksa 8 orang saksi, mulai dari pemilik usaha, orang lapangan, pemilik lahan, dan pihak dinas.

Dari pemeriksaan itu, ia mengatakan, pelaku usaha sudah mengajukan izin lingkungan hidup tapi belum selesai.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Perusakan Bakau dan Perizinan Usaha Tambak Udang di Desa Pengujan

Meski izin masih proses, dia mengatakan, saat itu aktivitas di lokasi pembangunan jalan.

“Karena izin sudah diajukan namun belum keluar dan aktivitas sudah dilakukan maka sanksi administrasi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, saat itu pihaknya telah menghentikan aktivitas di lokasi setelah menerima pengaduan dari warga terkait adanya kerusakan mangrove.

“Sudah kita hentikan, kalau masih ada aktivitas tolong masyarakat infokan ke kita,” ujarnya.

Dia juga memastikan proses terus berjalan karena ada kerusakan lingkungan yang terjadi di lokasi tersebut.

“Karena ada mangrove yang ditebang, masalah lingkungan hidup untuk pasal sangkaannya ke UU pesisir pantai, sanksinya bisa denda bisa pidana,” tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga mengadukan ke kantor polisi karena ada sejumlah mangrove yang dirusak akibat pembangunan tambak udang itu.

Saat itu, pemilik usaha H Syafarudin mengakui, ada beberapa pohon mangrove yang ditebang untuk membuka akses pipa dari laut ke lokasi tambak udang.

Namun dia bersedia melakukan ganti rugi atas pohon mangrove yang ditebang itu. (*)

 

Reporter: Slamet N

Cegah Penyalahgunaan, Dinas Perikanan Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan

0
polda solar
DIRESKRIMSUS Polda Kepri, Kombes I Putu Yudha Prawira bersama Kabid Humas Polda Kepri, dan Kadis Perikanan HNSI kota Batam mengekspos kasus penyelewengan BBM subsidi jenis solar yang dijual ke industri di Mapolda Kepri, Rabu (12/6).
F. CECEP MULYANA/BATAM POS

batampos – Dinas Perikanan Kota Batam mengimbau para nelayan di wilayahnya untuk lebih cermat dalam mengurus kuota BBM subsidi jenis Bio Solar. Hal ini menyusul temuan kasus penyalahgunaan BBM subsidi di Pulau Galang.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menghimbau nelayan untuk memahami mekanisme pengurusan surat rekomendasi BBM subsidi. Surat ini harus diajukan sendiri oleh nelayan dan ditandatangani langsung

Pihaknya juga menyediakan petugas penyuluh di setiap kelurahan untuk membantu nelayan dalam proses pengurusan surat.

“Kami edukasi kepada nelayan sebisa mungkin tau mekanisme pengurusannya itu harus bertanda tangan mereka sendiri. Terus juga kita memiliki petugas menyuluh di setiap kelurahan itu juga bisa diminta bantuannya,” kata Yudi, Kamis (13/6).

Yudi menegaskan bahwa proses pengurusan surat rekomendasi ini tidak dipungut biaya. Ia juga menyarankan agar nelayan membeli dan mengambil BBM di SPBN secara pribadi, tanpa diwakilkan.

“Jadi kalau bisa ambil sendiri, itu lebih baik. Tapi seandainya tidak bisa ambil sendiri, dan diwakilkan, karena aturannya boleh di surat kuasakan, tolong ditanyakan dengan yang bersangkutan, karena ini adalah hak nelayan,” ujar dia.

Surat rekomendasi BBM untuk nelayan dikeluarkan oleh Diskan berdasarkan peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023. Diskan berwenang mengeluarkan surat ini bagi nelayan kecil dengan kategori kapal 0 sampai 5 GT.

Penyalahgunaan kuota BBM subsidi ini terungkap dalam kasus di Pulau Galang. Pelaku penyalahgunaan kuasa dibekuk setelah diketahui memberikan jatah BBM subsidi kepada nelayan hanya 2 jerigen per minggu, padahal seharusnya nelayan berhak atas 300 liter per bulan.

“Harusnya nelayan ini dapat full, tapi oleh pelaku malah dijatah 2 jerigen per minggu. Dalam pengurusan surat ini memang boleh dikuasakan. Namun mereka menyalahgunakan kuasa tersebut untuk meraup keuntungan pribadi. Pelangsir ini lah yang akhirnya ditangkap,” kata Yudi.

Yudi menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap pengeluaran surat rekomendasi dan penyaluran BBM subsidi untuk nelayan.

“Tentu ke depan kami akan lebih ketat dalam pengawasan, terutama dalam mengeluarkan surat rekomendasi. Agar kejadian ini tidak terjadi kembali,” tutupnya (*)

 

Reporter: AZIS MAULANA

PPDB SMA dan SMK Kepri: Gangguan Server Jadi Kendala, Disdik Minta Wali Murid Lapor Segera

0
SMA
ilustrasi pelajar SMA. (simber: freepik)

batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya memberikan yang terbaik bagi wali murid dan siswa yang hendak melaksanakan PPDB untuk tingkat SMA dan SMK. Meski persoalan mulai dari gangguan server pada situs PPDB hingga kouta siswa yang tertampung menjadi hal yang dialami wali murid.

“Setahu saya tidak seperti itu, kemarin di Tanjung Pinang setelah dikonfirmasi. Kalau orang tua tidak mengerti boleh datang ke sekolah , sampai sekarang berjalan baik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, Kamis (13/6).

Andi menambahkan bahkan untuk di SMK sudah ada mendaftar, sementara untuk SMA baru satu sesi yaitu prestasi atau perpindahan ortu

“Sementara sistem zonasi nanti dibuka tanggal 20 Juni 2024. Dan laporan yang masuk ke kami masih nihil,” ujarnya.

Baca Juga: 419 Calon Siswa Sudah Daftar di SMAN 1 Batam, Yang Diterima Hanya 438 Orang

Andi juga menyikapi adanya narasi siswa titipan untuk masuk ke SMA dan SMK, menurutnya Disdik Kepri sudah memberitahu kepada sekolah agar mengikuti aturan seusai daya tampung.

“Saya tidak mau mengomentari itu lebih karena aturan nya sudah jelas. Jika nanti terjadi sesuatu pastinya akan minta arahan dari Gubernur,” katadia .

Ia menambahkan pengawasan nya sudah jelas dalam aturan karena yang terpenting anak -anak bisa untuk sekolah .

“Persepsi di masyarakat bisa saja seperti itu, tapi bagi kami melaksanakan juknis yang ada,” jelas Andi.

Baca Juga: SMA 1 Batam Siagakan Posko Pengaduan PPDB

Sementara itu, dari data tahun lalu seperti sekarang yg lulus SMP sebanyak 35 ribu siswa lebih sementara untuk SMA dan SMK untuk negeri tersedia 31 ribu siswa .

“Masih ada 4 sampai 5 ribu , apa sisa tidak tertampung, maka diarahkan ke sekolah swasta,” ujarnya.

Tahun lalu kemarin sudah masuk disana. Sebenarnya tidak ada masalah . Namun swasta dengan mutu yang baik bahkan sebelum PPDB sekolah mereka sudah penuh pendaftar .

“Provinsi ada niat bantu ke sekolah swasta namun anggaran belum memadai jadi secara bertahap dulu. Di sekolah swasta kan ada dana BOS pusat dan Insentif guru di berikan walau kecil,” ujarnya.

Baca Juga: Disdik Matangkan Rencana Gratis SPP untuk Siswa SMA/SMK, Orangtua Berlomba-lomba Daftarkan Anak ke Sekolah Negeri

Andi turut mengimbau kepada orang tua wali murid agar merubah pola pikirnya mengenai proses PPDB ini.

“Pertama mindset sekolah favorit, janganlah berbondong ke memaksakan. Contohnya di Batam di SMA 1,3,5 lalu SMK negeri 1. Pemerataan sudah dilakukan dan cukup,apalagi di Batam ada dua SMK dan satu SMA baru,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Azis maulana

Satpol PP Lakukan Penertiban Pedagang di Kaki Lima

0
Anggota Satpol PP melakukan penertiban dan penataan pedagang kaki lima

batampos– Dalam rangka untuk menciptakan ketertiban umum dan penataan, Satpol PP melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah lokasi di Tanjungbalai Karimun. Khususnya, di pasar dan taman terbuka hijau terhadap para pedagang.

”Sesuai dengan tugas dan fungsi kita, untuk menciptakan situasi ketertiban umum, satu tim patroli ketertiban umum melakukan pengawasan dan penertiban sekaligus melakukan penataan terhadap para pedagang kaki lima. Ada tiga lokasi yang dilakukan penertiban dan penataan oleh anggota kita. Yakni, Pasar Puan Maimun, Pasar Teluk Uma Tebing dan taman terbuka hijau yang ada di depan rumah sakit,” ujar Kasat Pol PP Kabupaten Karimun, Tejaria, Rabu (12/6).

BACA JUGA: Satpol PP Tertibkan PKL di Sekitar Pasar Encik Puan Perak

Dikatakan Teja, dalam menjalankan tugas penertiban umum dan penataan terhadap pedagang kaki lima, dia sudah berpesan kepada anggota agar melaksanakan tugas dengan humanis. Sehingga, kegiatan bisa berjalan dengan lancar fan kondusif.

”Alhamdulillah, kegiatan penertiban umum dan penataan pedagang kaki lima berjalan lancar sampai dengan selesai. Karena, penertiban yang dilakukan anggota sifatnya himbauan kepada pedagang kaki lima agar berjualan pada tempatnya. Tujuannya, agar fasilitas jalan umum tidak terganggu,” ungkapnya.

Para pedagang, katanya, juga mengerti mana daerah yang diperbolehkan untuk berdagang dan mana yang tidak. Yang terpenting dalam menjalankan tugas profesional dan humanis. (*)

Reporter: Sandi P

Dinas Perpustakaan Gelar Lomba Literasi

0
literasi
SEKDA Kota Batam Jefridin bersama Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam Samudin, Sekretaris Dinas, Kabid serta Ketua PWI Kepri, berfoto dengan pemenang lomba konten yang digelar oleh Dinas Perpustakaan Kota Batam di One Batam Mall, Rabu (12/6).
F. CECEP MULYANA/BATAM POS

batampos – Dinas Kepustakaan Kota Batam mengadakan lomba literasi bagi anak didik mulai dari TK, SD, dan SMP se-Batam dengan tema meningkatkan literasi anak bersama perpustakaan mulai dari lomba mewarnai dan menggambar, menulis indah, bercerita, serta konten video perpustakaan.

Perlombaan ini dibuka Sekretaris Daerah Pemko Batam, Jefridin Hamid, di One Batam Mall, Batam Center.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Samudin, mengatakan, sema-ngat para pelajar luar biasa dalam hal literasi.

”Semoga kegiatan ini ber­manfaat, mengingat keputusan bersama dari Kementerian Perdesaan dan Perpustakaan Nasional bahwa masyarakat untuk meningkatkan literasi di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/6).

Pihaknya mengadakan program ini dengan tujuan agar pelajar di Kota Batam bisa meningkatkan budaya baca di tengah masyarakat.

Di samping perpustakaan umum yang ada di gedung bersama Pemko Batam, pihaknya juga aktif melaksanakan perpustakaan keliling, baik di sarana pendidikan maupun posyandu.

“Harapan kami anak -anak mempunyai minat dalam hal membaca buku dan meningkatkan SDM yang berkualitas,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menyam­paikan, literasi adalah mengakses serta memahami sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, di antaranya dengan membaca.

“Hal ini penting bagi kita semua agar adanya budaya membaca sebaiknya dimulai dari usia dini dan anak-anak bisa menguasai literasi itu dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, budaya membaca harus dibiasakan minimal 4 jam dalam sehari. Me-nurutnya kegiatan tersebut sangat luar biasa, dan pemerintah daerah memberikan dorongan dan dukungan, salah satunya Dinas Perpustakaan untuk menggairahkan budaya literasi.

”Tentunya dengan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, semoga kegiatan ini mendapatkan manfaat bagi semua,” tutupnya. (*/adv)

Permudah Warga Urus Administrasi, Desa Piasan Sediakan Mesin Pencetak Surat

0
Kepala Desa Piasan, Zainal Arifin saat menunjukkan cara penggunaan mesin pencetak surat Anjungan Digital Desa.

batampos – Satu unit mesin Anjungan Digital Desa (ADD) disediakan Pemerintah Desa Piasan, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mempermudah warga dalam mengurus surat administrasi.

Cara penggunaan mesin ADD ini sangat mudah, warga harus memasukkan nama dan alamat didalam sistem mesin tersebut. Kemudian, ada pilih kebutuhan surat yang diinginkan. Setelah itu, mesin langsung mencetak surat yang diinginkan warga.

“Contoh kalau mau surat izin keramaian pesta. Warga tinggal klik saja. Otomatis langsung tercetak suratnya,” kata Kepala Desa Piasan, Zainal Arifin, Kamis, (13/6).

Tidak hanya surat menyurat, mesin tersebut juga bisa untuk mencetak dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran dan akta kematian.

Namun, untuk pencetakan dokumen kependudukan Pemdes Piasan harus berkordinasi dahulu ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Kita sudah kordinasi dengan Disdukcapil. Nantinya mesin ini terintegrasi dengan sistem yang ada di Disdukcapil. Biar pencetakan dokumen kependudukan warga tak harus ke Tarempa,” ujar Arifin.

BACA JUGA: LPK Kepri Kirim Surat ke BPOM, Menindaklanjuti Dugaan Kosmetik Tanpa Izin Edar

Arifin menerangkan dengan adanya mesin ini, Pemdes Piasan telah siap beralih menjadi Desa Digital. Yang mana, desa digital adalah desa yang menerapkan sistem kerja pemerintahan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat dengan berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Hal ini untuk mendukung kesiapan Desa Piasan menjadi pilot project Desa Digital di Provinsi Kepulauan Riau.

“Digitalisasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan potensi desa, percepatan akses, dan pelayanan publik,” kata Arifin.

Dengan digitalisasi, semua kegiatan yang dilakukan dapat dilihat oleh masyarakat. Termasuk penggunaan Dana Desa.

“Nah, kita ada website resmi www.piasan.digitaldesa.id, Disitu semua aktivitas Desa bisa dilihat orang. Termasuk penggunaan dana Desa. Kita buat transparansi,” kata Arifin.

Meski tempatnya jauh dari jangkauan sinyal, Arifin memastikan tidak ada kendala dalam penerapan sistem Desa Digital.

“Tak ada kendala. Internetnya cukup, mesin ini punya satelit tersendiri. Intinya kami ingin memberikan kemudahan warga dalam mengurus administrasi,” pungkas Aripin. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin

Kawasan Jodoh dan Nagoya, Ada Perbaikan Pipa Air 500 mm

0

pipa bocorbatampos – Pembaca, ada info tentang air lagi nih… Apa ya ….. Begini, PT Air Batam Hilir pengelola air bersih di Pulau Batam,  menginformasikan ada perbaikan perbaikan kebocoran pipa DN 500mm di Jalan Raden Patah, Lubuk Baja. Saat ini perbaikan masih dalam proses.

Perbaikan ini tentu membawa dampak. Selama pekerjaan ini, akan berdampak pada gangguan pelayanan suplai air bersih berupa air kecil dan air terhenti untuk sementara waktu. Area terdampak :

  • Nagoya
  • Jodoh
  • Batu Ampar
  • Batu Batam
  • Baloi Center dan sekitarnya.

“Kami menyiagakan mobil tangki air bersih untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1×24 jam,” tulis ABHi

Laporan kebutuhan tanki dapat dikoordinir oleh Ketua RT/ RW/ Kelurahan setempat, lalu menyampaikannya melalui layanan saluran resmi kepelangganan Air Batam Hilir :

• Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) yang berada di Bengkong dan Batu Aji

• Call Center Air Batam Hilir (0778) 5700 000

• WA 0811 778 0155

Tahun 2024, 6.249 Nelayan Bintan Ditergetkan Terkover BPJS Ketenagakerjaan

0
Sejumlah nelayan mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa ke laut di pelabuhan Kawal, baru-baru ini. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menargetkan sekira 6.249 nelayan terkover BPJS Ketenagakerjaan pada 2024.

Hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan bagi nelayan dari risiko kecelakaan kerja.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan, pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan perlindungan bagi nelayan dengan mendaftarkan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus membayarkan iurannya.

Dikatakannya, jika tahun lalu sebanyak 4.749 nelayan di Bintan telah terkover BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran dibayarkan Pemkab Bintan, setiap bulan.

Tahun 2024 ini ditargetkan sebanyak 6.249 nelayan di Kabupaten Bintan terkover BPJS Ketenagakerjaan.

BACA JUGA: Hilang Kontak Dua Hari, Seorang Nelayan asal Bintan akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa

“Dari 4.749 orang nelayan di tahun 2023, tahun ini kita tambah 1.500 orang lagi sehingga menjadi 6.249 orang nelayan,” ujarnya.

Dikatakannya dana premi iuran BPJS Ketenagakerjaan nelayan merupakan sharing antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Bintan.

Dimana tahun 2023, tercatat sekitar 3.000 nelayan dikover melalui APBD Provinsi Kepri sedangkan 1.749 nelayan lagi melalui APBD Bintan.

Sementara untuk tahun 2024, sebanyak 4.749 nelayan dicover melalui APBD Provinsi Kepri dan 1.500 nelayan lagi melalui APBD Bintan.

Dana iuran premi yang ditanggung dan dibayarkan  sekitar Rp 16.800 per nelayan setiap bulannya, sehingga tahun 2024 alokasi yang dikeluarkan untuk target 6.249 nelayan sekira Rp 1,259 miliar. (*)

 

Reporter: Slamet N

Bergabung dengan Komunitas Saat Masa Pensiun Agar Tetap Sibuk

0
Ilustrasi Mengisi waktu masa pensiun salah satunya bergabung dengan komunitas. (Freepik)

batampos – Bergabung dengan komunitas agar tetap sibuk selama masa pensiun bisa jadi ide menarik dan membuat masa pensiun penuh makna..

Sebab untuk sebagian orang masa pensiun sepertinya akan membungungkan karena tidak ada kesibukan dan aktifitas harian keluar rumah seperti saat aktif bekerja.

Terlibat dalam kelompok atau komunitas dapat memberikan kesempatan untuk bersosialisasi dan bertemu dengan orang-orang baru.

Baca juga: Alpukat hingga Tomat, untuk Mata Sehat Terhindar dari Katarak

Ada banyak kelompok yang bisa diikuti, mulai dari klub buku, kelompok olahraga, hingga komunitas relawan.

Bergabung dengan komunitas juga bisa membuka peluang untuk belajar hal-hal baru dan berbagi minat yang sama.

Selain bergadung dengan komunitas, seperti dilansir Hack Spirit pada Kamis (13/6), ada banyak cara lainnya untuk tetap sibuk di masa pensiun. Yuk
disimak:

1. Mengembangkan Hobi Lama atau Baru

Masa pensiun adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan hobi lama atau menemukan hobi baru.

Mulai dari berkebun, melukis, memasak, hingga bermain musik, semua bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan memuaskan.

Menyibukkan diri dengan hobi dapat mengurangi stres dan memberikan rasa pencapaian.

Baca juga: Jalan Kaki 2 Menit Setelah Makan, Turunkan Risiko Diabetes

2. Berolahraga Secara Teratur

Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran di masa pensiun.

Berolahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga, dapat membantu menjaga kebugaran fisik dan mental.

Selain itu, olahraga juga dapat menjadi kesempatan untuk bersosialisasi jika dilakukan dalam kelompok.

3. Belajar Hal Baru

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Masa pensiun bisa menjadi waktu yang sempurna untuk mengejar pendidikan lebih lanjut, mengikuti kursus online, atau menghadiri seminar dan workshop.

Belajar hal baru tidak hanya memberikan pengetahuan tambahan, tetapi juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan diri.

4. Melakukan Kegiatan Relawan

Menjadi relawan adalah cara yang baik untuk memberi kembali kepada masyarakat dan merasa berguna.

Ada banyak organisasi yang membutuhkan bantuan, mulai dari panti asuhan, rumah sakit, hingga lembaga nirlaba.

Melakukan kegiatan relawan dapat memberikan rasa tujuan dan kebahagiaan karena bisa membantu orang lain.

5. Melakukan Perjalanan dan Eksplorasi

Jika kondisi memungkinkan, melakukan perjalanan dan eksplorasi tempat-tempat baru bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengisi waktu pensiun.

Perjalanan tidak harus jauh dan mahal, eksplorasi daerah sekitar atau kota-kota tetangga juga bisa memberikan pengalaman yang menyegarkan dan menarik.

Baca juga: Bonsai Afrika, Perawatan Mudah, Cocok untuk Pemula

6. Menulis atau Berkarya Seni

Menulis bisa menjadi cara yang baik untuk mengekspresikan diri dan merenungkan pengalaman hidup.

Menulis buku, blog, atau jurnal harian bisa memberikan kepuasan tersendiri.

Selain menulis, berkarya seni seperti melukis, memahat, atau merajut juga bisa menjadi cara yang kreatif untuk mengisi waktu dan mengembangkan
keterampilan.

7. Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga

Masa pensiun adalah waktu yang tepat untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama cucu.

Melakukan aktivitas bersama keluarga, seperti piknik, bermain, atau hanya mengobrol, bisa mempererat hubungan dan memberikan kebahagiaan.

8. Memulai Usaha Kecil

Bagi yang masih memiliki semangat berwirausaha, memulai usaha kecil bisa menjadi cara yang baik untuk tetap aktif dan produktif.

Usaha kecil bisa berupa bisnis rumahan, seperti membuat kerajinan tangan, memasak, atau membuka toko online.

Memulai usaha tidak hanya memberikan kesibukan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. (*)

Sumber: Jpgroup