Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3346

Pasutri Warga Tiban Tertangkap Bawa Sabu 35,9 Kg

0
narkoba
Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri Nuryanto bersama Forkopimda Batam menunjukkan barang bukti sabu seberat 35,9 kg, di Mapolresta Barelang, Selasa (2/7). (F. Yofi Yuhendri/Batam Pos)

batampos – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang ber­hasil menggagalkan pe­nye­lundupan narkotika jenis sabu seberat 35,9 kg. Barang haram ini didapat dari pasangan sua­mi istri beri­nisial EH dan NH, warga Bi­da KSB Tiban Men­tarau, Patam Lestari, Kota Batam.
Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, menga­takan, pengungkapan ini dilakukan pada 16 Juni lalu. Awalnya, pihaknya mendapatkan informasi ada transaksi sabu di bawah Jembatan Nongsa Pura, Sambau.

”Sabu itu dibungkus kemasan teh dan disimpan tersangka dalam 2 tas ransel,” ujar Tri yang didampingi Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di Mapolresta Barelang, Selasa (2/7).

Nugroho menjelaskan, pasutri ini bertugas sebagai kurir untuk menjemput sabu tersebut dan membawanya ke Jakarta melalui jalur darat. Mereka diupah Rp150-300 juta untuk membawa barang haram tersebut ke Jakarta Barat.

”Tersangka dijanjikan upah besar, dan terperangkap dalam bisnis narkoba karena kebutuhan ekonomi,” katanya.

Selain menangkap pasutri tersebut, polisi juga melakukan pengembangan hingga Jakarta. Hasilnya, polisi berhasil menangkap AS, 32, selaku pemilik barang.

”Dari pengakuan tersangka, barang ini dari Malaysia. Ini merupakan sindikat internasional,” ungkapnya.

Dengan adanya pengungkapan ini, Nugroho tetap mengimbau masyarakat Kota Batam untuk menjaga lingkungannya bebas dari narkotika. ”Saya tekankan, tidak ada kejahatan dalam bentuk apapun di Kota Batam ini,” tegasnya.

Selain pengungkapan, Satresnarkoba Polresta Barelang juga melakukan pemusnahan narkotika jenis sabu seberat 497 gram. Pemusnahan dilakukan menggunakan alat prekusor. (*)

Reporter : YOFI YUHENDRI

Minim Penduduk, SD Negeri 003 Pulau Palah Anambas Tak Ada Siswa Baru

0
Calon siswa saat ingin mendaftar ke sekolah di Anambas.

batampos – SD Negeri 003 Palah yang terletak di Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, Kepulauan Anambas pada tahun ajaran 2024-2025 tidak ada calon siswa baru yang mendaftar.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kepulauan Anambas, Iim Mulya Pratiwi menjelaskan tidak adanya pendaftar disekolah itu disebabkan kondisi penduduk yang sangat minim.

“Sekolahnya berada di pulau Palah. Kondisi penduduk yang minim menyebabkan tidak ada calon siswa yang mendaftar,” ujar Iim saat dijumpai batampos, Selasa, (2/7).

Meski tidak ada yang mendaftar, tenaga pendidik di SD Negeri 003 Palah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Tetap ada belajar mengajar. Karena yang tak ada cuma kelas 1 saja. Kelas lain ada siswanya,” kata Iim.

BACA JUGA: Sistem PPDB SMK Dikeluhkan Orangtua di Bintan, Siswa di Tanjunguban Terlempar ke SMK di Kijang

Selain itu, Disdikpora tidak bisa menggabungkan siswa yang bersekolah di SD Negeri 003 Palah untuk bersekolah di sekolah yang berada di daerah terdekat.

“Karena kondisi jarak yang tidak memungkinkan. Jarak antara pulau Palah dan daerah terdekat sangat jauh. Tidak memungkinkan, kasian anak-anak,” terang Iim.

Maka dari itu, pihaknya tetap mengoperasikan sekolah meski siswanya minim.

Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Disdikpora tidak menemukan kendala. Padahal, kata Iim, pihaknya telah mendirikan posko pengaduan PPDB.

“Alhamdulillah tidak ada kendala apapun. Cuma tadi 1 sekolah yang tidak ada pendaftarnya,” kata Iim.

Adapun calon siswa yang akan memasuki Sekolah Dasar sebanyak 800 orang dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 726 orang. Dengan total siswa baru untuk tahun ajaran 2024-2025 sebanyak 1.526 orang. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

De Oranje Melenggang ke 8 Besar Euro 2024, Bendera Belanda Berkibar di Ambon

0
Penggemar tim sepak bola Belanda melakukan aksi konvoi kemenangan atas Rumania di Kota Ambon. (Antara/Dedy Azis)

batampos – Ribuan penggemar tim sepak bola Belanda di Kota Ambon Maluku melakukan aksi konvoi atas kemenangan tim berjuluk De Oranje melawan Rumania pada babak gugur 16 besar Euro 2024.

“Konvoi ini sebagai ungkapan euforia kami karena dalam dua pertandingan kemarin tim Belanda belum mampu meraih kemenangan,” kata salah satu penggemar, Frans Lekatompessy di Ambon.

Konvoi kemenangan tersebut dilakukan tepat seusai pertandingan Belanda kontra Rumania pada babak penyisihan 16 besar Piala Eropa berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Belanda.

Mengendarai roda dua maupun roda empat, para penggemar tim sepak bola Belanda melakukan konvoi mengelilingi Kota Ambon, mengenakan atribut bernuansa oranye lengkap dengan bendera Belanda yang dikibarkan.

Bahkan, sebuah bendera Belanda berukuran 3×4 juga dibentangkan sebagai bentuk kegembiraan para pencinta tim sepak bola Belanda itu.

Euforia para penggemar tim sepak bola Belanda di Ambon bahkan terasa sebelum pertandingan dimulai. Penggemar De Oranje di kota itu menggelar nonton bareng di setiap sudut kota.

“Pokoknya kalau Belanda yang bertanding, Ambon tetap ramai,” ujar penggemar Belanda lainnya, Jackson Manuputty.

Menurutnya, tim sepak bola Belanda sendiri memiliki banyak penggemar fanatik di Maluku lantaran banyak orang Maluku yang memiliki kerabat jauh dari Negeri Kincir Angin tersebut.

“Euforia kompetisi sepak bola Eropa maupun piala dunia di Ambon akan sangat terasa ketika Belanda bertanding, apalagi saat ini Belanda memiliki banyak pemain yang juga ada darah Maluku seperti Tijjani Reijjner,” ujar Jackson.

Sementara itu, pada pertandingan antara Belanda melawan Rumania, De Oranje berhasil melenggang ke delapan besar berkat Cody Gakpo dan Donyell Malen menjadi bintang kemenangan di laga ini.

Gakpo membuka keunggulan di babak pertama lewat gol pada menit ke-20. Penyerang Liverpool itu kemudian merancang gol kedua yang dicetak Donyell Malen pada menit ke-83.

Di pengujung laga, Malen menambah golnya lewat sebuah serangan balik, memastikan keunggulan tiga gol. (*)

Tarif Listrik Batam Naik hingga 9 Persen, Berlaku Mulai Juli 2024

0

batampos – Tarif listrik PT PLN Batam bakal naik untuk periode kuartal ketiga atau Juli sampai September 2024. Kenaikan tarif itu dipicu perubahan parameter ma-kro ekonomi yaitu kurs, inflasi, dan harga energi primer.

Penyesuaian tarif yang berlaku saat ini diterapkan kepada sebagian golongan pelanggan, meliputi rumah tangga mampu, bisnis, dan industri menengah, hingga sektor pemerintahan di Batam.

PT PLN Batam diketahui juga belum pernah menaikkan tarif listrik sejak 2017.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu mengungkapkan bahwa parameter ekonomi makro yang digunakan untuk tarif adjustment triwulan III berlaku Juli, Agustus, September 2024 telah berubah signifikan dari asumsi ekonomi 2017.

”Perubahan tersebut di antaranya kurs sebesar Rp­15.­656,22 per dolar AS (USD) dari Rp13.300/USD, harga gas sebesar USD6,39/MMBTU dari USD5,8/MMBTU, dan harga batubara sebesar USD65,90/ton dari USD58/ton,” katanya dalam keterangan tertulis.

Penerapan tarif adjustment triwulan III 2024 PT PLN Batam antara 6,00 sampai 9,83 persen hanya menyasar 11 dari 23 golongan pelanggan. Pemerintah, lanjutnya, sangat berhati-hati dalam menerapkan tarif adjustment dengan tetap menjaga daya saing industri di Batam, sehingga sebagian golongan tarif Batam masih di bawah Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik.

PLN Batam dituntut lebih mandiri karena tidak menerima subsidi dan kompensasi dari pemerintah sebagaimana yang diterapkan pada PT PLN (Persero). Selain itu, tarif tenaga listrik golongan pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA dan pelanggan sosial hingga daya 2.200 VA diberlakukan sama dengan tarif nasional yang mendapat subsidi dari pemerintah.

pln batam
Ilustrasi. Tiga teknisi PLN Batam sedang melakukan pemeliharaan salah satu pembangkit. Foto: PLN Batam untuk Batam Pos

Maka, selisih BPP tenaga lis-trik dengan tarif yang seharusnya dibayar konsumen menjadi tanggungan PT PLN Batam. Dengan implementasi tarif adjustment tersebut, PT PLN Batam memperoleh margin sebesar 3,04 persen yang sebelumnya masih negatif. Hal ini dapat lebih mendorong PT PLN Batam meningkatkan keandalan dan pelayanan kepada masyarakat, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Dampak kenaikan tarif lis-trik ini disampaikan oleh Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid. Ia menyebut, kenaikan tarif listrik ini dampaknya sedikit banyak akan menambah beban bagi pelaku usaha di Bandar Dunia Madani.

Rafki menuturkan, PLN Batam sempat berjanji bakal meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan dengan adanya kenaikan tarif listrik itu. Pengusaha memaklumi dan memahami kondisi terkini yang membuat kenaikan tarif listrik.

”PLN Batam kita minta memegang janjinya untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggannya terutama pelanggan bisnis. Jangan sampai lagi terjadi pemadaman dengan alasan kekurangan daya atau alasan lainnya,” kata Rafki, Selasa (2/7).

Pemadaman listrik memang menyusahkan para pengusaha serta masyarakat umum. Aktivitas harian atau bisnis menjadi terkendala. Dari situ, ia mengingatkan bahwa pemadaman berdampak pada seluruh lini. ”Pemadaman listrik di Batam, apalagi dalam waktu yang lama akan sangat merugikan pelaku usaha, terutama pelaku UMKM,” ujar Rafki.

PT PLN Batam memastikan kebijakan pemerintah untuk penyesuaian tarif listrik pada triwulan III tahun 2024 tidak berlaku bagi pelanggan PLN Batam dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Adapun penyesuaian tarif diberlakukan untuk 11 golongan tarif yang sejak tahun 2017 belum pernah ada penyesuaian.

Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan listrik yang berkeadilan. Sehingga pelanggan kurang mampu tetap dapat terlindungi dan mampu membayar tarif listrik sesuai tingkat ekonominya.
Di lain pihak, Direktur Utama PLN Batam M Irwansyah Putra mengatakan bahwa langkah ini juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Batam yang terus meningkat.

”Terhitung hingga akhir 2023 ini pertumbuhan ekonomi Kota Batam mencapai 7,04 persen, sehingga proyeksi peningkatan kebutuhan listrik di tahun 2024 mencapai 10 sampai 15 persen,” katanya, Selasa (2/7).

Dirinya menjelaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan dipengaruhi oleh beberapa variabel yang terdiri dari kurs, harga energi primer, dan inflasi. Pemerintah menerapkan tarif adjustment dengan tetap menjaga daya saing industri di Batam sehingga sebagian golongan tarif Batam masih di bawah BPP tenaga listrik.

”Pemerintah dan PLN Batam mempertimbangkan tiga variabel dalam menerapkan tarif adjustment, yaitu kondisi kurs, harga energi primer, dan inflasi demi menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam,” ujarnya. (*)

11 Golongan Tarif Adjustment

1. Tarif Rumah Tangga
(R-1/Tegangan Rendah 1.300 VA menjadi Rp1.433,71 per kWh);

2. Tarif Rumah Tangga
(R-1/Tegangan Rendah 2.200 VA menjadi Rp1.442,11 per kWh);

3. Tarif Rumah Tangga
(R-2/Tegangan Rendah di atas 2.200 sampai dengan 5.500 VA menjadi Rp1.656,97 per kWh);

4. Tarif Rumah Tangga
(R-3/Tegangan Rendah di atas 5.500 VA menjadi Rp1.729,81 per kWh;

5. Tarif Bisnis
(B-2/Tegangan Rendah di atas 2.200 VA sampai dengan 200 kVA menjadi Rp1.699,85 per kWh);

6. Tarif Bisnis
(B-3/Tegangan Menengah di atas 200 kVA menjadi Rp1.337,72 per kWh);

7. Tarif Industri
(I-2/Tegangan Rendah di atas 14 kVA sampai dengan 200 kVA menjadi Rp1.171,30 per kWh);

8. Tarif Industri
(I-3/Tegangan Menengah di atas 200 kVA menjadi Rp1.129,96 per kWh);

9. Tarif Pemerintah
(P-1/Tegangan Rendah di atas 450 VA sampai dengan 200 kVA menjadi Rp1.737,51 per kWh);

10. Tarif Pemerintah
(P-2/Tegangan Menengah di atas 200 kVA menjadi Rp1.817,69 per kWh);

11. Tarif Pemerintah
(P-3/Tegangan Rendah di atas 450 VA menjadi Rp1.950,58 per kWh).

Sumber: PLN Batam

Reporter: Arjuna

Turki Pulangkan Austria, Berikut Target Ralf Rangnick Selanjutnya

0
Pelatih kepala Austria Ralf Rangnick menyaksikan pertandingan sepak bola Grup D UEFA Euro 2024 antara Austria dan Prancis di Duesseldorf Arena di Duesseldorf. (F. Archysport)

batampos – Pelatih timnas Austria Ralf Rangnick menilai timnya tidak memiliki keberuntungan yang dibutuhkan. Mereka kalah 1-2 dari Turki pada pertandingan 16 besar Piala Eropa 2024, Rabu (3/7) dini hari WIB.

“Kami tidak memiliki keberuntungan yang dibutuhkan dan saya percaya jika permainan diteruskan ke perpanjangan waktu, kami akan menang. Kami memiliki waktu untuk mencetak gol penyama kedudukan, tetapi itu sulit ketika mereka memiliki Gordon Banks di gawangnya,” kata Rangnick seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

Austria sempat tertinggal dua gol akibat dwigol Merih Demiral, sebelum Michael Gregoritsch memperkecil ketertinggalan mereka. Menjelang laga usai, mereka memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan, tetapi kiper Mert Gunok dengan cekatan mampu menepis sundulan Cristoph Baumgartner.

“Kami tidak memaksimalkan peluang-peluang kami, dan kami tidak bertahan dengan cukup baik pada situasi-situasi bola mati,” tutur Rangnick, mengacu kepada dua gol yang masuk ke gawang Austria dari situasi bola-bola mati.

Meski mengakui kelemahan-kelemahan timnya, Rangnick tetap menyesalkan kekalahan yang harus ditelan timnya.

“Saya tidak percaya kami akan pulang hari ini. Kami pikir kami akan meneruskan perjalanan kami,” ujar mantan pelatih RB Leipzig itu.

Kini, Rangnick akan memfokuskan konsentrasinya pada tujuan-tujuan berikutnya bersama Austria, yakni Nations League dan Piala Dunia.

“Empat pertandingan (Piala Eropa 2024) yang kami mainkan sangat menghibur, termasuk hari ini. Tidak semuanya berjalan dengan akurat, tetapi kami menjalani empat pertandingan yang sangat menghibur dan ketat. Sekarang kami perlu membawa hal itu menuju Nations League dan kualifikasi Piala Dunia,” pungkas pelatih asal Jerman tersebut. (*)

Gubernur Kepri Minta RSUD RAT Selesaikan Masalah Dugaan Malapraktik

0
Rumah Sakit Umu Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail

batampos– Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meminta RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, untuk segera menyelesaikan permasalahan dugaan malapraktik.

Dugaan malapraktik ini diketahui kembali mencuat, usai video yang memperlihatkan wanita bernama Winda Oktaviyani mengadu ke Pengacara Kondang, Hotman Paris soal malapraktik viral.

Video yang menyatakan RSUD RAT tidak bertanggung jawab atas dugaan malapraktik itu viral di media sosial melalui akun instagram @hotmanparisoffficial beberapa waktu belakangan ini.

Merespon hal tersebut, Ansar Ahmad meminta kepada Plt. Dirut RSUD RAT untuk segera menyelesaikan permasalahan ini.

“Secara teknis saya tanyakan dulu ke pak Luki (Plt. Dirut). Jadi saya minta pak Luki, tanyakan apa yang dia mau,” kata Ansar Ahmad, Selasa (2/7).

Ansar mengakui, bahwa permasalahan dugaan mala praktik yang dialami Winda saat menjalani persalinan di RSUD RAT, sudah diselesaikan secara damai.

“Itukan dulu sudah ada perdamaian, saya kira tidak tau apalagi persoalannya. Yang ngukur malapraktik itu, tidak tau juga ceritanya,” sebutnya.

BACA JUGA: Proses Penyelidikan Dugaan Malpraktik, Polisi Merujuk UU Tenaga Kesehatan

Sementara itu, Plt Dirut RS RAT Tanjungpinang, Luki Zaiman menyampaikan bahwa pihaknya sudah menjadwalkan pertemuan dengan keluarga korban dugaan malapraktik tersebut.

Namun, korban belum bisa hadir, karena masih sedang berada di luar kota. Pihaknya akan kembali mengatur jadwal pertemuan, dalam waktu dekat.

“Masih menunggu kesediaan waktu keluarga yang bersangkutan. Semoga bisa dilakukan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang bayi baru lahir di RSUD RAT Tanjungpinang diduga menjadi korban malapraktik. Akibatnya dugaan itu, bayi yang baru berusia empat hari tersebut mengalami lumpuh pada bagian tangan kanannya, pada 5 Mei 2023 lalu.

Saat orang tua bayi menjalani proses persalinan pada 5 Mei 2023 lalu, tidak ada dokter yang mendampingi atau menangani. Orang tua korban hanya didampingi oleh tenaga medis yaitu bidan.

Saat bayi lahir, diduga kepala bayi ditarik seperti tali tambang. Setelah lahir, tangan kanannya tidak bergerak dan lemas seperti lumpuh.

Saat mengalami kontraksi yang cukup lama, orang tua bayi menyatakan tidak sanggup menjalani proses persalinan secara normal. Orang tua korban pun meminta tim medis untuk melakukan operasi caesar.

Namun, permintaan tersebut tidak ditanggapi. Orang tua korban diduga dipaksa melakukan persalinan normal. Pada saat proses persalinan, tidak ada satu pun dokter yang mendampingi. (*)

Reporter: M Ismail

Jangan Bunuh Diri!

0
BUNUH DIRI
Polisi dan pihak terkait memasang spanduk imbauan larangan bunuh diri di Jembatan I Barelang, kemarin. F. Dokumentasi Polsek Sagulung untuk Batam Pos

batampos – Polsek Sagulung memperbanyak spanduk imbauan kepada pengunjung untuk tidak melakukan aksi bunuh diri di sejumlah Jembatan Barelang. Imbauan ini kembali dipertegas menyusul ada dua kejadian upaya mengakhiri hidup dalam beberapa hari terakhir. Satu korban meninggal dunia dan satu selamat.

Spanduk dengan tulisan ”Hidup Anda Berharga dan jangan Bunuh Diri di Sini dan di Mana Saja”, dipasang di pagar pembatas Jembatan I Barelang.

”Sebelumnya memang sudah ada (spanduk imbauan), tapi kami perbanyak lagi biar terus mengingatkan siapa saja yang datang ke sini agar jangan melakukan aksi bunuh diri dalam bentuk apapun,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu Donald Tambunan.

Dikatakan Donald, dari kejadian-kejadian bunuh diri yang sudah terjadi selama ini, jarang sekali korban yang selamat jika meloncat dari atas jembatan. Kebanyakan mereka loncat menghilang dan ditemukan meninggal dunia. Itu karena jarak antara jembatan dan permukaan air di bawahnya cukup tinggi dan diperparah lagi dengan kencangnya angin serta arus air yang mengalir di bawah jembatan.

”Jadi jangan lagi meloncat dari atas jembatan itu. Jarang sekali yang selamat loncat dari jembatan itu,” ujar Donald.

Begitu juga untuk mereka yang mencari sensasi atau perhatian, dilarang keras untuk melakukan aksi berbahaya tersebut dari atas jembatan ini.

”Kami akan bantu dengan proses pengawasan dan pat-roli rutin. Boleh berkunjung ke Barelang, tapi jangan keluar dari pagar pembatas jembatan. Itu dipagar agar pengunjung aman. Jangan sampai nongkrong keluar dari pagar jembatan ini. Kami akan tidak tegas kalau kedapatan pengunjung yang keluar pagar pembatas,” ujar Donald.

Semua jembatan yang ada di jalan Trans Barelang ini sudah diberi pagar pembatas. Tujuannya agar pengunjung atau pengendara yang istrahat dalam perjalanannya tidak melewati lokasi pagar pembatas ini. Jembatan I Barelang, pagar pembatas ini bahkan ditambah lagi dengan pagar teralis yang tajam bagian atasnya. Itu artinya, pengunjung tidak boleh memanjat atau melewati pagar pembatas tadi.

”Ini juga akan kami awasi. Jangan keluar dari pagar pembatas itu,” kata Donald.

Kaporlesta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, juga mengakui bahwa spanduk sudah diperbanyak. ”Spanduk sudah kami tambah. Jangan sampai hal ini terulang lagi,” ujarnya.
Selain itu, kata Nugroho, pihaknya akan mendorong instansi terkait untuk memasang CCTv di lokasi. CCTv ini bertujuan untuk memantau pe-ngunjung. Serta mengawasi gerak-gerik orang yang mencurigakan atau berniat bunuh diri.

”Ini perlu. Kami sampaikan ke FKPD (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) agar segera dipasang,” katanya.

Menurut Nugroho, bunuh diri bukanlah solusi unuk menyelesaikan masalah. Untuk itu, ia meminta masyarakat Batam untuk terus meningkatkan keimanan dan menikmati hidup yang Tuhan berikan.

”Setiap permasalahan pasti ada penyelesaiannya. Jangan bunuh diri seperti itu, loncat terus hilang. Matinya menyu­sahkan orang,” tutupnya. (*)

Reporter : Eusebius Sara

1.204 Calon Siswa Tak Lolos Seleksi PPDB SMP

0
ppdb smp
Sejumlah orangtua melihat pengumuman seleksi PPDB jenjang SMPN yang dipampang di depan SMPN 42 Batam di Batam Center, Selasa (2/7).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengumuman hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) Batam 2024 jenjang SMP Negeri (SMPN) sudah keluar. Hasilnya, ada 13.999 calon siswa yang mendaftar. Sebanyak 13.753 calon siswa lulus verifikasi dan hanya 12.206 siswa yang diterima.

Sementara itu, 1.204 calon siswa SMP di Kota Batam harus menelan kekecewaan setelah gagal diterima di sekolah negeri.

Sebagaimana diketahui, rencana daya tampung SMPN di Batam tahun ini yakni 13.040 calon siswa dari total 45 SMPN se-Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan, jumlah pendaftar yang melebihi kapasitas sekolah menjadi faktor utama banyaknya siswa yang tidak diterima.

”Banyak sekolah yang penuh. Jadi ada sekitar 1.204 yang tidak diterima di sekolah negeri jenjang SMPN di Batam,” kata Tri, Selasa (2/7).

Berdasarkan data yang disampaikan Tri, jumlah siswa yang paling banyak tidak diterima atau ditolak di SMP negeri ada di Kecamatan Batuaji dengan 361 calon siswa, Kecamatan Sekupang 276 calon siswa dan Batam Kota 284 calon siswa.

Selanjutnya, Kecamatan Sagulung ada 153 siswa, Kecamatan Sungai Beduk 120 siswa, kecamatan Nongsa 97 siswa, lalu kecamatan Bengkong 70 siswa dan Lubukbaja 4 orang siswa.

”Ya, paling banyak itu di Batuaji dan Sekupang,” tuturnya.

Sementara, siswa yang diterima berjumlah, 12.206 siswa dengan rincian jalur Afirmasi 1.535 siswa, prestasi 1.610 siswa, perpindahan orangtua 44 siswa dan zonasi 9.017 siswa.

”Sehingga totalnya yang diterima ada 12.206 siswa,” kata dia.

Tri mengungkapkan bahwa sejak pembukaan PPDB SMPN sudah dimulai pada 20 Juni-1 Juli 2024 sebanyak 13.999 peserta didik telah menyelesaikan berkas dan memilih sekolah melalui jalur afirmasi, perpindahan orangtua, dan zonasi.

Namun, yang dinyatakan leng-kap dan lulus verifikasi hanya 13.573 peserta didik. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Batam.

”Ada beberapa sekolah yang kuotanya tidak penuh. Jadi kami sarankan wali murid agar mengarahkan anaknya untuk masuk ke sekolah sesuai dengan pilihan kedua atau ketiga,” kata dia.

Pihaknya berkomitmen untuk menampung peserta didik yang tidak diterima dengan menye-suaikan kuota yang masih tersisa di beberapa kecamatan.

”Kami arahkan ke sekolah yang masih tersisa kuota. Untuk penambahan rombel memang kita enggak ada karena guru kami juga terbatas. Pilihan lain kalau tak masuk sekolah negeri ya silakan cari sekolah swasta,” sambung Tri.

Dinas Pendidikan juga membuka pengaduan bagi wali murid yang tidak diterima dengan hasil PPDB janjang SMP di Batam. Posko pengaduan lewat akun PPDB yang sudah ada. Selain itu, calon peserta didik juga bisa langsung datang ke sekolah.

”Kami buka posko pengaduan di sekolah, tapi belum tentu anaknya diterima di sekolah itu. Kecuali nanti ada yang calon siswa yang mengundurkan diri dan sebagainya” sambung Tri.
Tri mengimbau masyarakat bisa memahami keterbatasan daya tampung sekolah negeri dan menekankan bahwa sekolah swasta memiliki kualitas yang setara dengan sekolah negeri.

”Terkait siswa tidak diterima ini, kami juga masih menunggu kebijakan dari wali kota dan saya yakin kebijakan ini tentu akan berpihak pada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan di Kota Batam,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 628 calon siswa SD di Batam tidak lolos atau ditolak. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyebutkan, usai pengumuman pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) terdapat ratusan calon peserta didik baru yang tidak lolos atau ditolak dan belum mendapatkan sekolah hingga saat ini.

”Totalnya ada 628 siswa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Batam,” ujar Tri, Kamis (20/6).

Tri menjelaskan, jumlah rencana daya tampung (RDT) pada dasarnya mencukupi jumlah pendaftar yang ada. Sehingga, PPDB tingkat SD negeri yang telah selesai digelar tidak terdapat kendala. Namun, dalam perjalanannya proses PPDB tingkat SD tersebut berjalan tidak merata dan menye-babkan beberapa sekolah di Batam mengalami kelebihan pendaftar.

”Perlu diketahui RDT kita di tahun ini sebanyak 12.528 siswa. Sementara yang mendaftar melalui aplikasi ppdbbatam.id itu sebanyak 12.349 siswa dan yang melengkapi berkas pendaftaran itu sebanyak 11.755 orang siswa, ” ungkap Tri.

Peserta yang sudah meleng-kapi persyaratan dalam PPDB itu sudah dinyatakan lulus sebanyak 11.755 siswa. Namun, kemudian setelah dilakukan seleksi yang dapat diterima hanya 11.127 siswa dan yang ditolak 628 siswa. ”Sehingga kita masih ada sisa RDT sebanyak 1.041 orang siswa lagi,” terang Tri.

”Orangtua calon peserta didik juga dinilai terlalu memaksakan kehendak agar anak mereka dapat masuk di sekolah tertentu. Padahal dalam aturannya, pelaksanaan PPDB ini akan melihat usia dan zonasi rumah calon siswa ke sekolah,” tuturnya.

Adapun, calon peserta didik yang paling banyak ditolak zonasi ini berada di Kecamatan Bengkong sebanyak 181 siswa. Lalu diikuti kecamatan Batam Kota sebanyak 153 orang siswa. ”Itu ditolak dalam artian tidak memenuhi persyaratan. Lalu, muncul pertanyaan kok masih ada sisa RDT tapi ditolak, tentu karena lokasi sebaran zonasi sekolah berbeda-beda,” terangnya.

Ia mencontohkan, seperti di Batuampar hanya ada satu orang siswa yang tidak diterima di salah satu sekolah. Padahal, di sana masih ada daya tampung sekolah untuk 54 siswa lagi.
Terkait dengan solusi yang akan diambil, Tri meminta masyarakat yang anaknya tidak lolos PPDB di SD Negeri untuk mencari sekolah alternatif. Sebab kuota di sekolah negeri yang terbatas. Sementara, jika dilakukan penambahan kuota terkendala di jumlah guru di sekolah negeri yang juga terbatas

”Kedua jika ada kebijakan pak Wali Kota, kami akan menempatkan yang bersangkutan di sekolah yang terdekat yang masih cukup menyisakan RDT daya tampung,” ucapnya.
Adapun, usia termuda di jalur afirmasi, zonasi dan perpindahan orangtua SD tahun ini adalah 5 tahun 7 bulan 14 hari. Sedangkan siswa usia tertua adalah 10 tahun 6 bulan 26 hari.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Sudirman Dianto, mengatakan, pendidikan di samping tanggung jawab orangtua, dari sisi kenegaraan juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa mengakomodir semua aspirasi masyarakat Batam yang menginginkan agar anaknya bisa bersekolah di sekolah negeri.

”Kami berharap apa yang menjadi aspirasi para orang tua ini bisa diakomodir Disdik. Terkait bagaimana nanti penerimaan dan sebagainya itu kan bisa diatur dinas terkait,” ujarnya. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

Maling Ikan Beraksi saat Cuaca Buruk di Malam Hari

0
maling ikan kapal
Polisi menangkap dua kapal ikan asing berbendera Vietnam yang kini di Pelabuhan Makobar, Batuampar, Selasa (2/7). Dua kapal asing itu ditangkap di perairan Natuna yang diduga karena menangkap ikan secara ilegal.
Foto-foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Korps Kepolisian Air dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korpolairud Baharkam Polri) kembali menangkap 2 unit kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di Perairan Natuna Utara. Kapal tersebut bernama KG 9324 TS dan KG 90520 TS.

Selain kapal, polisi juga mengamankan 20 orang WN Vietnam yang terdiri dari 2 nakhoda dan 18 anak buah kapal (ABK). Kemudian, polisi menyita barang bukti 500 kg ikan campuran dan 2 set jaring trawl.

Kasubdit Patroliair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Dadan, mengatakan bahwa KIA ini ditangkap pada Jumat (28/6) lalu, sekitar pukul 01.00 WIB. ”Penangkapan ini berkat kematangan komandan kapal. Penangkapan dilakukan saat cuaca di laut buruk dengan ombak yang tinggi,” ujarnya di Pelabuhan Makobar, Batuampar, Batam, Selasa (2/7).

Dadan menjelaskan, mereka masuk ke perairan Indonesia pada malam hari. Memanfaatkan cuaca buruk untuk mencuri ikan. ”Mereka kira cuaca buruk seperti saat ini tidak ada kapal patroli. Makanya mereka selalu memanfaatkan cuaca seperti sekarang ini,” ujar Dadan.
Dari pengakuan nahkoda dan ABK, mereka mencuri ikan di perairan Indonesia selama 10 tahun. Total kerugian negara mencapai Rp234 miliar.

”Sesuai arahan Kabaharkam, kapal ini nantinya akan diledakkan untuk memberikan efek jera. Apalagi ini kapal bukan buatan anak bangsa, tidak ada ruginya bagi bangsa kita,” ungkapnya.
Kepala PSDKP Batam, Turnamen Hardianto, memberikan apresiasi terhadap tangkapan Korpolairud Baharkam Polri ini. ”Kapal ini akan dimusnahkan, nanti proses persidangan. Yang menentukan kejaksaan dan hakim. Intinya kita dukung untuk dimusnahkan,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YOFI YUHENDRI

Gubernur Ansar: Pemprov Fokus Tekan Angka Kemiskinan

0

batampos – Lewat sejumlah program strategis pengentasan kemiski-nan, upaya yang dilakukan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, terus menunjukan tren yang positif. Karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, angka kemis-kinan di wilayah Kepri pada periode Maret 2024 mengalami penurunan signifikan.

“Saat ini agka tersebut berkurang 4,2 ribu orang. Pada Maret 2024, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiski-nan) di Provinsi Kepri mencapai 138,30 ribu orang (5,37 persen),” ujar Gubernur Ansar, Selasa (2/7) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, jumlah itu berkurang sebanyak 4,2 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2023 yang sebesar 142,50 ribu orang (5,69 persen). Ditegaskan Ansar, Pemprov Kepri memberikan atensi untuk menekan angka kemiskinan di Provinsi Kepri.

Menurutnya, ada empat program strategis untuk me-nekan persoalan ini. Pertama adalah penanganan Infrastruktur dasar berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni, sanitasi, air bersih, dan listrik. Program ini, terus dilakukan secara kontinu di setiap kabupaten/kota.

“Kedua adalah bantuan sosial dan jaminan sosial terpadu seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bantuan beras bersubsidi kepada rumah tangga berpendapatan rendah dan Program Keluar-ga Harapan (PKH),” jelasnya.

Berikutnya, upaya yang akan dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dan Pe-nguatan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil seperti Posyandu, RT/RW, Bumdes, UMKM, Perikanan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan. Sedangkan yang keempat melalui program beasiswa bagi siswa tidak mampu.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kepri, Darwis Sitorus, mengungkapkan, jumlah penduduk miskin di Kepri selama periode Maret 2023-Maret 2024 mengalami penurunan. Pada periode tersebut jumlah penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan dari 111,90 ribu orang pada Maret 2023 menjadi 112,28 ribu orang pada Maret 2024. Sebaliknya, di daerah perdesaan turun dari 30,60 ribu orang pada Maret 2023 menjadi 26,03 ribu pada Maret 2024.

Darwis menyebut peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). ”Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2023 tercatat sebesar 68,08 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2023 yaitu sebesar 67,55 persen,” jelasnya. (*)