Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 3362

Hari Kebangkitan Nasional, Landasan Terwujudnya Indonesia Emas

0
c6200031 3618 4fee bd68 13e347d28163 e1716223094268
Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Aula Anindhita Lantai 2 Mapolresta Barelang, Rabu (20/5) pagi. F.Yofi Yuhendri

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Aula Anindhita Lantai 2 Mapolresta Barelang, Rabu (20/5) pagi. Kegiatan ini diikuti personel dan PJU Polresta Barelang.

Hari Kebangkitan Nasional ini diperingati setiap tanggal 20 Mei. Kali ini dengan tema “Bangkit Untuk Indonesia Emas”.

Nugroho mengatakan upacara ini bertujuan untuk mengenang dan merayakan momentum kebangkitan semangat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Gubernur Ansar Lepas Pawai Ta’aruf, sempena Musabaqoh Tilawatil Quran dan Hadits X di Batam

Serta memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan, sebagai pembelajaran untuk seluruh anggota Polri agar terus berhati-hati dan mawas diri.

“Ini adalah landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, serta mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya Indonesia Emas dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujarnya.

Nugroho menambahkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional merupakan momen yang penting. Menurut dia, sebagai rakyat Indonesia, kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan.

Baca Juga: KPU Batam Berharap Bisa Segera Tetapkan Hasil Pemilu

“Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa,” katanya.

Dengan tema tersebut, kata Nugroho, bangsa Indonesia bisa terus berkembang dengan adanya adanya potensi sumber daya alam dan potensi transformasi digital.

“Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Presiden Iran Ebrahim Raeisi

0
Presiden Jokowi menyambut delegasi WWF ke-10 dalam gala dinner di Bali, Minggu (19/5). (Humas Setpres)

batampos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Presiden Iran Ebrahim Raeisi. Jokowi juga menyampaikan dukacita atas wafatnya delegasi pendamping Ebrahim Raeisi.

Pernyataan dukacita itu disampaikan Presiden Jokowi melalui akun media sosial X pribadinya @jokowi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dukacita mendalam atas wafatnya Presiden Iran, Yang Mulia Sayyed Ebrahim Raeisi, beserta delegasi pendamping yang menyertai beliau dalam musibah kecelakaan di Iran,” tulis @jokowi yang dikutip Senin (20/5).

Kepala Negara RI ini pun memanjatkan doa untuk keluarga Presiden Raeisi yang ditinggalkan dan rakyat Iran.

“Doa tulus saya panjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan dan masyarakat Iran,” ucap Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Presiden Iran Ebrahim Raisi dinyatakan meninggal dunia setelah helikopter yang membawanya dan rombongan jatuh di wilayah Varzaqan, Provinsi Azerbaijan Timur, pada Minggu (19/5).

Helikopter yang dinaiki Presiden Raisi, bersama dua helikopter lainnya, sedang dalam perjalanan ke Kota Tabriz, setelah meresmikan Bendungan Qiz Qalasi di perbatasan dengan Republik Azerbaijan sehari sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian, Gubernur Provinsi Azarbaijan Timur Malek Rahmati, dan Mehdi Mousavi, kepala tim pengawal Raisi juga berada di dalam pesawat yang jatuh tersebut. Selain itu, Mohammad Ali Al-e-Hashem, perwakilan pemimpin tertinggi di provinsi tersebut juga turut menemani mereka. (*)

Sumber: JP Group

6 Hal ini Harus Dihindari Jamaah Haji di Tanah Suci Agar Terhindar dari Jeratan Hukum

0
Petugas haji mengantar seorang jemaah haji yang sempat kebingungan pulang saat berada di area Masjid Nabawi, Madinah, Kamis (16/5) malam Waktu Arab Saudi. (ARIS IMAM MASYHUDI/JAWA POS)

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan para jamaah calon haji untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku di Arab Saudi. Hal itu dilakukan agar jamaah bisa terhindar dari masalah hukum.

Menurut Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Haji (Linjam) Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445, Harun Ar-Rasyid, para jamaah setidaknya harus menghindari enam hal ini selama di Tanah Suci. Berikut rangkumannya dilansir dari laman NU Online, Senin (20/5).

1. Merokok

Jamaah dilarang merokok di kompleks Masjidil Haram. Namun bukan berarti dilarang merokok di seluruh Arab Saudi.

Jika ingin merokok, maka lakukan di tempat yang jauh dari kawasan masjid. Sanksinya mulai diingatkan petugas hingga ditahan untuk diproses secara hukum.

“Jangan merokok sembarang tempat. Bisa dikurung enam hari,” kata Harun Ar-Rasyid.

2. Membentangkan spanduk atau bendera

Jamaah dilarang mengambil gambar atau membuat video dengan membentangkan spanduk atau bendera yang menunjukkan identitas kelompok tertentu di kawasan Masjidil Haram.

Jika melanggar, maka bisa berurusan dengan pihak keamanan di Arab Saudi. Selain bendera identitas kelompok, membentangkan bendera merah putih juga dilarang, begitu juga spanduk KBIH, biro travel dan sebagainya.

Baca Juga: Ingat, Jamaah Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera selama Berhaji

3. Berkerumun lebih dari lima orang

Meskipun pandemi Covid-19 telah berakhir, namun Otoritas Saudi tetap melarang jamaah berkerumun lebih dari lima orang dalam jangka waktu lama. Jika melanggar, maka askar masjid akan menyuruh mereka untuk beralih atau pergi ke tempat lain.

“Jangan bikin ramai, terutama di kawasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” imbuhnya.

4. Mengambil barang temuan

Jika jamaah melihat atau menemukan barang tak bertuan tergeletak di tengah jalan atau ruang publik, terkhusus di Masjidil Haram, Nabawi, dan sekitarnya, lebih baik jangan diambil meskipun niatnya untuk mengamankan barang tersebut.

Pihak Otoritas Saudi telah memasang CCTV di luar dan di dalam masjid, sehingga jika jamaah mengambilnya walaupun untuk diamankan, maka itu akan dimaknai sebagai tindakan pencurian.

Maka dari itu, jika menemukan barang berharga yang tercecer atau tergeletak, jamaah sebaiknya segera menghubungi petugas terdekat. Selanjutnya petugas itu yang akan mengamankan barang tersebut.

5. Membuat video dengan durasi terlalu lama

Pihak Otoritas Saudi mungkin masih memaklumi jika berswafoto atau mengambil video untuk dokumentasi pribadi atau vlog di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi bahkan saat Sa’i, tawaf, dan tahapan haji lainnya jika durasinya singkat.

Namun, jika pengambilan video dilakukan dalam waktu cukup lama dan statis, maka bisa menimbulkan kecurigaan petugas keamanan. Jika melanggar, kamera dan perekam akan ditahan. Bahkan rekaman akan dihapus.

6. Buang sampah sembarangan

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka, jika jamaah membuang sampah sembarangan, apalagi di area ibadah haji, mereka bisa ditahan petugas untuk dimintakan keterangan.

Bagaimana jika kebetulan sedang tidak ada tempat sampah padahal sedang butuh untuk membuang sampah? Maka simpan dulu sampahnya sampai menemukan tempat sampah.

“Jangan buang sampah sembarangan. Tolong sampaikan kepada jamaah agar tertib menjaga kebersihan masjid,” pungkas Harun. (*)

Sumber: JP Group

Pawai Taaruf MTQH Ke-X Kepri, Kafilah dari Bintan Tampilkan Mobil Hias hingga Sepeda Ontel

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan memimpin rombongan kafillah dari Bintan dengan diiringi para camat yang menggunakan sepeda ontel saat pawai taaruf MTQH Ke-X tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Batam, Senin (20/5/2024). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Sekira 1.111 orang dari Kabupaten Bintan memeriahkan pawai taaruf dalam rangka perhelatan akbar Musabaqoh Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) Ke-X tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Batam, Senin (20/5/2024).

Bupati Bintan, Roby Kurniawan turun langsung memimpin rombongan kafilah Kabupaten Bintan dalam pawai taaruf tersebut.

Turut hadir, Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith, Ketua DPRD Bintan, Agus Wibowo dan Sekda Bintan, Ronny Kartika.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, sekira 1.111 orang dari Bintan diturunkan untuk memeriahkan pawai taaruf MTQH Ke-X tingkat Provinsi Kepri.

“Kita turun semaksimal mungkin,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kafillah Bintan menampilkan berbagai ciri khas budaya yang ada di Bintan seperti Kadis Perkim Bintan, M Irzan yang mengenakan busana Satria ala Mujahid Islam.

Rombongan kafilah Bintan juga menampilkan berbagai atraksi dan keunikan mulai dari mobil hias yang mendeskripsikan replika masjid dengan nuansa kuning khas Melayu, kemudian diikuti barisan marching band Bintan Maritim Corps.

Kafilah Bintan juga membawa rombongan bunga telur dan bunga manggar yang disusul pasukan sepeda ontel, pemain engrang, pemain gasing dan para pesilat.

BACA JUGA: Buka MTQH Bintan di Kijang, Roby Pesan Tampilkan yang Terbaik

Sebelumnya juga ditampilkan tarian kreasi Bintan Negeri Tahfidz.

Mengusung tema “Agungkan Al Qur’an di Bumi Segantang Lada, Untuk Bintan Juara”, Kafilah Bintan berada dalam kesiapan penuh untuk mengikuti MTQH di berbagai kategori lomba.

Dia mengatakan, pihaknya siap memeriahkan dan berkompetisi di MTQH X Kepri.

Terkait para peserta yang akan mewakili Bintan, Roby  optimis bahwa kafillah Bintan akan mengukir prestasi terbaik dan membanggakan.

“Mohon doanya untuk seluruh masyarakat Bintan, sama-sama kita munajahkan doa untuk kesuksesan anak-anak kita,” imbuhnya. (*)

 

Reporter: Slamet N

Sandiaga Uno Tegaskan Ingin Masuk Koalisi Prabowo

0
Sandiaga Uno. (Istimewa)Sandiaga Uno

batampos – Politikus Sandiaga Uno berminat gabung di koalisi Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk mendukung persatuan dalam pembangunan dan Indonesia Emas 2045.

“Sikap saya pribadi, bergabung dengan Pak Prabowo,” kata Sandiaga Uno di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin, (20/5).

Mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkapkan sikap partai berlambang Ka’bah itu bergabung atau tidak di koalisi Prabowo Subianto, akan dirumuskan melalui proses di internal partai.

“Mungkin di Mukernas atau Rapimnas di tingkat jajaran pimpinan yang melibatkan semua DPW (dewan pimpinan wilayah),” imbuh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu.

Meski begitu, ia mendorong untuk memberikan dukungan, baik di dalam atau pun di luar pemerintahan agar berkontribusi untuk bangsa dan negara.

“Kita ini sekarang tidak punya waktu sama sekali tapi untuk bonus demografi kita ini kan sebentar lagi akan habis, kita perlukan persatuan dalam pembangunan,” ucapnya.

Sementara itu, ketika ditanya wartawan apabila dipinang untuk menduduki kursi menteri di kabinet Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Sandiaga memberi sinyal untuk tidak menerimanya.

Alasannya, lanjut dia, karena saat masa kampanye mendukung pasangan Ganjar-Mahfud MD.

“Sudah banyak yang lebih berkeringat dari pada saya. Kemarin kan saya ada di pihak Pak Ganjar dan rasanya sudah saatnya dari koalisinya pak Prabowo,” ucapnya. (*)

Sumber: JP Group

Sistem Gravitasi Dinilai Tak Maksimal Lagi, Batam Butuh Sistem Pompa Air

0
Banjir Dalil Harahap
Ilustrasi. Banjir di perumahan Barelang Central Raya RW 08, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (7/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar menyebutkan, sejumlah wilayah di Kota Batam seperti Nagoya, Sekupang, Bengkong, Marina dan Batuaji sudah tidak bisa lagi mengandalkan sistem pengaliran secara gravitasi. Oleh sebab itu sudah seharusnya pemerintah daerah memiliki sistem pompa air khususnya bagi wilayah-wilayah yang terdampak dan terpengaruh dengan adanya pasang air laut.

“Ke depan kita lagi mengkaji untuk memakai sistem pompa bagi wilayah wilayah yang terdampak dan terpengaruh pasang air laut ini. Karena kalau hanya mengandalkan sistem gravitasi tentu tak akan menyelesaikan masalah,” ungkap Suhar.

Ia menyebutkan sistem pompa air ini masih dalam tahap kajian dan direncanakan baru diusulkan di tahun 2025 mendatang. Selain karena biayanya yang tidak sedikit, sistem pompa tersebut juga harus memperhitungkan kesiapan drainasenya, termasuk apakah drainase itu sudah permanen atau belum. “Kita rencanakan bertahap mulai tahun 2025,” kata Suhar.

Diakuinya, rata-rata satu lokasi yang memakai sistem pompa ini membutuhkan biaya sekitar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar, tergantung kesiapan drainasenya. Sementara itu di Kota Batam sendiri hampir seluruh wilayahnya seperti Nagoya, Bengkong, Marina, Sagulung memerlukan sistem pompa ini. “Jadi penanganan banjir ini mesti komprehensif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang SDA DBMSDA Batam WAN Taufik menyebutkan, berdasarkan data dan peninjauan di lapangan ada 21 titik banjir di Kota Batam. Bila dibanding dengan 2022 lalu, titik banjir ini berkurang signifikan. Dimana berdasarkan data DBMSDA ada 48 titik banjir, secara bertahap berkurang 21 titik banjir dengan adanya program peningkatan drainase.

“Sudah ada program peningkatan drainase dan itu berhasil mengurangi titik banjir tersebut,” ujarnya.

Adapun 21 titik banjir saat ini adalah, Simpang Kepri Mall-Dutamas-Legenda Bali-Legenda Malaka, Simpang Helm -Kawasan Tunas, Jalan depan kantor PDIP–kawasan Samsat, Jalan Depan Villa Panbill, Jalan Trans Barelang (Depan Perumahan Cipta Asri), Jalan Depan SP Plaza, Jalan Depan Villa Muka Kuning, Kawasan Kantor BPJN (Mangsang), dan Kawasan Bengkong Indah/Bengkong Swadebi, Bengkong.

Lalu Rosedale–Citra Indah, Kawasan Marina City Sekupang, Perumahan Green Nongsa City, Kawasan Sei Tering, Kawasan SMPN 28, Kawasan Industri Volex, Kawasan Greenland, Puri Sasmaya Nongsa, Tiban Center, Pondok Pelangi Tiban dan terakhir Jalan R Suprapto depan perumahan Pemda Batuaji.

Wan menyebutkan, berdasarkan fakta dilapangan ada beberapa penyebab banjir diantaranya, perubahan tata guna lahan dari awalnya daerah resapan air jadi daerah terbangun termasuk juga aktivitas cut and fill. Selain itu ada juga karena kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuang sampah, membangun di atas drainase dan menutup drainase.

“Ada juga karena pengaruh pasang surut, jaringan utilitas yang di drainase seperti pipa ATB, PLN dan PGN, serta karena curah hujan tinggi dengan intensitas cukup lama, ” terangnya.

Sementara itu data DBMSDA berdasarkan hasil inventarisasi jumlah drainase eksisting yang ada di Batam saat ini adalah drainase primer sebanyak 121 ruas, dengan panjang 108.525 meter lalu ada juga drainase sekunder sebanyak 1065 ruas, dengan panjang 478.890 meter. Dari jumlah drainase eksisting yang ada, seluruhnya masih berfungsi. Namun demikian ada sebagian drainase yang tidak dapat berfungsi maksimal akibat sampah, sedimentasi, dan dimensi saluran yang tak memadai.

“Untuk penanganan tersebut maka dilakukan pembersihan atau pengerukan saluran dengan alat berat. Sedangkan untuk saluran yang tidak memadai dimensinya maka dilakukan pelebaran saluran baik secara permanen (pembangunan fisik) maupun non permanen (normalisasi),” ungkap Wan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Penumpang Helikopter yang Jatuh bersama dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Ini Daftarnya

0
Puing helikopter yang ditumpangi Presiden Iran Ebrahim Raisi jatuh pada Minggu (19/5) waktu setempat (X)

batampos – Sebuah helikopter mengalami kecelakaan di wilayah Provinsi Azerbaijan Timur. Nahasnya, helikopter tersebut mengangkut penumpang penting yang mana di dalamnya ada Presiden Iran Ebrahim Raisi bersama dengan penumpang lainnya.

Akibat kecelakaan yang terjadi pada Minggu (19/5) itu, Presiden Ebrahim Raisi, menteri luar negerinya, dan pejabat senior lainnya dipastikan tewas dalam kecelakaan helikopter setelah pencarian semalaman yang panjang di tengah kabut tebal dan salju di daerah pegunungan di provinsi Azerbaijan Timur yang dikenal merupakan wilayah berbatu-batu di Iran.

BACA JUGA: Presiden Iran Ebrahim Raisi Tewas Akibat Kecelakaan Helikopter

Jenazah mereka ditemukan pada Senin (20/5) pagi, beberapa jam setelah helikopter mereka jatuh. Demikian dilaporkan langsung oleh media pemerintah Iran.

Kecelakaan ini memberikan tantangan bagi para pemimpin senior negara tersebut. Hal ini mengingat Iran tengah berada di tengah meningkatnya ketegangan regional dan global yang berpusat pada perang di Gaza, Palestina, sementara Iran adalah salah satu negara musuh bebuyutan Israel.

Dilansir via Al-Jazeera, berikut ini adalah pejabat yang tewas dalam kecelakaan helikopter di wilayah Provinsi Azerbaijan Timur.

Presiden Iran Ebrahim Raisi

Pemimpin Iran berusia 63 tahun itu telah lama dipandang sebagai penerus Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di negara itu. Raisi adalah seorang konservatif agama garis keras yang memiliki hubungan erat dengan peradilan dan elit agama Iran.

Saat berusia awal 20-an, ia diangkat menjadi jaksa di beberapa kota hingga ia mendapatkan jabatan di ibu kota Teheran untuk bekerja sebagai wakil jaksa pada tahun 1989. Upaya pertamanya untuk memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2017 gagal, namun ia akhirnya berhasil pada tahun 2021.

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian

Korban tewas kedua adalah fiplomat terkemuka Iran, yang bersama Presiden Raisi di helikopter yang jatuh, memainkan peran penting dalam mengubah kebijakan luar negeri Iran dari keterlibatan dengan Barat menjadi meningkatkan hubungan dengan negara-negara tetangga regionalnya.

Amirabdollahian, 60 tahun, telah menjabat beberapa posisi di Kementerian Luar Negeri Iran sejak 1997, termasuk sebagai duta besar untuk Bahrain dan wakil menteri luar negeri untuk urusan Arab dan Afrika.
Raisi menominasikannya sebagai menteri luar negeri setelah ia menjadi presiden pada tahun 2021.

Salah satu prestasi terbesar Amirabdollahian adalah membantu memulihkan hubungan diplomatik Iran dengan Arab Saudi sebagai bagian dari perjanjian yang ditengahi Tiongkok dan mengunjungi kerajaan tersebut pada tahun 2023 dalam pencairan besar-besaran hubungan antara kedua negara.

Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Iran, Malik Rahmati

Malek Rahmati baru-baru ini ditunjuk sebagai gubernur baru provinsi Azerbaijan Timur oleh kabinet Iran. Sebelumnya, ia telah mengambil sejumlah peran dalam sistem politik Iran.

Dia sebelumnya ditunjuk sebagai kepala Organisasi Privatisasi Iran, serta wakil direktur AQR. Dirinya ikut tewas dalam kecelakaan helikopter yang ditumpangi oleh Presiden Iran, Ebrahim Raisi.

Rahmati juga pernah menjadi ketua Organisasi Ekonomi Razavi, yang didirikan pada akhir tahun 1990an untuk mendapatkan sumber daya keuangan AQR; dan anggota dewan direksi, serta wakil ketua Organisasi Ekonomi Kowsar, sebuah entitas yang aktif di banyak sektor ekonomi, termasuk pertambangan, pertanian, dan kesehatan dan Rahmati juga pernah menjabat beberapa posisi manajerial lainnya di Kementerian Dalam Negeri Iran.

Wakil Pemimpin Tertinggi Iran untuk Azerbaijan Timur, Ayatollah Mohammad Ali Al-Hashem

Wakil pemimpin tertinggi di provinsi Azerbaijan Timur dan seorang imam di kota Tabriz, Mohammad Ali Ale-Hashem juga termasuk di antara mereka yang tewas. Ale-Hashim juga merupakan anggota dewan provinsi Dewan Kemanfaatan dan wakil provinsi di Majelis Ahli.

Siapa lagi yang terbunuh? Dia adalah Sardar SEED Mehdi Mousavi, kepala tim pengawal Raisi, pilot helikopter Kolonel SEED Taher Mostafavi, co-pilot Kolonel Mohsen Daryanush, dan teknisi penerbangan Mayor Behrouz Ghadimi, semuanya tewas dalam kecelakaan tersebut yang mengundang banyak perhatian para pemimpin dunia, termasuk Indonesia. (*)

Sumber: JP Group

Kejati Masih Tunggu Pelimpahan Berkas Perkara Anggota Bawaslu Kepri

0
ilustrasi berkas perkara
Ilustrasi.

batampos – Kejaksaan Tinggi Kepri menunggu penyerahan berkas tahap 1 kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menjerat anggota Bawaslu Kepri Khairul Rijal. Dimana Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah lama dikirimkan penyidik Polda Kepri.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri, Denny Anteng Prakoso mengatakan sampai kemarin, (Senin,20/5), pihaknya belum menerima pelimpahan berkas penyidikan dugaan penyalahgunaan narkotika Khairul Rijal.

Baca Juga: Kasus Narkoba Oknum Anggota Bawaslu Kepri: Asal Usul Narkotika Masih Diselidiki

“Sampai saat ini, kami baru menerima SPDP. Jadi kami menunggu juga pelimpahan berkas penyidikan Khairul Rijal oleh penyidik polisi,” ujar Denny.

Menurut dia, jika sampai akhir bulan ini, pihaknya tak juga menerima berkas penyidikan dari penyidik Polda. Maka, akan bersurat untuk mempertanyakan seperti apa proses penyidikan, apakah mengalami kendala atau tidaknya.

“Dalam waktu dekat kami juga akan bersurat atau P17. Kami juga ingin tahu bagaimana perkembangan proses penyidikan,” ungkap Denny.

Disinggung status Khairul Rijal saat dikirimnya SPDP, menurut Denny sudah berstatus tersangka. Namun untuk lebih lengkap, Denny meminta agar mengkonfirmasi ke penyidik polisi.

“Untuk status yang bersangkutan juga sudah tersangka,” sebutnya.

Diketahui Khairul Rijal ditangkap oleh tim gabungan Polda Kepri di Ruang VIP Hotel Planet Holiday, Batam. Momen itu merupakan malam pada bulan suci Ramadan. Khairul Rijal merupakan anggota Bawaslu Kepri bidang Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, organisasi dan Diklat. (*)

Reporter: Yashinta

Nurul Ghufron Polisikan Albertina Ho Gegara Kasus Cawe-cawenya Mutasi ASN Kementan

0
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. ANTARA/Fianda SJofjan Rassat

batampos – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron melaporkan Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Albertina Ho ke Bareskrim Polri. Laporan teregister dengan nomor: LP/B/138/V/2024/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 6 Mei 2024.

Pelaporan itu terhadap Albertina atas dugaan tindak pidana penghinaan dan/atau penyalahgunaan wewenang terkait penyampaian kepada pers tentang pelanggaran etik sudah cukup bukti dan siap disidangkan, serta penanganan pemeriksaan pelanggaran kode etik terkait dugaan intervensi mutasi ASN Kementerian Pertanian (Kementan) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 421 KUHP yang terjadi di Jakarta pada kurun waktu Januari-Mei 2024.

Merespons pelaporan itu, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak memastikan, pelaporan yang dilakukan Nurul Ghufron terhadap Albertina Ho tidak berkaitan dengan Pimpinan KPK lainnya. Meski memang pimpinan KPK menganut asas kolektif kolegial.

“Kalau kolektif kolegial di pimpinan KPK itu terkait dengan kebijakan dalam mengambil keputusan yang terkait dengan penanganan perkara Tipikor yang ditangani oleh KPK,” kata Johanis dikonfirmasi, Senin (20/5).

Johanis menjelaskan, pelaporan itu dilayangkan Ghufron karena pribadinya merasa dirugikan. Ia menekankan, pelaporan yang dilayangkan Ghufron hanya bersifat pribadi.

“Dalam konteks hukum perdata atau TUN, dapat menggugat melalui pengadilan negeri kalau terkait dengan masalah perdata atau pengadilan TUN kalau terkait dengan perkara TUN,” ucap Johanis.

Oleh karena itu, Johanis menyatakan bahwa pelaporan itu tidak ada kaitannya dengan Pimpinan KPK lainnya.

“Dengan demikian jelaslah bahwa bilamana laporan yang dimaksud, saya dapat pastikan tidak ada hubungannya dengan keputusan pimpinan KPK yang bersifat kolektif kolegial,” pungkas Johanis. (*)

Sumber: JP Group

Ratusan Perempuan di Batam Menjanda, Ekonomi hingga Orang Ketiga Jadi Faktor Perceraian

0
janda
Warga mengantri di ruang tunggu loket pendaftaran gugatan di Kantor Pengadilan Agama Batam. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Ratusan perempuan di Kota Batam resmi berstatus janda di tahun 2024. Masalah ekonomi, tidak diberi nafkah suami hingga orang ketiga menjadi alasan perceraian.

Data dari Pengadilan Agama Kelas 1 A Batam mencatat ada 707 kasus penceraian yang diajukan dari Januari-April 2024. Rinciannya, sebanyak 544 perkara cerai gugat atau dari pihak istri dan 163 cerai talak atau yang diajukan dari pihak suami.

Humas Pengadilan Agama Kota Batam, Azizon mengatakan, masalah klasik ekonomi masih menjadi penyebab utama perceraian. Permasalahan tertinggi kedua adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus. “Ada juga karena tidak harmonis, KDRT serta orang ketiga,” ucap Azizon, Senin (20/5)

Sementara itu untuk cerai talak yang paling mendominasi karena perselisihan rumah tangga, sehingga menyebabkan pertengkaran terus menerus. Ada juga istri meninggalkan tempat tinggal dalam waktu yang lama, perselingkuhan atau hadirnya orang ketiga atau pria idaman lain dan sebagainya.

“Kondisi ekonomi yang dirasakan tidak stabil berdampak pada hubungan rumah tangga, ” terangnya.

Dikatakan Azizon, dari 707 kasus perceraian ini sebanyak 465 perkara sudah diputus oleh Pengadilan Agama Batam. Selain itu ada juga 80 permohonan dicabut dengan alasan keduanya sepakat melanjutkan bahtera rumah tangganya, 20 permohonan tidak diterima dan 9 perkara lainnya digugurkan serta satu dicoret dan satu lain ditolak Pengadilan Agama.

“Jadi tak semua yang masuk ke pengadilan ini bercerai. Ada juga dicabut dengan alasan anak sehingga ketika kita mediasi, mereka sepakat mecabut dan melanjutkan rumah tangga, atau ditolak karena berkasnya dinilai tak lengkap,” ungkap Azizon.

Sementara kelompok usia yang paling banyak melakukan perceraian adalah usia muda yakni 25 tahun hingga 40 tahun. Usia tersebut sangat rentan mengingat ego kedua pasangan masih tinggi dan menjadi pemicu dan keretakan rumah tangga

“Perkara perceraian yang sudah diputus pengadilan telah dikeluarkan akta perceraiannya. Sedangkan sisanya, masih menunggu agenda persidangan (proses sidang, ” terangnya.

Yanti salah seorang pemohon yang ditemui di Pengadilan Agama Batam mengaku nekat menggugat suami lantaran sudah tak tinggal serumah lagi. Selain jarang pulang ke rumah, suami yang sudah ia nikahi dua tahun lalu juga sudah tidak memberi kabar dan nafkah lagi kepada ia dan anaknya.

“Mungkin ini jalan terbaik, sudah sering saya maafkan tapi tak pernah dia berubah. Bahkan setiap kali bertengkar ia selalu tidak pulang ke rumah, ” ujarnya di Pengadilan Agama Batam.

Awalya Yanti enggan membeberkan perkara pengadilan yang dihadapinya. Namun ia menyampaikan ini sebagai pembelajaran bagi wanita-wanita lainnya. “Hampir tiap kali berantem ia memilih berhari-hari di luar tanpa ada beban. Padahal anak kami kecil dan banyak kebutuhan, ” sesal Yanti. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra