Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 337

Dua Pemuda Jadi Tersangka Pengeroyokan di THM Anambas Inn

0
Mapolres Kepulauan Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kasus dugaan pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam (THM) Anambas Inn, Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai menemui titik terang. Polisi mengamankan dua terduga pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Penerangan Masyarakat (Kapenmas) Polres Kepulauan Anambas, Bripka Albadri, mengatakan kedua tersangka masing-masing berinisial Rd dan Md, berusia 22 tahun.

“Keduanya diamankan kemarin dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Albadri, Kamis (19/2).

Penangkapan dilakukan pada Rabu (18/2). Polisi lebih dulu mengamankan Rd di kawasan Pasar Ikan Tarempa Barat sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara Md mendatangi Polres Kepulauan Anambas untuk menyerahkan diri setelah mengetahui rekannya telah diamankan.

“Rd diamankan terlebih dahulu. Untuk Md, datang sendiri ke Polres untuk menyerahkan diri,” jelasnya.

Saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Kasus ini masih didalami dan dikembangkan. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan,” tambah Albadri.

Sebelumnya, seorang pemuda asal Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, bernama Agusman diduga menjadi korban pengeroyokan di THM Anambas Inn yang berada di kawasan Tanjung, Desa Tarempa Barat.

Peristiwa terjadi pada Jumat (6/2/2026) saat korban bersama rekannya berkaraoke di salah satu ruangan tempat hiburan malam tersebut.

Menurut pengakuan korban, kejadian bermula ketika dirinya hendak menuju toilet. Di lorong lokasi, ia mengaku ditegur oleh empat pria. Korban menyebut tidak mengingat detail kejadian karena berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Namun, ia memastikan terjadi aksi pengeroyokan hingga dirinya mengalami luka di bagian kepala. Korban mengaku baru sadar saat sudah berada di RSUD Tarempa untuk mendapatkan perawatan medis dan harus menjalani beberapa jahitan.

Polisi memastikan proses hukum akan terus berjalan guna mengungkap secara lengkap peristiwa tersebut. (*)

Artikel Dua Pemuda Jadi Tersangka Pengeroyokan di THM Anambas Inn pertama kali tampil pada Kepri.

Rotasi Pejabat Pemprov Kepri, Kepala Dinkes dan Disperindag Masih Kosong

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad melantik pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Kamis (19/2). Rotasi tersebut menyebabkan sejumlah jabatan kepala OPD mengalami kekosongan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) resmi dilantik. Rotasi dan promosi jabatan tersebut berdampak pada kekosongan sejumlah posisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pelantikan dipimpin langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Dompak, Tanjungpinang, Kamis (19/2).

Dalam pelantikan itu, Ika Hasilah dikukuhkan sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kepri definitif setelah sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas (Plt). Kemudian M. Bisri yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, kini dipercaya memimpin Perpustakaan dan Arsip Pemprov Kepri.

Sementara itu, posisi Kepala Satpol PP Kepri yang sebelumnya dijabat Marteen L Maromon kini digantikan Guntur Sakti. Adapun Kepala Dinas Kebudayaan diisi oleh Harry Andriyanto.

Ansar mengakui masih terdapat sejumlah jabatan kepala OPD yang kosong, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri.

“Tentunya akan kita segera isi dalam waktu dekat karena pejabat eselon II akan ada yang pensiun,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, pengisian jabatan yang kosong akan dilakukan melalui mekanisme open bidding maupun manajemen talenta. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal.

Selain Dinkes dan Disperindag, dalam waktu dekat Kepala BPBD Kepri serta Biro Hukum juga akan memasuki masa pensiun. Karena itu, Pemprov Kepri menyiapkan dua metode seleksi guna menentukan pejabat definitif.

Ansar juga meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan membangun kolaborasi di tempat tugas yang baru.

“Harus memberikan kontribusi serta menyesuaikan diri. Saya berharap tingkat kemampuan dan segera berkolaborasi di tempat yang baru,” tegasnya. (*)

Artikel Rotasi Pejabat Pemprov Kepri, Kepala Dinkes dan Disperindag Masih Kosong pertama kali tampil pada Kepri.

Perang Sarung Resahkan Warga Bida Ayu, Polisi Segera Tingkatkan Patroli

0
Ilustrasi perang sarung. F. Istimewa

batampos – Warga Bida Ayu, Sei Beduk diresahkan dengan aksi perang sarung yang dilakukan para remaja. Perang sarung ini berlangsung usai Salat Tarawih, Rabu (18/1/2026) malam.

Rizal, warga sekitar mengatakan perang sarung tersebut sangat mengganggu kenyamanan karena dilakukan di tengah jalan.

“Di tengah jalan anak-anak ini ngumpul dan saling serang menggunakan sarung,” ujarnya.

Selain mengganggu kenyamanan, perang sarung ini juga dinilai membahayakan keselamatan anak-anak tersebut. “Kadang ada beberapa sarung yang diisi batu. Jadinya bisa terluka,” katanya.

Ia berharap aksi perang sarung ini bisa ditindak aparat Kepolisian dengan rutin berpatroli ke lokasi yang rawan. Serta memberikan sanksi kepada anak-anak tersebut.

“Kami harap polisi rutin berpatroli selama Ramadan ini dan anak-anak ini diberi sanksi biar tidak mengulanginya lagi,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral mengatakan akan menindak lanjuti keluhan warga terkait aksi perang sarung ini.

“Mulai nanti malam akan langsung kita antisipasi dengan rutin patroli ke lokasi tersebut,” ujarnya.

Dengan kejadian ini, Alex juga mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada anaknya. Seperti tidak memberikan izin kepada anak untuk keluar rumah usai Salat Tarawih.

“Kalau kedapatan, anak-anak ini akan kita data dan dipanggil orang tuanya,” tutupnya. (*)

Artikel Perang Sarung Resahkan Warga Bida Ayu, Polisi Segera Tingkatkan Patroli pertama kali tampil pada Metropolis.

Konflik Gaza, Vatikan Pilih PBB Ketimbang Board of Peace Trump

0
Vatikan resmi menolak Dewan Perdamaian Donald Trump dan mengutamakan mandat PBB. Sumber gambar: x.com/StockMKTNewz

batampos – Vatikan secara resmi menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, yang menyatakan bahwa badan tersebut bukan forum multilateral yang berada dalam struktur hukum internasional yang diakui.

“Penanganan krisis internasional semestinya berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Parolin, dikutip dari Reuters, Kamis (19/2).

Sikap tersebut mencerminkan keprihatinan Vatikan terhadap arah dan struktur Dewan Perdamaian yang dinilai berpotensi mengaburkan peran lembaga internasional yang sudah ada, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Vatikan menegaskan bahwa PBB harus tetap menjadi otoritas utama dalam menangani krisis internasional, termasuk konflik di Gaza. Keikutsertaan dalam badan yang dipimpin oleh satu negara tertentu dinilai dapat mengganggu posisi netral moral Vatikan dalam diplomasi global.

Penolakan ini disampaikan setelah Vatikan menerima undangan untuk bergabung dalam Board of Peace. Namun, setelah melalui evaluasi internal, Tahta Suci memutuskan untuk tidak mengambil bagian.

Board of Peace sebelumnya diluncurkan oleh Trump sebagai badan internasional yang bertujuan mengawasi rekonstruksi Gaza serta berperan dalam konflik global lainnya di masa mendatang. Trump disebut akan memimpin langsung dewan tersebut sebagai ketua.

Inisiatif ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk sejumlah negara sekutu Amerika Serikat yang bersikap hati-hati atau memilih tidak bergabung.

Kritik tersebut mencakup kekhawatiran bahwa dewan baru itu dapat mengurangi peran PBB serta memperkuat dominasi satu negara dalam agenda perdamaian global. (*)

Artikel Konflik Gaza, Vatikan Pilih PBB Ketimbang Board of Peace Trump pertama kali tampil pada News.

Dari LAZ Batam, Sajadah Baru untuk Sujud yang Lebih Khusyuk di Pelosok

0
LAZ Batam menyalurkan puluhan gulung sajadah baru ke sejumlah masjid atau musala di Batam tahun lalu. Tahun ini, LAZ juga menyalurkan sajadah ke pelosok. f Istimewa

batampos – Awal Ramadhan 1447 Hijriah 2026 Masehi, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam kembali menggerakkan program sosial bertajuk Bentang Sajadah Masjid hinggaushola Pelosok. Program ini menyasar masjid dan mushola di wilayah terpencil Kota Batam, baik di kawasan mainland maupun hinterland, yang masih kekurangan sarana ibadah yang layak.

‎Pendistribusian sajadah telah dimulai sejak Kamis (18/2) dan akan berlangsung sepanjang bulan Ramadhan. Sekretaris LAZ Batam, Darwis, mengatakan program ini menjadi agenda rutin tahunan yang terus dijaga konsistensinya.

‎“Fokus kami adalah masjid dan mushola yang sajadahnya sudah tidak layak pakai. Banyak yang tipis, usang, bahkan rusak. Kami ingin jamaah bisa beribadah lebih nyaman dan khusyuk, apalagi menjelang Ramadhan di mana aktivitas ibadah meningkat,” ujarnya.

‎Menurut Darwis, persoalan sarana ibadah di pelosok kerap luput dari perhatian. Padahal, kenyamanan tempat sujud sangat memengaruhi kekhusyukan jamaah. Di sejumlah titik, sajadah yang digunakan sudah bertahun-tahun tanpa pembaruan.

‎Salah satu lokasi penerima manfaat tahun ini adalah Masjid Al Muhajirin di Pulau Kampung Baru Sungai Raja. Pulau tersebut dihuni warga relokasi dari Pulau Tanjungsauh, Pulau Air Mas, dan Pulau Selat Desa yang terdampak proyek PSN Tanjungsauh. Saat ini, sekitar 100 kepala keluarga bermukim di sana, mayoritas merupakan muallaf dari suku laut.

‎Tak hanya menyalurkan sajadah, LAZ Batam juga menghadirkan pembinaan keagamaan dengan menempatkan seorang da’i, Ustadz Ahdlon, untuk mendampingi masyarakat setempat. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat akidah sekaligus
‎membimbing praktik ibadah sehari-hari.

‎“Kami ingin hadir bukan hanya lewat bantuan fisik, tapi juga penguatan spiritual. Kehadiran da’i diharapkan menjadi penguat semangat berislam masyarakat,” kata Darwis.

‎Melalui program Bentang Sajadah, LAZ Batam juga mengajak masyarakat luas untuk ikut berbagi. Donatur dibuka kesempatan berpartisipasi dalam pengadaan sajadah maupun perlengkapan ibadah lainnya bagi masjid dan mushola di wilayah terpencil.

‎LAZ Batam menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah berkontribusi dan memastikan bahwa pintu kolaborasi masih terbuka bagi siapa saja yang ingin mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini.

‎”Dengan semangat kebersamaan, LAZ Batam berharap Ramadhan tahun ini dapat dirasakan lebih hangat dan bermakna oleh masyarakat di pelosok Batam, bahwa di setiap hamparan sajadah yang baru, ada doa dan kepedulian yang ikut dibentangkan,” kata dia. (*)

Artikel Dari LAZ Batam, Sajadah Baru untuk Sujud yang Lebih Khusyuk di Pelosok pertama kali tampil pada Metropolis.

Surga Kuliner Ramadan! 4 Bazar Takjil di Batam yang Wajib Dicoba

0
Sumber gambar: instagram.com/bigramadhan.festivals/

batampos – Bulan Ramadan selalu identik dengan kemunculan bazar takjil di berbagai sudut Kota Batam. Tradisi ngabuburit sambil berburu makanan dan minuman untuk berbuka puasa menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat.

Sejumlah titik strategis di Batam pun berubah menjadi pusat kuliner dadakan yang dipenuhi pedagang aneka hidangan khas Ramadan, mulai dari takjil tradisional hingga menu kekinian.

Berikut empat bazar takjil Ramadan di Batam yang wajib dikunjungi pada 2026:

1. Big Ramadhan Festival in China Town

Bazar kuliner ini menghadirkan sekitar 250 pilihan makanan dari berbagai negara. Event berlangsung pada 12 Februari hingga 8 Maret 2026.

Lokasi: Pollux Batam Centre, Teluk Tering, Batam Kota.

2. Batam Wonder Food & Art

Agenda tahunan yang selalu ramai pengunjung ini digelar pada 17 Februari hingga 1 Maret 2026. Selain kuliner, pengunjung juga bisa menikmati hiburan dan pertunjukan seni.

Lokasi: Taman Dang Anom, Jalan Sudirman, Taman Baloi, Batam Kota.

3. BRI Bazar Ramadhan

Salah satu bazar terbesar di Batam dengan banyak pilihan makanan serta hadiah menarik bagi pengunjung. Event berlangsung pada 19 Februari hingga 15 Maret 2026.

Lokasi: Taman Pacific, Sungai Jodoh, Batu Ampar.

4. Bazar Ramadan Angsana Properti

Bazar ini menawarkan beragam jajanan dan makanan berbuka puasa. Digelar sejak hari pertama Ramadan hingga dua minggu masa puasa.

Lokasi: Kebon Pisang Residence, Batu Besar, Nongsa.

Keempat bazar tersebut umumnya mulai buka sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka. Pengunjung disarankan datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang, terutama saat akhir pekan.

Momentum Ramadan menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan penjualan, sekaligus menghadirkan pengalaman kuliner yang beragam bagi masyarakat Batam. (*)

Artikel Surga Kuliner Ramadan! 4 Bazar Takjil di Batam yang Wajib Dicoba pertama kali tampil pada Metropolis.

HNSI Kepri Ancam Somasi dan Aksi Besar ke BP Batam soal Tumpahan Sludge Oil di Pulau Dangas

0
Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera yang mengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Sekupang.

batampos – Tumpahan limbah sludge oil di perairan Pulau Dangas kembali memantik kemarahan nelayan pesisir. Kapal Landing Craft Tank (LCT) Mutiara Garlib Samudera diduga kuat menjadi sumber tumpahan limbah B3 yang mencemari ruang tangkap nelayan.

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau, Distrawandi, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan, peristiwa ini bukan kejadian pertama dan polanya hampir selalu sama setiap musim utara, baik di awal maupun akhir tahun.

“Lima tahun ke belakang ini terus terjadi. Barangnya hampir sama. Kita sudah lihat betul ini adalah limbah hasil tank cleaning atau cuci kapal,” tegas Distrawandi, Kamis (19/2).

Baca Juga: HNSI Tuntut Kapal Ditahan, Agen Dibekukan

Menurutnya, praktik pembuangan limbah diduga dilakukan karena perusahaan enggan mengeluarkan biaya pengelolaan limbah sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Mereka tidak mau mengeluarkan biaya lagi untuk menyelesaikan limbah ini dibuang di tempat yang seharusnya ditunjuk pemerintah. Ini yang kita yakini terjadi,” katanya.

HNSI Kepri menuntut perusahaan bertanggung jawab total, bukan sekadar memberi kompensasi kepada nelayan terdampak.“Kami tidak mau hanya ganti rugi atau kompensasi. Perusahaan harus memperbaiki lingkungannya. Kalau ditemukan unsur pidana, kami minta transparansi dari pemerintah dan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Baca Juga: Limbah B3 Tumpah, Polda Kepri Selidiki Dugaan Pencemaran Laut Dangas

Distrawandi menekankan, pencemaran ini telah merusak ekosistem pesisir dan menghilangkan ruang tangkap nelayan. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup di laut.

Meski ada upah pembersihan yang diberikan perusahaan, menurutnya nilai tersebut tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi.“Masyarakat bergotong-royong membersihkan, tapi itu tidak sebanding dengan kerusakan dan hilangnya mata pencaharian,” ujarnya.

HNSI memberi waktu maksimal kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menunjukkan transparansi hasil penyelidikan.“Kami sudah menunggu lebih dari 14 hari, bahkan hampir satu bulan. Kalau tidak ada penjelasan, kami akan surati, kami somasi, dan kami akan lakukan aksi besar-besaran,” katanya dengan nada tegas.

Baca Juga: ‎Limbah B3 Cemari Dangas, Nelayan Terdampak, Aktivitas Tangkap Ikan Terancam

Ia menyebut, pekan depan pihaknya akan mendatangi BP Batam untuk mempertanyakan aspek perizinan dan pengawasan kegiatan kapal, termasuk dugaan praktik tank cleaning ilegal.

“Perizinan kegiatan investasi di Batam itu hulu hilirnya di BP Batam. Kami akan pertanyakan itu,” tegasnya.

Tak hanya itu, HNSI juga meminta aparat memeriksa seluruh rantai dugaan kejahatan, mulai dari asal muatan limbah, pemilik kapal pengangkut, hingga pihak penerima barang.

“Periksa semua. Dari mana barang ini diangkat, siapa pemilik kapal pengangkut, siapa penerimanya. Jangan setengah-setengah,” tegasnya.

Distrawandi menyebut kasus ini bukan sekadar pencemaran biasa, melainkan kejahatan lingkungan serius.“Ini kejahatan lingkungan. Bahkan bisa kita sebut kejahatan internasional. Kami tidak akan diam,” ujarnya.

Ia juga meminta KSOP meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang beroperasi di perairan Kepri.“Bukan kita melarang pelayaran. Tapi masyarakat pesisir butuh ekosistem yang bersih. Kapal-kapal mungkin tidak terdampak karena laut dalam, tapi limbah minyak dan sejenisnya itu sangat merugikan nelayan,” katanya.

HNSI Kepri, lanjutnya, telah menyampaikan persoalan ini kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri dan berkomitmen membawa persoalan ini hingga ke tingkat pusat jika tidak ada langkah tegas dari pemerintah.

“Kami berjanji kepada nelayan dan masyarakat pesisir, persoalan ini tidak akan kami diamkan,” pungkasnya. (*)

Artikel HNSI Kepri Ancam Somasi dan Aksi Besar ke BP Batam soal Tumpahan Sludge Oil di Pulau Dangas pertama kali tampil pada Metropolis.

Selama Ramadan IGD di Puskesmas dan RSUD Buka 24 Jam

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Dok.Batam)

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penyesuaian jam pelayanan dilakukan mengikuti Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Nomor 038 Tahun 2026 tentang jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa penyesuaian jam kerja tidak akan mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

“Selama bulan Ramadan, pelayanan rawat jalan di puskesmas memang ada penyesuaian jam operasional. Namun kami pastikan pelayanan tetap berjalan maksimal dan masyarakat tetap mendapatkan akses kesehatan dengan baik,” ujar Didi, Kamis (19/2).

Ia menjelaskan, untuk pelayanan rawat jalan di puskesmas, operasional dibuka pada Senin hingga Kamis serta Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00 hingga 12.30 WIB. Sedangkan pada hari Jumat, pelayanan dibuka pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30 hingga 12.30 WIB.

Meski demikian, Didi menekankan bahwa pelayanan kegawatdaruratan tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan seluruh Instalasi Gawat Darurat (IGD) di fasilitas kesehatan milik pemerintah tetap beroperasi penuh selama 24 jam.

“Untuk pelayanan kegawatdaruratan atau IGD tetap buka 24 jam seperti biasa. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir apabila membutuhkan penanganan medis mendesak, terutama pada malam hari atau di luar jam pelayanan rawat jalan,” tegasnya.

Didi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Ia menyarankan warga menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, memperbanyak konsumsi air putih, serta cukup istirahat.

“Kami juga mengingatkan masyarakat, terutama yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan jantung, agar tetap rutin kontrol sesuai jadwal dan berkonsultasi dengan tenaga medis terkait kemampuan menjalankan puasa,” tambahnya.

Dinkes Batam, lanjut Didi, akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan agar pelayanan selama Ramadan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.(*)

Artikel Selama Ramadan IGD di Puskesmas dan RSUD Buka 24 Jam pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari Pertama Puasa, Harga Santan di Tarempa Turun tapi Masih Dianggap Mahal

0
Penjual santan di Pasar Ikan Tarempa, Doni melayani pembeli, Kamis (19/2/2026). Harga santan turun dari Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Harga santan di Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan pada hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2). Meski turun, harga dinilai masih belum sepenuhnya bersahabat bagi sebagian masyarakat.

Berdasarkan pantauan di Pasar Ikan Tarempa, harga santan yang sebelumnya mencapai Rp40 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram. Penurunan harga ini telah terjadi sejak pekan lalu.

Turunnya harga santan disambut positif warga yang mulai mempersiapkan kebutuhan dapur untuk sahur dan berbuka puasa. Santan menjadi salah satu bahan utama dalam berbagai hidangan khas Ramadan seperti gulai, opor, dan rendang.

Salah satu penjual santan di Pasar Ikan Tarempa, Doni, membenarkan adanya penurunan harga tersebut. Ia memastikan stok kelapa sebagai bahan baku utama masih tersedia dalam jumlah cukup.

“Santan turun harganya, stok kelapa kita pun masih banyak,” ujar Doni saat ditemui di lapaknya.

Doni menjelaskan, harga santan sempat melonjak sejak pertengahan 2025. Dari kisaran Rp22 ribu per kilogram, harga merangkak naik hingga Rp40 ribu per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi oleh harga kelapa di tingkat pemasok. Pasokan kelapa diperoleh dari wilayah lokal serta didatangkan dari Midai, Kabupaten Natuna.

“Harga naik memang karena penjual kelapanya. Kita ambil dari lokal sini dan juga dari Midai,” jelasnya.

Untuk kelapa tua dari petani lokal, harga berkisar Rp4.500 per butir. Sementara kelapa dari Midai mencapai Rp5.500 per butir karena tambahan biaya transportasi.

Ia menuturkan, untuk menghasilkan satu kilogram santan murni dibutuhkan sekitar empat butir kelapa tua. Santan yang dijual merupakan santan murni tanpa campuran air.

“Biasanya dari empat butir kelapa bisa jadi satu kilo santan murni,” katanya.

Doni memastikan ketersediaan santan dan kelapa diperkirakan aman hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada momen Lebaran, permintaan santan biasanya meningkat signifikan karena banyak warga memasak hidangan khas.

Sementara itu, seorang pembeli, Heru, mengaku harga santan dalam hampir satu tahun terakhir tergolong tinggi. Meski demikian, ia tetap membeli karena santan menjadi bahan penting dalam masakan berbumbu rempah saat Ramadan.

“Memang sudah lama mahal, hampir setahun ini. Tapi mau tidak mau tetap beli karena untuk masak,” ujarnya.

Heru berharap harga santan dapat kembali normal di kisaran Rp22 ribu per kilogram agar tidak terlalu membebani kebutuhan rumah tangga selama Ramadan hingga Idulfitri. (*)

Artikel Hari Pertama Puasa, Harga Santan di Tarempa Turun tapi Masih Dianggap Mahal pertama kali tampil pada Kepri.

Jam Kerja ASN Batam Dipersingkat Tanpa Kurangi Kualitas Pelayanan, Ini Jadwal Lengkapnya

0
Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam di Dataran Engku Putri, Kantor Wali Kota Batam, Senin (9/2).
batampos – Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menetapkan penyesuaian jam kerja ASN selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran pelayanan publik dan produktivitas pegawai yang menjalankan ibadah puasa.
Pengaturan waktu kerja tak boleh mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. Baginya, pelayanan publik harus tetap berjalan maksimal meskipun terdapat penyesuaian selama Ramadan.
“Penyesuaian jam kerja ini dilakukan untuk mendukung kelancaran ibadah Ramadan, namun pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” kata dia, Rabu (18/2).
Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran yang mengatur jam kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dalam ketentuan itu dijelaskan, perangkat daerah dengan sistem lima hari kerja masuk pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dari Senin sampai Kamis, dengan waktu istirahat pukul 12.00-12.30 WIB. Khusus Jumat, jam kerja berlangsung pukul 08.00 hingga 15.30 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30-12.30 WIB.
Sementara itu, perangkat daerah yang menerapkan enam hari kerja masuk pukul 08.00 hingga 14.00 WIB pada Senin hingga Kamis serta Sabtu, dengan waktu istirahat pukul 12.00-12.30 WIB. Pada hari Jumat, jam kerja tetap pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30-12.30 WIB.
Dalam aturan tersebut juga ditegaskan bahwa jumlah jam kerja efektif selama Ramadan minimal 32 jam 30 menit per minggu di luar waktu istirahat. Penyesuaian jadwal diharapkan tidak menurunkan kinerja maupun capaian pegawai.
Amsakar menambahkan, setiap perangkat daerah diminta memastikan disiplin pegawai tetap terjaga serta pelayanan langsung kepada masyarakat di Batam tidak terganggu selama Ramadan. Pengawasan pelaksanaan jam kerja menjadi tanggung jawab pimpinan unit kerja masing-masing.
“Disiplin tetap harus dijaga. Penyesuaian jam kerja bukan alasan menurunnya kualitas pelayanan,” katanya.(*)

Artikel Jam Kerja ASN Batam Dipersingkat Tanpa Kurangi Kualitas Pelayanan, Ini Jadwal Lengkapnya pertama kali tampil pada Metropolis.