Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3397

Gubernur Ansar Resmikan Griya Flamboyan RSJKO EHD, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan untuk Warga Kepri

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menekan tombol sebagai tanda diresmikannya Griya Flamboyan RSJKO EHD di Tanjunguban, Jumat (7/6/2024) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meresmikan gedung Griya Flamboyan di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepri di Tanjunguban, Jumat (7/6/2024) siang. Hadir dalam peresmian itu, Ketua TP PKK Kepri, sekaligus anggota DPRD Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, Direktur RSJKO EHD Provinsi Kepri, dr Asep Guntur Sapari MARS dan Forkopimda Kepri maupun Bintan.

Peresmian gedung ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumalasari Ansar.

Kemudian, penandatanganan prasasti peresmian gedung Griya Flamboyan RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban yang dilanjutkan pemotongan pita dan meninjau gedung.

Direktur RSJKO EHD Provinsi Kepri, dr Asep Guntur Sapari MARS menyampaikan, pembangunan Griya Flamboyan di RSJKO EHD Tanjunguban merupakan komitmen dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk meningkatkan dan menambah pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kepri.

Dijelaskannya, pembangunan tahap 1 RSJKO EHD bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 untuk pembangunan empat gedung dalam menunjang pelayanan kesehatan jiwa dengan memiliki daya tampung untuk sekira 100 orang.

Untuk pembangunan tahap 2, katanya, akan dilanjutkan antara lain untuk pembangunan ruang Napza dan ketersediaan obat-obatan yang akan menunjang pelayanan kesehatan jiwa di RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban.

“Untuk menyelesaikan pembangunan tahap dua sudah diajukan anggaran sekira Rp 90 miliar. Mudah-mudahan bisa rampung melalui alokasi DAK,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dr Asep juga menyampaikan perubahan rumah sakit yang dulunya RSUD EHD Kepri di Tanjunguban menjadi RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban pada 28 Desember 2022.

Kini setelah menjadi RSJKO EHD Kepri Tanjunguban dan adanya layanan Griya Flamboyan, dia berharap, layanan kesehatan jiwa di RSJKO EHD Kepri menjadi lebih baik.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, pembangunan gedung pelayanan RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban berasal dari DAK tahun 2023. Saat itu, Pemerintah Provinsi Kepri mengandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Selain dukungan dari Kejagung dan Kejati, pemerintah daerah juga mendapat dukungan dari PT. Surya Bangun Pertiwi (SBP) atas dukungan lahan seluas 10 hektare (ha).

“Terima kasih atas dukungannya untuk pembangunan gedung RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban,” ucapnya.

Ke depan, dia mengatakan, pihaknya masih membutuhkan anggaran sekira Rp 90 miliar lagi untuk pembangunan tahap 2.

“Kita terus konsultasi ke Kemenkes, karena hasil rapat zoom bersama menteri kesehatan dan PMK, RSJ wajib hadir di setiap provinsi. Karena itu, ini menjadi prioritas pemda dan pusat,” katanya.

Dia juga mengatakan, kehadiran RSJKO EHD Kepri merupakan  komitmen dan kewajiban pemerintah daerah dalam upaya menyediakan layanan dan meningkatkan pelayanan kesehatan untuk warga Kepri.

“Bayangkan selama ini dengan terbatasnya fasilitas yang dimiliki, kita harus mengirim pasien ke RSJ di Pekanbaru, sehingga keluarganya sulit untuk menjenguk. Tapi, saat ini sudah ada RSJKO EHD di Kepri,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus mendorong agar bangunan yang dibutuhkan RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban dalam upaya meningkatkan pelayanan untuk warga Kepri bisa segera diwujudkan. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

1.000 Lebih Wakil Rakyat Main Judi Online

0
Suasana rapat di DPR RI. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Masalah judi online (judol) kian pelik. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap bahwa penyakit judol telah merambah ke semua lapisan kelas masyarakat. Bahkan, parahnya lagi, judol telah menjangkiti ribuan wakil rakyat. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Jumlah transaksinya tidak main-main, yakni lebih dari 63 ribu.

Hal itu diungkapkan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat rapat kerja (raker) di Komisi III DPR RI, Rabu (26/6). Dalam raker itu Ivan juga mengungkapkan bahwa perputaran uang dari puluhan ribu transaksi tersebut mencapai ratusan miliar. Besaran depositnya variatif, mulai ratusan ribu hingga miliaran.

Ivan bahkan menyebut pemain judol dari kalangan wakil rakyat sampai ada yang menyetor deposit hingga mencapai Rp25 miliar. ”Jadi ada lebih dari 1.000 orang itu di DPR, DPRD sama sekretariat (DPR maupun DPRD, red) kesekjenan,” kata Ivan.

Karena diungkap di forum rapat, informasi tersebut lang-sung mendapat respons dari banyak anggota Komisi III DPR RI. Mereka mendesak PPATK untuk membuka data para pelaku judol di DPR agar bisa ditindaklanjuti. Sebab, wakil rakyat yang bermain judol tidak hanya bisa dijerat kode etik, tapi juga pidana. ”Dari 1.000 itu, yang DPR RI berapa?” tanya Anggota Komisi III Johan Budi.

Tak hanya itu, Johan juga meminta PPATK menyampaikan berapa banyak jumlah pemain judol dari kalangan eksekutif dan yudikatif. Dia menduga, penjudi dari kalangan itu, terutama dari kalangan aparat penegak hukum (APH), juga menjamur. ”Penegak hukum kalau ikut berjudi kacau juga,” papar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi III Nasir Djamil. Dia meminta PPATK menyampaikan data perputaran uang judol di kalangan eksekutif dan yudikatif. Bagaimanapun, kata Nasir, data itu perlu disampaikan agar semakin terang bahwa judol telah merambah ke semua cabang kekuasaan. ”Saya gak setuju kalau hanya legislatif (saja yang dibuka datanya, red),” ujar legislator dari Fraksi PKS tersebut.

Baca Juga: Irjen Pol Karyoto Masuk Bursa Pimpinan KPK, Kapolda Metro Jaya Ngaku Tak Berambisi

Ivan menjelaskan untuk klaster kelembagaan, pihaknya menyerahkan data secara terpisah ke masing-masing pimpinan Kementerian/Lembaga (K/L). Dia menegaskan, data-data terkait judol tersebut disampaikan secara detail ke setiap instansi. Mulai dari nama hingga perputaran uang dalam judol tersebut. ”Itu perintah dari kasatgas judol,” ujarnya.

Ivan menambahkan, pihaknya telah memotret data transaksi terkait judol hingga level desa. Termasuk latar belakang profesi para pemain judol. PPATK juga telah memetakan data judol berdasarkan provinsi. ”Jadi kita sudah ada (data, red) di provinsi mana saja paling banyak (pemain judol, red),” imbuhnya.

Sementara itu, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI langsung merespons terkait data oknum-oknum anggota DPR RI yang bermain atau terlibat judi online. Anggota MKD DPR RI Sartono Hutomo mengatakan, dalam waktu dekat akan memanggil PPATK untuk diminta data serta klarifikasinya perihal dugaan adanya anggota dewan terlibat kasus judi online.

”Usulkan agar PPATK di undang ke MKD lebih cepat lebih baik,” tegas Sartono, Rabu (26/6). Politikus Partai Demokrat itu menilai dengan adanya laporan dan data PPATK, tentu MKD DPR RI akan segera menindak lanjuti, jika laporan sudah diterima dan ditemukannya adanya bukti awal.

Namun, Sartono belum bisa memastikan kapan pemanggilan PPATK. Tentu, hal itu akan dibahas di internal MKD. Setelah itu kemudian akan dijadwalkan pemanggilan PPATK. Data dari PPATK terkait anggota dewan yang terlibat judi online sangat penting untuk diketahui MKD. Dengan data itu, MKD akan melakukan pendalaman.

Sebagai anggota MKD, Sartono mengimbau dan mengingatkan agar wakil rakyat jangan sampai terjerumus pada judol. Menurut dia, tugas MKD DPR RI adalah untuk menjaga serta menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat.

”Kami berusaha melaksanakan tugas itu,” tegas anggota Komisi VII DPR itu.

Sementara Polri tengah berupaya untuk bisa menyita uang yang diduga hasil kejahatan judol dalam lima ribu rekening. Kadivhumas Polri Irjen Shandi Nugroho menuturkan bahwa Polri akan melakukan pemberantasan judol sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. ”Untuk lima ribu rekening masih koordinasi” terangnya.

Hal itu dikarenakan banyak lembaga terkait yang memiliki kewenangan masing-masing. Dari PPATK, Kominfo, dan Polri. ”Yang pasti, kami akan menuntaskan masalah judol ini,” terangnya.

Namun begitu, Pakar Tindak Pidana Pencucian Uanh (TPPU) Yenti Garnasih menuturkan bahwa sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) menyita uang hasil kejahatan berupa judol sangat mudah. PPATK yang memiliki kewenangan untuk memblokir atau membekukan rekening. ”Waktu pembekuan ini hanya 20 hari,” paparnya.

Setelah dibekukan tugas selanjutnya ada di kepolisian, dengan memastikan barang bukti berupa indikasi transak-si mencurigakan. Misalnya, satu rekening mendapat uang transfer sedikit demi sedikit dari banyak rekening berbeda. ”Lalu bukti lainnya yang meng-hubungkan dengan bandar judol,” jelasnya.

Dengan hanya bukti semacam itu bisa langsung diajukan ke Kejaksaan dan dilanjutkan ke Pengadilan untuk diputuskan dilakukan penyitaan. Dia mengakui bahwa kondisi ini juga membuktikan pentingnya UU perampasan aset.

Menurutnya, saat ini hanya tinggal kemauan dari penegak hukum untuk menyita aset yang diduga hasil judol. Jangan sampai seakan-akan ada yang melindungi agar aset tidak disita. ”Ini persoalan kemauan penegak hukum,” tegasnya.

Ketua Baznas Noor Achmad merespons polemik pemberian bantuan sosial (bansos) untuk pelaku judol yang jadi miskin. Noor Achmad menegaskan segala bentuk perjudian harus diberantas. Baik itu konvensional maupun judi online. (*)

Sumber: JP group

Meski Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen, Realisasi Belanja Modal Pemko Batam Kembali di Bawah Rp 600 Miliar

0

DPRD Batam

batampos – DPRD Kota Batam resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun Anggaran 2023. Persetujuan ini diputuskan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Rabu (26/6).

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Batam, Aman membacakan Laporan Badan Anggaran atas Pembahasan Ranperda tentang “Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Batam Tahun Anggaran 2023” dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam.

“Melalui rapat paripurna yang terhormat untuk kiranya Ranperda ini dapat disetujui dan disahkan menjadi Peraturan Daerah, dengan catatan berbagai rekomendasi yang diberikan oleh Badan Anggaran merupakan bagian tak terpisahkan dari Raperda dimaksud,” ujar Aman.

Pada laporan tersebut, Badan Anggaran menyoroti menurunnya Sisa Lebih Pembayaan Anggaran (Silpa) disebabkan tidak tercapainya target pendapatan daerah.

Realisasi Pendapatan tahun 2023 kurang dari target sebesar Rp 184.708.330.025, sedangkan tahun 2022 kurang dari target sebesar Rp 241.791.899.862.

Badan Anggaran menyatakan sangat menyayangkan tidak tercapainya pendapatan daerah ini, mengingat, kondisi ekonomi Kota Batam sangat baik, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,04 persen. Selain itu, masih banyaknya para wajib pajak yang belum terdaftar dan dikelola potensi pajaknya.

“Badan Anggaran meminta kepada Walikota Batam agar lebih serius dalam hal pencapaian target pendapatan ini. Terlebih, BPK menyoroti tidak tercapainya target pendapatan dari tahun ke tahun,” ujar Aman.

Selain itu, dari sisi Realisasi Belanja Daerah, ada beberapa jenis belanja yang serapannya di bawah target, yaitu Belanja Barang Jasa terserap 89,6 persen; Belanja Hibah terserap 93,6 persen; Belanja Bansos terserap 94,4 persen; Belanja Pegawai terserap 97,3 persen; dan Belanja Modal terserap 82,2 persen.

Atas kondisi tersebut, Badan Anggaran merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Batam agar lebih efektif dalam penyerapan Belanja Daerah, sebab berpotensi menambah dan meningkatkan aset daerah.

Aset Tetap Pemerintah Kota Batam per 31 Desember 2023 sebesar Rp 11.722.181.396.736,40, mengalami peningkatan 13,1 persen sebesar Rp 1.360.390.858.886,38 dari tahun 2022. Aset tetap tersebut terdiri dari tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan dan irigasi, aset tetap lainnya dan konstruksi dalam pengerjaan, serta akumulasi penyusutan aset tetap.

“Badan Anggaran merekomendasikan kepada Pemko Batam untuk melakukan tata kelola yang lebih efektif terhadap aset Pemerintah Kota Batam. Aset-aset yang telah rusak dan telah habis nilai ekonomisnya, sebaiknya segera dilakukan pemusnahan,” jelas Aman.

Sementara itu, Realisasi Belanja Modal tahun 2023 juga mengalami tren yang cenderung menurun. Jumlahnya kembali pada level di bawah Rp 600 miliar atau di bawah 20 persen dari total Belanja Daerah. Padahal tahun 2022, Realisasi Belanja Modal sebesar Rp 646,1 miliar atau 21,5 persen dari total Belanja Daerah.

“Kebijakan peningkatan alokasi belanja modal dalam APBD setiap tahunnya hendaknya terus dilakukan,” tambah Aman.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menyampaikan pendapat Walikota Batam terhadap laporan badan anggaran. Pihaknya memberikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam, khususnya badan anggaran yang telah membahas Ranperda tersebut.

“Kami akan menindaklanjuti catatan dan masukan yang disampaikan oleh Badan Anggaran, baik pada saat pembahasan maupun pada sidang paripurna ini, untuk perbaikan kinerja pada masa yang akan datang,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Keajaiban Euro 2024, Georgia Kalahkan Portugal dan Lolos ke Babak 16 Besar

0
Striker Georgia Khvicha Kvaratskhelia merayakan gol kedua timnya melawan Portugal dalam pertandingan Grup F Euro di Arena AufSchalke di Gelsenkirchen pada 26 Juni 2024. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

batampos – Khvicha Kvaratskhelia menilai adalah sebuah keajaiban Georgia bisa lolos ke babak 16 besar Euro 2024 setelah mengalahkan Portugal dan hal itu menjadi hari terbaik dalam hidupnya,

Dikutip dari Antara, penyerang itu mencetak gol dalam waktu kurang dari dua menit untuk membawa Georgia menang 2-0 atas Portugal yang membuat negaranya lolos ke babak knockout guna menantang Spanyol.

Kvaratskhelia mengatakan bahwa kemenangan atas Portugal lebih baik daripada menjuarai Serie A bersama Napoli tahun lalu, padahal itu pun sudah menajadi kemenangan bersejarah bersama tim yang tidak diunggulkan.

“Scudetto sungguh luar biasa namun hari ini saya sangat gembira karena Anda bermain demi negara Anda,” kata Kvaratskhelia kepada wartawan seperti dikutip AFP.

“Ini hari terbaik dalam hidup saya karena lebih sulit melakukan ini bersama tim Georgia daripada memenangkan Scudetto bersama Napoli.”

“Saya selalu memimpikan bermain untuk tim nasional dan kami berhasil lolos ke babak berikutnya, sulit untuk melukiskan emosi saya.”

Georgia akan menghadapi Spanyol di Cologne pada Senin pekan depan. Spanyol merupakan salah satu favorit juara turnamen ini setelah menjuarai Grup B dengan sembilan poin sempurnan. (*)

Masalah Sampah di Batam Harus Didukung Anggaran dan Kesadaran Masyarakat

0
TPA Punggur 6 F Cecep Mulyana scaled e1697517832841
Truk-truk pengangkut sampah menurunkan sampah yang tiba di TPA Punggur. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pengamat Lingkungan Kota Batam Hendrik Hermawan menilai, rendahnya anggaran pengelolaan sampah di Kota Batam menjadi salah satu kendala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengelola sampah. Selain itu masih kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan ikut mempengaruhi persoalan sampah tersebut.

“Saya melihatnya ada beberapa aspek. Dari sisi anggaran dan juga kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujarnya, Rabu (27/6).

Hendrik yang juga selalu Founder NGO Akar Bhumi Indonesia itu menyebutkan, berdasarkan data yang ia miliki hampir 1.200 ton sampah dihasilkan tiap hari. Tingginya tonase sampah ini tidak lepas dari budaya konsumtif masyarakat Batam. Bahkan, 70 persen dari sampah tersebut adalah sampah organik.

“Kalau data kami malahan 1.200 ton sampah per hari. Ini tentu saja menjadi tanggung jawab DLH Batam,” tambahnya.

Baca Juga: Tiap Hari 850 Ton Sampah Masuk, TPA Punggur Terancam Overload Tahun 2026

Hendrik mencontohkan, sampah di Kota Batam hampir sama dengan produksi sampah di Kota Surabaya yang mencapai 1.500 ton per hari. Hanya saja dari sisi anggaran Batam kalah jauh dimana anggaran per tahun Surabaya mencapai Rp 300 miliar. Sementara Batam hanya Rp 70 miliar per tahun.

“Dengan tonase yang hampir sama namun anggaran jauh berbeda ini tentu menjadi dilema. Karena bagaimana pun juga pengelolaan sampahnya itu tak lepas dari sisi anggaran. Makanya kita sering melihat di jalan armada tua dan bahkan melebihi kapasitasnya mengangkut sampah,” ucap Hendrik.

Pemerintah daerah, lanjutnya, harus memikirkan tentang anggaran pengelolaan sampah. Sudah seharusnya anggaran dinaikan sehingga permasalahan sampah di Kota Batam bisa diminimalisirkan. Selain itu ia juga melihat gaji untuk honorer dan juga petugas kebersihan saat ini masih minimal dan bahkan jauh lebih rendah dari upah minimum Kota Batam.

“Kami dari akar Bumi Indonesia akan mengevaluasi dan membuat analisa membandingkan dengan daerah Surabaya. Karena kasihan, mereka mengangkut sampah namun hanya dibayar Rp 3 juta per bulan. Mestinya anggaran Batam lebih besar lagi dari Surabaya. Apalagi kita berhadapan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura,” ucap Hendrik.

Ia menambahkan, kontribusi kerusakan lingkungan di Batam itu bukan hanya karena penegakan hukum tapi juga karena rendahnya kesadaran masyarakat itu sendiri. Ia menyebutkan, rumah liar menjadi salah satu penumpang sampah besar di Batam. Sampah ini dibuang di pinggir jalan sehingga tak hanya merusak kebersihan kota tetapi juga mengajarkan masyarakat untuk selalu tidak tertib akan kebersihan lingkungannya.

Baca Juga: Realisasi PMDN Capai Rp 1,71 Triliun, DPRD Batam Dukung Upaya Peningkatan Investasi

“Sumbangan sampah dari rumah liar itu sangat tinggi, mereka tak hanya melanggar Perda Nomor 2 tahun 2013, akan tetapi juga melanggar Perda no 4 tahun 2026 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tegas Hendrik.

Ia mengaku pemerintah daerah melalui Satpol PP Kota Batam selaku pengawal Perda seharusnya menindak tegas masyarakat yang tidak tertib ini. Namun nyatanya di lapangan masih banyak masyarakat membuang sampah sembarangan.

“Artinya dari kesadaran masyarakat itu juga sangat penting. Kita bisa lihat di pinggir-pinggir jalan protokol sampah dibuang sembarangan. Diangkut petugas besoknya lagi dikumpul disana. Yang seperti ini harusnya ditertibkan juga,” tegasnya.

Disinggung mengenai penerapan teknologi untuk mengelola sampah di Batam, Hendrik menjawab, beberapa waktu lalu DLH Batam dan DLH Provinsi Kepri berkunjung ke Norwegia. Disana mereka belajar bagaimana mengelola sampah menjadi energi. Hanya saja penerapan di daerah masih sangat lamban.

“Mestinya yang seperti ini sudah harus diadopsi. Karena kalau hanya manual seperti saat ini, berapa sih lahan kita yang tersedia untuk membuang sampah. Tentu ini harus dipikirkan juga sehingga ke depan tak ada masalah,” ucapnya.

Selain dari sisi teknologi, pemilihan sampah anorganik, sampah plastik, sampah elektronik dan sampah B3 juga harus dimaksimalkan. Karena banyak sampah di Batam yang memiliki nilai ekonomis tak harus berakhir di TPA Punggur.

“Dua teknologi ini saya pikir cukup penting, bagaimana kita mengelola sampah menjadi energi dan kedua bagaimana kita memilah sampah tersebut, sehingga ke depan tak semua sampah tersebut masuk ke TOA Punggur,” pungkas Hendrik.

Baca Juga: Motifnya Diduga Perselingkuhan, Polisi Buru Pelaku Penikaman di Jodoh Square

Ketua Komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono mengatakan, sudah seharusnya Pemko Batam memiliki sistem pengolahan sampah yang memakai teknologi modern guna keseimbangan TPA Punggur. Menurutnya, beberapa waktu lalu sudah ada beberapa investor yang akan menanamkan modal untuk pengelolaan TPA Punggur. Hanya saja mereka menawarkan biaya (cost) yang sangat tinggi sehingga membebani APBD.

“Ada juga investor yang sudah datang ke DPRD, namun karena biaya pengelolan sampai ke TPA Punggur sangat tinggi dan cukup membebani APBD kita. Makanya kita berharap ada solusi jangka panjang, teknologi pengolahan sampah modern namun tidak menguras APBD kita, ” kata Djoko.

Ia mencontohkan ketika saat melakukan kunjungan kerja ke TPA Manggar Kalimantan Timur. TPA ini tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan gas metana, namun juga memasok biomassa untuk co-firing PLTU Teluk Balikpapan.

Penumpukan sampah yang digunakan TPA Sampah Manggar dengan memanfaatkan tumpukan sampah yang menghasilkan gas metan tersebut menjadi energi baru terbarukan.

“Di Manggar sampah bisa dimaksimalkan dengan menjadi disel. Cuma memang butuh anggaran untuk instalasi. Selain itu biayanya juga tak terlalu besar dibanding dengan teknologi yang lain dan bisa diterapkan di Batam,” ujar Djoko.

Ia menyebutkan, dengan menggunakan teknologi canggih yang dapat mengubah fungsi atau memusnahkan sampah. Sehingga, tumpukan sampah tidak semakin meningkat setiap harinya. “Ke depan mau tidak mau kita harus menerapkan teknologi pengolahan sampah yang modern ini,” ucap Djoko. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Bupati Karimun Aunur Rafiq Aprisiasi Tindakan BRK Syariah Lakukan Bedah Rumah

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menyerahkan kunci secara simbolis kepada Burman dari program bedah rumah BRK Syariah. f,TRI

batampos– Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu (26/6) menyerahkan kunci kepada Burman (67) warga RT 01/RW 04 Kelurahan Sei Lakam Timur yang telah selesai dilakukan bedah rumah dari bantuan PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah cabang Tanjung Balai Karimun melalui program kemitraan atau Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2024.

” Saya ucapkan terimakasih kepada PT BRK Syariah cabang Tanjung Balai Karimun yang telah peduli kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga rumah warga yang sebelumnya kurang layak dihuni, sekarang sudah bisa ditempati dan cukup nyaman,” terangnya.

Selain program bedah rumah, BRK Syariah juga akan menyerahkan bantuan tosa dan tong sampah di kelurahan Sungai Lakam Timur ini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar tetap terjaga kebersihannya.

” Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, termasuk Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI – Polri (FKPPI) Karimun,” ucapnya.

Sementara itu pimpinan bagian operasional BRK Syariah cabang Tanjung Balai Karimun Reza Yuliandri mengungkapkan, program Kemitraan salah satunya melakukan rehab rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai salah satu wujud program kemitraan kami dengan Pemkab Karimun.

BACA JUGA: Rehab 32 Unit Rumah Tidak Layak Huni di Bintan, Dinas Perkim Anggarkan Rp 1 Miliar

” Alokasi anggaran untuk RLTH di sini itu sebesar Rp 46 juta. Alhamdulillah, sudah selesai dan dapat dihuni langsung,” ungkapnya.

Dijelaskannya, BRK Syariah cabang Tanjung Balai Karimun, memiliki program CSR yang rutin dijalankan untuk membantu masyarakat dengan ekonomi rentan. Pada tahun 2024 ini, pihaknya telah menyiapkan alokasi anggaran untuk CSR sebanyak Rp300 juta.

” Insyallah, sangat bermanfaat bagi masyarakat kabupaten Karimun dana CSR dari BRK Syariah,” ucapnya.

Terpisah, Burman pemilik rumah yang telah dilakukan rehab merasa sangat senang sekali atas program BRK Syariah tersebut. Sehingga, sangat membantu sekali dalam renovasi rumah yang dikerjakan selama dua bulan.

” Dulu, dinding yang terbuat dari papan sudah banyak yang lapuk. Atap rumah bocor ketika hujan turun. Sekarang, sudah nyaman tinggal membuat dapur dan kamar mandi saja,” singkatnya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Akses ke Gaza Kian Berbahaya, Baznas Lebih Berhati-Hati Salurkan Donasi

0
Ketua Baznas Noor Achmad menjelaskan soal donasi Palestina di Jakarta (26/6). Hilmi Setiawan/Jawa Pos

batampos – Akses masuknya bantuan ke Gaza lewat Mesir maupun Jordania semakin membahayakan. Akibatnya Baznas memilih hati-hati dalam menyalurkan donasi untuk masyarakat Gaza.

Mereka tidak ingin mengambil risiko keselamatan relawan, jika memaksakan mengirim bantuan ke daerah yang masih dikuasai Israel itu.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Baznas Noor Achmad. Dia menceritakan kebutuhan bantuan ke Gaza idealnya 400 truk tiap harinya. Tetapi sekarang masih 200 truk yang bisa dapat izin masuk tiap harinya.

“Sehingga masih banyak yang kelaparan,” katanya usai menerima donasi Palestina Rp 150 juta dari Masjid Raya Bintaro Jaya di Jakarta, Rabu (26/7).

Dia menegaskan harus berhati-hati dalam memilih momentum yang tepat untuk menyalurkan bantuan ke Gaza. Informasi kapan momen yang tepat, akan disampaikan sejumlah mitra Baznas yang ada di Mesir.

Diantaranya adalah Palang Merah Mesir. Jika tidak berhati-hati, maka bantuan malah tidak sampai ke masyarakat Gaza, karena faktor keamanan.

Dia mencontohkan di penghujung Ramadan lalu, mereka mengirimkan donasi untuk pembangunan dapur darurat di Rafah. Ketika Noor sampai di Mesir untuk melihat dapur tersebut, tidak mendapatkan izin karena faktor keamanan.

Tidak berselang lama, ternyata ada evakuasi dari pengelola dapur umum tersebut. Dapur umum itu menjadi korban serangan brutal Israel.

“Sekarang masih ada Rp 200 miliar lebih, kita tahan. Tidak disalurkan semuanya,” katanya.

Dana tersebut nantinya disalurkan sesuai dengan kondisi di Gaza. Baznas diantaranya mengalokasikan dana untuk fase rekonstruksi Gaza. Meskipun tidak bisa diketahui kapan Gaza akan damai dan bisa masuk fase rekonstruksi.

Noor mengatakan dirinya sempat lega setelah ada kabar gencatan senjata di Gaza. Tetapi ternyata gencatan senjata itu hanya tipu-tipu belaka.

Dia mengatakan ketika ada masa rekonstruksi nanti, uang donasi yang masuk ke Baznas digunakan untuk membangun masjid dan sekolah Indonesia di Gaza. Dia memperkirakan butuh dana sekitar Rp 500 miliar.

Dia juga menyampaikan Baznas sempat berencana menutup sementara donasi Palestina. Dengan pertimbangan penyaluran masih sulit, karena resiko keamanan. Tetapi oleh masyarakat, tidak boleh ditutup. Sehingga donasi untuk Gaza lewat Baznas masih terus masuk sampai saat ini.

Menurut dia, membantu Gaza sekarang sudah menjadi kewajiban umat Islam di dunia. Karena semakin banyak warga Gaza yang kelaparan. Kemudian juga menjadi bentuk dukungan untuk Gaza secara politik. Menurut pengamatannya, saat ini Israel seperti sendirian. Karena dukungan dari Eropa, bahkan Amerika Serikat sudah mulai luntur. (*)

 

Realisasi PMDN Capai Rp 1,71 Triliun, DPRD Batam Dukung Upaya Peningkatan Investasi

0
Kawasan industri F Sapna Putri untuk batam pos e1640262417357
Ilustrasi Kawasan industri di Kota Batam. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Batam menunjukkan optimisme yang menggembirakan di triwulan I 2024. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam mencatat realisasi PMDN mencapai Rp 1,71 triliun atau melampaui target Rp 7 miliar.

Kepala DPMPTSP Kota Batam, Reza Khadafi, mengatakan capaian luar biasa ini menunjukkan tingginya minat investor untuk menanamkan modal di Batam.

“Hal ini tak lepas dari kemudahan perizinan yang ditawarkan oleh Pemko Batam,” jelasnya Rabu (26/6).

Baca Juga: Polemik Pariwisata Kepri: VoA, Harga Tiket, dan Target Ambisius

Sistem online terintegrasi dengan OSS RBH dan kemudahan proses perizinan, mulai dari kategori risiko menengah rendah hingga menengah atas, menjadi daya tarik utama bagi para investor.

“Rata-rata PMDN di Batam bergerak di sektor menengah rendah dengan nilai di bawah Rp 5 miliar. Proses perizinannya mudah dan bisa diakses dalam hitungan jam, sehingga investor bisa segera memulai usahanya,” terangnya.

Data menunjukkan sektor terbesar PMDN adalah perumahan dan kawasan industri, yang menunjukkan kebangkitan sektor tersebut dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri di Batam mulai menggeliat kembali,” kata Reza.

Baca Juga: Tiap Hari 850 Ton Sampah Masuk, TPA Punggur Terancam Overload Tahun 2026

Selain itu, sektor perumahan dan properti juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, sejalan dengan naiknya pendapatan daerah dari BPHTB.

Kemudahan investasi dan sistem online yang terkoneksi menjadi nilai tambah bagi Batam, menjadikan kota ini tujuan investasi yang menarik.

“Kami terus melakukan promosi dan menawarkan kemudahan investasi, sehingga investor memiliki banyak pilihan untuk menanamkan modal mereka di Batam,” tambah Reza.

Upaya Pemko Batam dalam menarik investor ini mendapat apresiasi dari DPRD Batam. Anggota Komisi 1 DPRD Batam, Safari Ramadhan, menilai kinerja DPMPTSP sudah cukup baik, termasuk koordinasi dengan pihak terkait.

“Bahkan kemudahan perizinan sudah dilakukan dengan sistem OSS RBH yang terkoneksi dengan pusat,” kata dia.

Baca Juga: Beras Cadangan Bulog Batam Sebanyak 1.500 Ton, Impor dari Thailand dan Vietnam

DPRD Batam juga turut membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi investor terkait regulasi di tingkat kementerian.

“Kami selalu memfasilitasi bersama PTSP hingga sampai ke pusat,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Irjen Pol Karyoto Masuk Bursa Pimpinan KPK, Kapolda Metro Jaya Ngaku Tak Berambisi

0
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto masuk bursa pimpinan KPK (Istimewa)

batampos – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto masuk dalam bursa calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia sendiri pernah bertugas di KPK sebagai Deputi Penindakan.

Menanggapi itu, Karyoto mengaku tidak mau terlalu serius membahas mengenai bursa pimpinan KPK. Dia mengaku tidak memiliki ambisi tinggi menduduki jabatan tersebut.

“Memang ada bursanya? kalau disebut yaa silakan-silakan saja yang menyebut. Saya sendiri saya tidak terlalu berambisi ya,” ujar Karyoto kepada wartawan, Kamis (27/6).

Dia pun tak mau berandai-andai mengenai penugasan yang akan dijalaninya pada hari-hari ke depan. Kini dia masih fokus menjalankan tugas sebagai Kapolda Metro Jaya.

“Nanti kita lihat ke depan ya,” jelas Karyoto.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken terkait Keputusan Presiden (Keppres) tentang panitia seleksi calon pimpinan dan dewan pengawas (Pansel Capim-Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terdapat sembilan nama yang masuk dalam tim pansel tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyatakan, dari sembilan tim pansel itu lima di antaranya merupakan unsur pemerintah dan empat lainnya unsur masyarakat sipil.

“Memang benar bapak Presiden sudah menandatangani lengkapnya adalah Keppres tentang panitia seleksi Pimpinan dan Dewas KPK. Jadi ini satu panitia sekaligus untuk seleksi Pimpinan KPK dan anggota Dewas KPK,” ucap Pratikno di Gedung Utama Kemensetneg, Jakarta, Kamis (30/5).

Pratikno menjelaskan, Presiden Jokowi menunjuk Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh sebagai Ketua Pansel, serta Rektor IPB sekaligus Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria sebagai Wakil Ketua merangkap anggota. (*)

 

Motifnya Diduga Perselingkuhan, Polisi Buru Pelaku Penikaman di Jodoh Square

0
Korban Penikaman di Jodoh Square e1719451939739
Korban penikaman di Jodoh Square saat di rumah sakit.

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang dan Unit Reskrim Polsek Batu Ampar sudah mengantongi identitas penikam yang menewaskan Samsudin di Komplek Jodoh Square, Batuampar.

“Identitasnya sudah kita kantongi. Dan saat ini masih proses pengejaran,” ujarnya, Rabu (26/6) siang.

Ia menjelaskan penikaman ini berawal saat korban dan pelaku bertemu di lokasi kejadian. Keduanya cek-cok, namun sempat dilerai oleh istri korban.

“Istri korban di lokasi, dan sempat melerai cek-cok ini. Hal ini juga didapati dari keterangan saksi-saksi,” katanya.

Diketahui, Samsudin yang merupakan pedagang kaki lima di Komplek Jodoh Square tewas dengan luka 7 tikaman di bagian perut dan leher. Pria yang akrab disapa Pak De ini sempat dievakuasi ke RS Harapan Bunda, namun nyawanya tak tertolong.

“Jasad sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Hatmoko.

Dalam kejadian ini, kata Hatmoko, pihaknya turut memeriksa lima orang saksi. Yang terdiri dari istri korban, dan pedagang sekitar lokasi kejadian.

“Ada dua saksi yang melihat langsung, dan tiga lagi berada di dekat TKP,” tutupnya.

Sebelumnya, Samsudin tewas bersimbah darah, Selasa (25/6) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Pria 60 tahun ini ditikam di Komplek Jodoh Square, Batuampar.

Informasi yang didapatkan, sebelum tewas, Samsudin terlibat cekcok dengan seorang pria berinisial G. Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan menikam korban.

“Motifnya istri Pak De ini selingkuh (dengan pelaku) terus cek-cok. Gak lama, selingkuhan Pak De ini langsung nusuk,” ujar Fahmi, salah seorang warga sekitar. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Play sound