
batampos – Mengerjakan salat Idul Adha bagi umat muslim hukumnya sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan untuk mendapatkan pahala, tapi ditinggalkan pun tidak berdosa.
Umumnya salat Idul Adha dilakukan di tempat terbuka. Namun, boleh juga dilakukan di rumah dengan alasan sah: seperti sakit, musafir, ada bahaya, atau ada larangan dari pemerintah.
Dari penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa umat Islam diperbolehkan melaksanakan salat Idul Adha di rumah dengan memperhatikan ketentuan dalam syariat Islam.
Lantas bagaimana tata cara pelaksanaan salat Idul Adha sendiri di rumah? Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama, berikut adalah penjelasannya:
Rakaat Pertama
1. Niat
Membaca niat salat Idul Adha seperti berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Ushalli sunnatan li idil adlha rak’taini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
2. Baca niat bersamaan dengan takbiratul ihram sama halnya seperti salat biasa, yaitu membaca takbir dan mengangkat kedua tangan.
3. Membaca Doa Iftitah
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا اِنٍّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
4. Sebelum membaca surat Al Fatihah, salat ini dilanjutkan dengan membaca takbir dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca lafal berikut:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
5. Setelah itu membaca surat Al Fatihah.
6. Selanjutnya, dianjurkan membaca surat Al A’la.
7. Rukuk dan thuma’ninah, kemudian membaca tasbih tiga kali.
8. I’tidal, thuma’ninah, dan membaca lafal berikut:
رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
9. Sujud, thuma’ninah, dan membaca tasbih tiga kali.
10.Duduk di antara dua sujud.
11.Sujud kembali dan membaca tasbih tiga kali seperti sebelumnya.
12.Berdiri untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua
1. Takbir lima kali, di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca lafal sebagaimana penjelasan sebelumnya.
2. Membaca surat Al Fatihah.
-3. Membaca surat Al Ghasyiyah.
4. Rukuk dan thuma’ninah lalu membaca tasbih tiga kali.
5. I’tidal, thuma’ninah, kemudian membaca lafal berikut:
رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
6. Sujud, thuma’ninah, dan membaca tasbih tiga kali.
7. Duduk di antara dua sujud, lalu sujud lagi dan membaca tasbih tiga kali.
8. Tasyahud akhir.
9. Salam.


batampos – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bintan mengikuti instruksi PP Muhammadiyah untuk memindahkan dana amal usaha dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke bank syariah lain. “Benar, kami sudah minta semua amal usaha untuk memindahkan dananya yang ada di BSI,” ujar Ketua Muhammadiyah Bintan, Tukiman, Jumat (14/6/2024).






