Minggu, 31 Mei 2026
Beranda blog Halaman 347

Stray Kids Rayakan 8 Tahun Debut dengan Single STAY

0
Stray Kids merilis single STAY sebagai perayaan 8 tahun debut dengan konsep emosional dan penuh makna. Sumber gambar: x.com/OneilyMusic.

batampos – Grup K-pop Stray Kids merayakan delapan tahun perjalanan karier mereka dengan merilis single spesial berjudul STAY pada Rabu (25/3).

Lagu tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para penggemar setia mereka yang dikenal dengan sebutan STAY. Single ini dirilis bertepatan dengan hari debut Stray Kids sejak 2018.

“STAY” didedikasikan khusus bagi penggemar yang telah menemani perjalanan grup hingga saat ini. Lagu ini menggambarkan hubungan emosional antara Stray Kids dan para penggemarnya.

Lirik lagu mengangkat tema kebersamaan, harapan, serta perjalanan panjang yang dilalui bersama. Metafora bintang dan semesta digunakan sebagai simbol ikatan antara grup dan penggemar.

Single ini juga membawa pesan tentang masa depan yang dibangun bersama. Lagu “STAY” ditulis dan dikomposisi langsung oleh anggota Stray Kids, Han dan Seungmin.

Keduanya berperan dalam menciptakan lirik dan melodi yang memperkuat nuansa emosional lagu. Berbeda dari karya Stray Kids yang biasanya enerjik, “STAY” hadir sebagai lagu ballad dengan sentuhan gitar dan piano.

Pendekatan musik yang lebih lembut ini menunjukkan sisi emosional dan kedewasaan grup dalam berkarya.

Sebelum dirilis, lagu ini juga diperkenalkan melalui teaser dan visualizer yang menampilkan konsep visual penuh makna. Setiap anggota turut berkontribusi dalam desain artwork dengan simbol bintang yang merepresentasikan hubungan personal mereka dengan penggemar.

Pendekatan tersebut semakin memperkuat pesan lagu sebagai bentuk kedekatan antara Stray Kids dan STAY.

Selain merilis single, Stray Kids juga menggelar fan meeting di Korea Selatan sebagai bagian dari rangkaian perayaan debut mereka. (*)

Artikel Stray Kids Rayakan 8 Tahun Debut dengan Single STAY pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kekeringan di Bintan, Warga Lobam Antre Bawa Galon Demi Dapat Air Bersih

0
Warga Perumahan Taman Surya Indah, Desa Teluk Sasah, Bintan antre mengambil air bersih yang disalurkan Dinas Kesehatan Bintan, Jumat (27/3/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan, memicu krisis air bersih, khususnya di Kecamatan Seri Kuala Lobam. Warga pun terpaksa antre membawa galon dan jeriken demi mendapatkan air bersih yang dibagikan gratis oleh pemerintah.

Pantauan di Perumahan Taman Surya Indah, Desa Teluk Sasah, Jumat (27/3), warga terlihat tertib mengantre di lokasi distribusi air. Kaum ibu berjalan kaki sambil membawa galon dari rumah, sementara para pria menggunakan sepeda motor untuk mengangkut wadah air kosong.

Mereka dengan sabar menunggu giliran mengisi galon dari tandon yang telah disediakan oleh petugas.

Salah seorang warga, Nana, mengatakan air kini menjadi barang langka setelah sistem penyediaan air tidak lagi mengalir.

“Tak apa antre bawa galon, yang penting dapat air,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Uti yang tetap bertahan mengantre meski dalam kondisi lelah usai bekerja.

“Biarlah tidurnya agak telat, demi air,” katanya.

Kepala Desa Teluk Sasah, Suhairry Sembiring, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Menurutnya, air diambil dari sumur yang berada di kantor desa dengan kapasitas distribusi sekitar 10 ton per hari.

Ia mengakui, banyak sumur warga yang mengering. Selain itu, layanan SPAM IKK Seri Kuala Lobam juga berhenti beroperasi akibat waduk yang mengalami kekeringan.

“Air tidak lagi mengalir ke rumah warga karena waduk kering,” jelasnya.

Suhairry berharap bantuan air bersih tersebut dapat meringankan beban masyarakat di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha Puskesmas Teluk Sasah, Abdul Rahim, mengatakan air yang disalurkan berasal dari bantuan Dinas Kesehatan Bintan.

“Hari ini sekitar 10 ton air disalurkan untuk warga,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mencukupi kebutuhan air masyarakat yang terdampak krisis. (*)

Artikel Kekeringan di Bintan, Warga Lobam Antre Bawa Galon Demi Dapat Air Bersih pertama kali tampil pada Kepri.

Tiga Waduk Mulai Surut, BP Batam Siapkan Strategi Hadapi Ancaman El Nino

0
Dam Mukakuning mulai surut. F. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Musim kering yang diprediksi menguat pada pertengahan tahun 2026 mulai memberi sinyal awal di Batam. Sejumlah waduk menunjukkan penurunan debit air. Belum kritis, namun cukup menjadi alarm agar pengelolaan air dilakukan lebih disiplin.

‎Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan, hingga saat ini pasokan air bersih dari tujuh waduk utama masih dalam kondisi aman. Namun, tren penurunan mulai terlihat di beberapa titik.

‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut hasil pemantauan terbaru menunjukkan ada tiga waduk yang debit airnya mengalami penyusutan.

‎“Secara umum masih aman, tapi ada penurunan di beberapa waduk. Sei Harapan turun sekitar 51 sentimeter, Nongsa 1,2 meter, dan Muka Kuning 2,4 meter,” ujarnya, Kamis (26/3) sore.

‎Penurunan itu terjadi di tengah kondisi atmosfer yang mulai mengarah pada fase kering. Fenomena El Nino yang diperkirakan muncul pada semester II 2026 menjadi faktor yang ikut diperhitungkan.

‎Bagi Batam, persoalan air bukan sekadar isu cuaca. Kota ini sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di waduk. Tidak ada sumber air dari pegunungan atau aliran sungai besar. Ketika hujan berkurang, cadangan air pun ikut tertekan.

‎Dalam kondisi seperti ini, BP Batam mulai mengatur ritme produksi dan distribusi. Pengendalian suplai menjadi kunci agar cadangan air tidak cepat terkuras.

‎“Produksi dan suplai harus kita kontrol. Ini penting untuk menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang,” kata Ariastuty.

‎Selain langkah teknis, BP Batam juga menekankan peran masyarakat. Penggunaan air secara bijak dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pasokan.

‎Imbauan disampaikan agar masyarakat tidak menggunakan air secara berlebihan, terutama untuk aktivitas yang tidak mendesak. Di saat yang sama, potensi gangguan lain seperti kebakaran di kawasan hutan lindung juga menjadi perhatian.

‎“Kami juga mengingatkan agar tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area dekat daerah tangkapan air. Itu bisa berdampak langsung pada suplai air ke depan,” ujarnya.

‎Sejauh ini, belum ada indikasi defisit air. Namun, jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan, skenario lanjutan tetap disiapkan.

‎Penguatan distribusi, efisiensi produksi, hingga langkah pengaturan suplai menjadi opsi yang bisa diterapkan. ‎Batam sedang berada di fase waspada, belum krisis, tetapi tidak lagi sepenuhnya aman.(*)

Artikel Tiga Waduk Mulai Surut, BP Batam Siapkan Strategi Hadapi Ancaman El Nino pertama kali tampil pada Metropolis.

Kolaborasi Lintas Sektor, Satgas Karhutla Tanjungpinang Barat Siap Tekan Risiko Kebakaran

0
Satgas Karhutla Tanjungpinang Barat resmi dibentuk. Fokus pada percepatan penanganan kebakaran. F. Humas Polresta Tanjungpinang.

batampos – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tanjungpinang Barat kini diperkuat. Polsek Tanjungpinang Barat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla tingkat kecamatan melalui rapat koordinasi yang digelar pada Jumat (27/3).

Kapolsek Tanjungpinang Barat, Missyamsu Alson, mengatakan pembentukan Satgas ini sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi kebakaran, baik akibat faktor alam maupun kelalaian manusia.

Satgas Karhutla tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat seperti Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Menurut Alson, koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami juga membuka ruang masukan dari seluruh unsur agar pelaksanaan tugas ke depan berjalan optimal,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah langkah strategis disepakati, di antaranya penempatan posko Satgas Karhutla di Mapolsek Tanjungpinang Barat, pengajuan Surat Keputusan (SK) kepada Wali Kota Tanjungpinang, serta pembentukan grup komunikasi lintas sektor untuk mempercepat koordinasi.

Kapolsek berharap, dengan terbentuknya Satgas Karhutla ini, upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di wilayah Tanjungpinang Barat dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan terkoordinasi.

“Harapannya seluruh unsur dapat bergerak bersama sehingga potensi karhutla bisa ditekan semaksimal mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Tanjungpinang Barat, Haposan Siregar, mengapresiasi langkah Polsek dalam membentuk Satgas Karhutla.

Ia menilai inisiatif tersebut sangat relevan di tengah kondisi musim kemarau panjang dan suhu panas tinggi yang meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman.

“Didominasi kawasan permukiman, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Kami siap bersinergi dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla,” tegasnya. (*)

Artikel Kolaborasi Lintas Sektor, Satgas Karhutla Tanjungpinang Barat Siap Tekan Risiko Kebakaran pertama kali tampil pada Kepri.

Konflik Internal Picu Penutupan Dapur MBG di Sedanau Natuna

0
Dapur MBG yang dikelola mitra Yayasan Rakyat Cerdas Ternutrisi di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Natuna. F. Galang/Batam Pos.

batampos – Dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menghentikan sementara operasionalnya akibat konflik internal pengelolaan.

Penghentian operasional dapur yang dikelola mitra dari Yayasan Rakyat Cerdas Ternutrisi ini terjadi setelah muncul perbedaan pandangan terkait pengelolaan sumber daya manusia.

Sekretaris yayasan, Agung Anugraha, membenarkan adanya persoalan tersebut. Ia menyebut pihak mitra dapur sebelumnya meminta agar asisten lapangan diberhentikan.

“Sebelumnya pihak mitra menghubungi kami untuk memberhentikan asisten lapangan, namun kami tidak memenuhi permintaan itu,” ujarnya, Jumat (27/3).

Agung menjelaskan, yayasan menolak permintaan tersebut karena menilai asisten lapangan selama ini bekerja dengan baik dan profesional. Selain itu, proses rekrutmen juga dilakukan oleh pihak yayasan, bukan mitra dapur.

“Selama ini mereka bekerja dengan baik. Pemecatan tidak bisa dilakukan tanpa alasan yang jelas dan dasar yang kuat,” tegasnya.

Ia menduga konflik yang terjadi bukan terkait kinerja, melainkan dipicu persoalan pribadi antara asisten lapangan dengan pihak mitra dapur.

“Dugaan kami ini lebih ke persoalan pribadi, bukan karena kinerja,” ungkapnya.

Akibat perselisihan tersebut, pihak mitra dapur dilaporkan telah menyampaikan pengaduan ke Badan Gizi Nasional, bahkan mengusulkan pergantian pengelola yayasan.

Tidak lama setelah pengaduan itu, operasional dapur MBG di wilayah Bunguran Barat langsung dihentikan tanpa adanya kesepakatan bersama.

Penutupan ini berdampak langsung pada masyarakat penerima manfaat program MBG yang selama ini rutin mendapatkan layanan makanan bergizi.

Sejumlah warga yang bergantung pada program tersebut kini harus menunggu kejelasan kelanjutan operasional dapur di wilayah mereka.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Provinsi Kepulauan Riau, Syartiwidya, menyebut konflik juga berdampak pada tenaga pendukung operasional.

“Ahli gizi dan akuntan mengundurkan diri, sehingga SPPG tidak bisa beroperasional,” katanya.

Ia menegaskan pihaknya akan memantau dan memediasi persoalan tersebut karena menyangkut hak masyarakat.

“Kami akan memantau, memediasikan, dan menindaklanjuti masalah ini secara serius karena menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan layanan makanan bergizi,” ujarnya.

Diketahui, SPPG Sedanau melayani sekitar 1.374 porsi per minggu, termasuk untuk tenaga pendidik. Sementara total penerima manfaat mencapai 1.851 orang. (*)

Artikel Konflik Internal Picu Penutupan Dapur MBG di Sedanau Natuna pertama kali tampil pada Kepri.

Gaji Karyawan Magang Tidak Harus Setara UMK atau UMR

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F. istimewa

batampos – Pertanyaan soal gaji peserta magang kembali mencuat. Banyak yang mengira pekerja magang berhak menerima upah setara Upah Minimum Kota (UMK) atau Upah Minimum Regional (UMR). Namun, ketentuan yang berlaku ternyata tidak demikian.

‎Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menegaskan bahwa dalam skema pemagangan, peserta tidak menerima upah seperti pekerja tetap, melainkan uang saku.

‎“Dalam aturan pemagangan, tepatnya Pasal 13 ayat 1, disebutkan bahwa peserta magang berhak mendapatkan uang saku, bukan upah seperti karyawan,” ujar Diky saat dihubungi, Jum’at (27/3).

‎Ia menjelaskan, uang saku tersebut mencakup beberapa komponen dasar, seperti biaya transportasi, makan, serta insentif selama masa magang berlangsung. Namun, nominalnya tidak diatur harus setara dengan UMK di masing-masing daerah.

‎“Uang saku ini mencakup transportasi, makan, dan insentif selama magang. Jumlahnya tidak harus sama dengan UMK,” jelasnya.

‎Dengan demikian, peserta magang tidak bisa menyamakan posisi mereka dengan pekerja kontrak (PKWT) maupun karyawan tetap (PKWTT) yang memiliki kewajiban pembayaran upah sesuai standar minimum.

‎Diky juga menambahkan, hingga saat ini belum ada regulasi yang secara khusus mengatur batas minimal maupun maksimal besaran uang saku bagi peserta magang.

‎Hal ini membuat nominal yang diterima bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan perusahaan atau instansi tempat magang.

‎“Belum ada aturan yang menetapkan batas insentif untuk peserta magang. Jadi wajar kalau nominalnya berbeda di setiap tempat,” katanya.

‎Meski demikian, ia mengingatkan bahwa program magang pada dasarnya bertujuan sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan kerja, bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan.

‎Karena itu, peserta magang diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengalaman, memahami dunia kerja, serta meningkatkan kompetensi sebelum benar-benar masuk ke pasar tenaga kerja secara penuh.

‎Di sisi lain, perusahaan atau penyelenggara magang juga diimbau tetap memperhatikan kelayakan pemberian uang saku agar tidak memberatkan peserta, sekaligus menjaga prinsip keadilan dalam hubungan kerja berbasis pelatihan tersebut.

‎”Dengan pemahaman ini, masyarakat, terutama para pencari kerja muda, diharapkan tidak lagi keliru menempatkan ekspektasi antara magang dan pekerjaan formal,” ujarnya.(*)

Artikel Gaji Karyawan Magang Tidak Harus Setara UMK atau UMR pertama kali tampil pada Metropolis.

Kondisi 3 Waduk Jadi Atensi Serius, BP Batam Pastikan Suplai Air Tetap Optimal

0

batampos — Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, meninjau kondisi dua waduk yang mengalami penurunan volume air cukup signifikan, Kamis (26/3/2026). Kedua waduk tersebut yaitu Waduk Sei Harapan dan Waduk Mukakuning.

Dari hasil tinjauan, terpantau bahwa volume air di Waduk Sei Harapan menurun hingga 51 sentimeter dari batas normal. Sedangkan Waduk Mukakuning turun hingga 2,4 meter.

Ariastuty menjelaskan, penurunan ini dipicu oleh fenomena El Nino sehingga mengakibatkan berkurangnya curah hujan dan menyebabkan kemarau panjang.

Selain kedua waduk tersebut, lanjut Ariastuty, Waduk Nongsa juga ikut mengalami penyusutan hingga 1,2 meter dan ikut menjadi atensi serius BP Batam.

Meski demikian, ia memastikan bahwa suplai air ke masyarakat tetap optimal. Hal ini dikarenakan kapasitas suplai 4 waduk lain yakni Waduk Duriangkang, Tembesi, Sei Ladi, dan Rempang masih tetap memadai.

Di samping itu, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar kebutuhan air masyarakat Batam tidak terganggu.

“Setelah kami cek, ketahanan air di masing-masing waduk masih aman hingga 4 dan 5 bulan ke depan,” ujar Ariastuty.

Apabila fenomena El Nino ini masih berlangsung lama, Ariastuty mengatakan bahwa BP Batam juga telah menyiapkan langkah-langkah penting. Salah satunya dengan melakukan rationing air yang dengan skema terbaik.

Sehingga, suplai kebutuhan air ke masyarakat tetap terpenuhi dengan baik dan tidak mengganggu hajat hidup orang banyak.

“Kami juga terus memantau dan mengantisipasi produksi serta kebutuhan suplai dengan kondisi yang ada. Oleh sebab itu, kami mengimbau agar masyarakat Batam lebih menghemat pemakaian air di tengah fenomena kemarau panjang ini,” pesan Ariastuty.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga Batam dari bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Khususnya dalam areal hutan yang berada di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA).

Cuaca panas dan angin kencang saat ini, lanjutnya, meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Kondisi ini membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

“Beberapa waktu lalu, lahan sekitar waduk ini mengalami kebakaran hutan. Kami mengimbau agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area kering yang mudah terbakar. Segera laporkan kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda kebakaran, seperti asap atau api kecil,” pungkasnya. (*)

Artikel Kondisi 3 Waduk Jadi Atensi Serius, BP Batam Pastikan Suplai Air Tetap Optimal pertama kali tampil pada Metropolis.

Kondisi 3 Waduk Jadi Atensi Serius, BP Batam Pastikan Suplai Air Tetap Optimal

0

batampos — Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, meninjau kondisi dua waduk yang mengalami penurunan volume air cukup signifikan, Kamis (26/3/2026). Kedua waduk tersebut yaitu Waduk Sei Harapan dan Waduk Mukakuning.

Dari hasil tinjauan, terpantau bahwa volume air di Waduk Sei Harapan menurun hingga 51 sentimeter dari batas normal. Sedangkan Waduk Mukakuning turun hingga 2,4 meter.

Ariastuty menjelaskan, penurunan ini dipicu oleh fenomena El Nino sehingga mengakibatkan berkurangnya curah hujan dan menyebabkan kemarau panjang.

Selain kedua waduk tersebut, lanjut Ariastuty, Waduk Nongsa juga ikut mengalami penyusutan hingga 1,2 meter dan ikut menjadi atensi serius BP Batam.

Meski demikian, ia memastikan bahwa suplai air ke masyarakat tetap optimal. Hal ini dikarenakan kapasitas suplai 4 waduk lain yakni Waduk Duriangkang, Tembesi, Sei Ladi, dan Rempang masih tetap memadai.

Di samping itu, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar kebutuhan air masyarakat Batam tidak terganggu.

“Setelah kami cek, ketahanan air di masing-masing waduk masih aman hingga 4 dan 5 bulan ke depan,” ujar Ariastuty.

Apabila fenomena El Nino ini masih berlangsung lama, Ariastuty mengatakan bahwa BP Batam juga telah menyiapkan langkah-langkah penting. Salah satunya dengan melakukan rationing air yang dengan skema terbaik.

Sehingga, suplai kebutuhan air ke masyarakat tetap terpenuhi dengan baik dan tidak mengganggu hajat hidup orang banyak.

“Kami juga terus memantau dan mengantisipasi produksi serta kebutuhan suplai dengan kondisi yang ada. Oleh sebab itu, kami mengimbau agar masyarakat Batam lebih menghemat pemakaian air di tengah fenomena kemarau panjang ini,” pesan Ariastuty.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga Batam dari bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Khususnya dalam areal hutan yang berada di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA).

Cuaca panas dan angin kencang saat ini, lanjutnya, meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Kondisi ini membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

“Beberapa waktu lalu, lahan sekitar waduk ini mengalami kebakaran hutan. Kami mengimbau agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area kering yang mudah terbakar. Segera laporkan kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda kebakaran, seperti asap atau api kecil,” pungkasnya. (*)

Artikel Kondisi 3 Waduk Jadi Atensi Serius, BP Batam Pastikan Suplai Air Tetap Optimal pertama kali tampil pada Metropolis.

HBO Rilis Teaser Serial Harry Potter, Tayang Natal 2026

0
Cuplikan teaser serial Harry Potter versi HBO yang dijadwalkan tayang perdana pada 25 Desember 2026. Sumber gambar: x.com/ladbible.

batampos – HBO resmi merilis teaser perdana untuk serial reboot Harry Potter, menandai kembalinya dunia sihir ke layar kaca dengan skala produksi besar.

Teaser tersebut menjadi gambaran awal bagaimana kisah ikonik karya J.K. Rowling akan dihidupkan kembali dengan pendekatan yang lebih setia pada novel aslinya.

Episode perdana serial dijadwalkan tayang pada 25 Desember 2026 melalui HBO dan layanan streaming HBO Max.

Musim pertama akan mengadaptasi buku pertama, Harry Potter and the Philosopher’s Stone, dengan total delapan episode.

Dalam teaser, terlihat sejumlah adegan penting dari masa kecil Harry, termasuk kehidupannya bersama keluarga Dursley hingga momen awal menuju Hogwarts.

Serial ini juga akan menampilkan adegan yang sebelumnya tidak muncul dalam versi film, seperti pengalaman Harry di sekolah Muggle.

Dengan format serial, cerita disebut akan disajikan lebih mendalam, menghadirkan detail karakter serta alur yang lebih lengkap dibandingkan adaptasi layar lebar.

Serial ini dibintangi oleh Dominic McLaughlin, Arabella Stanton, dan Alastair Stour.

Proyek ini diproduseri oleh Francesca Gardiner dengan Mark Mylod sebagai sutradara, sementara J.K. Rowling turut berperan sebagai produser eksekutif.

HBO menargetkan serial ini sebagai proyek jangka panjang dengan rencana setiap musim akan mengadaptasi satu buku dari seri Harry Potter. Dengan pendekatan tersebut, proyek ini berpotensi berlangsung hingga satu dekade.

Serial ini diharapkan mampu memperkenalkan kembali dunia Harry Potter kepada generasi baru, sekaligus memuaskan penggemar lama melalui adaptasi yang lebih setia terhadap cerita aslinya. (*)

Artikel HBO Rilis Teaser Serial Harry Potter, Tayang Natal 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kapal Penuh, Puluhan Kendaraan Tertahan di Pelabuhan Jagoh

0
Ratusan penumpang Roro KMP Kundur mengantre untuk naik kapal di Pelabuhan Jagoh, Lingga, Kamis malam (26/3). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Lonjakan penumpang arus balik Idulfitri 1447 Hijriah terjadi di Pelabuhan Roro Jagoh, Kabupaten Lingga. Ratusan penumpang tujuan Tanjungpinang memadati pelabuhan hingga menyebabkan puluhan kendaraan tidak bisa diberangkatkan.

Kepadatan terjadi pada Kamis malam (26/3), saat penumpang kapal Roro KMP Kundur membeludak. Bahkan, sejumlah kendaraan roda dua terpaksa tertahan karena kapasitas kapal telah penuh.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan penumpang sudah datang sejak lebih awal untuk mengantre tiket. Selain penumpang, antrean panjang juga terlihat dari kendaraan pribadi roda dua, roda empat, hingga kendaraan ekspedisi yang membawa sembako.

Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hasbullah, mengatakan jumlah penumpang yang hendak berangkat mencapai lebih dari 500 orang.

“Untuk kendaraan roda dua sekitar 180 unit, sedangkan roda empat sekitar 10 unit. Masih banyak penumpang dan kendaraan yang tidak bisa diberangkatkan karena muatan kapal sudah penuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga bersama ASDP Indonesia Ferry tetap mengutamakan keselamatan dalam pelayanan.

“Kami tidak bisa memaksakan jumlah penumpang. Jika sudah penuh, tidak bisa ditambah lagi karena dapat membahayakan keselamatan pelayaran,” jelasnya.

Hasbullah menambahkan, penumpang yang belum terangkut masih dapat menunggu jadwal keberangkatan berikutnya dan diimbau untuk tidak memaksakan diri naik kapal.

Di lokasi yang sama, salah satu penumpang, Rere, mengaku kecewa karena kendaraannya tidak bisa diberangkatkan meski sudah mengantre lama.

“Kalau dibilang kecewa ya pasti kecewa. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena memang kapal sudah penuh,” ujarnya.

Ia menyebut keterlambatan masuk antrean menjadi penyebab kendaraannya tidak terangkut.

“Ini jadi pelajaran. Seharusnya datang lebih pagi agar bisa antre di depan, apalagi saat arus balik Lebaran seperti sekarang,” tambahnya. (*)

Artikel Kapal Penuh, Puluhan Kendaraan Tertahan di Pelabuhan Jagoh pertama kali tampil pada Kepri.