
batampos – Para petugas dan relawan terus mendistribusikan bantuan kepada warga Taiwan seusai dilanda gempa dahsyat pada Rabu (3/4). Peralatan seperti selimut, mainan untuk anak, makanan, hingga susu formula terus dicukupi untuk keluarga yang mengungsi.
Mereka berlindung di tenda-tenda darurat. Salah satunya di sekolah dasar di Kabupaten Hualien. Wilayah itu adalah episentrum gempa bumi terbesar di Taiwan dalam seperempat abad terakhir ini.
’’Kami memiliki semua perlengkapan yang diperlukan. Selimut, toilet, dan tempat untuk beristirahat,’’ ujar Hendri Sutrisno, salah satu WNI yang turut menempati tenda, kepada Agence France-Presse (AFP). Hendri mengungsi bersama istri dan bayinya yang berusia 2 bulan.
Profesor berusia 30 tahun di Universitas Dong Hwa Hualien dan keluarganya saat ini memilih tinggal di tenda darurat SD tersebut. Dia tinggal bersama lebih dari 100 warga lain.
Gempa susulan masih terjadi dengan intensitas kuat. Jumat (4/4) pagi, wilayah Hualien juga mengalami lebih dari 300 gempa susulan.
Hendri bercerita, dirinya sekeluarga bersembunyi di bawah meja saat gempa pertama terjadi. Setelahnya, dia bergegas mengambil barang-barang mereka dan melarikan diri dari gedung. Munculnya gempa susulan menjadi kekhawatiran tersendiri baginya.
’’Akan lebih baik dan bijaksana bagi kami untuk tetap di sini,’’ imbuh dia, sembari menidurkan bayinya di stroller.
Baca Juga: Jenazah Warga Negara Taiwan Ditemukan Mengambang di Perairan Jakarta
Di tengah ancaman gempa susulan, upaya penyelamatan terus berlanjut di berbagai titik. Pihak berwenang berhasil menjangkau lebih dari 600 orang yang terjebak di terowongan. Seluruhnya dipastikan dalam kondisi aman.
Kabupaten Hualien, di pantai timur Taiwan, merupakan ’’rumah’’ bagi jaringan jalur terowongan. Keberadaannya memungkinkan pengemudi untuk melintasi pegunungan indah di wilayah tersebut.
Sebagian besar orang terjebak, termasuk beberapa orang di sebuah hotel dekat Taman Nasional Taroko. Ada pula para pekerja di terowongan –yang kini terputus total– setelah serangkaian tanah longsor yang menghantam jalan raya utama menuju ke sana.
Gempa itu menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari 1.060 orang. Hingga kemarin, pihak berwenang belum memerinci lebih lanjut terkait seberapa serius efek gempa tersebut.
WNI lainnya, Fikry Zahria Emeraldien, 34, mengaku sempat panik saat merasakan gempa dahsyat dari tempat tinggalnya di Distrik Wanhua. Pukul 07.58, Fikry yang tertidur sontak bangun dan berlari ke kamar temannya.
Fikry sempat mencoba lari keluar rumah. Meski akhirnya, dia dan rekannya memilih tetap tinggal di dalam rumah dan berlindung di bawah meja.
’’Posisi di rumah, lantai 3. Panik. Waktu itu tiba-tiba terasa guncangan hebat. Tembok rumah terlihat berayun ke kanan dan ke kiri. Saya mikir, ini jangan-jangan roboh nih… gitu,’’ ungkapnya.
Getaran pertama itu, meski tak sampai 1 menit, merupakan yang paling dahsyat. Tak heran, di beberapa sumber disebutkan bahwa magnitudonya lebih besar daripada gempa Taiwan pada 1999.
’’Tapi, secara kerusakan alhamdulillah tidak separah dulu. Mungkin Taiwan belajar dari peristiwa dulu, sehingga bangunannya kini lebih kuat,’’ ujarnya. Kemarin, kata dia, kondisi mulai pulih. Internet dan listrik kembali tersambung.
Fikry sendiri tengah menjalani program Taiwan Fellowship bersama delegasi-delegasi lain dari Indonesia. Tahun ini, Taiwan Fellowship menerima 100 peneliti dari 38 negara, termasuk Indonesia. ’’Saya tiba di Taiwan pada 1 Maret dan akan kembali ke Indonesia pada 1 Juni,’’ ungkapnya. (dee/mia/c18/bay)
Sumber: JP group

batampos – PT Air Batam Hilir menginformasikan tengah melakukan perbaikan kebocoran pipa di Depan Perumahan Izzy, Sei Nayon. “Saat ini perbaikan masih dalam proses,” ujar Ginda, Humas PT Air Batam Hilir.



batampos – Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 21 pesawat militer Tiongkok melintasi median Selat Taiwan, Sabtu (20/4) pagi. Momen tersebut tepat sebulan sebelum pelantikan presiden baru Taiwan Lai Ching-te pada 20 Mei nanti.
batampos – Warga Perumahan Everfresh, Mitraraya, Batamkota digegerkan dengan penemuan jenazah, Jj, 55 tahun, Sabtu (20/4). Penemuan jenazah tersebut bermula dari kedatangan rekan Jj, ke rumah korban.


