Polsek Cengkareng menggelar perkara kasus remaja menjual pacarnya untuk open BO. (Tazkia Royyan/JawaPos.com)
batampos – Seorang lelaki di bawah umur berinisial MAH, 18, tega menjual pacarnya sendiri berinisial CPM, 17, sebagai perempuan open BO di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Akibatnya, korban saat ini hamil.
Tak lakukan aksinya sendiri, MAH bekerja sama dengan rekannya, MR, 20, untuk menjajakan pacarnya itu di aplikasi kencan.
“Saat ini korban dalam kondisi hamil enam bulan dan mengalami trauma sehingga tengah kami berikan pendampingan dari instansi terkait,” ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang, Rabu (3/7).
Ia memaparkan, CPM dan MAH tinggal bersama di salah satu apartemen kawasan Cengkareng. Karena tak memiliki pekerjaan, pelaku kemudian meminta agar korban open BO.
“Dalam setiap kencan, pelaku menawarkan harga Rp 200-300 ribu. Uang itu kemudian mereka bagi untuk biaya hidup sehari-hari,” tuturnya.
Hasoloan menjelaskan, kasus tindak pidana perdagangan orang ini terungkap setelah warga apartemen curiga dengan aktivitas keduanya.
“Korban disini murni korban karena dieksploitasi baik secara ekonomi maupun seksual,” pungkasnya.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijadikan tersangka dengan Pasal 76i Juncto 88 UURI No. 35 Tahun 2014, Tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (*)
Personel TNI menjaga area bundaran bandara Hang Nadim Batam pasca kericuhan taksi online dan pangkalan Rabu (3/7) sore.
batampos – Kisruh transportasi darat khasnya taksi online kembali muncul di area Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (3/7). Ratusan supir taksi dari berbagai applikasi online memadati bundaran bandara bahkan mobil mereka sempat menutupi akses keluar masuk bandara.
Kasatgas Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam, Safrizal mengungkapkan kedatangan ratusan supir taksi online ini, dipicu oleh tindakan persekusi yang dialami dua rekan supir taksi online dalam dua situasi berbeda.
Safrizal menyampaikan, salah satu korban persekusi, diketahui hanya ingin menjemput keluarganya yang tiba melalui Bandara Hang Nadim Batam. Sementara satu rekan lainnya, memang berniat menjemput pelanggan namun dalam status off aplikasi.
“Ada dua rekan kami tadi di persekusi di area dalam. Kondisinya memang satu dalam kondisi menjemput keluarga, dan satu lagi memang mau jemput penumpang namun mati aplikasi,” terangnya, Rabu (3/7).
Pihaknya juga mengakui kesalahan kedua rekan mereka yang tidak melapor ke polsek Bandara sebelum memasuki area Bandara Hang Nadim.
Namun ia menyayangkan tindakan persekusi yang dilakukan oleh personil taksi pangkalan, dengan memukul mobil dan memaksa penumpang turun dan berjalan kaki untuk keluar dari area bandara.
“Memang tadi rekan kami ada kesalahan yakni tidak melapor terlebih dahulu. Namun tindakan persekusi yang dilakukan personil pangkalan yang tidak bisa kami terima,” ungkapnya.
Lanjutnya bahkan sampai memaksa penumpang turun dan meminta mereka meninggalkan area bandara dengan jalan kaki sampai ke simpang lampu merah.
“Ada paksaan meminta penumpang turun dan meninggalkan bandara dengan jalan kaki hingga ke simpang,” ujarnya.
Situasi perlahan kondusif ketika personil Kepolisian dan TNI AU terlihat masih berjaga di area keluar Bandara Hang Nadim dan para driver online terlihat mulai membubarkan diri. (*)
Autogate Pelabuhan Internasional Batamcenter F.Syahbandar Pelabuhan Batamcenter untuk Batampos
batampos – Pasca gangguan sistem pada Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Kominfo, ternyata layanan Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam belum maksimal. Salah satu pelayanan yang masih terganggu, adalah layanan autogate di Pelabuhan Internasional Batamcenter.
Dimana layanan autogate yang sebelum berjalan lancar, hingga Rabu (3/7) masih belum maksimal. Dampaknya, terjadi antrean penumpang tujuan Singapura yang hendak melakukan scan paspor.
“Sebelum adanya gangguan itu, autogate lancar. Penumpang yang scan hanya butuh waktu beberapa detik untuk lewat,” ujar salah satu petugas pelabuhan yang enggan disebut nama.
Menurut dia, karena autogate tak berjalan lancar, maka sebagian penumpang menggunakan cap paspor manual. Sedangkan penumpang yang bisa gunakan autogate, dapat lanjut ke ruang tunggu.
“Jadi memang tidak semua yang tidak bisa. Sebagian bisa, sebagian lagi macet. Penumpang jadinya antre,” jelasnya.
Sementara, Humas Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI 1 Batam, Kharisma Rukmana, mengklaim seluruh layanan Imigrasi sudah berjalan lancar.
“Untuk pelayanan sudah seperti semula. Sudah lancar, jadi tak ada masalah lagi,” ujar Kharisma.
Disinggung pelayanan autogate di Pelabuhan Internasional yang masih macet, Kharisma belum dapat informasi. Namun ia tegas menyatakanan sudah normal.
“Untuk itu saya belum dapat informasi. Nanti saya coba folloup kesana,” tegas Kharisma.
Disisi lain, Kharisma mengatakan pasca gangguan PDN itu, pihaknya sempat menunda untuk mencetak paspor. Dimana lebih dari 1000 paspor yabg ditunda untuk dicetak.
“Untuk jumlah pasti harus saya tanyakan lagi, namun itu lebih dari 1000. Sekarang semuanya sudah aman, tim kami selama 3 hari bekerja extra untuk menyelesaikan itu semua,” pungkasnya. (*)
Terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Pembunuhan yang dilakukan Yopi Yusnadi terhadap rekannya, Yadi bermotif sakit hati. Awalnya, pelaku tersinggung dengan omongan korban hingga terjadi cek-cok.
Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk, Ipda Alex T. AD, mengatakan pelaku ditangkap di sekitar lokasi, tepatnya sejam setelah pembunuhan tersebut.
“Motifnya sakit hati. Pelaku tersinggung dengan omongan korban,” ujarnya, Rabu (3/7).
Alex menjelaskan korban di bakar menggunakan gas yang berada di lokasi kejadian. “Dibakar menggunakan gas,” katanya.
Diketahui, Yadi tewas di lokasi kejadian usai dibakar pelaku. Korban dibakar hidup-hidup usai dianiaya oleh pelaku.
“Pelaku sudah kita amankan. Masih proses pemeriksaan,” tegasnya. (*)
Ilustrasi. Jukir liar mengutip uang parkir di pasar kaget di Simpang Tobing, Batuaji. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Pungutan uang parkir untuk kepentingan kelompok tertentu masih terus terjadi di wilayah Batuaji, Sagulung dan Marina. Pungutan tanpa karcis parkir ini meresahkan masyarakat karena oknum yang melakukan pungutan bertindak sesuka hati.
Tanpa mengenakan seragam ataupun kartu keanggotaan tukang parkir, oknum yang memungut biaya parkir tanpa karcis ini terus berjaga di pinggir jalan ataupun lokasi pasar kaget. Masyarakat yang berbelanja ke toko-toko atau rumah makan di pinggir dimintai uang parkir Rp 2.000 hingga Rp 5.000 sekali parkir.
Pertokoan dan pasar kaget di pinggir jalan Marina City, hingga saat ini masih ramai dengan oknum pemungut uang parkir tanpa karcis resmi dari Dishub ini. Masyarakat mengeluh karena tidak jelas peruntukan uang yang ditarik dari masyarakat ini.
“Pernah saya minta karcis, katanya mereka tak punya karena mereka pungut parkir ini atas nama pengelolah pasar kaget,” ujar Yunita, warga Marina.
Apa yang disampaikan Masyarakat ini terjadi hampir di semua titik lokasi pasar kaget. Baik yang di pinggir jalan ataupun di dalam pemukiman ramai dengan jukir tanpa karcis tadi. Pasar kaget simpang Tobing, Batuaji juga demikian. Petugas parkir tanpa seragam dan karcis parkir bahkan nekad menjejerkan kendaraan pengunjung hingga ke ruas jalan. Sepeda motor dimintai uang parkir Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000 hingga Rp. 10.000.
Batam Pos yang menjumpai salah satu jukir di sana mendapat penjelasan bahwa uang parkir ini disetorkan ke pengelolah pasar kaget, karena pengutipan uang parkir ini atas instruksi dari pengelolah pasar kaget.
“Iya, beda sama yang tempat parkir yang jukirnya dari Dishub. Mereka memang punya seragam dan karcis parkir. Kami ini ditugaskan saat hanya pasar kaget buka saja. Tidak tiap waktu,” kata Dedi, salah satu pemungut biaya parkir di pasar kaget simpang Tobing.
Kadishub Batam Salim saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat ini mengaku akan segera mengambil tindakan ke lapangan. Dia juga minta agar masyarakat tidak perlu membayar parkir kepada oknum yang menarik uang parkir tanpa karcis dan seragam parkir seperti itu.
“Kalau mereka kasar atau melakukan pemukulan langsung lapor ke polisi. Itu tidak boleh dan akan kita tertibkan,” ujar Salim. (*)
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di sebelah barat kota Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 28 Juni 2024. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad.
batampos – Koordinator Senior Kemanusiaan dan Rekonstruksi PBB untuk Gaza Sigrid Kaag menyatakan bahwa serangan Israel di daerah kantong Palestina itu telah memicu badai penderitaan manusia.
“Warga sipil Palestina di Gaza telah terjerumus ke dalam jurang penderitaan. Rumah mereka hancur, kehidupan mereka berubah,” kata Sigrid Kaag kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa (2/7).
Kaag melaporkan bahwa sistem kesehatan publik di Gaza telah runtuh, dengan hancurnya sekolah-sekolah dan sistem pendidikan, hingga menimbulkan ancaman serius bagi generasi mendatang.
Ia memperingatkan tentang suhu udara yang melonjak ketika musim panas dan krisis layanan dasar seperti pengelolaan limbah, fasilitas sanitasi dan pasokan air, serta momok wabah penyakit menular.
“Sebanyak 1,9 juta orang kini mengungsi di seluruh Gaza,” kata Kaag.
Dia pun mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait perintah evakuasi terbaru di Khan Younis, dengan menyebut bahwa di Gaza, tidak ada tempat yang aman.
Kaag juga menggarisbawahi penurunan signifikan jumlah bantuan yang masuk dan didistribusikan di seluruh Gaza setelah serangan Israel terhadap Rafah dan penutupan perbatasan Rafah.
Memperhatikan bahwa bantuan kemanusiaan akan dibutuhkan selama bertahun-tahun, Kaag mengatakan bahwa fokus juga harus diarahkan pada proses rekonstruksi dan pemulihan di Gaza, tanpa penundaan. (*)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Tri Wahyu Rubianto. F.Dalil Harahap
batampos – Lebih dari 1.200 siswa di Batam tidak lolos pada PPDB SMP negeri tahun ini. Banyaknya jumlah pendaftar hingga melampaui rencana tampung sekolah, membuat banyak dari calon siswa yang gagal diterima di sekolah negeri.
Disisi lain terbatasnya jumlah guru di Batam ditambah tak adanya kebijakan menambah guru honor menjadi dilema bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Batam untuk menambah Rombel.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengaku sejauh ini pihanya belum bisa menambah jumlah Rombongan Belajar (Rombel) di tiap kelas. Alasannya guru yang terbatas, dan bahkan guru yang ada saat ini rata-rata mengajar di posisi 35 jam dalam setiap pekannya.
“Kami menambah rombel otomatis kami harus menambah guru. Sementara saat ini belum ada dibuka kebijakan untuk bisa menerima guru honor daerah,” ujar Tri Wahyu Rabu (3/7).
Begitu juga dengan penambahan sif belajar kata Tri, sudah sangat tidak memungkinkan, mengingat jam mengajar guru di Kota Batam saat ini sudah di atas batas maksimal.
“Ini yang menjadi kendalanya. Tapi nanti bapak Walikota tentu akan mengambil kebijakan bagi kenyaman masyarakat di Kota Batam dan saya yakin akan berpihak pada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi satuan Pendidikan negeri di kota Batam saat ini,” terang Kadisdik Kota Batam tersebut.
Tri berharap orang tua yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri untuk mencari alternatif sekolah swasta. Selain itu ia saat ini juga tengah melakukan pemetaan sekolah yang masih belum penuh kuota untuk diarahkan ke sekolah tersebut.
“Kita juga melihat ada beberapa sekolah yang kuota nya tidak penuh, nanti bagi yang tidak diterima kita arahkan kesana. Sehingganya mereka yang belum diterima baik di pilihan satu atau pilihan dua bisa tetap bersekolah di negeri,” ujar Tri.
Selanjutnya bagi siswa yang sudah diterima baik di pilihan satu atau pilihan dua ia meminta untuk segera mendaftar ulang anak-anaknya. Dinas Pendidikan kata Tri, tak mengenal yang namanya pencabutan berkas dan bila tidak mendaftar ulang di sekolah bersangkutan maka dianggap mengundurkan diri.
“Misalnya diterima di pilihan kedua namun tetap bersikukuh di pilihan pertama yang sudah penuh, kita gak kenal cabut berkas, jika tak segera daftar ulang kami anggap mengundur kan diri dan silakan mencari sekolah swasta, ” tegas Tri.
Selanjutnya apabila ada yang mengundurkan diri ini kata Tri, akan diprioritaskan bagi calon siswa atau calon peserta didik yang tidak diterima sama sekali di kedua pilihan sekolah.
“Jadi saya ingin pemahaman yang sama dengan seluruh orang tua wali murid kerjasamanya agar PPDB tahun ini dapat terus berjalan dengan kondusif, ” pungkas Tri.
Anggota DPRD Batam Udin P. Sihaloho mengatakan, memang sudah ada aturannya untuk tidak menambah guru honorer. Bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dia berharap orang tua tetap menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.
“Ya masuk sekolah swasta. Kapan lagi sekolah swasta berisi, ” tegas Udin.
Ia mengatakan demikian bukan tanpa alasan. Pasalnya di tengah keterbatasan guru saat ini sangat tidak memungkinkan untuk menambah jumlah rombel di kelas ataupun sif belajar.
“Jangan dipaksakan ke sekolah negeri. Kadang banyak orang tua ketika ada sekolah gratis mereka lepas tanggung jawab dan memaksakan anaknya masuk di sekolah negeri, ” ujarnya.
Jika ini tetap dibiarkan dan ditampung sambung Udin, tentu akan menjadi penyakit musiman setiap tahun setiap kali PPDB.
“Kepada Pemko Batam kita berharap tetap bersinergi dengan sekolah swasta seperti subsidi silang sehingga biaya yang ditanggung orang tua menjadi tak terlalu berat, ” pungkasnya. (*)
Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus didampingi Ketua Bhayangkari memberikan siraman air kembang ke anggota polisi yang naik pangkat
batampos– Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus, Senin (1/7) memimpin upacara kenaikan pangkat 41 orang anggota polisi yang naik pangkat terhitung mulai tanggal 1 Juli. Upacara kenaikan pangkat dilaksanakan di halaman Bhayangkara Polres Karimun.
”Kenaikan pangkat ini merupakan wujud perhatian dan penghargaan dari kesatuan terhadap anggota yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan loyalitas. Khususnya, pengabdian terhadap tugasnya dengan baik dan bukan merupakan hadiah yang diberikan begitu saja. Melainkan, merupakan hasil kerja keras dalam mengemban tugas dan pengabdian dilingkungan kerja masing-masing,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus.
Dikatakannya, pada kesempatan yang baik ini, dia mengucapkan selamat kepada 41 anggota yang mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Tentu ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi rekan-rekan yang naik pangkat. Dia juga menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan sekedar gagah gagahan.
”Tapi, beban tugas yang diemban semakin berat dan banyak tantangan. Karena selain dicintai masyarakat Polri dimana Polres Karimun harus dapat dipercaya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang humanis”, ungkapnya.
Kenaikan pangkat dan pengabdian tersebut berdasarkan surat telegram Kapolda Kepri Nomor : STR KNP periode 1 Juli 2024 Nomor: STR/330//VI/KEP./2024 tanggal 21 Juni 2024 bahwa Perwira dan Brigadir Polri Polda Kepri telah dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi terhitung mulai tanggal 1 Juli 2024.
Dari 41 orang anggota Polres Karimun, dari pangkat Iptu ke AKP 1 orang, Ipda ke Iptu sebanyak 1 orang, dari pangkat Aipda ke Aiptu 2 orang, dari pangkat Bripka ke Aipda sebanyak 1 orang, dari pangkat Brigpol ke Bripka sebanyak 7 orang, dari pangkat Briptu ke Brigpol sebanyak 26 orang dan dari pangkat Bripda ke Briptu sebanyak 3 orang. (*)
batampos – Crosser binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Delvintor Alfarizi berhasil meraih poin perdananya musim ini pada kejuaraan dunia FIM Motocross World Championship (MXGP) kelas MX2, di Sirkuit Selaparang, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 30 Juni 2024. Delvintor memberikan penampilan terbaik salam persainganya dengan para pebalap dunia lainnya.
Terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Suryadi alias Yadi tewas mengenaskan di lokasi proyek pembangunan ruko depan perumahan Nusa Indah, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Rabu (3/7) dini hari. Buruh bangunan ini dianiaya dan dibakar oleh Yopi Yusnadi, 43 yang tak lain adalah rekan kerjanya sendiri.
Yadi meninggal di tempat kejadian, dan informasi yang didapat Suryadi dibakar hidup-hidup saat dalam kondisi sekarat usai dianiaya pelaku.
Aksi pembunuhan sadis ini terungkap ketika Darip, buruh bangunan lain yang sama-sama tinggal di lokasi proyek mencari tabung dan kompor gasnya yang hilang diambil pelaku. Karena mengira itu pencurian biasa, Darip meminta bantuan Syafrizal, sekuriti perumahan Nusa Indah untuk sama-sama keliling mes-mes yang ada di lokasi proyek pembangunan ruko tersebut.
Saat mendekati lokasi kejadian, kedua saksi ini melihat ada nyala api di depan mes salah satu pekerja. Keduanya mencoba mendekat dan memang didapati tubuh korban tengah dilahap api.
“Sudah tak bergerak lagi, dibaluti pake tiket dan pakaian baru dibakar sepertinya, ” ujar Syafrizal seperti yang disampaikan oleh Ketua RW 22 Perumahan Nusa Indah.
Melihat kejadian ini, kedua saksi tadi langsung teriak minta tolong dan warga sekitar pun berbondong-bondong ke lokasi.
“Karena itu pembunuhan, saya langsung amankan lokasi agar jangan didekati warga. Kami langsung hubungi Polsek Seibeduk. Sekitar jam 2 pagi itu, ” kata Amir, Ketua RW 22 Perumahan Nusa Indah.
Selang tak berapa lama polisi mengamankan lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban, Umar dan tokoh masyarakat setempat yang sekedar bertanya-tanya tentang kejadian itu akhirnya mendapati Yopi yang sedang duduk di lantai II proyek pembangunan ruko tersebut. Yopi mengaku kalau dia yang membunuh korban.
“Katanya sakit hati karena omongan tengah malam mereka. Dia pukul dulu baru dibakar katanya, ” ujar Amir.
Egi, warga lain di lokasi kejadian juga menyampaikan kronologis yang sama. Pelaku saat diamankan polisi tidak melakukan perlawanan sebab sudah duluan ditenangkan masyarakat di sana.
“Entah apa omongan mereka, pelaku ini tersinggung dan terjadilah pemukulan. Baru gajian orang ini jadi kemungkinan lagi pengaruh minuman keras juga kali, ” kata Egi.
Kasus pembunuhan ini sudah ditangani Polsek Seibeduk dan pelaku sudah diamankan. Jenazah korban yang dalam kondisi luka bakar seluruh tubuhnya dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Beduk Ipda Alex di lokasi kejadian membenarkan kasus pembunuhan ini dan sedang mereka tangani.
Batam Pos yang mendatangi lokasi kejadian siang kemarin, terlihat bentangan garis polisi di lokasi kejadian. Ada bekas bakaran di dalam mes bangunan ruko yang sedang dalam tahap pembangunan itu. Lokasi ruko ini persis di gerbang masuk perumahan Nusa Indah. (*)