Para siswa SMKN I Batam jurusan Teknik Elektronika Industri berfoto dengan Presiden Direktur PT Sumitomo Wiring Systems Batam Mr. Michimasa Noro. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Kerja sama antara SMKN I Batam dengan PT Sumitomo Wiring Systems yang sudah lama terjalin berbuah manis. Program Teaching Factory akhirnya tercetus, yang mana mesin dan material industri PT Sumitomo diboyong ke SMKN I untuk bekal pembelajaran siswa Jurusan Teknik Elektronika Industri.
Melalui program ini siswa SMKN 1 Batam diberi kepercayaan untuk melakukan praktek kerja seperti apa yang dilakukan dan aktifitas produksi PT Sumitomo. Siswa bisa membuat atau mengerjakan produksi PT Sumitomo di sekolah sebagai bekal pembelajaran tambahan. Harapannya nanti saat selesai pendidikan bisa langsung diserap sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Hari ini kita mulai melaksanakan program teaching factory yang sepenuhnya didukung oleh PT Sumitomo. Peralatan hingga material produksi dibawa ke sini untuk praktek kerja siswa di sini. Ini sangat bagus untuk mempersiapkan kemampuan mereka saat tamat nanti, ” kata Kepala SMKN I Batam Deden Suryana.
Dijelaskan Deden, program teaching factory ini sama halnya kelas industri yang sudah ada di SMKN I. Orientasinya untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja dan bersaing. Dengan program ini siswa sudah terbiasa dengan sistem kerja industri yang bersangkutan dan nanti jika direkrut sebagai tenaga kerja mereka sudah siap bekerja dengan keterampilan yang sudah terlatih.
“Dalam program ini sistem pembelajaran dirancang menyerupai industri. Sama hal nya dengan kelas Industri yang sudah lama ada. Sama-sama untuk siapkan keterampilan kerja siswa siswi kebutuhan industri, ” jelas Deden.
Presiden Direktur PT Sumitomo Wiring Systems Batam Mr. Michimasa Noro sangat mendukung program tersebut. Kerja sama ini hendaknya bisa bermanfaat bagi sekolah dan perusahaan. Sekolah bisa membekali kemampuan anak didik mereka dalam bidang industri yang mereka lakoni, dan merekapun nantinya bisa dengan mudah mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan produksi mereka.
“Ini kerja sama yang baik dan saling mendukung. Kami mendukung sekolah dengan program ini dan nantinya sekolah mendukung kami dengan lulusan yang siap bekerja. Itu bagus, ” ujar Noro. (*)
batampos – Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom memberi perhatian khusus pada keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah hukum Polsek Sekupang dari gangguan para pelaku tindak kriminal jalanan, khususnya para pelaku pembegalan.
Benhur menyampaikan pesan keras kepada para pelaku tindak kriminal. Bahkan, Kapolsek yang memiliki banyak pengalaman reserse ini turun langsung ke lapangan memimpun anggotanya untuk mengantisipasi dan memburu para pelaku.
“Kami akan bertindak tegas dan terukur. Kami juga tidak akan segan-segan melumpuhkan para pelaku tindak kriminal jalanan kalau mereka masih beraksi,” ujarnya, Kamis (16/5).
Dalam menghadapi tantangan gangguan kemanan di jalanan itu, Kompol Benhur mengaku akan memanfaatkan semua kekuatan personilnya memantau secara i tensif dan mengidentifikasi potensi tindak kriminal. Dia juga telah memetakan semua titik rawan kejahatan di wilayah hukumnya.
“Di setiap titik-titik rawan tersebut kami siagakan anggota patroli dan anggota berpakaian preman. Mereka akan mobiling untuk mengantisipasi aksi kriminal,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat agar lebih aktif memberikan informasi sekecil apapun kepada Kepolisian terkait tindak kriminal seperti pencurian motor, pelaku pencurian dengan kekerasan seperti jambret dan begal.
“Kita perlu bersatu untuk melawan kejahatan jalanan dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Kamis pagi, Kompol Benhur bersama anggotanya terlihat melakukan patroli dsn pantauan langsung di sejumlah titik rawan kejahatan seperti di ruas jalan Mata Kucing, dan Sei Temiang. Timnya kemudian bergerak ke sejumlah titik rawan lainnya di wilayah hukum Polsek Sekupang. Hal ini dilakukan setiap hari di waktu-waktu rawan terjadinya kejahatan. (*)
batampos – Tim SAR Gabungan masih menyisir wilayah perairan Jembatan IV untuk menemukan pemuda yang loncat dan menghilang di perairan Jembatan IV, Pulau Galang, Rabu (15/5). Tim sedikit kesulitan sebab arus air cukup kencang dan korban belum bisa ditemukan.
Kapolsek Galang Iptu Alex Yasral menuturkan, pria yang terjun dan menghilang ini bernama Dedi Gunawan berusia 35 tahun. Dari informasi awal yang didapat dia sendiri ke lokasi kejadian dengan sepeda motor.
Belum diketahui secara pasti penyebab pria tersebut ingin mengakhiri hidupnya dengan cara loncat dari atas Jembatan. Keluarga nya sudah ke lokasi dan dimintai keterangan oleh polisi namun polisi belum bisa pastikan persoalan yang membuat nya meloncat dari atas Jembatan.
“Menurut saksi dia datang sendiri. Tak lama kemudian langsung loncat. Itu saja informasi awal yang kita dapat. Ini tim masih melakukan penyisiran, ” kata Alex.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden bunuh diri dengan cara terjun dari Jembatan Barelang kembali terjadi. Belum selesai dengan penemuan jasad pemuda yang loncat dari Jembatan I Barelang, aksi serupa kembali terjadi di Jembatan IV. Seorang pria dilaporkan loncat dan hilang di perairan Jembatan empat, Rabu (15/4) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Kapolsek Galang Iptu Alex Yasral membenarkan kejadian itu. Aksi loncat dari pria pemotor ini disaksikan oleh banyak warga.
“Datang dengan sepeda motor. Tak tahu kenapa dia loncat. Ada beberapa sakti mata yang melihat, ” kata Alex. (*)
Bupati Bintan, Roby Kurniawan didampingi Kadispora Bintan, Alfeni Harmi saat membuka pelatihan kepemimpinan dan manajemen OKP di Hotel de Bintan Villa, jalan Lintas Barat, Rabu (15/5/2024) pagi. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Sebanyak 44 orang peserta dari 33 organisasi kepemudaan (OKP) mengikuti pelatihan kepemimpinan dan manajemen OKP yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bintan.
Kegiatan berlangsung di Hotel de Bintan Villa, jalan Lintas Barat, Rabu (15/5/2024) pagi.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan yang membuka kegiatan mengharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) OKP yang ada di Bintan.
“Agar OKP berjalan sesuai tujuan pembentukannya,” ujarnya.
Selain itu, diharapkannya, OKP di Bintan tertib dan rapi dalam administrasi. “Kita dorong untuk dirapikan,” ujarnya.
batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri ingatkan sekolah untuk tidak membebani orangtua siswa yang sudah lulus sekolah dengan uang perpisahan. Seremonial perpisahan silahkan dilakukan namun tidak dengan biaya yang membebani orangtua siswa.
“Silahkan kalau ada acara perpisahan, tapi dari Dinas tidak ada aturan bagi sekolah untuk membebani orangtua siswa dengan biaya perpisahan. Dinas tidak menyarankan itu. Kalau inisiatif komite sekolah boleh saja, asalkan jangan ada unsur pemaksaan dan terlampau memberatkan,” ujar Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam Kasdianto, Kamis (16/5).
Jika memang ada kesepakatan orangtua siswa dengan acara perpisahan, tentunya Dinas juga mengimbau agar jangan terlalu bermewah-mewah seperti digelar di hotel dan lain sebagainya. Perpisahan silahkan dilakukan di lingkungan sekolah dengan acara yang sederhana.
“Karena orangtua harus menyiapkan lagi biaya Pendidikan anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Tak usah mewah-mewah. Biasa saja asalkan anak-anak bisa lanjut pendidikannya,” imbau Kasdianto.
Untuk masalah pungutan uang perpisahan yang memberatkan orangtua, tentunya kata Kasdianto, Dinas akan melakukan monitoring di lapangan. Dinas tetap dengan aturan dasarnya bahwa sekolah tidak boleh membebani orangtua siswa dengan perpisahan. Jikapun ada orangtua yang mau mendukung kegiatan perpisahan anak-anak mereka itu urusan komite sekolah dengan tidak terlalu membebani orangtua.
Seperti diketahui acara perpisahan memang menjadi agenda rutin setiap tahun dari pihak sekolahan untuk melepas kakak kelas. Kegiatan ini baik namun diharapkan tidak membebani orangtua dengan biaya perpisahan yang fantastis. (*)
Kantor Camat Nongsa kebanjiran pada Rabu 10 Januari 2024. Untuk lalu-lalang, melintas halaman kantor Camat terpaksa menggunakan perahu karet. (f. Cecep Mulyana / Batam Pos)
batampos – Upaya normalisasi drainase di kantor camat Nongsa terus dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kota Batam. Pasalnya lokasi yang rendah dan minimnya saluran drainase menjadi penyebab terjadinya banjir di area tersebut.
“Meski hujan deras beberapa hari terakhir, alhamdulilah dari Dinas Bina Marga terus menormalisasi drainase kantor camat agar pelayanan lancar setiap dua bulan sekali ,” kata Camat Nongsa, Arfandi, Kamis (16/5).
Ia menyampaikan usulan melalui Musrenbang ditindak lanjuti oleh Dinas Bina Marga agar dilakukan pelebaran drainase untuk mencegah terjadinya banjir turun ke kantor camat Nongsa.
“Memang perlu ada penanganan lebih lanjut, drainase di area kantor terbilang kecil menampung debit air dari hilir,” sebutnya.
Terpisah dari prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Kepulauan Riau secara umum berawan dan berpotensi hujan.
Forecaster BMKG Hang Nadim, Addini, mengatakan hal tersebut dikarenakan adanya daerah konvergensi (pertemuan massa udara) di sekitar wilayah Kepulauan Riau mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
“Secara umum kondisi cuaca hari ini dan besok diprakirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai dengan petir/kilat,” ujarnya.
Disamping itu, BMKG mengeluarkan peringatan akan waspada hujan lebat disertai petir, apalagi pada pagi hingga dini hari disejumlah wilayah Kepri. (*)
batampos –Availability dan accessibility energi merupakan sebuah peranan yang mampu dimainkan oleh PGN, Subholding Gas Pertamina, sebagai pemain utama di ekosistem gas di Indonesia. Dengan memiliki jaringan infrastruktur gas bumi dan kemampuan dalam pemanfaatan gas beyond pipeline, PGN ingin memastikan bahwa seluruh titik-titik wilayah demand bisa semakin terpenuhi kebutuhan gasnya.
“Kami melihat energi trilema sejalan dengan prinsip 4A+1S, dalam jangka panjang, PGN melakukannya dengan kata kunci yaitu integrasi dan agregasi. Integrasi atas infrastruktur PGN yang eksiting saat ini akan didekatkan dengan sumber-sumber yang ada di Pertamina yang juga menjadi customer,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari dalam Energy & Economic Outlook Gasfest 2024, 14/5/2024.
Sejak tahun 2021, pihaknya melihat kondisi saat itu bahwa fragmented pipeline network tidak lagi bisa mendukung kebutuhan untuk membangun kemandirian energi. “Yang dibutuhkan adalah integrasi,” kata Rosa.
Dengan memanfaatkan kapasitas infrastruktur eksisting, Peluang untuk meningkatkan utilisasi gas bumi adalah sekitar 14%. Sedangkan kalau PGN menggabungkan dengan dengan sumur-sumur baru, kemudian refinery dan petrochemical, maka PGN akan bisa meningkatkan utilisasi sekitar 48%. Oleh karena itu, pergerakan skema dari fragmented menjadi integrated atas infrastruktur menjadi sangat penting demi kepentingan nasional tidak hanya sekedar kepentingan bisnis PGN semata.
“Pemanfaatan gas bumi domestik akan semakin meningkat dengan sinergi penyelarasan rencana strategis pemanfaatan gas bumi nasional dengan kerjasama PGN bersama seluruh stakeholder, regulator dan calon pelanggan gas bumi disisi hilir yang tentunya akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Bagaimana infrastruktur yang sudah terhubung nanti dengan calon-calon pelanggan ataupun eksisting pelanggan kita supaya dapat kita jaga performanya. Ini juga bisa mendorong pertumbuhan customer baru. Diharapkan kemudian di tahun 2030 ke atas akan terjadi keseimbangan antara supply pasokan dan demand,” jelas Rosa.
Berdasarkan proyeksi dari SKK Migas, produksi gas akan terus meningkat. Terdapat proyek besar di geng north, penemuan gas baru raksasa di Aceh dan Andaman. Namun infrastruktur terintegrasi jadi tantangan tersendiri, peran PGN menjadi krusial sebagai pengelola infrastruktur gas terbesar di Indonesia.
Dengan pertumbuhannya atas utilisasi gas bumi, maka peran gas bumi di dalam ekosistem energi akan semakin baik lagi khususnya untuk menjadi energi transisi menuju EBT. Bersama dengan Pertamina sebagai holding, PGN menyiapkan Rencana Umum Penyediaan Gas.
“Kami sudah melakukan pemetaan atas kondisi neraca gas balance, supply and demand yang ada. Kemudian bagaimana peluang pemanfatannya untuk infrastruktur eksisting akan berkembang, sehingga akan memenuhi kebutuhan demand demand di kota-kota, kawasan-kawan industri, transportasi melalui CNG, transportasi laut, dengan memahami kondisi neraca gas,” ungkap Rosa.
Kemudian terkait dengan infrastruktur pipa gas bumi, PGN memerlukan 2 (dua) jaringan yaitu Pipa Cirebon – Semarang Tahap 2 dan Pipa Dumai-Sei Mangkei. Jika infrastruktur ini sudah terhubung, maka PGN dapat memiliki fleksibilitas atas beberapa sumber yang hari ini diproyeksikan akan memenuhi kebutuhan gas bumi. “Contoh misalnya, kalau PGN bisa mendapatkan sumber gas baru dari Mubadala. Artinya PGN bisa membawa gas dari Aceh menuju sebagian Sumatera Tengah. Dari Sumatera Tengah, gas bisa dibawa ke Jawa Bagian Barat. Kemudian jika selanjutnya Pipa Cisem tahap 2 selesai, maka kita akan punya fleksibilitas supply dari Jawa bagian Timur untuk dibawa ke Jawa Bagian Barat,” terang Rosa.
Beralih konteks untuk Indonesia timur, PGN melihat hal ini diperlukan logistic scheming yang lebih baik. Salah satunya dengan shipping untuk bisa bergerak mendukung transisi energi yang lebih sustain keberadaannya.
“Ini tidak mengesampingkan bahwa kita juga punya partner strategic seperti halnya PLN, customer refinery yang kami identifikasi ke dalam rencana penyediaan gas. Kami percaya dengan integrasi dan agregasi, hasilnya akan optimal. Kalau integrasi dengan memanfaatkan infrastruktur eksisting, maka kami bisa melakukan agregasi pada komoditas tersebut, maka harapannya landing price di customer menjadi lebih kompetitif,” tutup Rosa.
Saat ini, gas bumi sudah kompetitif jika dibandingkan dengan fuel cost. Apabila sudah terintergasi dan semakin kompetif, maka PGN dapat meningkatkan andilnya dalam mendorong kemandirian energi di Indonesia. (*)
Warga membeli beras bulog merek SPHP di operasi pasar belum lama ini.
batampos-Masyarakat Tanjungpinang keluhkan kenaikan harga beras bulog merek SPHP yang terasa mulai memberatkan sejak beberapa hari belakang.
Saat ini untuk harga eceran tertinggi (HET) beras bulog merek SPHP sudah menyentuh harga Rp 65.500 untuk kemasan 5 kilogram (Kg).
Namun dalam pantauan Batam Pos di warung milik warga harga sudah melebihi HET yang ditetapkan.
Salah seorang warga, Dea, mengatakan biasanya ia beli beras bulog SPHP kemasan 5 Kg masih Rp 55.000, namun saat ini harga di warung-warung sudah naik drastis di atas Rp 65.000 untuk kemasan 5 Kg.
“Beras SPHP udah mahal sekarang, di warung-warung ada yang jual Rp 66.000 ribu,” ujar Dea, Rabu (15/5).
Dea menyebut biasanya mencampurkan beras SPHP dengan beras premium untuk mengimbangi rasa nasi setelah masak.
Biasanya untuk membeli beras bulog SPHP 5 Kg dan premiun 5 Kg hanya membayar sekitar Rp 130 ribuan, tapi sekarang sudah naik hampir Rp 150 ribu.
“Berat juga sekarang, beras premium juga mulai naik,” tambahnya.
Sementara Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arif Alhadihaq, mengatakan kenaikan harga beras bulog sudah diatur oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) terjadinya kenaikan tentu ada pertimbangan.
Sekarang harga pembelian pemerintah (HPP) sedang terjadi kenaikan, sehingga untuk harga jual juga harus menyesuaikan.
“Untuk mengimbangi kenaikan HPP kita mengikuti harga jual untuk beras SPHP,” kata Arif.
Kenaikan harga beras SPHP sudah dimulai sejak 1 Mei 2024. Untuk wilayah Kepulauan Riau harga beras SPHP di gudang bulog Rp 11.300 per Kg, sementara untuk HET Rp 13.100 per Kg.
Sementara jika dibanding harga lama, yaitu Rp 10.250 per Kg, maka terjadi kenaikan Rp 1.050 per Kg.
“Ada kenaikan Rp 1.050 karena mengimbangi kenaikan HPP dan gabah dalam negeri,” ungkap Arif. (*)
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Rifi menunjukkan pelaku pencurian inisial IN. F. Yusnadi Nazar
batampos– Polsek Tanjungpinang Timur menangkap pencuri barang elektronik di Jalan Radar Tanjungpinang. Pelaku inisial IN, 24 mencuri ponsel dan laptop milik temannya.
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Rifi Hamdani Sitohang, mengatakan pihaknya menangkap pelaku pencurian berdasarkan laporan dari korban.
“Ditangkap Selasa (14/5) kemarin,” kata Rifi, Rabu (15/5).
Sebelum melancarkan aksinya, IN dan rekannya EO (buronan) bermain biliar di di Kijang, Bintan. Kehabisan uang, EO kemudian mengajak IN melakukan pencurian di Tanjungpinang.
Sidang mantan Perwira Polda Kepri, Kombes Agus Fajar Sutrisno Sik yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Batam. Foto: Yashinta/ Batam Pos
batampos – Sidang dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu oleh Kombes Agus Fajar, mantan Perwira Polda Kepri kembali bergulir di Pengadilan Negeri Batam. Agenda sidang yang berlangsung online pada Rabu (15/5) itu adalah pembelaan dari Agus atas tuntutan pidana dari jaksa.
Dalam pembelaan yang disampaikan penasehat hukum dari LBH Suara Keadilan, meminta hukuman seringan-ringannya kepada majelis hakim. Tim kuasa hukum terdiri dari Lisman dan Wita menjelaskan tuntutan hukuman pidana 2,5 tahun sangat tinggi untuk terdakwa.
“Kami merasa tuntutan jaksa dengan pidana penjara sangat tinggi, karena dalam hal ini terdakwa ketagihan karena menggunakan narkoba, bukan oenyalagunaguaan narkotika,” ujar tim kuasa hukum.
Tak hanya itu, konsumsi sabu dilakukan terdakwa juga sebagai penambah stamina. Dimana terdakwa melakukan hal itu karena olahraga tenis meja, yang juga berhasil memperoleh prestasi-prestasi antar propinsi bahkan nasional.
“Terdakwa berjanji tak akan mengulanginya lagi, apalagi memakai narkoba sudah memberi efek negatif pada dirinya, baik untuk kondisi psikis dan lainnya,” ujar tim kuasa hukum.
Karena itu, meminta majelis hakim untuk memberi hukuman seringan-ringannya. Karena terdakwa masih bisa menjalani hidup baru setelah proses rehabilitasi.
“Meminta hukuman seringan-ringannya dari majelis hakim,” sebut tim kuasa hukum.
Usai pembacaan pembelaan dari penasehat hukum, majelis hakim yang dipimpin Bambang Trikoro juga memberi kesempatan kepada terdakwa langsung menyampaikan pembelaan.
“Kalau terdakwa punya pembelaan sendiri, silahkan sampaikan langsung,” ucap Bambang yang didampingi hakim Yuanne dan Andi Bayu.
Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Agus pun kemudian mengambil kertas pembelaan yang sudah ia tulis. Dalam kertas yang ia baca secara online, Agus menyampaikan ia punya segudang prestasi, yang telah mengharumkan nama baik Polda Kepri baik ditingkat Kota Batam, propinsi hingga nasional.
Tak hanya dibidang olahraga, ia juga menyampaikan banyak prestasi di bidang-bidang lain.
“Saya memiliki banyak prestasi. Karena itu, berharap ini bisa jadi pertimbangan hukuman untuk majelis hakim dalam memutus perkara,” ujar Agus.
Menurut Agus, ia juga sebagai kepala keluarga juga tulang punggung yang harus membiayai kehidupan keluarga. Begitu juga memiliki 3 anak masih sekolah yang butuh bimbingan, serta orang tua yang sudah tua
“Sampai saat ini saya tak ingin orang tua maupun anak tahu kasus saya. Karena saya khawatir hal ini akan berdampak pada mereka. Saya meminta majelis hakim dapat memberi hukuman seringan ringannya,” harga Agus.
Persidangan secara online itu sempat menganggu proses persidangan. Sebab beberapa kali koneksi dari Agus Fajar terputus saat pembacaan pembelaan. Hal itu membuat para petugas pengadilan sibuk untuk kembali menyambungkan dengan koneksi Agus yang ada di Bogor
Usai pembacaan pembelaan, sidang ditunda hingga minggu depan (Rabu /22/5) dengan agenda putusan.
Sebelumnya, Mantan Perwira Polda Kepri, Kombes Agus Fajar Sutrisno Sik dituntut 2 tahun dan 6 bulan penjara karena terbukti memiliki 3,64 gram narkoba jenis sabu. Selain itu, ia juga diwajibkan menjalani rehabilitasi selama 2 bulan.
Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Agus terbukti sebagai pemakai bukan pengedar sebagaimana dakwaan lain jaksa. Hal itu menjadi pertimbangan setelah melihat fakta-fakta persidangan, yang mana menurut ahli, terdakwa merupakan seorang pencandu yang harus mendapat rehabilitasi.
Mantan Perwira Polda Kepri berpangkat Kombes, Agus Fajar Sutrisno Sik terjerat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 3,64 gram. Ia yang pernah menjabat sebagai Kepala bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Kepri, saat ini telah berstatus terdakwa di Pengadilan Negeri Batam.
Agus ditangkap Mabes Polri pada bulan Desember lalu setelah memesan sabu kepada Anton (DPO). Dari tangannya, polisi menemukan sabu seberat 3,64 gram yang dibeli seharga Rp 7 juta.
Atas perbuatannya, Agus informasinya di-PTDH atau dipecat secara tidak hormat. Saat ini, ia pun masih mengajukan banding atas status tersebut. (*)