Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 36

Ombudsman Terima Laporan Baru: Satu WNA Mengaku Dipungli di Pelabuhan Batam Center

0
Sejumlah wisatawan asal Singapura terlihat saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Minggu (5/4). Foto. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menerima laporan dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa sala satu warga negara asing (WNA) saat hendak masuk ke Batam.

‎Kasus ini disebut terjadi di Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center pada Februari 2026 lalu.

‎Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, mengungkapkan laporan tersebut saat ini sedang dalam proses penanganan untuk pengumpulan bukti yang lebih lengkap.

Baca Juga: Kepala Imigrasi Batam Dicopot Sementara, Ombudsman Dorong Pembenahan Layanan dan Pengawasan

‎“Kami juga menerima satu laporan sebenarnya. Jadi ini sedang kita tanganin. Orang asing ini mengatakan peristiwanya sudah cukup lama. Sudah dua bulan lalu. Dia dimintain uang 50 dolar Singapura,” kata Lagat kepada Batam Pos, Minggu (5/4) siang.

‎Menurut Lagat, laporan ini muncul kemungkinan setelah mencuatnya kasus pungli sebelumnya yang sempat viral di publik. Ia menduga korban mendapatkan informasi melalui jaringan pertemanan di Batam hingga akhirnya melapor ke Ombudsman.

‎“Begitu kira-kira. Lalu lapor ke kita melalui WhatsApp,” katanya.

Baca Juga: Amsakar Tinjau Pelabuhan Batam Center, Pungli Imigrasi Disorot

‎Ia menegaskan, laporan ini merupakan pengungkapan kasus baru dan berbeda dari kejadian yang terjadi pada 13–14 Maret 2026, meskipun memiliki pola yang serupa.

‎“Bukan kasus yang kemarin. Tapi serupa modusnya dimintai uang 50 dolar,” katanya.

‎Dari keterangan korban, praktik tersebut diduga terjadi saat WNA berada di area pelabuhan dan dihadapkan pada pilihan yang merugikan.

‎“Mereka ditungguin di depan pelabuhan. Mereka dimintai uang 50 dolar. Pilihannya ada dua, ditahan dulu lalu dideportasi atau mereka kasih uang. Jadi begitu polannya,” jelas Lagat.

Baca Juga: Terkait Dugaan Pungli di Imigrasi, Polda Kepri Tunggu Laporan Korban

‎Namun, ia belum dapat mengungkapkan detail lebih jauh karena kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan internal oleh pihaknya.

‎“Kejadian ini Februari kemarin. Tapi kami belum bisa ungkapkan detail, karena masih dalam tahap pemeriksaan,” ujarnya.

‎Sebagai lembaga pengawas pelayanan publik, Ombudsman menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan tersebut dan memastikan adanya efek jera terhadap oknum yang terlibat.

‎“Kita sedang perang bersama membantu memberantas yang namanya pungli,” tegas Lagat.

‎Ia juga mengakui, sebelumnya Ombudsman jarang menerima laporan langsung dari warga negara asing. Namun dalam kasus ini, pihaknya bergerak cepat untuk menindaklanjuti.

‎“Dalam waktu dekat kita akan lakukan investigasi,” ujarnya.

‎Terkait kemungkinan pembukaan posko pengaduan khusus, Lagat menyebut pihaknya belum mengarah ke sana. Meski demikian, Ombudsman tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melapor.

‎“Kita akan stand by kanal resmi kami, apapun laporan dari masyarakat. Kita akan publikasikan,” katanya.

‎Kasus ini menambah daftar dugaan pungli di pintu masuk internasional Batam dan menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga kepercayaan serta citra pelayanan publik di wilayah perbatasan.

‎Sementara itu, Batam Pos telah mengonfirmasi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Kepri, Ujo Sutojo, pada Minggu (5/3) siang, untuk meminta tanggapan terkait laporan temuan Ombudsman tersebut.

‎Ujo mengaku belum menerima laporan dimaksud dan menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Batam.

‎“Saya akan cek dulu ke Imigrasi Batam, nanti saya akan info kalau sudah ada datanya. Kalau di Kanwil saya belum dapat. Mungkin di Kanim Batam,” kata dia

‎Saat ditanya mengenai langkah ke depan untuk mencegah kejadian serupa, khususnya praktik pungli yang melibatkan oknum imigrasi, Ujo menegaskan pihaknya telah melakukan pengawasan dan pengendalian secara langsung di seluruh lini pelayanan.

‎Ia menjelaskan, pengawasan tersebut dilakukan di berbagai area pelayanan, mulai dari pelayanan paspor, pelayanan orang asing, hingga di pelabuhan.

‎”Penekanan utama diberikan pada peningkatan integritas petugas agar bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” jelasnya

‎Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan sistem pengendalian internal yang mencakup pengawasan melekat (waskat), pelaporan, serta penanganan pengaduan masyarakat.

‎“Semoga bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” kata dia. (*)

Artikel Ombudsman Terima Laporan Baru: Satu WNA Mengaku Dipungli di Pelabuhan Batam Center pertama kali tampil pada Metropolis.

143 Ribu Warga Kepri Terima Bantuan Pangan, Gubernur Ansar: Jangan Buang Makanan

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, didampingi Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyalurkan bantuan pangan kepada penerima manfaat dari Kementrian Sosial. F. Kevin untuk Batam Pos

batampos — Sebanyak 143 ribu warga di Provinsi Kepulauan Riau menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat. Program ini menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan penyaluran.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut di Gudang Bulog Natuna, Minggu (5/4).

Baca Juga: Gubernur Ansar Resmikan Jembatan Semala Natuna, Dorong Ekonomi dan Konektivitas

Ia menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bukti negara hadir untuk masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi yang masih menantang,” ujarnya.

Ansar menyebut, banyaknya program dari pemerintah pusat yang masuk ke daerah tidak lepas dari upaya aktif pemerintah daerah dalam menjalin komunikasi dan mengusulkan program.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terus proaktif agar lebih banyak program pusat dapat dirasakan masyarakat.

Selain penyaluran bantuan, Ansar juga mengingatkan warga untuk bijak dalam mengelola konsumsi pangan.

Ia menekankan pentingnya menghindari pemborosan makanan demi menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang.

“Konsumsi secukupnya, jangan berlebihan apalagi sampai membuang makanan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Cegah Sengketa, Tanah Wakaf di Natuna Didata dan Disertifikasi

Sementara itu, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan jumlah penerima bantuan di daerahnya meningkat signifikan.

Dari sebelumnya 3.688 penerima, kini bertambah menjadi 7.321 orang.

“Ini menunjukkan perhatian pemerintah semakin besar agar lebih banyak masyarakat menerima manfaat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan membeli produk daerah.

“Mari kita dukung nelayan dan petani lokal dengan membeli hasil mereka. Ini langkah sederhana yang berdampak besar bagi ekonomi daerah,” tutupnya. (*)

Artikel 143 Ribu Warga Kepri Terima Bantuan Pangan, Gubernur Ansar: Jangan Buang Makanan pertama kali tampil pada Kepri.

PHRI: Okupansi Hotel Batam Naik, Wisatawan Malaysia Dominan ‎

0
Wisman saat belanja di Mega Mall Batamcentre. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Di tengah tekanan ekonomi yang melanda negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, geliat pariwisata Kota Batam justru menunjukkan irama yang berbeda.

Bukan sekadar bertahan, sektor perhotelan di kota ini perlahan menemukan napas baru, ditopang oleh arus wisatawan asing yang datang bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga untuk bertahan dari mahalnya biaya hidup di negeri sendiri.

‎Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau (Kepri), Teddy, yang juga pemilik Biz Hotel Batam, mengungkapkan bahwa tren okupansi atau tingkat hunian hotel dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

‎Menurutnya, sejak Januari hingga Maret 2026, tingkat hunian hotel mengalami kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎“Pengunjung dalam dua bulan terakhir, dari Januari hingga Maret, masih mengalami kenaikan atau tren positif, naik 15 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya kepada Batam Pos, Minggu (5/4) siang.

‎Ia menyebut, peningkatan tersebut didominasi oleh wisatawan asal Malaysia yang datang secara individu, dengan tujuan utama berbelanja kebutuhan.

‎“Kebanyakan yang datang turis Malaysia yang datang belanja, yakni per individu,” katanya.

‎Fenomena ini tak lepas dari kondisi ekonomi di Singapura dan Malaysia yang tengah menghadapi tekanan, terutama pada sektor harga bahan pokok dan energi.

‎Di Singapura, inflasi makanan pada Februari 2026 tercatat naik menjadi 1,6 persen, dari sebelumnya 1,2 persen. Kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas seperti sereal, daging, dan buah-buahan.

‎Sementara itu, harga bahan bakar minyak (BBM) juga melonjak hingga mencapai sekitar SGD 2,35 atau setara Rp31.000 per liter.

‎Di Malaysia, meskipun inflasi makanan relatif stabil di kisaran 1,3 hingga 1,5 persen, harga komoditas utama seperti minyak sawit (CPO) diprediksi terus meningkat hingga RM 4.500 per ton pada 2026. Harga BBM di negara tersebut juga menunjukkan tren kenaikan.

‎Di tengah kondisi tersebut, Batam justru tampil sebagai alternatif yang menguntungkan bagi warga negara tetangga. Dengan harga bahan pokok yang lebih terjangkau serta nilai tukar rupiah yang kompetitif, Batam menjadi destinasi “belanja” yang menarik.

‎“Di tengah kenaikan harga di negara tetangga, kunjungan wisman ke Batam justru menunjukkan tren positif dan meningkat,” jelas Teddy.

‎Ia memaparkan, Singapura masih menjadi penyumbang terbesar wisatawan mancanegara ke Batam, dengan kontribusi lebih dari 50 persen dari total kunjungan. Bahkan, pada awal 2026, Batam menyumbang hampir 80 persen dari total kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau.

‎Tak hanya itu, lonjakan juga terjadi dari wisatawan Malaysia. Tercatat peningkatan lebih dari 30 persen pada awal tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎Fenomena ini, kata Teddy, tidak bisa dilepaskan dari apa yang ia sebut sebagai “shopping wisata” atau wisata belanja kebutuhan pokok.

‎Ada hubungan yang cukup jelas antara kenaikan harga di negara asal dengan pola kunjungan ke Batam. Warga Singapura dan Malaysia kini memanfaatkan selisih harga (price gap) untuk membeli kebutuhan sehari-hari di Batam yang jauh lebih murah.

‎Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura dan ringgit Malaysia turut memperkuat daya beli mereka. Bahkan, biaya transportasi seperti tiket feri menjadi relatif murah jika dibandingkan dengan penghematan yang didapat dari belanja di Batam.

‎“Kenaikan harga bahan pokok di Singapura dan Malaysia menjadi faktor pendorong yang justru menguntungkan Batam,” ujarnya.

‎Kini, Batam tak lagi sekadar dipandang sebagai destinasi wisata akhir pekan. Kota ini perlahan bertransformasi menjadi pusat logistik belanja bagi warga negara tetangga yang ingin menekan biaya hidup mereka.

‎“Batam tidak lagi hanya dipandang sebagai destinasi liburan akhir pekan, tetapi beralih fungsi menjadi pusat belanja logistik rumah tangga bagi warga negara tetangga,” kata Teddy.

‎Meski demikian, kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri perhotelan untuk terus menjaga stabilitas okupansi.

‎Berbagai strategi, mulai dari penyesuaian harga hingga paket promo, terus disiapkan agar Batam tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan mancanegara. (*)

Artikel PHRI: Okupansi Hotel Batam Naik, Wisatawan Malaysia Dominan ‎ pertama kali tampil pada Metropolis.

Gudang SMP Negeri 1 Kerandin Hangus Terbakar, Damkar Kesulitan Air

0
Satu unit gudang milik SMP Negeri 1 Desa Kerandin, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga hangus terbakar, Sabtu sore (4/4). F. Damkar Lingga untuk Batam Pos

batampos — Kebakaran melanda satu unit gudang milik SMP Negeri 1 di Desa Kerandin, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Sabtu (4/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Bangunan gudang tersebut hangus terbakar dalam insiden tersebut.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Unit Daik Lingga, Zainuddin, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima dari warga setempat, Mulyadi.

Baca Juga: Rakor PAKEM Lingga: Kondisi Keagamaan Aman, Pengawasan Media Sosial Diperketat

“Sekitar pukul 16.00 WIB kami menerima laporan dari warga terkait kebakaran gudang sekolah,” ujarnya, Minggu (5/4).

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan personel kepolisian untuk menuju lokasi dan melakukan pemadaman.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat keterbatasan sumber air serta jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh.

Meski demikian, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca Juga: Warga Resah Isu BBM Langka, Pemkab Lingga Tegur Kios Penahan Stok

“Bangunan tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar. Namun, api tidak sempat merembet ke bangunan lain,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (*)

Artikel Gudang SMP Negeri 1 Kerandin Hangus Terbakar, Damkar Kesulitan Air pertama kali tampil pada Kepri.

Ekspor Batam Turun 3,67 Persen di Awal 2026, Impor Tumbuh 10,20 Persen

0
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada periode Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3.107,47 juta. Angka ini mengalami penurunan 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$3.225,85 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya kinerja ekspor, baik dari sektor nonmigas maupun migas.

“Ekspor nonmigas turun 2,93 persen dari US$3.083,58 juta menjadi US$2.993,39 juta. Sementara ekspor migas mengalami penurunan lebih dalam, yakni 19,82 persen dari US$142,27 juta menjadi US$114,08 juta,” ujarnya, Minggu (5/4).

Meski secara kumulatif turun, kinerja ekspor pada Februari 2026 justru menunjukkan tren positif. Nilai ekspor Februari 2026 mencapai US$1.514,65 juta atau naik 4,44 persen dibanding Februari 2025. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 5,53 persen menjadi US$1.457,63 juta. Sebaliknya, ekspor migas turun 17,36 persen menjadi US$57,02 juta.

Dari sisi komoditas, ekspor Batam masih didominasi sektor industri. Golongan mesin/peralatan listrik (HS 85) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$1.561,44 juta atau 52,16 persen dari total ekspor nonmigas. Disusul mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$356,13 juta, minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) US$194,46 juta, serta produk besi dan baja (HS 73) sebesar US$177,38 juta.

Selain itu, beberapa komoditas lain yang turut berkontribusi antara lain produk kimia, kapal laut, tembakau, kakao, perangkat optik, hingga bahan kimia organik. Sementara itu, ekspor ikan dan udang (HS 03) tercatat meningkat signifikan 34,29 persen menjadi US$3,71 juta.

Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor Batam. Sepanjang Januari–Februari 2026, ekspor ke negara tersebut mencapai US$860,32 juta atau 27,69 persen dari total ekspor, meningkat 30,71 persen dibanding tahun lalu. Posisi kedua ditempati Singapura dengan nilai US$704,47 juta atau 22,67 persen.

Negara tujuan lainnya dalam 10 besar adalah India, Tiongkok, Jepang, Filipina, Australia, Uni Emirat Arab, Jerman, dan Vietnam. Secara keseluruhan, sepuluh negara tersebut menyumbang 83,32 persen dari total ekspor Batam.

Berdasarkan pelabuhan, ekspor terbesar masih melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai US$2.006,96 juta. Disusul Pelabuhan Sekupang US$525,57 juta, Kabil/Panau US$436,39 juta, Belakang Padang US$116,75 juta, serta Bandara Hang Nadim US$18,20 juta. Kelima pintu keluar ini menyumbang 99,88 persen dari total ekspor.

Dari sisi volume, Pelabuhan Batu Ampar juga mendominasi dengan 297,27 ribu ton, diikuti Belakang Padang 252,60 ribu ton, Kabil/Panau 245,95 ribu ton, Sekupang 33,16 ribu ton, dan Pulau Sambu 15,50 ribu ton.

Sementara itu, kinerja impor Batam justru menunjukkan tren sebaliknya. Nilai impor Januari–Februari 2026 mencapai US$2.963,80 juta atau naik 10,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Februari 2026, impor tercatat sebesar US$1.384,67 juta atau naik 3,91 persen. Impor nonmigas meningkat 4,00 persen menjadi US$1.378,50 juta, sedangkan impor migas turun 12,63 persen menjadi US$6,17 juta.

Komoditas impor terbesar masih didominasi mesin/peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$1.271,24 juta atau 43,09 persen dari total impor nonmigas. Tiongkok menjadi negara pemasok utama dengan nilai US$1.450,64 juta atau 48,95 persen.

Dilihat dari pelabuhan, impor terbesar masuk melalui Batu Ampar sebesar US$2.054,06 juta, diikuti Sekupang US$644,92 juta, Pulau Sambu US$142,04 juta, Kabil/Panau US$113,23 juta, dan Belakang Padang US$7,50 juta. Kelima pelabuhan ini menyumbang 99,93 persen dari total impor.

Adapun volume impor terbesar juga melalui Batu Ampar sebesar 471,43 ribu ton, disusul Kabil/Panau 93,54 ribu ton, Pulau Sambu 67,52 ribu ton, Sekupang 65,10 ribu ton, dan Belakang Padang 1,58 ribu ton.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Batam masih cukup dinamis di awal tahun 2026, meski diwarnai penurunan ekspor dan peningkatan impor. (*)

Artikel Ekspor Batam Turun 3,67 Persen di Awal 2026, Impor Tumbuh 10,20 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Guru MA di Palmatak Tewas Usai Tabrakan, Diduga Pengendara Masuk Jalur Lawan

0
Kedua pengendara, Y dan Handrika terkapar usai tabrakkan. Sedangkan sang anak, S hanya duduk termenung. F. Satlantas Polres Anambas untuk Batam Pos

batampos — Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang guru Madrasah Aliyah (MA) USB Palmatak, Handrika, di Jalan Gunung Cak, Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (4/4).

Peristiwa terjadi saat korban mengendarai sepeda motor dan bertabrakan dengan pengendara lain dari arah berlawanan.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio J BP 4606 WF yang dikendarai korban dan Honda Vario BP 2243 SA yang dikendarai seorang perempuan berinisial Y, yang saat itu membonceng anaknya berinisial S.

Baca Juga: UMKM Anambas Naik Kelas, Produk Masuk Resort Mewah Bawah Reserve

Kasat Lantas Polres Kepulauan Anambas, Zulfikar Adri, mengatakan kecelakaan diduga terjadi karena pengendara Honda Vario kehilangan konsentrasi hingga masuk ke jalur berlawanan.

“Dari arah berlawanan korban melintas, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ujarnya, Minggu (5/4).

Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat, termasuk patah tangan kiri dan cedera serius di bagian kepala.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Palmatak dalam kondisi masih hidup. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.45 WIB.

Sementara itu, pengendara Honda Vario berinisial Y mengalami luka serius di bagian kepala dan dagu, serta pendarahan dari telinga. Saat ini Y masih menjalani perawatan intensif dan direncanakan dirujuk ke Batam.

Baca Juga: Pelajar Denmark Tinggal 3 Bulan di Anambas demi Dalami Budaya Melayu dari Dekat

Anak yang dibonceng, S, juga mengalami luka benturan di bagian dahi dan perut dan masih dalam perawatan medis.

Polisi menyebutkan kondisi jalan saat kejadian lurus dan beraspal, dengan cuaca cerah serta arus lalu lintas relatif sepi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga konsentrasi, serta mematuhi aturan lalu lintas guna mencegah kecelakaan. (*)

Artikel Guru MA di Palmatak Tewas Usai Tabrakan, Diduga Pengendara Masuk Jalur Lawan pertama kali tampil pada Kepri.

Apindo Dukung Kebijakan WFH, Implementasi di Batam Tidak Luas

0
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid.

batampos – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menyatakan dukungan terhadap kebijakan Menteri Ketenagakerjaan yang mengecualikan delapan sektor vital dari penerapan work from home (WFH). Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi potensi dampak krisis global, meski implementasinya di Batam diperkirakan tidak akan terlalu luas.

Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, menegaskan bahwa pihaknya bersama para pengusaha siap menjalankan imbauan pemerintah terkait penerapan WFH bagi karyawan swasta yang memungkinkan.

“Apindo beserta jajaran pengusaha di bawahnya siap menjalankan imbauan melaksanakan WFH bagi karyawan tertentu yang dianjurkan pemerintah. Kami menghimbau agar seluruh pengusaha di Batam dapat melaksanakan kebijakan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya, Minggu (5/4).

Baca Juga: WFH Diberlakukan, Disnaker Kepri Ingatkan Perusahaan Tak Pangkas Hak Pekerja

Ia menjelaskan, kebijakan WFH ini merupakan bagian dari upaya mitigasi terhadap dampak konflik global yang masih berlangsung, yang berpotensi memicu kenaikan biaya logistik, mahalnya ongkos transportasi, hingga kelangkaan pasokan energi.

Namun demikian, Rafki menilai kondisi Batam yang didominasi sektor industri dan manufaktur membuat kebijakan WFH tidak dapat diterapkan secara luas. Sebagian besar pekerja di Batam merupakan karyawan pabrik dan tenaga produksi yang membutuhkan kehadiran fisik di tempat kerja.

“Untuk Batam, kemungkinan tidak akan banyak karyawan swasta yang bisa menjalankan WFH. Mayoritas tenaga kerja kita berada di sektor industri dan area produksi yang memang tidak memungkinkan bekerja dari rumah,” jelasnya.

Selain sektor industri, struktur ekonomi Batam juga ditopang oleh sektor perdagangan, perhotelan, kuliner, serta konstruksi. Sektor-sektor tersebut, menurutnya, termasuk dalam kategori usaha yang tetap harus beroperasi secara langsung dan tidak memerlukan penerapan WFH, sebagaimana yang juga dikecualikan dalam kebijakan pemerintah.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan delapan sektor vital yang dikecualikan dari kebijakan WFH, yakni sektor kesehatan, energi, infrastruktur dan layanan publik, ritel dan perdagangan kebutuhan pokok, industri dan produksi, jasa dan hospitality, transportasi dan logistik, serta sektor keuangan.

Meski demikian, Rafki memastikan bahwa kesiapan perusahaan anggota Apindo di Batam dalam menghadapi kebijakan ini cukup baik. Pengusaha dinilai mampu menyesuaikan pola kerja, baik melalui pengaturan shift, pembagian tugas, maupun penerapan sistem kerja fleksibel bagi posisi yang memungkinkan.

Dari sisi produktivitas, Apindo Batam optimistis kebijakan ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Menurut Rafki, WFH bukan berarti menurunkan kinerja, melainkan perubahan metode kerja yang tetap mengedepankan tanggung jawab.

“Saya meyakini produktivitas tidak akan terganggu. Pengusaha bisa mengatur sistem kerja sedemikian rupa agar operasional tetap berjalan optimal. Karyawan yang bekerja dari rumah juga tetap menjalankan tugasnya, bukan berarti berhenti bekerja,” tegasnya.

Apindo Batam pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk tetap adaptif dan responsif terhadap kebijakan pemerintah, sembari menjaga stabilitas usaha di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang. Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan aktivitas ekonomi di Batam tetap berjalan stabil dan produktif.

Sementara itu, dari sisi pekerja, kebijakan WFH disambut beragam. Salah seorang karyawan swasta di Batam, Andi, 28, yang bekerja di sektor administrasi perusahaan logistik, menilai kebijakan ini cukup membantu terutama untuk efisiensi waktu dan biaya transportasi.

“Kalau untuk pekerjaan yang memang bisa dilakukan dari rumah, WFH cukup membantu. Kita bisa lebih hemat waktu di jalan dan tetap menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya.

Namun, ia mengakui tidak semua pekerja memiliki kesempatan yang sama. Karyawan di sektor produksi, menurutnya, tetap harus bekerja seperti biasa karena tuntutan pekerjaan.

“Teman-teman di bagian produksi tentu tidak bisa WFH. Jadi memang kebijakan ini hanya berlaku untuk posisi tertentu saja,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Siti, 30, karyawan di sektor perhotelan, yang menilai kebijakan ini tidak terlalu berdampak bagi pekerja di bidang jasa.

“Di hotel tetap harus masuk seperti biasa karena pelayanan langsung ke tamu. Jadi WFH memang tidak berlaku untuk semua sektor,” katanya. (*)

Artikel Apindo Dukung Kebijakan WFH, Implementasi di Batam Tidak Luas pertama kali tampil pada Metropolis.

Pohon Tumbang Tutupi Jalan di Singkep Barat, Akses Warga Terganggu

0
Pohon tumbang dan menutup akses lalu lintas masyarakat di Desa Bukti Belah, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Minggu (5/4). F. Vatawari/Batam Pos

batampos — Pohon tumbang menutupi badan jalan di Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Minggu (5/4).

Insiden ini menyebabkan akses lalu lintas masyarakat terganggu karena seluruh badan jalan tertutup pohon berukuran besar.

Salah seorang warga, Abu Bakar, mengatakan masyarakat tidak dapat melintasi jalan tersebut akibat pohon yang tumbang.

Baca Juga: Rakor PAKEM Lingga: Kondisi Keagamaan Aman, Pengawasan Media Sosial Diperketat

“Kami tidak bisa lewat karena pohon besar menutupi seluruh badan jalan,” ujarnya.

Ia berharap instansi terkait segera turun tangan untuk membersihkan material pohon agar akses kembali normal.

Sementara itu, Komandan Regu Pemadam Kebakaran Unit Dabo Singkep, Ikmal Hakim, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan awal.

“Kami koordinasi dengan pihak desa sambil menunggu anggota tiba di lokasi. Apalagi kondisi di sana sedang hujan deras,” katanya.

Baca Juga: Warga Resah Isu BBM Langka, Pemkab Lingga Tegur Kios Penahan Stok

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi jalan yang tertutup pohon sangat berbahaya bagi pengendara jika tidak segera ditangani.

Petugas bersama aparat desa dan masyarakat setempat direncanakan segera melakukan pembersihan agar arus lalu lintas kembali lancar. (*)

Artikel Pohon Tumbang Tutupi Jalan di Singkep Barat, Akses Warga Terganggu pertama kali tampil pada Kepri.

Disney Heroes Battle Mode Resmi Tutup, Server Mati Mei 2026

0
Gim Disney Heroes: Battle Mode akan ditutup permanen pada 31 Mei 2026 setelah hampir delapan tahun beroperasi. Sumber gambar: x.com/DisneyAPromos.

batampos – Kabar mengejutkan datang dari dunia gim mobile. Disney Heroes: Battle Mode dipastikan akan ditutup secara permanen setelah hampir delapan tahun beroperasi.

Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang gim yang menghadirkan berbagai karakter ikonik dari Disney dan Pixar.

Pengembang gim, PerBlue, mengumumkan bahwa layanan akan dihentikan sepenuhnya pada 31 Mei 2026. Setelah tanggal tersebut, pemain tidak lagi dapat mengakses gim karena server dimatikan secara total.

Sebagai bagian dari proses penghentian, gim ini juga akan dihapus dari seluruh platform digital sebelum penutupan resmi.

Mulai akhir April 2026, seluruh transaksi pembelian dalam gim telah dinonaktifkan. Tahapan ini menjadi bagian dari proses shutdown bertahap yang dilakukan pengembang.

Rinciannya, pada 30 April 2026 pembelian dalam gim dihentikan, kemudian gim dihapus dari App Store sehingga tidak dapat diunduh lagi. Puncaknya, server resmi akan ditutup total pada 31 Mei 2026.

Setelah itu, pemain tidak lagi bisa mengakses gim sama sekali karena tidak tersedia mode offline.

Pihak pengembang menyebut keputusan ini sebagai langkah sulit setelah perjalanan panjang gim tersebut di industri game mobile.

Selama masa aktifnya, Disney Heroes: Battle Mode telah menghadirkan lebih dari 200 karakter dari berbagai franchise populer Disney dan Pixar, serta membangun komunitas pemain yang cukup besar di seluruh dunia.

Meski demikian, layanan akhirnya harus dihentikan tanpa menghadirkan versi offline bagi pemain.

Penutupan pada Mei 2026 akan menjadi momen perpisahan bagi penggemar dengan salah satu gim Disney yang cukup ikonik di platform mobile. (*)

Artikel Disney Heroes Battle Mode Resmi Tutup, Server Mati Mei 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Film Horor Lights Out Bakal Punya Sekuel, Masuk Tahap Pengembangan

0
Sekuel film Lights Out kembali dikembangkan oleh New Line Cinema dengan penulis baru untuk naskahnya. Sumber gambar: x.com/BoxOfficeMovie_.

batampos – Sekuel film horor Lights Out dipastikan kembali masuk tahap pengembangan setelah sempat tertunda selama bertahun-tahun.

Proyek ini kini menunjukkan perkembangan signifikan setelah New Line Cinema yang berada di bawah Warner Bros. menunjuk penulis baru untuk menggarap naskahnya.

Penulis yang direkrut adalah Connor Osborn McIntyre, yang dikenal lewat proyek film Animals dan dinilai sebagai talenta baru yang tengah naik daun di industri perfilman.

Sekuel Lights Out sebenarnya telah direncanakan sejak 2016, tidak lama setelah film pertamanya sukses besar di box office. Film original yang disutradarai David F. Sandberg itu berhasil meraup sekitar 148 juta dolar AS dari bujet produksi yang relatif kecil.

Namun, proyek sekuelnya sempat mengalami development hell atau stagnasi panjang tanpa kejelasan produksi hingga akhirnya kembali dihidupkan pada 2026.

Dalam proyek terbaru ini, David F. Sandberg bersama penulis naskah asli Eric Heisserer tidak lagi duduk sebagai kreator utama. Keduanya kini berperan sebagai produser.

Produser horor ternama James Wan juga kembali terlibat melalui rumah produksinya, Atomic Monster, yang diharapkan dapat menjaga kualitas film tetap tinggi.

Hingga kini, detail cerita, jajaran pemain, serta jadwal produksi Lights Out 2 masih belum diumumkan secara resmi.

Meski demikian, penunjukan penulis baru ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek sekuel benar-benar kembali berjalan setelah hampir satu dekade tertunda.

Langkah ini sekaligus menandai kebangkitan salah satu franchise horor populer yang sempat “tertidur” di industri film. (*)

Artikel Film Horor Lights Out Bakal Punya Sekuel, Masuk Tahap Pengembangan pertama kali tampil pada Lifestyle.