batampos – Recording Academy melakukan perubahan besar pada ajang Grammy Awards 2027 dengan menambahkan lima kategori penghargaan baru.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas representasi genre musik global sekaligus memberikan pengakuan yang lebih besar kepada para musisi dari berbagai wilayah dunia.
CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., mengatakan perubahan tersebut dilakukan agar Grammy Awards mampu mencerminkan perkembangan industri musik modern yang semakin beragam.
“Perubahan ini bertujuan agar Grammy dapat lebih akurat merepresentasikan keragaman musik modern sekaligus memberikan pengakuan kepada lebih banyak kreator dari berbagai genre dan wilayah,” ujar Harvey Mason Jr., dikutip dari LOS40, Rabu (17/6).
Salah satu kategori baru yang paling menarik perhatian adalah Best Asian Pop Music Performance. Penghargaan ini akan diberikan kepada karya pop Asia yang menggunakan satu atau lebih bahasa Asia secara signifikan dalam liriknya.
Kategori tersebut mencakup berbagai genre seperti K-pop, J-pop, C-pop, hingga bentuk musik pop Asia lainnya yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat dan berhasil menembus pasar internasional.
Selain itu, Recording Academy juga memperkenalkan kategori Best Latin Song yang secara khusus ditujukan bagi para penulis lagu untuk karya berbahasa Spanyol.
Kehadiran kategori ini dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap pengaruh musik Latin yang terus berkembang dan semakin mendominasi tangga lagu global dalam beberapa tahun terakhir.
Tiga kategori baru lainnya meliputi Best Traditional Pop Vocal Performance, Best R&B Collaboration or Duo/Group Performance, dan Best Traditional Folk Album.
Recording Academy menyebut penambahan kategori tersebut merupakan respons atas masukan dari komunitas musik internasional serta perubahan lanskap industri yang semakin beragam.
Dengan tambahan lima kategori baru, total penghargaan yang diperebutkan di Grammy Awards kembali mencapai 100 kategori. Jumlah tersebut terakhir kali tercapai sebelum restrukturisasi besar yang dilakukan pada 2012.
Selain menambah kategori, Recording Academy juga mengubah sejumlah aturan kelayakan nominasi. Salah satu perubahan penting terjadi pada kategori Best New Artist.
Musisi kini dapat diajukan hingga empat kali untuk kategori tersebut, meningkat dari batas sebelumnya yang hanya tiga kali. Perubahan ini dilakukan karena proses seorang musisi mencapai popularitas dinilai semakin panjang dibandingkan era sebelumnya.
Langkah tersebut melanjutkan serangkaian pembaruan Grammy dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Recording Academy memperkenalkan kategori Best African Music Performance sebagai bentuk pengakuan terhadap berkembangnya pengaruh musik Afrika di dunia.
Penambahan kategori musik Asia mendapat respons beragam dari komunitas musik. Banyak pihak menyambut positif keputusan tersebut karena dianggap sebagai pengakuan atas kontribusi besar musisi Asia terhadap industri musik global.
Namun, sebagian lainnya menilai penggabungan berbagai genre pop Asia ke dalam satu kategori masih menimbulkan pertanyaan karena karakter dan pasar masing-masing genre dinilai sangat berbeda.
Grammy Awards ke-69 dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2027 dan diperkirakan menjadi salah satu edisi dengan representasi musik global paling luas dalam sejarah penghargaan tersebut. (*)
Suasana peresmian ProShop GREE Batam yang berlangsung di Komplek Bumi Indah, Rabu (17/6). Showroom resmi pertama GREE di Batam tersebut menyediakan berbagai produk pendingin udara untuk segmen residensial, komersial, hingga industri. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos
batampos – Produsen pendingin udara asal Tiongkok, GREE Indonesia, memperluas jaringan pemasarannya di Kepulauan Riau dengan meresmikan ProShop pertama di Kota Batam, Rabu (17/6).
Kehadiran pusat penjualan dan layanan resmi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pasar pendingin udara di wilayah yang terus tumbuh sebagai kawasan industri, perdagangan, dan properti.
ProShop GREE yang berlokasi di kawasan Komplek Bumi Indah, Batam, dibuka melalui kerja sama dengan PT Central Batam Raya, perusahaan lokal yang telah lama bergerak di bidang distribusi elektronik dan sistem pendingin udara.
Peresmian showroom tersebut dihadiri jajaran manajemen GREE Indonesia, pemilik PT Central Batam Raya, Mr. Ahlan dan Asni, serta sejumlah mitra usaha dan pelanggan.
Vice President GREE Indonesia, Nicky, mengatakan pembukaan ProShop di Batam merupakan langkah strategis perusahaan untuk mendekatkan produk dan layanan kepada konsumen di Kepulauan Riau.
Menurut dia, Batam memiliki pertumbuhan ekonomi, industri, dan pembangunan properti yang cukup pesat sehingga kebutuhan terhadap sistem pendingin udara terus meningkat, baik untuk rumah tangga maupun sektor bisnis.
“Pembukaan ProShop GREE di Batam menjadi bagian dari strategi ekspansi kami untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan,” kata Nicky.
Ia menjelaskan, sejak hadir di Indonesia pada 2015, GREE terus memperluas jaringan dealer dan pusat layanan resmi di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat lebih mudah memperoleh produk, layanan teknis, hingga dukungan purna jual.
Pasar Batam Dinilai Menjanjikan
Pemilik PT Central Batam Raya, Ahlan, mengatakan kehadiran ProShop GREE merupakan jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap sistem pendingin udara yang efisien dan memiliki layanan purna jual yang jelas.
Menurutnya, Batam saat ini berkembang tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga pusat pertumbuhan sektor properti, perhotelan, kuliner, dan perdagangan yang membutuhkan dukungan infrastruktur pendingin udara yang andal.
“Permintaan AC terus meningkat, baik dari sektor rumah tangga maupun pelaku usaha. Karena itu kami melihat Batam memiliki potensi pasar yang sangat besar,” ujarnya.
Sementara itu, Asni menambahkan bahwa ProShop GREE tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan produk, tetapi juga menjadi pusat konsultasi bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin menentukan sistem pendingin udara sesuai kebutuhan.
“Kami ingin pelanggan mendapatkan solusi yang tepat, bukan hanya membeli produk. Karena setiap bangunan memiliki kebutuhan pendinginan yang berbeda,” katanya.
Sediakan Produk untuk Rumah hingga Proyek Besar
Melalui ProShop tersebut, GREE menghadirkan berbagai lini produk pendingin udara yang mencakup kebutuhan rumah tangga, bisnis skala menengah, hingga proyek komersial besar.
Untuk segmen rumah tangga, tersedia berbagai pilihan AC residential dengan teknologi inverter yang dirancang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Selain itu, tersedia pula kategori Light Commercial AC yang ditujukan untuk kebutuhan perkantoran, restoran, kafe, toko retail, ruang pertemuan, klinik, dan bangunan komersial lainnya.
Sedangkan untuk proyek berskala besar, GREE menghadirkan sistem Commercial AC yang dapat digunakan pada hotel, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, rumah sakit, kawasan industri hingga fasilitas pemerintahan.
Keberadaan produk yang lengkap tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan berbagai segmen pasar yang terus berkembang di Batam dan Kepulauan Riau.
Perkuat Layanan Purna Jual
Selain memperluas jaringan distribusi, GREE juga memperkenalkan program layanan pelanggan terbaru bertajuk GREE 24/7 Always On Service.
Melalui program tersebut, pelanggan dapat memperoleh layanan pemeliharaan maupun penanganan keluhan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.
Nicky menegaskan layanan purna jual menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjaga kepuasan pelanggan.
“Produk yang baik harus didukung layanan yang baik pula. Karena itu kami ingin memastikan pelanggan mendapatkan bantuan kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Menurut dia, kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen GREE untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada konsumen, mulai dari proses pembelian, instalasi, hingga pemeliharaan perangkat.
Dorong Pertumbuhan Pasar Pendingin Udara
Pembukaan ProShop pertama di Batam juga dinilai menjadi momentum penting bagi pengembangan pasar pendingin udara di Kepulauan Riau.
Pertumbuhan pembangunan perumahan, apartemen, hotel, pusat bisnis, hingga kawasan industri yang terus berlangsung diperkirakan akan mendorong peningkatan kebutuhan sistem pendingin udara dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan dukungan PT Central Batam Raya sebagai mitra lokal, GREE optimistis mampu memperkuat posisinya di pasar Batam sekaligus memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap produk pendingin udara yang modern, efisien, dan didukung layanan profesional.
Kehadiran ProShop tersebut menandai babak baru ekspansi GREE di wilayah barat Indonesia, sekaligus mempertegas persaingan pasar pendingin udara yang semakin kompetitif seiring pertumbuhan ekonomi Kota Batam. (adv)
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Yamaha Scorpio dan Honda Vario di Jalan Raya Korindo. F. H.P Bako untuk Batam Pos.
batampos – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bintan mencatat sebanyak 89 kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kabupaten Bintan sejak Januari hingga 17 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 10 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.
Data Satlantas Polres Bintan menunjukkan, selain 10 korban meninggal dunia, terdapat 78 korban luka berat dan 87 korban luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp313,5 juta.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Saat itu tercatat 70 kasus kecelakaan dengan empat korban meninggal dunia, 65 korban luka berat, 48 korban luka ringan, dan kerugian material sekitar Rp150 juta.
Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano, mengatakan faktor kelalaian pengendara masih menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di wilayah Bintan.
“Rata-rata kelalaian pengendara seperti mengantuk hingga kurang konsentrasi dalam berkendara. Kalau mengantuk atau tubuh kurang fit, jangan dipaksakan berkendara,” kata Yelvis, Rabu (17/6).
Menurutnya, kondisi fisik yang tidak prima saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di ruas jalan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Yelvis menambahkan, sejak diberlakukannya pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Lintas Barat ke Jalan Lama Tanjungpinang-Tanjunguban akibat perbaikan jembatan, telah terjadi tiga kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia.
“Dua kecelakaan terjadi di Desa Sri Bintan dan satu kejadian di Bintan Buyu,” ujarnya.
Ia mengingatkan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur lama yang memiliki lebar jalan lebih sempit dibandingkan jalur utama.
Memasuki musim libur sekolah, volume kendaraan diperkirakan meningkat sehingga risiko kecelakaan juga berpotensi bertambah apabila pengendara tidak mematuhi aturan lalu lintas.
“Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan jangan memaksakan diri menyalip kendaraan lain di jalur yang sempit,” katanya.
Polres Bintan berharap kesadaran masyarakat dalam berkendara dapat terus meningkat guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meminimalkan korban jiwa di jalan raya. (*)
Bandai Namco dan Supermassive Games merilis DLC The Backstage untuk Little Nightmares III yang menghadirkan area baru, karakter misterius, dan ancaman horor yang lebih mencekam. Sumber gambar: x.com/GoNintendoTweet.
batampos – Bandai Namco Entertainment bersama Supermassive Games resmi merilis DLC perdana untuk Little Nightmares III berjudul The Backstage.
Konten tambahan ini mengajak pemain menjelajahi area tersembunyi di balik Carnevale, salah satu lokasi paling misterius dalam dunia The Spiral.
DLC The Backstage diluncurkan pada 12 Juni 2026 dan menjadi bagian dari expansion pass Secrets of The Spiral. Selain menghadirkan wilayah baru untuk dieksplorasi, ekspansi ini juga memperluas cerita serta mitologi yang membentuk semesta Little Nightmares III.
Bandai Namco menyebut The Backstage sebagai perjalanan menuju sisi paling gelap Carnevale, tempat berbagai rahasia mengerikan dan ancaman baru menanti pemain.
Dalam DLC ini, karakter utama Low terpisah dari Alone saat menjelajahi The Spiral. Kondisi tersebut memaksanya memasuki area belakang panggung Carnevale yang dipenuhi jebakan dan bahaya.
Di tengah perjalanan, Low bertemu seorang anak misterius bernama Dime yang mengenakan topi berbentuk obor atau Torch Hat. Cahaya dari topi tersebut menjadi alat penting untuk membantu mereka bertahan hidup di lingkungan yang gelap dan penuh ancaman.
Salah satu musuh utama yang diperkenalkan dalam DLC ini adalah The Puppeteer, sosok menyeramkan yang menghuni kawasan The Backstage.
Karakter tersebut digambarkan sebagai pemburu yang menjadikan makhluk hidup sebagai bagian dari mahakaryanya. Low dan Dime harus bekerja sama memanfaatkan cahaya untuk menghindari berbagai perangkap sekaligus menyelamatkan Alone dari cengkeraman The Puppeteer.
Selain menghadirkan karakter baru, The Backstage juga menawarkan puzzle, tantangan eksplorasi, dan suasana yang lebih kelam dibandingkan area dalam permainan utama.
Trailer yang ditampilkan pada ajang Future Games Show Summer Showcase 2026 memperlihatkan lorong-lorong gelap, boneka hidup, dan atmosfer horor yang menjadi ciri khas seri Little Nightmares.
The Backstage merupakan chapter pertama dari ekspansi Secrets of The Spiral. Expansion pass tersebut juga mencakup dua chapter tambahan yang masih dalam pengembangan serta paket kostum eksklusif Ferryman untuk karakter Low dan Alone.
Bandai Namco telah mengonfirmasi chapter kedua DLC tersebut dijadwalkan meluncur pada periode Oktober hingga Desember 2026.
Dengan hadirnya The Backstage, Little Nightmares III semakin memperkuat identitasnya sebagai salah satu seri game horor puzzle yang menawarkan cerita misterius, atmosfer mencekam, dan pengalaman eksplorasi yang unik bagi para pemain. (*)
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Kepri pada Mei 2026 mencapai 3,92 persen. Angka tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 112,47.
Selain inflasi tahunan, Kepri juga mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,38 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan harga sejumlah komoditas dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 5,60 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 3,98 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,86 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 1,82 persen.
“Kelompok transportasi naik sebesar 3,98 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 1,26 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 1,86 persen, serta kelompok pendidikan naik 1,47 persen,” ujar Toto, Rabu (17/6).
Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan 1,80 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 1,19 persen, serta kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat 0,82 persen.
Menurut Toto, sejumlah komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan di Kepri. Di antaranya emas perhiasan, angkutan udara, daging sapi, telur ayam ras, ikan tongkol, bensin, hingga telepon seluler.
Sementara komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi antara lain bawang putih, santan segar, bawang merah, kentang, susu bubuk, dan udang basah.
Dari sisi kontribusi kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,64 persen.
Kemudian kelompok transportasi menyumbang 0,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,19 persen, serta kelompok informasi dan komunikasi sebesar 0,07 persen.
BPS juga mencatat seluruh daerah yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Kepri mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026.
Kota Tanjungpinang mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,30 persen dengan IHK 110,29. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 2,76 persen dengan IHK 109,62.
Untuk Kota Batam, IHK tercatat sebesar 113,14 dengan inflasi tahunan mencapai 3,99 persen dan inflasi bulanan sebesar 0,33 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga masih terjadi di sejumlah komoditas utama, terutama sektor pangan dan transportasi yang menjadi penyumbang terbesar inflasi di Kepulauan Riau selama Mei 2026. (*)
Terdakwa penggelapan disidangkan di PN Batam. F. Azis Maulana/ Batam Pos
batampos – Ruang sidang Pengadilan Negeri Batam kembali menguak perkara dugaan penggelapan dana penjualan telur senilai ratusan juta rupiah. Pada sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi, Rabu, (17/6), terdakwa Lue Tong alias Atong didakwa menggelapkan uang tagihan pelanggan saat bekerja sebagai sopir sekaligus petugas distribusi di Toko Apio, Pasar Sagulung Mas Indah, Batam.
Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Eri Justiansyah dengan nomor perkara 366/Pid.B/2026/PN Btm. Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan berlapis, yakni dugaan penggelapan dalam hubungan kerja, penggelapan biasa, dan penipuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Dalam persidangan, salah seorang saksi menyebut usaha penjualan telur milik korban memiliki perputaran usaha yang besar.
“Pendapatan kotor bisa sampai Rp1 miliar. Kerugian yang dihitung sekitar Rp350 juta dari empat toko,” ujarnya.
Saksi mengatakan dugaan penggelapan baru terungkap setelah perayaan Imlek 2026. Menurut dia, terdakwa selama ini dipercaya mengantar telur sekaligus menagih pembayaran dari pelanggan.
“Awalnya kami tidak curiga karena suami saya selaku kasir percaya kepada terdakwa. Dia yang mengantar telur dan mengambil uang tagihan. Modusnya diduga memanipulasi nota,”ujarnya .
Dalam dakwaan, jaksa menguraikan bahwa terdakwa bekerja sejak Januari 2024 dengan gaji sekitar Rp5 juta per bulan. Tugasnya meliputi menerima pesanan, mengantar telur, serta menagih pembayaran pelanggan untuk kemudian disetorkan kepada pemilik toko.
Mekanisme penjualan disebut menggunakan dua jenis nota: nota putih sebagai tagihan kepada pelanggan dan nota merah sebagai arsip toko. Setelah jatuh tempo, nota putih diserahkan kembali kepada terdakwa untuk melakukan penagihan.
Jaksa mendalilkan, pada 26 Februari 2026 terdakwa menerima sejumlah nota tagihan, termasuk kepada MM Sahabat Nato. Setelah melakukan penagihan, terdakwa disebut memberikan alasan bahwa pemilik toko sedang tidak berada di tempat atau toko sedang ramai, sehingga pembayaran belum dapat diserahkan.
Belakangan, beberapa pelanggan mengaku telah membayar tagihan kepada terdakwa. Namun uang tersebut disebut tidak pernah diterima oleh pihak toko.
Hasil pengecekan terhadap sejumlah pelanggan menunjukkan sebagian tagihan telah dibayarkan kepada terdakwa. Jaksa menyebut total kerugian korban mencapai Rp340.880.000.
Untuk membuktikan dakwaannya, jaksa menghadirkan 19 barang bukti, antara lain belasan nota penjualan telur dari berbagai pelanggan di Batam dengan nilai transaksi mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah, serta satu unit telepon genggam.
Jaksa mendakwa terdakwa secara alternatif Pasal 488 UU No. 1 Tahun 2023 tentang penggelapan dalam hubungan kerja. Pasal 486 UU No. 1 Tahun 2023 tentang penggelapan. Pasal 492 UU No. 1 Tahun 2023 tentang penipuan.
Sidang pada Rabu itu merupakan sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi. Majelis hakim akan melanjutkan pemeriksaan perkara pada jadwal berikutnya untuk mendalami keterangan saksi dan alat bukti yang diajukan jaksa maupun pihak terdakwa.(*)
Officials and executives inaugurate the Cakrawala and Nusantara Buildings at McDermott’s Batam Fabrication Yard. The new facilities will support the construction of offshore HVDC converter platforms for renewable energy projects in Europe. Photo: McDermott’s Batam
batampos – PT McDermott Indonesia has officially inaugurated two major new industrial facilities, the Cakrawala and Nusantara buildings, at its Batam Fabrication Yard (BFY) on Thursday, May 28.
TenneT’s projects make a significant contribution to the economic security of the facilities and strengthen BFY’s position as a key fabrication hub supporting the global energy transition.
The addition of these two modern facilities marks an important milestone in Batam’s industrial transformation—from a region traditionally known for oil and gas fabrication into a global hub for green energy.
The inauguration was attended by Indonesia’s Minister of National Development Planning (PPN)/Head of Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.; the Governor of the Riau Islands, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M.; BP Batam Deputy for Investment, Fary Djemy Francis; Batam City Regional Secretary, Firmansyah; and European energy industry partners.
More than just new buildings, the project symbolizes Batam’s entry into the global green energy supply chain. From Batam, massive offshore converter platforms (weighing in excess of 30,000 tons) will be produced to support clean energy needs in Germany and across Europe.
The two buildings will support the construction of High Voltage Direct Current (HVDC) platforms, using transmission system technology capable of delivering large-scale electricity from offshore installations to the mainland. A single HVDC platform can deliver energy to up to 2.5 million people.
McDermott inaugurates the Cakrawala and Nusantara Buildings at its Batam Fabrication Yard to support global offshore wind energy projects. Photo: McDermott’s Batam
McDermott: Batam Chosen for Its Scale and Experience
Jason Williams, Vice President of HVDC at McDermott, explained that the two buildings serve different but interconnected roles in constructing offshore wind converter platforms.
The Cakrawala Building serves as the main hub for the fabrication of large stressed-skin blocks, similar to the methodology used by shipbuilding fabrication yards. Large structural panels and supporting steel are used to form blocks weighing between 1,000–3,000 tons, which are then joined together, where the HVDC equipment is installed to form the final platform for the project. Each project includes 18 blocks per platform.
The Nusantara Building is dedicated to the blasting and painting of these blocks prior to assembly. This building utilizes the latest blasting and painting technology and has the primary benefit of ensuring environmental control during these activities.
“Each 2GW HVDC project utilizes the Cakrawala and Nusantara facility for the construction and painting of these complex blocks, with an anticipated 22 million work hours being expended in the fabrication of the two current projects,” Jason told Batam Pos.
He explained that the current projects are High Voltage Direct Current (HVDC) electric power transmission projects, designed to transmit electricity generated from offshore wind in the North Sea of Germany to communities on land across Germany.
The process begins with large offshore wind farms generating energy. Since this wind energy power cannot be sent directly onshore, it is converted from AC to DC through a converter platform located adjacent to the wind farm (those built in Batam). This platform converts the power to DC before transmitting it onshore via subsea cables. The power is then converted back to AC at an onshore station before being fed into the electrical grid for consumer use.
Jason emphasized that McDermott was selected as the EPCIC contractor to build these complex platforms in Batam due to its over 70 years of fabrication experience and McDermott’s experience in offshore projects globally. He also highlighted the capability of the local workforce, whose experience in oil and gas is now being applied to green energy projects.
The construction of Cakrawala and Nusantara project construction [DB1.1]involved 100% Indonesian workers and local contractors. The Cakrawala facility is among the largest block assembly facilities in Southeast Asia.
McDermott: Project Creates Thousands of Local Jobs
Robert Shaul, Senior Vice President of Low Carbon Solutions at McDermott, emphasized that safety is the top priority given the scale and complexity of the structures.
McDermott has achieved 4.5 million work hours without a lost-time incident during construction of these infrastructure facilities—a major milestone. The scale of this infrastructure will leave a lasting legacy at the Batam fabrication yard.
The two newly completed facilities are substantial in scale and designed to support modern shipbuilding and offshore fabrication operations. The Cakrawala Building spans approximately 15,700 square meters, comparable in size to a large aircraft hangar, providing ample space for heavy industrial activities and large-scale assembly work.
Meanwhile, the Nusantara Building covers about 8,005 square meters and serves as a state-of-the-art blasting and painting facility, equipped to enhance production efficiency, quality, and environmental standards. Together, these facilities significantly strengthen the shipyard’s operational capacity and competitiveness in the global maritime industry.
The development of these facilities has also generated a significant economic impact. During the construction phase, nearly 4,000 workers were involved in the project, with the workforce peaking at around 2,000 workers at the height of construction activities.
The project not only strengthened industrial infrastructure but also created substantial employment opportunities and contributed to the local economy throughout its development.
He noted that the project is also driving growth in Batam’s hospitality, transport, and services sectors, and expressed pride in contributing to the city’s ongoing development.
TenneT: Batam Has Capability for Large-Scale Global Projects
Daniel Birkenstock, Project Director for Offshore 2GW Projects at TenneT, said Batam was selected because very few shipyards globally have the capability to execute projects of this scale.
The infrastructure being built is vast—approximately 190 by 115 meters and 70 meters high, equivalent in height to a 10-storey football stadium.
TenneT is currently advancing two major projects as part of its long-term energy infrastructure development strategy. The first project, BalWin4, is targeted for completion between late 2029 and early 2030. This will be followed by LanWin1, which is scheduled to be completed approximately one year later.
Both projects play a crucial role in expanding offshore wind energy connectivity and strengthening the future renewable energy network.
TenneT operates electricity transmission systems across Europe, connecting offshore wind farms to onshore power grids.
Government: Batam Enters the Global Green Energy Supply Chain
Minister Rachmat Pambudy stated that the project demonstrates that Indonesia—especially Batam and the Riau Islands—has entered the global green energy supply chain.
He praised McDermott as a long-term investor, having operated in Indonesia for over 70 years. The government is now focusing on developing green jobs and preparing the workforce for high-tech industries.
Governor Ansar Ahmad emphasized the project’s significant contribution to economic growth and employment opportunities in the region. He noted that the majority of the workforce involved in the project, including engineering designers and other skilled professionals, are Indonesians, reflecting the country’s growing industrial capabilities and talent pool.
The governor also highlighted ongoing efforts to strengthen vocational education, with a target of increasing vocational school enrollment to 70 percent in order to better align workforce skills with industry demands.
In addition, he pointed out that Batam continues to solidify its position as a major industrial hub, with approximately 60 percent of the shipbuilding industry in the Riau Islands concentrated in the city. This, he said, underscores Batam’s strategic role in supporting Indonesia’s manufacturing and maritime sectors.
The region’s strategic location along the Malacca Strait—one of the world’s busiest trade routes—combined with streamlined investment processes through BP Batam, continues to attract global investors.
This project marks a major shift for Batam—from an oil and gas fabrication base to a key player in the global green energy industry—positioning it as a future hub for large-scale clean energy infrastructure. (*)
Kolaborasi Empty Behavior dan ASICS menghadirkan Hypersync edisi khusus dengan sentuhan balletcore, memadukan elemen olahraga, mode avant-garde, dan desain futuristis. Sumber gambar: Instagram @emptybehavior.
batampos – ASICS bersama label kreatif Empty Behavior memperkenalkan versi spesial Hypersync yang menggabungkan unsur olahraga, fashion avant-garde, dan tren balletcore yang tengah populer di industri mode global.
Kolaborasi ini menjadi proyek pertama untuk siluet Hypersync sejak model tersebut diperkenalkan ASICS pada Juni 2026. Empty Behavior menghadirkan pendekatan desain yang berbeda dengan mengubah salah satu identitas visual paling ikonik ASICS, yakni motif Tiger Stripe.
Pada edisi kolaborasi ini, Tiger Stripe tidak lagi tampil dalam bentuk garis konvensional. Sebagai gantinya, Empty Behavior menyematkan detail kain bertekstur dan aksen rumbai yang memberikan kesan feminin tanpa menghilangkan karakter sporty khas sneaker performa.
Hypersync hadir dalam dua pilihan warna, yakni Black Breeze dan White/Pure Silver. Varian Black Breeze mengusung dominasi warna gelap yang dipadukan sentuhan merah muda lembut, sementara White/Pure Silver menawarkan tampilan yang lebih bersih dengan nuansa futuristis.
Kedua model menggunakan kombinasi material kulit sintetis ringan dan mesh berpori yang dirancang untuk menjaga kenyamanan sekaligus meningkatkan sirkulasi udara saat digunakan.
Konsep desain kolaborasi ini terinspirasi dari perpaduan dua dunia yang kontras, yakni olahraga kontak seperti gulat dan kelembutan gerakan tari balet. ASICS menggambarkan sneaker tersebut sebagai pertemuan antara kekuatan atletik dan keanggunan seni pertunjukan klasik.
Meski tampil dengan identitas baru, Empty Behavior tetap mempertahankan DNA utama Hypersync. Sneaker ini masih dibekali lidah tebal khas ASICS, detail dual branding pada bagian depan, serta sol ultra-tipis yang memberikan sensasi lebih dekat dengan permukaan tanah.
Pendekatan tersebut membuat Hypersync tetap mempertahankan karakter performanya sekaligus menawarkan estetika baru yang lebih ekspresif dan artistik.
Sejumlah pengamat sneaker menilai kolaborasi ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di industri alas kaki, yakni menggabungkan teknologi olahraga dengan elemen fashion berkonsep tinggi.
Melalui penggunaan tekstur kain, lipatan material, dan detail ruffle yang tidak biasa, Empty Behavior berhasil menghadirkan tampilan yang berbeda dari sneaker performa pada umumnya.
ASICS dan Empty Behavior dijadwalkan merilis Hypersync edisi kolaborasi ini secara global pada 2 Juli 2026 melalui sejumlah retailer pilihan serta kanal penjualan resmi ASICS. (*)
batampos – Real Madrid resmi mengumumkan kedatangan gelandang serang Bernardo Silva dalam bursa transfer musim panas ini.
Pemain tim nasional Portugal tersebut resmi berseragam Los Blancos setelah direkrut secara gratis karena tidak memperpanjang kontrak dengan klub lamanya Manchester City dan berstatus free transfer.
“Real Madrid C. F. dan Bernardo Silva telah mencapai kesepakatan baginya untuk menjadi pemain Real Madrid selama dua musim ke depan, hingga 30 Juni 2028,” tulis Real Madrid dalam laman resmi, Rabu.
Mantan pemain AS Monaco tersebut menjadi rekrutan kedua yang telah diumumkan oleh Real Madrid pada bursa transfer kali ini.
Sebelumnya Los Galacticos telah mengumumkan penandatangan bek kiri Chelsea Marc Cucurella.
El Real yang kini kembali diasuh oleh pelatih Jose Mourinho memang akan melakukan perombakan besar di tim setelah dalam dua musim terakhir nirtrofi.
Setelah penandatanganan Cucurella dan Bernardo Silva, terdekat Los Galacticos akan mengumumkan dua nama lainnya yakni bek Liverpool Ibrahima Konate dan bek Inter Milan Denzel Dumfries sebagai rekrutan baru.
Selain dua nama tersebut, Real Madrid juga masih akan bergerak dalam bursa transfer dengan dikaitkan untuk merekrut kapten Borussia Dortmund Nico Schlotterbeck atau bek Sporting Lisbon Goncalo Inacio untuk mengisi lini belakang.(*)
Tiang listrik milik PLN tumbang dan menutup sebagian badan Jalan Senggarang, Kota Tanjungpinang, setelah diterjang angin kencang dan hujan deras. F. PLN Bintan Centre untuk Batam Pos.
batampos – Sebuah tiang listrik milik PLN di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang, tumbang setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras, Rabu (17/6).
Insiden tersebut menyebabkan sebagian badan jalan tertutup dan aliran listrik di sejumlah titik terpaksa dipadamkan sementara demi keamanan selama proses perbaikan berlangsung.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, petugas PLN harus segera turun ke lokasi untuk menangani kerusakan jaringan dan mengganti tiang yang roboh.
Manager ULP PLN Bintan Centre, Gogor, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan petugas setelah menerima laporan mengenai tumbangnya tiang listrik tersebut.
“Saat ini ada beberapa bagian saja aliran listrik dipadamkan untuk perbaikan tiang listrik yang tumbang,” kata Gogor.
Menurutnya, PLN juga melakukan manuver jaringan untuk meminimalkan dampak pemadaman listrik kepada pelanggan di sekitar lokasi kejadian.
Dengan langkah tersebut, sebagian besar pelanggan tetap dapat menikmati pasokan listrik normal meski proses perbaikan masih berlangsung.
“Aliran listrik sudah kami manuver dan sudah menyala. Hanya 15 rumah di sekitar tiang yang kami matikan sementara untuk menjaga hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Gogor menjelaskan, pekerjaan perbaikan dan penggantian tiang listrik ditargetkan selesai pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga pasokan listrik ke rumah warga terdampak dapat kembali normal.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati mengingat kondisi cuaca di Tanjungpinang masih berpotensi hujan disertai angin kencang.
Khusus bagi pengendara yang melintasi Jalan Senggarang, masyarakat diminta memperhatikan rambu-rambu pengaman yang telah dipasang petugas di sekitar lokasi perbaikan.
“Saya imbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati. Petugas di lapangan sudah memasang rambu-rambu di lokasi,” katanya. (*)