Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 3606

Menanti Angin Segar VoA, Sandiaga Uno: Tinggal Diteken Presiden

0
turis
Turis asal Singapura saat memasui pelabuhan Intenasional Batamcenter usai berlibur di Batam beberapa waktu lalu. Menparekraf Sandiaga Uno memastikan regulasi soal tarif baru VoA yang lebih ramah wisman tingga diteken Presiden Jokowi.
F. Cecep Mulyana

batampos – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, mengaku telah merespons semua keluhan terkait Visa on Arrival (VoA) yang dinilai memberatkan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Batam dan wilayah lainnya di Kepulauan Riau (Kepri).

”Dua minggu lalu saya sudah menandatangani formulasi akhir yang akan disahkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) dan kita harapkan akan segera difinalisasi (diteken) presiden,” ujar Sandi, Sabtu (29/6) di Batam.

Ia meyakinkan, formulasi akhir tarif VoA itu tak jauh berbeda dengan apa yang menjadi aspirasi pelaku pariwisata dan Pemerintah Provinsi Kepri. Bahkan, kata Sandi, regulasi terbaru lebih baik dari apa yang dimohonkan.

”Di dalam aturan tersebut termaktub pembebasan visa on arrival (VoA) wisman ke Kepri,” ungkap Sandiaga.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, juga blak-blakan soal polemik VoA dan lainnya yang mencakup sektor pariwisata. Bahkan ia sudah melayangkan surat ke pusat, meminta pemberlakuan short term visa atau visa pendek tujuh hari dengan tarif Rp150 ribu.

”Berbagai surat sudah kita layangkan. Pak Menteri (Sandiaga Uno) merespons sangat cepat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya bisa kita nikmati,” katanya.

Seperti diketahui, persoalan Visa on Arrival dan mahalnya harga tiket kapal feri ini, dua masalah yang menjadi momok keberlagsungan iklim pariwisata di Kepulauan Riau, khususnya Batam.

Kepri yang menjadi salah satu provinsi di Indonesia sebagai boarder tourism, sangat berkepentingan penyelesaian dua momok itu. Jika tidak, maka target 3 juta wisman ke Kepri bakal jauh panggang dari api.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti, pada Rabu (26/6) lalu memberi bocoran, bahwa akan ada empat skema visa untuk Kepri nantinya.

Pertama, skema bebas visa, yang berlaku untuk 10 negara yang sudah resume profile dengan Indonesia.

Kedua, skema visa kunjungan 30 hari dengan biaya eksisting Rp500 ribu, yang berlaku sekarang untuk 97 negara.

Ketiga, visa pendek 14 hari dengan tarif sekitar Rp350 ribu.

Keempat, visa pendek tujuh hari dengan tarif yang mungkin jauh lebih kompetitif (Rp 150 ribu usulan Gubernur Kepri, red).

”Iya, itu hasil bocorannya. Mudah-mudahan ini akan membuat iklim pariwisata Kepri lebih kompetitif, affordable, dan memudahkan kita dalam pencapaian target kunjungan wisman tahun ini,” ujar Guntur.

Guntur menambahkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ini sedang terjadi, merupakan momen bagi pemerintah turun tangan mengeluarkan insentif regulasi. Pasalnya, dari sisi pariwisata, penguatan dolar ke rupiah bisa menciptakan permintaan atau istilah lainnya create of demand.

”Peran pemerintah di sini bisa curi start dalam memberi insentif regulasi untuk menarik turis sebanyak-banyaknya, agar kita mendapatkan devisa sebanyak-banyaknya,” katanya.

Namun, terkait harga tiket yang acap kali jadi polemik, pihaknya tak dapat bertindak banyak, sebab itu merupakan sektornya Komisi Pengawas Persiapan Usaha (KPPU). Hanya saja, pemerintah dan stakeholders memberikan dukungan agar masalah itu terpecahkan.

”Saya hanya ingin menyampaikan satu pesan, mudah-mudahan momentum melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini bisa dimanfaatkan oleh semua pihak, termasuk KPPU dalam menggesa penurunan variabel cost terhadap tiket ini, sehingga harga tiket Batam ke Singapura bisa jauh lebih wajar dan berkeadilan untuk semua,” kata Guntur.

Ia menegaskan, bahwa problem yang dihadapi saat ini ada pada aksesibilitas. Di situ, ada dua hal, yaitu soal relaksasi kebijakan visa, serta tarif tiket. Andai dua masalah tersebut teratasi, maka akan berdampak besar bagi kebangkitan pariwisata Kepri.

”Mudah-mudahan hilalnya segera nampak. Kemudian, berharaplah paralel dengan perjuangan kita pada penurunan harga tiket. Kalau itu terjadi dalam waktu bersamaan atau tidak begitu lama, saya yakin tidak begitu susah bagi kita untuk mengejar target kunjungan wisman, walaupun targetnya cukup ambisius,” kata Guntur.

Sebaliknya, jika itu tak terealisasi dalam bulan ini, maka pihaknya sepakat meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menarekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, untuk merevisi target kunjungan wisman ke Kepri.

Sebagai informasi, Menteri Sandiaga Uno memberikan target tinggi terhadap kunjungan turis ke Kepri, sebesar 3 juta lawatan. Sementara, sampai April 2024 ini, tercatat baru ada 480.225 kunjungan wisman.

Ditanya soal target 3 juta kunjungan wisman yang ia mandati ke Pemprov Kepri, Sandi yang berkunjung ke Batam kemarin mengatakan, akan disesuaikan lagi dengan situasi dan kondisi daerah terkini.

”Kita akan sesuaikan (target kunjungan wisman), sekitar 30 sampai 40 persen di bawah target awal yang sudah kita sampaikan,” ujar Sandi. (*)

Muncul Petisi Desak Menkominfo Mundur

0
Menkominfo Budo Arie Setiadi bersama Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSSN) Letjen (Purn) TNI Hinsa Siburian (kanan) pada rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (27/6). Rapat ini membahas penanganan gangguan Pusat Data nasioal (PDN).
F. Salman Toyibi/jawa pos

batampos – Desakan agar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mundur dari jabatannya terus menguat. Petisi datang dari berbagai kalangan.
Ketua Cyberity Arif Kurniawan mengatakan, desakan itu sangat logis seiring menguatnya indikasi kelalaian pemerintah dalam melindungi data warga negara. ”Menkominfo juga harus meminta maaf atas terjadinya krisis keamanan data ini,” tegasnya kepada Jawa Pos (Grup Batam Pos), Sabtu (29/6).

Arif menjelaskan, pihaknya juga melihat adanya indikasi tumpang-tindih kewenangan dalam penyelenggaraan Pusat Data Nasional (PDN). Hal itu sangat tampak ketika pihak-pihak terkait justru saling melempar tanggung jawab ketika ditanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan PDN.

”Ada indikasi birokrasi yang berantakan dalam pembangunan PDN,” ujarnya.

Cyberity juga menyoroti nihilnya petunjuk teknis bagi pengguna layanan PDN yang kena dampak dari serangan ransomware LockBit. Bahkan, penyelenggara PDN belum sepenuhnya menyiapkan skenario back-up data.

”Yang terjadi sebaliknya, Menkominfo justru menyebut keamanan data tanggung jawab bersama antara penyelenggara dan pengguna layanan,” ucapnya.

Komunitas Cyberity telah mengecek beberapa hal terkait serangan ransomware LockBit dan pembangunan PDN. Ada beberapa temuan terkait hal tersebut. Mengenai PDN, Arif mengungkapkan, pembangunan infrastruktur digital itu melibatkan pinjaman asing.

”Dan ada upaya untuk mengutamakan vendor negara pendana,” kata Arif.

Cyberity juga melakukan pengecekan terkait indikasi kebocoran data PDN di sejumlah forum kebocoran data. Hasilnya, ada beberapa data yang pelan-pelan mulai bocor. Mulai data sensitif pertahanan dan keamanan, biometri warga, data personel tentara aktif maupun tidak yang tergabung dalam Badan Intelijen Strategis (Bais), hingga data BPJS.

Selain meminta Menkominfo mundur, Arif mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat pemulihan. Cyberity juga mendesak adanya pengusutan skandal perusahaan LockBit dan dugaan keterlibatan afiliasinya di Indonesia.

”Pemerintah juga harus melakukan antisipasi dan mitigasi bencana kebocoran data sesuai undang-undang,” imbuh Arif.

Desakan agar Budi Arie mundur dari kursi pimpinan Kemenkominfo juga disampaikan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet). SAFEnet bahkan telah membuat petisi khusus terkait desakan tersebut. Hingga pukul 20.00 WIB tadi malam, terpantau 13.317 orang sudah menandatangani petisi yang dibuat sejak 26 Juni 2024 itu.

Direktur Eksekutif SAFEnet Nenden Sekar Arum menegaskan, petisi tersebut murni berdasar persoalan kinerja. Khususnya dalam menangani sistem data nasional. Tak ada sangkut paut dengan politik.

”Ini murni ya, kita tahu semuanya karena memang kinerja yang berdampak langsung ke publik. Politik-politik nomor sekian. Karena kembali lagi ini untuk kepentingan publik,” jelasnya dalam diskusi daring kemarin.

Selain itu, kata Nenden, petisi tersebut juga merupakan langkah simbolis yang ditempuh masyarakat sipil untuk menuntut tanggung jawab negara. Sebab, sejak 20 Juni 2024, tidak ada permintaan maaf dari pemerintah kepada publik soal kelalaian mereka. Permohonan maaf hanya soal layanan publik tidak jalan. Bukan atas kelalaian mereka.

”Jadi ini simbolis. Kita menarget soal siapa yang sekarang bertanggung jawab paling besar soal PDN ini. Dan kita lihat memang Kementerian Kominfo ya,” cetus Nenden.

Karena itu, dia menilai Menkominfo Budi Arie seharusnya mundur sebagai bentuk pertanggungjawabannya.

Pada bagian lain, SAFEnet juga telah membuat posko aduan untuk masyarakat yang menjadi korban peretasan PDN. Saat ini, kata Nenden, pihaknya tengah mengumpulkan data awal mengenai siapa saja yang terdampak hingga bentuk kerugiannya. Nanti data akan dianalisis untuk tahu sebarannya.

”Harapannya, itu bisa menjadi dasar menggugat negara untuk mengembalikan dan ganti rugi hak-hak yang terganggu gara-gara kasus ini,” ungkapnya.

Terlebih, serangan ini bukan yang pertama. Sebelumnya serangan siber dan kebocoran data pribadi juga terjadi pada sejumlah lembaga pemerintah. Misalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Data pribadi tersebut sempat ditawarkan melalui forum jual beli. Di sana data yang dijual mencakup nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor induk kependudukan (NIK), hingga alamat lengkap.

Menurut pemantauan SAFEnet, selama dua tahun terakhir terjadi kebocoran data pribadi setidaknya 113 kali. Detailnya, 36 kali pada 2022 dan 77 kali pada 2023. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan temuan lembaga keamanan siber Surfshack yang menemukan lebih dari 143 juta akun di Indonesia menjadi korban kebocoran data sepanjang 2023. Jumlah tersebut membuat Indonesia berada di urutan ke-13 secara global sebagai negara yang paling banyak mengalami kebocoran data.

SAFEnet juga meminta Kemenkominfo dan BSSN bertanggung jawab penuh atas kondisi yang terjadi. Termasuk mengaudit keamanan semua teknologi dan sumber daya manusia keamanan siber negara yang saat ini digunakan.

Pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya menilai sistem keamanan PDN sangat lemah. Padahal, PDN memiliki penyimpanan data besar yang tidak kalah dengan Amazon Web Services (AWS) maupun Google Cloud.

”Nah, jadi kami lihat bahwa levelnya Amazon, tapi administrasinya (keamanan, Red) selevel warnet,” sindirnya.

Sebab, hacker biasanya bakal meretas jika terdapat celah pada sebuah sistem. Lalu mengincar sumber data yang paling seksi untuk diretas.

”Jika sistem penyimpanan data tidak memiliki proteksi yang baik, akan sangat mudah peretas menyusupi sistem tersebut. Harusnya kan itu pengamanan otomatis patching, lalu ada pengamanan berlapis. Tapi, kalau lihat itu (PDN, Red), saya jadi ragu itu ada pengamanan berlapis,” paparnya.

Di sisi lain, isu data bocor kembali mengguncang media sosial. Kali ini giliran data BPJS dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diisukan bocor setelah mencuat di forum hacker. Kebocoran data tersebut diungkapkan pengguna X dengan akun @FalconFeedsio.

Dalam unggahannya, ia menyebut ada seorang anggota BreachForums yang mengunggah data signifikan terkait BPJS Ketenagakerjaan. Data tersebut meliputi nama lengkap, tanggal lahir, alamat e-mail, nomor telepon, kelompok umur, alamat, hingga kode pos. Lalu, ada pula data yang diduga milik Kemenhub dengan unggahan berupa e-mail dan password hingga file 30 ribu karyawan Kemenhub.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati memastikan kebocoran data itu sudah lampau, yakni pada 2022. Karena itu, tidak akan mengganggu operasional Kemenhub.

”Setelah dilakukan pengecekan, ini data dan kejadian lama tahun 2022. Tidak ada kaitannya dengan kondisi saat ini,” terangnya. (tyo/mia/c9/oni)

Desa Cemaga, Permata Wisata Natuna, jadi Andalan Kepri di ADWI Kemenparekaf 2024

0
Top
GUGUSAN Pulau desa wisata yang mengusung konsep wisata geosite ini masuk dalam 50 daftar Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024

batampos-Kabupaten Natuna, bukan hanya terkenal sebagai daerah strategis nasional, karena berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Namun wilayah yang terdiri dari gugusan pulau-pulau ini, memiliki ceruk-ceruk wisata yang memiliki pesona menenangkan jiwa.

Satu diantara destinasi wisata yang sedang menjadi perbincangan adalah Desa Wisata Cemaga Tengah, di Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna. Karena saat ini, desa wisata yang mengusung konsep wisata geosite ini masuk dalam 50 daftar Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Adapun destinasi-destinasi wisata di Desa Cemaga diantaranya adalah wisata Batu Kasah merupakan salah wisata geosite. Wilayah ini, memiliki panorama alam yang dihiasi oleh batu-batu granit yang menghiasi bibir pantai Batu Kasah sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal, nasional dan internasional.

Memiliki objek wisata geosite dan fasilitas pendukung wisata sesuai dengan kondisi alam wisata yang ada. Di bagian depan objek wisata terdapat pemandangan pulau yang tidak kalah menarik yakni pulau kemudi. Selain itu, didalamnya juga terdapat Pulau Akar yang juga menjadi andalan destinasi disana.

BACA JUGA: Mahasiswa hingga Karyawan Hotel Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pantai Pengudang, Bintan

Pulau mungil nan elok ini memiliki luas sekitar 50 meter persegi. Pulau mungil ini memiliki daya tarik yang memikat wisatawan untuk duduk bersantai di bawah rindangnya pepohonan yang tumbuh di antara bebatuan pulau ini. Diiringi dengan menikmati pemandangan laut lepas yang menawan.

Tidak perlu menyeberangi laut menggunakan kapal untuk menuju destinasi ini. Nah, khusus akses ke Geosite Pulau Akar, Akses dari kota Ranai ke Pulau Akar hanya memakan waktu sekitar 40-50 menit menggunakan motor atau mobil. Dilanjutkan dengan berjalan kaki menyebrangi jembatan yang panjangnya sekitar 100 meter dari Desa Cemaga.

Pulau ini memiliki beberapa gazebo. Gazebo inilah yang digunakan para wisatawan untuk bersantai disana sambil menikmati keunikan pulau yang terdiri dari bebatuan, pepohonan rindang, jernihnya laut lepas, dan birunya langit. Pulau Akar akan lebih menarik lagi jika dikunjungi beberapa saat sebelum matahari terbit. Hamparan sinar hangat yang tercermin di lautan saat matahari terbit membuatnya terlihat semakin indah.

Pulau Akar memiliki bebatuan tertua di Natuna dan menjadi sebagai salah satu geosite di Natuna. Bebatuan di pulau ini berjenis basalt berwarna hitam kehijauan. Bebatuan ini berasal dari kerak samudra dan berumur sekitar 188-144 juta tahun lalu. Namun, karena keberadaannya yang terbatas, maka bebatuan basalt di pulau ini perlu dilindungi.

Gubkepri Ansar Ahmad

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, Kabupaten Natuna memiliki potensi wisata bahari yang menjanjikan. Selain itu, panorama alam yang terbentang menjadi daya tarik tersendiiri di wilayah ini. Dalam mendukung perkembangan wisata di Natuna, Pemprov Kepri terus berupaya melakukan berbagai upaya.

Sebagai Kepala Daerah, Ansar ingin akses ke Natuna terus diperluas, baik itu melalui transportasi laut maupun udara. Karena wilayah ini, punya potensi wisata yang sangat baik. Lewat APBD maupun dukungan APBN, pembangunan pelabuhan maupun akses jalan di wilayah Natuna akan terus ditingkatkan. (*)

Mensos Klaim Sukses Entas 28.775 Warga Miskin

0
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini
Fotografer : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

batampos – Upaya pengentasan kemiskinan tak hanya dilakukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini lewat pembagian bantuan sosial (bansos). Dua tahun terakhir, dia menggalakkan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang diklaim sukses mencetak puluhan ribu warga miskin menjadi mandiri.

Risma (sapaan akrab Tri Rismaharini) mengatakan, hingga Mei 2024, Kementerian Sosial (Kemensos) berhasil ”meluluskan” 18.702 keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara, pada 2023 lalu, KPM yang berhasil keluar dari daftar penerima bansos mencapai 10.073 KPM.

”Jadi, total sejak graduasi tahun 2023 dan 2024, sebanyak 28.775 KPM telah berhasil digraduasi. Artinya, mereka terlepas dari kemiskinan dan tidak lagi menerima bansos,” ujarnya kemarin (29/6). Angka tersebut, terang dia, jauh melampaui target 2023–2024, yaitu sebanyak 16.000 KPM.

Risma menjelaskan, dalam program itu, warga penerima bansos mendapat permodalan dan pelatihan usaha seperti pengemasan, pemasaran, literasi keuangan, dan pendampingan hingga usahanya dinilai berhasil. Setelah itu mereka digraduasi.

Menurut Risma, graduasi merupakan tahap awal dari pembinaan produk. Nantinya para KPM yang sudah digraduasi tetap akan mendapatkan pendampingan pengembangan usaha. Bentuknya, antara lain, pengembangan kemasan dan diversifikasi produk. Pendampingan akan terus dilakukan hingga KPM bisa mandiri.

Namun, dalam perjalanannya, diakui Risma, tidak semua KPM langsung sukses. Dari puluhan ribu KPM, ada 37 orang yang belum berhasil meningkatkan pendapatannya. Risma pun memaklumi hal tersebut lantaran kondisi setiap orang berbeda-beda. Namun, dia optimistis, dengan penanganan berkesinambungan, semua KPM akan berhasil meningkatkan pendapatannya.

Karena itu, Risma berupaya menyasar kaum muda. Khususnya anak-anak dari KPM PKH yang sudah lansia. Hal itu mempertimbangkan kondisi KPM yang sudah lanjut usia dan kurang memungkinkan untuk menjalankan PENA. Nantinya anak-anak KPM PKH yang berusia 23–30 tahun akan diajari berwirausaha sehingga bisa membantu mereka dalam meningkatkan pendapatannya.

”Saya lihat ini nggak mungkin kalau kita menangani orang tuanya. Karena mungkin sudah tua. Jadi, kita cari dari bagian keluarga itu yang usianya 23 sampai 30 tahun, itu kita latih menjadi PENA muda,” jelas mantan wali kota Surabaya tersebut.

Selain itu, Risma mengaku akan fokus pada kantong-kantong kemiskinan di daerah kepulauan yang sulit dijangkau. Pendekatan komunitas dipilih agar memudahkan proses pembinaan.

Sebagai informasi, penerima PENA terbagi menjadi beberapa kelompok seperti PENA Reguler dan PENA Berdikari yang merupakan penerima program PKH dan sembako. Selain itu, ada kelompok PENA Atensi, yang terdiri dari lansia, penyandang disabilitas, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta kelompok rentan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.713 KPM menjadi peserta PENA Reguler dan 13.732 KPM peserta PENA Berdikari yang sudah digraduasi. Sementara untuk PENA Atensi, sudah 6.878 KPM berhasil lulus dari daftar penerima bansos. (mia/c9/oni)

Performa Presiden Joe Biden Buruk

0
Presiden AS Joe Biden berbicara pada kampanye pasca debat pada 28 Juni 2024 di Raleigh, North Carolina.
F. Allison Joyce/Getty Images/AFP

batampos – Kubu Partai Demokrat menunjukkan kekhawatiran menyusul buruknya performa Presiden Joe Biden dalam debat pemilu AS dengan Donald Trump Jumat (28/6) lalu. Partai Demokrat menyampaikan kekhawatiran terkait keberlanjutan Biden di kontestasi Pilpres Amerika Serikat 2024.

Dilansir CNN, ahli strategi Partai Demokrat David Axelrod menilai tidak akan mudah bagi Biden untuk mundur dari kontestasi pilpres meski performanya kurang memuaskan dalam debat terakhir.

’’Biden sudah terpilih sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Dia juga dipilih oleh hampir seluruh delegasi partai dalam pemilihan kandidat terdahulu,” ujarnya. Sistem pemilihan kandidat yang dilakukan Demokrat dengan memprioritaskan suara delegasi partai ketimbang pimpinan partai sudah dilakukan pascapilpres 1968.

David melanjutkan, kondisi berbeda diperkirakan bakal terjadi apabila Biden yang telah terpilih sebagai kandidat oleh mayoritas delegasi memutuskan untuk mundur dari pilpres, meski Partai Demokrat bakal kembali menggelar konvensi di Chicago pada Agustus mendatang.

’’Permasalahannya, jika kandidat utama mengundurkan diri setelah mengantongi suara mayoritas pada pemilihan awal, masing-masing delegasi kembali diharuskan memilih calon kandidat baru pada saat konvensi,’’ papar David.

Partai Demokrat sendiri telah menetapkan batas waktu hingga 22 Juni kepada 3.900 delegasi di negara bagian untuk menentukan kandidat. Saat ini hampir seluruh delegasi menyerahkan nama Biden sebagai proses pemilihan awal. Tidak sekadar berjanji memilih Biden dalam pilpres, para delegasi yang mendukung tersebut juga telah disetujui oleh tim kampanye Biden. (agf/c18/tia)

Kepri Hasilkan Migas Sebanyak 17 Ribu Barel per Hari

0

batampos – Produksi Minyak dan Gas (Migas) di Provinsi Kepulauan Riau mencapai hampir 17 ribu per barel setiap harinya. Media Public Relations SKK Migas, Suhendra Atmaja mengatakan capaian produksi migas 17 ribu per barel setiap hari didukung oleh Medco Energi International yang telah menemukan 10 titik lokasi lahan cadangan migas di Kepulauan Anambas.

WiLAT Komitmen Majukan Batam

0
WiLAT Kepri
Penyerahan plakat penghargaan okeh anggota WiLAT Kepri kepada tamu undangan yg hadir pada pelantikan pengurus. F. Arjuna/Batam Pos

batampos – Sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang logistik dan transportasi di Kepulauan Riau (Kepri), berkomitmen untuk memajukan iklim investasi dengan cara menjadikan Batam sebagai hub logistic international.

Ketua Women in Logistic and Transport (WiLAT) Kepri, Lisa Yulia mengamini hal itu. Dia ingin seluruh pengurus dan anggota organisasi tersebut berperan memajukan Batam hingga terpandang di kancah internasional.

“Kita ini adalah wadah bagi perempuan yang bergerak dibidang logistik dan transport. Ternyata banyak perempuan di Kepri yang bergerak di logistik dan transport. Kami ingin bersama-sama menjadikan batam sebagai hub logistic international, dan berupaya untuk bagaimana memberi kepercayaan kepada dunia global,” kata dia, usai pelantikan pengurus WiLAT Kepri, di Nagoya Hill Hotel Batam, Jumat (28/6).

Ada pekerjaan yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran di WiLAT Kepri. Selain memberikan kontribusi bagi perekonomian, juga strategi untuk menggaet investor-investor asing ke Batam.

“Ini adalah PR (pekerjaan rumah) bagi kami untuk memberikan kontribusi nyata supaya batam menjadi hub logistik international. Perempuan bisa menjadi garda terdepan membangkitkan perekonomian di Batam dan Kepri. Selama ini hanya, maaf, laki-laki saja. Tapi sekarang ternyata banyak perempuan yang berkecimpung di dunia ini,” kata Lisa.

Kendala yang dihadapi oleh mereka para pengusaha yang berkecimpung di bidang itu ialah bagaimana untuk menjalin kolaborasi lebih dalam dengan pemerintah. Tujuannya agar Batam dilirik oleh investor asing.

WiLAT ini merupakan wadah buat para perempuan yang sudah atau mau berkecimpung di sektor logistik dan transportasi. Tak cuma pengusaha, keanggotaan juga diisi oleh akademisi.

Total anggota WiLAT Kepri sebanyak 175 orang, terdiri dari banyak perusahaan dan juga perorangan. Organisasi ini juga terbilang baru, dibentuk sejak dua bulan lalu. (*)

 

Reporter: ARJUNA

Setiap Hari Kepri Hasilkan Migas Sebanyak 17 Ribu Barel

0
Media Public Relations SKK Migas, Suhendra Atmaja

batampos – Produksi Minyak dan Gas (Migas) di Provinsi Kepulauan Riau mencapai hampir 17 ribu barel setiap harinya. Media Public Relations SKK Migas, Suhendra Atmaja mengatakan capaian produksi migas 17 ribu per barel setiap hari didukung oleh Medco Energi International yang telah menemukan 10 titik lokasi lahan cadangan migas di Kepulauan Anambas.

“Intinya nyaris memenuhi target produksi di tahun 2024,” ujar Suhendra Atmaja kepada batampos saat media ghatering, Sabtu, (29/6) malam.

Selama memproduksi, SKK Migas tidak penah mengalami kendala, karena dalam memproduksi, pihaknya selalu membuat perencanaan yang matang.

Setelah selesai produksi, pihaknya akan melalukan rehabilitas lokasi pertambangan seperti semula. Sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan alam.

“Untuk biaya produksi untuk satu titik, mencapai Rp 500 miliar. Itu tidak dibiayai oleh negara melainkan perusahaan yang tergabung di KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama),” terang Suhendra.

Suhendra mengajak seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas untuk terus mendukung kegiatan SKK Migas dengan cara mempublikasikan dengan tujuan investor asing mau berinvestasi di Anambas.

“Kalau itu dilakukan, saya jamin Kbupaten Anambas tidak hanya kabupaten biasa biasa saja. Melainkan menjadi kabupaten yang luar biasa. Bukan tidak mungkin, kalau Kabupaten Anambas menghasilkan Migas dengan tinggi, akan jadi Kabupaten andalan negara,” ujar Suhendra Atmaja.

Saat ini ada 12 perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Kepulauan Riau yaitu Medco Energi International, Premier Oil Natuna-Habour Energy, Star Energy (Kakap), Mandiri Panca Usaha, Prima Energy, Premier Oil Tuna, Medco Energy Natuna Timur, Kufpec Indonesia, Blue Sky, Pertamina Laut Natuna dan Medco Energi Beluga.

“Sekarang yang aktif rutin produksi hanya 3 perusahaan yaitu Harbour Energi, Medco International dan Star Energy,” kata Suhendra. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Setiap Hari Kepri Hasilkan Migas Sebanyak 17 Ribu Per Barel

0
Media Public Relations SKK Migas, Suhendra Atmaja

batampos – Produksi Minyak dan Gas (Migas) di Provinsi Kepulauan Riau mencapai hampir 17 ribu per barel setiap harinya. Media Public Relations SKK Migas, Suhendra Atmaja mengatakan capaian produksi migas 17 ribu per barel setiap hari didukung oleh Medco Energi International yang telah menemukan 10 titik lokasi lahan cadangan migas di Kepulauan Anambas.

“Intinya nyaris memenuhi target produksi di tahun 2024,” ujar Suhendra Atmaja kepada batampos saat media ghatering, Sabtu, (29/6) malam.

Selama memproduksi, SKK Migas tidak penah mengalami kendala, karena dalam memproduksi, pihaknya selalu membuat perencanaan yang matang.

Setelah selesai produksi, pihaknya akan melalukan rehabilitas lokasi pertambangan seperti semula. Sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan alam.

“Untuk biaya produksi untuk satu titik, mencapai Rp 500 miliar. Itu tidak dibiayai oleh negara melainkan perusahaan yang tergabung di KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama),” terang Suhendra.

Suhendra mengajak seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas untuk terus mendukung kegiatan SKK Migas dengan cara mempublikasikan dengan tujuan investor asing mau berinvestasi di Anambas.

“Kalau itu dilakukan, saya jamin Kbupaten Anambas tidak hanya kabupaten biasa biasa saja. Melainkan menjadi kabupaten yang luar biasa. Bukan tidak mungkin, kalau Kabupaten Anambas menghasilkan Migas dengan tinggi, akan jadi Kabupaten andalan negara,” ujar Suhendra Atmaja.

Saat ini ada 12 perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Kepulauan Riau yaitu Medco Energi International, Premier Oil Natuna-Habour Energy, Star Energy (Kakap), Mandiri Panca Usaha, Prima Energy, Premier Oil Tuna, Medco Energy Natuna Timur, Kufpec Indonesia, Blue Sky, Pertamina Laut Natuna dan Medco Energi Beluga.

“Sekarang yang aktif rutin produksi hanya 3 perusahaan yaitu Harbour Energi, Medco International dan Star Energy,” kata Suhendra. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Sebelum Bebas, Napi Lapas Batam Diberi Bekal Keterampilan

0
las lapas
F. lapas kelas a ii batam untuk Batam Pos
Warga binaan lapas Kelas II A Batam mendapat pelatihan mengelas.

Warga Binaan Pemasyarakatan bukan lagi orang yang hanya menjalankan dan menunggu masa hukumannya berakhir. Selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), mereka dibimbing dan dibina agar kembali menjadi pribadi yang baik dan taat hukum serta siap berkerja saat bebas nanti.

Gedung workshop pelatihan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam tampak riuh dengan suara besi dan mesin stang las, Jumat (22/6) lalu. Saat melangkahkan kaki ke dalam gedung tersebut, Heri Kusrita tampak tersenyum bangga. Kalapas Batam ini kagum dengan tiang lampu penerang jalan hasil rakitan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tiang lampu yang dikerjakan sejak dua hari sebelumnya mulai nampak bentuknya.

Meskipun belum sempurna, saat itu Heri sudah merasa yakin bahwa warga binaan yang menjalani pelatihan penge-lasan ini akan sukses membuat tiang lampu penerang jalan. Potongan besi sudah berhasil dibentuk menjadi tiang. Tinggal finishing saja.

”Cukup baik, jalur lasnya juga rapi. Semangat dan pelajari secara serius apa yang diajarkan oleh instruktur ini, biar mahir kalian dalam bidang pengelasan ini,” ujar Heri kepada mereka.

Ya pekan kemarin adalah pekan pelatihan pengelasan bagi puluhan warga binaan Lapas, di bawah instruktur dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam. Supaya latihan tersebut bermanfaat, mereka ditantang merancang dan membuat tiang lampu penerang jalan. Ada 50 unit tiang lampu yang harus dikerjakan.

”Tiang lampu ini nantinya akan digunakan di sekitar lingkungan lapas dulu. Nanti ada evaluasi lagi, dan kalau bagus mungkin bisa kita suplai ke luar biar ada tambahan pemasukan yang diserahkan ke negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ujar Heri.

Program pembinaan dan pelatihan seperti ini sudah menjadi prioritas program kerja pegawai Lapas Batam. Sebagaimana yang diarahkan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI. UPT Pemasyarakatan harus berinovasi mengembangkan potensi warga binaan.

Lapas Batam sendiri saat ini puluhan jenis program pembinaan yang dijalan. Selain kategori pembinaan kerohanian dan kepribadian, warga binaan juga diwajibkan mengikuti program pembinaan bakat dan minat mereka.

Yang suka memasak akan dibina dan dibekali dengan kemampuan memasak. Yang berminat memiliki usaha pembuatan tahu dan tempe juga dibina cara kerja membuat tahu dan tempe. Laundry dan barbershop juga demikian.

”Begitu juga yang berbakat di bagian workshop ada pelatihan tukang meubel, penge-lasan dan juga bengkel kendaraan bermotor. Yang memiliki kemampuan atau bakat di bidang pertanian dan peternakan juga ada pelatihannya tersendiri. Semua pelatihan ini akan disertifikasi nantinya jika WBP benar-benar mengikuti dengan serius sebagai bekal berkas untuk melamar kerja saat bebas nanti,” beber Heri.

Di bidang pertanian, Lapas Batam juga memiliki beberapa program penanaman sayur, jagung, dan melon. Belum lama ini, WBP Lapas Batam sukses mengembangkan
keterampilan budi daya ikan air tawar menggunakan metode bioflok. Ada sekitar 40-an warga binaan yang menekuni teknik pengembangan budidaya ikan metode bioflok.

Metode bioflok merupakan teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaat mikroorganisme pada air kolam yang dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan. Prinsip dasar bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang terdiri dari karbon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen menjadi massa sludge berbentuk bioflok. Perubahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan sebagai bioflok. Pemanfaatan berbagai mikroorganisme air seperti bakteri, alga, fungi, protozoa, metazoan, rotifer, nematoda, gastroricha, dan organisme lainnya dapat memakan kotoran atau zat berbahaya dan akan dijadikan protein agar dapat dimakan oleh ikan.

Penerapan budidaya sistem bioflok ini sudah banyak diterapkan pada perikanan air tawar terutama lele dan nila karena mampu meningkatkan produktivitas hasil perikanan yang lebih tinggi. Selain itu, metode bioflok juga dapat meminimalisir penggunaan lahan karena tidak terlalu luas dan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Metode ini cocok untuk pembudidayaan di lahan yang terbatas seperti Lapas Batam.

”Semua pelatihan ini diupayakan untuk disertifikasi sebagai bekal bagi mereka saat bebas nanti. Inilah metode pembinaan yang ada di lapas sekarang ini. Warga binaan dibina betul baik dalam segi kerohanian, kepribadian ataupun kemampuan atau skill-nya seperti ini. Tujuannya agar mereka bisa kembali menjadi pribadi yang lebih baik lagi saat kembali masyarakat nanti. Mereka tidak lagi berdiam diri atau melakukan pelanggaran yang sama, karena mereka sudah punya skill untuk melanjutkan hidupnya,” ujar Heri.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Produksi Direktorat Jendral Pemasya-rakatan (DirjenPas) Thurman Hutapea sebelumnya menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian ini menjadi program yang penting dalam membina warga binaan di Lapas ataupun Rutan. Dia berharap pegawai lapas terus mengembangkan program pembinaan warga binaan sesuai dengan prinsip dasar Lembaga Pemasyarakatan.

”Prinsip dasar kita (Lembaga Pemasyarakatan) itu membina. Di sini mereka (warga binaan) bukan hanya sekedar mengisi waktu (hukuman). Mereka harus diberdayakan. Mereka harus dipersiapkan agar saat kembali ke masyarakat nanti sudah bisa mandiri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mereka harus punya skill yang bisa dikembangkan di luar nanti,” tutur Thurman saat menyambangi Rutan Batam, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Thurman, pandangan masyarakat terkait Lembaga Pemasyarakatan sebagai tempat hukuman bagi pelaku kejahatan harus diubah. Lapas dan Rutan tempatnya untuk pembinaan. Warga binaan yang berada di sana adalah mereka yang bermasalah dengan hukum, dan petugas di sana mempunyai prinsip kerja dasar yakni membimbing dan membina mereka untuk menjadi pribadi yang taat hukum, mandiri dan berdedikasi untuk Bangsa dan Negara.

”Ingat, yang masuk ke Rutan atau Lapas adalah orang yang bermasalah (dengan hukum). Kita bertugas untuk membina kembali mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jadi jangan berpikir di penjara hanya menunggu waktu hukuman lagi. Mereka ini harus dibina biar keluar nanti bisa mandiri dan menjadi pribadi yang baik dan taat hukum. Tingkatkan terus program pembinaan yang ada,” ujar Thurman.

Kementerian Hukum dan HAM RI, kata Thurman memiliki sederetan program pembinaan untuk menjalan prinsip dasar Lembaga Pemasyarakatan tadi. Beberapa diantaranya adalah mendatangkan lembaga sertifikasi ke Lapas dan Rutan untuk sertifikasi pelatihan yang telah dijalani warga binaan. Tujuannya saat bebas nanti warga binaan bisa menggunakan sertifikasi profesi yang ada untuk bersaing di dunia kerja.

Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau Dannie Firmansyah, juga mene-kan hal yang sama. Program pembinaan kemandirian WBP sudah menjadi kewajiban program kerja Lapas dan Rutan yang ada. Warga binaan tidak saja dipandang sebagai terpidana yang menjalani hukuman tapi harus dipercayakan dengan pelatihan kemandirian seperti ini. Tujuannya agar mereka bisa kembali bersaing kerja saat bebas nanti dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atau aksi kejahatan lainnya.

”Kita dukung penuh dan akan lakukan monitoring dan evaluasi secara rutin. Ini tujuannya bagus untuk membina saudara-saudara kita yang ada di dalam Lapas dan Rutan agar memiliki skill dan kemampuan kerja ke depannya,” ujar Kadivpas. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara