Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 362

Polisi Selidiki Legalitas Jukir Korban Pengeroyokan di Bengkong, Parkir Liar Jadi Sorotan

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan juru parkir di Ocarina. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang tidak hanya mengusut kasus pengeroyokan terhadap seorang juru parkir di kawasan Bengkong, Kota Batam, tetapi juga mendalami legalitas juru parkir yang menjadi korban. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap latar belakang kejadian secara menyeluruh sekaligus menertibkan praktik parkir liar yang kerap memicu konflik di lapangan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan pendalaman ini bertujuan untuk mengetahui secara utuh latar belakang kejadian, termasuk motif para pelaku melakukan pengeroyokan.

“Penyidik tidak hanya fokus pada unsur pidananya, tetapi juga menggali kemungkinan adanya persoalan lain di balik kejadian tersebut. Salah satunya terkait legalitas juru parkir yang menjadi korban,” ujar Debby.

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Ia mengakui, persoalan parkir liar di Kota Batam memang kerap dikeluhkan masyarakat. Praktik juru parkir tanpa izin dinilai berpotensi menimbulkan konflik, baik dengan pengguna jalan maupun antarindividu di lapangan.

“Legalitas juru parkir yang menjadi korban juga akan kami dalami. Kami ingin memastikan duduk perkara kejadian ini secara menyeluruh,” tegasnya.

Sejalan dengan proses penyidikan, Polresta Barelang akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk melakukan penertiban juru parkir liar secara berkelanjutan.

Menurut Debby, penertiban tidak hanya menyasar juru parkir yang tidak memiliki izin, tetapi juga lokasi parkir yang tidak sesuai peruntukan dan berpotensi menimbulkan kemacetan serta gangguan ketertiban umum.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

“Selama ini kami sudah rutin melakukan penertiban bersama instansi terkait demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Debby menegaskan bahwa fokus utama kepolisian saat ini tetap pada penanganan laporan tindak pidana pengeroyokan. Proses hukum terhadap para pelaku akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi berharap, melalui penegakan hukum dan penertiban yang konsisten, situasi keamanan dan ketertiban di Kota Batam dapat terus terjaga serta meminimalisasi konflik yang dipicu oleh persoalan parkir liar. (*)

Artikel Polisi Selidiki Legalitas Jukir Korban Pengeroyokan di Bengkong, Parkir Liar Jadi Sorotan pertama kali tampil pada Metropolis.

Capella Honda Kepri Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat Tips 5P+

0
Capella Honda Kepulauan Riau secara konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye cari aman. F. Istimewa

batampos – Risiko kecelakaan lalu lintas dapat mengintai siapa saja, bahkan ketika pengendara merasa berada di posisi benar. Karena itu, kemampuan pengendara dalam mengenali serta merespons potensi bahaya menjadi kunci utama pencegahan kecelakaan lalu lintas.

Menyadari hal itu, Capella Honda Kepulauan Riau terus menggaungkan pentingnya keselamatan berkendara melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, Capella Honda Kepulauan Riau secara konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cari Aman. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyosialisasikan tips keselamatan berkendara 5P+, yang dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, menjelaskan bahwa konsep 5P+ merupakan panduan sederhana namun efektif untuk membantu pengendara lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan raya.

“Tips 5P+ kami rancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh seluruh pengendara, sehingga keselamatan bisa menjadi kebiasaan,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Adapun lima poin utama dalam konsep 5P+ tersebut meliputi:

Pertama, pakai perlengkapan berkendara sesuai standar. Pengendara diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI dengan tali terpasang sempurna, jaket berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, serta sepatu untuk meminimalkan risiko cedera.

Kedua, perhatikan kanan dan kiri saat di persimpangan. Pengendara diminta memastikan area yang tidak terlihat benar-benar aman serta mengurangi kecepatan saat mendekati persimpangan.

Baca Juga: PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret

Ketiga, pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan. Jarak minimal yang disarankan adalah tiga detik dengan menggunakan patokan benda diam di jalan.

Keempat, periksa kondisi sebelum mendahului. Pastikan situasi lalu lintas aman, nyalakan lampu sein, dan perhatikan kaca spion sebelum berpindah lajur.

Kelima, patuhi rambu lalu lintas serta lengkapi diri dengan SIM dan STNK demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Selain lima poin utama tersebut, Christofer menambahkan aspek pendukung lain yang tak kalah penting, seperti memeriksa kondisi sepeda motor sebelum digunakan. Pemeriksaan meliputi tekanan dan kondisi ban, fungsi rem, lampu utama, lampu sein, lampu rem, klakson, serta pengaturan spion.

Teknik pengereman juga perlu diperhatikan dengan mengombinasikan penggunaan rem depan dan belakang secara bersamaan agar lebih efektif dan stabil.

“Pengendara juga perlu meningkatkan sensitivitas terhadap potensi bahaya. Hal ini bisa dilatih melalui Simulator Honda Riding Trainer di dealer Honda, mengikuti pelatihan safety riding, atau berbagi pengalaman berkendara,” jelasnya.

Selain itu, kewaspadaan terhadap area blind spot perlu ditingkatkan dengan cara mengurangi kecepatan saat melintasi area yang tertutup pandangan. Pengendara juga diimbau mengontrol kecepatan kendaraan karena semakin tinggi kecepatan, semakin besar pula risiko kecelakaan.

“Lebih baik perjalanan sedikit lebih lama karena kita menerapkan langkah preventif, daripada tidak pernah sampai ke tujuan. Cari Aman saat naik motor,” tegas Christofer.

Baca Juga: Program Magang Mahasiswa 2026, Kemenag Batam Tunggu Petunjuk Teknis

Komitmen edukasi keselamatan berkendara ini turut ditegaskan oleh Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau, Duri Yanto. Menurutnya, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama antara pengendara, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui edukasi 5P+, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli dan sadar bahwa kebiasaan kecil yang benar dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kecelakaan di jalan raya,” ujarnya.

Melalui kampanye berkelanjutan tersebut, Capella Honda Kepri berharap budaya keselamatan berkendara semakin tertanam di tengah masyarakat. (*)

Artikel Capella Honda Kepri Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat Tips 5P+ pertama kali tampil pada Metropolis.

Penumpang Wings Air di Letung Terlantar Hampir Sepekan

0
Calon penumpang Wings Air yang gagal berangkat, Zikri Waldi (kiri) dan Rina saat memberikan pernyataan pasca tiga kali keberangkatan ditunda. F. Zikri untuk Batam Pos

Penerbangan Berulang Kali Dibatalkan, Maskapai Tak Beri Kepastian Keberangkatan

batampos – Puluhan penumpang Wings Air rute Letung–Batam terpaksa terlantar hampir sepekan di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penerbangan yang dijadwalkan berulang kali dibatalkan tanpa kejelasan, memicu keluhan keras terhadap pelayanan Lion Air Group.

Pembatalan terakhir terjadi pada penerbangan Wings Air nomor IW1229 yang dijadwalkan berangkat Jumat (23/1). Informasi pembatalan disampaikan secara sepihak melalui pesan singkat WhatsApp kepada penumpang, tanpa penjelasan rinci mengenai alasan teknis.

Dalam pemberitahuan tersebut, pihak maskapai hanya menawarkan perubahan jadwal penerbangan ke Senin (26/1) pukul 14.30 WIB dengan nomor penerbangan yang sama. Penumpang diminta menyetujui perubahan jadwal, meski harus menunggu hingga tiga hari berikutnya. Wings Air diketahui melayani rute Letung setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Baca Juga: TKD Dipangkas, Bupati Anambas Temui Kemenkeu Minta Kepastian Fiskal Daerah Kepulauan

Namun, bagi sebagian penumpang, penundaan ini bukan yang pertama. Sejumlah penumpang mengaku telah mengalami pembatalan hingga tiga kali sejak 21 Januari 2026, sehingga total waktu tunggu mencapai hampir satu minggu di Jemaja.

Sedikitnya 20 calon penumpang terdampak langsung. Mereka memiliki kepentingan mendesak, mulai dari urusan kedinasan, pengobatan, hingga bisnis ke luar daerah maupun luar negeri yang akhirnya gagal terlaksana.

Salah satu penumpang, Muhammad Zikri Waldi, Sekretaris Pengadilan Agama Tarempa, mengaku gagal menghadiri agenda audiensi Pengurus Pusat IPASPI di Komisi III DPR RI yang dijadwalkan pada 26 Januari 2026.

“Perjalanan ini saya lakukan secara swadaya, bukan menggunakan anggaran pemerintah. Tapi akhirnya gagal berangkat karena penerbangan dibatalkan berkali-kali,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Berpenampilan Ala Ustaz, Pria Asal Sumut Bikin Resah Emak-emak di Anambas

Selama masa penundaan, menurut Zikri, penumpang hanya difasilitasi kamar hotel tanpa konsumsi yang layak.

“Selama tiga hari kami hanya diberi kamar hotel tanpa makan. Ini sangat merugikan dan tidak sesuai dengan hak penumpang,” katanya.

Ia menuturkan, pada hari keberangkatan seluruh penumpang telah berada di Bandara Letung sesuai jadwal. Awalnya, pihak bandara menyampaikan keterlambatan sekitar 80 menit dan hanya memberikan makanan ringan. Namun setelah menunggu, penerbangan justru dibatalkan.

“Alasannya karena ada keretakan kaca pesawat, tetapi tidak dijelaskan secara terbuka sejak awal,” ungkap Zikri.

Keluhan serupa disampaikan Rina, warga Tarempa, yang hendak membawa suaminya berobat ke Rumah Sakit Awal Bros Batam. Ia mengaku penerbangannya tertunda sejak 21 Januari hingga 26 Januari 2026.

“Kami hampir satu minggu tertahan di Jemaja. Dua kali penerbangan dibatalkan, padahal jatah cuti saya sangat terbatas,” kata Rina.

Penumpang lain yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian bisnis karena gagal melanjutkan perjalanan ke Singapura. Hotel yang telah dipesan untuk 24–26 Januari 2026 senilai Rp4,2 juta hangus akibat pembatalan penerbangan.

Baca Juga: Polres Anambas Luncurkan Layanan SKCK Online, Warga Hemat Biaya dan Waktu

Para penumpang menilai Lion Air Group dan Wings Air lalai dalam memberikan kepastian jadwal serta kompensasi yang layak. Selain kerugian materi, mereka juga mengalami tekanan psikologis akibat ketidakpastian dan biaya hidup tambahan selama penundaan.

Penumpang mendesak Wings Air bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila terus ditelantarkan tanpa kejelasan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lion Air Group dan Wings Air belum memberikan keterangan resmi. Batam Pos berupaya melakukan konfirmasi kepada Manager Lion Air Group Area Kepri, Amar, baik melalui pesan WhatsApp dan telepon, tapi yang bersangkutan belum memberikan respons. (*)

Artikel Penumpang Wings Air di Letung Terlantar Hampir Sepekan pertama kali tampil pada Kepri.

Rp161 Miliar Dana Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan ke 1.070 Korban

0
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. F. Nurul Fitriana/JawaPos.com

batampos – Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan dana senilai Rp161 miliar kepada 1.070 korban penipuan digital (scam). Dana tersebut berasal dari hasil pemblokiran rekening pelaku yang tersebar di 14 bank, sejak IASC mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026.

Pengembalian dana korban penipuan ini diserahkan secara simbolis dalam kegiatan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku koordinator Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pengembalian dana tersebut merupakan bukti nyata sinergi antara OJK, kementerian/lembaga, serta industri perbankan dalam melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital.

Baca Juga: Awali 2026 dengan Optimisme, BAIC Ekspansi dan Resmikan Dealer ke-17 di Batam

“Pengembalian dana korban scam ini menjadi simbol nyata kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan yang semakin kompleks, inovatif, dan sulit dibayangkan modusnya,” ujar Friderica, Sabtu (24/1).

Ia mengungkapkan, kejahatan keuangan digital saat ini semakin masif dan banyak melibatkan lintas negara, sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

“Modus penipuan yang sering digunakan antara lain penipuan transaksi belanja, impersonation atau fake call, penipuan investasi, lowongan kerja palsu, penipuan melalui media sosial, hingga love scam,” jelasnya.

Dalam penanganan pengaduan, IASC menghadapi berbagai tantangan, mulai dari lonjakan laporan masyarakat, keterlambatan pelaporan korban, kebutuhan percepatan pemblokiran rekening, hingga kompleksitas aliran dana yang berpindah dengan cepat.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa keberhasilan pengembalian dana korban merupakan wujud komitmen kuat OJK bersama kementerian/lembaga dan industri jasa keuangan dalam melindungi konsumen.

“Sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memerangi berbagai modus scam yang terus berkembang,” kata Mahendra.

OJK juga mengapresiasi keberanian para korban yang bersedia berbagi pengalaman, karena dinilai dapat menjadi pembelajaran penting sekaligus memperkuat upaya pencegahan kejahatan keuangan digital.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan ke IASC apabila menjadi korban penipuan di sektor jasa keuangan. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang dana korban dapat diselamatkan dan dikembalikan.

Baca Juga: Isu Greenland Memanas, China Minta AS Hormati Hukum Internasional

Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, menegaskan bahwa penipuan di sektor jasa keuangan merupakan kejahatan serius dengan tingkat kompleksitas tinggi.

“Ini bukan kejahatan biasa, ini white collar crime. Modus dan teknisnya sangat canggih,” ujar Misbakhun.

Ia menilai kehadiran IASC dan langkah-langkah yang diambil OJK melalui Satgas PASTI telah memberikan dampak nyata sekaligus menghadirkan harapan bagi masyarakat.

Berdasarkan data OJK, sejak berdiri pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, IASC telah menerima 432.637 pengaduan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Dari jumlah tersebut, dana yang berhasil diblokir mencapai Rp436,88 miliar.

Pelaporan penipuan keuangan dapat dilakukan melalui situs resmi Indonesia Anti-Scam Centre di iasc.ojk.go.id. Satgas PASTI juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pihak-pihak yang mengatasnamakan IASC secara tidak resmi. (*)

Artikel Rp161 Miliar Dana Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan ke 1.070 Korban pertama kali tampil pada News.

TPS Baru di Batuaji Mulai Beroperasi, Solusi Atasi Tumpukan Sampah

0
Ilustrasi: Pemandangan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Marina City, Kecamatan Batuaji, Senin (29/12).

batampos – Pemerintah Kecamatan Batuaji mulai mengoperasikan tempat penampungan sampah sementara (TPS) baru di Jalan Diponegoro, tepatnya di seberang TPU Sei Temiang. Kehadiran TPS ini diharapkan mampu mengurai persoalan tumpukan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.

Camat Batuaji, Addi Harnus, mengatakan TPS tersebut telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat. Saat ini hanya tersisa penyempurnaan minor seperti pemasangan pagar.

“TPS baru ini sudah bisa digunakan. Kemarin tahap penyelesaian, seperti pemasangan pagar,” ujar Addi, Jumat (23/1).

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Ia menjelaskan, pembukaan TPS ini juga menjadi bagian dari upaya penertiban TPS liar yang masih banyak ditemukan, khususnya di wilayah Tanjung Uncang.

“Di Tanjung Uncang masih kita temukan TPS liar, terutama di pinggir jalan dan dekat permukiman. Ini yang akan kita atasi secara bertahap,” katanya.

Menurut Addi, persoalan sampah di Batuaji sudah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian serius pemerintah kota. Bahkan, Tim Task Force bentukan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya telah mengangkut ratusan ton sampah dari sejumlah TPS liar di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan karena dampaknya bisa memicu banjir dan masalah kesehatan,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah masih kerap terlihat di TPS Jalan Marina City, tepatnya di sekitar Simpang Jupiter. Di sisi kiri dan kanan jalan, sampah menumpuk disertai lalat dan aroma menyengat yang tercium hingga puluhan meter.

Baca Juga: PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret

Jeri, warga Perumahan Jupiter, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, bau sampah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terlebih lokasi TPS berada di jalan utama menuju kawasan perumahan.

“Seharusnya TPS dipindahkan ke lahan yang jauh dari jalan utama. Setiap hari kami harus mencium bau sampah saat melintas,” katanya.

Dengan mulai beroperasinya TPS baru di Jalan Diponegoro, pemerintah kecamatan berharap persoalan tumpukan sampah di Batuaji dapat berangsur teratasi, sekaligus menekan keberadaan TPS liar di wilayah tersebut. (*)

Artikel TPS Baru di Batuaji Mulai Beroperasi, Solusi Atasi Tumpukan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal

0
Kabiro Humas dan Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

Rekayasa Jaringan Berhasil, Ariastuty Pimpin Koordinasi RT/RW

batampos – Krisis air bersih yang sempat memicu keluhan warga di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah mulai berangsur teratasi. BP Batam memastikan distribusi air ke rumah-rumah warga kini telah berjalan kembali, disertai penguatan koordinasi pengiriman truk tangki untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah langkah cepat untuk meredam dampak gangguan suplai, termasuk membangun sistem koordinasi langsung dengan perangkat RT dan RW.

“Untuk mengatasi krisis air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, kami sudah membuat grup koordinasi bersama para RT dan RW untuk pengiriman truk-truk tangki. Kami juga menyusun daftar kebutuhan masing-masing RT, berapa tangki yang dibutuhkan, sehingga distribusinya lebih terukur,” katanya, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

Ia mengakui, pada awal penerapan sistem tersebut sempat terjadi kendala teknis. Pengiriman pada 20 Januari lalu berlangsung dinamis karena adanya tambahan permintaan dari beberapa RT serta persoalan armada pengangkut. Kondisi itu disebut sebagai bagian dari proses penyesuaian sistem baru.

“Ini pertama kali kami menjalankan pola koordinasi langsung dengan RT/RW. Sebelumnya berbasis nomor tiket, tetapi ternyata belum optimal. Sekarang kami bisa memonitor langsung kekurangan air di masing-masing wilayah,” kata Tuty.

Selain distribusi tangki, perbaikan teknis di jaringan utama juga telah dilakukan. Rekayasa jaringan yang diterapkan BP Batam memungkinkan air kembali mengalir sekitar 3-4 jam pada malam hari. Beberapa pompa di hulu yang sebelumnya mengalami kerusakan juga tengah diganti untuk memulihkan tekanan air.

“Memang ada sedikit penurunan tekanan karena pompa rusak, tetapi sekarang sudah mulai diganti. Air sudah teraliri ke rumah-rumah warga secara bertahap. Kami juga tetap merekayasa pola distribusi agar seluruh daerah bisa merasakan suplai,” ujar dia.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

Untuk jangka pendek, kombinasi suplai bergilir dan pengiriman tangki menjadi solusi terbaik. Tuty memastikan, setiap laporan kebutuhan tambahan dari warga bakal segera ditindaklanjuti.

“Seluruh RT/RW sudah terhubung langsung dengan saya melalui grup WhatsApp agar komunikasi lebih cepat. Dari laporan para RW, truk tangki di beberapa wilayah sudah mencukupi,” katanya.

“Sambil menunggu proses pembangunan jaringan air dari Sukajadi ke M3G (Simpang Jam) dan dari Ozon ke Bukit Senyum estimasi akhir juni ini. Itu akan akan membantu distribusi air wilayah Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong serta daerah lainnya” tambah Tuty.

Di tingkat warga, kondisi juga mulai menunjukkan perbaikan. RW 01 Tanjung Sengkuang, Azis, menyebut pasokan air di wilayahnya sudah kembali mengalir walaupun tekanan belum sepenuhnya normal.

“Alhamdulillah, air sudah mengalir seperti sediakala walaupun belum begitu besar,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Ia bilang, kebutuhan air tangki pun menurun seiring kembalinya aliran air. Dari semula mengajukan 17 tangki, kini hanya memesan 5 sampai 6 tangki per hari sebagai cadangan.

“Kemarin kami pesan 6 tangki. Hari ini 5 tangki. Kami lihat sampai sore apakah perlu tambahan atau tidak. Respons petugas cepat, tidak ada kendala dalam pemesanan,” ujar Azis.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa titik yang proses normalisasinya berlangsung bertahap. Ia menyampaikan, bahwa besar harapan warga sekitar agar perbaikan pompa dan stabilisasi jaringan dapat segera tuntas sehingga distribusi kembali normal sepenuhnya.

Distribusi air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah kini berangsur membaik. BP Batam juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus berkomunikasi melalui jalur resmi apabila membutuhkan bantuan tambahan. (*)

Artikel Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal

0
Kabiro Humas dan Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

Rekayasa Jaringan Berhasil, Ariastuty Pimpin Koordinasi RT/RW

batampos – Krisis air bersih yang sempat memicu keluhan warga di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah mulai berangsur teratasi. BP Batam memastikan distribusi air ke rumah-rumah warga kini telah berjalan kembali, disertai penguatan koordinasi pengiriman truk tangki untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah langkah cepat untuk meredam dampak gangguan suplai, termasuk membangun sistem koordinasi langsung dengan perangkat RT dan RW.

“Untuk mengatasi krisis air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, kami sudah membuat grup koordinasi bersama para RT dan RW untuk pengiriman truk-truk tangki. Kami juga menyusun daftar kebutuhan masing-masing RT, berapa tangki yang dibutuhkan, sehingga distribusinya lebih terukur,” katanya, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

Ia mengakui, pada awal penerapan sistem tersebut sempat terjadi kendala teknis. Pengiriman pada 20 Januari lalu berlangsung dinamis karena adanya tambahan permintaan dari beberapa RT serta persoalan armada pengangkut. Kondisi itu disebut sebagai bagian dari proses penyesuaian sistem baru.

“Ini pertama kali kami menjalankan pola koordinasi langsung dengan RT/RW. Sebelumnya berbasis nomor tiket, tetapi ternyata belum optimal. Sekarang kami bisa memonitor langsung kekurangan air di masing-masing wilayah,” kata Tuty.

Selain distribusi tangki, perbaikan teknis di jaringan utama juga telah dilakukan. Rekayasa jaringan yang diterapkan BP Batam memungkinkan air kembali mengalir sekitar 3-4 jam pada malam hari. Beberapa pompa di hulu yang sebelumnya mengalami kerusakan juga tengah diganti untuk memulihkan tekanan air.

“Memang ada sedikit penurunan tekanan karena pompa rusak, tetapi sekarang sudah mulai diganti. Air sudah teraliri ke rumah-rumah warga secara bertahap. Kami juga tetap merekayasa pola distribusi agar seluruh daerah bisa merasakan suplai,” ujar dia.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

Untuk jangka pendek, kombinasi suplai bergilir dan pengiriman tangki menjadi solusi terbaik. Tuty memastikan, setiap laporan kebutuhan tambahan dari warga bakal segera ditindaklanjuti.

“Seluruh RT/RW sudah terhubung langsung dengan saya melalui grup WhatsApp agar komunikasi lebih cepat. Dari laporan para RW, truk tangki di beberapa wilayah sudah mencukupi,” katanya.

“Sambil menunggu proses pembangunan jaringan air dari Sukajadi ke M3G (Simpang Jam) dan dari Ozon ke Bukit Senyum estimasi akhir juni ini. Itu akan akan membantu distribusi air wilayah Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong serta daerah lainnya” tambah Tuty.

Di tingkat warga, kondisi juga mulai menunjukkan perbaikan. RW 01 Tanjung Sengkuang, Azis, menyebut pasokan air di wilayahnya sudah kembali mengalir walaupun tekanan belum sepenuhnya normal.

“Alhamdulillah, air sudah mengalir seperti sediakala walaupun belum begitu besar,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Ia bilang, kebutuhan air tangki pun menurun seiring kembalinya aliran air. Dari semula mengajukan 17 tangki, kini hanya memesan 5 sampai 6 tangki per hari sebagai cadangan.

“Kemarin kami pesan 6 tangki. Hari ini 5 tangki. Kami lihat sampai sore apakah perlu tambahan atau tidak. Respons petugas cepat, tidak ada kendala dalam pemesanan,” ujar Azis.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa titik yang proses normalisasinya berlangsung bertahap. Ia menyampaikan, bahwa besar harapan warga sekitar agar perbaikan pompa dan stabilisasi jaringan dapat segera tuntas sehingga distribusi kembali normal sepenuhnya.

Distribusi air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah kini berangsur membaik. BP Batam juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus berkomunikasi melalui jalur resmi apabila membutuhkan bantuan tambahan. (*)

Artikel Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal pertama kali tampil pada Metropolis.

Begini Hitung-hitungan Barcelona Bisa Masuk Peringkat 8 Besar di Liga Champions

0
Fermin Lopez cetak brace untuk Barcelona saat melawan Slavia Praha. (@FCBarcelona/X)

batampos – Barcelona kembali membuka asa untuk lolos otomatis ke babak knock-out Liga Champions setelah meraih kemenangan 4-2 pada Rabu (21/1) malam.

Hasil tersebut menjadi dorongan penting bagi tim asuhan Hansi Flick, yang kini masih harus berjuang hingga pertandingan terakhir fase grup.

Kemenangan itu membawa Barcelona naik ke posisi kesembilan klasemen dengan koleksi 13 poin. Mereka hanya terpaut satu peringkat dari zona aman delapan besar, yang berarti peluang masih terbuka lebar meski sama sekali belum aman.

Persaingan Super Ketat di Papan Tengah

Melansir Barca Blaugranes, dengan satu laga tersisa, persaingan menuju delapan besar berada pada titik paling menegangkan.

Delapan tim teratas akan langsung melaju ke babak berikutnya, sementara tim peringkat ke-9 hingga ke-24 harus melewati babak play-off yang melelahkan.

Masalahnya, jarak poin di papan tengah hampir tak ada. Delapan tim saat ini sama-sama mengoleksi 13 poin, mulai dari posisi keenam hingga ke-13.

Artinya, satu kemenangan, satu hasil imbang, atau bahkan selisih gol bisa mengubah segalanya dalam semalam.

Barcelona akan menutup fase grup dengan laga kandang melawan Copenhagen. Skenarionya cukup jelas: mereka harus menang, lalu berharap hasil pertandingan lain berpihak pada mereka.

Faktor Laga Lain dan Selisih Gol

Ada kabar baik bagi Barcelona. Dua tim yang berada tepat di atas mereka di klasemen akan saling berhadapan di laga terakhir.

Situasi ini memastikan salah satu—atau bahkan keduanya—kehilangan poin, membuka peluang Barca untuk menyodok ke delapan besar.

Namun, selisih gol juga bisa menjadi penentu krusial. Saat ini, Barcelona memiliki selisih gol +5, tetapi beberapa rival langsung mereka memiliki catatan yang lebih baik. Artinya, kemenangan saja mungkin belum cukup jika hasil lain berjalan tidak sesuai harapan.

Dalam kondisi seperti ini, Barcelona bukan hanya dituntut menang, tetapi juga tampil meyakinkan.

Flick Fokus Selesaikan Tugas Sendiri

Hansi Flick menegaskan bahwa target utama timnya adalah menghindari babak play-off, terutama di tengah jadwal musim yang padat. Ia menyadari awal perjalanan Barcelona di Liga Champions tidak ideal, tetapi peluang masih ada di tangan mereka sendiri.

“Kami memiliki kesempatan untuk finis di delapan besar, dan itulah tujuan kami,” kata pelatih asal Jerman tersebut.

“Kami tidak memulai Liga Champions ini dengan baik, tetapi pada akhirnya kami memiliki kesempatan untuk berada di antara delapan besar, dan itulah yang kami inginkan, karena itu berarti kami akan memiliki dua pertandingan lebih sedikit dan akan membantu kami pulih.”

Meski begitu, ia juga bersikap realistis.

“Tetapi jika kami harus memainkan dua pertandingan, kami akan memainkannya.”

Kini, semua mata tertuju pada laga terakhir. Barcelona sudah melakukan bagian tersulit dengan menjaga peluang tetap hidup. Tinggal satu pertandingan lagi—dan sedikit bantuan dari hasil lain—untuk menentukan apakah mereka bisa menghindari jalur play-off dan melangkah lebih tenang ke fase berikutnya.(*)

Artikel Begini Hitung-hitungan Barcelona Bisa Masuk Peringkat 8 Besar di Liga Champions pertama kali tampil pada Olahraga.

Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. F. Antara

batampos – Kekhawatiran terkait dugaan kasus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) di Batam dipastikan mereda. Hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK) menyatakan pasien dewasa yang sebelumnya dirawat usai pulang umrah dinyatakan negatif MERS-CoV.

“Spesimen sudah diperiksa dan hasil laboratorium telah keluar dengan hasil negatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (23/1).

Pemeriksaan dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK). Berdasarkan data yang diterima Dinkes Batam, spesimen pasien diperiksa pada 19 Januari 2026 dan hasilnya keluar pada hari yang sama.

Baca Juga: Kebakaran Dekat Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam, Operasional Tetap Aman

Jenis spesimen yang diuji meliputi swab orofaring dan sputum. Seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan negatif MERS-CoV dan telah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Kota Batam.

Pasien sebelumnya dirawat di rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan sepulang dari Timur Tengah usai menunaikan ibadah umrah. Riwayat perjalanan tersebut sempat membuat tenaga kesehatan menetapkan pasien sebagai suspek MERS, mengingat penyakit ini endemik di kawasan Timur Tengah.

Didi menjelaskan, MERS berbeda dengan influenza A maupun COVID-19. Penyakit ini merupakan infeksi saluran pernapasan berat yang disebabkan oleh virus corona jenis MERS-CoV.

“MERS bukan super flu dan bukan COVID-19. Ini infeksi paru atau pneumonia berat akibat virus corona jenis MERS-CoV,” jelasnya.

Ia menambahkan, MERS pertama kali teridentifikasi pada 2012 di Timur Tengah dengan gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi gagal napas dengan tingkat kematian relatif tinggi.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Meski hasil pemeriksaan pasien dinyatakan negatif, Didi mengimbau masyarakat tetap waspada. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan berat, terutama yang disertai demam tinggi dan sesak napas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik berlebihan terhadap isu MERS-CoV maupun super flu, namun tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggunakan masker saat mengalami flu dan berinteraksi dengan orang lain.

“Sejauh ini, Batam masih aman dari sebaran MERS-CoV maupun super flu,” pungkas Didi. (*)

Artikel Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif pertama kali tampil pada Metropolis.

PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret

0
Pengecekan jaringan gas di salah rumah warga di Batam.

batampos – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam menargetkan pembangunan 10.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga sepanjang tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat sekaligus mendukung energi bersih di Kota Batam.

Sales Head Area PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan pembangunan jargas tersebut akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2026.

“Pembangunan 10.000 sambungan jargas ini dilakukan bertahap dan ditargetkan selesai dalam tahun 2026,” ujar Wendi, Jumat (23/1).

Untuk tahap awal, pemasangan jaringan gas rumah tangga direncanakan mulai Maret 2026. Saat ini, PGN Batam masih menuntaskan proses pengiriman material sebagai persiapan pelaksanaan di lapangan.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

“Perkiraan Maret sudah mulai pemasangan. Saat ini kami sedang dalam proses pengiriman material,” jelasnya.

Adapun pembangunan jargas tahap awal akan difokuskan di tiga kecamatan, yakni Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar dari sisi jumlah rumah tangga serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Hingga Desember 2025, PGN Batam mencatat jumlah pelanggan jargas rumah tangga telah mencapai 8.829 pelanggan. Jaringan tersebut tersebar di 30 perumahan yang berada di Kecamatan Batuai, Sagulung, dan Batam Kota.

Dalam lima tahun ke depan, PGN Batam menargetkan jumlah pelanggan jargas di Batam dapat mencapai 250 ribu sambungan rumah. Untuk mencapai target tersebut, PGN telah menyiapkan sejumlah strategi.

“Strategi kami antara lain melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keuntungan menggunakan gas bumi, berkoordinasi dengan perangkat setempat untuk mempermudah pendaftaran calon pelanggan, serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan,” papar Wendi.

Baca Juga: Kebakaran Dekat Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam, Operasional Tetap Aman

Ia menambahkan, hingga saat ini belum terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan program jargas di Batam. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat serta sinergi yang terjalin baik antara PGN, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada kendala berarti karena adanya sinergi yang baik antara PGN, masyarakat, dan stakeholder,” pungkasnya. (*)

Artikel PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret pertama kali tampil pada Metropolis.