
batampos – RAMADAN bukan hanya menjadi bulan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri. Di berbagai belahan dunia, bulan suci ini juga dirayakan dengan tradisi khas yang mencerminkan kekayaan budaya umat Islam.
Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan sehingga suasananya terasa lebih bermakna dan istimewa.
Berikut 10 tradisi unik Ramadan dari berbagai negara:
1. Fanous warna-warni (Mesir)
Di Mesir, kota dan desa dihiasi lentera warna-warni yang disebut fanous setiap malam selama Ramadan. Lentera ini menjadi simbol kegembiraan dan cahaya di bulan suci serta menghadirkan pemandangan ikonik.
2. Seheriwalas (India)
Di New Delhi, India, tradisi kuno dilakukan oleh seheriwalas atau zohridaars. Mereka berjalan di kawasan permukiman pada dini hari sambil melantunkan doa dan seruan agar warga bangun untuk sahur.
3. Ritual Padusan (Indonesia)
Di Pulau Jawa, Indonesia, banyak Muslim menjalankan tradisi padusan, yakni mandi atau berendam di sumber mata air, sungai, atau kolam sebelum Ramadan tiba. Tradisi ini melambangkan penyucian diri secara lahir dan batin.
4. Nafar (Maroko)
Di Maroko, seorang penabuh tradisional yang disebut nafar berkeliling kampung pada dini hari sambil memainkan alat musik untuk membangunkan warga sahur.
5. Lagu religius tradisional (Albania)
Di Albania, komunitas Rom memiliki kebiasaan menyanyikan lagu religius tradisional diiringi alat musik lodra (gendang kulit kambing) saat berbuka dan sahur bersama keluarga.
6. Permainan Muheibes (Irak)
Di Irak, permainan tradisional muheibes sangat populer saat Ramadan. Dua tim besar bertanding menebak siapa yang menyembunyikan cincin di genggaman tangan untuk memperoleh poin.
7. Tradisi ‘Buka Pintu’ (Kamerun)
Di Kamerun, komunitas Muslim membuka pintu rumah mereka untuk siapa saja yang membutuhkan makanan berbuka. Tradisi ini mempererat silaturahmi sekaligus menjadi bentuk sedekah.
8. Penabuh Davul (Turkiye)
Di Turkiye, sejumlah warga berpakaian tradisional menabuh drum davul untuk membangunkan masyarakat sahur. Tradisi ini diwariskan sejak era Kesultanan Utsmaniyah.
9. Puisi Raivaru (Maladewa)
Di Maladewa, masyarakat melantunkan zikir dalam bentuk puisi khas yang disebut Raivaru. Tradisi ini menghidupkan malam Ramadan dengan nuansa seni dan spiritualitas.
10. Maan Kykers (Afrika Selatan)
Di Afrika Selatan, pengamat hilal atau maan kykers ditunjuk langsung oleh Majelis Kehakiman Islam setempat. Tradisi ini menandai berakhirnya Ramadan dengan pengamatan langsung bulan sabit sebagai penentu datangnya Syawal.
Ragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga perayaan budaya yang memperkaya khazanah umat Islam di seluruh dunia. (*)
Artikel 10 Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara, Ada dari Indonesia pertama kali tampil pada News.









