Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3657

Sakit, Satu JCH Karimun Ditunda Keberangkatan

0
karena sakit, cjh asal karimun ini terpaksa ditunda keberangkatannya sampai kondisi pulih

batampos– Satu Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Karimun terpaksa ditunda keberangkatan karena mengidap penyakit. JCH asal Kundur Utara inipun harus menjalani perawatan di RS Otorita Batam.

Kasi Haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Endang Sri Wahyu ketika dikonfirmasi membenarkan ada satu JCH yang ditunda keberangkatannya.

“Ya, ada satu JCH asal Kundur bernama Rasyit Ngata Tola berusia 78 tahun ditunda keberangkatan karena masalah kesehatan,” ujar Endang Sri Wahyu, Senin (13)5).

BACA JUGA:

Endang menyebutkan, Rasyid saat ini sedang menjalani perawatan di RS Otorita Batam. Hal ini dimungkinkan karena faktor usia, dan kelelahan.

“Saat pemeriksaan di embarkasi Batam, diketahui JCH asal Kundur Utara ini kondisi kesehatannya menurun, dan dianggap tidak layak untuk berangkat. Jadi, sementara ditunda dulu sampai benar-benar pulih kesehatannya,” beber Endang.

BACA JUGA: 445 Jemaah Kloter 2 E Embarkasi Batam Diterbang Menuju Madinah

Makanya, Endang tidak bisa memastikan sampai kapan yang bersangkutan kembali diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah.

“Pastinya, sampai pihak dokter yang menangani menyatakan beliau sehat, maka bisa d berangkatkan menunaikan haji,” imbuh Endang.

Sebagai informasi, total JCH yang dilepas keberangkatan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq pada Minggu (12/5) lalu, sebanyak 128 orang ditambah dua orang Petugas Haji Daerah (PHD).

Tapi satu JCH ditunda keberangkatan ke Makkah karena masalah kesehatan.
Bupati Aunur Rafiq berpesan kepada seluruh JCH untuk tetap menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.

“Mudah-mudahan menjadi Haji Mabrur, serta tiba dengan selamat ke tanah air,” pesan Bupati. (*)

Reporter: Ichwanul Fahmi

BP Batam Targetkan Pengerjaan Jalan Layang Sei Ladi Rampung Desember 2024

0
jalan layang sei ladi
Pengerjaan Jalan Layang Sei Ladi sudah mencapai 30%. BP Batam menargetkan rampung Desember 2024 mendatang.

batampos – Progres pengerjaan Jembatan Layang (Fly Over) Sei Ladi, Kota Batam, hingga saat ini telah mencapai 30 persen.

BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut sesuai target yang ada yakni pada Desember 2024.

“Saat ini, pengerjaan sudah mulai memasuki tahap pelaksanaan pondasi bore pile di beberapa titik,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Senin (13/5/2024).

Selain itu, Tuty menyampaikan jika kontraktor proyek tersebut juga telah memproduksi sebanyak delapan girder.

Dimana, girder atau gelagar jembatan merupakan balok penopang struktural utama dan memiliki kemampuan menahan beban yang jauh lebih besar. Nantinya, balok-balok tersebut yang akan mendukung semua beban yang bekerja pada jembatan.

“Sesuai laporan tim di lapangan, pelebaran jalan di beberapa ruas serta pembuatan badan jalan perlahan juga sudah dimulai. Sesuai arahan Kepala BP Batam, kami ingin pembangunan Fly Over Sei Ladi ini bisa rampung sesuai target,” tambah Tuty.

Satu minggu ke depan, lanjut Tuty, kontraktor proyek pun akan memulai pengerjaan pondasi atas dengan melakukan pemasangan besi pile cap pondasi di dua titik.

“Sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan dalam pengerjaannya. Kita mohon dukungannya agar seluruh proses bisa selesai dengan maksimal,” kata Tuty lagi.

Untuk diketahui, proyek senilai Rp 132 miliar tersebut memiliki panjang 1.000 meter dan lebar 60 meter serta tiga lajur utama.

Pengerjaan Fly Over Sei Ladi dimulai dari Pura Agung – San Dona dan berakhir di Rumah Duka Jl. Gajah Mada dan akan dibagi dalam empat sesi dengan target hingga Desember 2024.

Selain mengurai kemacetan, jembatan tersebut juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik di Kota Batam ke depannya.

“Pembangunan Fly Over ini selain memberikan estetika terhadap pembangunan kota juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi mobilitas masyarakat Batam. Sehingga, keindahan Batam ke depan mampu menarik investor untuk masuk dan menanamkan modalnya di sini,” tutup Tuty. (*)

BP Batam Targetkan Pengerjaan Jalan Layang Sei Ladi Rampung Desember 2024

0
jalan layang sei ladi
Pengerjaan Jalan Layang Sei Ladi sudah mencapai 30%. BP Batam menargetkan rampung Desember 2024 mendatang.

batampos – Progres pengerjaan Jembatan Layang (Fly Over) Sei Ladi, Kota Batam, hingga saat ini telah mencapai 30 persen.

BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut sesuai target yang ada yakni pada Desember 2024.

“Saat ini, pengerjaan sudah mulai memasuki tahap pelaksanaan pondasi bore pile di beberapa titik,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Senin (13/5/2024).

Selain itu, Tuty menyampaikan jika kontraktor proyek tersebut juga telah memproduksi sebanyak delapan girder.

Dimana, girder atau gelagar jembatan merupakan balok penopang struktural utama dan memiliki kemampuan menahan beban yang jauh lebih besar. Nantinya, balok-balok tersebut yang akan mendukung semua beban yang bekerja pada jembatan.

“Sesuai laporan tim di lapangan, pelebaran jalan di beberapa ruas serta pembuatan badan jalan perlahan juga sudah dimulai. Sesuai arahan Kepala BP Batam, kami ingin pembangunan Fly Over Sei Ladi ini bisa rampung sesuai target,” tambah Tuty.

Satu minggu ke depan, lanjut Tuty, kontraktor proyek pun akan memulai pengerjaan pondasi atas dengan melakukan pemasangan besi pile cap pondasi di dua titik.

“Sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan dalam pengerjaannya. Kita mohon dukungannya agar seluruh proses bisa selesai dengan maksimal,” kata Tuty lagi.

Untuk diketahui, proyek senilai Rp 132 miliar tersebut memiliki panjang 1.000 meter dan lebar 60 meter serta tiga lajur utama.

Pengerjaan Fly Over Sei Ladi dimulai dari Pura Agung – San Dona dan berakhir di Rumah Duka Jl. Gajah Mada dan akan dibagi dalam empat sesi dengan target hingga Desember 2024.

Selain mengurai kemacetan, jembatan tersebut juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik di Kota Batam ke depannya.

“Pembangunan Fly Over ini selain memberikan estetika terhadap pembangunan kota juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi mobilitas masyarakat Batam. Sehingga, keindahan Batam ke depan mampu menarik investor untuk masuk dan menanamkan modalnya di sini,” tutup Tuty. (*)

Banjir Rob Mengancam Kepri, Waspada Pesisir Batuaji, Batuampar, Sekupang, Nongsa

0
Toprob
Ilustrasi banjir rob. Deburan ombak disertai angin terlihat di pantai Payung Batubesar Nongsa, Jumat (16/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini bahaya banjir rob yang akan terjadi di beberapa kota dan kabupaten di Kepulauan Riau hingga tanggal 15 Mei 2024

“Kami mengeluarkan peringantan dini banjir rob untuk daerah atau kota di Kepri yang berpotensi terjadi peningkatan ketinggian pasang air laut yang menimbulkan banjir rob,” kata Forecaster BMKG Hang Nadim, Addini Siti, Senin (13/5).

Ia menyebut untuk Kota Batam daerah pesisir seperti di Batuaji, Batuampar, Sekupang, Nongsa dan sekitar berpotensi terjadi banjir rob.

“Maka kami imbau kepada aktifitas laut seperti nelayan untuk senantiasa berhati hati,” sebutnya.

Baca Juga: Pemuda yang Loncat dari Jembatan I Barelang Belum Ditemukan

BMKG menambahkan daerah Kepri lainnya juga berpotensi sama seperti di Lingga yakni pesisir kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang. Lalu di Kabupaten Karimun di daerah Kundur Barat, Meral, dan sekitar.

“Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi laut di sekitar area pelabuhan, aktifitas masyarakat nelayan serta kegiatan bongkar muat pelabuhan,” kata dia.

Selain itu, dari prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Kepulauan Riau secara umum berawan dan berpotensi hujan.

Ia mengatakan hal tersebut dikarenakan adanya daerah konvergensi (pertemuan massa udara) di sekitar wilayah Kepulauan Riau mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

“Secara umum kondisi cuaca hari ini dan besok diprakirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai dengan petir/kilat,” ujarnya.

Baca Juga: Pendaftaran Ditutup, Tidak Ada Calon Independen yang Maju pada Pilkada Batam

Disamping itu, BMKG mengeluarkan peringatan akan waspada hujan lebat disertai petir, apalagi pada pagi hingga dini hari disejumlah wilayah Kepri.

“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir pada pagi dan dini hari di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Bintan, Karimun, serta Lingga,” tutupnya. (*)

Reporter: Azis Maulana

Sistem Kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Penggantinya

0
Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat. (dok Jawapos)

batampos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menghapus sistem kelas 1, 2, 3 dalam pelayanan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebagai gantinya, BPJS akan menerapkan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Keputusan itu diteken Presiden Jokowi pada Rabu, 8 Mei 2024.

“Penerapan fasilitas ruang perawatan pada pelayanan rawat inap berdasarkan Kelas Rawat Inap Standar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46A dilaksanakan secara menyeluruh untuk rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 30 Juni 2025,” demikian bunyi Pasal 103B Ayat (1), dikutip Senin (13/5).

Dalam pemberlakuan KRIS ini, maka iuran BPJS Kesehatan juga akan berubah. Sebelumnya, BPJS Kesehatan menetapkan kelas 1, 2, dan 3. Penentuan kelas itu menentukan iuran yang harus dibayarkan peserta BPJS Kesehatan.

Sementara, perubahan iuran dalam sistem KRIS dalam Pasal 103B Perpres 59 Tahun 2024. Ayat 6 Pasal 103B menyebutkan Menteri Kesehatan akan melakukan evaluasi terhadap fasilitas ruang perawatan di tiap rumah sakit. Evaluasi itu koordinasi bersama dengan BPJS Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional, dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan.

“Hasil evaluasi dan koordinasi fasilitas ruang perawatan pada pelayanan rawat inap sebagaimana dimaksud pada ayat (6) menjadi dasar penetapan manfaat, tarif dan Iuran,” bunyi Pasal 103B Ayat (7).

Penetapan tarif iuran paling lambat akan ditentukan pada 1 Juli 2025. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 103B Ayat (8). (*)

 

Ditlantas Polda Kepri Akan Ambil Tindakan Tegas Jika Balap Liar Masih Terus Mengganggu

0
kebut
Petugas kepolisian melakukan razia balap liar di Batam. (F Yofi Yuhendri/Batam Pos.)

batampos – Ditlantas Polda Kepri bakal menindak tegas dan menertibkan aksi balap liar di beberapa ruas jalan Kota Batam yang menjadi keluhan masyarakat belakangan. Meski petugas kepolisian terus gencar melakukan patroli namun balap liar masih terjadi dan terkesan kucing-kucingan.

“Mereka itu terkesan kucing-kucingan dengan petugas ketika sudah ditertibkan muncul lagi di lokasi lainnya. Ini menjadi perhatian dan atensi kami setelah aduan atau laporan masyarakat atas aksi balap liar yang meresahkan dan membahayakan pengendara,” ujar Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto, Senin (13/5).

Tri menyebut, penertiban dan tindakan tegas bakal dilakukan jika aksi balap liar ini terus menggangu ketertiban lalu lintas. Bahkan pihaknya telah meminta agar jajaran Polresta untuk terus berpatroli dan menindak para pelaku balap liar tersebut.

“Sudah diperintahkan kepada seluruh Polres jajaran agar selalu rutin berpatroli ke zona zona rawan pada malam hari untuk mencegah adanya balap liar yang membahayakan pengendara lalu lintas,” sebutnya.

Baca Juga: Tampung Keluhan Warga, Balap Liar dan Knalpot Brong Akan Dirazia Polsek Bengkong

Sebelumnya, Direktorat Samapta Polda Kepri menggelar patroli rutin roda dua pada Sabtu (11/5) lalu untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan. Patroli ini menyasar zona-zona prioritas yang membutuhkan pengawasan ekstra.

“Patroli ini fokus pada pengawasan arus lalu lintas, penanganan gangguan Harkamtibmas, pencegahan kenakalan remaja, dan pengamanan daerah rawan balap liar dan geng motor,” ujarnya.

Personel Ditsamapta Polda Kepri berdialogis dengan masyarakat, memberikan himbauan, dan peringatan kepada pihak-pihak yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Mereka juga memonitor situasi keamanan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.

Baca Juga: DPRD Batam Dorong Percepatan Parkir Berlangganan

Kabag Opsnal Polresta Barelang, Kompol. Zainal Abidin Christoper Tamba, turut bergabung membubarkan balap liar dan mengamankan peserta balap liar beserta kendaraannya. Upaya ini membuahkan hasil dengan dibubarkannya balap liar di Simpang Kara dan Simpang Pollux Habibi.

“Patroli menunjukkan komitmen dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Masyarakat pun diharapkan untuk selalu waspada dan melapor kepada pihak berwajib jika melihat adanya potensi gangguan keamanan,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

 

Jadi Ganas karena Sering Diganggu, Petugas Damkar Tangkap Monyet di Desa Teluk Sasah

0
Petugas Damkar Tanjunguban mengevakuasi monyet yang meresahkan warga karena menjadi ganas akibat keseringan diganggu oleh anak-anak di Kampung Harapan, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Minggu (12/5/2024) malam. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Petugas Damkar Tanjunguban mengevakuasi seekor monyet yang sudah meresahkan warga di Kampung Harapan, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Minggu (12/5/2024) malam.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, evakuasi seekor monyet dilakukan atas permintaan dari warga.

“Kita dapat laporan sekira pukul 19.30 WIB,” ujarnya.

Dikatakannya, hewan liar itu merupakan hewan peliharaan warga. Tapi karena sering diganggu, hewan itu menjadi ganas.

BACA JUGA: Usia Mobil Damkar Sudah Tua, BPBD Karimun Andalkan Dua Unit Mobil Suplai Air

“Karena sering diganggu oleh anak-anak, hewan itu menjadi ganas,” katanya.

Dia mengatakan, perubahan perilaku monyet itu telah meresahkan warga dan dikhawatirkan akan membahayakan warga.

Sehingga warga meminta Damkar untuk mengevakuasi monyet ganas tersebut.

Dia mengatakan, pihaknya tiba di lokasi kejadian sekira pukul 20.20 WIB. Diakuinya, ada sedikit kendala dalam proses evakuasi monyet karena monyet berusaha melawan.

“Kendala ada, karena hewan ini hewan liar,” katanya.

Setelah 25 menit, petugas berhasil mengevakuasi monyet. Monyet tersebut kemudian dibawa ke kantor Damkar Tanjunguban.

Dia mengatakan, monyet tersebut akan dilepasliarkan ke habitatnya.

“Kita akan lepaskan ke hutan,” ujarnya.

Dia mengimbau ke warga untuk selalu melaporkan ke Damkar apabila merasa terganggu adanya hewan liar atau buas seperti ular, tawon dan lainnya.

“Agar kita bisa membantu untuk mengeksekusi atau mengevakuasi,” tukasnya. (*)

 

Reporter: Slamet N

Longsor Kepung Sumbar, Kota Padang Terisolasi

0
Kondisi permukiman warga dan sarana publik pascabanjir bandang menerjang Kabupaten Agam, Sabtu (11/5) malam. (Foto: BPBD Kabupaten Agam)

batampos – Sumatera Barat (Sumbar) dilanda bencana alam sepanjang Minggu (12/5). Mulai dari banjir bandang, lahar dingin, hingga longsor. Selain merenggut puluhan nyawa, Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumbar jadi terisolasi. Sebab, akses jalan yang menghubungkan ke sejumlah daerah terputus.

Dikutip dari Padang Ekspres, banjir bandang akibat lahar dingin dari Gunung Marapi menggerus jalan nasional di Lembah Anai. Jalan tersebut merupakan akses dari Kota Padang menuju Kota Bukittinggi dan sebaliknya. Selain itu ada dua longsor yang terjadi di Kelok 9 dan di Sitinjau Lauik.

Longsor di Kelok 9 terjadi pada Minggu malam (12/5), pukul 20.30 WIB. Tepatnya di bawah jembatan layang Kelok 9, Jorong Lubuk Bangku, Nagari Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota. Material longsor menutupi badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari arah Pekanbaru maupun dari arah Limapuluh Kota tidak bisa dilewati. Akses jalan Sumbar – Riau jadi putus total.

Begitu juga dengan longsor di Sitinjau Lauik yang terjadi pada Minggu sore (12/5), sekitar pukul 16.15 WIB. Lokasi tepatnya di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Dari laporan BNPB yang terima dari BPBD Kota Padang, musibah tersebut menelan korban. Satu orang meninggal dunia, luka berat 1, luka ringan 2, sedangkan 1 warga belum dievakuasi. Pada bencana ini, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah nyaris jadi korban. Karena mobil rombongannya sempat tertimpa dan terseret material longsor.

Bencana lainnya banjir bandang melanda di sungai kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar pada Minggu dini hari (12/5). Akibatnya jalan jadi amblas. Akses Padang-Bukittinggi terputus.

Banjir bandang lainnya juga terjadi di Kawasan Aia Angek Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Ruas jalan tersebut sempat ditutup sementara hingga minggu pagi.

Ketiga bencana tersebut menutup semua akses vital di Sumbar, terutama untuk Kota Padang. Sebab, akses ke arah timur menuju Pulau Jawa atau Jakarta tertutup karena longsor di Sitinjau Laik. Begitu juga arah Riau tertutup karena longsor di Kelok 9. Akses antarkota dari Kota Padang menuju Bukittinggi terputus di Lembah Anai.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Limapuluh Kota Aiptu Nasril mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera membersihkan material longsor tersebut. (*)

Sidang Putusan Kasus Penipuan di PN Batam Berujung Rusuh, Korban Berteriak Histeris

0
288621ce b546 49c2 845f 825d6841e252
Roma Nasir Hutabarat, Direktur PT Batam Riau Bertuah (baju merah) usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam. Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sidang putusan kasus penipuan dengan terdakwa Direktur PT Batam Riau Bertuah (BRB), Roma Nasir Hutabarat di Pengadilan Negeri Batam berlangsung rusuh, Senin (13/5) sore. Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin David P Sitorus membebaskan Roma Nasir dari segala tuntutan pidana.

Alasannya, perbuataan Roma Nasir tidak terbukti memenuhi unsur tindak pidana, namun lebih ke perkara perdata atau onslag.

“Kami menimbang, perbuataan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana. Membebaskan Roma Nasir Hutabarat dari segala tuntutan pidana,” ujar David.

Baca Juga: Terseret Kasus Penipuan Jual Beli Ruko, Bos PT Batam Riau Bertuah Dituntut 1 Tahun Penjara

Putusan itu lantas membuat para korban bersuara. Mereka tidak terima dengan putusan majelis hakim yang dinilai telah menerima “uang” dari terdakwa.

“Bagaimana bisa bebas, padahal dipersidangan sudah terbukti dia menipu kami ratusan juta. Terdakwa juga tak membantah barang bukti yang kami hadirkan,” ujar saksi korban.

Para korban kemudian berteriak histeris, bahkan mencari majelis hakim agar bisa menjelaskan pertimbangan seperti apa yang dipakai dalam putusan. Sebab selama persidangan, keterangan dan pembuktian sudah sangat jelas, apalagi keterangan ahli yang menyatakan perbuataan Roma Nasir sudah terbukti.

“Mana keadilan dari wakil Tuhan. Hakim membebaskan penipu. Kami yakin hakim sudah terima uang dari terdakwa, makanya bisa membebaskan. Bukti sudah jelas, kenapa bisa bebas,” ujar Elvi, salah satu korban.

Dikatakan Elvi, ia sudah ditipu selama empat tahun oleh Roma Nasir. Bahkan uangnya sudah banyak keluar, dan dimintai denda sekian puluh juta karena sesuatu yang tidak masuk akal.

“Namun sampai sekarang, saya tak menerima AJB dari ruko yang saya beli lunas. Uang saya ditipu juga sampai Rp 65 juta, tapi kenapa terdakwa bisa bebas. Kami hanya rakyat kecil yang menuntut keadilan,” jelas Elvi.

Baca Juga: Kuasa Hukum Bos PT Batam Riau Bertuah Minta Majelis Hakim Bebaskan Kliennya dari Seluruh Dakwaan

Hal senada dikeluhkan oleh Munir, yang juga menjadi korban penipuan Roma. Ia mengaku sangat miris dengan putusan majelis hakim yang jelas dinilai mencederai hati masyarakat kecil sepertinya.

“Kami hanya mohon keadilan di sini. Tapi kenapa kami didzolimi seperti ini. Kami jelas ditipu, tapi majelis hakim membebaskan pelakunya,” ujar Munir.

Menurut Munir, kalau memang ujungnya akan dibebaskan, kenapa harus diproses hukum selama ini. Mulai dari laporan polisi hingga ke persidangan.

“Kami menghabiskan waktu setiap kali sidang untuk mencari keadilan. Namun per harapan kami kalah dengan mereka yang punya uang. Apa dasar hakim membebaskan, padahal bukti sudah jelas. Itu penipu yang sudah jelas,” ungkap Munir.

Tak hanya itu, Munir mengaku sebelum proses putusan ia mendapat intimidasi dari orang-orang yang diduga suruhan Roma Nasir. Bahkan ia sempat dikeroyok diruang persidangan saat protes dengan putusan hakim.

“Apa salah saya, saya di sini korban, tapi saya dikeroyok di ruang sidang, majelis hakim diam Saja. Malah mengusir saya dari ruang sidang dan membiarkan mereka yang mengeroyok saya di dalam sidang. Ada apa ini?” tanya Munir.

Akibat pengeroyokan itu, Munir mengalami luka di bagian leher. Ia mengaku sangat kecewa atas kejadian itu.

Hati saya sedang kacau, sakit di badan tak ada lagi saat tahu putusan hakim lebih sakit. Hakim membela yang punya duit. Hakim membebaskan penipu,” pungkas Munir. (*)

 

Reporter: Yashinta

Cuaca di Arab Saudi Sangat Panas, Jamaah Haji Diimbau Tidak Nyeker

0
Antrean jemaah menuju Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah, (14/6). (MEDIA CENTER HAJI)

batampos – Cuaca di Arab Saudi begitu panas, bisa mencapai 40 derajat. Jamaah haji pun dihimbau tidak berjalan dengan kaki tanpa alas selama di Madinah, terutama di pelataran masjid Nabawi.

“Jika jamaah berjalan tanpa alas kaki di pelataran yang panas, sangat berrisiko kakinya melepuh,” ungkap Kasi Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH, Leksmana Arry Chandra, Senin (13/5).

Menurutnya, kadang ada kejadian jamaah lupa meletakan sandalnya di Masjid Nabawi. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya jamaah membawa plastik. Sehingga bisa dibawa masuk ke Masjid Nabawi.

“Bawa plastik untuk tempat menyimpan sandal,” jelas Leks.

Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) terus berjaga dan berkeliling di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Mereka juga berkeliling ke sektor hotel jamaah. Tujuannya, melakukan upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan rehabilitasi.

“Misalnya, menyiapkan sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan jemaah haji, seperti kursi roda dan sandal buat jamaah yang membutuhkan. PKP3JH siap bantu jamaah,” imbuhnya.

Tim PKP3JH beranggotakan gabungan tenaga medis. Mereka bertugas di lapangan, baik seksus (sektor khusus) Makkah maupun seksus Madinah. Mereka bisa dimintai bantuan dan konsultasi pengobatan, serta perawatan, termasuk juga mengatasi kaki melepuh.

“Cuaca diperkirakan akan semakin panas jelang puncak haji, bisa mencapai 48-50 derajat celsius. Jamaah diimbau menghindari cuaca panas, banyak minum air putih agar tidak terjadi heatstroke atau serangan panas,” terangnya.

Bagi jamaah yang memiliki gangguan kesehatan terkait pernafasan diimbau untuk mempersiapkan obat-obatan yang biasa dikonsumsi. Jika kondisinya membutuhkan penanganan medis, segera konsultasikan ke petugas kesehatan kloter. (*)