Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 372

Keluarga Korban Apresiasi Gerak Cepat Kepoliain Ungkap dan Tangkap Pelaku Curas Lansia di Lubukbaja

0
Penangkapan pelaku curas. f. Humas polsek Lubukbaja untuk Batam pos

batampos – Pengungkapan cepat kasus pencurian dengan kekerasan terhadap lansia di Lubuk Baja mendapat apresiasi dari pihak keluarga korban. Anton Hasanudin, anak dari Etty Suhanti (75), menyampaikan rasa terima kasih atas kesigapan aparat kepolisian yang berhasil menangkap pelaku hanya dalam hitungan jam setelah laporan dibuat.
“Kami sekeluarga berterima kasih kepada Polsek Lubuk Baja yang bergerak cepat. Harapan kami, pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” ujar Anton, Jumat (13/2/2026).

Seperti diketahui, Etty menjadi korban pencurian dengan kekerasan di rumahnya di Kampung Dalam, Kelurahan Baloi Indah, Rabu (11/2) pagi. Korban mengalami lebam dan pembengkakan di bagian mata kanan setelah dipukul dari belakang hingga sempat tak sadarkan diri.

Pelaku berinisial DD diketahui merupakan teman anak korban yang kerap datang bertamu. Dengan modus berpura-pura meminta dibuatkan kopi dan menyuruh korban membeli rokok, pelaku memanfaatkan kelengahan korban sebelum akhirnya memukul dan merampas gelang emas seberat 60 gram yang dikenakan korban.

Kapolsek Lubuk Baja, Deni Langie, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. “Tim melakukan olah TKP dan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV. Kurang dari enam jam, pelaku berhasil kami amankan di kawasan Aviari, Batu Aji,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, gelang emas korban telah dijual kepada seseorang berinisial IB yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Uang hasil penjualan sebesar Rp22.550.000 turut diamankan sebagai barang bukti.

Meski pelaku telah ditangkap, Kapolsek menegaskan penyelidikan tidak berhenti sampai di situ. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta menelusuri rekam jejak dan sepak terjang pelaku, termasuk dugaan apakah pernah melakukan aksi serupa di lokasi lain.
“Kami akan terus mengembangkan kasus ini. Termasuk memburu penadah dan menelusuri apakah ada korban lain,” tegasnya.

Saat ini pelaku ditahan dan dijerat Pasal 479 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara. Polisi juga kembali mengimbau masyarakat, khususnya warga lanjut usia, agar lebih waspada terhadap tamu yang datang dengan berbagai modus, meski sudah dikenal sekalipun.(*)

Artikel Keluarga Korban Apresiasi Gerak Cepat Kepoliain Ungkap dan Tangkap Pelaku Curas Lansia di Lubukbaja pertama kali tampil pada Metropolis.

49.000 Peserta JKN di Batam Dinonaktifkan, Dinkes Jamin Pelayanan Kesehatan Tetap Jalan

0
Kepala Dinkes Batam dr. Didi Kusmarjadi, SpOG. F. Istimewa

batampos – Kebijakan penonaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) pusat per 1 Februari 2026 memunculkan keresahan di sejumlah daerah, termasuk Kota Batam. Secara nasional, sekitar 11 juta peserta dinonaktifkan dalam proses pemutakhiran data berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Di Batam, dampaknya cukup signifikan. Tercatat sekitar 49 ribu peserta PBI pusat ikut dinonaktifkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan dan tidak sampai memutus terapi, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis dan katastropik.

“Secara nasional memang ada sekitar 11 juta yang dinonaktifkan. Di Batam kurang lebih 49 ribu. Tapi kami pastikan akses layanan kesehatan tetap ada,” ujar Didi, Jumat (13/2).

Kebijakan ini merujuk pada Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 dan merupakan bagian dari pemutakhiran data penerima bantuan agar lebih tepat sasaran. Pemerintah pusat menyebut total kuota PBI tetap, namun dilakukan realokasi berdasarkan pembaruan data DTSEN.

Namun di lapangan, sejumlah warga baru mengetahui kepesertaannya nonaktif saat hendak berobat. Kondisi ini paling berisiko bagi pasien yang membutuhkan terapi rutin seperti hemodialisa, kemoterapi, atau pengobatan jantung.

Berobat Jalan Cukup KTP

Didi menjelaskan, bagi peserta yang dinonaktifkan dan membutuhkan pelayanan berobat jalan, masyarakat cukup datang ke puskesmas dengan membawa KTP Batam.

“Untuk berobat jalan di puskesmas cukup dengan KTP. Tidak perlu BPJS aktif. Itu tetap kita layani,” tegasnya.

Sementara untuk layanan yang memerlukan rujukan ke rumah sakit, Dinkes Batam menerapkan mekanisme selektif.
“Kalau memang perlu rujukan ke rumah sakit, baru kita aktifkan melalui dinas kesehatan. Sekarang kita selektif, orang yang benar-benar butuh rujukan saja yang kita aktifkan,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan tetap berjalan sekaligus menjaga pengelolaan anggaran daerah tetap terkontrol, mengingat adanya potensi pergeseran beban pembiayaan dari pusat ke daerah.

Khusus bagi warga dengan penyakit kronis dan katastropik seperti gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, kanker, penyakit jantung, talasemia, maupun kasus berat lainnya, Didi meminta agar segera mengurus kembali kepesertaan melalui Dinas Sosial.

“Bagi yang punya penyakit kronis dan katastropik seperti cuci darah dan lainnya, segera urus kembali ke Dinsos supaya bisa dimasukkan kembali ke DTSEN dan diaktifkan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan masa tenggang waktu tiga bulan untuk proses pembenahan dan reaktivasi data tersebut.“Jangan sampai terapinya terhenti karena urusan administrasi. Masih ada waktu tiga bulan untuk mengurusnya,” kata Didi.

Didi mengakui pemutakhiran data merupakan upaya pemerintah pusat untuk memastikan subsidi tepat sasaran. Namun di daerah, prioritas utama tetap menjaga akses layanan kesehatan masyarakat.

“Pemutakhiran data boleh jalan, tapi pelayanan tidak boleh putus. Itu prinsip kami. Warga tetap harus mendapatkan pelayanan, terutama yang sakit berat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk secara berkala mengecek status kepesertaan JKN agar tidak terkendala saat membutuhkan layanan kesehatan.

Dengan mekanisme pelayanan berbasis KTP di puskesmas dan aktivasi selektif untuk rujukan rumah sakit, Pemko Batam berharap dampak penonaktifan PBI pusat dapat dikendalikan tanpa mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.(*)

Artikel 49.000 Peserta JKN di Batam Dinonaktifkan, Dinkes Jamin Pelayanan Kesehatan Tetap Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

28.000 Penerima MBG Keracunan dari 4,5 Miliar Porsi yang Disalurkan, atau Hanya 0,0006 Persen

0
Siswa saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta beberapa waktu lalu. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga saat ini telah menyalurkan sebanyak 4,5 miliar porsi makanan kepada masyarakat. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian SPPG Polri dan Gudang Ketahanan Pangan di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2). “Rakyat harus tahu, kita sudah menghasilkan sampai hari ini 4,5 miliar porsi makanan,” kata Prabowo.

Namun, ia juga mengungkapkan adanya laporan mengenai sejumlah penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan setelah menerima MBG. “Saya dapat laporan sampai hari ini sudah kurang lebih 28.000 penerima manfaat yang mengalami gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut, dan sebagainya 28.000 dari 4,5 miliar,” ucapnya.

Menurut Prabowo, jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan total porsi yang telah disalurkan. Ia menyebut angka kasus yang bermasalah hanya sekitar 0,0006 persen.

“Kalau tidak salah itu adalah 0,0006. Artinya 99,9994 persen berhasil. Kalau statistik dibulatkan ke atas, berarti 99,999 persen itu berhasil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan tidak ada upaya manusia yang dapat berjalan sempurna tanpa kesalahan. “Di mana ada usaha manusia yang 100 persen? Ada, tapi tidak gampang dicapai. Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi, tapi apa pun statistik kita sampai hari ini, insyaallah kita pertahankan,” pungkasnya.(*)

 

Artikel 28.000 Penerima MBG Keracunan dari 4,5 Miliar Porsi yang Disalurkan, atau Hanya 0,0006 Persen pertama kali tampil pada News.

Polresta Barelang Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Polisi Sahabat Anak

0
Satlantas Polresta Barelang edukasi tertib berlalulintas kepada murid TK. F. Humas Polresta

batampos – Upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas terus digencarkan Polresta Barelang melalui berbagai pendekatan humanis. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) kepada siswa TK Muslem Binus International School dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2026, Kamis (12/02).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti para siswa taman kanak-kanak dengan penuh semangat. Dalam suasana edukatif dan menyenangkan, personel Satuan Lalu Lintas memperkenalkan dasar-dasar keselamatan di jalan raya, mulai dari pengenalan rambu hingga praktik sederhana yang mudah dipahami anak-anak.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menjelaskan bahwa program Polisi Sahabat Anak merupakan metode pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. Materi disampaikan melalui metode interaktif, simulasi, dan dialog ringan yang disesuaikan dengan usia anak-anak agar lebih efektif dan membekas.

Dalam sesi praktik, anak-anak diajarkan tahapan menyeberang jalan dengan prinsip “lihat kanan, lihat kiri, dan lihat kanan kembali”. Mereka juga dikenalkan pentingnya menggunakan fasilitas penyeberangan seperti zebra cross sebagai bentuk disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Selain itu, personel Satlantas mengenalkan fungsi helm dan sabuk pengaman. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas, serta peran orang tua sangat penting dalam memastikan keamanan anak saat berada di jalan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang sedang berlangsung di wilayah hukum Polresta Barelang. Operasi tersebut mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, mengimbau seluruh masyarakat Kota Batam untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban saat ada razia. Ia menegaskan bahwa budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kami mengajak para orang tua untuk menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Gunakan helm, patuhi rambu, lengkapi surat-surat kendaraan, dan utamakan keselamatan. Edukasi sejak dini seperti ini akan lebih kuat jika didukung perilaku orang tua di rumah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak, diharapkan tertanam budaya disiplin berlalu lintas sejak usia dini sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sadar hukum dan berkontribusi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di Kota Batam. Polresta Barelang pun berkomitmen terus menghadirkan program edukatif serupa sebagai wujud pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. (*)

Artikel Polresta Barelang Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Polisi Sahabat Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

Menapaki Tahun Kuda Api 2026: Harmoni Energi, Keberanian, dan Keseimbangan Hidup

0
Ilustrasi Tahun Kuda Api

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menandai hadirnya Tahun Kuda Api, sebuah simbol yang sarat makna tentang energi, keberanian, dan semangat untuk terus bergerak maju. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan kebebasan, ketangguhan, serta daya juang yang tinggi, sementara elemen api merepresentasikan vitalitas, transformasi, dan cahaya kehidupan.

Perpaduan keduanya menghadirkan harapan akan pertumbuhan yang dinamis, berani melangkah ke depan, namun tetap dijalani dengan kesadaran dan kebijaksanaan.

Di tengah dinamika kehidupan modern yang bergerak cepat, semangat Kuda Api mengajak manusia untuk tidak sekadar berlari, melainkan melangkah dengan tujuan yang jelas. Tahun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari kecepatan dan pencapaian, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketenangan batin, serta keharmonisan dengan lingkungan sekitar.

Filosofi Kuda Api juga membawa pesan inspiratif tentang keberanian untuk membuka ruang bagi pertumbuhan baru. Kuda dikenal sebagai simbol daya hidup yang kuat, terus bergerak maju dengan ketangguhan, namun tetap peka terhadap arah dan medan yang dilalui.

Dalam konteks kehidupan masa kini, semangat ini mendorong setiap individu untuk berani bermimpi lebih besar, mengambil langkah dengan keyakinan, serta menyalakan kembali energi positif dalam menjalani perubahan. Api yang menyertainya bukanlah api yang membakar tanpa kendali, melainkan nyala semangat yang memberi terang, menghangatkan, dan menuntun transformasi menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Lebih dari sekadar simbol keberanian, Tahun Kuda Api dimaknai sebagai momentum untuk mengambil keputusan besar yang menentukan arah kehidupan ke depan. Energi yang hadir perlu diarahkan dengan kebijaksanaan, agar setiap langkah menjadi investasi yang lebih seimbang, berkelanjutan, dan bernilai bagi diri sendiri maupun keluarga.

Nilai ini tercermin dalam upaya menjalani kehidupan yang lebih tertata, dengan ruang untuk beristirahat, berefleksi, dan kembali pada ketenangan sebagai bagian dari kualitas hidup.

“Spirit Tahun Kuda Api mengajarkan kita untuk bergerak maju dengan keberanian, namun tetap berpijak pada kesadaran dan arah yang jelas. Ini adalah momentum untuk mengambil keputusan dengan keyakinan, sekaligus menata kehidupan agar lebih seimbang dan bermakna dalam jangka panjang,” ujar Paramitha, Marketing Communication Villa Panbil.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat yang dihadirkan Villa Panbil, kawasan hunian yang memaknai Imlek 2026 sebagai momentum refleksi dan pembaruan hidup.
Dikelilingi lanskap hijau yang asri dan suasana yang menenangkan, Villa Panbil merefleksikan filosofi Kuda Api sebagai langkah berani yang diambil dengan keyakinan, menghadirkan ruang hidup yang selaras dengan alam, seimbang, dan berkelanjutan. Memaknai rumah sebagai tempat kembali, bertumbuh, dan memulai babak kehidupan yang baru.

Tentang Villa Panbil

Villa Panbil merupakan salah satu unit bisnis dari Panbil Group yang menghadirkan kawasan hunian premium dengan konsep hidup sehat, tenang, dan menyatu dengan alam.
Berlokasi di jantung kota Batam, Villa Panbil menawarkan pengalaman tinggal yang berbeda melalui desain rumah yang modern, ruang hijau yang luas, serta fasilitas lingkungan yang mendukung gaya hidup nyaman dan berkelanjutan.

Dirancang sebagai oasis kawasan hunian ekslusif di tengah kota, Villa Panbil menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang mendambakan hunian berkualitas yang menghadirkan kenyamanan dan keharmonisan alam. (*/adv)

Artikel Menapaki Tahun Kuda Api 2026: Harmoni Energi, Keberanian, dan Keseimbangan Hidup pertama kali tampil pada Metropolis.

Valentine Dilarang? Ini Daftar Negara yang Membatasi Perayaannya

0
Ilustrasi Valentine. (Freepik)

batampos – Tanggal 14 Februari selalu diperingati sebagai Hari Valentine di banyak negara. Hari tersebut sebagai momen kasih sayang.

Berbagai acara dilakukan untuk membuat Hari Valentine tampak spesial dan berarti bagi pasangan. Namun, ada beberapa negara yang menerapkan larangan atau pembatasan.

Berikut daftar negara yang membatasi perayaan Hari Valentine dilansir dari libertynewsbd.com;

1. Iran
Pemerintah Iran secara resmi melarang produksi, distribusi, dan promosi barang yang berkaitan dengan Hari Valentine.

Alasan utamanya adalah pandangan bahwa perayaan tersebut merupakan pengaruh budaya Barat yang tidak sesuai dengan nilai budaya Islam di Iran.

2. Pakistan
Keputusan Pengadilan Tinggi Islamabad melarang perayaan Valentine di tempat umum. Bahkan melarang media mempromosikan acara terkait Hari Valentine.

3. Uzbekistan
Negara ini secara resmi mendorong warganya untuk tidak merayakan Hari Valentine. Sejak 2012, otoritas pendidikan mengeluarkan arahan yang melarang perayaan ini di lingkungan sekolah.

4. Malaysia
Tidak ada undang-undang yang melarang Valentine, tetapi otoritas Islam mengeluarkan fatwa yang melarang umat Muslim merayakannya.

Pemerintah dan badan keagamaan melakukan kampanye anti Valentine untuk menekan hari tersebut membawa dampak negatif terhadap moral masyarakat muda.

Beberapa negara lain juga tidak merayakan Hari Valentine secara umum:

– Afghanistan (Perayaan tidak umum karena norma konservatif masyarakat)

– Brunei (Perayaan publik dianggap bertentangan dengan hukum syariah)

– Qatar (Perayaan publik jarang terlihat karena norma budaya atau agama)

– Somalia & Mauritania (Hari Valentine tidak menjadi tradisi umum masyarakat)

Menurut laporan legalclarity.org, alasan utama pelarangan umumnya berkaitan dengan faktor agama, nilai budaya lokal, serta penolakan terhadap pengaruh budaya Barat yang dianggap tidak sejalan dengan norma masyarakat setempat.

Perayaan Hari Valentine bersifat relatif dan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, otoritas agama, serta konteks sosial budaya di masing-masing negara. (*)

 

Artikel Valentine Dilarang? Ini Daftar Negara yang Membatasi Perayaannya pertama kali tampil pada News.

Disnakertrans Kepri Segera Periksa Dugaan 200 TKA Jadi Buruh Kasar di KEK Nongsa

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F Cecep Mulyana

batampos – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri memastikan akan segera memeriksa dugaan 200 Renaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan sebagai buruh kasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan Surat Perintah Tugas (SPT) sebagai dasar pemeriksaan lapangan.

“Itu yang nantinya kita mau periksa. Tapi sebentar lagi sedang dibuat SPT-nya,” katanya, Kamis (12/2).

Baca Juga: Limbah B3 Tumpah, Polda Kepri Selidiki Dugaan Pencemaran Laut Dangas

Ia menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Sesegera mungkin,” lanjutnya.

Diky menambahkan, Disnakertrans Kepri saat ini juga tengah melakukan pengecekan terhadap tenaga kerja asing di wilayah Tanjung Sauh. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan pelanggaran.

“Sekarang kami masih mengecek yang di wilayah Tanjung Sauh. Yang di Tanjung Sauh clear on clear, aman, RPTKA-nya semua sesuai,” kata dia.

RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing) merupakan dokumen wajib yang harus dimiliki perusahaan sebelum mempekerjakan TKA. Dokumen tersebut memuat jabatan, jumlah, serta jangka waktu penggunaan tenaga kerja asing dan menjadi dasar penerbitan izin kerja.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Siswa di Batam, Polisi Selidiki Potensi Korban Lainnya

Pemeriksaan di KEK Nongsa dilakukan menyusul mencuatnya informasi terkait dugaan TKA yang bekerja tidak sesuai dengan jabatan sebagaimana tercantum dalam dokumen perizinan. Disnakertrans Kepri memastikan akan menindaklanjuti temuan di lapangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Artikel Disnakertrans Kepri Segera Periksa Dugaan 200 TKA Jadi Buruh Kasar di KEK Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Limbah B3 Tumpah, Polda Kepri Selidiki Dugaan Pencemaran Laut Dangas

0
Limbah minyak hitam di Pantai Dangas.

batampos – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di perairan Sekupang. Penyelidikan dilakukan menyusul laporan kerusakan ekosistem laut yang diduga berdampak pada aktivitas perikanan masyarakat setempat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Komisaris Besar Polisi Silvester Simamora membenarkan proses penyelidikan tersebut. Menurut dia, penyidik telah memanggil pihak perusahaan yang diduga terkait untuk dimintai keterangan awal.

“Iya benar kami tengah melakukan penyelidikan dan telah memanggil pihak perusahaan terkait untuk dimintai keterangan,” kata Silvester, Kamis, (12/2).

Ia belum merinci perkembangan pemeriksaan maupun materi penyelidikan yang sedang berjalan.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Siswa di Batam, Polisi Selidiki Potensi Korban Lainnya

Secara terpisah, dua perusahaan, PT Mutiara Haluan Samudra dan PT Jagat Prima Nusantara, telah dipanggil Subdirektorat IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri pada Senin, 9 Februari 2026, untuk memberikan klarifikasi.

Kuasa hukum kedua perusahaan, Erlan Jaya Putra, membenarkan pemanggilan tersebut. Ia menyebut pemeriksaan masih dalam tahap klarifikasi awal guna menggali kronologi peristiwa tumpahan limbah yang diduga merugikan sekitar 7.000 nelayan di kawasan Dangas.

“Pemeriksaan masih sebatas klarifikasi. Penyidik ingin mengetahui kronologis kejadian yang sebenarnya,” ujar Erlan, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Erlan, penyidik mendalami kecelakaan kapal LCT Mutiara Garlib Samudera termasuk penyebab insiden dan bagaimana limbah B3 dapat tumpah ke laut. Klarifikasi dilakukan untuk memastikan duduk perkara secara utuh.

Ia menyatakan hingga saat ini penyidik belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana. Perkara masih berada pada tahap penyelidikan awal.

“Belum ada kesimpulan tindak pidana. Ini masih penyelidikan dan klarifikasi awal,” katanya.

Baca Juga: Parkiran Semrawut, Penumpang KM Kelud Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Bintang 99

Erlan juga memperkirakan penyidik akan memanggil berbagai pihak terkait, termasuk nelayan terdampak serta instansi pemerintah yang berhubungan langsung dengan kejadian tersebut, guna memastikan objektivitas penanganan perkara.

Di sisi lain, pihaknya menyatakan mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan kepolisian, termasuk jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum.

“Kami mendukung proses hukum. Silakan penyidik menilai secara objektif,” ujarnya.

Penyelidikan ini menjadi sorotan karena potensi dampak lingkungan dan ekonomi yang ditimbulkan. (*)

Artikel Limbah B3 Tumpah, Polda Kepri Selidiki Dugaan Pencemaran Laut Dangas pertama kali tampil pada Metropolis.

Ririn Warsiti: Evaluasi Menyeluruh Pendidikan di Kepri

0
Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ririn Warsiti. Istimewa

batampos – Penguasaan bahasa Inggris pelajar sekolah menengah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih jauh dari memadai. Data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 mencatat nilai rata-rata Bahasa Inggris pelajar Kepri hanya 26,85, tertinggal dari rata-rata nasional yang mencapai 37,43. Capaian itu menjadikan Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran dengan performa terendah di provinsi tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi pendidikan, Ririn Warsiti, menilai hasil tersebut sebagai alarm serius bagi kualitas pendidikan daerah. Menurut dia, kemampuan bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar mata pelajaran tambahan, melainkan kompetensi dasar yang menentukan akses pelajar terhadap pendidikan tinggi di luar negeri maupun peluang beasiswa global.

“Kita terlalu lama mengajarkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, bukan sebagai keterampilan komunikasi,” ujar Ririn.

Ia menilai rendahnya capaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya metode pembelajaran yang masih berorientasi pada teori dan hafalan, minimnya praktik berbahasa dalam proses belajar, serta keterbatasan kualitas dan pemerataan guru bahasa Inggris. Selain itu, paparan bahasa Inggris di lingkungan sosial yang masih rendah membuat siswa kesulitan mengembangkan kemampuan berbahasa secara alami.

Ririn mengingatkan, dampak lemahnya penguasaan bahasa Inggris tidak hanya dirasakan saat masih duduk di bangku sekolah. Banyak perguruan tinggi dan lembaga pemberi beasiswa luar negeri mensyaratkan skor kemampuan bahasa Inggris tertentu sebagai prasyarat utama seleksi.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kepri mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Langkah tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, penerapan metode pembelajaran yang lebih komunikatif dan aplikatif, serta penguatan program pendukung di sekolah.

“Tanpa perbaikan yang serius dan terarah, Kepri berisiko tertinggal dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” tegasnya. (*)

Artikel Ririn Warsiti: Evaluasi Menyeluruh Pendidikan di Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Bocah 5 Tahun Asal Sulawesi Hebohkan Kancah Biliar Internasional

0
Fajar Alamri. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

batampos – Usianya masih lima tahun, tapi prestasinya sudah menghebohkan kompetisi olahraga biliar tingkat internasional. Namanya, Fajar Alamri, bocah kelahiran Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah pada 25 Oktober 2020.

Tinggi meja biliar di arena Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK Jakarta, sampai seukuran lehernya. Dibantu pijakan kecil, dia memanjat meja biliar untuk menyodok bola, satu persatu, hingga seluruh bola masuk tepat di lubang sasaran.

Tepuk tangan dan sorak penonton menggema, memenuhi arena Carabao International Open (CIO) 2026 yang digelar pada 4–8 Februari 2026. Dia tidak gentar, sebagai peserta termuda, dia bahkan baru pertama kali mengikuti kompetisi skala internasional.

Fajar tampil di kategori Junior International, berhadapan dengan lawan-lawan berusia 12 hingga 15 tahun. Selisih umur yang cukup jauh. Turnamen CIO 2026 diikuti 341 peserta dari 31 negara.

Tubuh mungil memegang erat stik biliar, matanya fokus menatap tajam bola sasaran. Berdiri tegak di atas pijakan untuk menyodok bola tepat sasaran. Namun, langkahnya terhenti di babak eliminasi kedua dengan kekalahan tipis.

Dia menangis. Wajar untuk bocah yang masih mengenyam pendidikan anak usia dini di kampungnya. Tetapi, keberaniannya telah mencuri perhatian warga Indonesia, dan dunia internasional.

“Kalahnya hill-hill, last game,” kata Sang Ayah, Jafar Alamri kepada Antara, Rabu (11/2).

Biliar bukan dunia asing bagi Fajar. Ia adalah putra dari Jafar Alamri, atlet biliar berprestasi asal Tolitoli yang juga memiliki usaha rumah biliar. Dari sanalah segalanya bermula.

“Umur tiga tahun dia sudah mulai ambil bola, ambil stik, nyodok-nyodok,” kata Jafar.

Baru sekitar enam bulan terakhir, dia mulai berlatih lebih fokus. Bakatnya terlihat jelas, daya ingat cepat, pemahaman arah bola, dan ketenangan yang tak biasa bagi anak seusianya.

Orang tuanya tidak menargetkan Fajar menjadi atlet, walaupun bakat dan minat sang anak sangat besar di olahraga biliar.

Di kampung halamannya, Kelurahan Baru, Kecamatan Baulan, Fajar bahkan pernah turun di turnamen lokal. Tanpa kelas usia, ia bergabung dengan pemain dewasa. Hasilnya mengejutkan, Fajar sempat menembus delapan besar, bahkan mengalahkan pemain dewasa.

Menurut Jafar, biliar bukan hanya soal teknik memasukkan bola. Mental bertanding adalah pelajaran utama yang ingin ia tanamkan sejak dini. Dia ingin anaknya tetap berlatih di kampung, karena sekolah masih menjadi prioritas utama.

Fajar merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Selama ini, seluruh proses latihan dilakukan langsung oleh sang ayah. Ke depan, Jafar berencana terus mengikutkan putranya dalam berbagai kejuaraan.

“Fokus utamanya bukan semata prestasi, melainkan pembentukan mental. Yang paling penting buat saya melatih mentalnya dulu,” katanya menegaskan.

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraha Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) turut bangga dengan altet cilik dari Tolitoli itu. Fajar diproyeksikan akan mendapatkan pembinaan dari pelatih profesional, sebagai aset masa depan olahraga biliar Sulteng.

“Saya berpikir ini bisa menjadi generasi masa depan untuk Sulteng,” ujar Ketua POBSI Sulteng Andi Limbunan.

Dia berharap ke depan jika POBSI memiliki pelatih berstandar nasional di Sulawesi Tengah. Sehingga bakar Fajar bisa diarahkan dengan benar, bahkan potensinya bisa jauh lebih besar dibanding atlet-atlet Sulteng saat ini.

Menurut dia, kasus Fajar menjadi contoh pentingnya pembinaan atlet usia dini. Selama ini, sebagian besar atlet biliar di Sulteng berkembang tanpa pelatihan formal. Sebagian besar atlet lahir secara otodidak, tanpa adanya pelatih berstandar nasional.

“Prestasi kita naik-turun seperti detak jantung. Tidak ada coaching, tidak ada mentor yang memoles. Di PON Papua kita dapat medali, tapi di PON Aceh kita tidak bicara banyak,” ungkapnya.

CIO 2026 merupakan salah satu turnamen biliar terbesar di Asia. Ajang itu menghadirkan tiga event internasional sekaligus: Carabao International Open, Carabao Junior Open, dan Carabao International Celebrity Billiard. Turnamen itu juga mencatatkan Rekor MURI sebagai kejuaraan biliar multikategori dengan peserta terbanyak di satu lokasi.(*)

Artikel Bocah 5 Tahun Asal Sulawesi Hebohkan Kancah Biliar Internasional pertama kali tampil pada Olahraga.