Jamaah An Nadzir menunaikan shalat Idul Fitri 1445 H di Kampung Butta Ejayya, Kabupaten Gowa, Sulwesi Selatan, Selasa (9/4/2024). Jamaah An Nadzir memutuskan dan menetapkan 1 Syawal 1445 H jatuh pada hari ini setelah melihat terjadinya fenomena gerhana matahari total di Benua Amerika Utara. ANTARA FOTO/Hasrul Said/pras.
batampos – Jamaah An-Nadzir melaksanakan salat Idul Fitri 1445 Hijriah di pelataran Masjid Al Muqaddis, Kampung Butta Ejayya, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa.
Salat Id tersebut berlangsung pukul 07.15 Wita yang dipimpin oleh pimpinan An-Nadzir, Samiruddin Pademmui, selaku imam sekaligus khatib. Prosesi ibadah juga dijaga aparat keamanan dari TNI/Polri agar berlangsung aman.
Jamaah laki-laki berada di pelataran masjid dengan menggunakan pakaian gamis dibalut sorban, sedangkan jamaah perempuan di dalam masjid dengan mengenakan pakaian berwarna hitam dengan cadar menutupi wajahnya.
Pimpinan An-Nadzir Samiruddin mengatakan, pelaksanaan shalat Id tersebut merujuk kepada hadits serta memiliki ilmu dan metodologi tersendiri, bahkan dibantu aplikasi khusus dalam menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah yang jatuh pada hari ini. Selain itu, patokan menentukan 1 Syawal tetap mengacu pada Al Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Ia mengatakan, jamaah An-Nadzir sangat menjunjung tinggi toleransi. “Kalau ada hal-hal yang memang melenceng dari syariat hukum, dan terutama melenceng dari pada Al Quran dan sunnah maka tentu perlu ditertibkan,” papar Samiruddin menegaskan kepada wartawan usai melaksanakan shalat Id.
Menurut dia, boleh berbeda-beda tapi dasarnya harus jelas dan tidak boleh melenceng dari Al Quran dan sunnah. “Kalau fiqih itu boleh berbeda, juga metodologi dan lain sebagainya juga boleh berbeda. Sebab, An-Nadzir memiliki metodologi perhitungan sendiri yang diyakini benar dan ilmiah dalam menentukan awal bulan pada kalender hijriah,” jelasnya.
Ia menjelaskan, ilmu metodologi tersebut merupakan hasil pengajaran dari guru dan imam KH Syamsuri Abdul Madjid yang menjadi pedoman An-Nadzir. Pihaknya menyakini bahwa apa yang dilakukan adalah sesuatu yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Meyakini kebenaran tentang itu, pengajaran dari guru dan imam, istiqamah melaksanakan itu. Saya kira tidak ada masalah. Begitu pun kami dengan yang lain (pemerintah),” tuturnya.
Seperti yang sudah sering disampaikan bahwa Jamaah An-Nadzir memiliki ilmu, metodologi dan tata cara sendiri dalam memantau dan menetapkan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 10 Zulhijjah.
Sejauh ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah karena akan diumumkan melalui sidang isbat pada Selasa petang. (*)
Warga Tanjunguncang terserang penyakit kulit gatal-gatal dan mengelupas diduga akibat debu sisa olahan material PCV dari kawasan Industri Latrade. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Manajemen PT Green Resources Material (GRM) angkat bicara terkait keluhan masyarakat RT02/RW16 belakang Kawasan industri Latrade akan debu sisa olahan material PCV yang menyebabkan masyarakat terserang penyakit gatal-gatal dan gangguan pernapasan.
Melalui Ahok, perwakilan pihak perusahaan yang dihubungi Batam Pos, manajemen klaim itu karena ada kebocoran di bagian belakangan perusahaan sehingga debu produksi keluar ke pemukiman warga. “Kami mohon maaf, kami akan segera bersihkan dan perbaiki kebocorannya,” ujar Ahok melalui pesan singkat.
Ditanya sudah berapa lama kebocoran yang dimaksud terjadi, Ahok belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara dari masyarakat yang berdampak menyebutkan, sudah hampir dua tahunan mereka terus berjibaku dengan serbuan debu produksi perusahaan pengolahan material PCV tersebut. Bahkan beberapa warga sudah menderita penyakit gatal akut yang menyebabkan kulit terkelupas.
Pasangan suami isteri Mulyanto dan Elvi yang dijumpai Batam Pos, Selasa (9/4) misalkan, kondisinya memprihatinkan, saat ini karena seluruh tubuh mereka bentol-bentol akibat kontaminasi debu serbuk olahan material PCV tersebut. Bahkan kaki Elvi sebagian sudah mengelupas dan memutih kulitnya karena sudah terlalu lama terimbas debu aktifitas produksi tersebut.
“Sampai bagian dalam semua kena. Inilah kaki saya sudah kelupas semua. Gatalnya minta ampun. Kami di sini airnya pakai tampung dan debu itu masuk juga, makanya begini jadinya kondisi kami di sini,” kata Elvi.
Sama halnya dengan Mulyanto yang sempat memperlihatkan kondisi tubuhnya yang banyak bintik akibat debu tersebut. Sekujur tubuhnya memang penuh dengan bekas-bekas luka akibat bentolan.
“Sengsara kami dibuat sama PT itu. Sudah mau dua tahun begini terus situasi kami di sini. Anak-anak semua tak sehat karena debu ini,” ujar nya.
Lurah Tanjunguncang Sutrisna Wijaya saat dikonfirmasi mengaku akan segera menindak lanjutin keluhan masyarakat tersebut ke Dinas terkait.
“Iya sudah ada laporan dari Pak RW. Kemarin katanya mereka masuk mediasi dulu dengan pihak perusahaan. Saya masih menunggu hasil mediasi mereka. Nanti seperti apa hasilnya akan kami tindak lanjuti ke Dinas terkait,” kata Lurah. (*)
Dirtipid Narkoba Bareskrim Brigjen Mukti Juharsa dan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers di Sunter, Jakarta Utara, kemarin (8/4). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
batampos – Sebuah rumah di Perumahan Taman Sunter Agung Mas, Jakarta Utara, menjadi tempat produksi narkotika jenis ekstasi. Keberadaan pabrik ekstasi itu diketahui setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek rumah tersebut.
Polisi juga mendapati temuan operasional rumah tersebut berada di bawah kendali gembong narkoba yang masih buron, Fredy Pratama.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa menyampaikan bahwa penggerebekan rumah di Sunter berawal dari informasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Mereka mendeteksi kiriman bahan baku pembuatan ekstasi yang masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. ”Barang-barang itu masih dalam bentuk prekursor (narkoba), diracik pelaku untuk membuat ekstasi,” ungkapnya dalam konferensi pers kemarin (8/4).
Dalam penggerebekan tersebut, Bareskrim Polri berhasil mengamankan enam orang. Namun, hanya empat di antaranya yang ditetapkan sebagai tersangka. Dua orang lainnya dipastikan tidak terkait dan tidak tahu sama sekali aktivitas para pembuat ekstasi di rumah tersebut.
Empat orang tersangka itu terdiri atas A alias D, R, C, dan G. Seluruhnya laki-laki. Mereka bekerja di bawah panduan seorang buron berinisial D.
Mukti menyatakan bahwa D adalah ahli kimia yang juga jaringan Fredy Pratama. ”Dia (memberikan) tutorial melalui video call, tutorial cara pembuatan ekstasi kepada pelaku,” terang jenderal bintang satu Polri tersebut.
Disebutkan oleh Mukti, para pembuat ekstasi itu sebelumnya merupakan kurir. Mereka naik kelas menjadi produsen dengan panduan D.
Melalui penggerebekan di Sunter, Bareskrim Polri juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, telepon seluler, bahan kimia yang digunakan untuk membuat ekstasi, alat pembuatan ekstasi, uang tunai Rp 34,9 juta, serta 7.800 butir ekstasi. ”Keuntungan dia (para pelaku) setiap satu butir itu Rp 10 ribu,” jelas Mukti.
Bareskrim Polri meyakini empat orang tersangka itu sebagai bagian dari jaringan Fredy Pratama lantaran mereka mengantongi barang bukti. Mukti menyebutkan bahwa ada barang bukti komunikasi melalui Blackberry messenger antara pelaku dan Fredy Pratama. ”Ada komunikasi yang menguasai, yang mengendalikan adalah Fredy Pratama dan itu adalah alat bukti yang cukup untuk kami,” kata dia menegaskan.
Meski barang baku untuk membuat narkoba dikirim oleh WNA dari Tiongkok berinisial FA, Mukti memastikan bahwa Fredy saat ini masih berada di Thailand. (*)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly.
batampos – Hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah membawa berkah bagi warga binaan pemasyarakatan beragama Islam. Ada remisi khusus hari raya Idul Fitri yang akan diterima oleh warga binaan Muslim yang telah memenuhi persyaratan remisi.
Kementerian Hukum dan HAM RI merilis, total Ada 159.557 warga binaan beragama Islam se Indonesia yang menerima remisi khusus ini. Dari jumlah tersebut seribuan orang yang langsung bebas karena masa pidana telah usai setelah menerima remisi.
Berdasarkan rilis yang diterima, penerima remisi ini gabungan dari warga binaan Lapas (dewasa) yang menerima remisi khusus (RK) dan warga binaan lapas anak yang menerima pengurangan masa pidana (PMP).
Warga Binaan yang menerima RK dengan rincian 157.366 orang mendapat RK I (pengurangan sebagian) dan 977 orang mendapat RK II (langsung bebas).
Sementara itu, sebanyak 1.214 Anak Binaan mendapatkan PMP Khusus dengan rincian 1.195 orang mendapat PMP I (pengurangan sebagian) dan 19 orang mendapat PMP II (langsung bebas).
Besaran RK dan PMP Khusus Idul Fitri ini bagi Narapidana dan Anak Binaan bervariasi, mulai dari 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, hingga 2 bulan.
Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Timur mencatatkan jumlah terbanyak Narapidana penerima RK Idul Fitri 1445 Hijriah yakni 16.608 orang, disusul Jawa Barat sebanyak 16.336 orang, dan Sumatera Utara sebanyak 16.030 orang. Adapun tiga terbanyak jumlah Anak Binaan penerima PMP Khusus Idul Fitri 1445 Hijriah berasal dari Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara sebanyak 102 orang, Jawa Barat sebanyak 98 orang, dan Sumatera Selatan sebanyak 86 orang.
Berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan per tanggal 1 April 2024, jumlah Tahanan, Anak, Narapidana, dan Anak Binaan seluruh Indonesia adalah 270.207 orang dengan rincian Tahanan 51.171 orang, Anak 458 orang, Narapidana 216.938 orang, dan Anak Binaan 1.640 orang. Narapidana dan Anak Binaan yang beragama Islam berjumlah 194.775 orang.
Melalui pemberian RK dan PMP Khusus Idulfitri 1445 Hijriah, negara menghemat biaya makan Narapidana dan Anak Binaan sebesar Rp81.204.495.000,-.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, mengungkapkan Remisi dan PMP merupakan wujud nyata dari sikap negara sebagai reward kepada Narapidana dan Anak Binaan yang selalu berusaha berbuat baik, memperbaiki diri, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna.
“Remisi dan PMP menjadi sebuah indikator Narapidana dan Anak Binaan telah mampu menaati peraturan di Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara/Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan telah mengikuti program pembinaan dengan baik,” ujarnya.
Yasonna berharap pemberian Remisi dan PMP ini dapat dijadikan semangat dan tekad bagi Narapidana dan Anak Binaan untuk mengisi hari-hari dengan memperbanyak karya dan cipta yang bermanfaat. Pihaknya juga mengapresiasi seluruh petugas Pemasyarakatan yang telah menjalankan tugas dan kewajiban dalam membina Warga Binaan, serta jajaran pemerintah, instansi, dan lembaga sosial terkait yang telah berpartisipasi mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kemenkumham.
“Saya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar Saudara terus memperbaiki diri, memperkuat iman dan takwa, serta meningkatkan kualitas diri. Jadilah insan yang taat hukum, berakhlak mulia dan berbudi luhur, serta berguna bagi pembangunan bangsa,” tutup Menkumham.
Remisi adalah pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan kepada Narapidana dan Anak yang memenuhi syarat berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Perubahan Pertama: PP RI No. 28 Tahun 2006, Perubahan Kedua: PP RI Nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden RI No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi, serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 3 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. (*)
Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat menjadi khatib salat Id tahun lalu. F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.
batampos– Bupati Bintan, Roby Kurniawan dijadwalkan akan melepas peserta pawai takbir keliling guna memeriahkan malam lebaran Idul Fitri 1445 H/2024 M di depan Makam Pahlawan, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (9/4/2024) malam.
Adapun rute pawai takbir yang dilewati mulai dari makam pahlawan, ke arah rumah sakit busung, lalu ke arah tanjung permai Sri Kuala Lobam, masuk ke arah pasar baru, serta kembali mengitari Mesjid At Takwa dan finish di Gedung Nasional Tanjunguban.
“Insyaallah kita mengimbau kepada masyarakat Bintan, khususnya Tanjunguban, Sri Kuala Lobam dan sekitarnya yang ingin menyaksikan pawai takbiran bisa tertib di jalan, mematuhi rambu-rambu lalulintas, dan mengikuti rute-rute arus lalu lintas yang telah ditetapkan,” ujarnya, Senin (8/4).
Sementara esok harinya, Rabu (10/4/2024) pagi, Bupati Bintan, Roby Kurniawan juga dijadwalkan akan salat Idul Fitri 1445 H di lapangan bola Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat Bintan Timur dan sekitarnya untuk hadir bersama-sama melaksanakan Shalad ‘Ied 1445 H bersama-sama.
“Semoga di hari raya Idul Fitri 1445 H tahun ini sebagai momentum dalam peningkatan iman dan takwa kita kepada Allah SWT demi masyarakat Bintan yang kita cintai,” tutupnya. (*)
Pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong (kiri) dan pemain Timnas Indonesia U-23 Ivar Jenner (kanan). (ANTARA)
batampos – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, menyampaikan rasa kurang puasnya meskipun anak-anak asuhnya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Uni Emirat Arab (UEA).
Meski mengakui bahwa performa tim secara keseluruhan sudah baik, Shin Tae-yong berharap timnya bisa mencetak lebih banyak gol, setidaknya tiga atau empat gol.
Dalam pertandingan uji coba di Stadion Shabab Al Ahli Dubai Club, Timnas Indonesia U-23 berhasil menaklukkan UEA dengan satu-satunya gol dicetak oleh gelandang Bhayangkara FC, Witan Sulaeman. Meskipun meraih kemenangan, Shin Tae-yong menilai bahwa timnya seharusnya bisa tampil lebih tajam di depan gawang lawan.
Menurut Shin Tae-yong, tim inti yang diturunkan seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol, mengingat keunggulan yang dimiliki. Meskipun dia mengakui bahwa para pemain sudah melaksanakan perintahnya dengan baik, namun dia merasa masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian serangan.
“Memang ya, pemain inti yang dimainkan hari ini, jadi ya performa sangat baik,” kata Shin Tae-yong seusai laga.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa performa tim akan menjadi semakin baik seiring berjalannya waktu, terutama ketika Timnas Indonesia U-23 memulai petualangan mereka di Piala Asia U-23 2024 pada 15 April mendatang.
Meskipun menghadapi tantangan yang besar di grup yang tergabung bersama Qatar, Australia, dan Yordania, Shin Tae-yong yakin bahwa timnya dapat tampil lebih baik dan meraih hasil yang memuaskan.
“Tapi ya kurangnya mungkin kurang mampu mencetak gol. Kalau lebih ya mungkin harusnya bisa cetak tiga atau empat gol. Tapi, ya secara keseluruhan sangat baik,” tambahnya.
Shin Tae-yong menilai para pemain sudah melaksanakan perintahnya dengan sebaik mungkin dan dia cukup puas.
Sebagai catatan, timnas Indonesia U-23 telah menunjukkan kemampuannya dalam meraih kemenangan dan meraih hasil yang positif, namun tantangan yang lebih besar masih menanti di pentas Piala Asia U-23 2024.
Dengan dorongan dan bimbingan dari Shin Tae-yong, diharapkan Timnas Indonesia U-23 dapat mengatasi setiap rintangan dan meraih prestasi yang gemilang bagi bangsa dan negara. (*)
ILustrasi: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan keterangan usai hasil sidang isbat Lebaran Idul Fitri di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (20/4/2023). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
batampos – Kementerian Agama hari ini, Selasa (9/4) akan menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1445 Hijriah. Sidang akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat diikuti oleh perwakilan ormas islam hingga DPR RI.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup, dan dihadiri Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
“Sebagaimana biasa, sidang isbat awal Syawal selalu dilaksanakan pada 29 Ramadan. Tahun ini, bertepatan dengan 9 April 2024,” kata Kamaruddin.
Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada Selasa, 29 Ramadan 1445 H atau 9 April 2024 sekitar pukul 01.20 WIB.
Saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk antara empat derajat dan 52,71 menit sampai dengan tujuh derajat dan 37,84 menit dan sudut elongasi delapan derajat dan 23,68 menit hingga sepuluh derajat dan 12.94 menit.
“Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal dimaksud telah memenuhi kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” imbuhnya.
Kementerian Agama, juga akan melakukan pemantauan hilal atau rukyatulhilal di berbagai provinsi. “Untuk sidang isbat awal Syawal ini, Kementerian Agama akan menurunkan tim ke 120 lokasi di seluruh Indonesia. Mereka akan melaporkan, apakah pada hari itu hilal terlihat atau tidak,” jelasnya.
Hasil hisab dan rukyatulhilal ini akan dibahas dan ditetapkan dalam sidang isbat. “Jadi kapan Hari Raya Idulfitri, kita masih menunggu keputusan sidang isbat. Hasilnya akan diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers,” tegasnya.
Kamaruddin menjelaskan, pelaksanaan sidang isbat merupakan penetapan secara formal sesuai undang-undang. Dijelaskannya, Dasar hukum sidang isbat tercantum dalam Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
“Meski semua orang sudah mengetahui posisi hilal, tapi sidang isbat tetap harus dilakukan, karena sidang isbat selain forum penetapan formal, juga forum silaturahmi dan literasi,” tandasnya. (*)
Benny (berjaket) bersama calon pekerja migran yang akan diberangkatkan
batampos – Bukan hanya jastiper atau traveler yang dibuat pusing dengan Permendag Nomor 36 Tahun 2023. Para pekerja migran Indonesia (PMI) pun mengalami hal yang sama.
Hal itu terbongkar dari sidak Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani ke sejumlah titik penampungan barang jasa titip. Banyak barang milik PMI yang tertahan.
Sebelumnya, BP2MI melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Emas bersama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Lalu, berlanjut ke wilayah Surabaya, Jawa Timur. Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi antara BP2MI dengan Ditjen Bea Cukai pada 21 dan 26 Maret 2024 terkait implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141 Tahun 2023 tentang ketentuan Impor Barang Pekerja Migran Indonesia. Kunker dilakukan untuk meninjau secara langsung barang milik PMI yang terkena larangan pembatasan (lartas).
Benny mengungkapkan, penumpukan barang PMI mengakibatkan banyak barang yang tidak sampai dengan tepat waktu di dalam negeri. Kendati begitu, dia memaklumi pihak Bea Cukai karena hanya menjalankan kewajiban, terutama dalam masa transisi kebijakan.
”Justru Bea dan Cukai melanggar peraturan jika tidak melaksanakan Permendag ini,” ujarnya.
Namun, yang disesalkannya, semangat BP2MI untuk meng-usulkan pembebasan barang PMI yang dirumuskan dalam bentuk relaksasi pada Permendag 36/2023 ternyata menye-babkan kesimpangsiuran terhadap kategori pembatasan dan praktiknya di lapangan.
”Rekan-rekan Bea dan Cukai adalah pelaksana peraturan, bukan pada level perumusan. Yang saya pertanyakan adalah isi dari peraturan itu sendiri. Permendag 36 Tahun 2023 harus ditinjau kembali,” tegasnya.
Benny menyadari peraturan dari Kemendag dan Peraturan Menteri Keuangan mengenai kebijakan dan pengaturan impor tersebut menyasar importir bermodal besar yang suka nakal. Mereka biasa memasukkan barang berjumlah besar, bernilai tinggi, untuk dijual kembali ke Indonesia, namun dengan mencoba mengakali biaya pajaknya.
”Contohnya seperti orang bervisa turis yang memasukkan barang mewah seperti motor mewah, sparepart modif, tas branded, dan sebagainya. Tetapi, pada praktiknya, para pekerja migran Indonesia yang membawa barang-barang harian selalu terkena imbasnya,” keluhnya.
Menurut dia, kebijakan itu merupakan regulasi yang menimbulkan konsekuensi yang berat untuk BP2MI dan Bea Cukai. Pihak Bea Cukai acap dituding sebagai pihak yang selalu mempersulit PMI saat hendak mengirim barang untuk keluarganya di tanah air. Padahal, Bea Cukai hanya pelaksana dari kebijakan yang dikeluarkan Kemendag.
”Peraturan Menteri Perdagangan terkait lartas jelas-jelas membebani pekerja migran Indonesia, bahkan mengancam barang-barang pekerja migran akan dimusnahkan,” katanya.
BP2MI, lanjut Benny, berjanji akan menyampaikan hal itu kepada presiden. Khususnya pemulangan barang kiriman dari luar negeri yang kerap terkena lartas. Mengingat, semangat pemerintah adalah memberikan kemudahan bagi para pahlawan devisa melalui relaksasi pajak barang bawaan PMI, bukan pembatasan dan larangan barang bawaan milik PMI. Pihaknya juga akan berkonsolidasi dengan Mendag agar mau memberikan solusi yang bijak terkait persoalan tersebut.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryan-to menilai wajar jika barang bawaan milik PMI yang pulang kampung berjumlah banyak dan melebihi ketentuan Permendag 36/2023. Sebab, mereka sudah lama tidak pulang. Karenanya, dia menyesalkan 57 persen barang milik PMI banyak tertahan di sebuah kawasan pergudangan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
”Mereka tidak sering pulang. Ada yang bertahun-tahun kerja baru pulang. Wajar jika barang bawaan banyak,” ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebut aturan mengenai impor tersebut baik. Namun, harus didukung dengan sistem yang apik sehingga tidak merugikan. BP2MI, Kemendag, dan Bea Cukai diminta untuk segera mencari solusi untuk kemudahan para PMI.
Dia meyakini barang kiriman atau bawaan dari PMI bukan bertujuan komersial. Namun, lebih banyak digunakan untuk kebutuhan keluarganya di kampung halaman. ”Mereka ini pahlawan devisa. Rp 220 triliun tiap tahun. Jangan dipersulitlah,” tegasnya.
Di lain pihak, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso mengatakan, penerbitan Permendag Nomor 36 Tahun 2023 sebagaimana telah diubah dengan Permendag Nomor 3 Tahun 2024 tujuannya adalah memberikan kemudahan dan relaksasi terhadap impor barang kiriman yang dilakukan PMI.
”Untuk beberapa kelompok barang tertentu, barang dapat diimpor dalam keadaan baru maupun tidak baru dengan jumlah tertentu dan dikecualikan dari kewajiban memiliki perizinan impor dari Kemendag,” ujar Budi.
Budi menegaskan, Permendag 36/2023 harusnya dapat menjawab permasalahan barang kiriman PMI yang jumlahnya ratusan kontainer dan sempat tertahan di bulan Desember 2023 lalu. Dalam Permendag kebijakan dan penga-turan impor sebelumnya, pengecualian atas ketentuan pembatasan impor untuk impor barang kiriman PMI belum diatur secara tegas.
“Permendag 36/2023 akan memberi kepastian aturan dalam hal impor barang kiriman PMI di masa mendatang,” urai Budi.
Mengenai pemberitaan terkait tertahannya barang kiriman PMI di gudang penyimpanan barang logistik di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Budi menyampaikan bahwa terjadi kesalahpahaman saat inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (4/4) lalu itu. Dalam sidak terungkap bahwa barang bawaan PMI yang tertahan merupakan barang yang baru tiba.
Untuk itu, Kemendag akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BP2MI untuk merespons kesalahpahaman tersebut.
”Barang yang tertahan di TPS bukan barang lama, tapi barang yang baru tiba. Juga ada indikasi barang atas nama PMI sebenarnya bukan milik PMI dan jumlahnya melebihi batasan yang diatur,” tambah Budi. (*)
Timnas Indonesia U-23 berhasil meraih hasil positif di tengah persiapan jelang Piala Asia U-23 2024. (PSSI)
batampos – Kemenangan adalah sebuah pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh, terutama ketika melibatkan tim nasional. Hal ini tidak luput dari perhatian Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, ketika Timnas Indonesia U-23 meraih kemenangan atas Uni Emirat Arab U-23 dalam sebuah uji coba di Stadion Rashid Shabab Al-Ahli, Dubai, Selasa (9/4) dini hari WIB.
Gol tunggal dari Witan Sulaeman menjadi penentu kemenangan bagi Indonesia, dan hasil ini memiliki makna penting dalam persiapan Tim Garuda Muda menuju ke Piala Asia U-23 2024 di Qatar.
Erick Thohir menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut melalui akun Instagramnya. Dia menyatakan bahwa kemenangan ini akan meningkatkan kepercayaan diri tim sebelum menghadapi Qatar dalam laga pertama Piala Asia U-23 2024.
Dalam pesannya, Thohir juga menegaskan pentingnya turnamen ini sebagai ajang kualifikasi untuk Olimpiade Paris 2024, dan dia mengajak semua pihak untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
“Alhamdulillah Timnas Indonesia U-23 mendapat hasil positif dalam pertandingan uji coba dengan UAE,” tulis Erick Thohir melalui Instagram.
“Kemenangan lawan UAE akan menambah semangat pemain sebelum bertanding di Piala Asia U23 sebagai ajang kualifikasi untuk Olimpiade Paris. Bismillah, kita berikan yang terbaik untuk Indonesia!” tulis Erick.
Kemenangan ini menjadi penutup dari pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 di Dubai, di mana mereka berhasil meraih satu kemenangan dan satu kekalahan. Erick Thohir percaya bahwa hasil tersebut akan menjadi modal berharga bagi Rizky Ridho dan rekan-rekannya dalam menghadapi Piala Asia U-23 2024, sebuah turnamen yang juga menjadi kualifikasi untuk Olimpiade 2024.
Pelatih Shin Tae Yong juga memberikan komentar terkait permainan Timnas U-23. Dia menyatakan bahwa meskipun masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal penyelesaian akhir, namun dia yakin bahwa tim akan semakin berkembang dan tampil lebih baik dalam pertandingan melawan Qatar. Shin Tae Yong menekankan pentingnya pemahaman antarpemain yang semakin baik dan adanya perkembangan individu di dalam tim.
“Semua pemain sudah semaksimal mungkin melakukan permainan kita. Tadi juga kelihatan tampil lebih baik dan tanggal 15 [April] nanti akan jadi lebih baik lagi.”
“Pemahaman pemain semakin baik dan juga pastinya ada perkembangan dari pemain sendiri. Masih ada seminggu lagi sampai tanggal 15 jadi masih banyak waktu untuk memperbaiki dan mengembangkan para pemain,” ucap STY.
Pernyataan dari Erick Thohir dan Shin Tae Yong ini tidak hanya sekadar ucapan, tetapi juga merupakan bentuk dorongan dan harapan bagi Timnas Indonesia U-23. Mereka memperlihatkan optimisme dan keyakinan bahwa tim ini mampu memberikan yang terbaik untuk negara, baik dalam Piala Asia U-23 maupun dalam upaya mencapai Olimpiade Paris 2024. Dengan semangat dan kerja keras, mereka berharap dapat membawa pulang prestasi yang gemilang untuk Indonesia.
Ribuan pemudik menggunakan kapal Pelni KM Kelud lewat Pelabuhan Batuampar. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Pemudik yang menggunakan jasa angkutan kapal Pelni di pelabuhan Batu Ampar meningkat 12 persen pada Lebaran kali ini.
Total penumpang yang meninggalkan Batam sepanjang musim Lebaran ini sekitar 19 ribu an orang. Sementara di Lebaran tahun 2023 lalu sekitar 16 ribu an orang.
Kepala cabang Pelni Batam M Iqbal merincikan, untuk musim mudik tahun ini total penumpang yang naik dari Batam sekitar 18 ribuan an penumpang dan yang turun di Batam sebanyak 5.960 orang.
“Yang (dari Batam) ke Belawan 13.728 orang. Ke Jakarta sekitar 5.000 penumpang,” katanya.
Total seluruh penumpang yang naik dan turun di Batam sepanjang musim mudik ini 24.695 orang. Perbandingan data pemudik tahun sebelumnya ada peningkatan sekitar 12 persen tahun ini.
Tahun sebelumnya total pemudik yang berangkat dari Batam sebanyak 16.695 orang dan turun di Batam sebanyak 4.957.
“Sampai sekarang masih terus kami layani (penjualan tiket Pelni),” kata Iqbal. (*)