
batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus pengawas kebijakan publik. Profesionalisme jurnalistik, termasuk komitmen terhadap anti plagiarisme, menjadi perhatian serius dalam menjaga kualitas informasi di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Asisten II Pemkab Kepulauan Anambas Yessy Ariessandy usai kegiatan coffee morning bersama wartawan yang digelar Minggu (1/2).
Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum diskusi antara pemerintah daerah dan insan pers di Anambas untuk memperkuat komunikasi serta sinergi penyampaian informasi kepada masyarakat.
Baca Juga: Peringatan HPN 2026 Anambas Pindah ke Jemaja, Ada Skuter Listrik Gratis
Yessy mengatakan, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan kualitas pemberitaan agar publik memperoleh informasi yang benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Media adalah mitra penting pemerintah. Perannya sangat menentukan bagaimana masyarakat memahami kinerja pemerintah, sehingga komunikasi harus terjaga dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebebasan pers harus sejalan dengan tanggung jawab, terutama dalam menyajikan berita yang berimbang dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Menurut Yessy, pemberitaan yang baik tidak hanya menyoroti sisi negatif, tetapi juga mampu menyampaikan informasi positif yang membangun tanpa mengabaikan fakta.
“Pemberitaan harus berimbang, sesuai kode etik Dewan Pers, tidak menghakimi, dan tetap menjunjung profesionalisme,” tegasnya.
Baca Juga: Jaksa Terima Tahap Dua Kasus Pembunuhan Pegawai Imigrasi di Anambas
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Anambas Abdul Kadir mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk menggelar Pers Award sebagai bentuk apresiasi bagi wartawan berprestasi.
Penghargaan tersebut dirancang untuk diberikan kepada wartawan yang dinilai konsisten, profesional, dan patuh terhadap kaidah jurnalistik.
“Pers Award ini kami siapkan sebagai bentuk penghargaan bagi wartawan yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik dengan baik dan bertanggung jawab,” kata Abdul Kadir.
Ia juga menekankan pentingnya menjauhi praktik copy paste dan plagiarisme dalam pemberitaan. Menurutnya, masih ditemukan wartawan yang tidak melakukan peliputan langsung, melainkan menyalin berita pihak lain.
“Ini yang harus kita hilangkan. Wartawan harus turun ke lapangan, bukan hanya menyalin berita orang lain. Profesionalisme diukur dari kerja nyata, bukan hasil plagiat,” tegasnya.
Abdul Kadir berharap insan pers di Anambas ke depan semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjadi pilar informasi yang kredibel bagi masyarakat. (*)
Artikel Kominfo Anambas Tekankan Anti Plagiat, Pers Award Disiapkan untuk Wartawan Berprestasi pertama kali tampil pada Kepri.









