
batampos – Presiden Amerika Serikat Joe Biden me-ngatakan bahwa gencatan senjata yang bersifat sementara antara Israel dan Hamas mungkin akan kembali terjadi pada pekan depan. Dilansir dari The Guardian, Selasa (27/2), Joe Biden menyampaikan kabar tersebut secara spontan saat berkunjung ke New York pada Senin (26/2).
Kabar tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan terhadap pertanyaan wartawan tentang kapan gencatan senjata diperkirakan akan dimulai. “Penasihat keamanan nasional saya memberi tahu saya bahwa kita sudah dekat, kami sudah dekat, harapan saya adalah di Senin depan bisa melakukan gencatan senjata,” kata Biden.
Biden melontarkan komentar tersebut di New York setelah merekam penampilannya di Late Night With Seth Meyers di NBC. Selama akhir pekan, kabinet perang Israel menye-tujui ketentuan umum perjanjian untuk menghentikan pertempuran selama beberapa minggu dengan imbalan pembebasan sandera.
”Otoritas Israel sepakat untuk tidak melakukan aksi militer di Jalur Gaza selama bulan suci Ramadan demi membebaskan para sandera yang tersisa di sana,” kata Biden.
Baca Juga: Pemerintah Terima 1,3 Juta PPPK Tahun 2024, Usulan Formasi Guru dari Daerah Masih Rendah
“Terdapat kesepakatan dari pihak Israel bahwa mereka juga tidak akan melakukan aktivitas selama Ramadan, untuk memberi kami waktu membebaskan semua sandera,” kata Biden saat wawancara dengan NBC News yang dipublikasi pada Senin.
Sebelumnya, Jumat (9/2), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan rencana untuk mengevakuasi penduduk Kota Rafah dan menghancurkan batalion Hamas yang tersisa. Sedangkan Minggu (25/2) anggota Kabinet Perang I-srael, Benny Gantz, mengatakan jika sandera yang ditahan di Gaza tidak dibebaskan pada awal Ramadan 10 Maret, maka perang di semua wilayah, termasuk di Rafah akan terus berlanjut.
“Terdapat kesepakatan dari pihak Israel bahwa mereka juga tidak akan melakukan aktivitas selama Ramadan, untuk memberi kami waktu membebaskan semua sandera,” kata Biden saat wawancara dengan NBC News yang dipublikasi pada Senin. Biden berharap agar kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas bisa tercapai pada 4 Maret mendatang.
Baca Juga: Viral Ajaran Sesat Yang Halalkan Gonta Ganti Pasangan, Ini Tanggapan Kemenag
Jeda selama berminggu-minggu ini akan memungkinkan ratusan truk mengirimkan bantuan ke Gaza. Dimana hampir 30.000 orang tewas menurut kementerian kesehatannya, dan penyakit serta kelaparan telah mencengkeram sebagian besar penduduk.
Pekan lalu, badan pangan PBB menghentikan bantuan ke Gaza utara, dengan alasan tembakan Israel dan kekacauan dan kekerasan. Ko-mentar Biden muncul beberapa jam setelah seorang anggota aktif angkatan udara AS meninggal setelah membakar dirinya di luar kedutaan Israel di Washington, untuk memprotes perang di Gaza.
Serangan tersebut menyusul serangan Hamas di Israel pada tanggal 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan hampir 200 orang disandera. Sekitar 100 sandera dibebaskan dengan imbalan jeda selama seminggu sebagai bagian dari kesepakatan sebelumnya, para pejabat Israel yakin sekitar 130 sandera masih berada di Gaza. (*)
Sumber: JP group









