
batampos– Istilah wisata bukan hanya berbicara soal destinasinya yang indah-indah saja. Namun ada faktor pendukung lainnya menjadi magnet bagi wisata untuk datang bertandang. Faktor yang mempengaruhi tersebut tentu saja kuliner yang ada di wilayah tersebut.
Sebagai pusat istana raja-raja, dari Pulau Penyengat juga telah mewariskan minuman turun temurun. Minuman tersebut adalah minuman tradisional Raja Melayu yang terkenal dengan sebutan Air Dohot. Minuman ini, tentunya akan menjadi pelepas dagaha ketika sudah mengitari Pulau Penyengat.
Minuman ini tidak hanya memiliki rasa yang segar dan manis, tetapi juga memiliki khasiat sebagai obat awet muda setelah melalui uji klinis. Air Dohot ini sangat terkenal adalah Pulau Penyengat, yang juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Kepulauan Riau. Hingga saat ini, masyarakat di Pulau Penyengat tetap menjaga keberadaan minuman ini sebagai salah satu warisan budaya mereka.
Air Dohot ini menjadi spesial karena diracik secara turun temurun. Minuman ini, terbuat dari 10 campuran buah-buahan segar yang dikeringkan. Sepuluh jenis buah yang terkandung dalam Air Dohot antara lain adalah buah kismis, buah dohot, dan kesemak. Setiap buah memiliki khasiatnya masing-masing.Air Dohot memiliki beberapa manfaat, di antaranya meningkatkan energi dan menghangatkan badan.
BACA JUGA: Wajah Baru Pulau Penyengat, Distinasi Wisata Halal di Kepri
Setelah melalui uji klinis, buah dohot yang ada dalam minuman ini juga terbukti memiliki khasiat sebagai anti-aging atau obat awet muda. Rasa unik dari Air Dohot ini terdiri dari kombinasi manis, asam, dan segar. Buah-buahan kering yang dimasukkan ke dalam minuman ini juga dapat dikonsumsi dan memiliki tekstur yang lembut.
Satu penganan lainnya yang menjadi teman ketika menikmati segarnya air dohot adalah kue deram-deram yang juga merupakan warisan dari raja-raja Melayu terdahulu. Kue ini memiliki warna merah kehitaman berbentuk donat. Kue ini merupakan cemilan khas Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Meskipun bentuknya mirip seperti donat, tapi untuk rasanya tidak sama seperti donat. Ada rasa unik ketika menyentuh lidah penikmatnya. Kue ini menjadi salah satu kuliner yang wajib dinikmati jika berkunjung ke Pulau Penyengat dan jadi cemilan favorit. Harga kue ini pun tidak terlalu mahal.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyadari benar, Pulau Penyengat adalah aset yang harus tersu dirawat. Menyiasati ini, Pemprov Kepri telah memulai pembenahan Pulau Penyengat, Tanjungpinang sejak 2022 lalu. Gubernur Ansar mengatakan, setelah proses pembenahan jalan di tahun 2023 lalu, tahun 2024 ini ada beberapa pekerjaan yang harus dilanjutkan.
Sebagaimana diketahui Pemerintah Provinsi Kepri sebelumnya telah mengajukan kepada Pemerintah Pusat melakui Bappenas anggaran sebeaar Rp93 miliar untuk melanjutkan menata Pulau Penyengat di tahun 2024 ini. Yang mana dana tersebut sebesar Rp35 miliar untuk perbaikan sarana prasarana Balai Adat, Rp33 miliar untuk lanjutan penataan jalan lingkar dan sebesar Rp25 miliar untuk pembangunan Monumen Bahas Nasional.
“Kita perlu dukungan doa dari masyarakat agar usaha kita untuk menata Pulau Penyengat ini dimudahkan dan dilancarkan. Kita tau APBD kita terbatas, makanya kita mengadukannya kepada Pemerintah Pusat. Kita. Dan kita patut bersyukur karena permintaan masyarakat ini dikabulkan, sehingga nanti Penyengat akan lebih tertata, lebih rapi, lebih cantik dan lebih memikat para wisatawan,” ucap Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (*)
Reporter: Jailani

batampos-Pulau Penyengat, Tanjungpinang diibaratkan seperti permata tersembunyi yang berada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mempesona dengan sejarahnya yang kaya dan keindahan yang memukau. Terletak di antara gemerlap air biru Selat Riau, pulau ini menawarkan pesona bangunan bersejarah, seperti Masjid Raya Sultan Riau yang megah.
Sebagaimana diketahui Pemerintah Provinsi Kepri sebelumnya telah mengajukan kepada Pemerintah Pusat melakui Bappenas anggaran sebeaar Rp93 miliar untuk melanjutkan menata Pulau Penyengat di tahun 2024 ini. Yang mana dana tersebut sebesar Rp35 miliar untuk perbaikan sarana prasarana Balai Adat, Rp33 miliar untuk lanjutan penataan jalan lingkar dan sebesar Rp25 miliar untuk pembangunan Monumen Bahas Nasional.

batampos– Limpahan berkah yang Allah SWT berikan selama bulan Ramadhan hendaknya dimanfaatkan seluruh umat muslim untuk meraih derajat Muttaqin di hadapan Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh seluruh umat Muslim di dunia. Bulan yang suci dan memiliki banyak keistimewaan di dalamnya.

batampos-Pulang dari Kabupatrn Natuna Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad langaung ke Pulau Penyengat, Rabu (17/01/2024). Didampingi PJ Walikota Tanjungpinang Hasan, Ansar menyambangi Balai Adat Penyengat dan Masjid Raya Sultan Riau.



