Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 393

Bazar Ramadan BWR ke-7 Ramai Pengunjung di Taman Dang Anom, Banyak Jajanan Kekinian

0
Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Puluhan tenan kuliner tradisional hingga kekinian meramaikan Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR) ke-7 yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan.

Lokasi bazar yang strategis di kawasan Batamcentre menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Konsep bazar yang dikemas meriah dengan tata lampu hias membuat area kegiatan tampak semarak hingga malam hari. Kondisi ini mendorong pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana sekaligus berburu menu pembuka puasa.

Salah satu stan Big Takoyaki menjadi salah satu kuliner kekinian yang paling diminati, khususnya kalangan anak muda. Takoyaki disajikan hangat dengan isian beragam, mulai dari sosis, crab stick, cumi, bakso, hingga keju mozarella. Adonan tepung takoyaki yang dipadu telur, dashi bubuk, dan bumbu kaldu, kemudian diberi saus takoyaki, mayonnaise, taburan cakalang katsuobushi, rumput laut bubuk, saus mentai, serta boncabe, membuat menu ini kian menggugah selera sebagai sajian pembuka puasa.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Varian jumbo original dibanderol Rp22 ribu per porsi, sedangkan jumbo mentai Rp25 ribu. Sementara takoyaki mini dijual Rp15 ribu untuk varian original tujuh potong dan Rp20 ribu untuk varian mentai enam potong.

Pemilik Big Takoyaki, Yogi, mengaku senang bisa bergabung untuk pertama kalinya dalam gelaran BWR tahun ini. Ia menjalankan usaha tersebut bersama sang istri.

“Kami sangat senang bisa ikut BWR untuk pertama kalinya. Alhamdulillah respons pengunjung luar biasa. Hampir setiap hari dagangan habis terjual. Semoga ke depan bisa ikut lagi di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan BWR telah digelar secara konsisten selama tujuh tahun dan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini bahkan pernah masuk dalam kalender event Nusantara. Tahun ini, sebanyak 75 tenan ambil bagian dalam bazar yang berlangsung dari 17 Februari hingga 1 Maret 2026.

“BWR agenda rutin tahunan setiap Ramadan, sudah 7 tahun. Dan selalu banyak peminat, karena itu bazar ini terus berlanjut,” sebutnya.

Pelaksanaan BWR ke-7 melibatkan berbagai unsur, antara lain PKK Kota Batam, Dharma Wanita Persatuan, serta DWP Disbudpar. Selain bazar kuliner, rangkaian kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama, program kolaborasi dengan AirAsia, serta santunan anak yatim piatu.

“Panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti musala dan ruang bermain keluarga untuk menambah kenyamanan pengunjung selama Ramadan,” jelasnya.

Pembukaan BWR ke-7 berlangsung meriah di Taman Dang Anom, Selasa (17/2) malam lalu, Kegiatan tahunan yang menjadi ruang berburu kuliner sekaligus hiburan Ramadan itu resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, ditandai dengan penyalaan obor secara simbolis.

Dalam sambutannya, Firmansyah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BWR yang telah memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Ia juga mengingatkan agar suasana Ramadan tetap dijaga dengan penuh kekhusyukan. Saat azan Magrib berkumandang, aktivitas bazar diharapkan dihentikan sementara agar pengunjung dan pelaku usaha dapat berbuka puasa serta menunaikan salat Magrib.

Firmansyah turut mengapresiasi panitia yang telah menyediakan musala dan mendorong pelaksanaan salat berjemaah di area bazar. Selain itu, pelaku usaha diimbau menjaga kebersihan serta keamanan makanan yang dijual. Untuk memastikan keamanan pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan akan melakukan pengecekan kualitas makanan yang dipasarkan di area BWR agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berbuka puasa. (*)

Artikel Bazar Ramadan BWR ke-7 Ramai Pengunjung di Taman Dang Anom, Banyak Jajanan Kekinian pertama kali tampil pada Metropolis.

Bazar Ramadan BWR ke-7 Ramai Pengunjung di Taman Dang Anom, Banyak Jajanan Kekinian

0
Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Puluhan tenan kuliner tradisional hingga kekinian meramaikan Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR) ke-7 yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan.

Lokasi bazar yang strategis di kawasan Batamcentre menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Konsep bazar yang dikemas meriah dengan tata lampu hias membuat area kegiatan tampak semarak hingga malam hari. Kondisi ini mendorong pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana sekaligus berburu menu pembuka puasa.

Salah satu stan Big Takoyaki menjadi salah satu kuliner kekinian yang paling diminati, khususnya kalangan anak muda. Takoyaki disajikan hangat dengan isian beragam, mulai dari sosis, crab stick, cumi, bakso, hingga keju mozarella. Adonan tepung takoyaki yang dipadu telur, dashi bubuk, dan bumbu kaldu, kemudian diberi saus takoyaki, mayonnaise, taburan cakalang katsuobushi, rumput laut bubuk, saus mentai, serta boncabe, membuat menu ini kian menggugah selera sebagai sajian pembuka puasa.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Varian jumbo original dibanderol Rp22 ribu per porsi, sedangkan jumbo mentai Rp25 ribu. Sementara takoyaki mini dijual Rp15 ribu untuk varian original tujuh potong dan Rp20 ribu untuk varian mentai enam potong.

Pemilik Big Takoyaki, Yogi, mengaku senang bisa bergabung untuk pertama kalinya dalam gelaran BWR tahun ini. Ia menjalankan usaha tersebut bersama sang istri.

“Kami sangat senang bisa ikut BWR untuk pertama kalinya. Alhamdulillah respons pengunjung luar biasa. Hampir setiap hari dagangan habis terjual. Semoga ke depan bisa ikut lagi di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan BWR telah digelar secara konsisten selama tujuh tahun dan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini bahkan pernah masuk dalam kalender event Nusantara. Tahun ini, sebanyak 75 tenan ambil bagian dalam bazar yang berlangsung dari 17 Februari hingga 1 Maret 2026.

“BWR agenda rutin tahunan setiap Ramadan, sudah 7 tahun. Dan selalu banyak peminat, karena itu bazar ini terus berlanjut,” sebutnya.

Pelaksanaan BWR ke-7 melibatkan berbagai unsur, antara lain PKK Kota Batam, Dharma Wanita Persatuan, serta DWP Disbudpar. Selain bazar kuliner, rangkaian kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama, program kolaborasi dengan AirAsia, serta santunan anak yatim piatu.

“Panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti musala dan ruang bermain keluarga untuk menambah kenyamanan pengunjung selama Ramadan,” jelasnya.

Pembukaan BWR ke-7 berlangsung meriah di Taman Dang Anom, Selasa (17/2) malam lalu, Kegiatan tahunan yang menjadi ruang berburu kuliner sekaligus hiburan Ramadan itu resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, ditandai dengan penyalaan obor secara simbolis.

Dalam sambutannya, Firmansyah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BWR yang telah memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Ia juga mengingatkan agar suasana Ramadan tetap dijaga dengan penuh kekhusyukan. Saat azan Magrib berkumandang, aktivitas bazar diharapkan dihentikan sementara agar pengunjung dan pelaku usaha dapat berbuka puasa serta menunaikan salat Magrib.

Firmansyah turut mengapresiasi panitia yang telah menyediakan musala dan mendorong pelaksanaan salat berjemaah di area bazar. Selain itu, pelaku usaha diimbau menjaga kebersihan serta keamanan makanan yang dijual. Untuk memastikan keamanan pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan akan melakukan pengecekan kualitas makanan yang dipasarkan di area BWR agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berbuka puasa. (*)

Artikel Bazar Ramadan BWR ke-7 Ramai Pengunjung di Taman Dang Anom, Banyak Jajanan Kekinian pertama kali tampil pada Metropolis.

MBG Tak Libur Saat Ramadan, Distribusi Disesuaikan Jenis Sekolah

0
Ilustrasi. Murid-murid Sekolah Dasar Negeri 010 Batam Kota saat menikmati Makanan Bergizi Gratis. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan Pesantren Ramadan di seluruh satuan pendidikan di Kota Batam mulai digelar Senin (23/2). Di tengah kegiatan keagamaan tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan dengan skema penyaluran yang disesuaikan.

Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, menegaskan distribusi MBG tidak dihentikan selama Ramadan.

“Tetap berjalan, bang. Untuk Ramadan kita sesuaikan, mayoritas makanan kering yang bisa dibawa pulang,” ujar Defri, Minggu (22/2).

Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran disesuaikan dengan karakter masing-masing sekolah. Untuk sekolah umum, paket MBG diberikan dalam bentuk makanan kering agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.

Sementara bagi sekolah berbasis pesantren, makanan siap santap akan diantar langsung menjelang waktu berbuka.

“Untuk sekolah umum tetap makanan kering. Kalau sekolah pesantren, kita antar makanan siap santap saat berbuka. Sedangkan sekolah nonmuslim tetap normal seperti hari biasanya,” jelasnya.

Menurut Defri, setiap SPPG akan menyesuaikan pola distribusi dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing, sehingga manfaat program tetap dirasakan siswa tanpa mengganggu ibadah puasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan jadwal kegiatan satuan pendidikan selama Ramadan 1447 Hijriah telah diatur dalam pedoman kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026.

Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SKB, dan PKBM di Batam melaksanakan Pesantren Ramadan pada 23 hingga 25 Februari 2026 secara tatap muka di sekolah masing-masing.

“Pesantren Ramadan digelar selama tiga hari, mulai 23 sampai 25 Februari 2026. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan nilai spiritual peserta didik,” ujar Hendri, Kamis (19/2).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan akhlak yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Sekolah diberi keleluasaan mengembangkan konsep kegiatan, selama tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan.

Setelah Pesantren Ramadan, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan penyesuaian jadwal selama bulan suci.

“Mulai 26 Februari sampai 14 Maret 2026, peserta didik kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah seperti biasa sesuai jadwal yang telah disesuaikan selama Ramadan,” pungkasnya. (*)

Artikel MBG Tak Libur Saat Ramadan, Distribusi Disesuaikan Jenis Sekolah pertama kali tampil pada Metropolis.

MBG Tak Libur Saat Ramadan, Distribusi Disesuaikan Jenis Sekolah

0
Ilustrasi. Murid-murid Sekolah Dasar Negeri 010 Batam Kota saat menikmati Makanan Bergizi Gratis. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan Pesantren Ramadan di seluruh satuan pendidikan di Kota Batam mulai digelar Senin (23/2). Di tengah kegiatan keagamaan tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan dengan skema penyaluran yang disesuaikan.

Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, menegaskan distribusi MBG tidak dihentikan selama Ramadan.

“Tetap berjalan, bang. Untuk Ramadan kita sesuaikan, mayoritas makanan kering yang bisa dibawa pulang,” ujar Defri, Minggu (22/2).

Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran disesuaikan dengan karakter masing-masing sekolah. Untuk sekolah umum, paket MBG diberikan dalam bentuk makanan kering agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.

Sementara bagi sekolah berbasis pesantren, makanan siap santap akan diantar langsung menjelang waktu berbuka.

“Untuk sekolah umum tetap makanan kering. Kalau sekolah pesantren, kita antar makanan siap santap saat berbuka. Sedangkan sekolah nonmuslim tetap normal seperti hari biasanya,” jelasnya.

Menurut Defri, setiap SPPG akan menyesuaikan pola distribusi dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing, sehingga manfaat program tetap dirasakan siswa tanpa mengganggu ibadah puasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan jadwal kegiatan satuan pendidikan selama Ramadan 1447 Hijriah telah diatur dalam pedoman kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026.

Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SKB, dan PKBM di Batam melaksanakan Pesantren Ramadan pada 23 hingga 25 Februari 2026 secara tatap muka di sekolah masing-masing.

“Pesantren Ramadan digelar selama tiga hari, mulai 23 sampai 25 Februari 2026. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan nilai spiritual peserta didik,” ujar Hendri, Kamis (19/2).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan akhlak yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Sekolah diberi keleluasaan mengembangkan konsep kegiatan, selama tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan.

Setelah Pesantren Ramadan, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan penyesuaian jadwal selama bulan suci.

“Mulai 26 Februari sampai 14 Maret 2026, peserta didik kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah seperti biasa sesuai jadwal yang telah disesuaikan selama Ramadan,” pungkasnya. (*)

Artikel MBG Tak Libur Saat Ramadan, Distribusi Disesuaikan Jenis Sekolah pertama kali tampil pada Metropolis.

PN Batam Klarifikasi Korban Dugaan Pelecehan Bukan Asisten Panitera

0
Ilustrasi.

batampos – Pengadilan Negeri Batam meluruskan pemberitaan yang menyebut korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum anggota Sabhara Polresta Barelang berinisial Bripda AD sebagai asisten panitera PN Batam. Pihak pengadilan menegaskan, perempuan berinisial CK tidak memiliki hubungan kepegawaian apa pun dengan PN Batam saat ini maupun saat peristiwa terjadi.

Juru Bicara PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena, menyampaikan klarifikasi usai adanya pemberitaan yang menyeret institusi pada PN Batam. Ia menegaskan, yang bersangkutan bukan asisten hakim, bukan pegawai, bukan tenaga honorer, bukan P3K, maupun tenaga alih daya di PN Batam.

“Yang bersangkutan tidak ada kaitannya dengan PN Batam. Bukan pegawai, bukan penjaga, bukan asisten siapa pun pada Pengadilan Negeri Batam,” tegas Stuart didampingi Douglas Napitupulu yang juga juru bicara, kemarin.

Baca Juga: Oknum Polisi Polresta Barelang Jalani Sidak Kode Etik, Dituding Lecehkan Asisten Panitera PN Batam

Menurut dia, status CK hanya sebagai mahasiswa yang sempat menjalani magang beberapa bulan di PN Batam. Setelah masa magang berakhir, tidak ada lagi hubungan kelembagaan antara yang bersangkutan dengan PN Batam.

“Jadi kemungkinan yang bersangkutan pernah magang, kapannya saya kurang tahu. Jika terdapat relasi personal dengan pihak tertentu, hal itu berada di ranah pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi,” sebutnya.

Stuart mengakui, penyebutan korban sebagai asisten panitera dalam pemberitaan sebelumnya berdampak pada citra PN Batam. Karena itu, ia berharap media melakukan konfirmasi sebelum menaikkan berita agar informasi yang disajikan akurat dan tidak menimbulkan persepsi keliru di publik.

“Kami tentu prihatin atas peristiwa yang dialami korban, tetapi kami perlu meluruskan bahwa yang bersangkutan tidak ada kaitan dengan PN Batam,” katanya.

Sebelumnya, sidang kode etik terhadap oknum anggota Sabhara Polresta Barelang berinisial Bripda AD digelar di lantai III Mapolresta Barelang, Kamis (16/2) sore. Sidang tersebut digelar tertutup dan hingga berita ini diturunkan belum menghasilkan putusan karena diskors.

Perkara ini bermula dari peristiwa yang terjadi pada 2 November 2025 di salah satu hotel di kawasan Nagoya, Batam. Berdasarkan keterangan korban melalui tim kuasa hukumnya, dugaan pelecehan dan persetubuhan terjadi saat korban dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh minuman keras.

Kuasa hukum korban dari LBH Horas, H Andrianto Sianipar, didampingi Marnaek Simarmata, menyebut kliennya datang ke hotel bersama seorang teman perempuan. Teman tersebut kemudian meninggalkan lokasi. Tak lama berselang, terlapor Bripda AD datang dan diduga melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak tiga kali.

“Klien kami dalam kondisi tidak sadar karena pengaruh miras dan tidak mampu memberikan persetujuan. Ini pelanggaran serius secara etik maupun hukum,” kata Andrianto usai sidang etik.

Akibat kejadian itu, korban diketahui sempat hamil. Namun pada usia kandungan memasuki tiga bulan, korban mengalami keguguran. Pihak kuasa hukum menyebut kondisi tersebut dipicu tekanan psikologis dan depresi berat, karena korban mengaku mendapat teror dari perempuan lain yang diduga pasangan atau teman dekat terlapor.

Dalam prosesnya, korban sempat melapor ke Mabes Polri sebelum perkara ditangani Propam Polresta Barelang. Laporan resmi juga disampaikan ke Seksi Profesi dan Pengamanan Polresta Barelang untuk diproses melalui sidang kode etik.

Meski korban dan terlapor sama-sama belum menikah, kuasa hukum menilai terlapor tidak menunjukkan tanggung jawab atas perbuatannya. Hal itu disebut memperparah kondisi mental korban hingga berujung keguguran. Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait sanksi terhadap Bripda AD. Pihak kuasa hukum berharap proses etik berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan bagi korban. (*)

Artikel PN Batam Klarifikasi Korban Dugaan Pelecehan Bukan Asisten Panitera pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Tetapkan 2 Tersangka Kasus 70 Ton Daging Beku Ilegal

0
Dua kapal yang membawa daging dan balpres selundupan dari luar negeri saat diamankan di Pelabuhan Sekupang, Selasa (27/1). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Penyidikan kasus dugaan penyelundupan 70 ton daging beku ilegal di wilayah Kepri ternyata sudah memasuki babak baru. Subdit 1 Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kepri resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka. Namun, identitas keduanya belum diumumkan ke publik.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Paksi Eka Syaputra mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik merampungkan pemeriksaan saksi ahli. Hingga kini, belasan saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

“Sudah kami tetapkan dua orang sebagai tersangka. Nanti saat rilis resmi akan dijelaskan secara lengkap,” ujar Paksi.

Baca Juga: Kasus Penyelundupan Puluhan Ton Daging Masuk Tahap Penyidikan, Polisi Periksa Saksi

Paksi menyebutkan, pengungkapan kasus ini rencananya akan disampaikan secara resmi oleh Menteri Pertanian pada pekan depan. Karena itu, pihaknya belum membeberkan identitas maupun peran detail kedua tersangka.

“Rencana pekan depan akan dirilis langsung. Mohon bersabar,” katanya.

Terkait barang bukti, sebanyak 70 ton daging beku selundupan masih disimpan di bawah pengawasan ketat petugas. Namun, penyidik mengkhawatirkan kondisi daging yang berpotensi membusuk karena masa simpan yang terbatas. Dalam waktu dekat, daging-daging tersebut berpeluang dimusnahkan sesuai ketentuan.

“Untuk kondisinya masih disimpan, tetapi kami khawatir kualitasnya menurun. Kemungkinan akan dimusnahkan,” ujar Paksi.

Sebelumnya, penyidikan perkara ini telah berlangsung intensif. Penyidik memeriksa sedikitnya 12 saksi dan memanggil tiga orang saksi ahli untuk memperkuat konstruksi hukum sebelum penetapan tersangka. Pendalaman juga dilakukan terhadap jalur distribusi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik penyelundupan tersebut.

Pengungkapan kasus bermula dari pengintaian tim Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri selama enam hari berturut-turut terhadap pergerakan kapal yang dicurigai membawa muatan ilegal. Penindakan dilakukan pada Jumat (23/1) dini hari di perairan Kepulauan Riau. Kapal diketahui berangkat dari Singapura dan sempat singgah di wilayah Moro, Kabupaten Karimun.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan puluhan ton daging beku ilegal dari empat kontainer yang diangkut menggunakan kapal dengan modus menyerupai kapal ikan. Untuk mengelabui petugas, sistem Automatic Identification System (AIS) kapal sengaja dimatikan saat berlayar di tengah laut.

Dua kapal yang diduga terlibat, KM Sukses Raya dan KM Sukses Abadi 02, kemudian diamankan dan bersandar di Pelabuhan Sekupang. Selain daging ilegal, petugas juga menemukan muatan lain berupa sepeda dan puluhan karung balpres.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, daging-daging beku tersebut diduga berasal dari Brasil dan beberapa negara lain tanpa dilengkapi dokumen karantina maupun perizinan resmi. Rencananya, barang ilegal itu akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Sumatra, dengan tujuan akhir Pekanbaru dan Jambi.

Jenis daging yang diangkut meliputi daging sapi, daging ayam, dan daging babi. Hingga kini, penyidik masih mendalami asal-usul barang, jaringan penyelundupan lintas negara, serta pihak-pihak yang diduga paling bertanggung jawab dalam perkara tersebut. (*)

Artikel Polda Kepri Tetapkan 2 Tersangka Kasus 70 Ton Daging Beku Ilegal pertama kali tampil pada Metropolis.

Limpahan Lumpur Terjang Rumah Warga di Sei Tering, PT Jutam Janji Ganti Rugi dan Klaim Punya Izin AMDAL

0
Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Batam, Jumat (20/2) malam, tertimbun lumpur dan bebatuan yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan bukit oleh salah satu perusahaan di sekitar lokasi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) di kawasan Kavling Sei Tering, Sengkuang, Batuampar, memicu gelombang protes warga setelah lumpur diduga mengalir hingga ke sekitar rumah mereka, Jumat (20/2). Perusahaan yang disebut-sebut bertanggung jawab, PT Jutam, akhirnya angkat bicara dan mengakui adanya aktivitas tersebut.

‎Penanggung jawab saluran PT Jutam, Akbarsyah, membenarkan bahwa kegiatan cut and fill memang berlangsung di sekitar lokasi perumahan warga. Ia juga mengakui telah menerima keluhan dan menemui warga yang terdampak. “Aktivitas itu kontraktor, tapi memang ada Jutam juga,” ujarnya, Minggu (22/2) siang.

‎Saat ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas dampak lumpur tersebut, Akbarsyah menyatakan baik pihak kontraktor maupun PT Jutam sama-sama memikul tanggung jawab. “Dua-duanya yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga: Lumpur dari Bukit Timbun Puluhan Rumah di Batuampar, Warga Hadang Truk Perusahaan

‎Warga sebelumnya mendesak adanya ganti rugi atas kerusakan perabot rumah tangga, pencemaran lingkungan sekitar rumah, serta dampak lain yang ditimbulkan akibat limpahan lumpur.

Akbarsyah mengatakan pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan warga dan kini tengah menghitung total kerugian. “Semalam sudah jumpa dengan warga, sekarang lagi mau meeting sama bos. Warga sudah jumpa semalam,” katanya.

‎Ia menambahkan, proses kalkulasi kerugian sedang berjalan. Namun, hingga kini belum ada angka pasti terkait total kerugian maupun nominal yang diminta warga. “Sekarang lagi kalkulasi kerugian yang mau dibayar. Belum tahu totalnya,” ujarnya.

‎Saat ditanya lebih rinci mengenai jenis kerugian, termasuk dampak terhadap warga yang menggantungkan hidup di sekitar kawasan tersebut, ia mengakui kerugiannya cukup banyak. “Banyaklah, susah juga mau di-list-kan, banyak soalnya,” katanya.

‎Terkait legalitas kegiatan, Akbarsyah mengklaim izin lingkungan, termasuk AMDAL, telah dikantongi. “Sudah lah. Bagaimana mau aktivitas cut and fill kalau tidak ada izinnya,” pungkasnya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas sistem saluran air di lokasi proyek. Menurutnya, insiden limpahan lumpur terjadi di luar perkiraan, dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari sebelumnya.

‎“Karena itu sudah kita tanggulangi dengan bikin saluran. Ternyata saluran itu mampet dan akhirnya melimpah,” jelasnya.

‎Ketika ditanya instansi penerbit izin pemotongan bukit tersebut, Akbarsyah menyebut izin dikeluarkan oleh BP Batam.

‎“Kalau berjalannya cut and fill berarti harus ada izin AMDAL. Itu semua orang kita yang ngurus,” katanya. (*)

Artikel Limpahan Lumpur Terjang Rumah Warga di Sei Tering, PT Jutam Janji Ganti Rugi dan Klaim Punya Izin AMDAL pertama kali tampil pada Metropolis.

Limpahan Lumpur Terjang Rumah Warga di Sei Tering, PT Jutam Janji Ganti Rugi dan Klaim Punya Izin AMDAL

0
Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Batam, Jumat (20/2) malam, tertimbun lumpur dan bebatuan yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan bukit oleh salah satu perusahaan di sekitar lokasi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) di kawasan Kavling Sei Tering, Sengkuang, Batuampar, memicu gelombang protes warga setelah lumpur diduga mengalir hingga ke sekitar rumah mereka, Jumat (20/2). Perusahaan yang disebut-sebut bertanggung jawab, PT Jutam, akhirnya angkat bicara dan mengakui adanya aktivitas tersebut.

‎Penanggung jawab saluran PT Jutam, Akbarsyah, membenarkan bahwa kegiatan cut and fill memang berlangsung di sekitar lokasi perumahan warga. Ia juga mengakui telah menerima keluhan dan menemui warga yang terdampak. “Aktivitas itu kontraktor, tapi memang ada Jutam juga,” ujarnya, Minggu (22/2) siang.

‎Saat ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas dampak lumpur tersebut, Akbarsyah menyatakan baik pihak kontraktor maupun PT Jutam sama-sama memikul tanggung jawab. “Dua-duanya yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga: Lumpur dari Bukit Timbun Puluhan Rumah di Batuampar, Warga Hadang Truk Perusahaan

‎Warga sebelumnya mendesak adanya ganti rugi atas kerusakan perabot rumah tangga, pencemaran lingkungan sekitar rumah, serta dampak lain yang ditimbulkan akibat limpahan lumpur.

Akbarsyah mengatakan pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan warga dan kini tengah menghitung total kerugian. “Semalam sudah jumpa dengan warga, sekarang lagi mau meeting sama bos. Warga sudah jumpa semalam,” katanya.

‎Ia menambahkan, proses kalkulasi kerugian sedang berjalan. Namun, hingga kini belum ada angka pasti terkait total kerugian maupun nominal yang diminta warga. “Sekarang lagi kalkulasi kerugian yang mau dibayar. Belum tahu totalnya,” ujarnya.

‎Saat ditanya lebih rinci mengenai jenis kerugian, termasuk dampak terhadap warga yang menggantungkan hidup di sekitar kawasan tersebut, ia mengakui kerugiannya cukup banyak. “Banyaklah, susah juga mau di-list-kan, banyak soalnya,” katanya.

‎Terkait legalitas kegiatan, Akbarsyah mengklaim izin lingkungan, termasuk AMDAL, telah dikantongi. “Sudah lah. Bagaimana mau aktivitas cut and fill kalau tidak ada izinnya,” pungkasnya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas sistem saluran air di lokasi proyek. Menurutnya, insiden limpahan lumpur terjadi di luar perkiraan, dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari sebelumnya.

‎“Karena itu sudah kita tanggulangi dengan bikin saluran. Ternyata saluran itu mampet dan akhirnya melimpah,” jelasnya.

‎Ketika ditanya instansi penerbit izin pemotongan bukit tersebut, Akbarsyah menyebut izin dikeluarkan oleh BP Batam.

‎“Kalau berjalannya cut and fill berarti harus ada izin AMDAL. Itu semua orang kita yang ngurus,” katanya. (*)

Artikel Limpahan Lumpur Terjang Rumah Warga di Sei Tering, PT Jutam Janji Ganti Rugi dan Klaim Punya Izin AMDAL pertama kali tampil pada Metropolis.

Titik Rawan Banjir Dipetakan, Penanganan Dikebut, BP Batam Cari Dukungan Pusat

0
Ilustrasi. Banjir di Jalan Tengku Sulung depan Botania 1 dan Perumahan Taman Raya. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Jajaran pejabat di lingkup BP Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah titik rawan banjir, pada Jumat (20/2) kemarin. Peninjauan dipimpin Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sehari sebelumnya.

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan, tim gabungan turun langsung untuk mengidentifikasi penyebab genangan di kawasan padat aktivitas ekonomi. Salah satu lokasi yang diperiksa berada di sekitar Martabak Har, Nagoya.

“Di sana ruko-ruko dibangun dengan saluran yang ditutup. Sebagian memang ada drainase, tetapi kondisinya dipenuhi sampah,” kata Mouris, Minggu (22/2).

Selain Nagoya, rombongan juga meninjau kawasan Baloi, tepatnya di bawah Bukit Vista, yang kerap tergenang saat hujan intensitas tinggi. Kunjungan itu bertujuan memastikan seluruh unsur BP Batam dan pemerintah daerah bekerja langsung di lapangan.

“Pimpinan ingin memastikan semua tim turun dan bergerak. Setelah pengecekan, sore harinya kami langsung rapat bersama,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, lanjutnya, pimpinan BP Batam, termasuk Kepala BP Batam Amsakar Achmad, memberikan arahan agar pemanfaatan anggaran dipercepat serta koordinasi lintas instansi diperkuat guna menekan risiko banjir.

Mouris menjelaskan, rencana penanganan banjir sebenarnya telah disusun sejak pertengahan tahun lalu dan masih berjalan sesuai target. Namun, kebutuhan pembiayaan terbilang cukup besar sehingga pihaknya berupaya mencari dukungan tambahan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Sebelum terjadi bencana banjir di Sumatera, kami sudah beraudiensi dengan kementerian dan mendapat respons positif. Setelah musibah itu, kami belum menindaklanjuti lagi, tetapi akan kami usulkan kembali melalui pimpinan,” kata Mouris.

Sejumlah pekerjaan fisik disebut telah dilaksanakan di beberapa titik, antara lain di Simpang Kepri Mall, Simpang Helm, serta sekitar Sekolah Mondial. Proyek yang menyerap biaya terbesar adalah pembangunan jembatan untuk menggantikan gorong-gorong pada lintasan Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk pembangunan kolam retensi di sejumlah lokasi.

Ia bilang, wilayah yang mendekati hilir membutuhkan pendekatan berbeda karena elevasi jalan hampir sejajar dengan muka air laut. Kondisi tersebut menuntut penggunaan sistem pompa agar air dapat dialirkan secara efektif saat hujan lebat.

“Di area hilir, solusi gravitasi saja tidak cukup. Perlu pompa karena level jalan sudah mendekati permukaan laut,” ujar dia.

Terkait kebutuhan anggaran keseluruhan untuk penanganan banjir secara menyeluruh di Batam, Mouris menyebut nilainya masih sangat besar dan belum dihitung secara final.

“Ultimate-nya memang besar. Kami belum menghitung total kebutuhan untuk penuntasan banjir di Batam,” katanya. (*)

Artikel Titik Rawan Banjir Dipetakan, Penanganan Dikebut, BP Batam Cari Dukungan Pusat pertama kali tampil pada Metropolis.

Permintaan Tinggi, Harga Daging Sapi dan Ayam Naik Signifikan

0
ILustrasi. Pembeli tengah memilih daging sapi beku yang dijual di pasar Botania 2 Batamcentre. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Harga daging sapi beku dan ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Batam terus merangkak naik menjelang dan saat awal Ramadan. Kenaikan harga dinilai cukup signifikan dan mulai dirasakan baik oleh pedagang maupun konsumen.

Di pasar tradisional kawasan Batamcentre, harga daging sapi beku kini dijual hingga Rp130 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Sementara daging ayam potong yang biasa dijual sekitar Rp43 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp48 ribu per kilogram. Untuk ayam beku, harganya mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Ari, salah satu pedagang daging di kawasan Botania, Batamcentre, menyebut kenaikan harga daging sapi beku terjadi karena pasokan terbatas. Kondisi itu, kata dia, sudah terjadi sejak sebelum Ramadan.

“Infonya stok terbatas, jadi harga memang sudah naik sejak sebelum puasa,” ujarnya, kemarin.

Menurut Ari, saat memasuki Ramadan, harga kembali mengalami kenaikan bertahap. Kenaikan harga karena memang permintaan juga tinggi.

“Sebelumnya masih Rp120 ribu per kilo, sekarang sudah Rp130 ribu. Memang selama Ramadan ada kenaikan,” katanya.

Meski pada awal Ramadan permintaan daging sempat meningkat, namun memasuki hari keempat, permintaan mulai menurun.

“Mungkin karena harga tinggi, jadi pembeli berkurang,” ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong. MRudi, pedagang ayam di Pasar Botania Batamcentre, mengatakan harga ayam potong naik dalam dua hari terakhir.

“Sekarang jadi Rp48 ribu per kilo. Sebelumnya lebih murah,” katanya.

Menurut dia, kenaikan harga dipicu tingginya permintaan menjelang Ramadan. Meski harga naik, pembeli masih relatif normal. “Pembeli masih ada, seperti biasa,” ujarnya.

Kenaikan harga komoditas daging dan ayam tersebut turut berdampak pada pedagang makanan. Erna, penjual makanan di Batamcentre, mengaku harus memutar otak menyiasati kenaikan bahan baku agar tidak terlalu memberatkan pelanggan. “Serba mahal, daging sapi beku aja Rp 130 ribu per kg, kalau segar Rp 150 -170 ribu perkg,” ujarnya.

Ia menyebut biaya produksi ikut terkerek, sementara harga jual makanan tidak mudah dinaikkan karena daya beli masyarakat terbatas.

“Ya mau naikin, tapi khawatir pelanggan kecewa. Jadi memang untuk daging sapi saya stop dulu,” jelasnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto sedang tidak berada di tempat. Menurutnya, ia mengecek informasi terkait tingginya harga beberapa komoditas.

“Nanti coba saya cek, terimakasih,” ujarnya singkat. (*)

Artikel Permintaan Tinggi, Harga Daging Sapi dan Ayam Naik Signifikan pertama kali tampil pada Metropolis.