batampos – Puncak kampanye tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden RI, Sabtu (10/2) kemarin ditandai dengan lautan manusia di masing-masing lokasi kampanye. Masing-masiang pasangan calon yakin menjadi pemenang. Mereka pun berusaha meyakinkan masyarakat bahwa mereka layak memimpin Indonesia.
Pasangan nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) yang mengambil lokasi di Jakarta International Stadium (JIS) benar-benar dihadiri jutaan warga. Mereka tumpah ruah di dalam dan luar stadion sejak malam hari.
Bahkan, untuk bisa sampai di Jakarta International Stadium (JIS), para tokoh partai politik pengusung capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) harus berjalan kaki cukup jauh. Muhaimin berjalan sejauh 3,5 kilometer. Sementara, Anies berjalan selama dua jam untuk sampai di JIS.
Pengalaman senada dirasakan Wakil Presiden Ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla bersama istrinya, Mufidah Jusuf Kalla. Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni pun demikian. Dia berjalan dua jam dari rumahnya yang hanya berjarak 5 kilometer dari JIS.
Berdasar pantauan Jawa Pos (grup Batam Pos), kampanye terakhir Amin bertajuk Kumpul Akbar untuk Perubahan itu diperkirakan dihadiri ratusan ribu, bahkan satu juta, pendukung. Massa tidak hanya menyemut di dalam stadion, tetapi juga di luar area sekitar JIS. Bahkan sejak sebelum rangkaian acara dimulai pukul 06.00 WIB.
Namun, kepadatan dan kemacetan yang sempat terjadi tersebut membuat Anies-Muhaimin semakin bersemangat. Keduanya naik ke panggung utama pada pukul 10.30 WIB. Mereka yang kompak mengenakan setelan kemeja putih dan bawahan hitam itu langsung menyapa pendukung yang memenuhi area tribun dan lapangan.
Setelah menyapa pendukung, Muhaimin membuka orasinya dengan mengajak semua yang hadir untuk bersalawat. Dengan suara yang sedikit serak, dia menyebut masyarakat yang hadir di JIS sebagai pejuang perubahan. ”Semua yang hadir di sini adalah orang-orang yang ikhlas datang dengan penuh kerelawanan,” ujarnya.
Baca Juga: Israel Serang Rafah, PBB: Mimpi Buruk Kemanusiaan
Dalam orasinya, ketua umum PKB itu menggaungkan gerakan untuk menolak segala bentuk kecurangan pemilu. ”Kalau ada yang curang, kita slepet,” katanya.
Muhaimin menegaskan, suara perubahan tidak bisa dielakkan. Menurut dia, suara perubahan itu adalah mandat rakyat. ”Harapan perubahan adalah wujud nyata keinginan rakyat,” tegas Cak Imin.
Orasi kemudian dilanjutkan Anies. Sebelum memulai, mantan gubernur DKI Jakarta itu sempat menyapa para elite parpol Koalisi Perubahan yang hadir di JIS. Mulai Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh, Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri, hingga Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais. Tidak ketinggalan, Anies menyapa Jusuf Kalla.
Dalam orasinya, Anies sempat mengungkapkan peran Surya Paloh dalam membuka jalan perubahan lewat jalur politik. Jalan tersebut dibuka ketika banyak pihak yang tidak berani mengungkapkan perubahan. ”Dan, sesudah itu (Surya Paloh, Red) didera ujian yang tak henti-henti sampai sekarang,” ungkap mantan Mendikbud tersebut.
Baca Juga: 32,5 Ton Bantuan Masyarakat Indonesia untuk Pengungsi Gaza Didistribusikan
Berikutnya, Anies menjelaskan alasan memilih JIS menjadi venue kampanye terakhir. Menurut dia, stadion berkapasitas 82 ribu penonton tersebut merupakan mahakarya yang dibangun 100 persen oleh orang-orang Indonesia. Kerja keras anak bangsa itu disebut melahirkan mahakarya yang membuat mata dunia terpesona.
Di tengah orasi, Anies sempat membaca sejumlah tulisan di spanduk yang dibawa warga. Salah satunya tertulis, ”Kami datang tanpa kepentingan, kami datang menginginkan perubahan”. Selain itu, Anies membaca spanduk bertulisan, ”Kami melanggar larangan istri untuk sampai di JIS, tapi kami bukan melanggar konstitusi”.
Anies menyebut, spanduk-spanduk tersebut merupakan harapan menginginkan perubahan. Menurut dia, spanduk-spanduk itu terbilang unik lantaran dibuat dan didanai secara organik. Tidak dikoordinasi.
”Karena itu, tulisannya berbeda-beda, tapi aspirasinya sama. Tujuannya seragam, yaitu perubahan,” papar mantan rektor Universitas Paramadina tersebut.
Di hadapan ratusan ribu pendukung dan simpatisan, Anies kembali menegaskan bahwa dirinya bersama Muhaimin bertekad melakukan perubahan. Salah satunya terkait dengan aspek ketimpangan. Dia sempat menyinggung ungkapan yang menyebut bahwa hanya segelintir orang yang menguasai sepertiga perekonomian Indonesia. ”Sementara, 280 juta lainnya harus berebut sisanya,” ungkap Anies.
Ketimpangan ekonomi tersebut, kata Anies, tidak bisa dibiarkan. Dia bertekad memperjuangkan kesetaraan bagi masyarakat.
Meski begitu, Anies mengajak pendukungnya menghadapi kondisi tersebut dengan welas asih. Untuk mempertegas ajakan itu, Anies mengutip falsafah masyarakat Jawa ”sura dira jaya ningrat, lebur dening pangastuti” (setiap angkara murka akan luluh dengan kesabaran dan kelembutan). ”Tetapi, bila mereka melakukan kecurangan, kita siap melawan,” tegasnya.
Seusai orasi, Anies dan Muhaimin saling berpelukan. Dari kejauhan, dua alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu tampak meneteskan air mata. Mereka kemudian menghadap ke arah pendukung sembari mengangkat jari telunjuk sebagai simbol nomor urut 1. Keduanya pun berlari ke sisi kanan panggung untuk menyapa dari dekat masyarakat yang duduk di tribun.
Berharap Menang Satu Putaran
Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengakhiri masa kampanye dengan Pesta Rakyat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kemarin (10/2). Melihat perkembangan terakhir, Prabowo yakin bisa memenangi pemilu dengan satu putaran saja.
Pesta rakyat dihadiri ratusan ribu simpatisan sejak pagi. Akibatnya, acara utama pidato politik yang sedianya berlangsung pada pukul 15.30 dimajukan menjadi pukul 13.30. Sebab, stadion penuh sejak pukul 11.00.
Prabowo mengawali pidatonya dengan mengapresiasi kehadiran massa yang melampaui ekspektasinya. ”Kami perkirakan yang datang 200 ribu, tapi laporannya bahkan mendekati 600 ribu yang hadir, saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
Di hadapan simpatisannya, Prabowo kembali menyatakan komitmennya untuk melanjutkan apa yang sudah dikerjakan presiden-presiden sebelumnya. Dia mengakui, setiap presiden telah memberi sumbangsih masing-masing. Fokus utama ke depan, Prabowo berjanji memberantas kemiskinan di Indonesia. Dia optimistis langkah itu bisa dilakukan. Sebab, timnya yang terdiri atas para ahli sudah menghitung dan mengkaji betapa Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Jadi, yang dibutuhkan adalah pengelolaan yang baik.
Bahkan, sejumlah lembaga dunia telah memprediksi Indonesia menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi dunia. Bahkan hingga lima besar dunia. ”Syaratnya, kita harus rukun, kita harus bersatu, kita harus damai, kita tidak boleh diadu domba lagi,” tuturnya.
Ditemui seusai kampanye, Prabowo mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat kian meyakinkan dirinya untuk memenangi pilpres dalam satu putaran. Apalagi, fakta empiris didukung dengan hasil mayoritas lembaga survei yang menunjukkan elektabilitas telah melampaui 50 persen.
Baca Juga: Ubah Rute Penerbangan Secara Sepihak, Pemerintah Taiwan Marah pada Tiongkok
”Saya lihat semua indikator yang bisa dipercaya menunjukkan insya Allah arah satu putaran,” katanya.
Hal senada disampaikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Anggota Dewan Pembina TKN Zulkifli Hasan menyebut keyakinan satu putaran bukan sebatas asumsi, tetapi didukung data scientific. ”Dan, hari ini (kemarin) buktinya. Masyarakat dari seluruh kalangan berbondong-bondong datang,” katanya.
Bahkan, dia meyakini, persentase dukungan bisa melebihi angka yang terpotret dari survei.
”Kan ada yang belum memilih. Jadi, saya kira bisa 53 persen,” ungkap ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Sementara itu, Pesta Rakyat berlangsung meriah. Berbagai kegiatan seni dan konser ikut mewarnai jalannya acara. Selain struktur tim pemenangan, kampanye dihadiri sejumlah artis dan tokoh agama. Di antaranya, Raffi Ahmad, Andre Taulany, Habib Luthfi bin Yahya, dan Habib Ali Kwitang.
Ganjar-Mahfud Kobarkan Semangat di Kandang Banteng
Pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD memungkasi kampanye akbar di Solo dan Semarang kemarin (10/2). Kesempatan itu mereka gunakan untuk menegaskan kembali komitmen menepati janji-janji kampanye jika memenangi pilpres.
Kampanye terakhir Ganjar-Mahfud dimulai di Benteng Vastenburg, Kota Solo, Jawa Tengah. Massa berbondong-bondong mendatangi lokasi sejak pukul 06.30. Mereka datang dengan berbagai kendaraan dan atribut dukungan. Namun, pada pukul 07.30, hujan mengguyur lokasi acara. Massa yang sudah berada di lapangan tetap bertahan. Mereka rela hujan-hujanan. Sebagian sudah mempersiapkan diri memakai jas hujan dan payung.
Acara terus dilanjutkan dengan penampilan musik yang dibawakan berbagai grup band. Di luar Benteng Vastenburg, Ganjar-Mahfud mengikuti kirab budaya hingga menyaksikan pameran mural yang menggambarkan ekspresi dan harapan untuk paslon nomor urut 3 itu.
Hadir Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang, dan Plt Ketum PPP M. Mardiono. Hadir pula Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Arsjad Rasjid dan jajaran Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud.
Baca Juga: Yudha Arfandi Benamkan Anak Tamara Tyasmara hingga 12 Kali di Kolam Renang
Ganjar membakar semangat para pendukungnya. Dia menyatakan, Solo adalah basis PDI Perjuangan (PDIP) dan akan tetap menjadi kandang banteng. ”Solo spesial.
Mohon izin untuk partai-partai lain, memang kandang PDIP ada di sini,” kata Ganjar dalam sambutannya. Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengajak para pendukung menunjukkan kekuatan bersama.
Menurut dia, Solo mempunyai cara dan gaya sendiri. Jawa Tengah memiliki kekuatan sendiri. ”Dan, ditunjukkan dalam kampanye terakhir hari ini (kemarin) di Solo dan Semarang,” ungkapnya.
Ganjar menuturkan, dirinya melihat mata rakyat yang penuh harap dan semangat. Menurut dia, seorang pemimpin harus amanah dalam mendengarkan suara rakyat. Jadi, seorang pemimpin tidak harus diteriaki. Pemimpin juga tidak boleh diam ketika ada teriakan-teriakan dari rakyat.
Mantan anggota DPR itu berpesan agar rakyat memilih dengan hati nurani. ”Saya ingin berpesan kepada keluarga saya di Solo Raya, suara rakyat, suara panjenengan akan menentukan nasib bangsa ini,” bebernya.
Selesai berkampanye di Solo, Ganjar-Mahfud dan para ketua umum partai politik langsung menuju Semarang. Mereka menghadiri kampanye akbar Hajatan Rakyat di Lapangan Pancasila, Simpang Lima. Massa berjubel di lapangan di jantung kota Semarang tersebut.
Walau acara diadakan pada sore hari, ratusan ribu pendukung Ganjar-Mahfud berdatangan sejak pagi. Tidak hanya berasal dari Semarang, mereka juga datang dari berbagai kota di Jawa Tengah. Lautan manusia itu tidak sabar memenangkan capres-cawapres mereka pada 14 Februari mendatang.
Ganjar menjelaskan, dirinya dan Mahfud datang ke Semarang untuk menutup proses kampanye dan ingin mendengarkan suara rakyat. Ganjar lantas memanggil tiga orang ke atas panggung. Ketiganya adalah perwakilan penyandang disabilitas, penggiat UMKM, dan perwakilan anak muda yang merupakan alumnus SMK Jawa Tengah. Mereka bergantian menyampaikan aspirasi kepada Ganjar-Mahfud.
Baca Juga: Hasil Survei Ini Sebut Pilpres 2024 Bakal Game Over Satu Putaran
Ganjar menegaskan, pihaknya akan terus memberikan perhatian kepada kaum difabel, UMKM, dan anak-anak muda, khususnya di bidang pendidikan. Selama menjadi gubernur Jawa Tengah dua periode, dia sudah membuktikannya. Menurut dia, penyandang disabilitas harus mendapatkan keadilan dan kesetaraan. Penggiat UMKM harus memperoleh pembinaan, akses pembiayaan, dan pemasaran. ”Sampai bisa ekspor ke berbagai negara,” tegasnya.
Ganjar-Mahfud memiliki sejumlah program andalan. Yaitu, satu keluarga miskin satu sarjana serta satu kelurahan satu fasilitas kesehatan (faskes) dan satu tenaga kesehatan (nakes). Keduanya juga berjanji menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Ganjar menegaskan, semua itu akan terwujud jika Ganjar-Mahfud terpilih menjadi capres dan cawapres. ”Maka, pilih nomor tiga. Coblos nomor tiga!” ajaknya. ”Kami akan berjuang mewujudkannya,” lanjutnya.
Mahfud mengungkapkan, dirinya dan Ganjar mempunyai tiga solusi dasar yang akan membuat Indonesia semakin maju. Pertama, menjaga dan memperkuat demokrasi.
”Mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan, tidak memberikan ruang bagi korupsi, kolusi, dan nepotisme,” bebernya.
Kedua, kata Mahfud, pihaknya berjanji menjadi pemimpin yang sidik, amanah, tablig, dan fatanah. Dia menegaskan bahwa dirinya dan Ganjar bukanlah pemimpin yang catat moral dan punya beban masa lalu. Pihaknya akan bekerja untuk rakyat, bukan untuk segelintir orang. Janji ketiga, Ganjar-Mahfud akan selalu setia bersama rakyat dan memperjuangkan nasib mereka.
”Ini janji kami dan akan kami tepati jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden,” tandas Mahfud. (*)

batampos – Pemilu memasuki masa tenang, dari 11 hingga 13 Februari. Meskipun disebut sebagai masa tenang, Bawaslu menyebut potensi terjadinya pelanggaran pemilu masih tetap ada. Beberapa potensi pelanggaran pemilu yakni politik uang dan intimidasi terhadap masyarakat.







