Pembeli memilih cabai merah di Pasar Bengkong Sadai beberapa waktu lalu. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Batam terpantau naik. Kenaikan paling signifikan terjadi pada jenis cabai dan ayam ras.
Di Pasar Sungai Harapan, Sekupang misalnya, saat ini harga cabai dijual Rp 80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram. Padahal beberapa pekan yang lalu cabai merah dijual Rp 60 ribu per kg.
“Naik semua sekarang pak, paling tinggi itu cabai merah, sama cabai hijau. Cabai merah saat ini dijual di kisaran harga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per seperempat kilo. Kalau cabai hijau Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu per seperempat kg, ” ujar Yono, pedagang di Sungai Harapan, Senin (26/2).
Lebih lanjut Yono menjelaskan, selain harga yang naik stok pasokan juga saat ini mulai mengalami keterbatasan. Biasanya dirinya mendapatkan pasokan 20 hingga 25 kg, saat ini hanya bisa mendapatkan stok cabai sekitar 10 hingga 13 kilogram saja. “Pasokan juga gak banyak. Lagian gak berani juga simpan stok dengan harga sekarang, ” jelasnya.
Selain cabai, harga daging ayam ras juga terpantau naik. Saat ini daging ayam ras segar dijual Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu per kilog. Padahal normalnya Rp 38 ribu per kilo. Sementara itu daging ayam ras es dijual Rp 28 hingga Rp 30 ribu per kilo.
“Banyak yang pilih ayam es dibanding ayam segar setelah harganya naik. Untuk stok masih aman lah, ” ujar Agus, salah satu pedagang ayam ras di pasar Viktoria, Sekupang.
Kenaikan harga bahan pokok ini diakui Rahma, salah seorang pembeli. Ia mengaku kewalahan dengan kenaikan bahan pokok ini. Terlebih lagi hampir semua bahan pokok naiknya hampir berbarengan dan sangat memberatkan masyarakat. “Belum lagi Ramadan sudah pada naik. Kita masyarakat kecil yang pusing karena semuanya naik, ” ujarnya.
Warga Sekupang ini berharap pemerintah dapat mengontrol harga di pasar terkhususnya jelang Ramadan. Apalagi tingkat konsumsi masyarakat akan meningkat di bulan Ramadan. “Kalau perlu ada sembako murah lagi lah, sehingga bisa bantu kami yang memang masyarakat kecil, ” harapnya. (*)
Kantor KUA Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. ( Pradita Kurniawan Syah/Antara)
batampos – Mulai tahun ini, kantor urusan agama (KUA) tak hanya melayani pencatatan nikah untuk umat Islam saja.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa KUA akan melayani pencatatan nikah untuk semua agama.
Rencana itu pun mendapat beragam respons. Wakil Ketua MUI Anwar Abbas mengatakan, pada prinsipnya, KUA bukan lembaga yang berwenang menikahkan. ”KUA itu kewenangannya adalah pencatatan nikah,” katanya kemarin (25/2).
Karena itu, tokoh Muhammadiyah tersebut mengatakan, tidak ada persoalan ketika pencatatan nikah untuk agama selain Islam juga dilakukan di KUA.
Dia menjelaskan, dalam Islam, yang menikahkan adalah wali nikah dari pihak perempuan. Seperti diketahui, rukun nikah dalam Islam ada empat. Yakni, ada dua mempelai, ijab kabul, wali dari pihak perempuan, dan dua saksi.
Anwar mengatakan, pernikahan bisa dilakukan di mana saja. Baik masjid, rumah pengantin, maupun kantor KUA. Kemudian, petugas KUA yang hadir melakukan pencatatan. Nah, untuk pasangan agama lain, menurut dia, tidak jadi persoalan ketika juga diberi akses pencatatan nikah di KUA.
Namun, harus ada kerja sama atau MoU antara Kemenag dengan lembaga terkait. Dalam hal ini Kemendagri selaku pembina dinas kependudukan dan pencatatan sipil serta Mahkamah Agung (MA). Pasalnya, kegiatan pernikahan untuk pasangan selain Islam, misalnya Kristen, dilakukan di gereja dengan proses pemberkatan nikah. Setelah pemberkatan nikah, pasangan itu mendaftarkan pencatatan pernikahannya di dispendukcapil setempat.
Nah, ketika nanti pencatatan nikah pasangan nonmuslim bisa dilakukan di KUA, harus ada integrasi data antara KUA dan dispendukcapil, termasuk MA. Supaya secara administrasi kependudukan bisa dipantau dan dicatat secara legal. Selain itu, lanjut Anwar, perlu ada sosialisasi yang baik terkait kebijakan itu. Sebab, membuka layanan nikah untuk pasangan nonmuslim di KUA bisa jadi dinilai tidak lazim. ”Meskipun sesuai namanya, KUA itu tidak hanya untuk umat agama Islam,” tuturnya.
Tetapi, kegiatan pernikahan atau pencatatan nikah non-Islam di KUA yang berada di daerah mayoritas agama Islam tentu menjadi sesuatu yang baru. Sehingga harus ada sosialisasi yang baik agar tidak memicu gejolak.
Sementara itu, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi belum bisa berkomentar banyak terkait usulan Menag itu. Dia berdalih belum mendapat penjelasan resmi dari menteri agama. ”Kami bahas dulu,” ujarnya.
Saat ditanya apakah akan berkoordinasi dengan Kemenag untuk membahas hal itu, Teguh belum bisa memastikan. Dia kembali beralasan belum ada komunikasi. ”Saya baru baca di media ini,” imbuhnya.
Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Syariah sekaligus Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tholabi Kharlie menyebut gagasan membuka layanan pencatatan nikah untuk semua agama di KUA itu out of the box. Selain itu, ada landasan filosofinya. Sebab, Kemenag adalah kementerian untuk semua agama.
Hanya saja, dia menilai gagasan tersebut perlu dikonsolidasikan. ”Baik itu aspek regulasi, organisasi, maupun kemampuan SDM,” katanya. Sehingga pencatatan nikah untuk semua agama di KUA bisa berjalan lancar dan memenuhi aspek hukum atau legal di Indonesia.
Dia menegaskan, dari sisi regulasi, sampai saat ini pencatatan perkawinan masih ada dua klaster. Yakni, pencatatan perkawinan bagi pasangan muslim dan perkawinan pasangan nonmuslim. Menurut dia, sinkronisasi aturan itu bukan urusan yang enteng. Sebab, terkait dengan banyak undang-undang yang melibatkan lintas kementerian dan peraturan di internal Kemenag.
Dia menambahkan, KUA berada di bawah naungan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Ditjen Bimas Islam Kemenag. Jadi, tidak salah ketika KUA cenderung memberi pelayanan untuk umat Islam saja. Pasalnya, mereka berada di bawah Ditjen Bimas Islam yang khusus memberikan layanan keagamaan untuk umat Islam. Mulai urusan perkawinan, madrasah, hingga soal haji.
Namun, terkait urusan kelembagaan itu, Tholabi menilai bukan persoalan yang pelik. Tinggal diatur di internal Kemenag. Ketika KUA dibuka untuk pelayanan semua agama, maka semua Ditjen Bimas di Kemenag ikut nimbrung di dalam KUA. ”Saya kira urusan internal organisasi di Kemenag tidak terlalu rumit. Tinggal reposisi dan membuat payung hukum saja,” tuturnya.
Persoalan lain yang harus diantisipasi adalah kesiapan SDM. Dia mengatakan, SDM di KUA harus diberi wawasan, peningkatan kapasitas, dan pengetahuan lebih dalam mengenai layanan pencatatan pernikahan untuk semua agama.
Seperti diketahui, gagasan membuka layanan pencatatan perkawinan semua agama di KUA itu disampaikan langsung oleh Menag Yaqut saat raker Ditjen Bimas Islam di Jakarta pada Jumat (23/2) malam. Dia mengatakan, KUA selain menjadi tempat pencatatan pernikahan bagi umat Islam, juga direncanakan jadi tempat pencatatan pernikahan bagi umat non-Islam. ”Kita sudah sepakat sejak awal bahwa KUA akan dijadikan sentral pelayanan keagamaan bagi semua agama,” katanya.
Yaqut menuturkan, ketentuan yang berjalan saat ini, umat agama non-Islam mencatatkan pernikahan di dispendukcapil. Padahal, menurut dia, pencatatan perkawinan itu menjadi urusan Kemenag. Dengan inovasi tersebut, menurut Yaqut, data pernikahan dan perceraian untuk seluruh masyarakat Indonesia bisa terintegrasi dengan baik. Dengan aturan yang ada sekarang, Kemenag hanya memiliki data pencatatan nikah untuk umat Islam saja.
Selain urusan pernikahan, lanjut Yaqut, aula atau gedung di KUA juga bisa digunakan untuk tempat ibadah sementara umat non-Islam. Khususnya nonmuslim yang masih kesulitan memiliki rumah ibadah sendiri. Baik itu karena belum memiliki dana pembangunan rumah ibadah maupun faktor lainnya.
Pada kesempatan itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyatakan, mereka akan meluncurkan KUA sebagai pusat layanan keagamaan lintas agama. KUA saat ini menjadi unit pelaksana teknis (UPT) dari Ditjen Bimas Islam Kemenag. KUA saat ini sudah tersebar di 5.917 kecamatan. Tapi, dalam praktiknya, KUA melayani masyarakat yang tersebar di 7.277 kecamatan. (*)
Tersangka MH digiring petugas Imigrasi saat konfrensi pers, Senin (26/2).
batampos – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang mengamankan HM, Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Bangladesh.
Identitas pria yang mengaku sudah 20 tahun menetap di Sekupang tersebut terungkap saat hendak membuat paspor di kantor Imigrasi Belakang Padang awal Desember 2023 lalu. Ia ditahan atas dugaan pelanggaran tindak pidana Keimigrasian.
Belum diketahui secara pasti cara MH bisa memiliki memiliki identitas kependudukan sebagai WNI. Tim imigrasi pun masih melakukan pendalaman. Bahkan dokumen MH dikuatkan dengan memiliki KTP, Buku Nikah, bahkan BPJS Kesehatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau I Nyoman Gede Surya Mataram mengatakan, upaya pendeteksian terhadap satu orang WNA asal Bangladesh ini telah didetensi sejak 14 Desember 2023 lalu.
“Dari proses pendalaman yang kami lakukan ternyata HM ini bukan WNI melainkan WNA asal Bangladesh yang sudah lama tinggal dan menetap di Sekupang Batam,” ujar Nyoman saat gelar konfrensi pers di Imigrasi Belakang Padang, Senin (26/2)
Bahkan berdasarkan pendeteksian keimigrasian, MH masih berstatus berkebangsaan Bangladesh. Direktorat keimigrasian melalui kedutaan juga sudah melakukan pengecekan data MH.
“Setelah dilakukan pengecekan dan pencocokan data bahwa yang bersangkutan masih berkebangsaan Bangladesh. Ia melakukan upaya pemalsuan data di Indonesia, sehingga kita amankan,” tambah kepala Kanwil KumHAM Kepri, Nyoman. (*)
HM, Warga Negara Asing (WNA) Berkebangsaan Bangladesh saat diamankan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang. Foto. Rengga Yulindra/ Batam Pos
batampos – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang mengamankan HM, Warga Negara Asing (WNA) Berkebangsaan Bangladesh. Identitas pria yang mengaku sudah 20 tahun menetap di Sekupang tersebut terungkap saat hendak membuat paspor di kantor Imigrasi Belakang Padang awal Desember 2023 lalu. Ia ditahan atas dugaan pelanggaran tindak pidana Keimigrasian.
Belum diketahui secara pasti cara MH bisa memiliki memiliki identitas kependudukan sebagai WNI. Tim imigrasi pun masih melakukan pendalaman. Bahkan dokumen MH dikuatkan dengan memiliki KTP, Buku Nikah, bahkan BPJS Kesehatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau I Nyoman Gede Surya Mataram mengatakan, upaya pendeteksian terhadap satu orang WNA asal Bangladesh ini telah didetensi sejak 14 Desember 2023 lalu.
“Dari proses pendalaman yang kami lakukan ternyata HM ini bukan WNI melainkan WNA asal Bangladesh yang sudah lama tinggal dan menetap di Sekupang Batam, ” ujar Nyoman saat gelar konfrensi pers di Imigrasi Belakang Padang, Senin (26/2)
Bahkan berdasarkan pendeteksian keimigrasian, MH masih berstatus berkebangsaan Bangladesh. Direktorat keimigrasian melalui kedutaan juga sudah melakukan pengecekan data MH.
“Setelah dilakukan pengecekan dan pencocokan data bahwa yang bersangkutan masih berkebangsaan Bangladesh. Ia melakukan upaya pemalsuan data di Indonesia, sehingga kita amankan,” tambah kepala Kanwil KumHAM Kepri, Nyoman.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang, Arsi Aditya, menambahkan, WN Bangladesh yang telah menikah dengan WNI berinisial W di Malaysia 30 tahun yang lalu datang ke Indonesia melewati jalur ilegal tanpa pemeriksaan dokumen.
Arsy menerangkan singkat kronologis terungkapnya identitas WNA itu. Hal tersebut bermula pada saat yang bersangkutan mengurus paspor pada Desember lalu. Namun pada saat sesi wawancara oleh petugas Imigrasi Belakang Padang, MA menunjukkan geliat mencurigakan hingga membuat petugas curiga.
Selanjutnya untuk memastikan yang bersangkutan merupakan WN Bangladesh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Bangladesh di Jakarta. Kedutaan pun menyurati kedutaan besar Bangladesh di Jakarta untuk meminta bantuan berupa permohonan verifikasi status WNA serta agar dapat dilakukan interview secara langsung di Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang.
Pendetensian selama 30 hari dilakukan di ruang detensi Kantor Imigrasi Belakang Padang, kemudian pada 5 Februari 2024 Kedutaan Bangladesh mengeluarkan surat jawaban kewarganegaraan dan memberikan akte lahir kebangsaan atas nama MH yang diterima langsung oleh perwakilan Kantor Imigrasi Belakang Padang pada 12 Februari 2024 lalu di Kedutaan Besar Bangladesh di Jakarta. Setelah itu, dilanjutkan dengan koordinasi dan laporan kepada Subdit Penyidikan di Direktorat Jenderal Imigrasi untuk perkembangan kasus itu.
“Jadi ada Warga Negara Bangladesh yang mengajukan pembuatan paspor, namun dari pemeriksaan, dia akhirnya mengaku warga negara Bangladesh. Ia masuk dengan cara ilegal puluhan tahun yang lalu. Kurang lebih sudah 20 Tahun tinggal di sini. Kami berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Banglades untuk mendapatkan jawaban bahwa memang MH WN Banglades. Dengan dasar itulah kami akan menindaklanjuti ke penyidikan dengan dugaan pelanggaran UU Keimigrasian Pasal 126 huruf C,” paparnya.
Terkait identitas MH ini dan pekerjaannya selama puluhan tahun di Indonesia masih didalami. Nyoman menyebut, tujuan pembuatan paspor oleh MH adalah untuk mengurus asuransi di Malaysia. Pihaknya menduga MH adalah warga negara Bangladesh dari gaya bertuturnya yang merepresentasikan ciri khas Warga Negara Bangladesh.
“Terkait identitasnya ini juga kita masih kita terus dalami. Dari pengakuannya, pekerjaannya membantu istri. Untuk identitas MH ini kami masih terus melakukan upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait, ” tambah Arsy.
Selain itu pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan kejaksaan Negeri Batam dalam upaya penegakan hukum. Kini, kasus yang berstatus penyelidikan ini telah ditingkatkan menjadi penyidikan berdasarkan alat bukti yang diperoleh dalam proses pralidik sebelumnya.
Atas perbuatannya, MH terancam hukuman 5 tahun kurungan penjara. Kini ia telah menjadi tahanan Deteni imigrasi. (*)
Petugas melayani warga di kantor Imigrasi Belakangpadang. Foto. Yulitavia/ Batam Pos
batampos – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang telah menerbitkan sebanyak 8.980 paspor Republik Indonesia selama periode Januari hingga Desember 2023 di wilayah Kecamatan Belakang Padang, Batam.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang, Arsi Aditya, mengatakan, 8.980 paspor yang diterbitkan sepanjang tahun 2023 lalu terdiri dari permohonan melalui aplikasi M-Paspor, Layanan Eazy Passport, Layanan Paspor Merdeka, Layanan Paspor Simpatik, dan Layanan PORTAL (Paspor di Atas Kapal).
“Imigrasi Belakang Padang juga turut memberikan pelayanan keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA) pemegang Izin Tinggal Terbatas sebanyak 3 orang, pemberian dan perpanjangan izin tinggal terbatas perairan sebanyak 234 orang, ” ujarnya, Senin (26/2).
Data perlintasan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang terdiri dari TPI Pelabuhan Belakang Padang dan TPI Terminal Khusus PT. Tritunas Sinar Benua. Pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Belakang Padang tahun 2023 telah dilaksanakan sebanyak 29.883 perlintasan.
Pembukaan Terminal Khusus PT Tritunas Sinar Benua di Pulau Nirup, Kecamatan Belakang Padang yang dilaksanakan bulan Juli 2023 turut menjadi salah satu capaian kinerja Imigrasi Belakang Padang tahun ini. “Dengan dibukanya TPI Terminal Khusus ini, Imigrasi Belakang Padang telah melaksanakan sebanyak 1.111 perlintasan,” tambah Aditya.
Sedangkan dalam fungsi penegakan hukum keimigrasian, sepanjang tahun 2023 telah dilakukan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sebanyak 44 tindakan, kegiatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) sebanyak 2 kegiatan, serta Operasi Gabungan sebanyak 2 kegiatan.
“Atas upaya dan kerja kerasnya selama tahun 2023, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang memperoleh beberapa penghargaan dan apresiasi diantaranya Penghargaan Peringkat ke 3 Satuan Kerja dengan Nilai Indikator Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Terbaik Semester I Tahun Anggaran 2023 Kategori Pagu Sedang (Pagu 6-16 M) oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan (KPPN) Batam,” tuturnya.
Selain itu, Imigrasi Belakang Padang juga mendapatkan penghargaan oleh Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Riau diantaranya Predikat I Atas Capaian Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Tahun 2023 serta Predikat II Atas Capaian Pengelola Kehumasan dan Teknologi Informasi Terbaik Tahun 2023.
Mengawali tahun 2024, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakangpadang beserta jajaran melakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2024. Penandatanganan dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang pada tanggal 15 Januari 2024.
Telah terbentuk 6 area perubahan, yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Akuntabilitas Kinerja, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, yang merupakan pilar pembentuk Zona Integritas dan memiliki tugas dalam pembenahan serta pengawasan melaksanakan reformasi birokrasi dengan baik sehingga terciptanya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Keenam area perubahan yang telah terbentuk merupakan bagian dari Tim ZI (Zona Integritas) yang akan Menyusun dan mengkoordinasikan rencana aksi yang terukur dan memiliki target prioritas yang jelas dalam pembangunan Zona Integritas yang nantinya akan dilaksanakan dengan seluruh anggota unit kerja,” tambahnya.
Dengan adanya Komitmen bersama antara Pimpinan dan Pegawai dalam pembanguan ZI ddiharapka bisa membantu pencapaian sasaran ZI, yaitu mewujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel serta meningkatkan Pelayanan Prima bagi Masyarakat khususnya Belakang Padang.
“Kita berharap seluruhnya dapat tetap berkomitmen, disiplin dan mengedepankan sinergi serta kerja sama untuk mewujudkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang menjadi unit pelayanan publik terbaik, ” pungkasnya. (*)
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono bersalaman dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/2). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
batampos – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono bersalaman dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/2). Hal itu dilakukan saat keduanya menghadiri rapat kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Usai rapat kabinet dan bersalaman dengan Moeldoko, AHY menyatakan bahwa salaman itu merupakan upaya menyambung silaturahmi.
“Oh nggak ngobrol, yang penting salaman aja, menyambung silaturahmi,” kata AHY di Istana Negara, Jakarta.
Ketua Umum Partai Demokrat itu mengaku tak ada obrolan khusus bersama Moeldoko.
Menurutnya, dirinya hanya menghadiri rapat kabinet tentang RAPBN 2025 yang dipimpin Presiden Jokowi.
“Nggak ada, kami belum ada rencana ke sana. Saya tadi hanya fokus pada agenda utama dari rapat kabinet paripurna ini. Karena penting sekali membahas ekonomi secara makro ya. Kita ingin melihat 2025 ke depan ini juga semakin optimis serta tantangan dunia juga kompleks,” papar AHY.
Sebagaimana diketahui, momentum salaman yang dilakukan antara AHY dengan Moeldoko pertama kali dilakukan, setelah putra sulung Presiden RI keenam Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjabat Menteri ATR/BPN.
AHY juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrat, Moeldoko pernah mencoba mengkudeta AHY dari posisi Ketum Demokrat. Moeldoko pernah menempuh jalur hukum memperkarakan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. (*)
Ilustrasi. Suasana di RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Foto: Dokumentasi Batam Pos
batampos – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji terus mengoptimalkan layanan pasien penyakit jantung. Pertengahan tahun 2023 lalu, rumah sakit berplat merah ini telah membuka layanan pemasangan ring jantung yang tercover BPJS kesehatan.
Layanan ini sangat membantu masyarakat Batam dan Kepri pada umumnya sebab, masyarakat tak perlu mencari rumah sakit di luar daerah dengan biaya yang cukup besar. Layanan penyakit jantung RSUD secara umum bisa mencapai 50 an pasien dalam sehari.
Jumlah yang cukup banyak ini tidak saja masyarakat Batam tapi masyarakat dari berbagai daerah di Kepri bahkan ada juga yang dari provinsi atau daerah lain. Layanan ini mulai dari IGD, poli rawat jalan, rawat inap hingga operasi ring jantung.
“Saya yang dari pagi sampai siang saja (di polo rawat jalan jantung) bisa 30 hingga 40 pasien. Belum yang siang hingga sore. Bisa diatas 50 an pasien perhari. Itu yang menyeluruh dengan keluhan jantung ya,” kata dr. Nanang Rudy Utantyo, Sp.JP(K),FIHA, FAsCC bagian kenangan pasien jantung.
Untuk layanan pemasangan ring jantung sendiri juga sudah berjalan optimal. Tiga orang dokter yang bersiaga mampu menangani dua pasien sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
“Rata satu sampai dua pasien yang kita tangani dalam waktu bersamaan. Angka dua pasien itu sudah kategori banyak dan sejauh ini bisa kita tangani dengan baik. Rata-rata pasien BPJS,” kata Nanang.
Penanganan pasien jantung ini sama seperti penanganan pasien dengan keluhan penyakit lain, ada yang melalui IGD ada juga poli rawat jalan serta pasien rujukan dari rumah sakit atau faskes lainnya.
“Paling banyak itu di poli rawat jalan. Kalau memang sudah kategori rawat inap ya disarankan rawat inap atau bisa juga pemasangan ring jantung. Tetap sesuai prosedur layanan yang ada,” ujar Nanang.
Humas RSUD Embung Fatimah Batam Elin Sumarni juga menyampaikan hal yang sama. Penanganan pasien dengan keluhan masalah jantung cukup banyak belakangan ini. Layanan di RSUD dioptimalkan agar tetap menjadi rumah sakit rujukan di Kepri. “Sudah cukup optimal dan layanan ini tercover BPJS,” kata Ellin.
Terkait penyakit jantung yang masih masuk sebagai kategori pembunuh nomor satu di Indonesia ini, kata dr Nanang hal yang perlu diperhatikan adalah gaya hidup sehat. Makanan yang lemah, mengandung kolesterol dikurangi. Olahraga cukup tidur malam pun cukup minimal 6 jam sehari.
“Gejala awal yang perlu mewaspadai itu jika ada nyeri dada yang tembus ke belakang dirasakan mulai dari ringan hingga berat segera konsultasi ke dokter, ” katanya. (*)
batampos – Jurgen Klopp mengakui kemenangan 1-0 Liverpool atas Chelsea dalam final Piala Liga sebagai sungguh gila ketika timnya yang dilanda cedera menang di Wembley. Pada pertandingan itu, Liverpool diperkuat sejumlah pemain muda minim pengalaman.
Sundulan Virgil van Dijk pada sisa waktu dua menit memastikan trofi pertama Liverpool sejak Klopp menyatakan akan mundur akhir musim ini. Itu adalah sukses luar biasa mengingat Klopp terpaksa menggunakan para lulusan akademi muda Liverpool setelah serangkaian cedera membuatnya kehilangan Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, Diogo Jota, Darwin Nunez, Alisson Becker, dan Joel Matip.
Meski kapten berpengalaman Liverpool yang memastikan kemenangan The Reds, Van Dijk tidak akan bisa menjadi pahlawan tanpa kontribusi anak-anak asuh Klopp. Klopp memasang pemain berusia 20 tahun Conor Bradley dan Harvey Elliott sebagai starter sebelum memasukkan Bobby Clark, 19; James McConnell, 19; Jayden Danns, 18; dan Jarell Quansah, 21; dari bangku cadangan.
”Apa yang terjadi di sini sungguh gila. Hal-hal ini tidak mungkin terjadi, sungguh akademi yang penuh karakter, sungguh sulit dipercaya apa yang terjadi,” kata Klopp seperti dikutip AFP dilansir dari Antara.
”Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari itu, wow. Kami pantas mendapatkannya, kami memiliki momen keberuntungan, mereka memiliki momen keberuntungan dan para pemain muda itu keren banget,” imbuh dia.
Liverpool menurunkan pemain remaja terbanyak dalam final Piala Liga sejak Arsenal pada 2007. Klopp mengatakan, kesuksesan Liverpool dengan susunan pemain minim pengalaman dan belum teruji adalah karena kerja keras dalam mempersiapkan anak-anak mudanya menghadapi momen besar.
”Para pemain telah berlatih lama bersama kami, mereka tahu persis apa yang harus kami lakukan,” ungkap Klopp.
Badai cedera Liverpool tidak menunjukkan tanda-tanda mereda di Wembley ketika gelandang Ryan Gravenberch ditandu keluar lapangan pada babak pertama setelah diganjal Moises Caicedo yang membuat Klopp marah.
”Itu bukan pelanggaran? Lalu wasit keempat menjelaskan bahwa mereka tak bisa memberikan kartu, mengherankan. Situasinya sudah pasti bagi saya, yang mesti Anda keluarkan adalah kartu,” ucap Klopp.
Mengingat Liverpool akan menghadapi Southampton pada babak kelima Piala FA sebelum kembali ke upaya mempertahankan posisi teratas dalam klasemen Liga Premier, Klopp tidak terlalu memikirkan kesuksesan di Wembley itu.
”Saat ini kami belum punya tim untuk hari Rabu (untuk Piala FA). Pemain yang masuk mungkin bisa bermain lagi, selebihnya akan mendapat perawatan Senin nanti,” kata Klopp.
Klopp merayakan sukses timnya dengan aksi biasanya dengan mengacungkan kepalan tangan di hadapan para pendukung Liverpool yang bergembira. Namun dia menandaskan masih berusaha memburu trofi besar ketujuh selama era kepelatihan di Liverpool.
”Saya akhirnya mendapati keluarga saya berada di tribun, mereka sangat senang. Selebihnya, saya perlu proses,” tutur Klopp. (*)
Kapal tangker CR6 terlihat mulai di’cincang’ di galangan kapal Pt. Marinatama Gemanusa, Tanjunguncang.
batampos– Perselisihan antara agen pelayaran asal Malaysia LK Global Shipping (M) Sdn Bhd dengan manajemen PT Sarana Sijori Pratama terkait kepemilikan kapal tanker CR6 yang kini sedang dalam proses pemotongan oleh PT Sarana Sijori Pratama di galangan PT Marinatama Gemanusa Tanjunguncang semakin memanas. Kedua belah pihak saling melapor. Setelah laporan dari pihak agen ke Mabes Polri, belakangan PT Sarana Sijori Pratama juga melaporkan pihak agen ke Polda Kepri.
Menanggapi itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam berharap agar perselisihan kedua belah pihak ini segera diselesaikan sesuai hukum yang berlaku. Kedua bela pihak harus bisa menyampaikan klaim masing-masing dengan pembuktian yang kuat.
“Jangan sampai citra Batam jadi tak bagus. Silakan adu bukti secara hukum biar jelas siapa pemilik sebenarnya, ” ujar Kepala Bidang Penegakan Hukum Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Yusirwan Nasution di kantor KSOP Batam di Sekupang, Senin (26/2).
Untuk mendukung penyelesaian sengketa kepemilikan kapal tersebut KSOP Batam sebut Yusirwan siap memberikan keterangan ataupun hal yang dibutuhkan penyidik kepolisian.
“Kita koordinasi terus dengan pihak Pol Air terkait penanganan kasus ini. Harapan kita ini segera diselesaikan biar demi citra Batam yang kita cintai ini,” katanya.
Sebelum pihak Saimun alias Akong owner PT Sarana Sijori Pratama yang melakukan pemotongan kapal dengan nama CR6 ini menepis semua tudingan pihak agen asal Malaysia bahwa mereka mendapatkan kapal tersebut dengan cara yang tidak benar. Menurut Saimun kapal yang disengketakan itu sudah dibeli dari perusahaan Tiongkok yang berada di Malaysia secara benar dengan sejumlah dokumen yang sah dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Ngarang saja mereka itu. Tak ada dasarnya tudingan mereka. Datang buat onar di tempat saya. dan ini sudah saya laporan ke Polda kepri atas keributan kemarin itu,” ujar Akong sambil menunjukan surat laporan polisi yang sudah dipegangnya.
Dijelaskan Akong, kapal tersebut dia beli sesuai prosedur dan legalitas yang sah dari penjual atas nama Wang Dingzhong asal Tiongkok di Malaysia. Kapal tersebut dibeli untuk diperbaiki.
“Dua kali bayar. Setelah deal saya kasih DP. Ketika kapal saya terima di Batam saya lunasin. Total yang saya bayar untuk pelunasan itu sebesar 1,2 juta Ringgit Malaysia, ” ujar nya.
Dari dokumen yang diterima atas transaksi jual beli kapal ini disebut Akong sudah lengkap. Dalam perjanjian pembelian itu dia tahunya terima kapal di Batam baru dia bayar lunas. Dan proses bagaimana kapal ini dipindahkan ke Batam itu urusan pihak yang menjual. Sehingga dengan adanya tudingan tersebut Akong merasa dirugikan. Dia juga akan melakukan upaya hukum lain jika memang tekanan dan tudingan itu terus digaungkan pihak agen asal Malaysia tadi.
“Legalitas saya banyak pihak yang akui sah. Sementara klaim mereka legalitasnya apa. Ini akan saya persoalan terutama sikap mereka yang geruduk kawasan saya, apalagi ada warga asing yang ikut-ikutan buat keributan di dalam perusahaan kami ini, ” kata Akong.
Sementara pihak Agen melalui Kuasa Hukumnya tetap bersikeras bahwa kapal tersebut didapat dengan cara yang tidak benar. Bahkan kuasa hukum pihak agen Jemi Frengki sebut kapal tersebut dicuri dari Malaysia oleh pihak perushaan yang melakukan pemotongan. Mereka akan tetap melanjutkan proses hukum dan siap mengadu bukti kepemilikan kapal yang sebenarnya.
“Silahkan klaim itu benar nanti kita adu bukti di meja hukum, ” kata Jemi Frengki.
Sebelumnya pihak perusahan agen pelayanan LK Global Shipping Sdn Bhd asal Malaysia datang ke lokasi kawasan galangan kapal PT Marinatama Gemanusa lokasi pemotongan kapal milik PT Sarana Sijori Pratama tadi. Pihak agen ini klaim pemotongan kapal tersebut dilakukan secara sepihak oleh pihak PT Sarana Sijori Pratama. Kapal jenis tanker disebutkan kapal barang bukti kasus pencurian di Malaysia yang sedang dalam proses hukum.
Pemilik LK Global Shipping (M) Sdn Bhd sebagai Shipping agen Mohamad Aliff Bin Mohd Yusof saat konferensi pers di Batuaji menjelaskan kapal tanker CR6 ini merupakan kapal barang bukti pencurian yang sudah dilaporkan ke polisi Diraja Malaysia. Karena berada di Indonesia kapal ini dititipkan di Batam. Namun belakangan kapal ini dipotong oleh pihak lain tanpa sepengetahuan pihak agen.
“Kapal ini awalnya berbendera Mongolia dibeli oleh pengusaha Indonesia. Perjalanan dari Mongolia kapal ini berada di Malaysia untuk pengurusan dokumen jual beli oleh agen kami, ” ujar M Aliff.
Saat pengurusan inilah kapal tersebut tiba-tiba hilang dari pelabuhan di Malaysia sehingga kasusnya juga sudah dilaporkan ke Polisi Diraja Malaysia. Dari laporan ini pihaknya pihaknya mendapat informasi baru dimana kapal tersebut bisa lepas jangkar dari pelabuhan di Raja Malaysia dengan menggunakan dokumen palsu. (*)
batampos– Seorang tahanan kasus asusila yang ditahan di Mapolresta Tanjungpinang inisial SO (54), ditemukan meninggal, Senin (26/2) dinihari.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Heribertus Ompusunggu, mengatakan SO telah menjalani masa tahanan di Mapolresta Tanjungpinang sejak akhir Januari 2024 lalu.
“22 Febuari 2024 kemarin tahanan sempat mengeluh sesak nafas. Lalu dilakukan pengecekan oleh Dokter Polresta. Diberikan obat dan kondisinya membaik,” kata Kapolresta.
Namun pada dinihari, SO mengalami kejang-kejang. Saat diperiksa oleh petugas kesehatan Polresta Tanjungpinang, SO mengalami penurunan kesadaran, tidak ada nafas dan denyut nadi dan dinyatakan meninggal.
“Selanjutnya dibawa ke RSUP Raja Ahmad Thabib untuk pengecekan penyebab kematian,” jelas Heribertus.
Kapolresta menambahkan, pihak keluarga telah menerima kematian tahanan tersebut. karena SO memiliki penyakit bawaan yaitu sakit hati atau Liver.
“Kata keluarga memang ada penyakit bawaan. Sakit Liver. Korban sudah dimandikan, untuk dimakamkan hari ini,” tambahnya. (*)