
batampos – Kehadiran Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini masih menjadi harapan besar bagi para pemuda setempat. Fasilitas pelatihan kerja tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal sebelum terjun ke dunia kerja.
BLK berfungsi sebagai tempat pelatihan teknis sesuai bidang tertentu, sekaligus memberikan sertifikasi keahlian yang diakui. Dengan sertifikat tersebut, peluang tenaga kerja untuk diterima di dunia industri dinilai lebih besar.
Namun hingga saat ini, BLK belum juga hadir di Anambas. Kondisi ini membuat banyak pemuda merasa tertinggal dibandingkan daerah lain yang telah memiliki fasilitas pelatihan kerja yang memadai.
Pemuda Anambas, Bagas Apriboy, mengatakan kehadiran BLK selama ini masih sebatas mimpi bagi anak-anak daerah. Ia menilai pemerintah sudah seharusnya menghadirkan BLK demi masa depan generasi muda Anambas.
“Sejauh ini BLK itu masih sebatas mimpi bagi kami. Sudah seharusnya dibangun,” ujar Bagas, Rabu (4/2).
Menurutnya, ketiadaan BLK memaksa pemuda Anambas mengikuti pelatihan dan mengambil sertifikat keahlian di luar daerah. Hal tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari biaya pelatihan hingga transportasi laut atau udara serta biaya hidup.
“Kalau ambil sertifikat secara mandiri bisa jutaan rupiah, belum lagi ongkos transportasi dan biaya tinggal,” jelasnya.
Kondisi geografis Anambas yang jauh dari pusat pelatihan turut memperberat beban pemuda, terutama mereka yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Akibatnya, tidak sedikit anak daerah yang mengurungkan niat untuk meningkatkan keterampilan karena keterbatasan biaya.
Bagas berharap, jika BLK nantinya hadir, jenis pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Anambas, terutama sektor migas dan pariwisata.
“Kalau pelatihannya sesuai kebutuhan perusahaan, peluang kerja anak daerah pasti lebih besar,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan pembangunan BLK memang menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dan termasuk dalam janji politiknya di bidang pengembangan sumber daya manusia.
“Sekarang sedang kita upayakan. Sudah ke pemerintah pusat dan juga ke SKK Migas,” ujar Aneng melalui sambungan telepon.
Ia mengakui, hingga kini pembangunan BLK belum menemukan titik terang. Meski begitu, Pemkab Anambas terus melobi perusahaan migas agar menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembangunan BLK.
Menurut Aneng, keberadaan BLK akan memberikan manfaat bagi daerah maupun perusahaan. Pemerintah daerah dapat menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap pakai, sementara perusahaan tidak perlu lagi merekrut pekerja dari luar daerah.
“Ini bentuk sinergi. BLK hadir, kita bisa menyuplai tenaga kerja ke perusahaan itu sendiri,” jelasnya.
Aneng berharap dukungan seluruh pihak agar rencana pembangunan BLK dapat segera terwujud demi masa depan pemuda dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas. (*)
Artikel Tak Ada BLK, Pemuda Anambas Harus Keluar Daerah untuk Asah Keterampilan pertama kali tampil pada Kepri.









dan 3LCD, seri Lifestudio menghadirkan visual dengan warna yang cerah dan tajam tanpa efek pelangi. Kecerahan mencapai hingga 1.000 lumen, sehingga tetap optimal di berbagai kondisi pencahayaan.
