Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto santap siang bersama di kios Bakso dan Mie Ayam Pak Sholeh Bandongan, Kabupaten Magelang, Senin (29/1). (Istimewa)
batampos – Pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar mengkritisi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai sudah melampai batas. Pria yang karib disapa Uceng itu menyebut, DPR bisa membatasi Presiden Jokowi di akhir masa jabatannya.
“Sebetulnya, jumlah kursi partai-partai koalisi 01 dan 03 sudah memadai untuk melakukan ‘pemincangan’, tapi langkah ini tergantung niat partai-partai itu,” kata Zainal kepada wartawan, Senin (6/2).
Zainal mengungkapkan, beberapa negara presidensial di dunia seperti Amerika Serikat, Ghana, Nigeria, Meksiko, dan Philipina telah membatasi kekuasaan presiden ketika hendak memasuki akhir masa jabatan.
Di Philipina misalnya, konstitusi Filipina melarang presiden mengangkat jabatan di departemen atau lembaga pemerintah dalam waktu dua bulan, sebelum pemilihan presiden dan sampai berakhirnya masa jabatan presiden.
“Dan undang-undang pemilu Filipina juga melarang Presiden (pemerintah) untuk melakukan sejumlah tindakan atau keputusan baru dalam kurun waktu 45 hari sebelum pemilu nasional,” ungkap Zainal.
Zainal pun menegaskan pelanggaran hukum dan konstitusi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagaimana tampak dalam skandal Mahkamah Konstitusi (MK) adalah kesalahan bersama.
Zainal menegaskan, pemerintahan Presiden Jokowi mengarah ke arah otoritarianisme karena terlalu disokong oleh semua kekuatan politik.
“Selama ini, kita terlalu tinggi ‘kadar keimanan’ nya pada pemerintahan Jokowi, hingga pemerintahan ini mengarah pada otoritarianisme,” tegas Zainal.
Zainal menegaskan, banyak pihak terlambat menyadari munculnya penyelewengan kekuasaan serta penindasan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.
Zainal pun mengingatkan, pada 2019 ada mahasiswa yang tewas dibunuh aparat ketika berdemonstrasi menolak revisi Undang-Undang KPK. Namun, tak banyak yang berteriak soal itu.
“Kemana kita semua, ketika ada buruh yang dipukuli saat demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, jadi sebenarnya memang kita yang membuat Pemerintahan ini otoriter, apalagi ini adalah ‘penyakit’ sistem presidensil,” ujar Zainal.
“Maka penting untuk memikirkan pengawasan dan pembatasan yang mungkin terhadap Presiden Jokowi, melalui ‘pemincangan’ oleh DPR, hal ini untuk menjaga demokrasi dan melindungi kepentingan publik,” pungkasnya. (*)
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Dominggus Octavianus mengatakan, pasangan nomor urut 2 membawa membawa pesan persatuan dan kerukunan. Prabowo-Gibran akan merangkul semua golongan dan semua agama.
batampos – Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Dominggus Octavianus mengatakan, pasangan nomor urut 2 membawa membawa pesan persatuan dan kerukunan. Karena itu jika berkuasa nanti maka akan merangkul semua golongan dan semua agama.
Dominggus menyampaikan, hanya dengan persatuan, Indonesia bisa melewati berbagai krisis yang melanda. Seperti Covid-19, ancaman krisis pangan, hingga gejolak global perang Rusia-Ukraina.
“Alhamdulillah kita bisa melewati Covid-19 dan gejolak global lainnya karena bersatunya Pak Prabowo dengan pemerintahan presiden Jokowi,” kata Dominggus saat menerima dukungan dari relawan Horas Bangso Batak (HBB) di Rumah Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, Selasa (6/2).
Karena dengan model kepemimpinan yang merangkul, Dominggus meyakini, pemerintahan Prabowo-Gibran akan melakukan lompatan besar menuju Indonesia maju, adil dan makmur.
“Pak Jokowi sudah menyiapkan landasan dengan program hilirisasi sumber daya alam, lumbung pangan nasional, hingga pemindahan ibu kota negara sebagai simbol pemerataan. Kepemimpinan Prabowo-Gibran kami yakin bisa ciptakan lompatan besar menjadikan Indonesia jadi negara maju, adil, makmur, untuk kita semua,” jelasnya.
Oleh karena itu, Dominggus menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh rakyat yang telah mendukung Prabowo-Gibran. Dukungan tersebut menjadi suntikan moril bagi paslon nomor 2.
“Mewakili TKN Prabowo-Gibran kami sampaikan banyak terimakasih kepada Horas Bangso Batak yang telah menyampaikan dukungan kepada Prabowo-Gibran. Dukungan dari masyarakat batak hari ini memberi kami energi besar untuk kemenangan Prabowo-Gibran,” pungkasnya. (*)
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Harkristuti Harkrisnowo (tengah depan) serta sejumlah jajaran Sivitas Akademika UI saat menyampaikan deklarasi kebangsaan kampus perjuangan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
batampos – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut beberapa intimidasi terjadi dengan intensitas yang semakin meningkat jelang Pemilu. Hal itu juga seiringan dengan gencarnya kampus-kampus di Indonesia yang mengkritisi demokrasi di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Dari siaran pers resmi YLBHI, bentuk intimidasi itu di antaranya adalah adanya dugaan mobilisasi aparat kepolisian untuk mendatangi para dosen dan rektor kampus dengan modus mewawancarai mereka untuk mendapatkan tanggapan positif terkait rekam jejak Jokowi selama berkuasa.
YLBHI itu juga menerima informasi adanya pesan intimidasi yang diterima Guru Besar Universitas Indonesia Harkristuti Harkrisnowo lewat pesan WhatsApp dari seseorang berseragam yang mengaku alumni UI.
“Kami juga mendapatkan informasi adanya serangan dan intimidasi terhadap konsolidasi dan diskusi organisasi mahasiswa yang menggelar rapat konsolidasi bertajuk ‘Pemilu Curang dan Pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi)’ di Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan,” ujar siaran pers itu, Selasa (6/2).
“Praktek intimidasi-intimidasi tersebut diduga dilakukan oleh aparat kepolisian maupun orang tidak dikenal yang ditengarai adalah preman,” sambungnya.
Dalam hal ini, YLBHI melihat bahwa upaya intimidasi tersebut adalah bagian dari pembungkaman terhadap hak warga negara untuk melakukan pengawasan dan koreksi terhadap praktek kecurangan pemilu serta tidak lepas dari kritik keras publik terhadap keberpihakan dan penyalahgunaan kewenangan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pemilu 2024.
Menyikapi hal tersebut, YLBHI berpendapat sebagai berikut:
1. YLBHI menyerukan dukungan dan solidaritas penuh kepada Sivitas Akademika dan Masyarakat yang berani dan tidak berhenti menyuarakan sikap kritis terhadap praktik penyalahgunaan wewenang dan kecurangan Pemilu oleh Pejabat Publik maupun Aparat Negara;
2. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil untuk tidak takut bersuara melawan praktik kecurangan pemilu yang diduga dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi untuk menyelamatkan demokrasi dan negara hukum Indonesia;
3. YLBHI mengecam keras praktik intimidasi terhadap Sivitas Akademika dan masyarakat sipil paska munculnya gerakan serentak mengkritisi sikap Presiden Jokowi yang berpihak dan berkampanye dalam Pemilu;
4. YLBHI mendesak Presiden dan Kapolri untuk menghentikan praktik intimidasi yang terkait dengan ketidaknetralan aparat kepolisian dan bagian dari praktik kecurangan pemilu;
5. Mendesak Presiden Jokowi untuk menghentikan praktik kecurangan pemilu, penyalahgunaan kewenangan maupun fasilitas negara untuk kepentingan pemenangan calon tertentu atau jika tidak mampu Presiden Jokowi segera mengundurkan diri dari jabatannya;
6. Mendesak DPR dan Bawaslu RI untuk menghentikan dugaan praktik kecurangan Presiden Jokowi serta menuntut DPR RI untuk menggunakan kewenangannya untuk melakukan pengawasan baik itu melalui hak angket, hak interpelasi maupun menyatakan pendapat termasuk menindaklanjuti laporan publik terkait desakan pemakzulan presiden;
7. Mendesak KPU dan Bawaslu sebagai Penyelenggara Pemilu untuk sungguh-sungguh dalam melaksanakan mandat rakyat untuk mengawal dan memastikan proses pemilu agar berjalan secara langsung, umum, jujur dan adil. (*)
TikToker Venny Alberti mengaku tertular penyakit seksual dari suami asal Pakistan.
batampos – Kabar perselingkuhan kembali menggegerkan jagat maya di Tanah Air baru-baru ini.
Rumah tangga pasangan TikToker Venny Alberti dan Akash Elahi, kini sedang jadi sorotan publik publik karena kasus perselingkuhan.
Parahnya, perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh Akash, berdampak pada sang istri yang divonis mengalami penyakit seksual.
Hal itu lantaran Akash konon dikabarkan hobi ‘jajan’ atau bermain dengan perempuan lain.
Tak tahan dengan ulah suami asal Pakistan itu, Venny pun nekat mengungkap perkara ini ke publik lewat akun Instagram pribadinya (vennyalberti_).
“Ini bukti saya sudah terkena penyakit menular seksual, malah dia yang ngatain m*m*k saya bau setelah kena penyakit,” kata Venny, dikutip dari Radar Kudus (Jawa Pos Group), Selasa (6/2).
Tak hanya itu, Venny juga mengunggah sebuah tangkapan layar percakapannya dengan seorang perempuan yang diduga adalah teman ‘bermain’ sang suami.
“Ke Bali pake perempuan 5x dalam 1 hari,” tulisnya.
Tak tanggung-tanggung, Venny juga mengunggah sebuah video pertikaiannya dengan Akash.
Venny tampak emosional ketika beradu mulut dengan Akash, yang malah menyalahkannya karena tak menjaga kesehatan diri.
“Penyakitan, ilfil sama kau, sembuhin dulu penyakitnya, malah kau nuntut-nuntut kebutuhan sek* kau. Aku gak bisa butuhin sek* kau, tapi kau gak lihat orang, penyakitan, HIV bisa mati, ada suratnya kok,” ujar Venny dalam video tersebut.
Venny mengaku sudah menanyai Akash soal perkara ini, namun suaminya itu enggan menjawab. Semua terungkap setelah seseorang menghubungi Venny dan mengungkapkan aksi nakal suaminya.
“Aku nanya kau, kau yang marah balik. Padahal aku minta penjelasan, dia langsung marah balik. Sampek ada orang chat aku, baru ketahuan. Kalo ngga ketahuan, dia sembunyiin,” ungkapnya.
Lebih lanjut, soal penyakit menular yang dideritanya, Venny mengatakan bahwa dirinya sudah menjalani perawatan dan kondisinya sudah membaik.
“Alhamdulillah penyakit saya alami sudah mulai ada perkembangan yang sangat baik dan mulai membaik,” katanya.
Ia pun berharap tidak ada perempuan lain yang mengalami nasib serupa dirinya, sudah diselingkuhi sekaligus menderita penyakit seksual.
“Saya berharap tidak ada lagi perempuan di luar sana yang mau terkena penyakit seperti ini hanya karena nafsu kepada cwo yang suka sana sini, (sic),” lanjutnya. (*)
Simulasi pemantapan pemungutan dan penghitunyan suara di TPS 28 Air Raja, belum lama ini. f. peri irawan
batampos-Pemilihan umum (Pemilu) aman dan damai menjadi atensi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang, termasuk di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Berbagai potensi kerawanan telah dipetakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melibatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah (Pemda), tokoh masyarakat serta partai politik (Parpol) yang kemudian dicarikan langkah antisipasi sebelum konflik pemilu itu terjadi.
Di daerah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 167.076 pemilih tersebut, juga telah menyelenggarakan deklarasi Pemilu 2024 Damai dengan meminta komitmen semua pihak terkait termasuk para kontestan politik ini untuk bersama mewujudkan suasana yang kondusif selama masa pemilu berlangsung.
Keberagaman masyarakat Tanjungpinang yang dihuni sekitar 239.000 jiwa lebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang di tahun 2022 lalu, menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemilu untuk menghadirkan pemilu yang aman dan damai, apalagi pada pemilu sebelumnya sempat terjadi konflik antarmasyarakat terhadap salah satu (Caleg) dan berakhir di ranah hukum.
Kepolisian memegang peranan penting dalam menciptakan suasana pemilu yang damai, di setiap tahapan pemilu pihak kepolisian selalu dilibatkan mulai dari tahap sosialisasi kepada masyarakat, pengamanan logistik, hingga tahap yang sedang berjalan sekarang adalah pengamanan masa kampanye oleh peserta pemilu.
Dalam setiap aktivitas kampanye di Tanjungpinang sekarang ini para caleg akan didampingi oleh Bawaslu agar proses kampanye tidak melanggar Peraturan KPU dan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar kampanye untuk menjamin keamanan sampai kegiatan itu selesai dilaksanakan.
Kampanye di Tanjungpinang Telah Berjalan Kondusif Terhitung sejak 28 November 2023 lalu, saat masa kampanye dimulai hingga sekarang yang hanya tersisa beberapa hari menjelang pencoblosan, suasana kampanye telah berjalan dengan kondusif belum ditemukan persoalan yang dapat memicu konflik antar masyarakat yang heterogen ini, padahal dalam masa itu sebenarnya situasi politik semakin menegangkan bagi semua pihak, baik penyelenggara, pengamanan bahkan peserta pemilu yang akan bertarung.
Dalam peninjauan aktivitas kampanye di media sosial saat ini juga masih berjalan baik, sikap menjelekan lawan politik juga dapat dihindari oleh peserta pemilu yang berasal dari berbagai golongan. Pengamanan pemilu di kota dengan jumlah caleg sebanyak 423 orang itu bukanlah hal mudah sehingga kondisi itu menjadi tugas semua pihak termasuk masyarakatnya dalam mewujudkannya.
Menurut Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf, hingga saat ini belum ada persoalan yang dapat mengganggu berjalannya pemilu secara aman dan damai, beberapa kejadian selama masa kampanye juga telah diselesaikan dengan baik. Seperti laporan dari peserta pemilu yang merasa dihalangi oleh oknum RT di Tanjungpinang Timur saat berkampanye beberapa waktu lalu telah berdamai. Persoalan itu timbul karena terjadi oknum RT tersebut kurang memahami aturan pemilu yang membebaskan setiap caleg untuk berkampanye di suatu wilayah.
“Kemarin ada dua laporan dari peserta pemilu yang merasa dihalangi oknum RT saat berkampanye, kemudian kita panggil dan dimediasi bersama kepolisian. Oknum ini hanya kurang memahami aturan pemilu saja,” kata Yusuf.
Keterlibatan pihak kepolisian dalam menciptakan suasana kampanye juga paling utama. Bahkan ketika peserta pemilu akan berkampanye di suatu wilayah, yang bersangkutan terlebih dahulu harus memberitahukan kepada aparat penegak hukum tersebut untuk diberikan pengamanan dan menjaga ketertiban, kemudian posisi KPU dan Bawaslu dalam surat tersebut hanya sebagai tembusan.
“Setiap tempat kampanye yang sudah diberitahukan itu pasti ada polisi yang mengamankan, kapan saja pasti ada. Dari pagi sampai malam,” ungkap Yusuf saat diwawancarai.
Upaya menciptakan pemilu damai telah dilakukan sejak awal kampanye dimulai, baik itu untuk kampanye langsung maupun kampanye di media massa melalui sosialisasi agar senantiasa berkampanye dengan baik, salah satunya tidak mengumbar kesalahan orang lain demi menarik simpati dan meraup suara yang besar.
Menurutnya upaya untuk mendulang suara dengan cara menjatuhkan lawan politik itu juga belum tentu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, karena harus disadari bahwa belum tentu semua orang yang hadir saat kampanye akan memilih caleg yang ada di hadapannya saat itu. Bisa saja dengan cara itu semakin membuat orang tidak yakin terhadap kredibilitas caleg itu.
“Jadi boomerang. Akhirnya orang malah berpaling ke caleg lain,” beber Yusuf.
Jadikan Deklarasi Damai sebagai Pedoman Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Muhammad Faizal, mengatakan dalam setiap kegiatan yang melibatkan peserta pemilu selalu menekankan agar disampaikan kepada tim suksesnya untuk bersama menjaga kondusifitas Pemilu 2024 ini dengan menahan diri untuk tidak saling menjatuhkan. Silahkan berkompetisi dengan cara sehat melalui penyampaian gagasan yang dapat menarik simpati masyarakat agar mau memberikan dukungan.
“Kita juga sudah sepakat deklarasi pemilu damai yang digagas oleh kepolisian, Itu harus dijadikan pijakan untuk menjaga kondusifitas daerah selama pemilu,” ujar Faizal.
Saat ini sudah ada regulasi yang mengatur apa yang boleh dilakukan ketika pemilu dan yang dilarang. Ada sanksi ringan hingga berat yang mengintai siapa saja yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama tersebut. Termasuk upaya mencari celah untuk menjatuhkan lawan politik.
Menurutnya kondisi pemilu yang gaduh juga berdampak buruk terhadap masyarakat yang nantinya mendapatkan pola kepemimpinan yang tidak baik. Sikap saling menjatuhkan oleh para caleg akan memberikan gambaran kepada masyarakat tentang seorang yang akan dipilihnya, dan perkara yang lebih jauh nantinya adalah pertikaian antara sesama masyarakat pendukung.
“Makanya untuk menghindari kekhawatiran itu semua, dalam PKPU semua aturan selama pemilu telah dibuat. Ikuti jalan mainnya jika tidak ingin mendapatkan sanksi, jika ada pidananya maka akan diproses pengadilan,” terangnya.
Pesta Demokrasi Ajang Bersenang-Senang Untuk menciptakan kedamaian pemilu juga harus bijaksana, masyarakat sebagai pemilih jangan terlalu mudah terbawa suasana atau terpancing dengan isu-isu pemilu yang dapat merusak kerukunan, jangan sampai terbentuk kubu di antara masyarakat yang begitu fanatik terhadap caleg atau pemimpin pilihanya, sebab saat pesta demokrasi selesai para caleg itu kembali berteman sementara pemilihnya terus bermusuhan.
“Seperti dulu ada dua kubu saat pemilihan presiden dan wakilnya, ketika pemilu selesai mereka yang kalah sekarang menjadi menterinya, sedangkan masyarakat pendukungnya cuma dapat menyaksikan dengan penuh kekecewaan,” tutur Faizal.
Menurut Untung Budiawan selaku Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tanjungpinang, upaya untuk menciptakan pemilu damai di Tanjungpinang itu sudah memberikan hasil maksimal, terbukti hingga sekarang belum ada satu masalah besar yang muncul, baik antara masyarakat pendukung, masyarakat dengan caleg ataupun gesekan antara caleg yang tengah bertarung saat ini.
Suasana kampanye masih berjalan dengan sangat kondusif, Untung yang sekarang juga ikut bertarung juga merasakan kondisi itu, ketika akan berkampanye pihaknya belum pernah mendapatkan hambatan dari pihak manapun. Suasana kampanye yang nyaman melalui penjagaan aparat kepolisian membuat pesta demokrasi itu dirasakan berjalan dengan aman dan damai.
Sebagai pengurus parpol, Untung menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan seperti saat pelatihan atau Bimtek para caleg atau tim sukses selalu diberikan motivasi sehingga mengedepankan rasa pesta dengan artian untuk bersenang-senang.
“Ini adalah pesta demokrasi, yang namanya pesta itu memang harus bersenang-senang. Walaupun ada persaingan di dalamnya baik antar parpol maupun antar caleg. Sekarang kita saksikan belum ada kekacauan yang terjadi selama masa pemilu ini,” ujar Untung, Jumat (2/2).
Dukungan dari pihak kepolisian dalam memberikan keamanan saat berkampanye juga dirasakan, bahkan saat berkampanye pada malam hari pihaknya selalu dikawal. Sehingga potensi-potensi yang bisa mengganggu jalanya kampanye juga dapat diminimalisir, caleg dan masyarakat yang hadir merasa lebih aman.
“ Komunikasi kita dengan kepolisian juga berjalan baik, pihak kepolisian juga memiliki LO (Liaison Officer) ke partai politik kerjasama itu betul-betul ada jadi kami merasa aman saat kampanye,” bebernya.
Untung juga selalu mengingatkan para anggota partai yang menjadi caleg untuk selalu menahan diri, agar tidak mempolitisasi identitas yang sangat berpotensi munculnya konflik di antara masyarakat Tanjungpinang yang hidup dengan berbagai suku, agama, dan golongan. Sejak dulu masyarakat yang tinggal di Negeri Segantang Lada ini telah hidup rukun dan damai dengan perbedaan yang dimiliki.
“Selalu kami ingatkan bahwa tidak ada gunanya mengedepankan identitas itu saat kampanye. Karena jelas masyarakat yang hadir itu tidak hanya satu golongan saja. Lagian itu juga belum tentu menguntungkan baginya,” ungkapnya lagi.
Polri Melekat 24 Jam Saat Kotak Suara Bergerak
Terwujudnya pemilu aman dan damai tidak terlepas dari peranan petugas kepolisian yang selalu terlibat dalam setiap tahapan pesta demokrasi ini, bahkan setelah hari pencoblosan selesai aparat keamanan ini masih akan ikut mengawal sampai semua tahapan selesai.
Salah satu Bhabinkamtibmas di Polsek Tanjungpinang Kota, Aipda Shandra Putra, menyampaikan berbagai kondisi yang dihadapi selama mengawal setiap tahapan pemilu dengan satu tujuan yaitu mewujudkan pemilu yang aman dan damai.
Letak Polsek Tanjungpinang Kota yang bisa dikatakan berada di tengah-tengah Kecamatan Tanjungpinang membuat wilayah tugasnya juga berada di empat kelurahan yaitu Pengengat, Senggarang, Kampung Bugis dan Melayu Kota Piring. Jarak antar kecamatan tersebut sebetulnya tidak begitu jauh, hanya saja harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
“Misalnya lagi ada kampanye nih di Senggarang, kemudian berikutnya ada kampanye juga di Pulau Penyengat, itu kita harus nyebrang pakai pompong,” sebut Sandra, ketika diwawancarai.
Bahkan wilayah yang cukup jauh yaitu di Sungai Nyirih yang terletak hampir dekat Kabupaten Bintan namun masih dalam wilayah tugasnya, Shandra mengaku sudah empat kali datang ke lokasi itu untuk pengamanan kampanye caleg. Memang wilayah tugasnya terbilang cukup luas dan membutuhkan upaya yang lebih dalam memberikan pelayanan demi pemilu yang damai.
“Bawa happy aja, karena itu tanggung jawab kita,” tuturnya.
Shandra menceritakan, selama pengamanan kampanye tersebut hingga saat ini masih berjalan kondusif, apalagi di wilayahnya bertugas itu banyak caleg yang saling kenal, hingga potensi kericuhan juga sangat kecil. Saat ini mendekati hari pencoblosan, beberapa hal yang menjadi atensi kepolisian selama pemilu juga sudah dipetakan dan sudah disiapkan antisipasinya, aparat keamanan telah mengelompokkan TPS yang dengan jumlah 637 itu ke dalam beberapa tipe untuk memetakan kerawanannya.
“TPS itu ada tipe-tipenya, tipe rawan dan aman. Seperti di Penyengat itu masuk kategori rawan dalam kategori pendistribusian logistik, karena di laut itu cuaca tidak bisa diperkirakan. Jadi sudah disiapkan juga kapal Polair jika cuaca sedang tidak normal,” terangnya.
Untuk antisipasi pengamanan pendistribusian logistik ke TPS kategori rawan tersebut, ketika kotak suara mulai bergerak dari gudang logistik dibawa petugas menuju lokasinya, secara otomatis anggota polri akan ikut mengawal. Saat kotak suara sampai di kantor kelurahan sebelum dibawa ke TPS akan dijaga 24 jam untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk.
“Pendistribusian tersebut dikawal, kemana kotak suara anggota polri sudah melekat. Polri bertanggung jawab penuh selama 24 jam,” beber Shandra.
Menurutnya respon masyarakat terhadap kehadiran polisi dan bawaslu dalam pengamanan kampanye selama ini juga baik. Belum ada masyarakat yang risih dengan hadirnya aparat keamanan, sebab tujuannya jelas, bukan untuk ikut campur dalam kampanye melainkan menciptakan suasana kondusif.
“Alhamdulillah kami dari bagian pengamanan diterima dengan baik oleh masyarakat, hingga sekarang belum ada gesekan-gesekan,” demikian Shandra. (*)
batampos – Banyak Janda dan Duda bingung memulai hidup baru pasca cerai. Setelah melalui perceraian, gagasan untuk melanjutkan hidup mungkin tampak menakutkan, membuat frustrasi, atau benar-benar mustahil.
Kita mungkin mengalami banyak emosi yang intens pasca cerai bahkan mungkin sulit untuk mengatasinya. Meskipun demikian, adalah mungkin untuk menyembuhkan dan melanjutkan hidup. Anda dapat menemukan kepuasan dan makna baru dalam hidup kita.
Saat memulai move on setelah perceraian, ingatlah bahwa tidak ada pendekatan yang ‘satu untuk semua’ dalam proses penyembuhan. Setiap orang berbeda, dan setiap orang akan pulih secara berbeda.
Oleh karena itu, ada beberapa tip universal yang patut dipertimbangkan menurut ahli psikoterapi Nicole Arzt, LMFT dalam Choosing Therapy.
Berikut sepuluh tips move on setelah perceraian:
1. Prioritaskan Perawatan Diri Anda
Pasca cerai bisa menjadi saat yang rentan, dan penting bagi kita untuk menjaga diri kita sendiri melalui masa tersebut. Perawatan diri hadir dalam berbagai bentuk, namun intinya adalah dapat menghormati kebutuhan fisik dan emosional kita.
Kita dapat fokus pada perawatan diri dengan:
Berolahraga secara teratur.
Makan makanan yang lengkap dan bergizi.
Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup.
Bersandar pada sistem pendukung yang positif.
Terlibat dalam hobi dan minat yang bermakna.
2. Fokus pada Rasa Syukur Anda
Meskipun suasana pasca cerai mungkin terasa seperti semuanya berantakan, penting untuk mengingat semua berkah yang kita miliki dalam hidup.
Penelitian menunjukkan bahwa mengidentifikasi rasa syukur kita dapat sangat mempengaruhi kebahagiaan, harga diri, dan rasa kasih sayang kita secara keseluruhan terhadap orang lain.
Pikirkan tentang bagaimana kita dapat menerapkan lebih banyak rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari kita. Mulailah dengan menuliskan tiga hal terbaik yang terjadi pada kita setiap hari.
Atau, kita dapat menyetel pengatur waktu selama dua menit untuk menutup mata dan merenungkan berkat-berkat yang menghampiri kita.
3. Temukan Kembali Apa yang Membuat Anda Bahagia
Banyak orang mengorbankan sebagian (atau seluruh) identitasnya untuk menyatu dengan pasangannya. Hal ini biasanya tidak disengaja, tetapi dapat membuat orang merasa tidak berdaya di tengah perceraian.
Namun, perceraian bisa menjadi waktu yang tepat untuk penemuan diri. Kita bisa mencari apa yang membuat kita bahagia, apa yang membuat kita merasa lebih hidup, apa hal-hal yang biasa kita sukai sebelum menikah, apakah hobi atau minat yang kita tinggalkan demi pasangan kita dan banyak hal lain.
Sekaranglah waktunya untuk menghormati kegembiraan atau keinginan itu. Walaupun kita belum begitu paham apa itu, pasca cerai adalah saatnya untuk memanfaatkan lebih banyak rasa ingin tahu ke dalam dunia batin kita.
4. Pertimbangkan untuk Bergabung dengan Kelompok Suportif
Kelompok Suportif memberikan koneksi dan validasi yang bermakna bagi diri kita. Kita akan dikelilingi oleh orang-orang yang berpikiran sama yang telah melalui pengalaman serupa dan bahkan berjuang melawan depresi pasca-perceraian atau trauma perceraian.
Beberapa kelompok suportif biasanya memerlukan biaya, sedangkan yang lain bersifat gratis. Semua grup memiliki format unik, namun beberapa manfaat umum kelompok suportif meliputi:
Merasa tidak terlalu kesepian atau dihakimi.
Merasa lebih nyaman berbicara secara terbuka tentang pengalaman pribadi.
Meningkatkan kemampuan untuk mengatasi kesusahan.
Menerima umpan balik yang berguna dari rekan-rekan tentang cara mengatasi masalah pasca perceraian.
Mempelajari keterampilan dan sumber daya hidup baru.
Meningkatkan rasa positif dan pemberdayaan untuk masa depan.
Banyak orang mengobati stres yang mereka alami dengan minum minuman keras, menggunakan obat-obatan, makan berlebihan, atau berbelanja secara kompulsif.
Meskipun kebiasaan-kebiasaan ini mungkin tidak mengindikasikan masalah yang serius, kebiasaan-kebiasaan ini tidak boleh menjadi satu-satunya keterampilan kita untuk mengatasi stres.
Mematikan emosi bisa berhasil untuk sementara. Namun hal tersebut tidak menghilangkan rasa sakit perceraian, malah memperpanjangnya. Selain itu, kita kemudian memiliki masalah yang harus diatasi, karena kita telah menghindari kesedihan, rasa sakit hati, atau pedihnya pengkhianatan.
Meskipun mungkin sulit untuk duduk dengan perasaan tidak nyaman, mempelajari cara menguasai keterampilan menghadapi stres adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat kita berikan pada diri kita sendiri. Jika kita tidak yakin harus mulai dari mana, konsultasikan dengan terapis.
6. Tetapkan Batasan di Sekitar Komunikasi Kita
Perceraian memang bisa memicu perasaan kacau, komunikasi terus-menerus dengan mantan pasangan bisa memperparah stres tersebut. Itulah mengapa penting untuk memikirkan bagaimana, kapan, dan siapa yang kita pilih untuk berkomunikasi.
Tidak ada jawaban benar atau salah. Jika kita berdua memiliki anak, kita perlu menentukan parameter pengasuhan bersama (dan mungkin akan membantu jika kita menemui konselor pengasuhan bersama).
7. Hindari Perilaku Menguntit atau Stalking
Saat ini, mencari mantan di media sosial sangatlah mudah. Kebanyakan dari kita melakukannya, namun hal ini justru berbahaya dalam proses peralihan kita.
Faktanya, perilaku menguntit seringkali menghambat penyembuhan dan menyebabkan tingkat kemarahan, kesedihan, dan kesedihan yang lebih tinggi.
Saat kita mengintai mantan secara online, kita tidak akan pernah menyukai apa yang kita lihat. Jika mereka membagikan foto makan yang santai, kita mungkin akan terguncang, bagaimana mungkin mereka bisa makan di saat kita terpuruk.
Atau, jika mereka memposting kutipan filosofis yang mengisyaratkan kesedihan, kita mungkin bertanya-tanya apakah mereka memikirkan kita. Bahkan foto anak-anak kita juga mungkin membuat kita marah.
Yang terbaik bagi seseorang yang mengalami perceraian adalah menghapus, memblokir, dan menghindari. Meski terlihat menggoda, terobsesi pada dan mantan di media sosial merupakan salah satu bentuk tindakan menyakiti diri sendiri.
8. Bicaralah dengan Pantas kepada Anak Anda
Kita semua tahu bahwa perceraian dapat berdampak bahkan pada anak-anak yang paling mampu menyesuaikan diri. Cara kita berbicara dengan anak kita tentang perceraian akan berdampak besar.
Jika kita adalah orang tua, penting untuk melakukan apa yang kita bisa untuk melindungi, mengakui, dan menghormati perasaan mereka.
Sebagai pedoman umum, jangan menjelek-jelekkan mantan pasangan kita. Sekalipun anak kita mulai mengkritik perilakunya, jangan ikut-ikutan menghina.
Kita tentu tidak ingin mencontohkan amukan kekanak-kanakan seperti ini, pembicaraan tak pantas atas mantan kita akan mengirimkan pesan yang membingungkan kepada anak-anak, tidak peduli seberapa muda atau tua mereka.
Selain itu, jangan mencoba untuk mengkontekstualisasikan atau mengabaikan reaksi anak kita. Perasaan mereka nyata. Mereka mungkin merasa marah kepada kita atau pasangan kita.
Mereka mungkin merasa takut karena tidak ada orang yang mencintai mereka atau bahwa perceraian adalah kesalahan mereka.
Izinkan mereka berbicara kepada kita secara jujur dan pastikan kita mendengarkan mereka tanpa menghakimi.
Terakhir, cobalah dan pertahankan rutinitas. Stabilitas adalah hal yang terpenting bagi seorang anak. Mereka berkembang dengan struktur dan jadwal. Meskipun segalanya akan selalu berubah, cobalah bekerja sama dengan mantan pasangan kita untuk berkompromi demi kepentingannya.
9. Biarkan Diri Berkencan Saat Merasa Siap
Terkadang, kita mungkin merasa tidak bisa menang dalam hal berkencan setelah perceraian. Beberapa teman akan mendesak kita untuk kembali melakukannya segera setelah surat-surat perceraian ditandatangani. Orang lain mungkin akan terkejut saat melihat kita berkencan dengan seseorang.
Ingatlah bahwa penyembuhan luka mental tidak mengikuti garis waktu yang linier. Ini adalah hidup kita, dan kita dapat memilih aturannya.
Tidak ada jangka waktu yang tepat kapan kita siap berkencan lagi. Jika kita bertanya kepada sepuluh orang berbeda, kita akan mendapat sepuluh jawaban berbeda.
Cobalah untuk menghormati intuisi kita dan fokus pada apa yang menurut kita terbaik dalam menjalani hidup pasca perceraian.
10. Bersikap Baik pada Diri Sendiri
Meski terdengar klise, tips ini sangat penting untuk kesembuhan kita. Rasa sayang pada diri sendiri penting saat sedang mengalami perceraian.
kita harus penuh kasih sayang, sabar, dan memaafkan diri sendiri. Dengan kata lain, kita harus mendukung diri kita selama masa yang menyakitkan ini.
Kita dapat mempraktikkan kebaikan batin untuk diri sendiri dengan:
Terlibat dalam afirmasi positif beberapa kali sehari.
Memberi diri kita waktu ekstra untuk perawatan diri.
Mengurangi atau menghilangkan orang atau perilaku toxic dalam hidup kita.
Menetapkan batasan yang lebih sehat terkait waktu dan energi kita.
Menjangkau lebih banyak dukungan bila diperlukan.
Meditasi atau berdoa.
Ingatlah bahwa belas kasihan pada diri sendiri bukanlah tujuan yang pasti. Ini adalah perjalanan yang kita lakukan setiap hari. Meskipun sulit, kebaikan ini membuat pengampunan dan penyembuhan menjadi lebih mudah dilakukan.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kritik diri cenderung membuat kita lebih lemah, lebih emosional, dan kecil kemungkinannya untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Jauh lebih baik memperlakukan diri sendiri seperti seorang teman daripada musuh bebuyutan. (*)
Jalur Utama Semarang-Purwodadi Tak Bisa Dilalui Akibat Sungai Tuntang Meluap. (Radar Kudus)
batampos – Sungai Tuntang yang melintasi wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan meluap setelah diguyur hujan deras belakangan ini.
Akibatnya, hari ini, Selasa (6/2), jalanan dan pemukiman warga di sekitar Sungai Tuntang menjadi tergenang dan banjir.
Parahnya, kondisi ini juga meluas ke Jalur Utama Pantura di Jalan Semarang – Purwodadi, Jawa Tengah.
Dalam laporan Jawa Pos Radar Kudus, air menggenang jalur pantura Jalan Semarang – Purwodadi hingga ketinggian lutut orang dewasa.
Bahkan, area persawahan di samping kiri dan kanan Jalan Semarang – Purwodadi pun tidak terlihat, sehingga penampakannya seperti hamparan lautan luas.
Karena situasi ini, lalu lintas di Jalur Pantura Jalan Semarang – Purwodadi menjadi tersendat dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan umum seperti truk dan bus.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih, mengatakan bahwa bagi siapapun yang akan melaju dari Semarang, maka tidak akan bisa melanjutkan perjalanan sementara waktu.
“Jalan provinsi Purwodadi-Semarang ini yang lewat Gubug lumpuh total (kendaraan, red) tidak bisa lewat karena air sudah melimpas di Jembatan Sungai Tuntang,” kata Endang.
Rekayasa Lalu Lintas
Sementara Jalur Utama Pantura Jalan Semarang – Purwodadi sedang lumpuh total, BPBD Kabupaten Grobogan dengan cepat melakukan rekayasa lalu lintas.
Para pengendara yang terhambat melewati Jalur Utama Pantura Jalan Semarang – Purwodadi, dialihkan melalui Jalur Pantura Kabupaten Demak.
Perlintasan Kereta Api Terdampak
Luapan Sungai Tuntang tak hanya menggenang Jalur Utama Pantura Jalan Semarang – Purwodadi saja, melainkan juga beberapa stasiun dan perlintasan Kereta Api (KA) setempat.
Menurut laporan Jawa Pos Radar Semarang, banjir akibat luapan Sungai Tuntang menggenangi Stasiun Gubug-Stasiun Karangjati di KM 32+5/7 lintas Semarang – Surabaya pada Selasa, 6 Februari 2024 pukul 05.03.
“KAI Daop 4 Semarang segera melakukan upaya perbaikan jalur rel di lokasi tersebut dengan mengerahkan petugas prasarana dan menyiapkan material di lokasi yang terendam banjir tersebut,” kata Manager Humas Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo. (*)
batampos– Kasus gantung diri menjadi tren di kabupaten Karimun. Sejak Januari hingga sekrang sudah empat warga yang mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri. Terbaru, HS, 47, warga kelurahan Tanjung Balai Kota tepatnya di belakang kantor Perpustakaan Karimun ditemukan akhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (6/2) pagi.
Arel abang kandung korban yang baru tiba di Karimun mengatakan, bahwasannya adeknya terakhir kali berjumpa dua hari yang lalu.
” Adek saya tinggal bersama orangtua ibu kandungnya. Sekitar pukul 09.30 WIB, saya pergi ke kamarnya yang berada dibelakang dan sudah terlihat gantung diri adek saya,” ucapnya.
Sementara itu Ketua RW 01 kelurahan Tanjung Balai Kota Azmi mengungkapkan, kesehariannya beliau (HS) tidak ada masalah. Namun, dirinya merasa terkejut atas informasi yang disampaikan oleh keluarga korban. Begitu, mengetahui HS gantung diri, maka ia langsung menghubungi kepolisian.
” Kaget juga, memang korban selama ini belum bekerja dan belum bekeluarga. Kebetulan abangnya baru tiba dari luar daerah dan ingin memberikan uang untuk belanja,” ungkapnya.
Setelah dilakukan evakuasi jenazah yang dibawa ke RSUD M Sani untuk dilakukan visum, lanjut Azmi lagi nantinya akan langsung dimandikan dan di makamkan. Sedangkan, pantauan dilapangan pegawai maupun masyarakat yang melintas dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) banyak berhenti untuk melihat apa yang terjadi. Ada yang melakukan pengambilan video, memotret dari berbagai sisi.
” Wah penasaran juga. Kok bisa ada gantung diri lagi ya, mudah-mudahan keluarganya diberikan kesabaranlah,” kata Febrianto salah seorang warga Karimun. (*)
batampos – Korea Selatan melarang insinyur Indonesia untuk meninggalkan negaranya selama beberapa bulan ke depan menyusul dugaan pencurian data terkait proyek jet tempur KF-21. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyebutkan insinyur tersebut adalah karyawan dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Sebelumnya, Korea Selatan menuduh insinyur Indonesia tersebut mencoba menyimpan data rahasia KF-21 dalam USB drive.
Korea Selatan mengeluarkan larangan keberangkatan selama proses penyelidikan berlangsung.
“Ada larangan untuk meninggalkan Korea Selatan sampai bulan April. Namun ini semata-mata untuk memastikan proses verifikasi berjalan dengan baik,” ujar juru bicara Menlu RI, Lalu Muhammad Iqbal dilansir dari Anadolu Agency pada Selasa (6/2).
Meskipun larangan keberangkatan diberlakukan, Lalu mengatakan insinyur PT Dirgantara Indonesia tersebut tidak ditahan dipenjara. Lalu juga menegaskan PT Dirgantara Indonesia telah mengirim insinyur tersebut sebagai chief engineer untuk tim PTDI di proyek KF-21.
Kendati nama insinyur tersebut belum diungkapkan, Kemenlu sedang berusaha untuk verifikasi dugaan pencurian data tersebut.
Perwakilan Jubir Kemenlu tersebut juga menekankan pihaknya tidak ingin membuat hipotesis terkait tindakan yang mungkin diambil oleh pemerintah Indonesia jika insinyur tersebut terbukti bersalah.
“Kami tidak bisa berhipotesis mengenai apakah terduga bersalah atau tidak. Kami sedang memperhitungkan verifikasi dugaan itu selengkap mungkin,” tambahnya
Kedutaan Besar Indonesia di Seoul juga telah berkomunikasi dengan Kemenlu Korea Selatan dan instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini.
Dilansir dari Asia Today News, Selain dugaan pencurian data, proyek KF-21 juga menghadapi masalah tunggakan pembayaran oleh Indonesia. Meskipun setuju untuk menanggung 20% biaya proyek atau setara dengan 1,7 triliun won (Rp 19,97 triliun).
Dikabarkan pihak dari Pemerintah Indonesia baru membayar 227,2 miliar (Rp 2,6 triliun) hingga Januari 2019 silam. Terkait hal tersebut pihak Menlu RI, menegaskan urusan pembayaran utang KF-21 saat ini ditangani langsung oleh Kementerian Pertahanan Indonesia. (*)
Sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
batampos – Kuasa hukum Irman Gusman, Arifuddin Heru, meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberikan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua KPU Hasyim Asy’ari dan ketua divisi hukum KPU Afifuddin serta peringatan keras kepada anggota KPU lainnya. Artinya jika pengaduan dikabulkan DKPP maka mereka akan diberhentikan dengan tidak hormat.
Hal ini disampaikan Arifuddin menyikapi lanjutan sidang DKPP dalam perkara gugatan pelanggaran kode etik berat berupa pelanggaran sumpah dan janji jabatan yang dilakukan KPU, yang diadukan Irman Gusman.
Mantan ketua DPD RI ini mengadukan KPU krn mencoret namanya dari DCT dan menolak menjalankan putusan PTUN Jakarta, yang memutuskan memasukkan kembali Irman ke Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2024.
Dengan perjalanan kasus yang sudah dilakukan KPU, menurut Arifuddin, perkara aduan Irman Gusman ini bisa membuat KPU dipecat. Hal ini akan terjadi kalau DKPP memang memutuskan ada pelanggaran sumpah janji dan prinsip kode etik lainnya yang dilakukan KPU.
Ariffudin berharap DKPP mempunyai keberanian untuk menjaga perjalanan demokrasi di Indonesia. “Kalau mereka melihat kepentingan demokrasi di Indonesia, maka seharusnya mereka berani memutuskan pemberhentian, karena dalil kita sudah terang benderang,” ungkapnya.
KPU yang ada saat ini, kata Arifuddin, sudah tidak patut dipertahankan. Kalau penyelenggara pemilu sudah tidak menjaga sumpah jabatannya dan tidak patuh pada etik, demokrasi tidak mungkin bisa ditegakkan.
Mengenai kelanjutan pemilu jika KPU dipecat, menurut Arifuddin, sesuai ketentuan UU 7 tahun 2017, sementara proses penggantian antar waktu berlangsung, tahapan pemilu akan dilanjutkan oleh sekjen KPU bersama jajarannya. “Tentu dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum dan sesuai dengan proses administrasi yang baik,” paparnya.
Arifuddin menjelaskan, pihaknya sudah memenuhi permintaan DKPP untuk menyerahkan kesimpulan ke mereka. Dalam kesimpulan itu, jelas dia, pihak Irman Gusman menegaskan bahwa dari proses persidangan disimpulkan ada fakta Ketua KPU maupun anggota KPU teradu telah melakukan pelanggaran sumpah jabatan dan prinsip kode etik berat lainnya seperti tidak profesional, tidak akuntabel dan lain-lain.
Selain itu, para teradu ini juga tidak ada itikad baik untuk menjalankan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Padahal dalam UU Pemilu diatur KPU wajib melaksanakan putusan pengadilan.
“Tapi mereka menolak dan memilih menafsirkan. Itu bukan kewenangan mereka dan tidak dikenal dalam sistem ketatanegaraan kita selama ini,” papar Arifuddin.
Dari hal itu, lanjut Arifuddin, jika tidak diberhentikan, maka legitimasi hasil pemilu akan tergerus oleh pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan teradu dari waktu ke waktu.
Diketahui, yang teranyar dan terbaru yaitu sanksi peringatan keras terakhir dalam kasus pencalonan Gibran yang diputus DKPP hari ini. Seharusnya sanksi kasus ini juga pemberhentian sebab telah dinilai tidak cermat sementara kecermatan ini merupakan salah satu unsur pemenuhan sumpah jabatan.
Sebelumnya, Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD, juga menyebut, Ketua KPU Hasyim Asy’ari bisa dipecat jika sekali lagi melakukan pelanggaran.
KPU, menurut Mahfud, sudah banyak sekali salahnya. Ia menyebut Hasyim sudah dua kali mendapatkan peringatan keras. Jika membuat kesalahan sekali lagi, maka Hasyim harus diberhentikan.
“Banyak sekali. Kalau kita beritahu hanya diperbaiki gitu, lalu tidak ada perbaikan ke berikutnya, ini kesalahan yang berikutnya dan saudara Hasyim Asy’ari itu salahnya sudah dua kali peringatan keras. Kesalahan atau pelanggaran berat yang dilakukan Hasyim Asy’ari kalau terjadi sekali lagi dia harus diberhentikan dari KPU. Oleh sebab itu KPU harus hati-hati dari sekarang,” kata Mahfud.