
batampos– PT Pelni cabang Tanjung Balai Karimun hingga sekarang masih melayani penumpang yang berangkat tujuan Tanjung Priok (Jakarta), dan Belawan (Medan), dengan menggunakan armada Kapal Motor (KM) Kelud yang sudah tampil beda tahun lalu.
Plt Kepala Cabang PT Pelni Tanjung Balai Karimun Edison Sitorus mengatakan, selama tahun 2023 penumpang yang berangkat menggunakan KM Kelud untuk tujuan Jakarta dan Medan mencapai 1.919 orang. Kemudian yang turun di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun 1.621 orang.
“Syukurlah, walaupun ada penyesuaian tarif tiket KM Kelud namun, animo masyarakat masih cukup tinggi di Karimun ini,” jelas Edison, Jumat (19/1).
Hal tersebut, dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya paska pandemi Covid-19 cukup meningkat. Apalagi, usai dilakukan renovasi total terhadap KM Kelud dengan perubahan logo dan warna, maupun fasilitas yang ada di dalam kapal lebih minimalis.
BACA JUGA: KM Kelud Kembali Berlayar dengan Logo Baru
Sehingga, bisa memanjakan para penumpang agar tidak bosan saat perjalanan, serta dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan Pelni.
“Nah, dimomen tertentu kita membuka pemesanan tiket add on cukup menambah biaya Rp100 ribu, Anda akan mendapatkan fasilitas bantal, seprai, dan alat mandi. Dan, sekarang anda berada dimana saja bisa memesan tiket melalui mobile Apps Pelni, untuk ke berbagai daerah,” ungkapnya.
Masih kata Edison Sitorus lagi, untuk keberangkatan bulan Januari, rute yang melayani pelabuhan Tanjung Balai Karimun tujuan Jakarta ada di hari Rabu (24/1), dan Rabu (31/1) mendatang. Kemudian, tujuan Medan Senin (22/1) dan Minggu (28/1).
“Di bulan Januari saja penumpang yang naik mencapai 407 penumpang, dan yang turun 664 penumpang hingga tanggal 18 Januari ini,” ucapnya.
Sementara itu Agustin salah seorang warga Tebing mengungkapkan, bahwa dirinya sangat terbantu masih beroperasinya KM Kelud. Sebab, untuk berangkat melalui jalur udara harganya cukup tinggi. Terutama, menjelang hari raya Idul Fitri yang biasa setiap tahun pulang ke kampung halaman.
“Lumayanlah kelas ekonomi masih terjangkau buat satu keluarga. Sekarang, sudah lebih nyaman didalam kapal tidak terasa tau-tau sudah sampai,” ujarnya yang baru tiba di Karimun. (*)
Reporter: Ichwanul Fahmi









