batampos – Pencurian sepeda motor tengah marak di awal tahun ini. Buktinya, Polsek Sagulung dan Seibeduk menangani kasus pencurian motor yang dilakukan anak dibawah umur dan pelaku orang dewasa.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris mengatakan pekan lalu pihaknya menangani dua kasus pencurian motor. Modusnya, pelaku mendorong motor hasil curiannya.
“Pelaku ditangkap massa karena kepergok mengambil motor curian,” ujarnya.
Adapun dua pelaku yang diamankan yakni AS dan SB. AS tertangkap tangan mencuri motor di Pasar Sagulung sedangkan SB diamankan di Kampung Baru.
“Dari pemeriksaan, pelaku baru pertama kali melakukan pencurian,” katanya.
Sedangkan Polsek Seibeduk menangkap anak dibawah umur berinisial BP, 14 tahun. Remaja ini melakukan pencurian pada Kamis (8/1) siang di Terminal Lama Mukakuning.
“Kami akan menindak tegas setiap pelaku tindak pidana, khususnya pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral.
Dengan adanya aksi pencurian ini, Alex mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta masyarakat memarkirkan motor menggunakan kunci ganda.
“Parkir dengan kunci ganda walaupun hanya sebentar. Ini mencegah dan mengurungkan niat pelaku,” tutupnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tengang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. (*)
batampos – Menjaga kadar gula darah tetap normal kini bukan lagi sekadar anjuran medis, melainkan bagian penting dari gaya hidup modern.
Pola makan dan minum yang kurang terkontrol seperti konsumsi tinggi gula, serta minim serat dapat memicu lonjakan gula darah yang berdampak pada tubuh secara keseluruhan.
Seiring berjalannya waktu kita akan merasakan penurunan energi, konsentrasi, hingga kesehatan jangka panjang.
Karena itu, memilih asupan yang lebih bijak, termasuk dari jenis minuman yang dikonsumsi sehari-hari, menjadi langkah sederhana namun krusial.
Minuman sehat dengan kandungan serat tinggi dan indeks glikemik rendah dapat membantu menjaga kestabilan gula darah sekaligus menunjang kebutuhan nutrisi harian.
Dilansir dari JawaPos.com, berikut beberapa rekomendasi produk untuk diabet yang diedarkan di pasaran.
Namun, sebelum memilih minuman sehat untuk menjaga gula darah perlu benar-benar memperhatikan kandungan serat tinggi, kadar gula rendah, dan mudah dikonsumsi.
1.Dianesia
Rekomendasi pertama yang bisa dipilih adalah Dianesia, produk minuman sereal satu ini merupakan minuman sereal multigrain yang bisa dikonsumsi pagi maupun malam hari.
Dengan kandungan multigrain dan seratnya membantu pelepasan energi secara bertahap, mendukung kerja pankreas agar tetap stabil tanpa lonjakan gula darah berlebihan.
Dianesia diformulasikan dengan pilihan seperti kacang tanah, kacang almond, kacang hijau, beras ketan, oat, barley, pati irut, serta susu kambing Etawa yang kaya nutrisi.
Perpaduan ini memberikan asupan serat, protein, dan karbohidrat kompleks yang lebih seimbang.
Dengan memiliki komposisi terbaik di atas, Dianesia memiliki sejumlah manfaat utama untuk menjaga kesehatan tubuh.
Seperti membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, kenyang lebih lama berkat kandungan serat, dan cocok dijadikan sebagai pengganti sarapan atau camilan sehat.
Selain itu, produk ini juga aman dikonsumsi oleh berbagai usia, termasuk bagi mereka yang sedang membatasi asupan gula.
Dianesia mudah disajikan dengan cara diseduh air hangat. Produk ini telah lolos uji BPOM dan bersertifikat Halal MUI.
2.mGanik Metafiber
Selanjutnya rekomendasi kedua ada mGanik Metafiber, minuman ini mengandalkan psyllium husk, cannellini bean, dan inulin.
Produk ini memiliki kelebihan SugarBlocker yang ditujukan untuk membantu menghambat penyerapan gula setelah makan.
Ini sangat cocok dikonsumsi sebelum makan besar, tetapi kurang praktis jika ingin dijadikan minuman harian pengganti sarapan.
3.Vitameal Less Sugar
Rekomendasi minuman rendah gula lainnya ada Vitameal Less Sugar mengandung oat, beras merah, ketan hitam, susu almond, dan stevia.
Produk ini difokuskan sebagai sereal rendah gula dengan nutrisi seimbang dan cocok sebagai menu sarapan ringan.
Dengan komposisi dari bahan pilihan, minuman ini juga memiliki manfaat untuk menjaga fungsi pankreas
Meski memiliki banyak manfaat untuk menjaga asupan gula, tapi fokus kontrol gula darahnya tidak cukup spesifik seperti Dianesia.
4.Flimeal
Terakhir adalah produk Flimeal yang dikenal sebagai minuman pengganti makan yang praktis dan mengenyangkan.
Produk ini memiliki kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi harian.
Flimeal bisa menjadi solusi bagi untuk kita yang memiliki aktivitas padat dan sangat menguras banyak energi.
Namun, bagi penderita diabetes, konsumsi produk ini tetap perlu disesuaikan karena fokus utamanya adalah pemenuhan energi.
Dan Flimeal tidak secara spesifik menyebutkan untuk pengendalian gula darah dalam jangka panjang. (*)
Seorang pria berinisial CC diamankan Tim Opsnal Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau karena kedapatan menyimpan belasan paket sabu di kawasan Batuaji. F. Ditresnarkoba Polda Kepri untuk Batam Pos
batampos – Upaya peredaran narkotika di wilayah Kota Batam kembali digagalkan aparat kepolisian. Seorang pria berinisial CC diamankan Tim Opsnal Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau karena kedapatan menyimpan belasan paket sabu di kawasan Batuaji.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Jumat (16/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan warga dengan melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.
“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan narkotika yang disimpan pelaku di dalam kamar,” ujar Ruslaeni.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu helai celana jeans warna biru yang tergantung di dinding kamar. Di dalam saku depan sebelah kanan celana tersebut terdapat sebuah kotak warna hitam berisi 12 paket plastik bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat total 4,57 gram.
Selain sabu, petugas juga mengamankan satu unit timbangan digital serta satu set alat hisap sabu yang ditemukan di lantai kamar pelaku.
“Seluruh barang bukti beserta terlapor telah kami amankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Saat ini, CC telah dibawa ke Ditresnarkoba Polda Kepri guna menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih melakukan pengembangan, termasuk menelusuri asal-usul narkotika dan kemungkinan keterlibatan jaringan lain.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi guna memutus mata rantai peredaran narkoba,” pungkas Ruslaeni. (*)
Satreskrim Polsek Batam Kota mengamankan S alias D (kaos putih), tersangka penganiayaan yang berujung kematian terhadap D, di rumah kos di kawasan Legenda, Kecamatan Batam Kota, Minggu (18/1) siang. F. Yofi Yuhendri/Batam Pos
batampos – Kasus penganiayaan berujung kematian terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Legenda, Kecamatan Batam Kota, Minggu (18/1) siang. Seorang pria berinisial R (27) tewas setelah dianiaya oleh kekasihnya sendiri, S alias D (17).
Korban mengalami luka parah di bagian kepala setelah dipukul menggunakan batu cobek. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah mengamankan pelaku di lokasi kejadian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Bobby.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa penganiayaan dipicu oleh pertengkaran antara korban dan pelaku yang memiliki hubungan asmara. Konflik bermula dari persoalan kecemburuan.
“Motif sementara karena cemburu. Korban merasa pelaku sering menerima pesan dari pria lain, lalu korban memutuskan hubungan. Pelaku tidak terima,” jelas Bobby.
Pertengkaran tersebut berlanjut di dalam kamar kos hingga terjadi aksi kekerasan. Pelaku mendorong korban hingga terjatuh, lalu memukul bagian belakang kepala korban menggunakan batu cobek.
“Akibat pukulan tersebut, tengkorak kepala korban mengalami retak dan pendarahan serius,” tambahnya.
Seorang tetangga kos, Yoni, mengatakan bahwa pertengkaran antara korban dan pelaku kerap terdengar oleh penghuni kos lainnya. Keduanya diketahui telah tinggal di kos tersebut sekitar lima bulan terakhir.
“Memang sering ribut, pernah dengar suara barang dilempar sampai pecah,” ujarnya.
Menurut Yoni, korban dikenal sering beraktivitas di luar kamar untuk bekerja, sementara pelaku lebih banyak berada di dalam kamar dan jarang berinteraksi dengan penghuni kos lainnya.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi dan melengkapi berkas perkara. (*)
Etalase di salah satu supermarket hanya memajang minyak goreng dari merek yang kurang dikenal masyarakat. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos
batampos – Minyak goreng premium merek ternama seperti Bimoli, Siip, dan Fortune dilaporkan menghilang dari peredaran di Kabupaten Kepulauan Anambas sejak awal Januari 2026. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh minyak goreng yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga.
Pantauan Batam Pos di sejumlah pasar tradisional, supermarket, hingga toko kelontong menunjukkan rak minyak goreng premium kosong. Produk yang biasanya mudah ditemukan kini tidak lagi tersedia di pasaran.
Sebagai gantinya, minyak goreng yang beredar didominasi merek-merek yang relatif kurang dikenal masyarakat, seperti Rizki, Fitri, dan Cemara. Merek tersebut sebelumnya jarang menjadi pilihan konsumen.
Dari sisi harga, minyak goreng yang tersedia dijual dengan kisaran Rp 20 ribu per kemasan setengah liter. Tidak ditemukan minyak goreng dalam kemasan satu liter, sehingga konsumen harus membeli lebih dari satu kemasan untuk memenuhi kebutuhan.
Salah seorang pembeli, Dini, mengaku kebingungan mencari minyak goreng premium yang biasa ia gunakan.
“Biasanya pakai minyak goreng premium, sekarang susah dicari. Ada merek lain yang tidak kita kenal, terpaksa juga dibeli,” ujar Dini saat ditemui di pasar, Minggu (18/1).
Menurutnya, kondisi ini membuat banyak ibu rumah tangga merasa waswas terkait kualitas minyak goreng yang beredar.
“Ini minyak goreng biasa, kita tidak tahu kualitasnya. Merek-mereknya juga baru pertama kali saya dengar,” katanya.
Kekosongan stok minyak goreng premium dikhawatirkan akan terus berlanjut jika pasokan belum kembali normal. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan agar distribusi kebutuhan pokok ke Anambas kembali lancar.
Sementara itu, salah seorang distributor lokal, Ahak, menjelaskan bahwa kelangkaan minyak goreng premium dipicu oleh pembatasan distribusi barang kebutuhan pokok yang keluar dari Batam.
Menurutnya, pengetatan pengawasan oleh pihak Bea Cukai menyebabkan sejumlah barang tertahan dan tidak bisa segera dikirim ke daerah tujuan, termasuk ke Anambas.
“Memang agak susah sekarang, banyak barang tertahan di Batam,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Ahak mengaku tengah mencari jalur distribusi alternatif. Ia memilih tidak lagi memasukkan barang melalui Batam untuk sementara waktu.
“Ke depan kita ambil dari Bintan saja. Saya langsung hubungi agen di Jakarta supaya barang tidak lewat Batam, tapi langsung ke Bintan,” katanya. (*)
Sejumlah anak-anak antusias mengutip sampah yang berada di pesisir Desa Tarempa Barat. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos
batampos – Dampak angin musim utara kembali dirasakan warga Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sekitar 800 kilogram sampah kiriman berhasil dibersihkan dari kawasan pesisir laut melalui aksi gotong royong masyarakat, Minggu (18/1).
Sampah yang menumpuk di perairan dangkal dan sepanjang garis pantai tersebut berada sangat dekat dengan permukiman warga. Kondisi ini telah lama dikeluhkan karena mengganggu aktivitas harian serta berpotensi mencemari lingkungan.
Mayoritas sampah yang dikumpulkan merupakan sampah plastik, seperti botol minuman, kantong plastik, dan kemasan makanan. Warga meyakini sampah tersebut bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan kiriman dari daerah lain yang terbawa arus laut akibat angin musim utara.
Angin kencang disertai gelombang tinggi mendorong sampah dari laut lepas ke kawasan pesisir Anambas. Akibatnya, sampah mudah tersangkut dan menumpuk di sekitar rumah warga.
Pemuda Desa Tarempa Barat, Arpandi, mengatakan volume sampah yang terkumpul cukup mengejutkan. Dalam waktu singkat, ratusan kilogram sampah berhasil diangkat dari laut.
“Jumlahnya sangat banyak. Kalau dibiarkan, sampah bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang lalat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan inisiatif dan hasil kesepakatan bersama warga. Koordinasi dilakukan secara sederhana, namun efektif berkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Ini murni kesadaran warga. Laut dan pesisir adalah ruang hidup kita bersama, jadi harus dijaga,” katanya.
Menariknya, sampah yang telah dikumpulkan tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Warga terlebih dahulu memilah sampah, khususnya plastik, untuk kemudian dijual ke bank sampah setempat.
“Sampah plastik kita pilah dan dijual ke bank sampah. Jadi selain bersih, ada juga nilai ekonominya bagi warga yang ikut gotong royong,” jelas Arpandi.
Sementara itu, sampah non-plastik yang tidak memiliki nilai jual ditangani secara terpisah sesuai jenisnya agar lebih ramah lingkungan.
Warga berharap kegiatan gotong royong ini dapat dilakukan secara rutin, terutama saat musim utara, guna menjaga kebersihan pesisir sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Tarempa Barat. (*)
Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad ABK Tamark 02 yang jatuh ke laut di Perairan Tanjung Pinggir, Batam, Minggu (18/1/2026) sore. F. Dok. Basarnas untuk Batam Pos
batampos – Setelah dua hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan anak buah kapal (ABK) Kapal Tamark 02 yang dilaporkan jatuh ke laut di Perairan Tanjung Pinggir, Batam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (18/1/2026) sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 16.50 WIB, berjarak kurang lebih satu mil laut dari titik awal korban terjatuh.
“Korban ditemukan sekitar satu mil dari lokasi awal kejadian. Saat ditemukan, korban masih dapat dikenali dan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Dedius, Minggu (18/1).
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan alutsista laut menuju Dermaga Basarnas Batam. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut.
Korban diketahui bernama Sakaria Jerianto (23). Ia dilaporkan jatuh ke laut dari Kapal Tamark 02 pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di Perairan Tanjung Pinggir, Batam.
Sebelumnya, operasi pencarian pada hari kedua diperluas hingga radius empat mil laut dari lokasi kejadian. Tim SAR mengerahkan sejumlah alutsista, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Pos SAR Batam, kapal Aqua Ace, serta drone thermal untuk pemantauan dari udara.
“Kondisi cuaca cukup menantang, dengan angin kencang dan tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 1 meter. Namun berkat kerja sama seluruh unsur SAR, korban akhirnya berhasil ditemukan,” jelas Dedius.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR atas insiden man overboard (MOB) Kapal Tamark 02 resmi dihentikan. Basarnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama operasi SAR berlangsung,” pungkas Dedius. (*)
Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya, bersama Anggota II, Effendi, saat menerima kunjungan organisasi pers di kantornya. F. BP Tanjungpinang untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang menargetkan masuknya lima investor baru pada 2026 untuk memperkuat pengembangan kawasan Free Trade Zone (FTZ) Dompak–Senggarang sekaligus mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya, menegaskan komitmennya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan membuka ruang informasi seluas-luasnya kepada publik dan calon investor.
“Kami akan terus berkomitmen membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi investor untuk mengelola dan mengembangkan kawasan FTZ di Dompak dan Senggarang,” ujar Cokky, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan, BP Tanjungpinang saat ini menjadi satu-satunya badan pengusahaan yang dapat bekerja sama secara langsung dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Peran tersebut dinilai strategis dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik di tingkat kota maupun provinsi.
“Keberadaan BP Tanjungpinang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam mendongkrak PAD Pemko maupun Pemprov Kepri melalui pengelolaan kawasan FTZ,” jelasnya.
Pengembangan FTZ Tanjungpinang sendiri dirancang secara terintegrasi. Kawasan Dompak diproyeksikan sebagai pusat pengembangan, sementara Senggarang difokuskan sebagai kawasan industri. Selain itu, pengembangan juga mencakup sentra bisnis, distrik perhotelan, rumah sakit, kawasan pendidikan, hingga perumahan.
Cokky menyebutkan, sepanjang 2025 realisasi investasi di kawasan FTZ Tanjungpinang tercatat sebanyak lima perusahaan. Jumlah tersebut diharapkan kembali bertambah pada 2026.
“Pada 2026 kami menargetkan lima perusahaan baru masuk sebagai bagian dari penguatan investasi berkelanjutan di Tanjungpinang,” tambahnya.
Selain penguatan internal, BP Tanjungpinang juga aktif melakukan promosi investasi hingga ke luar negeri, sejalan dengan agenda Kementerian Perdagangan, guna menarik minat investor asing menanamkan modal di kawasan FTZ.
Sementara itu, Anggota II Bidang Pelayanan Terpadu BP Kawasan Tanjungpinang, M. Effendi, mengatakan pihaknya terus memperkuat sistem pelayanan terpadu serta mempercepat proses perizinan agar realisasi investasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami berkomitmen memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas pelayanan terpadu bagi para investor,” pungkasnya. (*)
Jalan Nusantara Tanjungpinang terendam banjir saat hujan deras pada beberapa waktu lalu. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
batampos – Persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah titik di Kota Tanjungpinang dinilai tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Provinsi Kepulauan Riau menilai ibu kota provinsi tersebut mendesak memiliki masterplan drainase sebagai dasar penanganan banjir yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Ketua DPP Inkindo Kepri, Sulbi, mengungkapkan hingga saat ini Pemerintah Kota Tanjungpinang belum memiliki peta atau masterplan drainase yang memetakan arah aliran air dan kapasitas saluran secara menyeluruh.
“Beberapa tahun lalu sempat ada rencana pengadaan masterplan drainase, tapi tidak terealisasi. Sampai sekarang Tanjungpinang memang belum memilikinya,” ujar Sulbi, Minggu (18/1).
Menurutnya, masterplan drainase merupakan instrumen penting dalam pengelolaan sistem drainase perkotaan. Dokumen tersebut berfungsi untuk mengendalikan banjir, genangan air, serta berbagai persoalan tata kelola air hujan di kawasan perkotaan.
Ia mencontohkan, sejumlah kawasan di Tanjungpinang masih rentan dilanda banjir saat hujan deras, salah satunya di Perumahan Taman Harapan Indah (THI), Jalan D.I. Panjaitan, Batu 9.
“Di THI itu, sebagian besar air berasal dari kawasan pertokoan di seberang perumahan. Seharusnya pemerintah sudah tahu berapa volume air yang mengalir dari kawasan tersebut,” jelasnya.
Sulbi menilai ketiadaan masterplan drainase membuat penanganan banjir tidak berbasis data. Pemerintah, kata dia, tidak memiliki gambaran jelas terkait arah larian air maupun kapasitas maksimal drainase saat curah hujan tinggi.
“Memang hujan menjadi faktor utama. Tapi kalau volume air besar, dimensi drainase juga harus disesuaikan. Kalau tidak, air pasti meluap ke jalan dan menyebabkan banjir,” tegasnya.
Dengan adanya masterplan drainase, pemerintah daerah dapat memetakan arah aliran air, menentukan kebutuhan dimensi saluran, serta meminimalkan titik-titik genangan di berbagai wilayah Kota Tanjungpinang.
“Penanganan banjir harus berbasis perencanaan. Harapannya, Tanjungpinang benar-benar memiliki jaringan drainase yang lebih baik dan terintegrasi,” pungkasnya. (*)
ASN Pemkab Lingga saat mengikuti apel di halaman Kantor Bupati Lingga, belum lama ini. F. Istimewa
batampos – Keterlambatan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga aparatur desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga kembali menuai keluhan. Hingga pertengahan Januari 2026, pembayaran gaji ASN bulan Januari belum diterima secara menyeluruh, sementara Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Desember 2025 juga belum dibayarkan.
Sejumlah ASN yang bertugas di kelurahan dan kecamatan mengaku kecewa karena belum menerima haknya, meski ASN di sejumlah dinas lain disebut sudah menerima gaji Januari 2026.
“ASN di dinas-dinas banyak yang sudah terima gaji Januari. Tapi kami yang di kelurahan dan kecamatan sampai hari ini belum menerima, padahal itu hak kami,” ujar salah seorang ASN kelurahan yang enggan disebutkan namanya, Minggu (18/1).
Ia menegaskan, seluruh kewajiban sebagai ASN telah dijalankan, mulai dari kehadiran hingga pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat. Namun, hak berupa gaji justru belum dibayarkan.
“Kami tetap masuk kerja dan melaksanakan tugas. Tapi kenapa hak kami sebagai sumber penghidupan keluarga belum dibayarkan? Kami juga punya tanggungan keluarga,” katanya dengan nada kecewa.
Selain gaji Januari, ASN tersebut juga mengungkapkan bahwa TPP bulan Desember 2025 hingga kini belum diterima.
“Seharusnya Pemkab Lingga menjelaskan apa kendala yang dihadapi. Kalau dibiarkan tanpa penjelasan, ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan negatif di kalangan ASN,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan aparatur desa di Kabupaten Lingga. Mereka mengaku sudah dua bulan belum menerima gaji dan tunjangan yang menjadi hak mereka.
“Kami sudah dua bulan gaji dan tunjangan belum dibayarkan,” ujar salah seorang aparatur desa.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga, Sutarman, beberapa kali dikonfirmasi terkait keterlambatan pembayaran gaji dan TPP, belum memberikan tanggapan. Hal serupa juga terjadi saat Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga, Armia, dikonfirmasi terkait persoalan tunda bayar hingga isu wacana pinjaman ke bank daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Lingga belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pembayaran gaji ASN, PPPK, aparatur desa, maupun TPP. (*)