
batampos-Lembaga Pembangunan Internasional Amerika atau dikenal dengan USAID menyiapkan program hibah untuk Provinsi Kepri mencapai US$150 ribu atau sekitar Rp2,3 miliar.
“Hibah ini sebagai program kemitraan KKP dan USAID Indonesia,” ujar Hasan El Fakhri Representatif Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, ( SDI – DJPT), Senin (22/1/2024) disela-sela kegiatan sosialisasi program ini.
Ia berharap hibah ini dapat menjadi solusi bagi tantangan perikanan melalui kolaborasi berbagai kelembagaan tingkat daerah. Menurutnya, untuk terwujudnya program ini, USAID-Berikan telah memberikan ruang kerjasama dengan berbagai mitra terkait untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.
“Dalam program ini memiliki potensi sesuai 4 capaian program USAID Ber-IKAN. Tentunya ini adalah satu peluang yang sangat strategis,” jelasnya.
BACA JUGA: Nelayan Dapat Bantuan Sarana Perikanan, Dinas Diminta Terus Monitoring
Di tempat yang sama, Kepala DKP Provinsi Kepri, Said Sudrajat memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan USAID Ber-Ikan secara khusus untuk Provinsi Kepri.
Menurut Said, program USAID Ber-IKAN sebagai program kemitraan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan USAID Indonesia
Said mengatakan, program ini diharapkan organisasi, yayasan, serta lembaga di Provinsi Kepri yang memiliki kompetensi di bidang perikanan dan kelautan dapat mengirimkan proposal terbaiknya untuk mendapatkan program hibah tersebut.
“Kita harapkan siapapun nanti yang terpilih dapat melahirkan program-program unggulan yang tentunya bisa menyejahterakan para nelayan di Kepri,” ujarnya.
Disebutkannya, dalam program ini USAID Ber-Ikan mengalokasikan dana hibah sebesar US$ 2,3 juta di seluruh Indonesia. Adapun untuk Provinsi Kepri telah diplot hibah sebesar US$ 150 ribu atau senilai Rp 2,2 miliar.
“Ini adalah upaya kongrit USAID Ber-Ikan untuk mengembangkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya Provinsi Kepri,” tegasnya.
Sementara itu, Grant Manager USAID Ber-IKAN, Ni Sadharwati menjelaskan, program hibah ini merupakan salah satu program kerjasama negara Amerika dengan Indonesia untuk membantu melindungi keanekaragaman hayati laut Indonesia.
Menurutnya, untuk mensosialisasikan program hibah ini, pihaknya bersama Pemprov Kepri melalui DKP Provinsi Kepri telah melaksanakan sosialisasi dengan melibatkan berbagai organisasi dan kelompok nelayan di wilayah Provinsi Kepri, Senin (22/1/2024) kemarin.
“Program ini kami kemas dalam USAID Bersama Kelola Perikanan (USAID Ber-Ikan,” jelasnya.
Perempuan yang akrab disapa Nisa ini menjelaskan, lewat program ini USAID Ber-IKAN memberikan kesempatan kepada organisasi, yayasan, serta lembaga.
“Kita untuk mengirimkan proposal yang berisi rencana kerja serta detail anggaran untuk melaksanakan empat tujuan utama yang sudah ditetapkan dalam program ini,” jelasnya lagi.
Adapun, keempat tujuan tersebut, yakni, memperkuat kelompok masyarakat pengawas untuk mendukung pengawasan perikanan, memfasilitasi pendaftaran kapal dan implementasi logbook untuk perikanan skala kecil.
Selain itu adalah memberdayakan komunitas nelayan skala kecil dalam usaha perikanan berkelanjutan, dan meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan tangkapan sampingan dan pelaporan spesies laut.
“Keempat sasaran inilah yang menjadi perhatian dan acuan untuk mendapatkan dana hibah ini,” paparnya.
Ditegaskannya, keempat program utama tersebut, harus dijalankan di tiga kabupaten di Provinsi Kepri, yakni, Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Untuk itu kami mengundang organisasi, yayasan, dan lembaga untuk mengirimkan proposal kepada kami. Batas waktu pengiriman proposal hingga 22 Maret 2024 ini,” tutupnya. (*)
Reporter: Jailani










