Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 416

Cristiano Ronaldo Antar Al-Nassr Menang 3-0, Terus Tekan Puncak Klasemen

0
Cristiano Ronaldo menambah koleksi golnya saat melawan Al-Kholood. (Instagram/@cristiano)

batampos – Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan perannya sebagai motor kemenangan Al-Nassr. Satu gol yang dicetak megabintang asal Portugal itu membawa Al-Nassr menang meyakinkan 3-0 atas Al-Kholood pada pekan ke-18 Liga Pro Arab Saudi 2025/2026.

Laga tersebut berlangsung di King Abdullah Sport City Stadium, Buraydah, Arab Saudi, Sabtu (31/1). Kemenangan ini menjaga peluang Al-Nassr untuk terus menekan persaingan di papan atas klasemen.

Al-Nassr membuka keunggulan melalui Cristiano Ronaldo pada menit ke-47, hanya dua menit setelah babak kedua dimulai. Gol tercipta berkat pergerakan Joao Felix dari sisi kiri kotak penalti yang mengirimkan umpan matang ke tengah, sebelum diselesaikan Ronaldo dengan satu sentuhan ke gawang Al-Kholood yang dikawal kiper Argentina, Juan Pablo Cozzani.

Baca Juga: Chelsea Terancam Tak Bisa Main di Stamford Bridge, Ini Penyebabnya

Enam menit berselang, Al-Nassr menggandakan keunggulan lewat bek tengah asal Prancis Mohamed Simakan. Gol tersebut membuat tekanan terhadap tuan rumah semakin meningkat.

Situasi Al-Kholood kian sulit setelah gelandang Hatan Bahbri diganjar kartu merah pada menit ke-72. Unggul jumlah pemain, Al-Nassr tampil lebih dominan dalam mengontrol jalannya pertandingan.

Tidak lama berselang, pelatih Al-Nassr menarik Cristiano Ronaldo dan menggantikannya dengan Aiman Yahya untuk menjaga kebugaran sang kapten.

Pada menit ke-87, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di area penalti Al-Kholood. Penyerang asal Prancis Kingsley Coman yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan memastikan kemenangan 3-0 bagi Al-Nassr.

Mengutip laporan ESPN, hasil tersebut membuat Al-Nassr mengoleksi 43 poin dan naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga Pro Arab Saudi. Mereka unggul selisih gol atas Al-Ahli dan hanya terpaut tiga poin dari Al-Hilal yang masih bertengger di puncak klasemen.

Sementara itu, Al-Kholood harus puas berada di peringkat ke-14 dengan raihan 15 poin.

Baca Juga: Bermain dengan 10 Pemain, AS Roma Tetap Lolos ke 16 Besar Liga Europa

Gol ke gawang Al-Kholood menambah catatan impresif Cristiano Ronaldo. Kapten Al-Nassr berusia 40 tahun itu kini telah mengoleksi 961 gol sepanjang karier profesionalnya dan semakin mendekati ambisi menembus angka 1.000 gol.

Ronaldo juga masih berpeluang kembali merebut puncak daftar pencetak gol terbanyak Liga Pro Arab Saudi yang saat ini dipimpin Ivan Toney dengan 18 gol, disusul Julián Quiñones dan Cristiano Ronaldo.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif Al-Nassr yang kini mencatat empat pertandingan beruntun tanpa kekalahan di Liga Pro Arab Saudi. (*)

Artikel Cristiano Ronaldo Antar Al-Nassr Menang 3-0, Terus Tekan Puncak Klasemen pertama kali tampil pada Olahraga.

Laura Moane Tantang Diri Main Film Sunda Emperor Berbahasa Sunda

0
Film Sunda Emperor gunakan dialog bahasa Sunda. (Istimewa)

batampos – Film Sunda Emperor menghadirkan warna baru dalam industri perfilman nasional. Film garapan penulis sekaligus sutradara Anglin Sagaran ini menggunakan dialog penuh berbahasa Sunda, sebuah pendekatan yang jarang ditemui di film layar lebar Indonesia.

Mengusung genre drama, komedi, dan petualangan, Sunda Emperor dibalut nuansa budaya Sunda yang kental dan autentik. Meski berakar pada nilai tradisi, film ini tetap memadukan elemen kekinian agar relevan dengan penonton masa kini.

Film ini mengisahkan perjalanan tiga sahabat dalam pencarian jati diri dan sejarah. Narasi dikemas ringan dan menghibur, namun tetap mengandung pesan tentang identitas dan nilai budaya.

Baca Juga: Tygo, Film Aksi Netflix Pilih Indonesia sebagai Latar Cerita

“Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana identitas dan nilai budaya Sunda bisa hidup dan relevan di masa kini,” ujar Anglin Sagaran dalam keterangan tertulisnya kepada Jawa Pos.

Aktris muda Laura Moane didapuk sebagai pemeran utama yang memerankan tokoh Neng Eti. Laura mengaku penggunaan dialog penuh berbahasa Sunda menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Ini tantangan besar buat aku. Bukan hanya pendalaman karakter, tapi juga bahasa. Dari awal reading sampai syuting, aku banyak belajar,” ujar Laura.

Untuk mendukung perannya, Laura mendapat pendampingan intensif dari pelatih akting dan sutradara selama proses praproduksi hingga syuting. Fokus latihan diarahkan pada pelafalan, intonasi, serta cara bertutur agar dialog terdengar alami.

“Mulai dari pelafalan sampai cara berbicara supaya terdengar natural saat mengucapkan bahasa Sunda,” tutur aktris berusia 19 tahun itu.

Anglin menambahkan, Sunda Emperor menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui medium film tanpa harus kehilangan daya tarik modern.

“Kami ingin membuktikan bahwa cerita daerah punya kekuatan besar untuk tampil di layar lebar secara modern tanpa meninggalkan akar budayanya,” katanya.

Baca Juga: Ramalan Shio 31 Januari 2026: 6 Shio Ini Tarik Keberuntungan dan Kesuksesan Finansial

Sunda Emperor mengisahkan Miheng (Bilal Fadh), pemuda Sunda yang hidup sederhana dan memulai perjalanan untuk membuktikan kabar bahwa dirinya merupakan keturunan Raja Sunda. Perjalanan tersebut ditemani dua sahabatnya, Ohim (Maghara Adipura) dan Ece (Vansa Be), serta kehadiran tak terduga Eti (Laura Moane).

Petualangan mereka berubah penuh konflik saat harus berhadapan dengan Iwan Gesrek (Itings Meledax) dan Boss Pepey (Yujeng Hensem). Lebih dari sekadar pencarian asal-usul, perjalanan ini menjadi pertaruhan nasib, persahabatan, dan keberanian dalam menentukan pilihan hidup.

Film Sunda Emperor dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026. (*)

Artikel Laura Moane Tantang Diri Main Film Sunda Emperor Berbahasa Sunda pertama kali tampil pada Lifestyle.

DPRD Kepri Soroti Jalan Rusak Parah dan Akses Terisolasi di Lingga

0
Anggota DPRD Kepri Daerah Pemilihan Lingga–Bintan, Hanafi Ekra. F. Sekwan DPRD Kepri

batampos – Kondisi infrastruktur di Kabupaten Lingga masih menjadi keluhan utama masyarakat. Jalan rusak parah hingga akses penghubung antarwilayah yang belum diaspal mendorong DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendesak percepatan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan.

Anggota DPRD Kepri Daerah Pemilihan Lingga–Bintan, Hanafi Ekra, mengatakan pembangunan infrastruktur di Lingga hingga kini masih jauh dari harapan. Banyak pulau di wilayah tersebut belum tersentuh pembangunan secara merata.

“Rata-rata pulau di Kabupaten Lingga masih kurang disentuh pembangunan. Di beberapa pulau yang saya datangi, masyarakat menyampaikan langsung kebutuhan infrastruktur dasar,” ujar Hanafi, Jumat (30/1).

Baca Juga: Tiket Pesawat Domestik Mahal, DPRD Kepri Soroti Ironi Rute Internasional Lebih Murah

Ia menyebutkan sejumlah ruas jalan yang kondisinya rusak parah, di antaranya jalan di kawasan SP3, Desa Teluk, Dungun, Air Merah, Desa Lanjut, serta beberapa ruas jalan di wilayah Singkep Barat.

Selain itu, akses jalan penghubung Desa Marok Tua–Desa Tanjung Irat hingga kini juga belum diaspal. Padahal, jalur tersebut menjadi alternatif penting bagi masyarakat dari sejumlah pulau untuk menuju Dabo Singkep, terutama saat kondisi cuaca laut buruk.

“Jalan itu sangat dibutuhkan warga. Saat ombak tinggi dan cuaca tidak memungkinkan lewat laut, jalur darat menjadi satu-satunya pilihan,” jelasnya.

Tak hanya soal jalan, masyarakat Lingga juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan alat tangkap ikan. Hal ini sejalan dengan kondisi sosial ekonomi daerah, di mana sebagian besar warga menggantungkan hidup sebagai nelayan.

“Masyarakat berharap pemerintah provinsi dapat memfasilitasi kebutuhan alat tangkap. Ini penting untuk mendukung mata pencaharian mereka,” kata Hanafi.

Meski demikian, ia menegaskan tidak semua aspirasi bisa langsung direalisasikan. Realisasi pembangunan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran serta kewenangan pemerintah.

Baca Juga: DPRD Kepri Siap Kawal Rencana Pengembangan Sekolah Garuda

“Untuk infrastruktur jalan, ada yang menjadi kewenangan kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat. Semua aspirasi ini akan kami petakan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Jika ruas jalan tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri, DPRD akan mengusulkannya kepada pimpinan agar dapat segera direalisasikan. Sementara untuk jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, pihaknya akan mendorong melalui koordinasi dan lobi ke pusat agar pembangunan di Lingga menjadi prioritas.

“Kami akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lingga mendapat perhatian serius,” tutup Hanafi. (*)

Artikel DPRD Kepri Soroti Jalan Rusak Parah dan Akses Terisolasi di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Bengkong, Ini Penjelasan Polisi

0
Kapolsek Bengkong Iptu Yuli Endra. (Instagram)

batampos – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya di kawasan Bengkong Baru, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Jumat (30/1) malam. Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya akibat depresi yang dipicu persoalan rumah tangga.

Korban diketahui bernama Moh Johan (60), warga Bengkong Baru Blok C No. 33 RT 02 RW 04. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 20.30 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar.

Kapolsek Bengkong Iptu Yuli Endra membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan awal diterima dari warga yang menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi rumahnya.

Baca Juga: Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai

“Saksi pertama merupakan keponakan korban yang baru pulang ke rumah dan menemukan korban di kamar mandi,” ujar Yuli saat dikonfirmasi.

Setelah penemuan tersebut, saksi langsung memberitahukan keluarga lain. Beberapa anggota keluarga kemudian datang ke lokasi dan memastikan kondisi korban sebelum melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Personel Polsek Bengkong tiba di lokasi sekitar pukul 20.50 WIB. Polisi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Sekitar pukul 21.45 WIB, Tim Inafis Polresta Barelang melakukan olah TKP. Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban.

“Dugaan sementara, peristiwa ini merupakan bunuh diri. Dari keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat masalah rumah tangga,” jelas Yuli.

Baca Juga: BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui pernah mengalami gangguan psikologis dan sempat menunjukkan perilaku yang mengarah pada tindakan melukai diri sendiri, namun menolak untuk mendapatkan perawatan medis.

Usai proses olah TKP, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam sekitar pukul 22.10 WIB untuk menjalani visum. Polisi menyatakan masih menunggu hasil visum sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan penyelidikan. (*)

Artikel Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Bengkong, Ini Penjelasan Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Apartemen Puri Khayangan Mangkrak, Kurator Buka Suara soal DP dan Lelang Aset

0
Apartemen Puri Khayangan di Belian, Batam Kota saat masih dalam proses finishing pembangunan beberapa tahun lalu. F. Dok. Batam Pos

batampos – Kurator PT Kinarya Rekayasa (dalam pailit), Awan Setiawan, menyatakan siap memenuhi undangan hearing dengan DPRD Kota Batam terkait tuntutan pengembalian uang down payment (DP) konsumen Apartemen Puri Khayangan Residence and Apartment. Ia menegaskan seluruh proses kepailitan berjalan sesuai Undang-Undang dan di bawah pengawasan pengadilan.

“Kami siap hearing kalau dipanggil DPRD, asalkan tidak mendadak. Tidak ada yang kami tutupi. Semua proses dijalankan sesuai Undang-Undang Kepailitan dan di bawah pengawasan hakim,” ujar Awan, Sabtu (31/1).

Awan memahami kekecewaan konsumen akibat lamanya proses kepailitan. Namun ia menegaskan, kurator tidak memiliki kewenangan mempercepat pengembalian dana di luar mekanisme hukum yang berlaku.

Baca Juga: Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Kesehatan di Pintu Masuk Batam Diperkuat

Saat ini, kata dia, proses kepailitan PT Kinarya Rekayasa masih berada pada tahap pencarian investor serta persiapan lelang aset tahap kedua. Lelang pertama yang digelar pada 2025 melalui mekanisme lelang negara dinyatakan TAP (tanpa ada peminat), meski nilai appraisal aset mencapai sekitar Rp135 miliar.

“Karena lelang pertama tidak ada peminat, kami tidak bisa langsung membuka lelang kedua. Saat ini kami menjajaki minat investor agar lelang berikutnya efektif dan tidak menimbulkan biaya tambahan,” jelasnya.

Awan menegaskan, kurator tidak diperbolehkan menjual aset di bawah nilai likuidasi. Jika hal itu dilakukan, kurator justru dapat dikenai sanksi pidana karena dianggap merugikan boedel pailit dan kreditur.

“Kami harus sangat berhati-hati. Tidak bisa asal menjual murah hanya karena tekanan,” tegasnya.

Terkait posisi konsumen, Awan memastikan seluruh pembeli yang memilih tidak melanjutkan pembelian unit telah tercatat sebagai kreditur konkuren. Tagihan mereka, termasuk DP, telah diverifikasi dan disahkan oleh hakim pengawas Pengadilan Niaga Medan.

“Secara hukum hak konsumen diakui. Realisasinya bergantung pada hasil penjualan aset,” ujarnya.

Baca Juga: Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai

Ia menambahkan, Undang-Undang Kepailitan tidak mengatur batas waktu penyelesaian bagi kreditur konkuren. Lamanya proses sangat dipengaruhi kondisi pasar dan minat investor terhadap aset apartemen tersebut.

Menanggapi isu unit apartemen yang disewakan, Awan menjelaskan unit yang telah dilepaskan konsumen menjadi bagian dari boedel pailit dan dapat dikelola sementara untuk menjaga nilai aset.

“Tujuannya agar aset tidak rusak dan nilainya tetap terjaga saat dilelang,” katanya.

Meski demikian, Awan menyatakan terbuka terhadap pengawasan publik dan DPRD Kota Batam. Ia berharap hearing nantinya dapat memberikan pemahaman utuh kepada semua pihak.

“Kami siap menjelaskan duduk persoalannya secara hukum,” tutupnya. (*)

Artikel Kasus Apartemen Puri Khayangan Mangkrak, Kurator Buka Suara soal DP dan Lelang Aset pertama kali tampil pada Metropolis.

Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Kesehatan di Pintu Masuk Batam Diperkuat

0
Virus Nipah, penyakit zoonosis mematikan yang ditularkan dari kelelawar ke manusia dan memiliki tingkat kematian hingga 91 persen. (PINTEREST)

batampos – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan masyarakat, termasuk kemungkinan masuk dan penyebaran Virus Nipah.

Kepala BBKK Batam Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kesiapsiagaan petugas serta memperkuat sistem pengawasan kesehatan, khususnya di pelabuhan internasional yang menjadi titik keluar-masuk penumpang.

“Dalam rangka mengantisipasi potensi risiko kesehatan selama perayaan Imlek, kami menyiapkan langkah pengawasan dan pelayanan kesehatan di pintu masuk wilayah,” ujar Ahmad Hidayat, Sabtu (31/1).

Baca Juga: Virus Nipah Jadi Sorotan Global, Dinkes Batam: Tunggu Arahan Pusat

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan posko pelayanan dan pengawasan Imlek di sejumlah pelabuhan. Posko ini berfungsi sebagai pusat respons cepat terhadap potensi kejadian kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Selain itu, BBKK Batam meningkatkan pemeriksaan kesehatan penumpang melalui pengukuran suhu tubuh menggunakan thermal scanner sebagai bagian dari deteksi dini penyakit menular.

Pengawasan juga dilakukan melalui pemantauan gejala penyakit menggunakan sistem kewaspadaan dini nasional All Indonesia. Melalui sistem tersebut, petugas menelusuri riwayat perjalanan serta riwayat kesehatan penumpang guna meningkatkan kewaspadaan.

“Pengawasan kesehatan terus kami perkuat sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuk dan penyebaran Virus Nipah. Kami memastikan petugas siaga dan sistem deteksi dini berjalan optimal,” katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan lanjutan, BBKK Batam juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk dalam penyusunan alur penanganan dan evakuasi penumpang yang terindikasi terpapar serta penetapan rumah sakit rujukan.

Baca Juga: Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai

“Seluruh prosedur penanganan sudah dipahami bersama agar respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sesuai ketentuan,” jelas Ahmad Hidayat.

Ia menambahkan, BBKK Batam terus meningkatkan pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempersiapkan logistik yang dibutuhkan dalam penanganan potensi kasus.

“Kewaspadaan akan kami tingkatkan secara berkelanjutan untuk mencegah risiko masuk dan penyebaran penyakit, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat pada momentum Imlek,” pungkasnya. (*)

Artikel Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Kesehatan di Pintu Masuk Batam Diperkuat pertama kali tampil pada Metropolis.

Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai

0
Kepadatan penumpang di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Batam Kota, ramai pada akhir pekan, Sabtu (31/1). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam Kota, terpantau ramai pada akhir pekan, Sabtu (31/1). Kepadatan terlihat sejak pagi hingga menjelang siang hari, baik pada kedatangan maupun keberangkatan kapal feri internasional dari Singapura dan Malaysia.

Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, membenarkan adanya peningkatan jumlah penumpang pada jam-jam tertentu.

“Benar, penumpang yang datang pada pagi hari cukup ramai, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Namun menjelang siang, situasi kembali normal,” ujar Pasaroan.

Baca Juga: BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko

Ia menjelaskan, Pelabuhan Internasional Batam Center melayani sekitar 50 hingga 55 trip perjalanan feri internasional setiap hari. Saat ini, operasional pelabuhan didukung oleh dua ponton aktif yang digunakan untuk aktivitas naik dan turun penumpang.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran, pihak syahbandar secara rutin memantau kondisi cuaca serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Informasi cuaca dari BMKG kami perbarui setiap hari dan langsung disampaikan kepada masing-masing nakhoda agar pelayaran tetap mengutamakan aspek keselamatan,” jelasnya.

Baca Juga: Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan

Terkait pengawasan barang bawaan penumpang, Pasaroan menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Bea Cukai yang memiliki kewenangan dalam pemeriksaan dan penindakan.

Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus penumpang sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Internasional Batam Center. (*)

Artikel Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai pertama kali tampil pada Metropolis.

Truk Kontainer Tabrak Calya di Mukakuning, Arus Lalu Lintas dari Batuaji Lumpuh

0
Truk kontainer menabrak mobil Toyota Calya di di Bukit Daeng, Mukakuning. Peristiwa ini menyebabkan arus lalu lintas dari Batuaji macet tolal. F. Tangkapan layar video grup WhatsApp

batampos – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat kembali terjadi di Kota Batam. Sebuah truk kontainer menabrak mobil pribadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Dam Mukakuning, dari arah Batuaji, Sabtu (31/1) siang.

Insiden tersebut melibatkan satu unit truk kontainer dengan mobil Toyota Calya merah bernomor polisi BP 1909 HD. Benturan keras tidak terhindarkan hingga menyebabkan bagian belakang mobil Calya mengalami kerusakan cukup parah.

Sementara itu, bagian depan truk kontainer juga dilaporkan ringsek akibat tabrakan. Kondisi kedua kendaraan yang rusak menarik perhatian pengendara lain yang melintas di lokasi kejadian.

Baca Juga: BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko

Meski demikian, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Pengemudi kedua kendaraan disebut selamat. Namun, kerugian materi akibat kerusakan kendaraan tidak dapat dihindari.

Kecelakaan ini berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas. Kemacetan parah terjadi dari arah Batuaji menuju Mukakuning karena posisi kendaraan yang terlibat kecelakaan menghalangi sebagian badan jalan.

“Macet parah dari Batuaji,” ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, Kasubnit I Satlantas Polresta Barelang Ipda Tarmizi Rambe belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun penyebab kecelakaan. (*)

Artikel Truk Kontainer Tabrak Calya di Mukakuning, Arus Lalu Lintas dari Batuaji Lumpuh pertama kali tampil pada Metropolis.

Status 11 WNI Kasus Timah Ilegal Masih Saksi, Keluarga Pulang Tanpa Kepastian

0
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Kejelasan status hukum 11 warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia terkait kasus penyelundupan pasir timah ilegal lintas negara hingga kini belum terjawab. Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 jam di Polda Kepulauan Riau (Kepri), belasan WNI tersebut masih berstatus saksi.

Pantauan di Mapolda Kepri, pemeriksaan terhadap ke-11 WNI dilakukan di lantai 2 Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sejak Kamis (29/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga Jumat (30/1), proses pemeriksaan masih berlangsung.

Pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB, para WNI terlihat berada di ruang pemeriksaan mengenakan kaus biru muda. Mereka duduk berderet di lantai dengan tangan diborgol menggunakan borgol plastik berwarna putih.

Baca Juga: Konflik IKSB Batam Disorot, Praktisi Hukum Ingatkan Hormati Putusan Pengadilan

Seorang penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hingga saat ini status para WNI tersebut belum berubah. “Masih saksi. Pemeriksaan masih berjalan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, keluarga para WNI mendatangi Mapolda Kepri dengan membawa sejumlah dokumen. Mereka berharap anggota keluarga yang diperiksa dapat segera dipulangkan setelah proses klarifikasi.

Namun hingga Jumat sore, ke-11 WNI tersebut belum dipulangkan dan masih berada di Mapolda Kepri untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kelanjutan proses hukum terhadap para WNI tersebut.

“Untuk proses selanjutnya kami belum dapat memastikan, karena penanganan perkara berada di bawah kewenangan Bareskrim Polri,” ujar Silvester.

Baca Juga: Virus Nipah Jadi Sorotan Global, Dinkes Batam: Tunggu Arahan Pusat

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Moch Irhamni, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi terkait perkembangan status hukum para WNI tersebut.

Sebelumnya diberitakan, upaya penyelundupan pasir timah ilegal lintas negara kembali terbongkar. Sebanyak 11 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dideportasi dari Malaysia setelah tertangkap membawa sekitar 7,5 ton pasir timah ilegal asal Indonesia ke Negeri Jiran.

Belasan ABK tersebut tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center pada Kamis (29/1) sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk proses hukum lanjutan.

Para ABK ditangkap Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) Negeri Pahang di perairan Pulau Tioman, Johor, setelah kedapatan mengangkut pasir timah ilegal menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi. Nilai barang bukti, termasuk kapal, ditaksir mencapai RM1,1 juta atau sekitar Rp4,3 miliar. (*)

Artikel Status 11 WNI Kasus Timah Ilegal Masih Saksi, Keluarga Pulang Tanpa Kepastian pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko

0
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. F. Dok. Batam Pos

batampos – Persoalan layanan air bersih di Kota Batam kembali menjadi sorotan publik. Muncul spekulasi bahwa gangguan distribusi air dipicu minimnya investasi, bahkan beredar isu bahwa seluruh tagihan air pelanggan mengalir ke Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian sehingga dana yang kembali ke daerah terbatas.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan pengelolaan operasional air bersih di Batam saat ini dilaksanakan oleh PT Moya Indonesia sebagai mitra pemenang tender kegiatan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance).

“Seluruh mekanisme pengelolaan sudah diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS). Semua ketentuan ada di dalam perjanjian tersebut,” ujar Ariastuty, Jumat (30/1).

Baca Juga: MBG Tetap Dibagikan saat Ramadan, SPPG Batam Tunggu Petunjuk

Ia menjelaskan, apabila mitra melakukan investasi, mekanismenya telah diatur melalui skema belanja sesuai PKS. Namun, dalam pelaksanaannya, belanja investasi memerlukan perencanaan dan perhitungan matang agar tepat sasaran serta tidak menimbulkan persoalan administratif maupun temuan audit.

BP Batam, lanjutnya, membuka peluang melakukan amandemen terhadap PKS. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sinkronisasi antara kebutuhan investasi dan mekanisme pembiayaan, sehingga pengembangan sistem air bersih dapat berjalan tanpa hambatan regulasi.

Terkait isu bahwa tagihan air masuk ke Kemenko, Ariastuty membantah tegas kabar tersebut. “Tidak benar jika disebut tagihan air masuk ke Kemenko. Seluruh penerimaan tagihan air masuk ke Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam,” tegasnya.

Dari penerimaan tersebut, dilakukan mekanisme bagi hasil antara BP Batam dan mitra, baik untuk sektor hulu (ABH) maupun hilir (ABHi), sesuai skema yang disepakati dalam PKS.

Baca Juga: Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini

Di tengah tantangan layanan, BP Batam bersama PT Moya juga membahas penanganan 18 titik stress area atau wilayah dengan tekanan air rendah di Batam. Dari jumlah tersebut, pimpinan BP Batam meminta agar sembilan proyek yang telah dianggarkan tetap dijalankan.

Sementara sembilan proyek lainnya direncanakan dikerjakan oleh mitra, dengan estimasi mulai tahun ini. “Namun hal ini masih dalam tahap diskusi dan harus dikoordinasikan dengan BPK serta BPKP,” ujar Ariastuty.

Untuk jangka pendek, terutama menghadapi bulan Ramadan, BP Batam dan mitra telah menyiapkan langkah-langkah penanganan agar distribusi air bersih dapat tersuplai lebih merata kepada masyarakat. (*)

Artikel BP Batam Jelaskan Skema Investasi PT Moya, Bantah Isu Tagihan Air Masuk Kemenko pertama kali tampil pada Metropolis.