Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4188

Kasus Dihentikan, Seleb Tiktok Satria Mahathir Bebas

0
Tiktoker Keroyok Anak Anggota DPRD Kepri Dalil Harahap 6 scaled e1704461253520
Seleb Tiktok Satria Mahathir digiring polisi saat ekspos di Mapolresta Barelang, Jumat (5/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus pengeroyokan yang melibatkan seleb Tiktok asal Jakarta, Satria Mahathir dihentikan. Korban yang merupakan anak anggota DPRD Provinsi Kepri mencabut laporan di Satreskrim Polresta Barelang.

“Pihak keluarga korban dengan keluarga para tersangka sudah damai. Pihak korban juga sudah mencabut laporan dan adanya mekanisme restorative justice,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol R. Moch Dwi Ramadhanto.

Ia menjelaskan pemberian restorative justice tersebut sesuai dengan Undang-undang dan Peraturan Hukum Pidana serta Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 8 tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.

Pertimbangannya, beberapa tersangka masih dibawah umur dan belum pernah tersandung tindak pidana.

“Ada beberapa masih di bawah umur. Masa depannya panjang sehingga dilakukan restorative justice,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menangkap seleb Tiktok, Satria Mahathir. Pria 20 tahun yang kerap kontroversi ini terlibat melakukan pengroyokan di kafe kawasan Tiban, Sekupang.

Pengroyokan itu dilakukan Satria pada malam pergantian tahun baru. Korbannya merupakan anak anggota DPRD Kota Batam berusia 16 tahun berinisial RAT. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Pemprov Kepri Tuntaskan Revitalisasi Pelabuhan Penagi

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad

batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, pembangunan dan pembenahan infrastruktur pelabuhan menjadi atensi Pemprov Kepri dalam setiap tahun anggaran. Menurutnya, lewat kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2023 lalu, Pemprov Kepri telah menyelesaikan rehabilitasi Pelabuhan Penagi, Natuna.

“Pelabuhan Penagi adalah pelabuhan pengumpan regional yang berada di wilayah Kabupaten Natuna,” ujar Gubernur Ansar di Natuna, Rabu (17/1)

Dijelasnnya, kegiatan rehabilitasi pelabuhan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan pelayanan transportasi laut di wilayah Kepri, khususnya Natuna. Disebutkannya, untuk pekerjaan ini telah didukung lewat program DAK dengan anggaran Rp15,044 miliar.

Pekerjaan rehabilitasi meliputi trestle, dermaga, lampu penerangan jalan umum tenaga surya (LPJU TS), fender, gudang, gedung terminal, dan kanopi. Proyek tersebut telah dilaksanakan oleh PT. Yudha Perkasa Utama dan disupervisi oleh PT. Priangan Raya Utama.

“Infrastruktur penghubung konektivitas baik laut dan udara menjadi hal yang urgent termasuk pelabuhan dan sarana prasarananya,” tegas Gubernur.

BACA JUGA: Pemprov Kepri Tuntaskan Jalan Letung dan Pelabuhan Kuala Maras di Anambas

Menyiasati ini, Pemprov Kepri berkolaborasi bersama pemkab dan pusat membangun infrastruktur dalam rangka merangkai pulau. Ia bersyukur, banyak fasilitas untuk kebutuhan akses transportasi dan bongkar muat barang direvitalisasi kembali.

“Sebagian menggunakan anggaran kabupaten, provinsi, dan APBN. Kolaborasi ini penting untuk menjaga ritme pembangunan berkelanjutan,” paparnya.

Gubernur Ansar juga menyerahkan aset Pemprov yang baru dibangun yaitu pelabuhan binjai dengan anggaran Rp2,5 miliar, agar binjai menjadi satu kawasan penghubung antara Ranai dan Sedanau. Aset tersebut diserahkan agar dikelola oleh Pemkab Natuna.

Pelabuhan Penagi, Natuna

“Selesainya rehabilitasi pelabuhan dan sarana prasarana Pelabuhan Penagi dipersembahkan bagi masyarakat Natuna untuk menjamin kelancaran aksesibilitas orang dan barang,” kata Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya pengelolaan pelabuhan yang efektif dan efisien. Ia mengatakan bahwa saat ini Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang mengelola pelabuhan Natuna masih bergabung dengan Anambas. Ke depan akan dibentuk UPT sendiri.

“Jadi tidak hanya mengejar kontribusi kembali kepada pemerintah, tapi juga ada fungsi sosial yang besar maka pelayanan yang jadi tujuan utama kita,” tutup Ansar. (*)

Reporter: Jailani

Raih Prestasi Lagi, Atlet Taekwondo Kharisma Bangsa Borong Medali di Kejuaraan Singapore Waein Cup Open Championship

0

batampos – Atlet Taekwondo Kharisma Bangsa kembali menorehkan prestasi gemilang, kali ini, prestasi itu diraih di kejuaraan Singapore Waein Cup Open Championship 2024 yang diadakan di Our Tampines Hub Team Sports Hall I Tampines Walk Singapore. Kejuaraan yang diikuti ratusan atlet dari berbagai negara itu dilaksanakan dari tanggal 12 Januari hingga 14 Januari 2024.

BACA JUGA: Rutin Berlatih Taekwondo, Mikhayla Menuai Hasil Terbaik

Tim Taekwondo Kharisma Bangsa di bawah komando Master Siauw Lung Wu dan Master Soewito Trikusuman ini berhasil meraih 4 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu pada kejuaraan bergengsi itu. Adapaun atlet yang meraih medali emas yaitu, Eira Kalena Kata, Econ Kalip Situmeang, Michelle Minny Teo dan Christian Infantri Situmeang. Medali perak oleh Christian Imanuel Tangmati. Dan medali perunggu dari Sergio Julianus, Stevano Wessley Halim dan Stevelsha Marannu Tangmati.

Atlet Taekwondo Kharisma Bangsa kembali menorehkan prestasi gemilang, kali ini, prestasi itu diraih di kejuaraan Singapore Waein Cup Open Championship 2024 yang diadakan di Our Tampines Hub Team Sports Hall I Tampines Walk Singapore.

Master Soewito Trikusuman mengatakan, prestasi itu dapat diraih berkat kerja keras dan tim yang solid. Dan selalu mengoptimalkan segala persiapan sebelum bertanding dengan menggelar latihan rutin, memaksimalkan latihan fisik dan teknik. “Yang dilatih dan dimaksimalkan adalah fisik dan teknik serta mental, dengan begitu, mereka memiliki mental yang bagus dan semakin percaya diri dalam setiap pertandingan,” ujar Dan IV Kukkiwon itu.

Soewito juga mengatakan, semua prestasi yang didapatkan atlet Taekwondo Kharisma Bangsa berkat ketekunan para atletnya dalam berlatih juga dorongan dan dukungan dari para orangtua atlet yang selalu mendukung penuh anak-anaknya berlatih dan mengikuti setiap kejuaraan.

Soewito mengatakan, bahwa kejuaraan Singapore Waein Cup Open Championship bukanlah kejuaraan sembarangan. Di ajang ini semua atlet-atlet yang ikut merupakan atlet pilihan dan memiliki jam terbang yang tinggi dalam pertandingan. “Kita patut bangga bisa meraih banyak medali, sebab kejuaraan ini banyak diikuti oleh atlet-atlet pilihan yang memiliki jam terbang yang tinggi dalam bertanding,” katanya lagi.

Taekwondo Kharisma Bangsa merupakan klub taekwondo tertua di Batam, dojang ini sudah berdiri sejak tahun 2007. Dan sudah banyak anak didiknya yang meraih prestasi di berbagai macam kejuaraan baik itu di tingkat daerah, nasional dan internasional. (*)

 

Reporter: Iman W

852 Anak Kepri Ukir Rekor di Guiness World Records, Ikuti Kejuaraan Aritmatika Mental Sempoa SIP secara Daring

0
simpoa
RATUSAN anak-anak sedang mengikuti lomba aritmatika mental yang digelar Sempoa SIP Batam dalam upayanya mencatatkan rekor dunia di Guiness World Records, Minggu (17/12/2023). (F. DOKUMENTASI SEMPOA SIP BATAM)

batampos – Usai mencatatkan rekor dunia melalui pagelaran alat musik tradisional Sunda yakni angklung pada Agustus 2023 lalu, kali ini Indonesia kembali mengukir rekor baru dunia di Guiness World Records melalui kejuaraan aritmatika mental secara online terbesar yang diikuti sebanyak 10.929 peserta anak-anak se-Indonesia yang dicatatkan melalui Kompetisi Sempoa SIP Nasional atau biasa dikenal dengan KOMSIPNAS, Minggu (17/12/2023) serentak se-Indonesia, yang bertepatan dengan hari jadi Sempoa SIP ke-25.

Atas prestasi tingkat dunia di Guiness World Records yang diukir Sempoa SIP itulah, mengukir sejarah baru prestasi internasional di bidang pendidikan di Indonesia. Hal tesebut dibenarkan oleh Koordinator Sempoa SIP Provinsi Kepri Hery.

Menurut Hery, kompetisi serentak pemecahan rekor dunia di Guiness World Records, menjadi momen yang membanggakan para anak didik di Sempoa SIP se-Kepri, khususnya di Batam. Sebab dari sebanyak 10.929 peserta anak-anak yang mengikuti kejuaraan aritmatika mental secara online di Sempoa SIP, sebanyak 852 peserta disumbang dari anak didik Sempoa SIP di Kepri.

Dengan prestasi tingkat dunia yang berhasil diukir Sempoa SIP, lanjut Hery, menjadi bukti nyata bahwa anak Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Sekali lagi, rekor dunia ini bukanlah prestasi Sempoa SIP saja, tetapi menjadi prestasi bangsa Indonesia, khususnya anak-anak dari Provinsi Kepri.

Dengan adanya berbagai kompetisi yang digelar, Sempoa SIP berusaha untuk menciptakan murid-murid Indonesia yang berani berkompetisi dan memiliki mental juara sehingga menjadi generasi muda Indonesia yang siap bersaing di masa depan.

Kompetisi tersebut, menjadi peluang untuk anak Indonesia, khususnya anak-anak Kepri dalam menciptakan prestasi baru di tingkat nasional, maupun internasional.

Untuk penyerahan piagam atau sertifikat sendiri, secara resmi akan diserahkan oleh pihak Guiness World Records hari ini, Kamis (18/1) ke founder Sempoa SIP di Jakarta.

“Yang kami banggakan itu, bagaimana kami bisa diberi kesempatan untuk mencatatkan diri pada rekor dunia di Guiness World Records. Karena untuk meraih penghargaan atau rekor tersebut, sangat rumit sekali prosesnya. Dari pemecahan rekor dunia itulah, Sempoa SIP punya standar yang cukup atau standar internasional yang mumpuni dan baik untuk anak didik,” terang Hery.

Sempoa SIP sendiri di Kepri ada sebanyak 18. Dari jumlah tersebut 11 ada di Batam. Sempoa SIP adalah tempat pelatihan dan kursus yang bergerak di bidang pendidikan non formal, yakni sempoa, mental dan aritmatika, pendidikan yang melatih anak untuk mampu berhitung cepat menggunakan otak tanpa bantuan alat hitung, serta mengoptimalkan potensi otak anak.

Dikutip dari website Guiness World Records, founder Sempoa SIP indonesia, Alexander K. Taslim mengaku bangga atas prestasi rekor dunia baru. Menurutnya prestasi tersebut bukan hanya atas jasa Sempoa SIP saja, melainkan prestasi dari anak-anak Indonesia. Rekor dunia baru ini dicipitakan oleh Indonesia dan untuk Indonesia.

Kompetisi Sempoa SIP Nasional (KOMSIPNAS) merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Sempoa SIP. Di tahun ini, dengan partisipasi dari ribuan anak Indonesia menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh siapa saja. (*)

 

Reporter: Galih Adi Saputro

Tim Advokasi Bela Rempang Surati KY, Awasi Jalannya Sidang

0
tim pengacara
Tim advokad solidaritas nasional untuk Rempang. (F. Azis Maulana / Batam Pos)

batampos – Tim advokasi solidaritas nasional untuk 34 terdakwa aksi bela Rempang menyoroti jalannya persidangan terutama perilaku majelis hakim. Pihaknya juga telah menyurati Komisi Yudisial (KY) untuk memberikan pemantauan dalam jalannya persidangan. Hal ini disampaikan oleh Direktur LBH Pekanbaru yang tergabung dalam Tim Advokasi, Andi Wijaya.

“Semoga minggu depan sudah ada perwakilan KY untuk memantau persidangan ini, sebab selama jalannya sidang berlangsung sebelumnya hakim telah melakukan stigma tidak menjalankan asas hukum pidana salah satu nya asas praduga tak bersalah,” ujar Andi Wijaya, Kamis (18/1).

Ia menyebut pada awal persidangan ada permohonan dari para wartawan untuk melakukan live streaming dan terbuka untuk umum lalu hakim tidak mengizinkan.

“Padahal kehadiran pers membantu agar masyarakat bisa melihat jalannya persidangan,”sebutnya.

Satu hal yang kembali disorti ialah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni tiga orang dari BP Batam lalu tiga orang dari Kepolisian,

Saksi yang dihadirkan yakni dari kepolisian ternyata bagian Satreskrim Polresta Barelang dan satu unit menangani 26 terdakwa, ia menilai independensi penegakkan hukum ketika pelapor menjadi saksi dan melakukan pemeriksaan.

“Sehingga banyak sekali jawaban saksi pelapor itu jawaban nya mengetahui dari rekan-rekan yang menahan para terdakwa. Artinya kesaksian yang diberikan tidak murni melihat secara langsung peristiwa tersebut,”

Kemudian yang perlu disoroti dalam persidangan kemarin ialah bukti dari BP Batam pada nilai kerusakan aset senilai RP 264 juta tetapi dalam hal ini jaksa tidak mampu membuktikan nominal pasti yang secara tertulis dari pihak BP Batam ataupun appraisal yang menilai kerugian tersebut.

“Seharusnya ketika berbicara tentang kerugian yang menilai ialah appraisal dan hal ini jaksa tidak sanggup membuktikannya secara detail, dan saksi hanya berbicara total kerugian nya saja,”tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Gratis Jasa & Spareparts hingga 50 Ribu Km atau Lima Tahun Mobil Listrik Neta

0
Mobil Listrik NETA.

batampos – Perusahaan distributor mobil listrik terkemuka di Indonesia PT NETA Auto Indonesia (NETA) hadirkan layanan purna jual dengan memberikan gratis jasa perawatan berkala serta spareparts hingga 50.000 km atau selama lima tahun sejak awal kepemilikan, yang berlaku untuk semua konsumen NETA V di seluruh wilayah Indonesia.

NETA memahami bahwa layanan purna jual dan jaminan ketersediaan suku cadang menjadi aspek penting sebelum melakukan pembelian kendaraan. Apalagi dengan era kendaraan listrik yang semakin digandrungi masyarakat saat ini, penting untuk mengetahui kualitas layanan purna jual yang ditawarkan.

Salah satu keputusan penting sebelum memilih mobil listrik adalah layanan purna jual, karena ini bukan hanya soal membeli kendaraan namun juga seluruh pengalaman
kepemilikan.

Konsumen perlu mempertimbangkan ketersediaan dealer dan layanan perawatan berkala yang ditawarkan untuk memastikan perjalanan dengan kendaraan listriknya selalu dalam keadaan prima.

“NETA sendiri pun saat ini memang terus fokus untuk meningkatkan layanan purnajual yang unggulan dan tersebar di berbagai wilayah agar menjangkau semua konsumen NETA,” ujar Januar Eka Sapta selaku Senior Manager After Sales di NETA.

Selama masa kepemilikan NETA V, konsumen dapat menjalani perawatan berkala tanpa dibebani biaya jasa maupun suku cadang hingga mencapai 50.000 km.

Pada setiap interval perawatan, pemilik NETA V akan mendapatkan tambahan manfaat yang signifikan. Mulai dari suku cadang reducer oil yang gratis pada 10.000 km pertama, AC filter cuma-cuma pada 20.000 km, hingga pada 30.000 km, pemilik akan mendapatkan reducer oil dan AC filter tanpa biaya.

Lebih lanjut, saat mencapai 40.000 km, konsumen bisa menikmati AC filter, coolant, dan brake fluid secara gratis tanpa biaya tambahan. Dan ketika mencapai 50.000 km, pemilik NETA V dapat melakukan perawatan berkala serta pergantian reducer oil dan AC filter tanpa dipungut biaya apapun.

Konsumen juga tidak perlu khawatir akan biaya perawatan setelah melewati angka 50.000 kilometer, karena untuk biaya jasa dan suku cadang tersebut tentunya akan tetap terjangkau. (*)

Tertibkan Knalpot Brong, Satlantas Patroli ke Sekolah

0
Personil Satlantas Polres Karimun meminta dua pelajar SMP untuk membuka knalpot brong

batampos– Untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap penggunaan jalan umum, Satlantas Polres Karimun melalukan patroli. Tidak hanya di jalan raya, tapi juga termasuk ke sekolah untuk menertibkan sepeda motor yang menggunakan knalpot bising non pabrikan atau brong.

”Iya, saat ini Satlantas rutin lakukan penyuluhan sekaligus menertibkan pelajar yang masih menggunakan knalpot brong pada sepeda motornya,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus melalui Kasat Lantas, Iptu Dristica Brian Arya, Rabu (17/1).

BACA JUGA: Terjaring Pemeriksaan, Pelajar Copot Sendiri Knalpot Brong di Motornya

Jika ditemukan, katanya, maka personil Satlantas akan meminta kepada pemilik motor atau pelajar yang membawa sepeda motor tersebut menggantinya knalpot dengan yang standar. Hal ini tidak saja berlaku untuk kalangan pelajar. Tapi, juga berlaku untuk semua pengemudi sepeda motor lainnya.

”Kita berharap, dengan adanya kegiatan rutin seperti ini para pelajar dan masyarakat tidak lagi menggunakan knalpot brong. Karena, suara yang dikeluarkan dari knalpot ini tentu saja mengganggu orang lain. Selain itu, menggunakan knalpot brong dapat dipidana sesuai dengan pasal 285 ayat 1 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ),” jelas Brian.

Pantauan di lapangan, dua sepeda motor yang dibawa pelajar SMP Negeri 2 ke sekolah menggunakan knalpot, Rabu berhasil ditemukan ditempat parkir. Kemudian, personil Satlantas Polres Karimun menemui pihak sekolah untuk mengetahui siapa pelajar yang membawa sepeda motor tersebut.

Pihak sekolah akhirnya memanggil dua orang pelajar yang membawa sepeda motor dan kemudian personil Satlantas meminta kepada kedua pelajar tersebut untuk melepaskan knalpot brong dan mengganti dengan knalpot standar.

Kemudian, beberapa hari lalu, Satlantas Polres Karimun juga menemukan sepeda motor yang di gunakan pelajar SMA Negeri 1 menggunakan knalpot brong. Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah akhirnya diketahui siapa pelajar yang menggunakan sepeda motor tersebut. Dan saat itu juga knalpot brong yang terpasang dicopot. (*)

Reporter: Sandi P

Akulaku Group Persembahkan Kontribusi Nyata untuk Mendukung Kelestarian Lingkungan di Hutan Kota Ujung Menteng

0
Akulaku Group menanam pohon sebagai aksi kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan di Hutan Kota Ujung Menteng, Jakarta.

Akulaku Group, platform perbankan dan keuangan digital terkemuka di Asia Tenggara, berkomitmen untuk memberikan dampak positif dalam masyarakat dengan melakukan penanaman bibit pepohonan di Hutan Kota Ujung Menteng, Jakarta Timur.

Akulaku Group berkolaborasi dengan LindungiHutan dalam menjalankan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut sebagai komitmen perusahaan dan upaya untuk meningkatkan kesadaran dalam memitigasi dampak perubahan iklim.

Chief Financial Officer Akulaku Group, Fan Zhang, percaya bahwa kolaborasi dan partisipasi lintas sektor menjadi kunci dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Akulaku berkomitmen untuk dapat berperan aktif menjalankan aksi nyata menjaga keberlanjutan.

“Keterlibatan kami dalam inisiatif ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap keberlanjutan. Kami percaya bahwa setiap langkah kecil dapat memberikan dampak besar jika dilakukan bersama-sama. Semoga apa yang kami lakukan menjadi pemicu inspirasi bagi semua untuk berperan aktif dalam upaya kolektif menjaga bumi kita untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Akulaku Group menanamkan ratusan bibit pepohonan di Hutan Kota Ujung Menteng, mencakup varietas yang mudah beradaptasi dengan segala jenis tanah dan memiliki masa pertumbuhan yang relatif singkat. Sejumlah varietas pohon yang ditanamkan meliputi tabebuya, balsa, kayu putih, sengon, dan trembesi.

Inisiatif ini diharapkan bukan hanya sebatas mendukung kelestarian lingkungan, namun juga dapat mendorong upaya kolektif dalam mencapai tujuan Net Zero Emission di berbagai daerah. Akulaku Group berharap inisiatif pelestarian lingkungan dapat menginspirasi berbagai sektor dan masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan bumi kita. (*)

Sampah Dibuang Malam Hari Pakai Pikap

0
sampah
Tumpukan sampah material bangunan terlihat menggunung di Jalan Ahmad Dahlan, Tanjungriau, Sekupang, Rabu (17/1). (F. Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos – Kawasan tepi Jalan Ahmad Dahlan yang membentang dari Tempat Permakaman Umum (TPU) Seitemiang hingga Tanjungriau, bertebaran sampah rumah tangga dan bekas material bangunan. Ada puluhan titik lokasi tumpukan sampah ini.

Lokasi penumpukan paling banyak ada sebelah kiri jalan dari TPU Seitemiang, persisnya dekat simpang Kampung Kendal Sari, Marina. Tumpukan sampah yang meluber hingga ke bahu jalan ini berada tak jauh dari empang yang biasa digunakan mobil tangki mengambil air dan mengantarkannya ke masyarakat yang tinggal di rumah liar.

”Biasanya malam hari orang buang ke sini. Pakai pikap bah-kan pakai lori (truk). Ya jalan ini sepi, kalau malam gelap jadi tak ada yang pantau. Suka-suka hati orang buang sampah,” ujar Muklis, warga Kendal Sari, Rabu (17/1).

Informasi yang disampaikan warga sekitar, penumpukan sampah ini terjadi sejak penghujung tahun 2023 lalu. Yang membuang sampah ke sana tidak hanya masyarakat sekitar, tapi juga pedagang pasar kaget dan pihak proyek perumahan.

Sampah seperti pakaian bekas, sampah kulit buah dan sebagai-nya umumnya dari pedagang pasar kaget. Di sekitar Marina cukup banyak pasar kaget sehingga lokasi jalan ini jadi sasaran pedagang untuk membuang sampah.

Begitu juga dengan material bekas bangunan, juga datang dari proyek perumahan sekitar. Tripleks bekas, potongan aluminum dan pecahan semen dibuang ke sana.

Penumpukan sampah di pinggir jalan ini disayangkan masyarakat penggunaan jalan. Mengingat, Jalan Ahmad Dahlan yang merupakan pembatas lokasi hutan lindung dan lokasi resapan air, juga mulai tercemar. Masyarakat berharap agar ini segera ditangani.

”Sepanjang jalan ini banyak lokasi mata air yang digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Ini harusnya dijaga. Kalau sampah sudah berserakan seperti ini lambat laun rusak hutan dan lokasi mata air ini,” kata Junai-di, warga lainnya.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, saat dikonfirmasi mengaku, sudah menindaklanjuti persoalan itu dengan berkoordinasi ke petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

”Semoga hari ini (kemarin) diangkut semua,” ujar Syamsuddin. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Modus Beragam Pungli di Rutan KPK

0
Ilustrasi OTT KPK. (Dok Jawapos.com)

batampos – Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai sidang etik terhadap 93 pegawai KPK pada Rabu (17/1). Sesuai rencana, puluhan pegawai yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Rumah Tahanan (Rutan) KPK dengan nilai total mencapai Rp 6,1 miliar itu disidang secara bertahap. Oleh dewas KPK, mereka disidang dengan sembilan berkas terpisah. Kemarin, 15 pegawai menjalani sidang.

Dalam sidang etik tersebut, Ketua Dewas KPK Tumpak H. Panggabean bersama dua anggota dewas KPK, Albertina Ho dan Harjono, yang memimpin jalannya sidang. Keterangan itu disampaikan oleh Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris kepada awak media. ”Sidang mulai jam sepuluh,” kata dia. Dia memastikan, 15 pegawai KPK yang menjalani sidang etik kemarin masuk dalam satu berkas yang sama.

Secara keseluruhan, 93 pegawai KPK itu dibagi atas 90 pegawai yang disidang dalam enam berkas terpisah serta tiga pegawai disidang dalam tiga berkas terpisah. ”Yang pasalnya sama, tuduhannya itu disatukan. Itu yang 90 orang,” kata Syamsuddin.

Mereka disidang bertahap mulai kemarin. Dugaan pelanggaran etik yang mereka lakukan adalah penyalahgunaan wewenang selama bertugas di Rutan KPK.

Sementara tiga orang lain yang bakal disidang dalam tiga berkas berbeda merupakan pegawai dengan jabatan tertentu. Syamsuddin tidak menyebut nama-nama mereka, namun dia menyatakan bahwa tiga pegawai KPK itu bertugas sebagai bos dari puluhan pegawai yang terseret kasus itu.

”Yang tiga itu antara lain kalau tidak salah ya, saya juga lupa-lupa ingat, bos-bosnya lah,” terang pria berlatar belakang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut.
Bukan hanya penerimaan uang pungli yang beragam mulai Rp 1-504 juta, level pegawai KPK yang ikut terlibat dalam kasus tersebut juga bermacam-macam.

”Ada kepala rutan, ada mantan kepala rutan, ada yang semacam komandan regu, ada staf biasa, pengawal tahanan, macam-macam,” beber Syamsuddin. Semuanya melakukan tindak jurang dengan menarik pungli dari tahanan kasus korupsi untuk mendapat kemudahan yang sejatinya dilarang oleh KPK.

Syamsuddin mencontohkan, tahanan kasus korupsi yang diproses hukum oleh KPK dibolehkah membawa telepon genggam dengan memberikan sejumlah uang. Kemudian pungli juga dilakukan apabila tahanan tersebut ingin mengisi daya telepon genggam tersebut. (*)