Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 4202

Fajar/Rian Raih Kemenangan Kedua pada Fase Grup WTF 2023

0
Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com (DERY RIDWANSAH)

batampos – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meraih kemenangan kedua pada laga penyisihan Grup B BWF World Tour Finals (WTF) 2023 di Hangzhou, Tiongkok, Kamis.

Kemenangan tersebut dipetik Fajar/Rian usai menundukkan duo Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen pada laga yang berlangsung sengit dan berakhir dalam dua gim langsung 21-12, 21-18.

“Pertama-tama Alhamdulillah bersyukur atas hasil hari ini yang diberikan kemenangan. Laga yang sengit, kami tahu mereka memiliki pertahanan dan fokus yang sangat baik,” ujar Fajar melalui pesan tertulis PP PBSI di Jakarta.

Duo Indonesia peringkat ke-5 dunia itu bermain tanpa terburu-buru sejak awal pertandingan. Mereka mampu menjaga fokus dengan baik dan tidak tergesa-gesa untuk mematikan permainan lawan.

Fajar/Rian juga melihat ada peluang untuk merebut kemenangan setelah mengevaluasi hasil pertandingan Kim/Anders sehari sebelumnya. “Kami bermain lebih sabar, tekad tidak mau kalah dan kami melihat mereka ada kelelahan setelah partai ketat kemarin melawan pasangan Korea. Itu bisa kami manfaatkan,” Fajar menceritakan.

Berkat kemenangan tersebut, kini Fajar/Rian berada di puncak klasemen sementara Grup B ganda putra World Tour Finals 2023, berbekal dua kemenangan yang seluruhnya dikemas dengan dua gim langsung.

Pada laga pertama, Rabu (13/12), Fajar/Rian membungkam rekan senegara Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dengan skor 21-14, 21-19. “Kemenangan melawan Bagas/Fikri cukup menambah kepercayaan diri kami,” kata Fajar.

Tak hanya itu, Fajar/Rian juga mencatatkan revans atas Kim/Anders dari dua pertemuan terakhir yang berakhir kekalahan, yaitu di French Open 2023, Oktober, dan China Open 2023, September. “Kami belajar dari dua pertemuan sebelumnya, kami terlalu terburu-buru, ingin selalu menyerang. Itu yang kami agak ubah hari ini,” ungkap Rian.

“Kami telah mempersiapkan diri dengan baik sepulang dari China Masters, koreksi tentang kekurangan-kekurangan. Semoga penampilan kami bisa terus membaik,” ujar Fajar. (*)

 

Reporter: Antara

Cicilan Pelunasan Ongkos Haji Tidak Wajib Cek Kesehatan Dahulu

0
Ilustrasi ibadah Haji. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

batampos – Skema cicilan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2024 resmi dibuka. Animo calon jamaah haji (CJH) memanfaatkan fasilitas tersebut cukup rame. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan ketentuan atau persyaratan cicilan pelunasan berbeda dengan pelunasan Bipih yang bakal dibuka 9 Januari depan.

Skema cicilan pelunasan biaya haji itu baru dijalankan untuk pertama kali pada musim haji 2024. Skema ini diputuskan bersama antara Kemenag dengan DPR. Skema cicilan pelunasan ini bisa dilaksanakan, karena jarak antara penetapan biaya haji dengan pemberangkatan masih berselang lima bulan lebih.

Perkembangan skema cicilan pelunasan biaya haji itu disampaikan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab. Dia menjelaskan sejatinya para CJH kuota pemberangkatan 2024 sudah bisa melakukan cicilan pelunasan pada Rabu (13/12). “Kemarin (Rabu, 13/12) sudah sekitar 3.000 CJH yang melakukan cicilan pelunasan,” katanya.

Namun untuk data per Kamis (14/12), Saiful belum menerima laporan dari Bank Penerima Setoran (BPS). Dia menegaskan skema cicilan pelunasan ini tidak wajib. Termasuk nominalnya juga tidak ditetapkan. Masing-masing CJH yang memiliki uang, tinggal datang ke BPS atau bank tempat mendaftar haji dahulu. Lalu menyerahkan uang sebagai cicilan pelunasan ongkos haji.

Saiful menegaskan untuk proses cicilan pelunasan itu, CJH tidak harus sudah melakukan cek kesehatan. Kewajiban cek kesehatan ini, baru berlaku saat dibuka masa pelunasan yang direncanakan pada 9 Januari 2024 nanti. Pemerintah menetapkan seluruh CJH wajib tes kesehatan dan dinyatakan istitoah, baru bisa melakukan pelunasan biaya hajinya.

“Cicilan pelunasan ini berbeda dengan pelunasan,” katanya. Pelunasan baru bisa dilakukan ketika sudah keluar Keputusan Presiden (Keppres). Di dalam Keppres itu akan diatur besaran biaya haji untuk masing-masing embarkasi. Sedangkan untuk cicilan pelunasan saat ini, mengacu pada penetapan rerata biaya haji 2024.

Seperti diketahui Kemenag bersama DPR menetapkan rerata biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2024 sebesar Rp 93,4 juta. Dari jumlah tersebut, rerata tanggungan jemaah atau Bipih sebesar Rp 56,04 juta dan sisanya subsidi dari pengelolaan dana haji oleh BPKH. Jika saat pendaftaran haji dulu sudah menyetor uang muka Rp 25 juta, maka pelunasan Bipih tinggal Rp 31,04 juta per jemaah.

Di bagian lain Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander menuturkan, mereka akan terus mempermudah masyarakat untuk mendaftar haji. Termasuk kampanye daftar haji di usia muda. Menurut dia, saat ini ada sekitar 17 juta penduduk muslim di Indonesia yang eligible atau memenuhi syarat istitoah haji. Jumlah tersebut melebihi daftar antrian haji yang tercatat sekitar 5,2 juta jiwa.

Diantara layanan kemudahan daftar haji itu, bisa dilalukan di sejumlah pusat perbelanjaan. Kemudahan ini kerjasama BPKH dengan beberapa bank penerima setoran (BPS) pendaftaran haji. “Kita akan membuka 10 ribu pos pendaftaran haji di seluruh Indonesia,” kata dia dalam Hajj Expo dalam rangka HUT ke-6 BPKH di Jakarta kemarin (14/12).

Untuk membuka pos pendaftaran haji di tingkat desa atau kelurahan, BPKH akan bekerjasama dengan PT Pos. Menurut Harry, PT Pos memiliki jaringan yang luas hingga ke desa-desa. Sementara BPKH lewat Bank Muamalat, jaringannya tidak sebanyak PT Pos.

Semakin banyak masyarakat yang mendaftar haji, otomatis dana kelolaan di BPKH semakin besar. Data per Juli 2023,dana haji yang dikelola BPKH sekitar Rp 158 triliun. Jika dana tersebut semakin besar, maka hasil pengelolaanya ikut membesar. Ujungnya nilai manfaat untuk subsidi biaya haji bisa lebih maksimal.

Harry juga menyinggung arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu. Dia mengatakan, Jokowi berpesan bahwa dana haji yang dikelola oleh BPKH itu sangat besar. Untuk itu Jokowi mengatakan, penempatan atau investasi dana haji harus benar-benar aman. “Jangan sampai (investasi) di saham gorengan,” kata Harry menirukan pesan Jokowi. Dia menegaskan bahwa investasi dana haji oleh BPKH mengedepankan aspek syariah, serta kehati-hatian atau prudent. (*)

Reporter: JP Group

Pelni Tambah Tiket untuk Rute Batam-Belawan, Tiket Sudah Bisa Dibeli Hari Ini

0
Beli Tiket Online Pelni Dalil Hraahap1
Warga membeli tiket kapal Pelni untuk mudik di salah satu travel di Batam. F.Dalil Harahap

batampos – Pelni menambah tiket tekonomi non seat untuk rute Batam-Belawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2024. Penambahan tiket ekonomi non seat dari Batam-Belawan ini sebanyak 47 persen dari kapasitas kapal.

Pelni mengerahkan dua kapal untuk rute tersebut, yakni KM Kelud dan KM Doloronda. Masing-masing jatah penambahan tiket yakni sebanyak 1.110 penumpang untuk KM. Kelud dan 800 penumpang untuk KM. Dorolonda. Penambahan seat ini berlaku untuk pelayaran tanggal 17, 18, 19 dan 22 Desember.

“Sama dengan tiket lainnya, penjualan tiket ekonomi non seat bisa diakses dan didapatkan masyarakat Batam di website resmi Pelni, maupun agen travel penjualan tiket yang bekerja sama dengan Pelni,” ungkap Kepala Cabang Pelni Batam Muhammad Iqbal.

Baca Juga: Super Air Jet Buka Rute Batam – Pekanbaru dan Batam – Padang

Ia juga menghimbau bagi calon penumpang yang belum mendapatkan tiket Pelni ini untuk segera membeli di tempat- tempat yang disiapkan Pelni per hari ini. Selain itu penumpang non seat ini nantinya juga akan mendapatkan alokasi dan matras tempat tidur di atas kapal. Hanya saja perbedaannya penumpang tidak mendapatkan seat seperti penumpang ekonomi lainnya.

“Tapi untuk fasilitas lain sama. Seperti makan tiga kali sehari dan sebagainya,” ucap Iqbal.

Dalam mengakomodir mudik Nataru tahun ini, pihaknya menyediakan dua kapal yakni KM. Kelud dan KM. Dorolonda yang akan melayani masyarakat Batam. Adapun jumlah non seat yang disiapkan disebut mencapai 5000-an penumpang.

Baca Juga: Pelni Tambah Tiket Ekonomi Non Seat untuk Rute Batam-Belawan, Ini Jadwalnya

“Untuk himbauan kita tetap sama. Mohon membeli tiket di website Pelni dan travel yang bekerja sama dengan pelni atau pun ritel modern. Jangan membeli kepada calo atau oknum yang tidak bertanggungjawab karena itu bisa merugikan calon penumpang itu sendiri,” himbaunya.

Selain itu pastikan juga dengan identitas asli dan semua dokumen dibawa pada saat naik kapal. Sebab pihaknya tidak akan memberikan kesempatan naik bagi calon penumpang yang tidak sesuai dengan dokumen aslinya. Barang bawaan juga harus disesuaikan dengan aturan yang ditentukan. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Bantu Pedagang Kecil di Sekitar Kita

0

Di tengah pesatnya pembangunan di hampir semua pusat-pusat perkotaan belakangan ini, tidak saja berdampak positif, namun juga menyisakan persoalan yang tidak boleh dianggap enteng. Kehadiran berbagai pusat perbelanjaan baru di tengah-tengah kota, baik yang dimiliki oleh pengusaha lokal maupun pengusaha asing menimbulkan ekses negatif terhadap perkembangan usaha kecil / peritel kecil yang ada.

Banyak sudah yang berkeluh kesah dan merasa terancam dengan kehadiran hypermarket-hypermarket yang seolah-olah mengepung mereka dari berbagai penjuru kota. Dilain pihak pemerintah kota yang seharusnya menjadi regulator dan menjadi lembaga yang seharusnya dapat memproteksi keberadaan usaha-usaha kecil terkesan hanya menutup mata dan membiarkan hypermarket-hypermarket tersebut tumbuh subur bak cendawan di musim hujan.

Lihatlah nasib Pak Sani, ayah dari 3(tiga) orang anak yang masih duduk dibangku sekolah, dan seorang pedagang kecil yang menggantungkan hidup keluarganya dari hasil berjualan makanan kecil , minuman, sabun mandi sampai telur ayam dsb. Sebagai seorang pensiunan guru sekolah dasar, Pak Ahmad memutuskan untuk berdagang kecil-kecilan dari modal tabungan yang seadanya. beberapa tahun lalu kehidupan Pak Ahmad dari hasil berdagang ini lumayan mencukupi untuk menghidupi keluarganya, namun kini ditengah menjamurnya hypermarket yang ada di hampir semua penjuru kota, hasil penjualan dari toko kecilnya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Karena dengan banyaknya hypermarket yang ada, masyarakat kita lebih memilih untuk berbelanja di toko-toko besar, supermarket, atau ke hypermarket. Kadang-kadang hanya untuk berbelanja sabun cuci, sabun mandi dan shampoo, kita rela mengeluarkan biaya transportasi dan rela mengantri di supermarket / hypermarket, yang sebenarnya kalau dihitung-hitung selisih biaya ekonomisnya cuma beda lima ribuan perak saja. Tapi secara tidak sadar kita telah ikut membunuh perlahan-lahan keberadaan toko-toko kecil yang ada di sekitar lingkungan kita.

Apakah kemudian kita berharap toko-toko kecil ini bisa menerapkan harga barang yang sama dengan barang-barang yang ada di hypermarket? Coba kita lihat kembali, murahnya barang-barang yang ada di hypermarket disebabkan karena mereka membeli barang dalam jumlah yang besar, yang kemudian mendapatkan harga yang murah dari para supplier dan distributor. Sementara toko-toko kecil mendapatkan pasokan barang dari para supplier dalam jumlah terbatas dan dengan potongan harga yang terbatas pula. Disinilah kenapa kemudian masyarakat lebih cenderung memilih berbelanja kebutuhan sehari-harinya di hypermarket-hypermarket yang ada. Atau barangkali kita perlu melakukan survey harga terlebih dahulu dan melakukan compare harga antara hypermarket dan toko-toko kecil di samping rumah, benarkah selisih harga yang ditawarkan melampui batas kemampuan ekonomi kita untuk membeli?.

Kita percaya bahwa Pak Ahmad tidak sendiri, ribuan pedagang kecil lainnya bernasib sama dengan Pak Ahmad. Bahkan banyak diantaranya lebih memilih tutup karena berdagang sudah tidak lagi menguntungkan.

Coba kita renungkan kembali, dengan tidak melindungi usaha-usaha kecil seperti Pak Ahmad, bukankah sama saja dengan membiarkan pengusaha-pengusaha ritel besar dan pengusaha asing menginjak-injak usaha kecil hingga akhirnya mati suri?? Tapi sebaliknya, jika kita terlalu melindungi usaha-usaha kecil tadi, bukankah kita nanti dicap sebagai anti perdagangan bebas?

Atau apakah kita setuju, jika semuanya perlu ada aturan, dan semuanya diberi tempat untuk berusaha sendiri-sendiri sehingga tumbuh berdampingan secara sehat dan saling menguntungkan? Kita percaya, bahwa dengan adanya persaingan bebas sangat dimungkinkan masuknya peritel-peritel asing dan pemodal besar ke dalam negeri, tetapi kemudian jika tidak di atur dan dilindungi secara bijak, maka yang akan terjadi adalah seperti pertarungan tinju yang tidak adil, dimana petinju kelas berat melawan petinju kelas ringan, dan dengan mudah kita bisa menebak hasil akhirnya. Karena itu perlu ada regulasi yang jelas dan berpihak bagi kelangsungan usaha-usaha kecil untuk dapat tumbuh dan berkembang secara wajar.

Adakah caranya? Barangkali yang perlu diperhatikan oleh para usaha kecil ini adalah membentuk suatu serikat atau perkumpulan dan semacamnya, untuk memperjuangkan hak-hak mereka ke pemerintah kota, bisa melalui usulan kepada pemerintah untuk membuat regulasi atau semacam peraturan daerah yang mengatur tentang pembatasan “zoning law” atau pembatasan izin usaha bagi ritel besar dan ritel asing agar tidak terus tumbuh menjamur dimana-mana, dan meminta pemerintah untuk mewajibkan kepada pemilik toko-toko besar / mall / hypermarket untuk menyediakan 10% tempat bagi usaha kecil untuk berdagang / berjualan di tempat mereka. Dan memberikan sanksi atau punishment yang jelas dan keras bagi setiap pengusaha-pengusaha besar yang melanggar peraturan ini. Namun kemudian, jika toko-toko kecil ini lebih memilih pasrah dan berdiam diri, siapa lagi yang akan membela nasib mereka kalau bukan mereka sendiri?

Dari sudut konsumen atau kita, barangkali tidak ada salahnya jika memberi kesempatan kepada toko-toko kecil di dekat rumah atau dilingkungan kita untuk meraih sedikit keuntungan dan profit. Daripada memberikan uang kita untuk para peritel besar di hypermarket yang kemudian hasil usahanya digunakan kembali untuk membuka cabang-cabang di daerah lainnya, yang akhirnya dapat mematikan usaha-usaha kecil di sekitar kita. Seperti jika ingin membeli sedikit makanan kecil, minuman, deterjen, telur, indomie dsb, cukup berbelanja di toko sebelah rumah. Kita senang, mereka pun senang, ekonomi masyarakat kecil kita juga akan meningkat dan semakin kuat dan ini sejalan dengan visi misi pemerintah untuk memajukan usaha kecil menengah. Tentu ini jauh lebih baik. (*)

 

oleh:

Sirajudin Nur
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri

Banti Pedagang Kecil di Sekitar Kita

0

Di tengah pesatnya pembangunan di hampir semua pusat-pusat perkotaan belakangan ini, tidak saja berdampak positif, namun juga menyisakan persoalan yang tidak boleh dianggap enteng. Kehadiran berbagai pusat perbelanjaan baru di tengah-tengah kota, baik yang dimiliki oleh pengusaha lokal maupun pengusaha asing menimbulkan ekses negatif terhadap perkembangan usaha kecil / peritel kecil yang ada.

Banyak sudah yang berkeluh kesah dan merasa terancam dengan kehadiran hypermarket-hypermarket yang seolah-olah mengepung mereka dari berbagai penjuru kota. Dilain pihak pemerintah kota yang seharusnya menjadi regulator dan menjadi lembaga yang seharusnya dapat memproteksi keberadaan usaha-usaha kecil terkesan hanya menutup mata dan membiarkan hypermarket-hypermarket tersebut tumbuh subur bak cendawan di musim hujan.

Lihatlah nasib Pak Sani, ayah dari 3(tiga) orang anak yang masih duduk dibangku sekolah, dan seorang pedagang kecil yang menggantungkan hidup keluarganya dari hasil berjualan makanan kecil , minuman, sabun mandi sampai telur ayam dsb. Sebagai seorang pensiunan guru sekolah dasar, Pak Ahmad memutuskan untuk berdagang kecil-kecilan dari modal tabungan yang seadanya. beberapa tahun lalu kehidupan Pak Ahmad dari hasil berdagang ini lumayan mencukupi untuk menghidupi keluarganya, namun kini ditengah menjamurnya hypermarket yang ada di hampir semua penjuru kota, hasil penjualan dari toko kecilnya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Karena dengan banyaknya hypermarket yang ada, masyarakat kita lebih memilih untuk berbelanja di toko-toko besar, supermarket, atau ke hypermarket. Kadang-kadang hanya untuk berbelanja sabun cuci, sabun mandi dan shampoo, kita rela mengeluarkan biaya transportasi dan rela mengantri di supermarket / hypermarket, yang sebenarnya kalau dihitung-hitung selisih biaya ekonomisnya cuma beda lima ribuan perak saja. Tapi secara tidak sadar kita telah ikut membunuh perlahan-lahan keberadaan toko-toko kecil yang ada di sekitar lingkungan kita.

Apakah kemudian kita berharap toko-toko kecil ini bisa menerapkan harga barang yang sama dengan barang-barang yang ada di hypermarket? Coba kita lihat kembali, murahnya barang-barang yang ada di hypermarket disebabkan karena mereka membeli barang dalam jumlah yang besar, yang kemudian mendapatkan harga yang murah dari para supplier dan distributor. Sementara toko-toko kecil mendapatkan pasokan barang dari para supplier dalam jumlah terbatas dan dengan potongan harga yang terbatas pula. Disinilah kenapa kemudian masyarakat lebih cenderung memilih berbelanja kebutuhan sehari-harinya di hypermarket-hypermarket yang ada. Atau barangkali kita perlu melakukan survey harga terlebih dahulu dan melakukan compare harga antara hypermarket dan toko-toko kecil di samping rumah, benarkah selisih harga yang ditawarkan melampui batas kemampuan ekonomi kita untuk membeli?.

Kita percaya bahwa Pak Ahmad tidak sendiri, ribuan pedagang kecil lainnya bernasib sama dengan Pak Ahmad. Bahkan banyak diantaranya lebih memilih tutup karena berdagang sudah tidak lagi menguntungkan.

Coba kita renungkan kembali, dengan tidak melindungi usaha-usaha kecil seperti Pak Ahmad, bukankah sama saja dengan membiarkan pengusaha-pengusaha ritel besar dan pengusaha asing menginjak-injak usaha kecil hingga akhirnya mati suri?? Tapi sebaliknya, jika kita terlalu melindungi usaha-usaha kecil tadi, bukankah kita nanti dicap sebagai anti perdagangan bebas?

Atau apakah kita setuju, jika semuanya perlu ada aturan, dan semuanya diberi tempat untuk berusaha sendiri-sendiri sehingga tumbuh berdampingan secara sehat dan saling menguntungkan? Kita percaya, bahwa dengan adanya persaingan bebas sangat dimungkinkan masuknya peritel-peritel asing dan pemodal besar ke dalam negeri, tetapi kemudian jika tidak di atur dan dilindungi secara bijak, maka yang akan terjadi adalah seperti pertarungan tinju yang tidak adil, dimana petinju kelas berat melawan petinju kelas ringan, dan dengan mudah kita bisa menebak hasil akhirnya. Karena itu perlu ada regulasi yang jelas dan berpihak bagi kelangsungan usaha-usaha kecil untuk dapat tumbuh dan berkembang secara wajar.

Adakah caranya? Barangkali yang perlu diperhatikan oleh para usaha kecil ini adalah membentuk suatu serikat atau perkumpulan dan semacamnya, untuk memperjuangkan hak-hak mereka ke pemerintah kota, bisa melalui usulan kepada pemerintah untuk membuat regulasi atau semacam peraturan daerah yang mengatur tentang pembatasan “zoning law” atau pembatasan izin usaha bagi ritel besar dan ritel asing agar tidak terus tumbuh menjamur dimana-mana, dan meminta pemerintah untuk mewajibkan kepada pemilik toko-toko besar / mall / hypermarket untuk menyediakan 10% tempat bagi usaha kecil untuk berdagang / berjualan di tempat mereka. Dan memberikan sanksi atau punishment yang jelas dan keras bagi setiap pengusaha-pengusaha besar yang melanggar peraturan ini. Namun kemudian, jika toko-toko kecil ini lebih memilih pasrah dan berdiam diri, siapa lagi yang akan membela nasib mereka kalau bukan mereka sendiri?

Dari sudut konsumen atau kita, barangkali tidak ada salahnya jika memberi kesempatan kepada toko-toko kecil di dekat rumah atau dilingkungan kita untuk meraih sedikit keuntungan dan profit. Daripada memberikan uang kita untuk para peritel besar di hypermarket yang kemudian hasil usahanya digunakan kembali untuk membuka cabang-cabang di daerah lainnya, yang akhirnya dapat mematikan usaha-usaha kecil di sekitar kita. Seperti jika ingin membeli sedikit makanan kecil, minuman, deterjen, telur, indomie dsb, cukup berbelanja di toko sebelah rumah. Kita senang, mereka pun senang, ekonomi masyarakat kecil kita juga akan meningkat dan semakin kuat dan ini sejalan dengan visi misi pemerintah untuk memajukan usaha kecil menengah. Tentu ini jauh lebih baik. (*)

 

oleh:

Sirajudin Nur
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri

Ganti Tanda Tangan e-KTP Bisa di Disdukcapil Batam, Begini Caranya

0
ktp digital
Suasana pelayanan pengurusan dokumen di Disdukcapil Batam di Sekupang, kemarin. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Heryanto mengatakan, selain perubahan data nama, agama, alamat dan foto, Disdukcapil juga melayani perubahan tanda tangan untuk keperluan administrasi kependudukan dan perbankan.

“Perubahan data, seperti nama, agama, alamat, foto hingga tanda tangan diizinkan, apabila diperlukan dalam keperluan pelayanan administrasi kependudukan,” ujarnya, Kamis (14/12).

Heryanto menyebutkan, e-KTP adalah identitas resmi Warga Negara Indonesia yang diterbitkan oleh instansi berwenang. Data-data di e-KTP juga harus sesuai dengan dengan aslinya.

“Termasuk tanda tangan ini harus sesuai dengan yang aslinya,” sebut Heryanto.

Baca Juga: Sertijab di Mabes Polri, Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah Resmi Jabat Kapolda Kepri

Ditambahnya, untuk mengganti tanda tangan di e-KTP, warga tidak perlu melakukan rekam sidik jari atau foto ulang. Syaratnya cukup membawa fotocopy KK dan KTP lalu mengisi formulir perubahan atau perbaikan data di Disdukcapil Batam.

“Yang ingin melakukan perubahan data ini bisa langsung datang ke Disdukcapil, sampaikan keperluan kepada petugas, ikuti arahan dan lakukan tanda tangan ulang,” ucap Heryanto.

Selain itu ia juga mengimbau warga yang mengganti tanda tangan di e-KTP untuk mengubah tanda tangannya di dokumen lain, seperti dokumen perbankan dan asuransi, agar ketika pengurusan tidak terjadi perbedaan antar dokumen.

Baca Juga: Netralitas ASN di Kepri Masuk Kategori Rendah

Diketahui, Ahmadi salah satu warga Batamcentre mengaku awalnya ingin mengganti kartu ATM-nya. Namun setelah berada di bank, pihak bank nyaris tak mau memproses pergantian ATM ini dikarenakan ada sedikit perbedaan tanda tangan di e-KTP.

“Beberapa hari lalu saya ke Bank Mandiri ganti kartu ATM, karena agak beda. Kata CS itu tanda tangan bisa diubah di Disdukcapil menyesuaikan yang sebenarnya,” ujar Ahmadi.

“Makanya kita ingin memastikan ini dan sekaligus memastikan informasi ini bagi nasabah yang punya tandatangan berbeda di KTP karena pakai alat dulunya,” pungkas Ahmadi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Jalan Amblas di Tiban Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

0
IMG 20231214 WA0040 e1702607909931
Jalan Gajah Mada, Tiban sudah kembali normal setelah diperbaiki dan diaspal, Kamis (14/12). F.BP Batam

batampos – Jalan Gajah Mada, tepatnya di dekat Perumahan Taman Sari, Sekupang yang amblas beberapa waktu lalu, kini sudah bisa dilewati kendaraan. Area yang sebelumnya amblas juga sudah diaspal.

“Sudah, siang tadi juga sudah dilakukan pengaspalan,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, Kamis (14/12).

Pantauan Batam Pos di lokasi, dilihat sekilas, area tersebut baru diaspal. Bahkan terlihat beberapa sisa aspal di pinggir jalan yang belum mengering. Arus lalu lintas dari Batam Center menuju Sekupang juga telah kembali normal seperti sedia kala.

“Semua kendaraan dari arah Batam Center sudah lewat sini. Sudah gak ada kemacetan lagi, ” ucap Amron, warga yang ditemui di lokasi.

Diketahui, untuk pekerjaan jalan amblas ini pemerintah mengganti Corrugated Steel Existing dengan pemasangan Box Culvert ukuran 2×2 meter. Di sekitar area juga dilakukan pemadatan, sehingga aman bila dilalui kendaraan berat.

Sebelumnya, pengerjaan perbaikan jalan yang amblas di dekat Perumahan Taman Sari masih ditutup alias dipasang pembatas. Hal itu, karena umur beton jembatan pada proyek itu belum cukup untuk bisa dilintasi kendaraan.(*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Dishub Bintan Perbaiki Trafic Light yang Rusak di Tiga Titik

0
Teknisi dari Dishub Bintan memperbaiki trafic light yang rusak di Simpang RSJKO EHD, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (14/12/2023). F.Kiriman M Insan Amin untuk Batam Pos.

batampos– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan gerak cepat memperbaiki trafic light yang rusak di tiga titik, Kamis (14/12/2023).

Kadis Perhubungan Bintan, M Insan Amin menyampaikan, pihaknya telah mengidentifikasi trafic light yang rusak di wilayah Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara dan Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Dikatakannya, ada tiga trafic light yang rusak yakni di Simpang RSJKO EHD, Kecamatan Seri Kuala Lobam, simpang Taman Makam Pahlawan (TMP) Dwikora Tanjunguban dan Simpang dekat Polsek Bintan Utara, Kecamatan Bintan Utara.

Dari identifikasi tersebut, kata dia, trafic light yang di Simpang RSJKO EHD, arus listriknya tidak ada.

BACA JUGA: Ratusan Spanduk Kampanye Diterbitkan, Banyak Terpasang di Pohon hingga Tiang Listrik

“Kami langsung meminta bantuan PLN untuk memperbaiki arusnya. Setelah masuk arusnya, kita cek lagi power suplai dan adaptornya kena. Hari ini, barangnya langsung diganti,” kata dia.

Kemudian, trafic light di Simpang TMP Dwikora, Tanjunguban, kata dia, tidak ada masalah.

“Kabelnya ada masalah sedikit, kesenggol tapi setelah kita cek, tidak sampai lima menit trafic light langsung hidup kembali,” kata dia.

Untuk trafic light di Simpang dekat Polsek Bintan Utara, kata dia, ada satu modulnya hilang.

“Tapi sudah ditemukan, hari ini langsung dipasang kembali,” kata dia.

Dia mengatakan, beberapa trafic light yang rusak di Bintan karena usia sparpartnya sudah uzur sehingga perlu diusulkan pergantian sparpart yang rusak. (*)

Reporter: Slamet N

MAKI: Alasan Fokus Praperadilan Sangat Tak Masuk Akal

0
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (ANTARA Jatim/Dok Pribadi)

batampos – Sidang etik dugaan pelanggaran Ketua Nonaktif KPK Firli Bahuri ditunda. Firli beralasan dirinya ingin fokus lebih dulu di sidang praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dewan Pengawas (Dewas) KPK pastikan jika dipanggilan berikutnya Firli tetap tidak hadir, maka sidang akan dilanjut. Meski tanpa kehadiran terperiksa, Firli.

Anggota Dewas KPK Albertina Ho mengatakan sidang sebenarnya telah siap. Namun, ada konfirmasi dari Firli Bahuri untuk meminta penundaan jadwal sidang. Alasan penundaan lantaran Firli ingin konsentrasi di sidang praperadilan. “Konfirmasi penundaan disampikan lewat pesan WA,” paparnya di gedung C1 KPK kemarin.

BACA JUGA:Firli Minta Status Tersangkanya Dicabut Karena Tak Sesuai Prosedur Hukum

Padahal kemarin sudah ada saksi-saksi yang hadir dalam sidang putusaan dugaan pelanggaran itu. Ada 12 saksi yang dipanggil, lima orang sudah datang. Namun, lantaran terperiksa tidak datang, maka jadwal sidang ditunda.

Dari hasil rapat dengan anggota Dewas, sepakat jadwal sidang digeser pada Rabu pekan depan (20/12) pukul 09.00 WIB. Pertimbangannya di waktu itu, proses praperadilan sudah selesai.

Sidang akan digelar marathon pekan depan. Mulai tanggal 20-22 Desember. Dewas juga akan memanggil saksi dengan total 27 orang. Yang akan ikut dalam persidangan secara bergiliran. Saksi-saksi itu berasal dari mereka yang mengetahui dugaan pelanggaran etik, pegawai KPK, hingga ahli serta pihak luar.

Albertina memastikan, berbeda dengan sidang kemarin, jika Firli tetap tidak hadir dalam putusan pekan depan, maka sidang tetap akan digelar. Meski tanpa kehadiran terlapor. Ini sesuai dengan ketentuan yang peraturan Dewas KPK.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyesalkan sikap Firli yang terkesan mengelur waktu dan tak menghormati Dewas KPK. Seharusnya dia tetap hadir dalam perkara itu. “Saya termasuk yang dipanggil sebagai saksi pekan depan. Dan saya kosongkan jadwal saya hari itu,” terangnya.

Boyamin makin gemas ketika tahu alasan Firli tak hadir di sidang putusan Dewas lantaran fokus di praperadilan. Padahal selama ini, Firli juga tidak hadir langsung saat sidang di PN Jaksel tersebut digelar. Hanya ada kuasa hukumnya saja. “Kalau alasan sakit atau urgen tak masalah. Kalau seperti ini kesannya sengaja mengulur-ngulur waktu,” tegasnya. (*)

Reporter: JP Group

Super Air Jet Buka Rute Batam – Pekanbaru dan Batam – Padang

0
super air jet
Pramugari Super Air Jet. Foto: Super Air jet untuk Batam Pos

batampos – Mendekati momen libur Natal dan Tahun Baru 2024 salah satu maskapai yang telah mengkonfirmasi penambahan penerbangan yakni maskapai Super Air Jet. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama (Chief Executive Officer) Super Air Jet, Ari Azhari.

“Extra flight itu untuk mengakomodir lonjakan arus mudik pada momen Nataru mendatang, dengan rute Batam – Pekanbaru dan Batam – Padang. Rute intra Sumatera akan dijalankan mulai 20 Desember 2023,“ ujarnya, Kamis (14/12).

Ia menjelaskan, maskapai Super Air Jet membuka penerbangan langsung dan pulang pergi (PP) setiap harinya mulai dari tanggal 15 Desember nanti.

Baca Juga: Mudik Nataru, Ini Jadwal dan Harga Tiket Kapal di Pelabuhan Domestik Sekupang

“Super Air Jet melayani dengan pesawat Airbus dengan Boeing A320-200 dengan rute Padang – Batam pukul 07:00 wib. Batam – Padang pukul 08:45 WIB. Selain itu, Batam – Pekanbaru pukul 08:30 WIB dan Pekanbaru – Batam pukul 07:00 WIB,” kata dia.

Di samping itu, Super Air Jet juga menyediakan aplikasi pemesanan tiket bernama BookCabin,

“BookCabin bukan hanya menjadi solusi praktis untuk pemesanan tiket pesawat, tetapi juga menyediakan layanan check-in online, memastikan perjalanan yang lebih efisien dan simpel,” kata dia.

Baca Juga: Kapal Pelni Harus Pindah ke Pelabuhan Bintang 99 Demi Pelayanan yang Lebih Baik

Dari penelusuran harga tiket penerbangan ke beberapa rute paling diminati seperti Jakarta, Medan, dan Palembang mengalami kenaikkan.

Dari situs perjalanan untuk harga tiket dari tanggal 15 Desember hingga 5 Januari untuk rute Batam – Jakarta harga mulai dari Rp 1 jutaan, sementara untuk rute Batam- Medan harga tiket mulai Rp 1 juta sampai 2 jutaan.

Kemudian rute Batam – Surabaya mulai dari Rp 1,5 juta, dan rute Batam – Palembang mulai dari Rp 1 jutaan. (*)

 

Reporter: Azis Maulana