
batampos – Tiket KM Bukit Raya untuk keberangkatan dari Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kabupaten Bintan tujuan Anambas dan Natina pada Selasa (13/1) esok ludes terjual.
Pemicu ludesnya tiket adalah lonjakan jumlah penumpang terjadi sejak beberapa hari terakhir dan terus meningkat seiring berakhirnya masa libur. Berdasarkan pantauan melalui aplikasi Pelni Mobile, seluruh kursi untuk rute tersebut telah habis dibeli.
Kondisi ini membuat banyak calon penumpang kesulitan mendapatkan tiket, meskipun terus memantau ketersediaan setiap hari. Padahal, KM Bukit Raya menjadi moda transportasi utama bagi warga Anambas dan Natuna untuk kembali ke daerah asal.
Kapal milik PT Pelni tersebut dinilai lebih aman dan nyaman, terutama di tengah kondisi cuaca laut yang sedang tidak bersahabat. Sejumlah calon penumpang pun berharap adanya kebijakan penambahan kuota dari Pelni, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat.
Salah seorang calon penumpang, Nanda, yang hendak menuju Letung, mengaku telah memantau ketersediaan tiket selama beberapa hari terakhir. Namun hingga Minggu (11/1/2026), belum ada satu pun kursi yang kembali tersedia di aplikasi.
“Tiket sudah habis, saya pantau di aplikasi Pelni Mobile beberapa hari belakangan ini, tidak kunjung tersedia seat,” ujar Nanda, Minggu (11/1).
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem membuat dirinya tidak berani menggunakan kapal ferry. Menurutnya, keselamatan penumpang menjadi pertimbangan utama mengingat tinggi gelombang laut belakangan ini cukup berbahaya.
Beberapa hari sebelumnya, sejumlah kapal ferry tujuan Anambas dan Natuna bahkan terpaksa tidak berangkat karena tinggi gelombang diperkirakan mencapai empat meter. Dalam kondisi tersebut, KM Bukit Raya dinilai jauh lebih stabil karena berukuran besar.
“Kami berharap Pelni bisa membuka kuota tambahan. Kalau tidak ada seat, non-seat pun tidak masalah karena kapalnya besar,” jelas Nanda.
Sementara itu, Kepala Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan bahwa kewenangan penambahan kuota penumpang sepenuhnya berada di pihak pusat.
Pihak cabang daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan terkait penambahan kapasitas.
Menurut Putra, operasional kapal tetap dijalankan sesuai aturan keselamatan dan kapasitas yang telah ditetapkan. Pelni, kata dia, tidak bisa menambah jumlah penumpang tanpa persetujuan dari pusat.
“Untuk itu penumpang kami imbau terus memantau aplikasi Pelni Mobile. Siapa tahu ada penumpang yang batal berangkat, sehingga seat otomatis tersedia kembali,” ujar Putra.
Ia menegaskan, Pelni mengutamakan aspek keselamatan pelayaran dan tidak ingin membawa penumpang melebihi kapasitas yang diizinkan, meskipun permintaan masyarakat sedang tinggi.
Sebagai informasi, jumlah penumpang KM Bukit Raya pada Selasa (13/1/) diprediksi akan membeludak. Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya masa libur serta cuaca ekstrem yang membuat masyarakat lebih memilih kapal besar dibandingkan kapal ferry sebagai moda transportasi utama. (*)
Artikel Tiket KM Bukit Raya dari Kijang Tujuan Anambas-Natuna Ludes Terjual pertama kali tampil pada Kepri.









