
batampos – Limbah minyak hitam dalam karung yang mencemari Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, diduga berasal dari kapal yang melintas di Perairan Berakit.
Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban memastikan limbah tersebut bukan berasal dari tumpahan minyak kapal LCT Mutiara Garlib Samudera yang sebelumnya kandas di Perairan Dangas, Batam, pada Kamis (29/1).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, mengatakan pihaknya telah turun langsung meninjau lokasi ditemukannya karung-karung berisi limbah minyak hitam di Pantai Trikora.
“Hasil peninjauan di lapangan, kami menemukan lebih dari 100 karung goni berukuran sekitar 25 kilogram yang berisi limbah minyak hitam,” kata Alfaizul, Selasa (3/2).
Ia mengakui terdapat kesamaan karakteristik antara limbah minyak hitam yang ditemukan di Pantai Trikora dengan tumpahan minyak dari kapal LCT Mutiara Garlib Samudera di Batam. Namun, berdasarkan analisis jarak dan kondisi perairan, pihaknya meyakini sumber pencemaran tersebut berbeda.
“Keyakinan kami, limbah minyak hitam dalam karung di Pantai Trikora tidak berasal dari tumpahan kapal LCT Mutiara Garlib Samudera,” ujarnya.
Menurut Alfaizul, jarak antara lokasi kejadian di Batam dan Bintan cukup jauh sehingga kecil kemungkinan limbah tersebut terbawa arus laut.
“Indikasinya berasal dari kapal-kapal yang melintas di Perairan Berakit,” jelasnya.
Saat ini, PLP Tanjunguban masih memfokuskan penanganan tumpahan minyak di Perairan Dangas, Batam, dengan pemasangan oil boom untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Sementara untuk pencemaran di Pantai Trikora, Alfaizul mengatakan telah dilakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk DLHK Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten Bintan, guna menentukan langkah penanganan lanjutan.
“Besok, Rabu (4/2), kami rencanakan menurunkan 28 personel untuk upaya bersama penanggulangan pencemaran minyak di Bintan,” katanya.
Selain itu, PLP Tanjunguban akan meningkatkan patroli di Perairan Berakit guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Kami terus memantau situasi dan melakukan upaya untuk mengetahui penyebab pasti pencemaran minyak hitam di Pantai Trikora,” pungkas Alfaizul. (*)
Artikel Limbah Minyak Hitam di Pantai Trikora Diduga dari Kapal Melintas Perairan Berakit pertama kali tampil pada Kepri.









