Barang bukti sabu seberat 2,3 kg yang diamankan dari penumpang di Bandara Hang Nadim Batam. F. BNNP Kepri untuk Batam Pos
batampos – BNNP Kepri menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu yang dibawa melalui Bandara Internasional Hang Nadim. Dalam pengungkapan tersebut, pelaku ternyata sudah menyelundupkan sabu melalui bandara sebanyak 12 kali.
Pelaku HT, 28, menyelundupkan barang haram tersebut ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelaku memanfaatkan kelengahan petugas dengan membawa sabu tersebut menggunakan koper.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam Rizki Baidillah, mengatakan dengan terungkapnya kasus ini, pihaknya bersama instansi lainnya akan melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan.
“Ini yang kita coba kita evaluasi dan sudah menjdi diskusi kita BC, BNN, Polri dan Angkasa Pura,” ujarnya, Selasa (5/12).
Rizki menjelaskan evaluasi tersebut untuk memperkuat tata letak mesin x-ray dan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) atau petugas di bandara.
“Evaluasi terkait layout bandara dan kualitas SDM. Karena ada layout dan tata letak x-ray yang harus diperkuat dengan instansi-instansi dan pengelola terkait,” katanya.
Rizki berharap dengan adanya evaluasi ini pemeriksaan penumpang dan barang bawaannya bisa cepat terdeteksi para petugas di bandara. (*)
Tim gabungan mengangkat jenazah korban erupsi Gunung Marapi di Nagari Batu Plano, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (5/12/2023). Data SAR Padang menyatakan sebanyak delapan jenazah pendaki berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Dr Achmad Mochtar di Bukittinggi untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/aww.
batampos – Tim SAR Gabungan kembali menemukan sebelas pendaki yang menjadi korban meninggal dunia pasca erupsi Gunung Marapi. Temuan itu disampaikan langsung oleh Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik pada Selasa (5/12). Dengan temuan itu, total ada 22 pendaki yang ditemukan meninggal dunia. Sementara satu pendaki lainnya masih dinyatakan hilang. Sampai menjelang malam kemarin, pencarian belum berhenti.
Malik menegaskan bahwa Basarnas bersama tim dari instansi lainnya terus mengupayakan pencarian dan evakuasi para korban. ”Pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan,” kata dia. Dari total 22 pendaki yang meninggal dunia, 13 diantaranya sudah berhasil dievakuasi. Jenazah para pendaki itu sudah berada di rumah sakit. ”Sembilan orang (korban meninggal dunia) masih proses evakuasi,” tambah Malik.
Operasi SAR untuk mencari dan mengevakuasi pendaki yang terjebak di Gunung Marapi kemarin berlangsung sejak pagi hari. Satu per satu korban meninggal dunia dievakuasi dari lokasi penemuan jenazah. Letaknya cukup dekat dengan puncak gunung tersebut. Proses evakuasi turut dibantu oleh TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas. Malik menyatakan, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi secara estafet.
Karena itu, Tim SAR gabungan menyebar di beberapa titik. Ada tim yang mengambil jenazah dan tim yang menunggu jenazah. Malik memastikan bahwa seluruh korban meninggal langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah. ”Sekarang sedang dievakuasi ke bawah. Selanjutnya secara estafet tim yang dibawah akan menyambut,” imbuhnya. Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Kendala yang dialami oleh tim di lapangan adalah aktivitas Gunung Marapi. Malik menyampaikan, sampai kemarin erupsi masih terjadi. Sejak pagi hingga tengah hari kemarin, gunung tersebut erupsi sebanyak lima kali. Erupsi tersebut disusul dengan hujan abu vulkanik di beberapa titik. ”Abu vulkanik juga turun sampai ke kaki bukit. Itu membuat visibility kurang,” bebernya. Selain evakuasi jenazah para korban, pencarian satu pendaki yang masih hilang juga menjadi prioritas.
Terpisah, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan menyampaikan, Gunung Marapi memiliki karakter yang sulit untuk diprediksi. Buktinya saat erupsi tidak terdapat tanda-tanda akan terjadi erupsi. “Begitu karakternya,” tuturnya. Menurut dia, tidak ada gempa yang tercatat sebelum terjadi erupsi. Gempa hanya terjadi sebulan sekali di Gunung Marapi. “Erupsi ini terjadi mendadak sekali,” terangnya.
Karena itu, semua pihak diharapkan patuh terhadap skenario tidak masuk ke radius 3 kilometer. Saat aturan ini dipatuhi, tidak akan ada korban bila mendadak erupsi. “Ini perlu,” paparnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, sesuai data BPBD Kabupaten Agam diketahui bahwa hujan abu masih terjadi di sejumlah kecamatan seperti, Canduang, Sungai Pua, Ampek Angkek, dan Malala. “Masyarakat diharapkan tidak beraktivitas di luar rumah,” imbaunya.
Petugas kesehatan juga diharapkan siaga untuk mengantisipasi banyaknya warga yang terdampak kesehatannya. Tentu akibat dari hujan vulkanik tersebut. “Pusat kesehatan diharapkan siaga untuk antisipasi,” tuturnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan bahwa erupsi Gunung Marapi memberikan dampak yang signifikan terhadap penerbangan di sekitar Sumatera Barat. Berdasarkan pengamatan PVMBG semburan abu vulkanik mencapai ketinggian 5.891 mdpl. “Kondisi ini menyebabkan kode warna penerbangan menjadi merah,” ujarnya.
Terdata abu vulkanik bergerak ke arah Utara hingga Barat dengan intensitas yang pekat. Agar penerbangan aman, BMKG melalui Meteorologi Watch Office dan berdasarkan VAA menerbitkan SIGMET sebagai panduan bagi penerbangan yang melewati daerah terdampak. “Nantinya Air Controller Traffic (ATC) yang menentukan jalur lalu lintas penerbangan agar aman saat melewati daerah terdampak letusan,” jelasnya.
Kemarin Jawa Pos juga berupaya menghubungi Wanadri. Salah seorang anggota Wanadri yang terlibat dalam rescue di Gunung Marapi bernama Andria Azhar belum merespon panggilan dan pesan singkat sampai berita ini selesai dibuat. (*)
Jambore Merdeka Bermain Guru PAUD, di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (5/12). (Mia/Jawa Pos)
batampos – Lebih dari separuh guru pendidikan anak usia dini (PAUD) masih belum memenuhi kualifikasi. Dari 400 ribu guru PAUD di Indonesia, baru 41 persen yang merupakan lulusan S-1.
Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani mengungkapkan, banyaknya guru PAUD yang belum memenuhi kualifikasi dan kompetensi ini imbas dari tumbuh suburnya sekolah PAUD sebelumnya. Pendirian ini membuat guru yang direkrut banyak yang belum sesuai dengan peraturan yang ada.
”Kualifikasinya itu S-1 atau D-4, kompetensinya adalah memiliki sertifikasi pendidik,” ujarnya ditemui usai membuka Jambore Merdeka Bermain Guru PAUD, di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (5/12).
Oleh karenanya, Ditjen GTK melalui Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Masyarakat (PAUD DIKMAS) menyiapkan sejumlah skenario untuk mempercepat pemenuhan kualifikasi dan kompetensi guru PAUD ini. Diantaranya, melalui program rekognisi pendidikan lampau (RPL). Di mana, para guru yang sudah memiliki pengalaman mengajar dalam jangka waktu lama akan diberi kesempatan merekognisi hasil pembelajarannya. Setelahnya, mereka diberi kesempatan untuk menuntaskan S1-nya.
”Direktorat guru PAUD melalui direktorat PPG akan bekerja sama dengan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, red) untuk mengakui pengalaman mereka sebagai RPL,” jelasnya.
Dengan terpenuhinya kualifikasi ini maka akan membuka pintu bagi para guru ini mendapat sertifikat pendidik. Mereka bisa mengikuti tes untuk bisa memenuhih spesifikasi sebagai tenaga pendidik sesuai amanat undang-undang.
”Kalau sudah dapat sertifikat pendidik kan mereka dapat tunjangan profesi. Nah dari situ lah kesejahteraan guru paud meningkat,” tuturnya.
Program ini rencananya akan dirilis di tahun 2024. Detail mekanismenya akan diatur dalam peraturan baru yang tengah digodok saat ini.
Lebih lanjut Nunuk menekankan, pendidikan PAUD itu memiliki peran sangat penting. Sebab, ini jadi awal membangun pondasi untuk mendidik anak-anak menjadi pelajar pancasila dan menjadi penerus depan bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Guru PAUD dan Dikmas Kemendikbudristek Santi Ambarrukmi menyampaikan, bukan hanya pengalaman mengajar yang dapat direkognisikan. Nantinya, ada program diklat berjenjang yang bisa diikuti guru PAUD untuk kemudian direkognisikan menjadi capaian SKS bagi mereka saat meneruskan pendididkannya nanti.
”Diklat berjenjang ini sarana juga bagi guru-gru yang belum S1. Nanti diklat juga ada tingkatannya, tingkat dasar, lanjut, dan mahir, untuk nantinya bisa di RPL-kan juga,” pungkasnya. (*)
batampos – Suparmin, kakek berusia 70 tahun tega menggagahi balita yang tak lain anak tetangganya. Bahkan perbuataan itu dilakukan Suparmin berulangkali, hingga merusak selaput dara korban.
Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Pepatah itulah yang mengambarkan perbuataan Suparmin. Berulang kali ia mencabuli balita anak tetangga tanpa ketahuan, namun pada akhirnya ketahuan juga.
Kini, Suparmin tinggal memetik buah dari perbuataanya. Kemarin, ia duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Batam. Pria yang seluruh rambutnya telah memutih ini didakwa dengan undang-undang perlindungan anak.
“Bagaimana kondisi terdakwa, sehat. Sidang saya mulai dan tertutup untuk umum,” ujar ketua majelis hakim Yudith Wirawan sembari mengetuk palu sidang. Para pengunjung yang sudah ada dalam ruangan sidang pun keluar. Petugas Keamanan kemudian menutup pintu.
Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, dari Kantor Firm Hukum Widaksana Nata Sasmita, Effendi Sekedang menjelaskan agenda sidang yakni keterangan saksi. Dimana saksi anak yang menjadi korban dari kliennya memberi kesaksian di depan terdakwa.
“Agenda sidang tadi keterangan saksi. Anak korban juga hadir di persidangan. Anak korban kelahiran 2018 lalu,” ujar Effendi.
Dikatakannya, keterangan anak korban menjelaskan bahwa terdakwa telah menyetubuhi korban beberapa kali. Perbuataan itu terungkap, karena adanya laporan tetangga korban.
“Terdakwa mengakui perbuatannya, membenarkan telah mencabuli korban hingga 3 kali. Perbuataan itu terungkap karena laporan dari tetangga korban. Terdakwa juga tetangga korban, yang tinggal berhadapan rumah dengan korban,” jelas Effendi.
Menurut dia, penyebab perbuatan terjadi kepada anak, karena tak bisa menahan nafsunya. Sebab, beberapa kali sang kakek minta untuk menikah, namun dilarang oleh anak-anak terdakwa.
“Terdakwa masih memiliki nafsu, namun oleh anak terdakwa tak diizinkan menikah. Padahal sudah beberapa kali minta nikah. Untuk memakai jasa PSK, terdakwa mengaku malu, hingga akhirnya melihat korban kerap bermain di depan rumahnya,” ungkap Effendi.
Masih kata Effendi, perbuataan terdakwa terhadap korban terjadi hingga 3 kali. Pada perbuataan terakhir, terdakwa sempat memberi korban uang Rp 5 ribu. “Hasil visum, selaput dara korban rusak,” ujar Effendi. (*)
batampos – Sejumlah masyarakat yang terdampak kebocoran pipa jalur Baloi masih mengeluh karena belum mendapat distribusi air bersih dengan normal. Untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat masih bergantung pada air galon isi ulang.
“Ini sudah hari ke lima, tapi air tak hidup juga. Padahal infonya pengerjaan sudah selesai,” ujar Lastri, warga Bengkong.
Menurut dia, untuk kebutuhan sehari-hari ia mengaku bergantung pada pada air galon. Rata-rata air galon yang ia konsumsi untuk kebutuhan rumah tangga dan MCK 7-10 galon. Apalagi di rumahnya ada suami dan 3 orang anak.
“Keluarin uang Rp 50 ribu sehari untuk air galon. Itu pun belinya nyicil karena galon kami terbatas. Call center yang dihubungi tak berguna, tak ada respon sama sekali, padahal kondisi sudah darurat gini,” jelas Lastri.
Sementara, Corporate Communication (Corcom) Spam Batam, Ginda Alamsyah mengatakan perbaikan pipa bocor di jalur Baloi telah selesai Senin (4/12) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ini pun dalam proses normalisasi ke rumah pelanggan yang terdampak.
“Sudah selesai perbaikan, jadi saat ini proses normalisasi,” jelas Ginda.
Menurut Ginda, proses normalisasi berlangsung bertahap, tergantung dari lokasi tempat tinggal pelanggan. Jika pelanggan tinggal di kawasan tinggi, atau dekat ujung pipa, maka distribusi air agak terlambat dirasakan.
“Proses normalisasi suplai air pelanggan membutuhkan waktu beberapa saat, dan secara bertahap aliran air akan normal kembali,” jelasnya.
Tak hanya di jalur Baloi, menurut Ginda perbaikan pipa bocor di kawasan Nongsa juga telah selesai. Proses normalisasi atau recovery juga telah berlangsung. (*)
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mengimbau masyarakat nelayan untuk waspada gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi saat ini.
“Kita minta nelayan waspada selama memasuki musim angin utara,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, Senin (4/12/2023).
Dia mengatakan, saat ini ketinggian gelombang sudah mencapai sekira 1,2 meter dengan kecepatan angin sekira 10 hingga 12 knot.
Mobil wuling dievakuasi dari lokasi kecelakaan. F. Satlantas Polresta Tanjungpinang
batampos– Mobil Wuling BP 18XX FT kehilangan kendali menabrak sebuah warung dan terperosok menabrak pagar Kantor BP3MI Jalan Nusantara Tanjungpinang, Selasa (5/12).
Kecelakaan tunggal tersebut diduga karena mobil kehilangan kendali dan pengendara mobil yang mengantuk. Akibatnya pengendara mengalami luka ringan. Sedangkan mobil ringsek bagian depan.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Tanjungpinang AKP Syaiful Amri mengatakan kecelakaan terjadi karena pengendara mobil inisial BJ diduga mengantuk saat berkendara.
Awalnya, mobil yang tidak membawa penumpang itu melaju dari arah simpang kampus Anugrah Bintan, menuju ke arah simpang kios Jalal.
“Saat berkendara, BJ mengantuk, hilang kendali dan menabrak sebuah warung, lalu terperosok menabrak pagar Kantor BP3MI,” kata Syaiful.
Menurutnya dalam kecelakaan tunggal tersebut, tidak ada korban jiwa. Pengendara hanya mengalami luka dan kerugian materil.
“Akibat dari kejadian tersebut pengemudi mengalami luka ringan dan mobil mengalami kerusakan ringan,” terang Syaiful. (*)
batampos – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menyambut persoalan pengungsi Rohingya dengan membuka opsi untuk menampung mereka di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Hal itu disampaikan oleh Ma’ruf Amin usai menghadiri Peluncuran Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2024 dan Peresmian Universitas Indonesia Industrial Government (I-GOV) Ke-3 Tahun 2023 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/12) kemarin.
“Penempatannya di mana? Dulu kita punya Pulau Galang, nanti kita bicarakan lagi apa akan seperti itu,” kata Ma’ruf dikutip dari Antara pada Rabu (6/12).
Ia menyebutkan bahwa kedatangan pengungsi Rohingya yang saat ini menerima penolakan dari masyarakat di Aceh, Riau, dan Medan adalah permasalahan kemanusiaan yang harus ditanggulangi bersama, khususnya pihak berwenang.
Pemerintah Indonesia juga telah menyusun rencana terkait pembahasan solusi tersebut dengan Komisariat Tinggi PBB urusan Pengungsi (UNHCR) yang memiliki tanggung jawab atas masalah pengungsian.
Berbagai opsi mengenai langkah penanggulangan masalah itu di Indonesia, kata Ma’ruf, sedang dibahas secara mendalam pada rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD.
“Selama ini kan tidak mungkin kita menolak, tetapi juga tentu kita mengantisipasi jangan sampai ada penolakan dari masyarakat, juga bagaimana supaya mengantisipasi jangan sampai terus semuanya lari ke Indonesia. Itu jadi beban,” ujarnya.
Ma’ruf yang baru kembali ke Indonesia setelah melakukan kunjungan kerja ke Yunani pada pekan lalu, menyatakan kehadiran pengungsi Rohingya juga menjadi masalah serupa di beberapa negara.
“Sebenarnya bukan hanya ke sini, kemarin saat berkunjung ke Yunani. Yunani menghadapi juga situasi serupa, ke Eropa itu masuk ke Yunani juga. Mereka seperti kita menghadapi kesulitan, tapi bagaimanapun juga ini masalah kemanusiaan yang harus ditanggulangi,” ucap Ma’ruf.
Berdasarkan data UNHCR, terdapat 3.705 orang pencari suaka Rohingya yang melakukan perjalanan laut sepanjang tahun 2022, yang merupakan jumlah terbanyak sejak tahun 2015.
Hingga Senin (4/12), Kemenkopolhukam RI mencatatkan ada sebanyak 1.487 pengungsi etnis minoritas dari Myanmar itu yang berkumpul di Indonesia. (*)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kukuhkan Tenaga Cadangan Kesehatan-Emergency Medical Team (TCK-EMT) tipe 2 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa (5/12/2023). (Kemenkes)
batampos – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kukuhkan Tenaga Cadangan Kesehatan-Emergency Medical Team (TCK-EMT) tipe 2, Selasa (5/12). Pemerintah menganggap perlu membentu tenaga kesehatan cadangan untuk menghadapi krisis khusus. Budi mengibaratkan posisi mereka seperti tentara cadangan yang sewaktu-waktu ikut dalam perang.
Sebelumnya, Kemenkes telah mengukuhkan TCK-EMT tipe 1. Tim tersebut telah diterjunkan pada bencana alam di Turki. Mereka hanya boleh melakukan bantuan yang sifatnya pertolongan pertama dan melayani perawatan pasien ringan. TCK-EMT tipe 1 tidak boleh melakukan tindakan operasi sebagaimana standar yang ditetapkan oleh WHO. TCK-EMT dapat melakukan tindakan operasi jika sudah tipe 2.
“Saya berharap agar latihan ini kita susun, kita lakukan dengan satu target. Targetnya adalah dalam waktu secepat mungkin tim tenaga cadangan kesehatan (TCK-EMT) Indonesia bisa disetujui oleh WHO masuk ke tipe 2,” ujar Budi. Harapannya, bantuan kesehatan yang diberikan oleh Indonesia pada korban bencana alam dapat lebih maksimal.
Tenaga cadangan kesehatan ini bukan hal yang baru di dunia. Budi menyatakan, ada sepuluh negara yang sudah masuk tipe 2 untuk tim cadangan kesehatannya. “Jadi, saya titip ke teman-teman sekalian, harus bisa menjadi bagian dari negara yang mempunyai TCK-EMT Tipe 2,” ucap Budi.
Lebih lanjut, Budi menyatakan bahwa jika dalam tentara ada tentara cadangan, maka di tenaga kesehatan harusnya juga ada cadangan. Alasannya ada perang melawan penyakit. “Senjatanya saja yang berbeda. Tentara pakai senapan, kita pakai suntikan,” tuturnya.
Selain itu, banyak insiden atau bencana yang terjadi di Indonesia. Sehingga tenaga kesehatan cadangan ini dibentuk, juga untuk menangani tragedi tersebut. Dia mengaku membutuhkan berbagai jenis tenaga kesehatan. “Yang mungkin jenis kemampuannya berbeda. Saat menghadapi banjir, gunung meletus, gempa bumi, atau menghadapi penyakit itu berbeda,” bebernya. Sehingga perlu latihan yang serius seperti TNI atau Polri melatih anggotanya.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Sumarjaya mengatakan Tenaga Cadangan Kesehatan ini bukan seperti cadangan di permainan bola. Mereka memiliki kemampuan mumpuni di sektor kesehatan dan disebarkan ke tempat lain ketika terjadi bencana atau wilayah khusus. “Nah, kita mudah-mudahan, ini semangat kita mau membuat TCK-EMT tipe 2,” kata Sumarjaya
Menurut standar WHO ada 4 tipe TCK-EMT. Kemenkes sudah mengukuhkan TCK-EMT Tipe 1 fixed dan mobile di 11 regional yang ada di Indonesia pada Mei 2023. Setelah pelatihan dan pengukuha kemarin, TCK-EMT Tipe 2 akan didampingi oleh WHO untuk mendapatkan sertifikasi. TCK-EMT Tipe 2 ini diperkuat oleh 90 orang yang terdiri atas farmasi, ortopedi, bedah, penyakit dalam, dan anak, serta semuanya sesuai dengan standar WHO. (*)
batampos – Sastriawan, bukan contoh tetangga yang baik. Sebab ia tega menggadaikan motor tetangganya yang sudah kenal dekat untuk membeli sabu.
Kejadian bermula pada bulan Juli lalu di kawasan Kecamatan Sekupang. Tetangganya, Eko yang tengah bersantai tiba-tiba didatangi Sastriawan. Pria yang sudah berkeluarga ini tiba-tiba meminjam sepeda motor milik Eko dengan alasan hendak bertemu teman.
Karena mengenal dekat Sastriawan, korban pun meminjamkan sepeda motornya. Namun hingga malam, sepeda motor korban tak kunjung kembali. Korban pun menanyakan keberadaan sepeda motornya kepada Sastriawan, dan dijawab ban motor pecah.
Korban pun mengiyakan alasan dari Sastriawan, hingga akhirnya berhari-hari sepeda motornya tak kunjung kembali. Korban pun akhirnya melaporkan Sastriawan ke polisi
Kemarin, Sastriawan duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Batam. Ia didakwa dengan pasal penggelapan atau pencuriaaan.
Korban yang tak lain tetangganya itu pun memberi kesaksian. “Sebenarnya saya tak ingin memperpanjang perkara ini, karena beliau adalah tetangga. Tapi itu sepeda motor kerja saya, saya minta balikin katanya digadai ke orang seharga Rp 300 ribu,” jelas Eko.
Masih kata Eko, akibat perbuatan terdakwa ia merugi hingga Rp 6 juta untuk sepeda motor Vario. Bahkan, ia juga kesulitan untuk bekerja.
“Padahal saya berharap sepeda motor itu kembali saja. Tapi ternyata tak kembali,” ujarnya menghela nafas.
Keterangan korban dibenarkan oleh Sastriawan. Ia mengaku sudah berniat menggadaikan sepeda motor korban karena tak ada uang beli sabu.
“Saya tak punya uang, makanya pinjam motor tetangga sebentar. Saya gadai Rp 300 ribu ke Rudi, trus beli sabu. Saya pakai bersama Dewi, teman saya,” ungkapnya.
Menurut dia, seminggu usai mengadaikan sepeda motor, ia bermaksud menebus kembali. Tapi ternyata sepeda motornya sudah dijual.
“Saya memang janjinya sebentar, sepeda motor itu sudah dijual. Tak tahu kemana,” tegasnya.
Majelis hakim yang diketuai Yudith Wirawan sempat memarahi terdakwa. Karena tak punya perasaan dan empati terhadap korban yang tak lain tetangganya.
“Orang baik sama kamu, tapi kamu manfaatkan. Padahal itu tetanggamu sendiri. Kedepannya, orang tak ada yang peduli dengan mu,” pungkas hakim Yudit. (*)